Home » , » Proyek Normalisasi Kelekar, Antara Mudharat dan Manfaat

Proyek Normalisasi Kelekar, Antara Mudharat dan Manfaat

Written By Posmetro Prabu on 02/10/13 | 2.10.13

PRABUMULIH, PP - Setidaknya, Proyek Normalisasi sungai adalah suatu metode yang digunakan untuk menyediakan alur sungai dengan kapasitas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi. Tujuan normalisasi sungai antara lain untuk keperluan navigasi, melindungi tebing sungai karena erosi (kikisan), atau untuk memperluas profil sungai guna menampung banjir–banjir yang terjadi.

Proyek normalisasi sungai mencakup pengerasan dinding sungai, pembangunan sudetan, pembuatan tanggul dan juga pengerukan. Pengerasan atau penguatan tebing sungai dilakukan dengan pembetonan dinding atau dengan pemasangan batukali, sudetan dilakukan dengan membuat sungai baru yang lurus dengan lintasan terpendek. Sedangkan pembuatan tanggul dilakukan dengan timbunan tanah atau dengan dinding beton yang dipasang memanjang di lokasi–lokasi bergeografi rendah yang rawan banjir.

Perlu disadari bahwa normalisasi sungai menurut pengalaman banyak negara bukanlah solusi yang baik dan justru dapat berdampak sebaliknya, normalisasi memperparah banjir , terutama di daerah hilir atau tengah daerah aliran sungai (DAS yang kebetulan relatif rendah. Pertumbuhan permukiman disepanjang sungai ini, menurut pengalaman diberbagai negara berkembang tidak dapat dihindari dengan program apapun. Disamping itu masih ada dampak kerusakan ekosistem yang begitu dahsyat di muara sungai berupa pendangkalan-pendangkalan yang terjadi dihampir semua muara sungai di Prabumulih khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Hal ini juga diperparah lagi dengan penebangan hutan yang tidak terkendali. 

Proyek Normalisasi Sungai Kelekar di Prabumulih untuk saat ini dinilai sebuah proyek yang tidak memberikan keuntungan dan terkesan tidak bermanfaat (Mudharat) bagi masyarakat luas. Buktinya, puluhan dan ratusan hektare lahan perkebunan karet milik warga di pinggiran sungai Kelekar menjadi lahan baru mencari ikan karena kebanjiran alias tergenang seperti gambar disamping ini.

Anggaran puluhan miliar rupiah yang dikucurkan oleh Pemerintah Kota Prabumulih untuk proyek Normalisasi sungai kelekar ini pun kini mendapat sorotan dari masyarakat. Dimana proyek normalisasi sama sekali tidak menyentuh bagi masyarakat luas dan terkesan dipaksakan demi kepentingan politik dan ajang meraup keuntungan. 

Jika ditelaah lebih mendalam, pemeliharaan sungai merupakan pesoalan yang krusial pasca dilasanakannya proyek Normalisasi, mengingat beban anggaran pemeliharaan pemerintah kota sangat terbatas serta kebiasaan buruk Pemerintah yang taunya hanya membangun namun enggan untuk merawat. Untuk mengatasi luapan air sungai dan kebanjiran, Pemerintah cukup mencegah penebangan–penebangan hutan secara liar yang terjadi serta tidak memberika ijin mendirikan bangunan (IMB) yang berlokasi dibantaran sungai. (pp/01)

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu