Home » , » PU Prabumulih Kurang Pengawas

PU Prabumulih Kurang Pengawas

Written By Posmetro Prabu on 03/12/13 | 3.12.13


PRABUMULIH, PP --Banyaknya pekerjaan pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih tahun anggaran 2013, membuat DPU kerepotan dalam mengawasi dan memantau pekerjaan yang dilaksanakan oleh pemenang pekerjaan. Salah satunya adalah kurangnya tenaga pengawas pekerjaan. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih Ir M Ardi Supratman, saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan Komisi III DPRD Prabumulih beberapa waktu lalu.

"Kita memang kekurangan pengawas pekerjaan," jawabnya. Ia menjelaskan staf Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih hanya sebanyak 40 orang. "Idealnya Dinas Pekerjaan Umum mempunyai SDM sebanyak 200 orang," tambah Ir Ardi Supratman. Ia juga sudah melakukan permohonan penambahan SDM di BKD Prabumulih. Ia juga berupaya agar seluruh pekerjaan yang ada dapat ditangani dan diawasi secara maksimal.

Harsono (Icun) Ketua LSM Gemasab Prabumulih saat dimintai pendapatnya mengenai kekurangan SDM di Dinas Pekerjaan Umum Prabumulih harusnya ada upaya konkrit dari Dinas Pekerjan Umum. "Kita bingung, kalau sampai kurangnya tenaga pengawas, karena pengawas itu sendiri merupakan tempat para kontraktor berkoordinasi seputar pekerjaan yang ditanganinya, pengawas juga nantinya yang akan menerima hasil pekerjaannya tersebut, jadi permasalahan seperti ini harus benar-benar ditangani secara serius jangan sampai nanti akibatnya menimbulkan masalah baru, karena terus terang   menurut saya, peran pengawas sangatlah diperlukan,  bagaimana kita bisa  mengatakan hasil pekerjaan itu baik dan benar, kalau selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung tidak ada  pihak pengawas yang mengawasinya, terus yang lebih membingungkan lagi nantinya bagaimana pihak pengawas itu sendiri melakukan pengukuran pekerjaan untuk pembayaran,” jelas Icun dengan nada rendah.

Solusinya, mencari bantuan pihak ketiga seperti  konsultan jika kurang SDM, atau mengajukan permohonan pegawai baru di BKD Prabumulih.
Icun juga menambahkan, perencanaan pekerjaan, harus mengacu kepada peraturan-peraturan  dan spesifikasi yang dipersyaratkan, serta tim perencana harus benar-benar turun kelokasi yang menjadi target perencanaan tersebut Mengingat perencanaan adalah langkah awal dari pelaksanaan pekerjaan. Perencanaan harus benar-benar jadi perhatian. Baik itu masalah lokasi, material yang dipergunakan, azas manfaat yang bisa dirasakan masyarakat luas.

Disampaing itu, terkait seringnya terlambatnya pelaksanaan tender, Icun juga menyatakan peleksanaan pekerjaa mempunyai jangka waktu, artinya tidak bisa pekerjan dikerjakan dalam waktu singkat. Apalagi tergesa-gesa “Karena itu diharapkan fihak PU dan ULP, jika ingin laksanakan tender jangan terlalu mepet dengan batas akhir pekerjaan,” terang Icun atau Harsono Ketua LSM Gemasab Prabumulih. 

Mengenai banyaknya pekerjan yang di-CCO-kan (Contract Change Order), saat ditanya kepada Harsono, Ia menjelaskan itu bisa saja terjadi seperti  antara lain permintaan masyarakat ataupun akibat faktor alam. Apakah CCO itu diperbolehkan dilakukan, menurut Harsono, hal itu harus melihat apa yang menjadi dasar dilakukannya CCO Pekerjaan. (bmg)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu