Home » , » Kendaraan Pengangkut Alat Rig Pengeboran dihadang Warga

Kendaraan Pengangkut Alat Rig Pengeboran dihadang Warga

Written By Posmetro Prabu on 20/09/13 | 20.9.13

PRABUMULIH, PP  –  Sekitar Puluhan orang yang diduga gabungan anggota LSM dan warga diketahui turun ke jalan untuk menghadang puluhan kendaraan berat jenis fuso pengangkut alat-alat rig pengeboran, yang melintas di Lalan Lingkar kota Prabumulih. Penghadangan itu dilatarbelakangi karena kendaraan berat jenis fuso milik transportir PT Gemilang Utama itu, melebihi tonase jalan sehingga bisa mengakibatkan Jalan Lingkar kembali rusak.

Warga yang melakukan penghadangan kebanyakan tinggal didekat lokasi Jalan Lingkar itu sendiri. Pantauan dilapangan diketahui puluhan kendaraan fuso yang mengangkut alat-alat rig milik PT HPS dari Pelabuhan Boom Baru Palembang tujuan Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan ini, ternyata sudah dihadang selama dua hari kemarin  bahkan nyaris luput dari pantau awak media

Warga terlihat tidak mengizinkan kendaran itu lewat sampai ada penyelesaian masalah yang jelas. “Kami minta agar mereka mengurangi muatannya sesuai rambu-rambu yakni, hanya batas 5 ton. Jika dibiarkan lewat terus, dikhawatirkan jalan ini akan cepat rusak,” ujar pria yang mengaku bernama Tono, Kamis (19/9) pukul 18.30 WIB

Tono mengatakan, rusaknya Jalan Lingkar diakibatkan oleh kendaraan berat yang melintas melebihi kapasitas jalan. Padahal  diketahui jalan lingkar dirancang oleh Pemkot Prabumulih, untuk bisa menahan beban sebatas 5 ton saja. Hal ini cukup merugikan, karena dana yang dibangun merupakan uang hasil pajak masyarakat Prabumulih.

"Sudah sebaiknya kami ikut memelihara jalan tersebut, karena jalan tersebut sering kami lalui. Andaikata kembali rusak sangat disayangkan, sedangkan pihak pengguna jalan cuek aja. Dari pada nantinya uang rakyat digunakan untuk perbaikan jalan lingkar lagi, lebih digunakan untuk pembangunan yang menjadi kepentingan warga," katanya.
 
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Prabumulih  T Kosim Cikming, ketika dikonfirmasi, Kamis (19/9) malam  terkait aksi penyetopan yang dilakukan oleh sekelompok warga mengaku, belum mendapat laporan. Namun, menurut Kosim, informasi ini secepatnya akan diteruskan ke anggotanya untuk menyelesaikan permasalahan itu. Bahkan Kosim membenarkan, jika Jalan Lingkar tersebut merupakan jalan kota dan bertekanan sumbu hanya 5 ton.

"Sangat disesalkan tindakan pihak transportir yang tidak berkoordinasi dengan pihaknya terlebih dahulu. Sebab, seandainya ada koordinasi, kita dapat memberikan solusi agar kendaraan itu bisa melintas di jalan negara yaitu Jalan Jenderal Sudirman, yakni pada jam 06.00 WIB atau disaat aktivitas di jalan Sudirman sepi,” tegasnya.

Sementara itu, pantauan Palembang Ekspres, dilapangan, Jumat (20/9) terlihat puluhan kendaraan fuso pengangkut alat-alat rig sudah tidak berada ditempat. Kendaraan tersebut telah dilepaskan warga setelah terjadi pertemuan antara pihak pengusaha dan warga.

"Ya kemarin telah sepakat,  jadi mobil itu dilepaskan semua," ujar warga yang enggan disebutkan namanya. (pp/an)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu