Home » , » Dinilai Banyak Kecurangan, FHI Minta Aparat Selidiki Pelaksanaan Test CPNS 2013

Dinilai Banyak Kecurangan, FHI Minta Aparat Selidiki Pelaksanaan Test CPNS 2013

Written By Posmetro Prabu on 05/11/13 | 5.11.13

JAKARTA, PP - Ketua Dewan Pembina Badan Pelaksana Pusat Forum Honorer Indonesia (BPP FHI) menilai pelaksanaan TES CPNS K II berjalan baik secara Nasional berdasarkan laporan Korwil FHI disetiap Propensi dan Korda FHI diKab/Kota diseluruh wilayah Indonesia. Dari Pantauan yg dilakukan FHI ada sejumlah catatan misalnya, di Kota Makassar terjadi Penggandaan Soal dan LJK karena panitia kekurangan maka untuk memperlancar pelaksanaan Tes diphoto Copy, tapi setelah dicari2 soal tersebut ketemu.

Khusus Kejadian seperti ini FHI meminta Pemerintah dan Fihak terkait untuk menyelidiki karena berpotensi " Adanya kecurangan ataukah memang murni ketidak teletian Panitia ". Di salah satu Kabupaten di Lampung FHI menerima laporan ada beberapa peserta Tes menggunakan Pulpen tanda tangan di LJK. DiKota Palembang ada beberapa tempat yg kurang nyaman bagi peserta mengikuti Tes karena penerangan kurang hal ini mungkin disebabkan banyaknya peserta sehingga sulit mencari tempat yg strategis dan berbagai masalah2 didaerah2 lainya masih dalam batas yg wajar.

Khusus di Kota Prabumulih FHI menyanyangkan sikap panitia yg terkesan tertutup bagi pemantau independen, baik itu dari, FHI, LSM, dll. Hal ini sempat terjadi bersih tegang antara FHI dan Panitia ketika FHI ingin memantau dan melihat dari dekat pelaksanaan Tes. Tapi persiteruan tersebut dapat diselesaikan setelah kedua bela fihak saling memahami posisi masing2. FHI meminta Panitia Seleknas diPusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap hasil Tes daerah2 yg tdk melibatkan Pemantau Independen, LSM,dll atau daerah2 yg tdk memperkenankan Pemantau Independen, LSM, dll untuk melihat proses dan pelaksanaan Tes CPNS karena kemungkinan Terindikasi terjadi kecurangan.

Menyikapi adanya komentar beberapa fihak yg menyatakan " Tes K II hanya FORMALITAS, hal ini wajar2 saja dan kemungkinan ada benarnya. Jika ada oknum2 yang memang membuat kecuragan dalam seleksi TES CPNS K II ". Secara sistem pemerintah pusat sdh berusaha meminimalisis penyimpangan dan kecurangan dgn melibatkan, KAPOLRI, BIN, BADAN SANDI NEGARA, OMBUDSMAN, ICW, dll. Hal ini ditujukan agar benar, fair, bebas KKN, Transparan, terbuka, dll. Sehingga diharapkan Putra/putri terbaik dinegri ini yg lolos jadi CPNS. Oleh karena itu partisipasi masyarakat dan semua fihak sangat dibutuhkan dlm mengawal dan mengawasi hal tsbt agar dapat berjalan dgn baik.

FHI meminta pemerintah Pusat untuk melakukan evaluasi agar kekurangan pelaksanaan Tes CPNS Tahun ini dapat dibenahi dimasa yg akan datang khususnya keterlibatan Pemantau Independen baik diPusat sampai ke daerah2 agar dapat membantu pemerintah melaksanakan seleksi CPNS lebih TRANSPARAN, TERBUKA dan Bebas KKN. Dari berbagai komentar yg terdapat dibeberapa akun FB & Blog FHI diberbagai daerah banyak komentar mengkritisi materi soal dalam Tes Kompetensi Bidang (TKB) yang merupakan bagian dari salah satu jenis bentuk tes seleksi CPNS 2013 ujikan.

Hal tersebut banyak mendapat kritikan dari peserta test CPNS. Menurut salah seorang peserta test CPNS, Soal TKB untuk admnstrasi yang diberikan untuk lulusan SMA- D3 adalah bahan materi kuliah S1 Fisip, soal itu benar, tapi tidak tepat jika ditujukan tidak pada bidangnya, ujar salah seorang peserta pada komentar jejaring sosial yang dimuat oleh forum honerer indonesia (FHI). FHI menjaring aspirasi peserta ujian baik melalui laporan KORWIL, KORDA dan MEDIA JEJARING SOSIAL FHI didaerah dan dipusat untuk dijadikan bahan kajian dan laporan pada rapat kerja FHI di Jakarta untuk selanjutnya disampaikan sbg masukan dan rekomendasi BPP FHI kepada Kementrian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi(Menpan RB) dan Intansi/ lembaga yg terkait.

Khusus menyangkut tes TKD dan TKB karena mempunyai Passing Grade sebagai penentu kelulusan telah menjadi momok yang menakutkan bagi tenaga honorer pasca TES karena nasib dan penantian mereka untuk menjadi CPNS akan sirna jika tdk dapat melampaui Passing Grade yg sementara ini Pemerintah belum menentukan secara baku nilainya karena melihat keadaan pasca Tes didaerah2 dgn segala permasalahan yg ada. Maka Berdasarkan Pantauan dan keadaan tenaga honorer Pasca TES CPNS K II didaerah2 FHI Meminta dan mendesak pemerintah untuk tidak menggunakan " PASSING GRADE " dalam menentukan tingkat kelulusan Tenaga Honorer K II tetapi berdasarkan Rang king urutan Nilai Tertinggi,masa kerja, dll, disesuaikan dgn formasi kebutuhan Daerah dengan tidak melampaui 50%belanja pegawai serta memproritaskan tenaga honorer USIA KRITIS .

Hal ini mengingat tingkat kesulitan soal Tes yg cukup sulit dan alokasi waktu yg terbatas. Hal ini mengingat ada perbedaan kesiapan antara usia muda dan tua dlm mengikuti Tes. Selain itu tingkat kesiapan antara peserta dikota dan didesa/ dipelosok dihadapkan dgn " SOAL yg sulit & PASSING GRADE " yg cukup tinggi kalau pemerintah menetapkan nilai 242 sbg penentu kelulusan.(pp/red)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu