Home » , » Tak Dapat Dukungan Orang Tua Siswa, Caleg Gagal Tutup Sekolah

Tak Dapat Dukungan Orang Tua Siswa, Caleg Gagal Tutup Sekolah

Written By Posmetro Prabu on 08/05/14 | 8.5.14

POLEWALI MANDAR, PP - Kecewa karena tak mendapat dukungan suara dari orangtua siswa pada pemilu legislatif lalu, seorang caleg yang juga pemilik yayasan yang membina sejumlah sekolah di kecamatan Campalagian Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menutup paksa sekolah yang sudah dibinanya sejak belasan tahun lalu. Para siswa yang datang ke sekolah setiap hari bingung lantaran sekolah mereka ditutup dan peralatannya diboyong pemilik yayasan ke tempat lain. 

Meski mereka datang ke sekolah setiap hari, namun para siswa ini hanya bermain-main di sekitar sekolah mereka sebelum kembali ke rumahnya. Meski tak ada sarana bermain seperti ayunan atau perosotan, mereka tetap bersemangat bermain bersama teman-temannya di halaman rumah warga. Mereka baru pulang ke rumahnya kembali setelah lelah bermain.

Asliah, salah satu orangtua siswa, mengaku kecewa karena anaknya diterlantarkan seperti anak ayam kehilangan induknya. Mereka datang ke sekolah tapi sekolah mereka ditutup dan tak satu pun pengelola yayasan yang datang. Tak hanya ditutup tanpa penjelasan, sarana di sekolah ini juga telah dibawa pergi. 

“Kasihan anak-anak ke sekolah tapi sekolahnya ditutup dan tak ada pengelola yayasan yang hadir. Saya berharap pemerintah turun tangan menyelesaikan masalah ini jangan menelantarkan anak-anak yang juga berhak sekolah,” ujarnya.

Asliah mengaku bingung menyekolahkan anaknya lantaran tak ada TK terdekat dari rumah mereka. Untuk menyekolahkan di TK lain, Asliah mengaku harus menambah biaya lagi termasuk biaya transportasi dari rumah ke sekolah anaknya. 

Syamsuddin, warga lainnya, juga menyesalkan langkah penutupan sekolah hingga membuat para siswa bingung. Sebagian besar sarana bermain telah diboyong pemilik yayasan. 

Sementara itu, ruangan belajar di kolong rumah juga tidak lagi diisi bangku-bangku dan meja siswa dan sarana bermain lainnya. Ruangan tersebut sekarang digunakan warga sebagai gudang penampungan barang. 

“Kata para orangtua siswa, pemilik yayasan kecewa dan menutup sekolahnya karena menilai orang tua siswa tak memberi dukungan di pileg lalu,” ujar Syamsuddin, warga Campalagian lainnya. 

Mengaku kecewa

Saat ditemui di rumahnya, Pemilik Yayasan Al Madjidu, Hasnah, yang juga maju sebagai salah satu caleg dapil Campalagian pada pemilu legislatif lalu, mengaku dirinya sangat kecewa karena tak banyak orangtua siswa yang mendukungnya. 

Hasnah mengaku sudah memberi yang terbaik kepada warga selama belasan tahun melalui pendidikan gratis di yayasannya, termasuk mendidik warga buta huruf di desanya selama ini. Namun mereka dinilai tidak memberi dukungan politik apa pun terhadap dirinya sehingga dirinya gagal melenggang ke gedung dewan. 

Oleh karena itu, Hasnah menutup sekolahnya sementara untuk memberi pelajaran kepada warga dan para orangtua siswa. Dia berharap dengan penutupan sementara ini, para orangtua siswa bisa menghargai siapa yang layak dihargai jasa dan keringatnya, bukan karena imbalan materi sesaat. 

“Ini bukan ditutup tapi pending jera untuk memberi pelajaran kepada masyarakat,” ujar Hasnah.

Dalam pileg lalu, meski jumlah penduduk di sekitar lokasi sekolahnya berdiri mencapai 400 pemilih, Hasnah hanya mendapat enam dukungan suara di desa ini. 

Atas Hasnah, sejumlah orangtua siswa mengaku kecewa. Mereka menilai Hasnah tidak bertanggungjawab dan menelantarkan siswanya. Sejumlah orangtua siswa pun mengatakan akan mendirikan sekolah sendiri agar masa depan pendidikan anak-anak mereka tidak terbengkalai. (net)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu