Home » » Budak Muara Enim Polisikan Sopir Kapolres

Budak Muara Enim Polisikan Sopir Kapolres

Written By Posmetro Prabu on 24/01/14 | 24.1.14

MUARA ENIM, PP - Citra kepolisian kembali tercoreng oleh ulah oknum anggotanya. Kali ini, oknum anggota Polres Muba berinisial Briptu SHP (25), dilaporkan ke Bidpropam Polda Sumsel. Pasalnya, polisi yang bertugas sebagai sopir mobil Kapolres Muba ini, diduga telah menghamili DW (20), teman wanitanya yang merupakan warga Jalan Jenderal Sudirman, Muara Enim.

Tak hanya itu, ketika melapor DW juga mengatakan jika SHP juga pernah menyuruhnya  untuk neminum obat tertentu, dengan tujuan untuk menggugurkan kandungan DW. Setelah minimum obat tersebut menurut DW, dirinya mengalami pendarahan dan hingga kini masih dirawat di Klinik Az Zahra, Kota Muara Enim.

Laporan DW ke Bidpropam Polda itu, diterima dengan nomor: STPL/06/I/2014, tanggal 13 Januari 2014, ditandatangani Kompol Lukman Hakim.

Ditemui di Klinik Az Zahra, Kamis (23/01), DW mengaku, aib yang dialaminya itu bermula ketika ia berada di kota Palembang, bulan Oktober 2013. Saat itu ia menumpang menginap di kos temannya. Di rumah kos temannya itulah DW berkenalan dengan SHP.

Nah, malam harinya, oknum polisi itu mengajak DW jalan dan main ke salah satu tempat hiburan dikawasan PTC Mall, bersama teman kos tempat korban menginap. Di tempat hiburan itu, oknum polisi itu memberinya minum sejenis obat. “Saat itu aku dikasihnya minum obat, tetapi aku tidak tau obat apa. Kemudian dia juga minum obat itu,” jelas DW menceritakan kejadiannya kepada wartawan.

Menurut DW, setelah minum obat tersebut, dia menjadi tidak berdaya. Diduga kemudian SHP membawanya ke salah satu hotel dikawasan areal PS Mall, menggunakan mobil.

Keseokan paginya, sekitar pukul 07.00 WIB, oknum polisi tersebut membangunkan tidurnya. Selanjutnya korban diantarkan kembali pulang ke tempat kos-kosan yang ditumpanginya. “Dari situlah kami menjalin hubungan pacaran, setiap minggu dia datang ke tempat kos yang kutumpangi. Bahkan setiap dia datang, selalu minta dilayani,” ungkap DW yang kemarin didampingi ibu kandungnya.

Setelah sekian bulan menjalin pacaran, sekitar awal bulan Desembar 2013 lalu, korban mengaku mulai tidak datang bulan. Lalu dia bersama oknum polisi tersebut melakukan pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan, ternyata positif hamil. “Setelah mengetahui aku hamil, dia menyuruh untuk menggugurkannya. Alasannya karena dia mau sekolah lagi,” kisah korban sambil duduk diatas tempat tidurnya, tempatnya dirawat.

Menurutnya, pacarnya telah memberikan dua jenis obat yang tidak diketahui namanya. Lalu kata DW, dirinya disuruh minum obat tersebut. “Setelah obat itu diminum, perutku menjadi mules dan sakit. Akhirnya aku mengalami pendarahan. Ketika aku mengalami pendarahan, dia malah tidak bertanggungjawab,” jelasnya.

Masih kata DW, sejak dirinya mengalami pendarahan, pacarnya tidak pernah muncul lagi, bahkan menghilang. “Terakhir saya berhasil menghubunginya pada tanggal 3 Januari 2014 lalu. Saat itu dia mengatakan bahwa aku bukan siapa-siapa dan jangan lagi mengganggu dia,” ujar korban menirukan kata-kata Briptu SHP.

Karena kecewa, sedih dan malu, DW lalu menceritakan kejadian itu kepada keluarganya. Lantas korban didampingi keluarganya mengadukan pacarnya ke Propam Polda Sumsel. Namun sampai sekarang belum ada juga tindak lanjutnya dari Propam Polda Sumsel.

Apalagi, lanjutnya, setelah terjadi pendarahan, dia terpaksa harus dirawat untuk membersihkan sisa-sisa pendarahan di dalam rahimnya. “Aku masuk klinik baru hari ini (kemarin,red), untuk dikuret, membersihkan sisa-sisa pendarahan, karena belum bersih,” tambahnya.

Menanggapi itu, Kapolres Muba AKBP Iskandar F Sutisna, mengaku dirinya telah mengetahui laporan tersebut. “Kita masih menunggu hasil dari Propam Polda Sumsel, untuk melakukan penyelidikan. Benar tidaknya laporan itu, kita menunggu hasil dari Polda,” katanya
Ditambahkan Iskandar, dirinya akan memberikan tindakkan disiplin, apabila anggota itu terbukti.

 ‘’Jika terbukti, akan saya berikan sidang disiplin dan bertanggungjawab. Namun sebaliknya, apabila tidak terbukti, bisa saja pelapor tersebut akan dituntut balik,” pungkas Iskandar ditemui di ruangannya.

Sedangkan Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Dikdik DP, melalui Kasubdit Provost Polda Sumsel AKBP M Fijar menjelaskan, setelah pihaknya menerima laporan, sejauh ini  sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor, dan terperiksa oknum anggota tersebut.

 “Sudah, sudah kita mintai keterangan, baik itu korban dan saksi korban, dan terperiksa. Hanya saja masih ada satu saksi lainnya yang belum bisa kita mintai keterangan,” kata Fijar.
Fijar membenarkan korban dan terperiksa saat ini (kemarin (23/1), berada di Muara Enim. Dia juga membenarkan oknum tersebut adalah oknum anggota Polres Muba (sopir Kapolres Muba). ‘’Ya anggota Polres Muba, sudah kita mintai keterangan sebagai terperiksa,” tegas Fijar.





Sumber : palembang-pos.com
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu