Home » » Sungai Abab, Riwayatmu Kini

Sungai Abab, Riwayatmu Kini

Written By Posmetro Prabu on 20/09/13 | 20.9.13

PALI, PP - Dengan berbekal perahu  ban bekas bersama kawan kawan saat libur sekolah  sambil membawa bontot (bekal),  terjun di hulu sungai Abab sambil bermain air yang jernih dan berhanyutan sampai  hilir sungaI. Woww..sebuah kenangan  yang tak terlupakan .

Namun kini dengan kondisi sungai yang penuh dengan sampah dan terjadi penyempitan di sana sini di tambah warna air sungai abab yang sedikit kecoklatan dan yang lebih membuat prihatin sampah plastik yang menempel tersangkut di pohon dan bibir sungai  membentuk  seperti dekorasi  memualkan, kesemuanya  menambah keengganan untuk bernostalgia seperti dulu.

Sungai Abab yang mengaliri persis di tengah Kota Pendopo dan membelah Kota Pendopo menjadi dua bagian, kalau  dimanfaatkan akan menjadi  aset tersendiri untuk warganya, walau pun kecil tapi bisa di jadikan tempat rekreasi warga bukan di jadikan TPA seperti sekarang ini.  Adalah kewajiban kita semua akan permasalahan ini karena kita pernah merasakan bagaimana sungai mengamuk, meminta tumbal seperti beberapa tahun yang lalu mestinya menjadi pengalaman yang berharga.

Kondisi Sungai Abab sekarang ini akankah menjadi masalah serius untuk masa masa yang akan datang,  apabila tidak mendapat perhatian sekarang ini dan hal ini tentunya menjadi PR,  baik dari warganya maupun pemerintah Kabupaten Pali, karena seperti kita ketahui hampir setiap sungai yang melintasi kota kota di Indonesia menjadi masalah seperti Sungai Ciliwung di  ibukota Jakarta, Samarinda dan juga kota kota besar lainya.

Sebagai kota yang mulai menampakan kedinamisanya Talang Ubi  Pendopo di harapkan dapat mempersiapkan segalah sesuatunya  untuk menjadi ibukota kabupaten nyaman indah dan rapi.
 
Kejadian  sungai Abab beberapah waktu yang lalu yang sempat ngamuk  dan mengakibatkan korban harta benda dan bahkan nyawa mestinya jadi pelajaran bagi warga kota dan terutama masyarakat,  untuk tetap memelihara dan menjaganya , karena alam akan bersahabat apabila kita manusia menjaga dan sebaliknya akan murka saat tidak di perhatikan dan terabaikan dan terakhir ada pameo yang bijak untuk diingatkan bahwa alam bukan milik kita. tetapi alam adalah titipan anak cucu kita. (pede)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu