Home » » Kredit Revitalisasi Perkebunan Kota Prabumulih Baru Terserap Rp. 1,5 M

Kredit Revitalisasi Perkebunan Kota Prabumulih Baru Terserap Rp. 1,5 M

Written By Posmetro Prabu on 28/01/14 | 28.1.14

PRABUMULIH, PP - Kredit Revitalisasi Perkebunan Kota Prabumulih yang merupakan kredit investasi dana atau usaha modal kerja yang di salurkan Pemerintah melalui perbankan pada Tahun 2007 lalu hingga kini baru terserap Rp 1,5 M. Sementara target dana yang harus disalurkan untuk masyarakat petani Kota Prabumulih melalui program tersebut belum diketahui secara Pasti.

Bank BRI Cabang Kota Prabumulih sebagai lembaga perbankan yang ditunjuk oleh pemerintah dalam penyaluran dana Rivitalisasi ketika di konfirmasi melalui Account Officer Bank BRI Kota Prabumulih Andi Arifin SE mengaku tidak mengetahui besaran dana yang harus disalurkan dari Program Revitalisasi untuk Kota Prabumulih.

Andi Beralasan bahwa saat ini Selasa siang (28/01) dirinya tidak tahu secara pasti besaran dana yang sudah disalurkan oleh Bank BRI dan berapa dana yang ditargetkan untuk disalurkan kepada Petani di Kota Prabumulih karna harus membuka berkas dan filenya dulu.

"Ada masalah iya mas, maaf kalau bisa minta waktu nanti saya siapkan dulu, untuk data penyerapannya sendiri nilai pastinya kurang ingat. Kalau tidak salah baru sekitar Rp 1,5 M yang sudah disalurkan kepada masyarakat atau kelompok tani yang dianggap layak menerima kredit tersebut sesuai dengan rekomendasi Dinas terkait" ujar Andi saat ditemui di ruang kerjanya Bank BRI Prabumulih lantai 2 Jln Jendral Sudirman.

Ditambahkan Andi, untuk penyalurannya sendiri sejauh ini pihaknya tidak banyak menemukan kendala karna sebelum proposal pengajuan diterima oleh Bank sudah terlebih dahulu diproses oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan. Bahkan lanjut Andi, pencairan dilakukan terlebih dahulu pihak Bank melakukan survei berdasarkan proposal pemohon kredit. Dianggap layak, baru dana tersebut dicairkan, ungkapnya.

Sementara besaran dana yang dicairkan kepada pemohon cukup berfariasi sesuai dengan luas lahan yang dimiliki. Untuk tiap hektare lahan perkebunan yang sudah ditanami Karet, Bank BRI menyalurkan Kredit sebesar Rp. 34 Juta dengan catatan lahan tersebut telah memiliki seretifikat yang dikeluarkan oleh badan pertanahan nasional (BPN).

Sementara Kepala dinas pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan (DPPKP) Kota Prabumulih ketika dimintai keterangan seputar penyaluran dana Revitalisasi perkebunan Selasa (28/01) diruang kerjanya, juga mengaku belum memiliki data tentang program dan penyaluran dana terhadap Petani tersebut.

"Untuk jumlah kelompok atau perorangan yang sudah menerima dana saya tidak tahu angkanya secara pasti. Yang tahu data ini adalah Kabid saya dan kebetulan sedang keluar" ujar Kepala DPPKP Kota Prabumulih Syamsurizal SP MSi.

Menurutnya, Penyerapan Kredit Revitalisasi Perkebunan yakni kredit investasi dana atau usaha modal kerja yang diberikan oleh bank pelaksana kepada petani atau kelompok tani di Kota Prabumulih cukup bagus. Karena lanjut Syamsurizal menambahkan, Kredit cukup diminati oleh para petani di Kota Prabumulih.  Kalau tidak salah ada sekitar 200 kelompok yang telah menerima dana Revitalisasi perkebunan di Kota Prabumulih, ungkapnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi di Bumi Seinggok Sepemunyian mengungkapkan, bahwa program pemerintah pusat ini dalam pelaksanaanya di Daerah terkesan jalan ditempat. Pada proses pengajuan hingga ke tahap pencairan anggran oleh kelompok tani dilapangan banyak mengalami sejumlah kendala yang menghambat percepatan program ini terlaksana.

Menurut Harfat begitu ia biasa disapa, satu kendala di lapangan terhadap pelaksanaan Program Revitalisasi Perkebunan adalah pemangku kepentingan yang kurang memahami program yang diluncurkan sehingga terkesan jalan ditempat. Umumnya permasalahan yang dihadapi dilapangan adalah proses persyaratan administrasi Calon penerima kredit dan mitra perusahaan oleh pemerintah daerah.

Selain itu lanjutnya, juga ditemukan hambatan dalam peremajaan karet karena masih adanya tunggakan kredit dan biaya sertifikasi lahan yang masih mahal. Dengan masalah persyaratan yang sedikit ribet tersebut membuat petani lebih memilih jalan pintas untuk tidak mengajukan kredit, tandasnya (pp/01/dit)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu