Home » » Diduga Malpraktik, dr Heri Terancam Dipolisikan

Diduga Malpraktik, dr Heri Terancam Dipolisikan

Written By Posmetro Prabu on 11/09/13 | 11.9.13

PALI, PP - Selasa siang (10/9) sekitar pukul 14.15 WIB, Yusnidar alias Woneng (56) warga Rt  42 Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi karena mengalami bengkak dan kulit terkelupas pada bagian wajah dan ruam merah diseluruh badannya.

Yusnidar yang sekitar sebulan lalu mengeluhkan rasa gatal dipipi, mulanya memeriksakan keadaan tak biasanya ini pada Bidan Anis yang buka praktik di Pasar Bhayangkara, namun keluhannya ini meski sudah diobati belum juga menunjukan hasil.
 
Tak juga merasakan kesembuhan, keesokan harinya Yusnidar kembali memeriksakan kondisinya ke Bidan lain,  Nelly di Sumberjo Talang Ubi Utara yang juga Kepala Puskesmas Talang Ubi ini, namun usahanya tetap saja tak membuahkan hasil.
Puas dengan usahanya berobat ke Bidan Desa, tak putus asa Yusnidar pada 22 Agustus 2013 berobat disalah satu dokter praktik yang buka persis di depan RSUD. Namun usahanya ini malah membuatnya mesti tinggal di ruang Adenium pada Selasa siang (10/9) salah satu kamar rawat inap RSUD untuk dirawat inap.

"Setelah minum obat dari Dokter Herri, bukannya sembuh malah bertambah parah pak" kata Yusnidar pada wartawan yang siang itu terlihat masih menahan rasa sakitnya dan gatal diseluruh bagian tubuhnya.
Yusnidar juga mengeluhkan tindakan medis yang dilakukan Dokter Herri mengenai penyakitnya ini. "Saya datang ke dokter kan minta diobati dan saya membayarnya untuk kesembuhan saya. Dua kali kontrol, obat yang diberi kepada saya berbeda jenisnya, ko' Dokter Herri nyembuhin pasien pake acara coba-coba, coba pake obat yang ini dulu, kalau tidak ada perubahan obatnya diganti dengan obat yang lain" kata Yusnidar menuturkan.

Adik kandung Yusnidar; Edi Yusuf yang menemaninya di RSUD, terdengar berang dengan sikap tidak profesionalnya sang dokter. Edi menuding dokter telah mal praktek dalam tindakan medisnya. "Saya orang awam pak, biarkan saja nanti pengadilan yang memutuskan" tegas Edi yang rencananya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI; Eni Zatila yang dikonfirmasi via telpon menjelaskan bahwa apa yang dimaksud dengan mal praktek adalah kesalahan dalam tindakan medis dan untuk menentukan sebuah kasus mal praktek atau tidak tentu membutuhkan penanganan dan pihak yang berkompeten, terang Eni singkat.

Menurut dokter jaga UGD di RSUD, Nunik yang menangani Yusnidar, menyebutkan bahwa pasiennya mengalami radang kulit yang muncul akibat alergi, hanya saja kita mesti mendalami riwayat pasien dalam mengkonsumsi makanannya, apakah makanan yang dikonsumsinya setiap harilah yang menyebabkan si pasien alergi atau obat yang diberikan dokter Herri sebagai pemicu alergi tersebut ini perlu penanganan khusus.

"Secara general kondisinya tidak gawat darurat, bengkak merah dan kulit wajah terkelupas seperti yang kita lihat, itu karena alergi. Nah, untuk tau penyebabnya perlu penanganan dan tindakan khusus. Kami disini hanya menolong pasien dan berusaha mengobati rasa gatal dan bengkak akibat alergi tersebut" terang Nunik
Dokter Herri sendiri saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa Yusnidar adalah pasiennya. "Benar pak, pasien atas nama Yusnidar berobat kesini pada 22 Agustus dan 26 Agustus 2013 lalu dan baru saya ketahui kondisi terakhirnya kemarin setelah adik kandung pasien memberitahukannya" terang Herri.

Ditambahkan Herri, saat pasien datang untuk kali pertama, keluhannya hanya rasa gatal dan sedikit bengkak pada bagian sekitar mata, lalu dengan diberikan obat anti alergi ternyata tubuh sipasien tidak merespon khasiat obat yang diberikannya, maka untuk yang kedua kali si pasien datang dengan keluhan yang sama, Herri mengganti obatnya dengan jenis yang lain yang sama-sama berkhasiat sebagai anti alergi.
"Saya jamin jenis obat yang saya berikan tidak menyebabkan alergi, masa obat anti alergi menyebabkan alergi" kilah Heri berlogika.
"Perihal keluarga pasien menuntut saya karena malpraktik, saya serahkan ke pihak yang berwenang untuk menyelesaikannya" tukas Herri. (Baher Zein)
Share this article :

Posting Komentar

Situs Berita Online POSMETROPRABU.COM. Pertama dan Terbesar di Kota Prabumulih. Terbit sejak Juni 2011

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu