HEADLINE NEWS

Sopir Batubara : Selagi Ayam Masih Galak Makan Jagung, Kapan Saja Kami Bisa Lewat

PRABUMULIH, PP – Himbauan dan larangan beroperasi agar tidak melintas di jalan umum sepertinya hanya dianggap slogan kosong oleh pengusaha transportir dan sopir angkutan truk batubara dan kayu log. Dari pantauan, kemarin sore, iring-iringan armada angkutan batubara dari Lahat menuju Palembang masih terlihat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih.

Bahkan jumlah volume kendaraan truk ini pun setiap hari terus meningkat. Terkait masih membandelnya angkutan truk batubara dan kayu yang melintas di jalan protocol dalam kota Prabumulih, Dishubkominfo dan Satlantas Polres Prabumulih menyebut telah melakukan pertemuan guna mencari solusi masalah tersebut. 


Dalam pertemuan itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIk melalui Kasat Lantas, AKP Ferdinan SH mengatakan, penertiban angkutan truk kayu dan batubara sudah lama menjadi polemik lama yang hingga kini belum terselesaikan.

"Karena sudah meresahkan pengguna jalan makanya kita bersama Dishub kota Prabumulih, akan melakukan penertiban truk batubara dan kayu yang melintas di bukan jam yang telah ditentukan. Penertiban ini sudah lama diatur, namun masih banyak yang melakukan pelanggaran," sebut Ferdinan.

Ferdinan menuturkan, selain memasang rambu-rambu lalu lintas di setiap perbatasan pihaknya juga tak sungkan akan memberikan tindakan tegas berupa penilangan kepada angkutan truk batubara dan kayu yang melanggar pada waktu yang telah ditentukan.




“Jika masih ada membandel, kita akan memberikan tindakan tegas dengan melakukan penilangan," tukasnya.

Terpisah, Kadishubkominfo kota Prabumulih, Drs H Syarifuddin AK MM menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Satlantas Prabumulih dalam melakukan penertiban truk batubara dan kayu yang melintas dibukan jam yang diperbolehkan.

Syarifuddin juga mengaku kewalahan, terhadap masalah terus bertambahnya jumlah truk kayu dan batubara yang tidak mengantongi identitas jelas alias illegal dan tidak tertera di bagian kaca depan mobil. "Kita sebelumnya pernah koordinasi dengan PT TEL dan pihak perusahaan tambang batubara dalam membahas identitas dari seluruh armada angkutan kayu dan batubara. Namun, pihak perusahaan mengaku tidak bertanggung jawab terhadap masalah angkutan tersebut. Karena pihak transportasi diserahkan ke pihak ke lain," pungkasnya.


Hal berbeda datang dari Sopir Batubara. Pria berkulit sawo matang yang mengaku telah lama menjadi sopir angkutan Batubara ini saat dikonfirmasi oleh posmetroprabu.com mengungkapkan bahwa aturan yang dibikin untuk dilanggar. Gubernur juga kan melarang, nyatanya masih bisa lewat kok. Sepanjang ayam masih galak makan jagung kapan saja kita mau lewat bisa saja, tandasnya. (pp/dn)

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments
2 komentar:
Tulis Komentar
  1. AIII NANTANG NIAN CAKNYO !!!! Ayo wong prabu jangan cak banci kito kumpul dijalan, jangan boleh liwat sikokpun mobel batubara dgn kayu tu... labanyak korban luko dan dak sedikit yang mati, penyebabnyo jalan rusak belubang oleh mereka, mereka jugo ngebut dak tau aturan... buktinyo komentar mereka "aturan dibuat untuk dilanggar !!!! Mano Polisi ?????

    BalasHapus
  2. urang prabu penakut...ditantang samo supir-supir truk...wekwekwek...

    BalasHapus

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *