Home » , » Muluskan Kenaikan Pangkat, PNS Ditodong Rp 15 juta

Muluskan Kenaikan Pangkat, PNS Ditodong Rp 15 juta

Written By Posmetro Prabu on 25/09/14 | 9/25/2014

PRABUMULIH, PP - Tak hanya terjadi pada truk angkutan batubara, pungutan liar pun terjadi pada Pegawai Negeri Sipil yang hendak mengajukan kenaikan pangkat. Hal ini akhirnya terungkap setelah salah satu kepala sekolah di Kota Prabumulih membeberkan hal tersebut dihadapan petinggi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Prabumulih.

Kepala sekolah yang dimaksud adalah sukmah Hayana SPdI, kepala sekolah Dasar (SD) Negeri 80 kota Prabumulih. Sukmah membeberkan hal tersebut lantaran kesal karena sejak bertahun tahun dirinya sulit dalam pengajuan kenaikan pangkat.

Dihadapan seluruh kepala sekolah yang hadir dalam acara pengembangan administrasi managerial kepala sekolah tingkat sekolah dasar (SD), Sukmah mengungkapkan semuanya kepada kepala BKD yang saat itu diwakili kabid mutasi dan kepangkatan, Hery Mirhan SE. Jika untuk memuluskan kenaikan pangkat tersebut, sejumlah PNS dikenakan tarif bervariasi.

"Banyak PNS yang dikenai biaya Rp 1 juta sampai Rp 15 juta agar proses kenaikan pangkat bisa berjalan mulus hingga selesai," ungkapnya.

Sukmah menerangkan, jika dirinya dipersulit dalam mengerjakan tugas yang diberikan agar dirinya bisa naik pangkat, bahkan sampai akhirnya tugas yang diberikan oleh pengawas tersebut tidak direspon lagi.

"Saya waktu itu kan buat karya tulis ilmiah. Saat dinilai, tim pengawas meminta tulisan saya itu diperbaiki. Namun, hingga kini belum ada respon lebih lanjut. Ternyata, harus membayar, terus terang saya tidak sanggup untuk itu. Teman teman yang telanjur, mereka sampai membayar Rp 15 juta agar dimudahkan dalam kenaikan pangkat. Bahkan dari mereka ada yang sudah sampai IVc dan IVd," terangnya.

Sukmah sangat menyayangkan hal tersebut dam berharap hal seperti itu tidak dilakukan lagi. "Saya berharap kenaikan pangkat itu berdasarkan kredit poin dan prestasi, bukan dengan uang," tuturnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah melalui Kabid Mutasi dan Kepangkatan, Hery Mirhan SE yang hadir dalam acara tersebut mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Namun, menurutnya suatu kerugian jika guru atau kepala sekolah rela membayar belasan juta rupiah demi kenaikan pangkat.

"Kalaupun demikian, itu sangat rugi. Mengingat tunjangan pangkat itu hanya Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Sudah tentu memerlukan waktu cukup lama untuk mengembalikan uang tersebut," ungkapnya.


Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu