Home » , » Perbakin Bantah Disebut Sebagai Pembunuh Harimau

Perbakin Bantah Disebut Sebagai Pembunuh Harimau

Written By Posmetro Prabu on 30/09/13 | 30.9.13

PRABUMULIH, PP – Beredarnya Video Pembantaian Harimau Sumatera di Prabumulih, Muara Enim dan PALI, yang menyatakan bahwa pelakunya adalah anggota Perbakin, dibantah keras. Fitriansyah L SH, anggota Perbakin Sumsel pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pelaku pembantaian dan perekaman video itu bukan anggota Perbakin. Ia menjelaskan bahwa anggota Perbakin yang berada di Prabumulih dan Muara Enim mempunyai izin jelas dan lisensi senjata yang dikeluarkan oleh Polda Sumsel. Untuk wilayah Prabumulih dan Muara Enim hanya lima orang yang memiliki izin resmi.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini mengatakan orang tersebut hanya mengkambinghitamkan organisasinya saja atau mengaku sebagai anggota Perbakin. Ia juga menuturkan lima orang pemegang izin senjata api tersebut siap diperiksa mengenai tuduhan warga bahwa pelaku penembakan tersebut adalah anggota Perbakin.

“Kita siap membantu pihak kepolisian untuk menangkap pelaku penembakan tersebut. Bagaimanapun penembakan terhadap hewan konservasi merupakan tindakan pidana dan menyalahi undang-undang,” terangnya.
Fitriansyah menjelaskan dirinya memang sering menemui para pemburu gelap yang mengaku-aku sebagai anggota Perbakin berburu di wilayah Desa Suban Jeriji tersebut. Mereka kebanyakan menggunakan senjata api rakitan atau senjata api asli namun tidak memiliki lisesnsi pemburu serta izin menggunakan senjata tersebut.

Buruan mereka (pemburu liar,- red)pun bukan hama babi seperti yang dilakukan oleh Fitriansyah serta teman-temannya yang lain melainkan hewan-hewan langka seperti rusa, harimau serta hewan yang dilindungi lainnya.

“Kita sering melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian namun belum ada tindakan nyata dari aparat untuk menangkap para pemburu gelap itu. Terus terang dengan kejadian ini, itu sama saja mencoreng nama baik dari organisasi resmi pemburu,” ungkapnya seraya mengatakan agar kejadian ini benar-benar diusut secara tuntas serta pelaku penembakan Harimau segera ditangkap untuk menimbulkan efek jera bagi pemburu gelap lainnya.

Hal Senada juga diungkapkan salah seorang anggota Perbakin lainnya, Hendri Fauzi SP mengatakan perburuan hewan konservasi  bukan saja melanggar undang-undang perlindungan satwa, tapi juga menyalahi kode etik pemburu. Untuk mengambil lisensi kepemilikan senjata ini tidaklah mudah. Selain melakukan tes psikologis, kesehatan, serta kemampuan, pihaknya juga harus melakukan pembaruan atau laporan setiap 10 hari sekali ke Polda Sumsel. Ia pun menunjukkan SK mengenai izin kepemilikan senjata, lengkap dengan data nama dan jenis senjata yang mendapat izin dari Polda Sumsel.
"Kami pun tak mau senjata kami diserahkan, dan dimusnahkan karena penggunaan tak sesuai izin dan berburu binatang langka dan dilindungi," tambah Hendri.

“Jadi gerak-gerik para pemilik senjata api benar-benar diawasi oleh pihak kepolisian. Kami juga tidak akan menyalahi aturan yang telah dibuat karena untuk mendapatkan lisensi pemburu ini benar-benar sulit,” pungkasnya. (bmg)



Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu