Home » » Ketika Caleg Prabumulih "Tabrakan" di Dusun

Ketika Caleg Prabumulih "Tabrakan" di Dusun

Written By Posmetro Prabu on 22/02/14 | 22.2.14

PRABUMULIH, PP - Sudah menjadi rahasia umum saat ini para calon legislatif mulai melakukan kontrak politik secara illegal terhadap masyarakat di pelosok pedesaan. Para caleg berjanji memberikan sesuatu kepada konsituen dengan syarat memberikan dukungan pencoblosan terhadap caleg tersebut di pemilu 9 april nanti. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan semangat reformasi dan demokrasi di Indonesia.

Parahnya ketika ajaran seperti ini malah dijadikan ajang lapangan kerja baru bagi sebahagian tokoh masyarakat di desa. Dimana baru-baru ini peristiwa mempermainkan caleg baru saja terjadi disalah satu Desa di Prabumulih. Saat itu sebut saja caleg A menemui secara langsung salah seorang tokoh adat di desa di rumahnya dan menyampaikan maksud dan tujuan caleg tersebut.

Setelah lama bercerita ini itu, dan kopi pun sudah habis diseduh dari gelas lalu kontrak politikpun mulai disajikan. Saat caleg mulai menarik sesuatu dari sakunya, tiba-tiba terdengar suara salam dari luar. Assalamualaikum Pak Karni (nama disamarkan). Demikian Suara panggilan dari luar. Saat dilihat tidak lain adalah seorang Caleg dari Dapil yang sama.

Caleg A mulai tak enak hati. Perasaannya pun mulai galau terlebih suara ketus anak si Tokoh Adat dari belakang "Jangan neman ige Abah tu. Jadilah sikok bae calon ditegakke" ketus suara dari dapur rumah berbentuk panggung itu.

Walau perasaan galau, Caleg A berupaya menyembunyikannya dan tetap tersenyum hingga ia meninggalkan tempat itu. Untungnya Caleg A lebih dulu masuk ke Rumah dan diterima oleh tuan rumah tokoh adat desa. Namun demikian ia juga tidak tahu apakah Caleg yang kedua dan selanjutnya akan tetap diterima oleh tokoh yang dikunjunginya barusan. Wallahu a'lam Bishawab.

Pantauan posmetroprabu.com dilapangan, Jelang pelaksanaan Pileg yang tinggal beberapa hari lagi, kontrak politik antara calon anggota legislatif (Caleg) dengan masyarakat marak terjadi di dusun-dusun. Kontrak politik yang dilakukan untuk mendapat dukungan sebanyak-banyaknya ini dilakukan dengan cara Caleg menjanjikan sesuatu jika nantinya terpilih.

kontrak politik seperti ini tidak boleh dilakukan dan termasuk sebuah bentuk pelanggaran. Untuk mengantisipasi hal itu, pihak panwaslu yang ada di tingkat kecamatan (Panwascam) atau petugas pengawas lapangan (PPL) yang ada di desa atau kelurahan diharapkan mampu menajamkan mata dan telinga terhadap kontrak politik yang terjadi di masyarakat untuk diberikan tindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan Caleg.(pp/01)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu