Home » , » Waspada APBD Perubahan Bernuansa Politik

Waspada APBD Perubahan Bernuansa Politik

Written By Posmetro Prabu on 01/11/13 | 1.11.13

Catatan Redaksi
Oleh Jun Manurung

PRABUMULIH, PP - Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan 2013 Pemerintah Kota Prabumulih, telah disahkan oleh Gubernur Propinsi Sumatera Selatan. Meski data seberapa besar yang dipangkas dalam penetapan tersebut terkesan rahasia, Namun pengajuan atau penetapan APBD Perubahan yang ditanda tangani antara DPRD Kota Prabumulih dan Pemkot Prabumulih pada Paripurna Pengesahan APBD Kota Prabumulih Tahun 2013 diantaranya adalah, pendapatan daerah Rp771.786.752.322, jumlah belanja tidak langsung Rp350.890.880.682, jumlah biaya langsung Rp536.761392.297, surplus/deposit Rp 115.865.520.657, dan penerima pembiayaan daerah Rp138.776.967.363, serta pengeluaran biaya daerah Rp22.991.448.706, sedangkan untuk pembiayaan netto Rp115.865.520.657

Namun hingga saat ini memasuki akhir tahun yang notabene tinggal 60 hari lagi Tahun 2013 akan berakhir, Kegiatan pekerjaan atau proyek belum juga tuntas. Ditakutkan, separuh dari APBD perubahan Tahun 2013 terancam masuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa). Alasannya, waktu yang kian mepet dan beberapa proyek besar yang tidak masuk akal juga turut disertakan pada APBD Perubahan.

Terkait pelaksanaan kegiatan APBD Perubahan tahun 2013, warga masyarakat Kota Prabumulih dan pengamat pembangunan berharap pemerintah dapat membuat program yang matang agar pembangunan dapat terlaksana tepat waktu, mengingat tahun anggaran ini praktis hanya tersisa 60 hari saja. Hal tersebut, menurut pengamat bertolak dari banyaknya kegiatan yang dianggarkan dalam APBD Penetapan 2013 yang tidak terlaksana, sehingga menyebabkan Silpa menjadi besar.

Agar kejadian serupa tidak terulang, menurut Aktivis LSM Anti Korupsi di Kota Prabumulih mengatakan, Pemkot Prabumulih mesti memprioritaskan kegiatan yang masuk akal dapat dilaksanakan dalam sisa tahun anggaran ini. Pasalnya lanjut sumber, Saat ini waktunya terbatas, praktis hanya bulan November, dan Desember,'' ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang Anggota DPRD Kota Prabumulih. Menurutnya, meski silpa dalam tahun anggaran 2013 ini diprediksi besar, namun agar tidak semakin membengkak, pihaknya telah meminta pihak Eksekutif melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bisa dilaksanakan hingga akhir Desember.

Ditambahkannya, Saat ini, kegiatan yang sudah dilaksanakan bahkan belum mencapai 50 persen dari yang direncanakan. Selain proyek dalam kapasitas besar, proyek-proyek kecil dan penunjukkan langsung juga banyak belum dikerjakan. Ia juga berharap seluruh kegiatan bisa dilaksanakan dengan baik, kalau sesuai regulasi tidak perlu takut. Informasinya ada beberapa proyek yang sudah masuk LPSE untuk dilelang. Saya minta diprioritaskan pekerjaan yang mepet waktunya hingga akhir tahun, tegasnya.

Disisi lain, Aktivis penggiat anti korupsi di Kota Prabumulih banyak yang meragukan anggaran tidak bersandar pada kebutuhan objektif. Secara khusus Aktivis LSM menyoroti pembahasan anggaran mengingat tahun ini merupakan tahun politik. Artinya proyek-proyek yang akan dilaksanakan dalam APBDP 2013, harus bersandar kepada kebutuhan objektif bukan karena alasan-alasan politis. Hal itu agar proyek pembangunan benar-benar untuk kemaslahatan dan sesuai kebutuhan masyarakat. Misalnya ada anggaran yang diajukan namun kurang penting, tetapi karena dimintakan konstituen maka tetap diajukan. ini menjadi perhatian serius untuk pengawasan kita, tegas Sastra Amiadi salah seorang Aktivis LSM dan Pemerhati Pembangunan di Kota Prabumulih.
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu