Metro Update :

Belasan Warga Ujanmas Datangi Kontraktor Proyek Double Track

29 Sep 2013

MUARA ENIM, PP -Pembangunan jalur rel ganda (double track) kereta api, di wilayah dekat kebun karet warga Desa Pinang Belarik Kecamatan Ujanmas menuai masalah. Pembangunan rel itu, menyebabkan beberapa hektar kebun karet milik warga terendam akibat buruknya sistim AMDAL perusahaan yang mengerjakan pembangunan. Akhirnya, kamis (26/09) warga berbondong-bondong mendatangi wilayah kerja PT Perusahaan Perumahan (PP) Persero, yang berlokasi di dekat kebun karet milik mereka.

Saat itupun, warga langsung mengadakan pertemuan dengan pimpinan PT. PP Persero guna menanyakan perihal tanaman karet yang terendam akibat genangan air ketika hujan tiba. Pertemuan warga dan pimpinan PT PP Persero itupun, disaksikan oleh Suryo perwakilan PT PP, Kepala Desa Pinang Belarik, Aparat TNI dari Koramil Muaraenim, Anggota Polsek Gunung Megang, dan LSM FAMOUS Ujanmas Muara Enim.
Dalam pertemuan, warga menuntut kepada PT PP Persero agar segera mengganti rugi tanaman karet yang mati akibat genangan air dan penyumbatan gorong-gorong yang pembuatannya sangat tidak sesuai, sehingga ketika hujan tiba terjadi banjir yang masuk ke kebun warga. "Ketika dilakukan pengecekan dilapangan memang benar 14 hektar kebun karet milik warga dengan tanam tumbuh batang karet banyak yang mati,terdapat juga tanaman Duku dan Durian yang berumur kurang lebih 20 tahun," ungkap Nusim, sesepuh adat Desa Pinang Belarik, (29/9).

Nusim sendiri meminta kepada PT PP agar semua gorong-gorong yang kecil yang tertimbun tanah agar dibuka kembali agar ketika hujan, tidak terjadi lagi banjir di daerah itu. Usai melakukan pengecekan dan penghitungan batang karet yang mati, kata dia, saat itu warga dan aparat pemerintah desa langsung mengadakan musyawarah di kantor Kades Pinang Belarik. Dalam musyawarah itu, kata Nusim, terjadilah perdebatan yang sangat alot, Warga menuntut agar PT. Perusahaan Perumahan (PP) Persero segera mengganti tanam tumbuh karet yang mati dengan nominal Rp 750.000 perbatang.

Apabila PT PP Persero memperlambat atau menunda ganti rugi tanaman karet yang mati, maka warga akan melakukan penyetopan pekerjan PT. PP Persero di wilayah kebun karet mereka."Kami tidak mau dibohongi lagi oleh PT PP ini, sebab kami sudah beberapa kali memberi tahu tentang keluhan kami,agar mari duduk bersama untuk menyelesaikan pemasalahan yang ada selama ini, tapi kenyataannya PT PP cuma bisa memberi jawaban yang tidak menyelesaikan permasalahan yang ada, jawabnya nanti dan nanti terus," timpal seorang warga lainnya.

Perwakilan PT PP Persero, Suryo mengatakan dirinya akan menyampaikan keluhan warga ke pimpinan perusahaan. "Kalau sekarang saya tidak bisa memutuskan diganti atau tidak, saya cuma bisa menampung aspirasi bapak-bapak," kata dia.

Pertemuan di Kantor Kepala Desa berakhir dengan kesepakatan warga dan PT. PP Persero pada Senin(30/9), akan mengadakan pertemuan yang terakhir. Dijanjikan apabila tidak ada kesepakatan maka warga akan melakukan aksi penyetopan kerja PT PP Persero di lokasi.

Sementara itu, Kepala Desa Pinang Belarik, Arsuan, mengatakan dalam musyawarah ini dirinya selaku Pemerintah Desa Pinang Belarik meminta agar pihak perusahaan segera menyelesaikan permasalahan agar tidak berlaru- larut lagi. "Bila warga melakukan penyetopan, maka hal itu sudah kita ketahui bersama," jelas Arsuan.
(pp/pd)
Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

Saran dan kritikan anda sangat kami harapkan untuk perbaikan pemberitaan media ini kedepannya. Silahkan berikan komentar anda pada kolom dibawah seputar pemberitaan diatas. Salam Posmetro Prabu

 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung