Home » , » Jembatan Ambruk, Ratusan Penduduk Terancam Terisolir

Jembatan Ambruk, Ratusan Penduduk Terancam Terisolir

Written By Posmetro Prabu on 01/10/13 | 1.10.13

PRABUMULIH, PP - Sekitar lebih kurang 900 warga di Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kecamatan Prabumulih, Kota Prabumulih, terancam terisolasi. Hal itu, disebabkan jembatan jalan penghubung dikawasan itu ambruk yang membuat jalan Nias putus.

Jembatan jalan yang memiliki panjang 4 meter yang menjadi perlintasan ratusan warga tepatnya di RT 07 RW 02 Kelurahan Gunung Ibul tersebut, Senin (30/9) sekitar pukul 14.30 WIB, terputus akibat hujan lebat yang turun beberapa hari belakangan ini. "Jembatan jalan itu ambruk karena hantaman air anak sungai nibung. Sebelumnya hujan besar menguyur pada beberapa hari yang lalu," ujar salah seorang warga, Basuki (41), Selasa (1/10)


Jembatan tersebut, lanjutnya, dibangun sekitar tahun 1995-2000 dan merupakan hasil swadaya masyarakat. Sejak pertama kali dibangun sampai sekarang jembatan tersebut belum pernah direnovasi.


"Padahal jembatan tersebut menjadi perlintasan masyarakat di Gunung Ibul ini. Jembatan itupun sebagai jalan penghubung menuju ke jalan Jendral Sudirman (jalan negara). Itu merupakan jalan utama, jembatan ini hasil swadaya masyarakat. Warga berharap pemerintah bisa memperbaikinya karena kita khawatir terisolasi dan aktifitas warga sudah menjadi terganggu," tegasnya.


Berdasarkan pantauan dilapangan, tanah yang menjadi pondasi jalan tersebut sangat labil dan mengingat usia jembatan itu pun cukup tua membuat jembatan itu ambruk sekitar kedalaman 3 (tiga) meter. Akibat selalu terkikis arus sungai. Karenanya, untuk sekarang ini masyarakat harus membuat jembatan darurat guna pengganti jalan yang amblas tersebut, dan kendaraan yang ingin lewat di wilayah itu saat ini terpaksa melintas melewati jalan Tower yang kondisi jalan tersebut masih bebatuan.


“Kami hanya bisa berharap bantuan pemerintah, agar jalan ini segera diperbaiki. Jembatan darurat yang ada saat ini hanya cukup dilewati pejalan kaki tidaklah aman, kami khawatir jalan amblas lagi dan bisa-bisa memakan korban,” kata tokoh masyarakat setempat, Wantoro (49).


Sementara, Ketua RW 02 Kelurahan Gunung Ibul Prabumulih, Romlan (40), menjelaskan jembatan jalan tersebut sebelum terjadinya ambruk sudah merencanakan untuk menutup sementara jalan tersebut guna mengantisipasi dan perbaikan secara swadaya.


"Melihat kondisi jembatan jalan sebelumnya sudah retak, pagi sebelum terjadi ambruk itu, saya sempat menghubungi ketua-ketua RT, untuk merencanakan perbaikan secara bergotong royong dan meminta bantuan pada teman pemborong tadinya," ujar Romlan.


Menurutnya, jalan Nias yang merupakan jalan utama menuju jalan negara itu sudah beberapa kali diusulkan pembangunannya. Namun sampai saat ini pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih belum saja menanggapinya.


"Setiap ada rapat koordinasi pembangunan di Kantor lurah, sudah kami usulkan untuk supaya segera di renovasi, tapi belum ada tanggapan dari pemkot," pungkasnya.


Masih kata Romlan, pasca terjadinya jembatan jalan putus di Gunung Ibul, Walikota Prabumulih, Ir Ridho Yahya MM beserta pihak Pemerintah Kota (Pemkot) yang terkait, dan mantan Anggota DPRD Prabumulih, H Eddy Rianto SH MH langsung meninjau ke lapangan untuk melihat kondisi jalan putus itu secara langsung. Senin (30/9)


"Iya benar, seingat saya kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB, Pak Wako Ridho dan Sekda Prabumulih, pak Edi Riyanto jugo ado ke lokasi kejadian. Uji pak ridho untuk tahun ini belum biso dianggarke perbaikan jalan ini, tepakso tahun 2014 agek baru biso. Cuma pak Ridho ngenjok saran buatke surat sejenis proposal bae untuk bantuan perbaikan jalan ini, paling tidak motor biso lewat sementaro ini," terangnya.
(dino)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu