Home » , » BKSDA Lakukan Investigasi Pembunuhan Harimau

BKSDA Lakukan Investigasi Pembunuhan Harimau

Written By Posmetro Prabu on 01/10/13 | 1.10.13

SUBAN JERIJI, PP - Terkait dugaan perburuan illegal di desa Suban Jeriji Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan hingga menewaskan sejumlah habitat Hewan Dilindungi seperti Harimau Sumatra langsung mendapat tanggapan serius dari balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Wilayah II Propinsi Sumatera Selatan.

Selasa (01/10) Kepala Resort Isau -Isau Pesemah BKSDA Wilayah II Lahat Candra SHut yang mendapat informasi seputar dugaan perburuan illegal Harimau Sumatra langsung turun ke Lokasi perburuan. Pantauan portal ini, Rombongan BKSDA berjumlah lima orang tersebut menyebar ke beberapa titik di Desa Suban Jeriji untuk mencari informasi seputar perburuan Illegal yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Hasil pantauan sementara menurut BKSDA Wilayah II Propinsi Sumatera Selatan, pihaknya banyak menerima laporan dan keterangan dari sejumlah warga yang mengatakan bahwa keberadaan habitat hewan dilindungi di desa Suban Jeriji sering menampakkan diri di hadapan warga. Bahkan menurut warga hewan Panthera tigris sumatrae ini terlihat jinak dan tidak menggangu. Hal itu dibuktikan dari beberapa photo yang sengaja diabadikan warga saat melihat harimau tersebut dari jarak dekat.

Berdasarkan jejak2 yang tertinggal temuan warga menyebutkan masih ada 3 ekor kawanan Harimau Sumatra dan kondisi sekarang koloni tersebut disinyalir sudah menyebarang ke sungai lengi.
"Hasil informasi yang kita dapat sementara dari warga bahwa Harimau dikawasan ini tidak seperti Harimau biasanya. Habitat Harimau Sumatra yang sering menampakkan diri dihadapan warga terlihat jinak dan terkesan tidak buas dan tidak takut terhadap manusi bahkan bisa diabadikan melalui kamera telepon selular" ujar Candra.

Dikatakan, kehadiran pihaknya ke lokasi dalam rangka pengumpulan bahan keterangan terkait pemberitaan di posmetroprabu.com dan media cetak di Sumsel.

"Apa yang kemarin termuat diberita langsung kita croschek kebenaranannya ke lapangan. Sementara hasil keterangan yang kita dapat dari Pemerintah Desa maupun warga, Harimau Sumtra kerap muncul di Kawasan ini (SP Pertamina blok 66 Suban Jeriji-red). Sejauh ini, upaya konservasi sudah konsen dilakuan dan kegiatan perburuan sudah ditangani dengan serius. Karna kasus ini terjadi di kawasan hutan produksi, kedepan menjadi bahan pertimbangan BKSDA mengingat habitat Harimau Sumatra masih ada didalamnya atau berada diluar kawasan konservasi" paparnya

Ketika disinggung Soal pembunuhan dan perburuan illegal terhadap hewan yang dilindungi ini, Candara mengungkapkan bahwa hal itu belum dapat dipastikan kebenarannya karena masih dalam pengumpulan data. Dirinya juga menambahkan bahwa tidak tertutup kemungkinan pelaku pembunuhan hewan yang dilindungi akan dijerat dengan UU. Karena kehadirannya di Lokasi saat ini sedang mendalami sejauhmana kebenaran informasi serta video pembunuhan yang beredar. Jika ada kepastian dan terbukti telah melakukan pelanggaran hukum maka akan ditindaklanjuti di BKSDA Sumsel, tegasnya.

Soal adanya tudingan yang mengarah ke Perbakin sebagai pihak yang bertanggungjawab sebagai pelaku pembunuhan Harimau Sumatra seperti peredaran Video pembunuhan Harimau Sumtra beberapa hari terakhir, Candra yang didampingi beberapa staf BKSDA ini mengungkapkan masih terlalu Dini menyimpulkan keterlibatan perbakin. Karna untuk mendapatkan atribut perbakin cukup mudah. Langkah sementara yang kita lakukan adalah memastikan kebenaran dari video tersebut, kapan, dimana dan siapa yang terlibat dalam perekaman Video, tandasnya. (pp/01)




Catatan Redaksi :

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatera, merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di taman-taman nasional di Sumatera. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.[2]

Penghancuran habitat merupakan ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 dan 2000.


Berita Terkait

- Video Pembunuhan Harimau Sumatera Beredar Dikalangan Warga
- Perbakin Bantah Disebut Sebagai Pembunuh Harimau


"Perihal keluarga pasien menuntut saya karena malpraktik, saya serahkan ke pihak yang berwenang untuk menyelesaikannya" tukas Herri. (Baher Zein)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu