Home » , » Rumah Amin Tugu Kecil Disatroni Maling Petugas PLN Gadungan

Rumah Amin Tugu Kecil Disatroni Maling Petugas PLN Gadungan

Written By Posmetro Prabu on 13/08/14 | 13.8.14

TUGU KECIL, PP – Aksi pencurian dengan modus berpura-pura menyamar sebagai petugas PLN terjadi di kawasan Jalan Merpati, Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu siang (13/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Kawanan pelaku berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan emas dan uang tunai sebesar Rp3 juta milik pasangan suami istri (pasutri) bernama Muslimin Chandra alias Amin (75) dan Susiana (60), keduanya warga Jalan Merpati, No 87 RT 02 RW 01, Kelurahan Tugu Kecil. Akibatnya kerugian ditafsir korban mencapai Rp600 jutaan.

Pelaku pencurian diduga kuat berjumlah dua orang, yang salah satu pelaku menyamar sebagai petugas PLN. Ironisnya tempat kejadian perkara (TKP) berada tidak jauh dari Mapolsek Prabumulih Timur yang berjarak sekitar 100 meter.

Dari informasi yang diterima dilapangan, peristiwa pencurian yang dialami oleh pasangan suami istri itu berawal saat kediamannya didatangi oleh seorang pria yang mengaku sebagai petugas PLN yang identitasnya tidak dikenali korban. Diduga kuat, aksi pencurian tersebut sudah direncanakan secara rapi oleh pelaku.

Pasalnya dirumah tersebut hanya dihuni oleh kedua korban serta satu orang pembantu bernama Fatmawati (45), warga Jalan Bima, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara.

Kedatangan pelaku yang saat beraksi menggenakan pakaian kemeja seragam warna biru dan celana hitam serta diperkirakan berumur sekitar 35 tahun itu dengan modus untuk mengecek pemakaian listrik yang digunakan di rumah korban. Merasa tidak memiliki masalah dengan pemakaian listriknya, korban Susiana pun mengizinkan petugas PLN gadungan yang diduga kuat merupakan komplotan pelaku untuk mengecek meteran listrik yang berada di dalam rumahnya.

“Wong itu ngakunyo dari PLN, pake baju kemeja warna biru mudo. Tapi kami dak jingok ado lambang PLN samo namo wong itu. Kareno kami takut ado apo-apo dengan pemakaian listrik, jadi kami persilahke dio masuk ke dalam rumah untuk ngeceknyo,” ujar Susiana, saat dikonfirmasi wartawan kemarin.

Lebih lanjut korban menjelaskan, setelah masuk ke dalam rumah, pria tersebut kemudian mempertanyakan jumlah peralatan elektronik yang menggunakan aliran listrik kepada suami korban. Suami korban yang saat itu berada di dalam rumah menunjukkan jumlah peralatan elektronik yang digunakannya.

Selanjutnya, pria tersebut dengan bermodalkan obeng tespen meminta korban untuk mengambilkan kursi yang akan digunakan untuk mengecek ampere listrik. Mendengar itu, korban Susiana pun menyuruh Fatmawati (pembantu korban, red) untuk mengambilkan kursi.

“Dio mintak ambekke kursi, jadi aku suruhlah Fatmawati yang ngambekenyo. Pas Fatmawati nak balek lagi ke belakang untuk nyuci pakean, wong itu malah nyuruh Fatmawati untuk megangi kursi biar dio idak nyampak,” kenang Susiana yang saat itu tampak terlihat shock dengan kejadian tersebut.

Saat tengah asik mengecek ampere listrik, sambung Susiana, tiba-tiba handpone pria tersebut berdering. Hanya mengucapkan kata “iya” sebanyak sekitar tiga kali, pria tersebut langsung menghentikan pekerjaannya. Tanpa pamit kepada korban, pria tersebut langsung pergi meninggalkan rumah korban dengan berjalan kaki mengarah ke Jalan Jendral Sudirman yang saat itu tengah ramai warga yang menyaksikan acara gerak jalan.

Namun korban Susiana baru sadar dirinya dirampok, setelah hendak belanja keperluan rumah dan mengambil uang di kamarnya yang berada bersebelahan dengan samping dapur rumah. Betapa terkejutnya Susiana saat mendapati kondisi kamarnya sudah dalam keadaan berantakan. Pintu samping rumah yang menuju kamar korban pun saat itu didapatinya dalam keadaan terbuka.

“Pas dio dapat telpon itu, dio langsung be pegi dan dak do ngomong apo-apo samo kami. Aku baru tau kejadian itu pas nak ngambek duit ke kamar untuk belanjo. Dak taunyo kamar aku sudah berantakan, duit samo emas yang aku simpan di dalam lemari jugo sudah dak katek lagi,” katanya seraya mengaku emas tersebut merupakan milik anaknya yang dititipkan kepada korban.

Masih ditempat yang sama, Andi alias Aseng (32) anak korban, yang belakangan diketahui pemilik Studio Foto Raja, mengaku sempat melihat para pelaku. Bahkan dirinya sempat mendapat telepon dari orang tuanya, bahwa dirumah mereka didatangi oleh petugas yang mengaku dari PLN dan bermaksud memeriksa pemakaian listrik dirumahnya. Namun, dirinya tidak menduga kalau orang tersebut akan berniat jahat.

“Setelah ditelepon ibu, aku sempat jingok keluar dan saat itu ku jinggok ado yang tegak-tegak di dekat pintu nak nuju kamar ibu aku. Tapi aku dak pulo curiga, kareno ku piker dirumah katek masalah soal listrik ini, tapi ku tunggu-tunggu dak datang eh dak lamo itu dapet kabar rumah wong tuo aku kerampokan,” terang Aseng, yang rumahnya berada berseberangan dengan rumah kedua orang tuanya, ketika dibincangi wartawan.

Aseng kembali menambahkan, sebelumnya dirumah kedua orang tuanya itu pernah bekerja seorang pembantu. Namun karena sering mengajak cucunya saat bekerja, akhirnya sebelum lebaran Idul Fitri tadi diberhentikan. “Sebelum ado pembantu baru ini yang baru begawe sekiter 1,5 bulan, ado jugo pembantu sebelumnyo dan sudah begawe melok ibu aku sekiter 7 tahunan. Tapi sebelum lebaran tadi diberentike karena galak ngajak cucungnyo,” sambung Aseng.

Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIk melalui Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Toni Arman SH didampingi oleh Kanitreskrim Aiptu Rikiyanto saat dikonfirmasi membenarkan aksi pencurian tersebut. “Ya kejadiannya tadi siang, kasusnya sendiri masih kita dalami. Kerugian ditaksir korban mencapai sekitar Rp600 jutaan. Kita telah lakukan olah TKP dengan mengambil sampel sidik jari pelaku. Diduga kuat pelaku berjumlah dua orang yang salah satunya menyamar sebagai petugas PLN,” sebut Toni.

Menurutnya, pelaku masuk dengan berpura-pura ingin memeriksa pemakaian listrik rumah korban. Dengan tujuan untuk mengalihkan perhatian penghuni rumah, sementara pelaku lainnya yang kehadirannya tidak diketahui korban bergerak masuk ke dalam kamar korban melalui pintu samping yang saat itu dalam keadaan tidak terkunci.

“Kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi, hal inilah yang sekarang kami dalami. Sejumlah saksi sudah kita periksa, termasuk pembantu baru rumah korban,” pungkas Toni. (pp/dn)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu