Home » , » Ajukan Gugatan, Cawako Prabumulih Dimintai Uang oleh MK.

Ajukan Gugatan, Cawako Prabumulih Dimintai Uang oleh MK.

Written By Posmetro Prabu on 04/10/13 | 4.10.13

PRABUMULIH, PP -- Pasca Tertangkap tangannya Ketua Mahkamah Konstitusi RI, Akil Mochtar, Rabu (2/9) sekitar pukul 22.00 malam, mendapat banyak reaksi dari berbagai pihak, termasuk beberapa kepala daerah yang merasa janggal dengan keputusan-keputusan MK sejak dia menjabat. Salah satunya adalah pasangan Hanan Zulkarnain dan Hartono Hamid kandidat yang kandas dari pasangan Ridho Yahya dan Adriansyah Fikri di Pilkada Prabumulih pada 5 Maret 2013.

Hanan menyatakan, ada dua hal yang dialami oleh dia, sehingga dia menduga putusan MK tentang sengketa Pilkada Prabumulih menjadi janggal. Pertama, pihak Hanan  juga pernah dimintai uang oleh pihak MK agar dia dapat memenangkan sengketa tersebut. Permintaan uang tersebut melalui orang yang dipercaya oleh pihak MK. 

"Ya, karena kami (Hanan-Hartono, red) tidak punya uang untuk diberikan pada MK. Jadi, kami pasrah saja apapun yang diputuskan. Kenyataannya betul, kami kalah," ujar Hanan saat dikonfirmasi via handphone, Jumat (4/10).

Hanan Zulkarnain menduga pihak Ridho Yahya mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk memenangkan perkara. “Kemungkinan pasangan incumbent memberikan sejumlah uang kepada MK agar tuntutan kami ditolak MK. Dan memenangkan pasangan incumbent,” ujar Hanan.
Kedua, lanjutnya, kejanggalan karena pihaknya  mengganggap KPUD Kota Prabumulih telah melakukan pelanggaran dengan memenangkan pasangan Ridho Yahya-Andriansyah Fikri.

“Tuntutan kita MK dimana KPUD Prabumulih yang meloloskan Ridho Yahya sebagai peserta calon Wali Kota sementara statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kemudian, terjadinya penggelembungan suara yang dilakukan oleh pasangan nomor urut tiga. Tapi tuntutan kami ditolak MK, padahal jelas-jelas buktinya lengkap,” kata mantan Wakil bupati Muara Enim ini.

Selanjutnya, seandainya MK tidak mau memenangkan dirinya dalam Pilkada Prabumulih, putusan tersebut seharusnya Pilkada Ulang bukan langsung memenangkan pihak Ridho Yahya. 

Sementara itu, Ketua KPU Kota Prabumulih, Wagiyo K, ketika ditanya  tanggapan perihal tersebut menjelaskan, pihaknya telah sesuai aturan dalam melaksanakan Pilkada Prabumulih. Soal Ir Hanan yang ingin meninjau ulang soal Pilkada, kata Wagiyo, ya terserah yang bersangkutan.

"Ya silakan itu urusan pak Hanan dengan MK. Pilkada Prabumulih sesuai aturan dan tidak ada kejanggalan. Hasil perhitungan juga memang dimenangkan pasangan Ir Ridho Yahya dan Andriansyah Fikri," katanya.

Wagiyo menambahkan, apa yang dilakukan Hanan ke MK merupakan haknya. Sebab, yang digugat pasangan tersebut administrasi bukan hasil PHPU.

"Waktu sidang di MK jelas, yang digugat adminsitrasinya bukan hasil pilkada. Dan untuk menggugat tersebut bukan di MK tapi di PTUN," tegas Wagiyo.

Terpisah, Wakil Walikota Andriansyah Fikri SH, ketika dimintai tanggapan soal perkataan Hanan di salah satu media TV mengatakan, apa yang dilakukan pak Hanan itu haknya. Namun, kata Fikri, ini sudah jelas yang dipermasalahkan bukan PHPU yang digugat, tapi administrasinya.

"Ya silakan itu haknya tapi hasil PHPU pasangan kami yang menang. Dan semua itu jelas tanpa ada permainan," katanya.

Andriansyah Fikri menambahkan, untuk pasangannya sama sekali tidak melakukan suap. Sebab, saat itu MK masih dipimpin oleh Mahfud MD

"Waktu sengketa Pemilukada Prabumulih MK masih dipegang Ketua  MK Mahfud MD, dan saat itu memang masih masa peralihan. Dan ketika hasil putusan MK, barulah dipegang Akil Muchtar," tegasnya.

Pria yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Prabumulih ini menambahkan, apa yang dilakukan pak Hanan itu adalah sifat cemen. Karena, beliau tidak mau mengakui kekelahan. Padahal jelas di MK, pasangannya lah yang menang. Sedangkan gugatan administrasi juga telah dilakukan di PTUN dan hasilnya sama.

"Kita minta beliau harus menerima kekalahan ini, jangan cemenlah. Di MK dan diPTUN-kan  sudah jelas hasilnya. Dan kalau beliau minta ninjau ulang ke MK soal Pilkada Prabumulih, ya silakan itu haknya," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebelum MK memenangkan pihak petahana Ridho Yahya dan Adriansyah Fikri  dengan perolehan suara 39,42 persen. Lalu, disusul Hanan – Hartono memperoleh 37,37 persen. Kemudian Zulfan – A Palo memperoleh 6,81 persen. Yuri Gagarin – Puspita memperoleh 6,03 persen. Herawati – Erwansyah memperoleh 5,80 persen. Kesuma – A. Daswan memperoleh 3,21 persen. Terakhir  Hidayatillah – Abi Samran memperoleh 1,37 persen.  (PP/02/nd)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu