Home » , , » Ini Tanggapan PT.Pertamina Seputar Berita Penetapan Tersangka Tubagus Nasiruddin

Ini Tanggapan PT.Pertamina Seputar Berita Penetapan Tersangka Tubagus Nasiruddin

Written By Posmetro Prabu on 16/06/14 | 16.6.14

OGAN ILIR, PP - Ditengah maraknya pemberitaan terkait simpang siurnya kasus besi tua, PT Pertamina EP tetap menjalankan tugasnya sebagai kontraktor dari SKK Migas yang mengelola asset Negara untuk memproduksikan minyak dan gas bumi, untuk menjamin kelancaran operasi perusahaan dan ketersediaan energi bagi negeri.

Fasilitas produksi yang prima menjadi salah satu faktor kelancaran operasi perusahaan, salah satunya adalah pipa distribusi yang menyalurkan minyak mentah dari lapangan menuju lokasi kilang. Sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk melakukan pergantian pipa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti pencemaran lingkungan akibat kebocoran pipa.

sama ahalnya yang terjadi di asset 2, Jalur pipa prabumulih-plaju tersebut sampai saat ini merupakan jalur aktif yang digunakan oleh PT. Pertamina EP asset 2 untuk mengirimkan minyak mentah dari lapangan Prabumulih, Limau, JOB Pertamina, Talisman dan KSO-KSO Pertamina EP di wilayah Field Prabumulih dan Limau menuju Kilang Plaju.

Untuk menjaga agar optimasi produksi tetap dapat terjaga, perusahaan perlu melakukan penyisipan atau penggantian pipa-pipa dijalur transportasi tersebut. " Kegiatan penyisipan atau penggantian pipamerupakan hal yang wajar terjadi di seluruh perusahaan minyak dan gas bumi yang menggunakan pipa sebagai alat trransportasinya, kamipun melakukan penyisipan dengan bertujuan menjaga stabilitas pengiriman minyak mentah sampai ke Kilang" ujar Muhammad Baron, Asset 2 LR Manager PT. Pertamina EP.

Lebih lanjut Baron menjelaskan bahwa pipa yang disisip atau diganti tersebut meruakan barang milik negara yang dititipkan oleh Negara kepada kami untuk digunakan menjalankan operasional perusahaan agar hasil yang diberikan lebih optimal. " Berdasarkan undang-undang, semua asset yang dipergunakan oleh PT.Pertamina EP terkait kegiatan operasional perusahaan barang milik negara (BMN), dimana wewenang untuk pengelolaannya ada dibawah menteri keuangan" ujar Baron.

Peran PT Pertamina EP terkait dengan barang milik negera tersebut hanyalah sebagai wakil kuasa pengguna karena PT. Pertamina EP berkontrak dengan SKK migas, sehingga tidak mempunyai kewenangan untuk menyerahkan barang milik negara tersebut tanpa izin dari kementrian ESDM selaku pengguna BMN, maupun kementrian keuangan selaku pengelola BMN. Dalam kejadian kali ini, GM Pertamina EP Asset 2 menandatangani kontrak pekerjaan penyisipan pipa sesuai dengan otoritasinya sehingga GM bertindak atas nama perusahaan, bukan mewakili pribadinya.

Sementara itu, terkait ramainya pemberitaan mengenai pipa dan besi tua dijalur transportasi minyak Prabumulih menuju Plaju tersebut, PT Pertamina EP berharap agar dapat segera ditemukan solusi yang tepat bagi seluruh pihak.

"Kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang turut peduli terhadap objek vital nasional dan barang milik negara ini. Harapan kami, semoga itikad baik seluruh pihak memberi hasil yang baik pula sehingga energi bagi bangsa indonesia dapat terus dipenuhi oleh PT. Pertamina EP" tegas Baron. (pp/pep)


BERITA TERKAIT :

Giliran GM Pertamina Prabumulih Dipolisikan
GM Pertamina Asset 2 Prabumulih Ditetapkan Sebagai Tersangka
Ditetapkan Tersangka, GM Pertamina Asset 2 Prabumulih Shock
Penetapan Tersangka GM Pertamina : Kapolda dan Kapolres Tidak Sejalan
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu