Home » , » Lagi, Polres Prabumulih Ungkap Investasi Bodong

Lagi, Polres Prabumulih Ungkap Investasi Bodong

Written By Posmetro Prabu on 04/06/14 | 4.6.14

PRABUMULIH, PP - Untuk kali kedua Jajaran Satuan Reskrim Polres Prabumulih berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan berkedok investasi. Setelah sebelumnya berhasil mengungkap kasus investasi bodong berkedok rental mobil, kini Polres Prabumulih kembali berhasil mengungkap kasus yang sama. Hanya saja, kasus yang satu ini sedikit lebih tinggi lantaran tersangka telah melakukan penggelapan dana investasi hingga mencapai Rp. 40 Miliar.

Dua tersangka pasangan suami istri (Pasutri) DP (30) dan A (29) selaku investor bodong tersebut kini telah dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Prabumulih setelah petugas berhasil menangkap keduanya di Kebun Jeruk DKI Jakarta Selasa kemarin (03/06). Kedua tersangka pasutri yang mendapatkan cumlaude disalah satu universitas negeri terkemuka di Indonesia itu kini sedang menjalani pemeriksaan di satreskrim Polres Prabumulih.

Kepada wartawan kedua tersangka mengaku kalau mereka juga adalah korban dari Investasi bodong yang ditawarkan oleh seseorang untuk bergabung besnis jual lantai berbahan kayu. Korbannya sendiri menurut penuturan tersangka untuk di wilayah Prabumulih kebanyakan berasal dari pegawai PT. Pertamina Prabumulih. 

Kepada korban, tersangka menjanjikan keuntungan yang besar jika mau bergabung dalam investasi tersebut. Namun kenyataannya untung yang dijanjikan hanya sebatas angin surga yang tidak pernah terealisasi dan memaksa para korban untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka ke jalur hukum. Alhasil, berdasarkan laporan para korban, tersangka pun akhirnya berhasil diciduk oleh aparat kepolisian resort Prabumulih dikediamannya di Kebon Jeruk Jakarta.

Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIK melalui Kasat Reskrim AKP Khalid Zulkarnain SIK kepada wartawan membenarkan peristiwa penangkapan kedua tersangka kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan berkedok Investasi dengan tersangka DP (30) dan A (29). Kedua tersangka menurutnya adalah pasangan suami isteri warga Kebon Jeruk Jakarta. 

Saat ini kedua tersangka sedang dalam pemeriksaan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut di Polres Prabumulih, ujar Khalid. Sementara jumlah uang yang digelapkan menurut Kasat berkisar Miliaran Rupiah. "Untuk jumlah totalnya kita belum mengetahui secara pasti karna masih harus dilakukan penghitungan. Namun diperkirakan dana atau uang para korban yang digelapkan berkisar miliaran rupiah, tegasnya. (pp/01)
Share this article :

+ komentar + 15 komentar

Anonim
5 Juni 2014 02.41

mengungkap :terkesan polisi yang melakukan investigasi

berhasil menangkap: terkesan polisi sudah melakukan pencarian yang lama

Realnya: korban yang melakukan investigasi sendiri dan korban yang melaporkan serta menjebloskan ke penjara,

so kalo nulis berita yang bener yang sesuai dengan kenyataan,

jujur, independen dan dapat dipercaya

Anonim
5 Juni 2014 04.34

Betul Bro, ini sih biar kesannya cuma polisi yg berjasa...saya sendiri merupakan korban dari si Doni dan Ria ini...untuk informasi aja, mereka berdomisili di jakarta dan karena itu korban terbanyak ada di jakarta dan sekitarnya, jadi bukan di prabumulih saja..

Anonim
5 Juni 2014 04.39

"Kedua tersangka pasutri yang mendapatkan hukum laut disalah satu universitas negeri ter.."
haha cumlaude kali, gimana sih redaksi-nya (kampungan banget bahasanya), eniwei kok bisa banyak yg ketipu, emang ketika berinvestasi tidak dilihat bibit, bebet, dan bobot kedua oknum tersebut..?

Anonim
5 Juni 2014 08.25

Doni Pabassaro dikenal sebagai mahasiswa teladan dulunya, dan memiliki reputasi sangat baik sejak di kampus hingga dunia kerja. Oleh karena itu banyak yang percaya oleh bisnis yang dia tawarkan. Tetapi ternyata memang bisnisnya bodong. Saya juga kaget ternyata yang kena tipu sampai 40 Milyar.

Anonim
5 Juni 2014 08.43

Untuk pemberi komentar paling atas, ketika anda tertipu malah nyalahin wartawan. Seandainya anda untung ngasih tau wartawan lagi tidak. Jika benar anda yang mencari dan melakukan investigasi terhadap TSK kenapa anda tidak kumpulkan saja wartawan buat konfrensi pers? Hidup posmetroprabu.

5 Juni 2014 08.46

Informasi yang dimuat berdasarkan keterangan pihak kepolisian. Jika anda merasa keberatan kami siap menerima masukan dari anda untuk dimuat pada pemberitaan selanjutnya.

5 Juni 2014 08.51

Terimakasih untuk koreksinya. Redaksi telah melakukan ralat terhadap kesalahan penulisan kata.

5 Juni 2014 18.56

Wah saya baru tahu ada web berita prabu..bgs sekali ini... btw menabggapi commen diatas mungkin tim redaksi bs jg mewawancari dari pihak saksi atau korban juga jadi informasinya lebih lengkab. Maju terus posmetroprabu

Anonim
5 Juni 2014 20.09

emang bisa korban jebloskan ke penjara sendiri tanpa bantuan polisi n yang lainya ???

Anonim
5 Juni 2014 21.13

Yang namanya investasi ada untung ada rugi ada yang berhasil ada yang dikibuli inilah dunia, bagi yang ditipu juga harus mengkaji diri sendiri kenapa sampai ditipu semua tidak ada yang kebetulan bisa cobaan bisa juga pembalasan terkadang apa yang telah kita lakukan kepada orang lain maka kita akan mendapat balasannya dan jika tersangka telah didapatkan adalah tugas penegak hukum yang menyelesaikannya

Anonim
6 Juni 2014 04.44

Skema Ponzi nih, kalo jaman sekarang si Bernard Madoff (total dana yg lenyap sebesar 50M $ - sekarang sedang menjalani hukuman penjara selama 150 tahun). Share aja, dulu pernah ada kejadian seperti ini di dekat daerah saya, yang "untung" diam seribu bahasa (pura2 bego - ngga ngerti apa2), yg buntung koar2 sana-sini (beruntung ngga bunuh diri, karena sampai ada yg bernilai milyaran, kerja sampai kapan bisa dapat uang sebanyak itu). Kuncinya harus kompak dan senada dalam mengusut kasus Ponzi seperti ini, caranya harus di-trace dari awal bisnis fiktif ini dimulai hingga terbongkarnya bisnis ini (gampangnya rekening koran tersangka bisa dijadikan bukti nyata aliran dana keluar dan masuk), semua yg sudah "untung" harus mengembalikan uang-nya, karena bisnis ini FIKTIF, lain hal jika memang bisnis ini NYATA - ada bentuknya, harus ada pihak ke-3 sebagai penengah - org yg dipercaya, karena jika sudah begini, ego masing2 orang akan meluap2 agar uang-nya kembali (tetap harus fokus terhadap tujuan awal). Belajar dari pengalaman, jika memang berhasil, dana yg kembali tidak akan kembali utuh 100%, dari rentang waktu yg ada pasti dana itu sudah buat kebutuhan masing2 individu. Disini kejujuran dari masing2 pihak yg "untung" diuji, yang buntung pun harus menerima dengan lapang dada. Anggap saja ini hukuman karena sifat tamak kalian, tidak ada keuntungan yg luar biasa tanpa kerja keras. Lagipula ini RIBA yg se-RIBA2nya - yg Muslim paham pasti ya, jangan tergelincir ke lubang yg sama 2x, juga jangan keblinger dengan harta, apalagi caranya terlalu mudah, goodluck :)

Anonim
12 Juni 2014 05.44

ya jika sudah untung diem lebih aman, jika buntung baru deh banyak omong, investor pemimpi.

Anonim
11 Oktober 2014 18.08

Setuju :)

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu