Home » , » Honor Belum Dibayar, Puluhan PPL Serbu Panwaslu

Honor Belum Dibayar, Puluhan PPL Serbu Panwaslu

Written By Posmetro Prabu on 16/09/14 | 16.9.14

PRABUMULIH, PP – Puluhan petugas pengawas pemilu lapangan (PPL), Senin (15/9) pagi, mendatangi kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Prabumulih, yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Gunung Ibul. Pengawas pemilu di tingkat kelurahan ini menuntut uang honor mereka selama satu bulan yang hingga kini belum dibayar pihak Panwaslu.

“Kami datang kesini untuk menanyakan uang honor bulan Agustus yang sampai sekarang belum dibayar Panwaslu. Padahal infonya uang itu sudah ada, tetapi mengapa belum dibayarkan, ada apa?,” ungkap Edi, salah satu petugas PPL yang juga koordinator lapangan dalam aksi tersebut, ditemui usai diterima Ketua Panwaslu Kota Prabumulih, Judi Aryanto SH, kemarin.

Menurut Edi, seharusnya uang honor PPL sudah mereka terima pada awal September kemarin. Bahkan, ia tambahkan, jika mengacu surat kontrak dan surat keputusan dari Menteri Keuangan pusat, masa tugas PPL berakhir pada September 2014 (bulan ini, red) karena untuk mengantisipasi bila pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Prabumulih terjadi 2 putaran.

“Awalnya kontrak kami sampai bulan September ini, jika terjadi Pilkada dua putaran. Tapi ada surat edaran yang menyatakan dimundur hanya sampai Agustus saja, karena Pilkada Prabumulih cuma 1 putaran. Okelah itu tidak kami permasalahkan, namun yang dipersoalkan sekarang uang honor bulan Agustus kami itu kenapa belum dibayarkan,” tandasnya, seraya mengaku belum menerima surat edaran tersebut.

Masih dikatakan Edi, desakan meminta uang honor sebesar Rp 750.000,- per bulan setiap anggota PPL itu segera dibayarkan karena melihat petugas lain di tingkat kecamatan dan kota semuanya sudah menerima uang honor untuk Agustus. “Kok kami belum, ya harusnya sama dong,” cetusnya.

Ditemui terpisah, Ketua Panwaslu Kota Prabumulih, Judi Aryanto SH, didampingi Divisi Penanganan Pelanggaran Panwaslu, Firdaus STP, ketika dimintai komentar perihal tuntutan ratusan PPL tersebut, menyebutkan pihaknya memang belum menerima uang honor PPL dari pihak Banwaslu Provinsi Sumsel.

“Memang belum cair dari Banwaslu provinsi, dan bukan hanya disini saja ini terjadi di kabupaten dan kota lain di Sumsel,” ujar Judi Aryanto.

Keterlambatan pembayaran uang honor PPL itu juga diakuinya, dikarenakan dari 15 kabupaten/kota se-Sumsel sampai sekarang, belum memberikan laporan pertanggungjawaban ke Banwaslu provinsi Sumsel. “Jadi bagaimana mau dibayarkan, jika laporan pertanggungjawabannya belum diserahkan ke Banwaslu provinsi. Kalau uang honor itu sudah ada di KPPN, tinggal mencairkan saja, ya sudah disampaikan ke mereka (PPL, red) untuk bersabar,” terang Judi Aryanto.

Disinggung soal telah dibayarkannya uang honor bulan Agustus untuk petugas di tingkat kecamatan, dibantah Judi. Menurutnya, pembayaran bagi petugas di kecamatan dan kota itu dihitung untuk bulan Juli, itu pun masih sebatas uang honor dan belum termasuk uang ATK dan operasional petugas.

“Itu salah, pembayarannya untuk bulan Juli, untuk bulan Agustus jangankan mereka, kami pengurus kota juga belum sama sekali dibayar,” jelasnya.

Terakhir, Judi mengatakan, total jumlah PPL yang bertugas membantu Panwaslu mencapai 213 orang. Ratusan PPL ini dikontrak dua tahap yakni, tahap pertama untuk pemilihan legislative (Pileg) terhitung bulan Januari s/d Mei, kemudian tahap kedua dari Mei – Agustus untuk pemilihan presiden (Pilpres).

“Masing-masing petugas PPL ini menerima uang honor sebesar Rp 750 ribu, dengan rincian Rp 500 ribu untuk uang honor, dan sisanya untuk uang ATK dan operasional mereka,” tukasnya.(abd)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu