Home » » MNC TV Pecat Wartawan Jika Beritakan Korupsi SDA

MNC TV Pecat Wartawan Jika Beritakan Korupsi SDA

Written By Posmetro Prabu on 24/05/14 | 24.5.14

JAKARTA, PP - Pimred RCTI, Arya Sinulingga mengintruksikan agar MNC grup tidak menyiarkan berita korupsi Suryadharma Ali. Kemarin Arya Sinulingga marah besar, menendang meja sampai terbelah dua.
Arya Sinulingga mengancam kalau masih ada redaksi MNC grup memberitakan korupsi ratusan millyard SDA, akan ditendang keluar dari Kebon Sirih.

Dengan mulut berbusa busa dan mata melotot seperti Sutan Batoegana, Arya Sinulingga menyampakan ancaman tersebut.

Dengan suara menggelegar dan logat Batak yg kental Arya Sinulingga memberikan peringatan keras, karena Seputar Indonesia memberitakan korupsi Suryadharma Ali.

Publik tau setelah keinginan WIN-HT kandas menjadi Capres, Harry Tanoesudibjo lompat pagar meninggalkan Partai Hanura setelah sebelumnya cabut dari NASDEM. Harapan HT untuk menjamin eksistensi bisnis yg kebanyakan pada area bisnis abu2 dan monopoli media, akhirnya melabuhkan dukunganya kepada Capres PRAHA, Sementara kita tau PKS,FPI, Rhoma Irama secara idiologi bertentangan dengan HT. HT menganggap Partai Pendukung PRAHARA dapat didorong untuk mengkerdilkan peran KPK dalam usaha pemberantasan Korupsi.

RCTI dilarang memberitakan semua pemberitaan mengenai korupsi Suryadharma Ali. Jangan beri ruang pada KPK, kata Arya Sinulingga.

Mulai detik ini, saudara/i tidak akan menemukan pemberitaan MNC Group maupun RCTI menyangkut keterlibatan Suryadharma Ali dlm korupsi pelaksanan Haji.

Inilah klu media publik digunakan untuk kepentingan politik! Rusak, mendingan kita beralih ke media Facebook.

Maka kalau nanti di acara Indonesia idol ada yel2 dukung Prabowo, jangan kaget. Karena Prabowo disetting sebagai juri tamu. Namun akibat penolakan publik yg keras, ajang mencari bakat Indonesian Idol dimanfaatkan sebagai alat politik Hari Tanoesudibyo, untuk kepentingan politik pribadinya, akhirnya Prabowo hanya didaulat menyerahkan hadiah kepada pemenang.

Publik memang sdh paham, media sudah dikapling masing masing pemilik. Karena pemiliknya mendukung kandidat capres tertentu, tetapi kreatifitas pers dan awak media tidak boleh di bungkam. Pelarangan penayangan/pemberitaan kasus korupsi adalah membungkan informasi itu sendiri, akhirnya pers kita akan kembali pada zaman ORBA (zaman kegelapan pers)

Posisi wartawan, mestinya menjaga independensi sesuai kode etik jurnalistik,
Namun setia pada independensi jurnalistik bisa dipecat atau digeser posisi. Sementara kalau dituruti akan mengkhinati hati nurani.

Inil adalah sekilas info dari kawan2 wartawan yg bergabung di MNC group, yg ingin memperjuangkan independesi pemberitaan, Namun terhalang ambisi dan kepentingan pemiliknya Harry Tanoesudibjo.


berbagai sumber
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu