Home » » Baturaja Memanas Lagi, Polisi Dikeroyok Petugas Lapas

Baturaja Memanas Lagi, Polisi Dikeroyok Petugas Lapas

Written By Posmetro Prabu on 13/02/14 | 13.2.14

BATURAJA - Empat anggota Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres OKU, kembali dikeroyok oknum sipir (Polsuspas) atau penjaga keamanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sarang Elang, Baturaja. Diantara oknum sipir yang melakukan pengeroyokan itu, Roli Sastra (22) Cs, warga Lorong Akang Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur. Aksi pengeroyokan terjadi, Selasa (11/2), sekitar pukul 15.00 WIB, di Rutan Sarang Elang, Baturaja. 

Keempat polisi yang dikeroyok, Bripka Sutisman SE, Kepala Unit (Kanit) Lidik 1 Satres Narkoba, serta tiga anggotanya, Brigadir Ferly, Briptu Repi dan Brigadir Alpian Mariando. Akibat pengeroyokan itu, Sutisman mengalami luka memar dan benjol di bagian muka, serta kepalanya. Sementara ketiga anggotanya hanya memar saja.

Informasinya yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa pengeroyokan itu bermula saat keempat korban hendak menitipkan tersangka narkoba di Rutan Sarang Elang. Sesuai aturan, para korban meminta izin kepada petugas penjaga pintu masuk dan menitipkan senjata api (senpi) organik miliknya. Lalu, korban Bripka Sutisman minta izin untuk salat ke musala di Rutan Sarang Elang.

Kemudian tiba-tiba datang pelaku dengan muka garang yang langsung menanyakan kenapa korban masuk ke musala tanpa izin. Mendengar bentakan pelaku, korban pun mencoba menjelaskan secara baik-baik.

Namun bukannya senang, pelaku tanpa basa-basi langsung memberikan hadiah bogem mentah kepada korban. Melihat komandannya dipukuli, ketiga korban lainnya, Brigadir Ferly, Briptu Repi, dan Brigadir Alpian Mariando, bergegas mendekat, serta mencoba memisahkan perkelahian yang tak seimbang itu.

Dasar apes, aksi ketiganya justru membuat petugas Rutan Sarang Elang lainnya menjadi salah paham. Tanpa basa-basi ketiganya pun ikut dikeroyok sampai babak belur. Ironisnya lagi, para tahanan kebetulan sedang senam sore dan menyaksikan perkelahian itu juga tidak mau ketinggalan. Entah siapa yang memberikan komando, para tahanan yang berjumlah puluhan itu langsung ikut mengeroyok keempat korban sampai babak belur.

Kapala Rutan Klas IIB Sarang Elang Baturaja Chairul Umri BcIP SH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, peristiwa itu bukannya penganiayaan. Namun hanya ada kesalahpahaman antara petugas polisi dan petugas rutan. "Biasa anak-anak muda, tingkat emosionalnnya tinggi," tegasnya.

Disinggung adanya pengeroyokan yang dilakukan Roli dan narapidana Sarang Elang, Chairul membantah hal tersebut. "Tidak ada pengeroyokan. Mereka itu ingin memisahkan perkelahian antara Roli dan oknum polisi. Tidak ada pengeroyokan, mereka itu ingin memisahkan perkelahian," ungkapnya.
Chairul menceritakan, peristiwa tersebut terjadi di dekat musala rutan. Saat itu oknum polisi yang terlibat perkelahian di tegur petugas, tiba-tiba langsung terjadi perkelahian.
"Masalah tegur menegur itu biasa. Itu sudah menjadi protap kita. Siapapun yang masuk ke rutan pasti akan ditegur. Disitulah terjadi perselisihan dan perkelahian," tegasnya.
Karena perbuatan Roli bukan yang pertama, sebab sudah ada dua anggota Polres OKU sebelumnya dipukulinya, maka Chairul menjelaskan, pihaknya akan memutasikan pelaku ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemekumham) di Palembang.

#Polisi Diisukan Kepung Rutan
Sementara itu, peristiwa pengeroyokan anggota Polres OKU oleh oknum petugas Rutan Salang Elang, ternyata langsung mendapat perhatian warga di sekitar lokasi kejadian, serta anggota polisi dan TNI AD. Sebagai bentuk solidaritas kepada rekannya, tanpa diberi komando anggota Polres OKU berbondong-bondong ke TKP, mencari tahu apa yang terjadi.

Namun aksi solidaritas itu justru membuat anggota Polres OKU dituding telah melakukan pengepungan ke Rutan Sarang Elang. "Kita dilaporkan ke Kemenkum dan HAM RI di Jakarta bahwa telah mengepung Rutan. Isu itu sama sekali tidak benar. Anggota datang hanya sekadar bentuk solidaritas saja," tegas Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIk MH, didampingi Kabag Sumda Kompol Ali Joko Slamet.

Untuk menepis isu miring itu, Kabag Sumda mengintruksikan anggotanya agar jangan melakukan tindakan apapun terhadap tersangka. "Silakan seluruh anggota Polres OKU kecuali Tim Walet, agar berdiri di luar rutan. Pelaku akan kita serahkan ke Polda Sumsel. Saya ingatkan agar jangan ada yang berbuat macam-macam. Jangan isu miring bahwa kita mengepung rutan nanti dicap pusat benar," tegas Kompol Ali.

Sementara pantauan di lapangan, tersangka Roli sendiri langsung dibawa ke Polda Sumsel dengan mengendari mobil Toyota Avanza warna biru milik Kasat Reskrim AKP Zulfikar, sekitar pukul 19.20 WIB. Saat dibawa, Roli mendapatkan pengawalan ketat dari rekan kerja dan anggota Tim Walet Polres OKU. Pelaku sendiri saat diamankan mengenakan jaket biru, celana jeans dan memakai topi. 






Sumber : Palembangpos
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu