Home » » Harga Karet Turun, Sepi Pembeli Emas

Harga Karet Turun, Sepi Pembeli Emas

Written By Posmetro Prabu on 11/03/14 | 11.3.14

PRABUMULIH, PP– Dampak murahnya harga getah karet di tingkat petani hingga mencapai Rp 6 ribu perkilogram untuk jenis karet mingguan, dan Rp 12 ribu perkilogram untuk karet bulanan, ternyata tak hanya mempengaruhi menurunnya omset penjualan para pedagang kelontongan, pakaian, elektronik dan peralatan rumah tangga lainnya. Sejumlah pedagang logam mulia jenis emas yang ada di Pasar Inpres I Prabumulih, juga merasakan sepinya daya beli emas masyarakat.

Salah satunya di Toko Emas Cahaya yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Klurahan Pasar I, Prabumulih Utara. Dalam beberapa minggu terakhir, diakui pemiliknya penjualan logam emas terus mengalami penurunan. “Lumayan sepi sekarang orang mau beli emas, malahan banyak yang jual,” ungkap pemilik toko emas ternama di kota Prabumulih ini, yang enggan menyebutkan namanya, ditemui portal ini, Selasa (11/3).

Penurunan daya beli emas masyarakat, ia katakan, dikarenakan pengaruh terus merosotnya harga getah karet petani. Namun dibandingkan pada tahun sebelumnya, penurunan penjualan logam emas tahun ini tidak terlalu jauh dan dinilainya masih stabil.  

“Turunnya tidak terlalu jauh seperti tahun kemarin, masih stabillah, tapi tidak tahu kalau penurunan harga karet ini terus terjadi hingga beberapa minggu ke depan,” sebutnya, khawatir.

Malahan, lanjutnya, moment terus stabilnya harga emas yang berkisar Rp 2,9 juta per suku untuk jenis kadar emas 24 karat, justru dimanfaatkan para kalangan petani karet untuk menjual barang simpanan emas miliknya. “Banyak yang jual, mungkin karena harga emas mulai stabil Rp 2,9 juta persuku tapi harga ini belum termasuk upah. Kalau beli kita ambil Rp 2,6 juta per suku ya lihat modelnya juga,” tambahnya.

Hal erupa juga dikatakan pemilik Toko Emas Trijaya, yang juga sama tak mau menyebutkan namanya. Dia katakan, meski relatif normal harga emas yang ia jual yakni, berkisar antara Rp 2,8 juta – Rp 3,1 juta persuku, namun minat beli masyarakat sepi menyusul terus menurunnya harga jual karet milik petani.  “Harganya normal. Tapi masyarakat memang lebih banyak menjual emas dari pada beli,” tambahnya.

Ditempat lain, kenaikan harga jual emas diakui oleh pedagang emas lain yaitu, Andi (40) salah satu penjual emas yang berada di los Pasar Inpres, justru disebabkan turunnya harga karet. Sebelumnya, ia katakan, harga emas berkisar sekitar Rp 2,6 juta persuku kini naik menjadi Rp 2,9 juta persuku untuk kadar emas 24 karat.

Disamping faktor terus menguatnya harga nilai US dollar terhadap rupiah akhir-akhir ini, dijelaskan Andi, menjadi penyokong menaiknya harga jual emas. "Tapi naiknya harga emas yang dibarengi dengan masih murahnya harga karet membuat emas banyak tidak laku dipasaran," tukasnya.(bmg)




Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu