HEADLINE NEWS

Ini Dia Kronologi Pembunuhan Anggota Yonkaf Karang Endah Juli Lalu

PALEMBANG, PP - Iin Anggara (29) warga Desa Karang Mulia, Lubai Ulu, Muara Enim, usai membacok korban Sertu Chandra Satri Tobing anggota Batalyon Kaveleri (Yonkav) 5 Serbu Karang Endah, lantas merampas senjata laras panjang jenis MC dan menodongkannya ke Praka Heri Mujiono. “Kau saya tembak”. 

Hal tersebut terungkap, saat anggota Unit I Subdit III Direskrim Um Polda Sumsel, menggelar rekonstruksi, kemarin (28/8)  pukul 10.00 WIB.

Saat kejadian penganiayaan yang menyebabkan Chandra meninggal dunia dan rekannya Praka Heri Mujiono. Juga terbukti,  Rijal Efendi  (47) bapak kandung Iin, juga melakukan penganiayaan dengan cara memukul Praka Heri Mujiono, juga disaksikan mata kepala Maisra, istri tersangka Iin.

Rekonstruksi dipimpin Kompol Antoni Adhi, berlangsung lancar sebanyak 9 adegan dihalaman parkir Subdit III Direskrim Um Polda. Sementara tersangka Iin dan Rijal, diperankan langsung oleh tersangka, begitu juga korban Praka Heri Mujiono dan istri tersangka peran pengganti.

Berawal kedua tersangka dan saksi Maisra, bonceng tiga mengunakan sepeda motor membawa karet hasil curian, dikawasan PTPN 7 unit usaha Beringin Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muaraenim, Rabu (23/07) sekitar pukul 11.00 WIB. 

Kedua korban, ketika itu korban sedang melakukan patroli  pengamanan di areal perkebunan karet milik PTPN VII Unit Usaha Beringin Lubai. Lantas kedua korban berupaya menanyakan keduanya terkait karet yang dibawanya, tergambar pada adegan 2 dan 4. 

Pada adegan kelima, korban Chandra yang tengah memegang handphone (HP), Iin langsung mengambil parang dalam tas terbuta dari karung dibahu istrinya, Maisra dan membacok bagian kepala korban samping kiri, Chandra dan langsung jatuh.

Kemudian membacok tangan kanan Praka Heri Mujiono, bagitu juga tersangka Rijal secara bersamaan langsung memukul muka Praka Heri Mujiono. Lalu tersangka Iin merampas senjata Chandra dan langsung menodongkan dan mengnancam Praka Heri Mujiono dengan senjata.

Kasubdit II Direskrim Um Polda Sumsel, Kompol FX Winardi Prabowo menjelaskan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka yang nantinya akan dilimpahkan ke kejaksaan.

Diberitakan sebelumnya, anggota Yonkav 5 Serbu tewas bersimbah darah dan satu anggota lainnya nyaris tewas, setelah dibacok pelaku pencurian getah karet di kawasan PTPN 7 unit usaha Beringin Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muaraenim, Rabu (23/07) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban tewas yakni Sertu Chandra Satri Tobing, dan korban yang berhasil selamat Praka Heri Muji Hartono.

Dua anggota TNI Batalyon Kaveleri Lima Serbu Karang Endah, Gelumbang, Muara Enim, telah dihakimi para pencuri getah karet PTPN VII Beringin. 

Pada kejadian itu, satu anggota TNI tewas dilokasi kejadian, Sertu San Tobing, dengan kondisi luka bacok di kepala. Sedangkan seorang anggota TNI lagi Praka Heri Mujiono, kondisinya kritis, karena mengalami luka dibagian tangan kanan bawah. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Beringin Kecamatan Lubai, dan dirujuk ke RSU Bunda Kota Prabumulih. 

Peristiwa itu terjadi ketika kedua anggota TNI ini, tengah melakukan pengamanan (Ngepam) areal perkebunan karet milik PTPN VII Beringin, tepatnya berlokasi di Philif 2, Desa Sumber Mulia, Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim, Rabu (23/7), sekitar pukul 13.15 WIB.






















sumber : palpos

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *