Home » , » Warga Lubai Tutup Akses Jalan PTPN 7 Karang Mulia

Warga Lubai Tutup Akses Jalan PTPN 7 Karang Mulia

Written By Posmetro Prabu on 13/06/14 | 13.6.14

LUBAI, PP - Belasan warga yang mengaku sebagai perwakilan 269 orang anggota Persatuan Masyarakat Bumi Lubai (PMBL), kemarin (13/6), memblokir akses jalan menuju lahan dan kantor milik perusahaan PTPN 7 Afdeling V di Desa Karang Mulia, Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten, Muara Enim.
    
Pemblokiran jalan tersebut buntut saling klaim kepemilikan lahan antara warga dengan perusahaan PTPN 7 seluas 1.414 hektare. Ketua PMBL, Arsa, mengatakan, pemblokiran jalan merupakan bentuk kekecewaan warga lima desa, yakni Desa Sumber Mulya, Pagar Dewa, Karang Agung, Karang Mulia, dan Karang Sari, atas penyerobotan lahan yang dilakukan PTPN 7 puluhan tahun silam.
    
“Kami tidak mempermasalahkan puluhan ribu hektare lahan PTPN 7. Yang kami permasalahkan adalah lahan seluas 1.414 hektare itu saja yang merupakan milik kami sejak 1960. Kami sudah berkebun, membuat rumah, serta berkembang biak di sini, tetapi kemudian digusur oleh perusahaan. Kami tidak mempermasalahkan ribuan hektare, tapi hanya tanah milik kami saja," ujarnya.

Arsa mengatakan pihaknya sendiri merasa kuat atas kepemilikan lahan tersebut. Pasalnya, hingga kini pihak perusahaan sendiri tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan. Sebenarnya, masalah ini telah bergulir sejak tahun 2000 lalu. Namun, saat itu masalahnya bisa diredam dengan perjanjian warga akan dibelikan tanah sebagai ganti rugi. Namun, hingga kini tindak kunjung terealisasi.

"Pada tahun 2000 perusahaan menjanjikan akan memberikan kebun dan tanah, lalu pada 2012 kita bernegosiasi dengan perusahaan dan dihadiri pemerintah dan aparat, lalu kita disuruh mencari lahan selanjutnya perusahaan akan membayar tapi gagal. Terakhir kita ditawari pola kemitraan dengan membuka ternak ayam, tapi memberatkan kita dan tidak adil," bebernya.

Arsa menegaskan pihaknya akan terus melakukan penutupan akses jalan tersebut hingga tuntutannya dikabulkan. “Yang jelas harapan kami tinggal ini. Kami akan perjuangkan terus hingga PTPN bisa membuktikan lahan ini benar miliknya. Jika tidak, maka akan kami ambil alih secara paksa,” tegasnya.

Sebenarnya, penutupan akses jalan tersebut sudah dilakukan warga sejak satu hari sebelumnya. Namun, pemagaran jalan tersebut langsung dibongkar petugas karena tidak memiliki izin dan mengganggu aktivitas warga. “Dari kemarin memang ada sebagian warga melakukan aksi penutupan jalan. Namun, langsung kita bongkar karena tidak memiliki izin,” ujar Kapolsek Lubai, AKP Jauhari SH, ketika dibincangi kemarin.

Sementara itu, Bagian Umum PTPN 7, Simungkalit, mengungkapkan pihaknya sebenarnya telah melakukan mediasi dengan warga serta Pemerintah Kabupaten Muara Enim terkait permasalahan tersebut. “Pada saat itu, apabila warga mengklaim lahan itu miliknya, silakan tempuh jalur hukum. Namun, tidak ada juga tuntutan ke kita. Nah, selanjutnya kita berikan solusi dengan menawarkan pola kemitraan. Lagi-lagi tawaran kita ini kurang berkenan di mereka dan lebih memilih untuk melakukan penutupan akses jalan tersebut,” tuturnya.

Terkait aksi yang dilakukan warga tersebut, Simungkalit mengatakan semua tindakan yang dilakukan warga jika menyangkut kerusakan, pengancaman, terror, dan lainnya tentu akan ada delik hukumnya, sehingga pihaknya akan menempuh jalur hukum jika memang diperlukan.

“Di sana juga tempat kita hidup dan mencari  makan. Ya jelas akan kita pertahankan. Bila memang terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan warga, akan kita buat laporan,“ pungkasnya.














sumber : sumek
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu