Home » , » BBM di SPBU Prabumulih kerap Diselewengkan

BBM di SPBU Prabumulih kerap Diselewengkan

Written By Posmetro Prabu on 21/06/14 | 21.6.14

PRABUMULIH, PP - Sejumlah Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU), di Kota Prabumulih, dalam beberapa hari terakhir kerap kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan Premium. Fenomena kehabisan stok BBM di Kota yang notabene lumbung minyak ini kerap dikeluhkan warga pemilik kenderaan bermotor. 

Tercatat ada 5 SPBU di Kota Prabumulih, Namun hanya 2 SPBU saja yang tergolong lancar dalam pelayanan. Sementara yang lainnya sering dipertanyakan keberadaannya. Pasalnya stok BBM di SPBU ini kerap kosong tanpa alasan yang jelas. Adapun SPBU yang kerap kehabisan stok BBM tersebut adalah SPBU Cambai, SPBU Kebun Duren dan SPBU Karangan RKT.

Beberapa konsumen kepada Posmetro Prabu ketika ditemui di SPBU Karangan dekat Water Boom Caroline mengungkapkan bahwa, dirinya kadang merasa aneh dimana SPBU ini sering tutup tanpa alasan yang jelas. Tak sedikit konsumen yang merasa kecewa saat mendapati SPBU tidak beroperasi dan hanya menempatkan rambu bertuliskan "Maaf BBM sedang dalam Pengiriman". Namun ketika ditunggui, BBM yang diharapkan tak kunjung datang.

Kekecewaan warga pun kian memuncak dimana saat dalam perjalanan menuju Pagar Gunung dari Kota Prabumulih stok BBM di tanki kenderaan mulai menipis. Ketika di SPBU Kebun Duren tidak mendapatkan BBM, ia berharap SPBU di Karangan masih ada. Harapan pun sirna manakala SPBU ini tidak beroperasi akibat stok BBM habis. Mau melanjutkan perjalanan takut bensin tidak cukup. Menginap di SPBU tidak mungkin dan mau tak mau terpaksa harus beli BBM eceran yang harganya lebih tinggi.

Anehnya, ketika stok BBM di SPBU ini habis, Stok BBM di tingkat pengecer yang hanya berkisar sepuluh meter dari SPBU tetap berisi. Hanya saja harganya yang tidak bersahabat.  

"Kami selaku konsumen merasa aneh dengan seringnya ditemui BBM habis. Pasalnya ketika SPBU kehabisan stok, tiba-tiba para pedagang eceran langsung berjejer dekat SPBU. "Kami curiga jatah mereka lebih banyak dijual ke pedagang eceran supaya dapat untung lebih besar," katanya.

Sebab, informasi kami dengar, disinyalir ada oknum pemilik SPBU nakal yang lebih mengutamakan menjual ke pedagang eceran karena dapat imbalan lumayan yakni sekitar Rp 10.000/jerigen - Rp 15.000/jerigen. "Sehingga kuat dugaan lebih memprioritaskan mereka dari pada pemilik kendaraan," sebutnya.

Konsumen berharap, pihak berwajib bisa mengawasi pemilik SPBU supaya jatah BBM bersubsidi tidak diselewengkan. Begitu juga pihak Pertamina, diharapkan bisa lebih aktif mengawasi pemilik SPBU, agar tidak terjadi penyimpangan yang merugikan konsumen ataupun masyarakat banyak, tanpa ada maksud mendiskreditkan pedagang minyak di pinggir jalan.

"Sebab, bila kami harus membeli BBM ke pedagang ketengan, jelas hargannya jauh lebih mahal. 
Hal itu sangat merugikan ditingkat konsumen terlebih bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah (miskin)," katanya. (pp/01)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu