Home » » Nanas, dan Filosofi di Dalamnya.

Nanas, dan Filosofi di Dalamnya.

Written By Posmetro Prabu on 23/10/13 | 23.10.13

posmetroprabu.com - Hampir semua orang suka dengan buah nanas karena selain rasanya yang lezat dan mampu diolah menjadi beragam aneka makanan, buah nanas teryata juga mengandung banyak sekali manfaat bagi kesehatan. Dalam Bahasa Inggris buah nanas dikenal sebagai Pineapple. Dinamakan demikian dikarenakan bentuknya yang mengerucut seperti pohon pinus dan kandungan juicenya yang kaya.

Meskipun cukup populer, banyak diantara kita yang tidak mengetahui asal-usul buah ini. Berbicara tentang sejarah buah nanas, banyak para ahli menyakini bahwa tanaman yang satu ini berasal dari Paraguay dan Brasil selatan yang kemudian oleh penduduk lokal dibudidayakan di seluruh Amerika Selatan hingga Kepulauan Karibia. Pada 1493, Christopher Columbus menemukan buah nanas di Karibia Guadalupe. Inilah cikal bakal diperkenalkannya buah nanas ke benua Eropa yang kemudian menyebar ke seluruh dunia saat era kolonialisme berlangsung.

Ketika Columbus memperkenalkan nanas ke Eropa, buah nanas menjadi sangat populer. Selama masa itu, nanas merupakan salah satu makanan mewah yang dianggap sangat eksklusif. Kapal-kapal membawa nanas yang diawetkan dari pulau-pulau Karibia dan dijual dengan harga sangat mahal di Eropa. Buah nanas segar bahkan lebih mahal dan sulit diperoleh karena hanya beberapa kapal cepat yang mampu membawa nanas segar dalam kondisi baik.

Pada periode tahun 1527, bangsa Spanyol memperkenalkan nanas pertama kali ke Hawaii, di Big Island. Kemudian, dari sinilah diyakini buah nanas menyebar ke Asia dan Hindia Barat termasuk juga Indonesia. Saat itu buah nanas hanya mampu tumbuh di wilayah tropis, sehingga butuh waktu dua abad agar para petani Eropa mampu menemukan metode untuk membudidayakan tanaman nanas. Dengan demikian, sampai dengan abad ke-16, nanas tetap barang langka yang sangat eksklusif. Berdasarkan sebuah catatan diketahui bahwa budidaya nanas dimulai di Eropa pada 1720-an.

Sebelum periode ke 16 ada satu fakta unik terkait buah nanas, yakni dianggap sebagai simbol persahabatan dan juga jimat pembawa keberuntungan. Nanas merupakan simbol negara Jamaika yang digunakan pada tahun 1661. Seringkali pada acara tertentu yang mengharuskan kehadiran nanas sebagai simbol, orang-orang menyewanya dan dikembalikan setelah acara selesai. Hal ini tidak terlepas dari mahalnya harga nanas pada saat itu.

Komersialisasi nanas dalam bentuk kalengan pertama kali dilakukan oleh seorang berkewarganegaraan Inggris bernama Kapten John Kidwell. Usaha ini dimulai sejak tahun 1880 dan menjadi bisnis yang sangat menguntungkan. Namun demikian, pada tahun 1898, Kapten Kidwell terpaksa menutup usahanya dikarenakan pajak yang dikenakan oleh Pemerintah AS untuk industri pengalengan nanas pada saat itu sangat tinggi.

Di Kota Prabumulih, Nanas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Lambang Kota. Pada bagian lambang kota Prabumulih terdapat 21 lembar daun nanas dibagian atas buah nanas dan 6 lembar daun nanas di bagian bawah, diapit oleh 17 butir padi dan 10 buah kapas, serta angka 2001 dalam ikatan pita, melambangkan bahwa UU pembentukan Kota Prabumulih Nomor 6 Tahun 2001 bulan juni (6), dan diresmikan pada tanggal 17 bulan oktober 10) Tahun 2001

Nah, menarik bukan sejarah buah nanas? Nanas adalah buah yang bebas dari lemak dan kolesterol serta kaya akan vitamin C. Jadi, selama tidak mengalami alergi nanas, jangan ragu untuk mengkonsumsi buah nanas sebagai asupan harian Anda.

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu