Home » » Inspektorat : Dugaan Penyalahgunaan Dana Sertifikasi Guru, Tidak Dapat Dibuktikan

Inspektorat : Dugaan Penyalahgunaan Dana Sertifikasi Guru, Tidak Dapat Dibuktikan

Written By Posmetro Prabu on 04/09/14 | 4.9.14



Terkait keresahan sejumlah guru sertifikasi di Kota Prabumulih, dimana sebelumnya pembayaran dana sertifikasi yang seharusnya dibayarkan tiga bulan, hanya diberikan dua bulan saja oleh diknas Prabumulih.

Hal ini sebelumnya menimbulkan pertanyaan besar bagi sejumlah guru. Karena dalam melakukan penandatanganan surat pertanggung jawaban (SPJ), para guru melakukan penandatangan tiga bulan. Namun, yang dicairkan hanya dua bulan saja.

Menanggapi keresahan para sejumlah guru sertifikasi tersebut, Walikota Prabumulih, Ir Ridho Yahya MM. Menugaskan inspektorat tertanggal 3 september 2014 untuk melakukan penelusuran terhadap dugaan penyalahgunaan pembayaran dana sertifikasi guru

Dari hasil penelusuran tersebut, kepala Inspektorat Kota Prabumulih, Jauhar Fahri, SE Ak, melakukan verifikasi terhadap masalah itu dan dari hasil penelusuran tersebut, Jauhar menegaskan bahwa dugaan penyalahgunaan dana sertifikasi guru selama satu bulan itu tidak dapat dibuktikan.

"Kita sudah mengumpulkan data data dan bukti bukti, dan menyimpulkan bahwa dugaan penyalahgunaan dana sertifikasi guru selama satu bulan itu tidak dapat dibuktikan," tegasnya.

Jauhar menjelaskan pihaknya telah melakukan penelusuran dana sertifikasi melalui rekening koran kas daerah, serta penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).  Dari situlah terungkap pembayaran sertifikasi yang tertunda berawal dari kekurangan transfer dana pusat pada Triwulan 1 dimana dana yang digelontorkan untuk pembayaran sertifikasi sebesar Rp 4.031.373.000. Padahal kebutuhan saat itu mencapai Rp. 9.975.183.200.

"Akhirnya untuk menutupi kekurangan tersebut digunakanlah dana Silpa Tunjangan Profesi Guru (TPG) Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) pemkot Prabumulih tahun 2013 sebesar Rp.7.891.024.730. Namun,karena harus memenuhi kekurangan bayar pada tahun 2012 sebesar Rp 2.330.596.080, dana kasda pun menjadi minus Rp 383.381.550," jelasnya.

Kemudian, pemerintah pusat kembali menggelontorkan dana sertifikasi Triwulan II sebesar Rp 11.922.398.000. Dana tersebut akhirnya dibayarkan untuk menutupi sisa dana Triwulan 1 yang minus ditambah lagi dengan dana susulan triwulan satu yang keseluruhannya berjumlah Rp. 930.187.500. Sehingga sisa dana kas daerah menjadi sebesar Rp 10.922.210.500.

Nah, sisa dana tersebut sebenarnya akan dibayarkan untuk memenuhi kebutuhan dana sertifikasi Triwulan 2 selama 3 bulan sebesar Rp 10.608.828.950. Tapi karena dana tersebut masih kurang sebesar Rp 313.381.550, akhirnya hanya dipenuhi untuk pembayaran dana sertifikasi guru selama 2 bulan yang besarannya sebesar Rp 7.426.077.000.

"Sehingga sisa kas daerah yang masih tersimpan sebesar Rp 3.182.751.950. Nah, itu akan kita bagikan setelah dana transfer dari pusat turun ke kas daerah," terangnya. (Dsd)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu