Home » » Waspadalah, Makanan Mengandung zat Berbahaya Marak di Prabumulih

Waspadalah, Makanan Mengandung zat Berbahaya Marak di Prabumulih

Written By Posmetro Prabu on 03/07/14 | 3.7.14

PRABUMULIH, PP - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Prabumulih, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas ketahanan pangan Kota Prabumulih melakukan inspeksi mendadak (sidak) kepasar Inpres Kota Prabumulih, kamis (3/7).

Sidak tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan peredaran makanan yang mengandung zat zat berbahaya seperti Formalin dan Boraks. Serta sebagai pencegahan peredaran produk berbahaya dari oknum agen di Kota Palembang, yang dalam membuat produk makan, memakai zat berbahaya seperti gypsum dan boraks sebagai bahan pewarna dan pengawet produk makanan tersebut.

Dalam sidak tersebut, Diskoperindag bersama dinas terkait melakukan uji tes terhadap sejumlah makanan. Yakni ikan teri, tahu putih, daging, cincau, ikan tongkol, mi kuning dan buah anggur.

Dan dari hasil tes dilapangan terhadap beberapa makanan menunjukkan hasil yang sangat mengejutkan. Beberapa makanan terindikasi menggunakan zat berbahaya boraks dan formalin dalam pembuatannya.

"Untuk sampel ikan teri, itu ada sedikit zat boraks. Tapi bukan terkadung didalamnya, melainkan hanya menempel seperti dipercikkan," ungkap kabid peternakan dan perikanan, dr Nora.

Kandungan lebih besar lagi zat berbahaya tersebut, terdapat pada tahu putih, cincau dan mi kuning. Dan untuk uji sampel daging, ikan tongkol dan buah anggur, tidak menunjukkan adanya kandungan zat berbahaya didalam makanan tersebut.

"Kandungan zat boraks paling besar terdapat pada mi kuning, yang biasa digunakan untuk dagang bakso, dimana kadar boraksnya mencapai 10.000. Terus, tahu putih, dengan kadar boraks mencapai diatas 100. Dan untuk makanan yang mengandung formalin terdapat pada cincau," ungkapnya.

Lusi (36), wanita yang sehari hari berjualan cincau ini mengaku kalau barang jualannya tersebut diambil dari agen dipalembang, dan tidak mengetahui jika didalam makanan yang dijualnya tersebut mengandung zat Formalin.

"Aku dak tau nian kalo cincau ini mengandung formalin. Kalo tau aku dak galak nak jualnyo," ungkapnya.

Hal yang sama juga diutarakan Santi (52), ibu yang sehari hari berjualan sayuran ini mengaku kalau dirinya baru menjajakan mi kuning tersebut. Dan itupun diisi oleh agen dari Palembang.

"Aku dak tau sapo yang punyo, taunyo dari palembang. Soalnyo yang masok mi kesini beda beda yang galak nganternyo," ujarnya.

Menurut pengakuan dari sejumlah pedagang yang berhasil diwawancarai oleh media ini, mengatakan jika tahu yang mengandung boraks tersebut kebanyakan dipasok dari kota Palembang. Dan dirinya meyakini kalau tahu yang dijual pasar inpres, satu agen dengan tahu yang kedapatan menggunakan gypsum dipalembang.

"Tahu disini banyak diambek dari palembang, disini ado 2 tempat penyalurnyo. Kalo aku liat dari kemasan dan bentuknyo, itu samo persis dengan tahu yang aku liat di koran, yang punyo ahok agen tahu palembang itu," terang Dedi, pedagang teri.

Kepala dinas Diskoperindag Kota Prabumulih, Junaidah SE, mengatakan jika pihaknya akan menarik produk makanan yang mengandung zat berbahaya hasil temuan pihaknya tersebut.

"Untuk mi kuning ini, akan kita amankan. Mengingat kandungan boraksnya cukup tinggi, mencapai 10.000. Dan sangat membahayakan bagi konsumen yang mengkonsumsinya," ungkapnya. (pp/dsd)

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu