Metro Update :

Tanah Ambles, Belasan Rumah Warga Tanjung Miring Rusak Berat

16 Mar 2013


OGAN ILIR, PM - Belasan warga Dusun Tanjung Miring, Kabupaten Ogan Ilir terpaksa harus mengungsi akibat tanah tempat rumah mereka berdiri ambles sabtu kemarin (9/3). Salah satu warga dusun Samroni (42) mengatakan, amblesnya tanah tersebut sudah pernah juga terjadi pada tahun 2012. Namun parahnya tidak seperti yang sekarang ini, ujarnya. Menurut Samroni, pada awalnya, terjadi tanah bergerak seperti gempa dan tiba-tiba turun atau ambles membuat beberapa rumah rusak berat.

Selain tanah ambles juga terjadi retakan pada tanah sepanjang hampir 60 meter. Lokasi tanah ambles dan retak itu merupakan kawasan bukit atau tepatnya berada di atas sungai. Dari keterangan yang diperoleh melalui warga sekitar, Amblesnya tanah di desa tersebut di duga akibat tambang pengeboran minyak bumi milik Pertamina Region Sumatera. Tidak jauh dari lokasi amblesnya tanah ini adalah bekas sumur bor yang sekarang di kelola oleh PT.Coper Energi Sub Contraktor Pertamina EP, ujar warga.

Dilokasi kejadian saat wartawan portal ini mencari informasi, pihak perusahaan PT.Coper  Energi datang melakukan kunjungan untuk melihat situasi di tempat kejadian. Namun pihak PT.Coper Energi sendiri saat dibincangi portal ini seputar kedatangannya di lokasi kejadian mengaku hanya ingin melihat secara langsung kondisi peristiwa amblesnya tanah milik warga. Dan secara kebetulan ini adalah dusun salah satu karyawan kita di PT.Cooper Energi, ujar Jojo salah satu Staf di perusahaan tersebut.

Jojo enggan berkomentar banyak seputar peristiwa amblesnya tanah di pemukiman warga dengan alasan bahwa kedatangannya ke lokasi kejadian hanya ingin melihat-lihat saja, bukan untuk melakukan analisa bagaimana kejadian tersebut bisa terjadi.

"Ia benar kita dari PT.Coper Energi. Kedatangan kita hanya ingin melihat lokasi kejadian saja karena salah satu karyawan kita adalah warga sini. Soal penyebab terjadinya ambles, kita kesini bukan untuk menganalisa, hanya sekedar melihat-lihat saja" ujar Jojo.

Data yang dapat dihimpun portal ini menyebutkan akibat peristiwa tersebut, empat kepala keluarga terpaksa harus mengungsi akibat rumahnya rusak parah. Sementara belasan warga lainnya masih mencoba bertahan kendati perasaan was-was selalu mnghinggapi. Ke empat kepala keluarga yang mengungsi tersebut antara lain, Idran, Abunawas, Basori dan Samroni.

Para korban tanah ambles ini berharap kiranya Pemerintah Ogan Ilir maupun perusahaan sekitar dapat memberikan bantuan guna meringankan beban warga untuk mendirikan kembali bangunan yang telah rusak. Sebahagian warga masih ada yang bertahan walau sesungguhnya mereka masih was-was akibat keterbatasan dana untuk mendirikan rumah di tempat yang lebih aman, ujar Samroni.

Kepala Desa Tanjung Miring Rusman M, ketika ditemui dirumahnya membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, peristiwa yang mengakibatkan tanah ambles di desa Tanjung Miring Kabupaten Ogan Ilir adalah faktor alam. Dikatakan, Sehari setelah peristiwa tersebut terjadi Unsur muspida kecamatan sudah terjun ke lokasi kejadian. Selain itu, badan nasional penanggulangan bencana alam (BNPB) Kabupaten Ogan Ilir, Dinas Sosial Kab. Ogan Ilir dan Dinas Pertambangan juga sudah terjun ke lokasi beberapa waktu lalu.

Untuk saat ini menurut Rusman, pihak korban belum pernah menerima bantuan berupa dana dari pihak manapun terlebih dari pemerintah. Namun bantuan berupa makanan sudah ada dari beberapa pihak. Dalam kondisi seperti sekarang ini kita atas nama korban tanah ambles berharap bantuan dari pemerintah guna meringankan beban warga yang menjadi korban untuk mendirikan rumah baru di tempat yang lebih aman, tandasnya. PM/RED

Berita Terkait

- Raskin Kelurahan Patih Galung ditalangi Ketua RT
- Besok, RS AR Bunda, Bakal Didemo
Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

Saran dan kritikan anda sangat kami harapkan untuk perbaikan pemberitaan media ini kedepannya. Silahkan berikan komentar anda pada kolom dibawah seputar pemberitaan diatas. Salam Posmetro Prabu

 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung