Home » » FSGI Serius Ungkap Arisan Seks Pelajar di Sumbar

FSGI Serius Ungkap Arisan Seks Pelajar di Sumbar

Written By Posmetro Prabu on 09/05/14 | 9.5.14

LIMAPULUH KOTA, PP - Sekretaris Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, kemarin (4/5) mengatakan, butuh keseriusan bersama untuk menangani masalah ini. “Kejadian ini mencerminkan kegagalan pendidikan kita. Anak-anak ini pelaku sekaligus korban dari sistem pendidikan yang tidak membangun ketajaman berpikir dan kehalusan perasaan,” katanya.

Selain, itu, kata Retno, anak-anak pelaku arisan seks tersebut juga korban dari rendahnya perhatian, pengawasan, dan keterbukaan mereka dengan orang tua dan lingkungan keluarganya. Padahal, jika mengikuti pemikiran Paulo Freire, tentang pendidikan yang membebaskan, guru dan siswa memiliki posisi yang sejajar. Hanya fungsinya yang berbeda.

“Dalam relasi yang setara, sekolah sebagai institusi pendidikan, tempat komunitas pendidik dan siswa, menjadi tempat pembangunan karakter. Anak dari latar belakang keluarga yang beragam, suku, dan agama berbeda-beda, tumbuh dengan karakter yang sehat, logis/rasional/kritis, anti-kekerasan, dan menghargai sesama,” jelas Retno.

Dia menambahkan, sekolah semestinya menjadi “taman” yang memungkinkan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan tangguh. Pemikiran itulah yang mendasari tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara, 92 tahun silam saat mendirikan lembaga pendidikan dengan nama Taman Siswa.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus arisan seks yang terjadi di Ranah Minang, tepatnya nan merambah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sudah mengguncang dan memicu banyak komentar.
    
Salah seorang sumber menyebutkan, fenomena arisan seks ini memang mulai ramai dibicarakan. Dari yang dia dengar, kejadian ini sudah terjadi lama, namun baru kini terungkap. Arisan seks ini melibatkan 3 sampai 4 pasangan dalam satu kelompok.

“Arisan dikocok untuk mencari tandem (pasangan). Jadi, tukar-tukar rasa dan selera. Terungkap ke publik mungkin karena ada yang hamil. Kami cukup resah dengan kejadian ini,” kata sumber tadi yang enggan namanya dipublikasikan. Soal ini, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Cucuk Trihono, belum bisa berkomentar banyak.

Kapolres mengaku belum menemukan data, seperti yang sempat dibahas dalam diskusi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan lembaga sosial setempat. Dalam pertemuan itu, diulas soal arisan seks kemudian menyusul munculnya dugaan 200 perempuan hamil di luar nikah.

“Kalau ditemukan persoalan-persoalan sosial seperti itu di Limapuluh Kota, kami pasti akan melakukan penindakan. Namun sampai sekarang, belum kami temukan,” kata Cucuk Trihono kepada Posmetro Padang. 

Polres, lanjut Cucuk, juga akan senang jika digandeng untuk menyibak satu permasalahan. “Kalau ada permasalahan dan ada yang mau melapor, ya kami bersedia menindaklanjutinya, waktu kami terbuka 24 jam,” sebutnya
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu