Home » , » Penyaluran Dana PKH Diduga Bermasalah

Penyaluran Dana PKH Diduga Bermasalah

Written By Posmetro Prabu on 23/09/14 | 23.9.14


INDRALAYA, PP - Niatan pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan ternyata selalu dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah dicanangkan setahun terakhir disinyalir menuai banyak permasalahan.

Permaslahan yang ada, Informasi yang didapat portal ini, seperti mulai dari sasaran Keluarga Sangat Miskin (KSM)  banyak yang tidak tepat, masih banyak keluarga yang tidak tepat menerima dana PKH, ironisnya masih banyak keluarga yang benar-benar tepat sasaran justru tidak terdata dan tidak tersentuh dan tidak ikut menikmati bantuan dari pusat tersebut.

Belum lagi saat pencairan dana PKH yang sasarannya Keluarga Sangat Miskin (KSM) justru banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab  melakukan pungli terhadap KSM.
Di Bumi Caram Seguguk sendiri sudah terjadi tiga kali, pencairan pertama pada bulan desember 2013, sementara untuk tahun 2014 baru terjadi dua kali pencairan April dan yang kedua pada bulan September 2014.

Nah, hampir setiap pencairan terjadi masalah, kendati dinas terkait dalam hal ini dinas sosial kabupaten Ogan Ilir sering menyatakan bahwa saat pencairan tidak ada pemotongan sedikitpun, tapi sayang kenyataannya dilapangan berbeda.

Seperti yang dialami Neli Suryani warga Kelurahan Tanjung Raja Utara Kecamatan Tanjung Raja, sasaran KSM yang berhak menerima Dana PKH secara utuh, Menurut Ujang suami dari Neli Suryani kepada koran ini mengaku, istrinya Neli Suryani pada tanggal 16 September yang lalu mencairkan dana PKH di kantor Pos Tanjung Raja sebesar Rp400 ribu.

“Waktu itu, saat mau pulang dicegat oleh oknum TKS (Tenaga Kerja Sukarela red) tiga orang dengan meminta bagian sebesar Rp30 ribu,” tuturnya pada Palembang Ekspres, Minggu (21/09) kemarin.
Masih menurut Ujang, pada sore harinya Budi yang mengaku  pendamping dari dinas sosial Kabupaten datang ke rumahnya untuk meminta uang Rp50 ribu dengan alasan untuk membayar formulir, dengan berat hati dan rasa terpaksa istrinya memberikan uang sebesar Rp50 ribu kepada Budi yang mengaku sang pendamping.

“Pada hari Jumat (19/9 red), saya ke kantor camat Tanjung Raja  bermaksud mengembalikan dana PKH yang sudah diterima istrinya. Ya, dari pada kejadiannya begini, banyak pemotongan, lebih baik tidak usah menerima dana ini,” ungkapnya saraya mengaku dalam waktu dekat dirinya dan sasaran KSM lainnya yang berjumlah 21 orang akan menemui bupati untuk melaporkan terjadinya pungli pada dana PKH di kecamatan Tanjung Raja khususnya dikelurahan Tanjung Raja Utara.

Sementara itu, salah satu sasaran KSM di desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Sumairo mengaku kecewa dengan adanya pungli kepada sasaran KSM yang dilakukan oleh Oknum ketua kelompok yang mengatas namakan hasil dari pungli tersebut akan diberikan kepada pendamping dan camat.

“Pungli dana PKH ini bukan pertama kalinya, karena waktu pencairan dana PKH pada akhir 2013 yang lalu, kami (penerima PKH red) dimintai uang sebesar Rp70 ribu per-KSM, pungli ini juga dilakukan oknum ketua kelompok yang sengaja menyuruh orang lain untuk mendatangi ke rumah rumah setiap sasaran KSM untuk meminta uang dengan besaran nominal sudah ditentukan yaitu sebesar Rp.7 0ribu rupiah,” paparnya.

Menurutnya, Pungli dana PKH ini bukan tidak mungkin juga terjadi pada kecamatan lainnya, kendati kepala dinas Sosial Kabupaten Ogan Ilir sudah mewanti-wanti kalau terjadinya pemotongan terhadap dana PKH dan berharap kalau terjadi adanya pemotongan ataupun pungli segera laporkan.

Namun sayangnya saat awak media mengkonfirmasikan prihal adanya pungli saat pencairan dana PKH beberapa hari yang lalu, dengan terang-terangan Kabid bantuan dan jaminan sosial dinas Sosial Kabupaten OI Muhammad Basid malahan tidak percaya dengan adanya informasi adanya dugaan pungli untuk dana PKH ini, bahkan menurutnya pihaknya sudah turun langsung saat pencairan dana PKH di beberapa kantor pos dan menanyakan langsung pada pendamping yang sudah ditugasi.

“Terus terang saya tidak percaya dengan siapapun termasuk, saya sudah tanyakan langsung sama pendamping dan menurut pendamping mereka tidak pernah melakukan pungli atau potongan, saya lebih percaya dengan pendamping kami, saya tau mereka dan saya yakin sama mereka,” tukasnya dengan yakinnya.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu