Home » » Pengusaha Tahu Mulai Siasati Tingginya Harga Kedelai

Pengusaha Tahu Mulai Siasati Tingginya Harga Kedelai

Written By Posmetro Prabu on 13/09/13 | 13.9.13


PRABUMULIH, PP – Sejumlah pengusaha pembuatan tahu di Kota Prabumulih mulai menyiasati penjualan tahu di pasaran agar tetap bertahan ditengah terus melambungnya harga bahan baku kedelai di pasaran. Mulai dari memberikan pilihan harga paketan kantong, sampai pengurangan bentuk ukuran tahu yang dijual di konsumen.
 
Salah satunya seperti yang dilakukan pengusaha pembuat tahu Kasrun (50). Menurut pria yang mengaku sudah mulai menggeluti usaha pembuatan tahu sejak tahun 1997 ini, dirinya terpaksa mengurangi ukuran bentuk potongan tahu yang dipasarkannya dan dikemasnya dalam bentuk paket pilihan. “Kita terpaksa mengurangi bentuk ukuran tahunya, namun kualitas rasa tetap kita jaga agar usaha kita ini tetap bertahan,” ungkap Kasrun, ditemui dirumah produksi pembuatan tahu miliknya, di kawasan Prabusari, Kecamatan Prabumulih Selatan, Jumat (13/9) sore.
 
Diakuinya pasca melonjaknya harga bahan baku kedelai dari harga Rp7.500 perkilo hingga tembus Rp 9.700 perkilo, dirinya bersama pengusaha pembuat tahu lainnya yang berada di daerah tersebut, sempat panik. Kenaikan harga bahan baku kedelai kali ini disebutnya adalah yang terparah sejak beberapa tahun terakhir, sebelumnya harga kedelai sempat mengalami kenaikan dari harga Rp6.000 perkilo naik menjadi Rp8.000 perkilonya. “Namun kami tetap bersyukur, meski naik stok bahan baku kedelai tetap banyak,” ujar Kasrun.
 
Diakui Kasrun, untuk stok bahan baku kedelai dirinya bersama pengusaha dan pedagang tahu lainnya mengambil dari provinsi tetangga, Lampung. “Untuk masalah stok, kami tidak khawatir karena mengambil dari Kota Lampung, tapi harganya sebab bila naik lagi kami khawatir. Ini saja kita terpaksa mensiasati dengan mengurangi bentuk ukuran potongan tahunya,” sebut Kasrun, seraya berharap pihak Pemerintah dapat segera mengatasi dan menekan harga bahan baku kedelai kembali normal.
 
Diantaranya dia katakan, dengan memberikan empat pilihan potongan yang dijual dalam bentuk paket kantong pilihan, mulai dari harga Rp15 ribuan perkantong hingga mencapai ratusan ribu perkantong tergantung banyak dan ukuran bentuk potongan tahu. Hal itu mereka lakukan untuk menjaga kualitas rasa dan kepuasan pelanggan kepada salah satu makanan empat sehat lima sempurna tersebut.

"Banyak ibu-ibu yang sudah lama menjadi pelanggan kita, akan keberatan kalau harga tahu tiba-tiba dinaikkan drastis atau ukurannya diperkecil.  Sehingga disiasati dengan membuat empat pilihan ukuran tahu dan dijual sesuai pilihan konsumen," jelas Kasrun.

Cara ini pun dirasakannya cukup berhasil dan tidak menemui hambatan di pasaran. Terbukti, dari produksi 70 kilogram kedelai untuk pembuatan sebanyak 50 ribu potongan tahu setiap harinya, selalu terjual habis. “Alhamdulillah, selalu tidak tersisa. Dari rata-rata sekitar 70 kilogram pembuatan bahan baku kedelai menjadi tahu setiap harinya selalu habis,” tukasnya.
 
Kondisi yang sama juga ditemukan pada pengusaha tahu lainnya. Rata-rata produksi penjualan tahu di kawasan yang terkenal dengan sentra pembuatan tahu tersebut, tidak banyak mengalami penurunan. “Penjualan tahu disini tetap stabil, tidak begitu ada penurunan. Hanya ada beberapa hari kemarin, karena permintaan dari kelompok dan pedagang tahu – tempe yang meminta untuk melakukan mogok penjualan tahu, tapi itu tidak lama cuma 2 hari pak, dan sekarang sudah berjualan lagi,” ujar salah satu pengusaha pembuat tahu lainnya, yang enggan menyebutkan namanya ini, singkat. (pp/02)

Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu