Home » , » Warga OI Demo Polda

Warga OI Demo Polda

Written By Posmetro Prabu on 24/09/13 | 24.9.13

PALEMBANG, PP - Ratusan orang warga dari Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (24/9) melakukan orasi di Mapolda Sumsel. Maksud kedatangan ratusan warga ini meminta agara pihak kepolisian khususnya Polda Sumsel dapat menyelesaikan tapal batas desa mereka Desa Bakung dengan Desa Sungai Meriah, Kabupaten Muara Enim.

Dari pantauan dilapangan, pukul 11.30 Wib ratusan untuk menyampaikan aspirasi ini ke Mapolda Sumsel, ratusan warga tersebut menggunakan puluhan motor sebagian naik mobil. AkibatnyaTak ayal jalanan di depan taman simpang Polda tempat mereka memarkirkan motor menjadi macet.


Setelah memarkirkan motor mereka di taman simpang Polda, ratusan warga yang menamakan Gerakan Rakyat Bakung (Gebrak) itu langsung menuju gerbang Mapolda Sumsel untuk menyampaikan orasi mereka meminta supaya pihak kepolisian membantu mereka menyelesaikan tapal batas desa mereka, yang hingga kini belum tuntas.


Kemudian perwakilan warga, yakni Koordonator Lapangan (Korlap) Gebrak, Faisal alias madi (40), kuasa hukum warga Wahyu SH dan sejumlah warga diterima Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova SIk untuk berdialog mengenai tuntutan warga tersebut.


Korlap Gebrak, Faisal alias Madi menyampaikan hingga kini warga di desa mereka tidak mengetahui batas desa mereka dengan desa Sungai Meriah Muara Enim.


"Ya, rata warga kami ini buta huruf sehingga tidak terlalu paham dengan masalah tapal batas. Warga tahu itu tanah milik mereka karena sudah puluhan tahun mereka garap. Jadi ketika tanah itu di ambil oleh orang lain, maka warga yang tahunya untuk menyelesaikan masalah itu hanya memakai senjata tajam. Itulah yang kami takutkan kalau tidak segera diselesaikan," ungkap Madi.


Apalagi dikatakan Madi, saat ini di daerah tapal batas itu ada tiga perusahaan besar yang membuka areal perkebunan. Sehingga kebanyakan tanah milik warga di desanya diserobot tiga perusahaan tersebut.


"Ya, maksud kedatangan kami dari Desa Bakung meminta pihak Kepolisian supaya bisa menyelesaikan masalah tapal batas itu. Kalau tidak ada penyelesaiannya, warga nanti mengambil langkah main hakim sendiri," tegasnya.


Sementara kuasa hukum warga, Wahyu SH mengatakan, warga datang ke Polda hanya untuk menyampaikan keinginan warga serta menyerahkan dokumen tanah milik warga di wilayah tapal batas tersebut untuk dipelajari pihak Kepolisian.


"Dokumen itu kami serahkan supaya pihak kepolisian bisa mempelajarinya dan tindak lanjuti. Apalagi tiga perusahaan yang ada di tapal batas itu tidak mempunyai izin prinsip. Nanti, setelah dokumen itu kami serahkan, barulah perwakilan warga akan membuat laporan polisi," pungkasnya.


Menanggapi keinginan warga Desa Bakung, Indralaya OI itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova SIk menyarankan agar membuat laporan resmi terlebih dahulu.


"Untuk dokumen itu jangan diserahkan dulu. Kecuali kalau sudah membuat laporan secara tertulis. Yang jelas setiap laporan akan diterima dan di pelajari. Semua akan kami tindaklanjuti," tegas Djarod.
(pp/04)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu