Home » » Ketika Guru Kesulitan Memberikan Nilai

Ketika Guru Kesulitan Memberikan Nilai

Written By Posmetro Prabu on 24/12/13 | 24.12.13

PRABUMULIH, PP - Akhirnya semester pertama dalam penerapan kurikulum 2013 berlalu juga, namun dalam prosesnya, beberapa sekolah sasaran yang ada di kota Prabumulih menemui kesulitan, salah satunya keadaan ini dialami di SMPN 8 Prabumulih yang merupakan salah satu sekolah sasaran penerapan kurikulum 2013.

Pasalnya dengan waktu yang sangat terbatas dan kemampuan para guru mata pelajaran dalam mengelola nilai siswa cukup rumit, sehingga antara wali kelas dan guru mata pelajaran harus bkerja tim dan membutuhkan waktu yang panjang, dan tak lepas dari peran salah seorang guru matematika, yaitu Zulkarnain Hasim yang juga ahli dalam penggunan komputer.

"Kerja keras dan perjuangan untuk memberikan nilai siswa, dengan kemampuan yang masih terbatas itu sangat luar biasa bahagianya saat tiba pada penyelesaian. Beruntungnya para guru dibantu oleh guru kita yang memang ahli dibidang IT,"Ujar Kepala SMP N 8 Prabumulih, Hj Idawati SPd MSi saat dijumpai usai membagikan raport siswa sabtu lalu.

Menurutnya, memang sepanjang penerapan kurikulum baru, rata-rata keluhan para guru yang mengajar disekolah sasaran adalah kesulitan dalam pemberian penilaian. Dimana setiap guru mata pelajaran bukan hanya memberikan mata pelajaran yang diajarkannya, namun juga harus memberikan penilaian tentang sikap, yaitu spiritual dan sosial siswa pada saat proses belajar mengajar disekolah.

"Standar nilai minumum juga sudah beda dari kurikulum sebelumnya. Pemberian penilaian berskala 1 sampapi 4 yang dikoversikan A yaitu nilai sangat baik, B baik, C cukup dan D  kurang  seperti. diperguruan tinggi.Pengisian penilaian juga agak rumit karena tidak manual lagi, melainkan ada aplikasi khusus yang sebelumnya memang sudah disosialisasikan,"tambahnya..

Sementara Zulkarnain, mengatakan dalam pelaksanaan pemberian penilaian pernah mengalami dan menemui permasalahan pada rumus aplikasi. sementara guru mata pelajaran sempat panik karena masih ada yang belum mahir atau belum terbiasa memberikan nilai melalui aplikasi.

"Setiap guru mata pelajaran bukan hanya memberikan penilaian untuk pengetahuan saja, namun juga harus memberikan penilaian sikap spiritual dan sosial serta ketrampilan. Sehingga karena keterbatasan waktu, dan belum mahir makanya guru kelas 7 banyak panik, karena kita memahami maka kita memberikan solusi untuk membantu mengerjakan,"ujar guru Mata pelajaran Matematika SMPN 8 yang mengakui menguasai komputer melalui pengetahuan otodidak ini.

Pantauan koran ini, usai membagikan raport langsung melakukan evaluasi di ruang Kepala sekolah dan sharing atas pengalaman yang dialami masing-masing guru yang mengajar di kelas 7.(bmg/3k)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu