Home » , » Sumsel Sabet Gelar “Green Province” dalam ajang Indonesia Green Award 5

Sumsel Sabet Gelar “Green Province” dalam ajang Indonesia Green Award 5

Written By Posmetro Prabu on 19/06/14 | 19.6.14

JAKARTA, PP  - Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan gelar Green Province dalam ajang Indonesia Green award ke 5 yang diadakan saat peluncuran Gerakan Indoensias Berlanjut dan Penganugrahan Indonesia Green Award ke-5 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta (18/6). Gubernur H. Alex Noerdin menerima perhargaan yang diberikan langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman gusman.Dalam sambutanya Chairman De La Tovi School CSR mengatakan, Perubahan iklim yang semakin kencang menuntut kolaborasi dalam pemerintah, masyarakat dan perusahan. Dirinya mengajak “semua pihak harus berjuang bersama-sama untuk menaikan harkat hidup yang bertumpu pada keseimbangan perencanaan ekonomi dan lingkungan agar dapat diraih.” Ungkap  La tovi

Gerakan indonesia berlanjut sendiri atas dasar inisiatif dari la tovi school of CSR mengajak semua pemangku kepentingan agar peduli dan mau bekerjasama untuk memperbaiki krisis lingkungan demi kelangsunan indonesia. ”Gerakan indonesia berlanjut memberi lima pesan, yaitu jangan takut banjir, lakukan sesuatu agar banjir tidak datang, bersepedalah sebisa mungkin, tanam lebih banyak pohon, buat sumur resapan di halaman, dan kelola sampah anda, sadar jejak karbon adalah awal yg baik untuk mendamaikan lingkungan,” ujar la tovi.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, menilai gerakan ini sebagai inisiatif yg patut dihargai. “gerakan indonesia berlanjut tumbuh dari masyarakat yg mengingikan indonesia tetap ada, tidak hilang dari peta politik karna gugusan pulaunya yg berlangsung hilang akibat perubhan iklim”, 
Kata Irman

Sementara itu, Direktur Jendral Bina pengembangan Daerah Kementrian Dalam Negri M. Marwar pada kesempatan yang sama mengatakan, menyelamatkan daerah dari kehancuran lingkungan harus dilakukan oleh segenap pemangku kepentingan didaerah. 
  
”Sebagai koordinator pembngunan daerah, kami mendorong upaya” untuk memastikan terjadinya kelestarian lingkungan agar Indonesia tidak kehilangan daya dukungannya terhadap kehidupan,” ujarnya.

Peluncuran gerakan Indonesia berlanjut ditandai pengukuhan Happy salma sebagai duta gerakan indonesia berlanjut, Happy mengatakan dirinya peduli terhadap keberlangsungan manusia indonesia dalam konteks lingkungan hidupnya.” indonesia menurutnya akan tetap ada apabila daya dukung lingkungan tetap kita perhatikan,ini semua perlu disampaikan kepada semua pihak, agar kita bisa bekerjasama untuk mewujudkannya”, kata happy. 

Sebagai duta, Happy salma akan mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkangan melalui kiprahnya sebagai insan dan aktifis sosial. Usai peluncuran gerakan indonesia berlanjut, la tovi school of CSR menganugrahkan Indonesia Grand Award (IGA) 2014 kepada 132 inspirator dan pegiat pelestarian alam yg beasal dari kalangan pemrintah daerah, perusahaan, BUMN, perguruan tinggi, sekolah, LSM, dan komunitas. 

Mereka telah dinyatakan layak mendapatkan penghargaan oleh Tim Penilai IGA 2014 yg diketuai oleh Prof. Suma Tjahja djadjadinigrat Guru Besar manajemen lingkungan SBM-ITB. IGA telah menjadi virus yg mendorong semakin banyak pihak untuk melakukan beragam inisiatif dan investasi sosial dibidang lingkungan. “Semakin banyak pihak sadar bahwa besaran dan kecepatan untuk menyelamatkan bumi harus berlari lebih dahulu daripada perubahan iklim”, ujar prof. Suma Tjahja djadjadinigrat yang juga menjabat ketua dewan pertimbangan PROPER kementrian lingkungan hidup.

Tim penilai IGA 2014 menetapkan. Provinsi Sumatera Selatan sebagai Green Province yang diterima langsung oleh Gubernur H. Alex Noerdin. selain Sumsel daerah yang mendapatkan Grean Provinsi diantaranya Provinsi Jambi, Maluku dan Nusa Tenggara Barat.

Green Province merupakan upaya pemerintah Provinsi dalam meningkatkan kualitas lingkungan melalui berbagai kebijakan dan inisiatif. Indikatornya antara lain, peningkatan pencapaian luas dan kualitas kawasan lindung. Pecapaian luas kawasan lindung ditempuh melalui, peningkatan fungsi kawasan lindung di dalam dan di luar kawasan hutan, pemulihan kembali secara bertahap kawasan lindung yang telah berubah fungsi, pengalihan fungsi secara bertahap kawasan hutan cadangan dan hutan produksi terbatas menjadi hutan lindung, pembatasan pengembangan prasarana wilayah di sekitar kawasan lindung untuk menghindari tumbuhnya kegiatan perkotaan yang mendorong alih fungsi kawasan lindung, penetapan luas kawasan hutan minimal 30% dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS). 

Sementara itu, peningkatan kualitas kawasan lindung dilakukan, melalui optimalisasi pendayagunaan kawasan lindung hutan dan non hutan melalui jasa lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengendalian pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan pada kawasan lindung, pencegahan kerusakan lingkungan akibat kegiatan budidaya, rehabilitasi lahan kritis di kawasan lindung, penyusunan arahan insentif dan disinsentif serta pengenaan sanksi dalam hal alih fungsi dan/atau penerbitan izin pembangunan dan/atau kegiatan di kawasan lindung.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu