Home » , , » Peserta Test CPNS Minta TKB Tidak Jadi Patokan Kelulusan

Peserta Test CPNS Minta TKB Tidak Jadi Patokan Kelulusan

Written By Posmetro Prabu on 03/11/13 | 3.11.13

PRABUMULIH, PP - Tes Kompetensi Bidang (TKB) yang merupakan bagian dari salah satu jenis bentuk tes seleksi CPNS 2013 setelah di ujikan kemarin banyak mendapat kritikan dari peserta test CPNS. Padahal test atau soal ini sebenarnya untuk mengukur kemampuan atau keterampilan peserta ujian CPNS sesuai dengan kompetensi jabatan yang dibuka. Menurut salah seorang peserta test CPNS, Soal TKB untuk admnstrasi yang diberikan untuk lulusan SMA-D3 adalah bahan materi kuliah S1 Fisip, soal itu benar,tapi tidak tepat jika ditujukan tidak pada bidangnya, ujar salah seorang peserta pada komentar jejaring sosial yang dimuat oleh forum honerer indonesia (FHI).

FHI menjaring aspirasi peserta ujian untuk dijadikan bahan pertimbangan pada rapat kerja FHI di Jakarta nantinya untuk selanjutnya disampaikan kepada kementrian aparatur negara dan reformasi birokrasi (Menpan RB).

Untuk diketahui, materi soal TKB biasanya disusun sesuai dengan formasi jabatan. Sehingga materi soal TKB untuk jabatan yang satu berbeda dengan jabatan yang lain. Soal TKB ditetapkan oleh PPK Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota untuk lowongan formasi jabatan fungsional tertentu. Soal materi tes TKB disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional tertentu. Masing-masing tes TKB mempunyai Passing Grade (Ambang Batas) nilai yang berbeda.

Contoh peserta CPNS 2013 yang melamar formasi jabatan Guru Kelas SD, maka materi ujian TKB-nya berkaitan dengan pengetahuan substansi yang berkaitan dengan pendidikan sekolah dasar. Tes TKB disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional guru (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).

Namun pada kenyataannya dilapangan peserta test CPNS Banyak yang dibingungkan oleh soal TKB. Untuk TKB jika tetap dipaksakan maka sama dengan membohongi honorer, katanya Test Kemampuan Bidang tapi yang di test khususnya tenaga administrasi bukan pada bidangnya. Tukang kebun,penjaga malam,satpam,tukang taman semua dikasih soal administrasi, Ujar peserta test lainnya.

Selain soal TKB yang dinilai menjebak, peserta lainnya juga mengaku soal ini diniali menjolimi. Sebut saja NW, menurutnya Tes k2 betul betul menzalimi. Terutama TKD. Jumlah butir soal 180 denga alokasi waktu yang kurang yaitu 1,5 apalagi yang harus didahulukan wawasan kebangsaan tapi justru soal itu bagian terakhir. Malah TIU dan karakteristik pribadi yang dahulu. Apa ini bukan perangkap untuk menjebak k2, ujarnya bertanya.

Melihat keadaan ini, FHI Berdasarkan keadaan tenaga honorer Pasca TES CPNS K II didaerah2 Meminta dan mendesak pemerintah untuk tidak menggunakan " PASSING GRADE " dalam menentukan tingkat kelulusan Tenaga Honorer K II tetapi berdasarkan Rangking urutan Nilai Tertinggi, masa kerja, dll, disesuaikan dgn formasi kebutuhan Daerah dengan tidak melampaui 50% belanja pegawai serta memproritaskan tenaga honorer USIA KRITIS . Hal ini mengingat tingkat kesulitan soal Tes yg cukup sulit dan waktu yg terbatas.

Hal ini diungkapkan mengingat ada perbedaan kesiapan antara usia muda dan tua dlm mengikuti Tes. Selain itu tingkat kesiapan antara peserta dikota dan didesa/dipelosok yg dihadapkan dgn " SOAL & PASSING GRADE " yg cukup tinggi kalau menggunakan nilai 242, tegas Hasbi Ketua FHI pusat. (pp/01)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu