News Update :

PWI, JPC dan Hipmi Prabumulih Besuk Korban Pembacokan dan Beri Bantuan

16 Apr 2015

PRABUMULIH, PP - usai melakukan aksi damai dan penggalangan dana bagi pegawai DLLAJ yang menjadi korban pembacokan yang membuat korban muhamad sukur(55) terbaring kritis di RSUD kota Prabumulih.Rombongan pengunjuk rasa yang terdiri dari wartawan kota prabumulih dan pengurus Hipmi bergerak menuju RSUD Kota Prabumulih.

Para pendemo yang diwakili oleh Ketua PWI kota Prabumulih Abdullah Doni dan Ketua HIPMI kota Prabumulih Deni Victoria SH memberikan bantuan kepada istri korban pembacokan.

Ketua PWI kota Prabumulih abdullah Doni mengungkapkan turut prihatin atas musibah yang menimpa korban muhamad sukur dan keluarga serta berharap agar korban segera di berikan kesembuhan.

Terpisah,Hal senada diungkap Walikota Prabumulih Ir Ridho yahya MM saat dibincangi usai membesuk korban, Ridho turut prihatin atas kejadian yang menimpa korban. Pemerintah kota prabumulih akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban,karena saat itu sedang menjalankan tugas.
  
"Seluruh biaya pengobatan pemkot yang menanggung sepenuhnya termasuk biaya keluarga pasien selama di rumah sakit. saya rasa itu yang saat ini sangat di perlukan korban maupun keluarga,"ujarnya.
  
Ridho berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan segera mengusut tuntas kasus ini.(pp/ind)

PWI, JPC dan Hipmi Gelar Aksi Penggalangan Dana Bagi Korban Pembacokan

PRABUMULIH, PP - Puluhan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Prabumulih dan HIPMI kota Prabumulih kamis(16/4)menggelar aksi damai dan penggalangan dana untuk Muhammad sukurman pegawai DLLAJ yang menjadi  korban pembacokan pada rabu(15/4) di bawah jembatan PTM kota prabumulih.yang mengakibatkan korban mengalami luka bacok dileher.

Aksi damai tersebut dikomandoi langsung oleh ketua PWI kota Prabumulih Abdullah doni.
Abdullah doni di dampingi ketua Hipmi kota Prabumulih Deni Victoria dalam orasinya menghimbau aparat kepolisian segera menangkap dan mengusut tuntas kasus tersebut,sehingga tidak terjadi lagi aksi premanisme di kota prabumulih.

Para pengunjuk rasa memulai aksi damai dan penggalangan dana di Patung Kuda jalan padat karya kemudian pangunjuk rasa bergerak menuju Pasar Tradisional Modern(PTM) untuk melanjutkan aksi.

Aksi tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan oleh Ketua Hipmi kepada Ketua PWI kota Prabumulih untuk korban pembacokan sukur. (pp/ind)

Dusun Cinta Cimacam. Surga Bagi Para Pria Penyuka Istri Simpanan

15 Apr 2015

Satu dusun di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi surga bagi pria penyuka istri simpanan. Kebanyakan warga perempuan dewasanya di sana pernah menikah siri lebih dari lima kali. Tapi mereka tak tergiur memasarkan cintanya via online. Berikut ini liputan media ini ke dusun tersebut baru-baru ini.

ITULAH Dusun Cimacan, Desa Blimbing, Kecamatan Pegaden Barat, Subang. Dusun itu dikenal sebagai lokasi prostitusi sejak 1990-an, dengan julukan Dusun Cinta. Itu karena saat itu hampir setiap rumah di sana mejadi rumah bordir dengan puluhan wanita muda cantik yang siap melayani pria hidung belang.

Tapi sejak sekitar 10 tahun lalu, rumah-rumah bordir di Dusun Cinta meredup. Itu lantaran kalah bersaing dengan tempat prostitusi di kawasan-kawasan Subang lainya. Selain itu, tidak sedikit warga perempuan dewasanya yang dinikahi secara siri (diam-diam) oleh pejabat dan pengusaha asal luar Subang. “Sekarang rumah bordir kurang dari sepuluh,” ujar Sunarta (47), seorang warga.

Meski rumah bordir sudah jarang, Cimacan hingga kini tetap dikenal sebagai Dusun Cinta. Itu karena hampir semua warga perempuan dewasanya dinikahi secara siri. Selain itu, tak sedikit wanita yang menerima tamu hidung belang di rumahnya sendiri. Bahkan banyak juga orangtua yang menawarkan anak perempuannya kepada pria yang bertamu. Tempat “praktik”-nya tentu di rumah warga itu sendiri.

Menuju dusun yang berlokasi sekitar 134 km dari Jakarta itu gampang. Sesampai di pusat kota Subang, tamu lantas menyusuri jalan beraspal berlobang-lobang sejauh sekitar 35 km. Di kanan-kiri sepanjang jalan selabar enam meter itu tampak hamparan tanaman padi. Di mulut jalan memasuki Desa Belimbing banyak tukang ojek menunggu penumpang.

Sepintas Dusun Cimacan sama dengan dusun-dusun lainnya. Pepohonan yang rindang di kanan-kiri jalan membuat udara sejuk di dusun dengan sekitar 500 warga itu. Bangunan rumah-rumahnya, meski dari beton, tidak semewah di kota. Saat media ini melintas dengan sepeda motor, sejumlah ibu-ibu tengah ngobrol dengan lesehan di teras rumah. Sementara anak-anak bermain di halaman rumah.

Karena baru kali pertama ke Dusun Cimacan, media ini lebih dulu mampir di satu warung kopi tak jauh dari mulut jalan masuk dusun. Dari situlah dapat informasi bahwa perempuan di dusun itu enggan diajak mengobrol kalau  tidak “memakainya”. Mereka juga dipastikan menolak kalau tamunya media.

Saat melewati jalan dusun, sekitar 200 meter dari warung kopi, media ini disapa Sunarta (47). Pria berkulit hitam itu mengajak mampir di rumahnya yang berada persis di pinggir jalan. Begitu memasuki ruang tamu, Warti (40), istri Sunarta, langsung menyuguhkan segelas air putih. Tak lama kemudian, seorang wanita muda cantik datang membawa pisang goreng. “Ini anak kami,” ujar Sunarta. Cewek itu berinisial nama NS.

Sunarta dan Warti lantas meninggalkan kami berdua. Setelah setuju soal tarif, NS makin akrab. Dia berusia 25 tahun. Statusnya janda satu anak. Kulitnya putih, rambutnya sebahu dan hidungnya agak mancung.  Badannya tak gendut, setingginya sekitar 160 cm. “Ngobrolnya di kamar saja yuk...,” kata NS, sambil menarik tangan media ini.

Di kamar berukuran sekitar 6 X 5 itu meter terpajang beberapa foto. Antara lain foto dua kali pernikahannya dan foto anak laki-lakinya yang kini berusia tiga tahun. Tak banyak barang di kamar itu, kecuali tempat tidur, lemari pakaian dan satu kipas angin. “Aku memang sudah dua kali nikah siri,” ujar NS. Suami pertama seorang anggota TNI yang mengaku berpangkat kolonel. Suami keduanya pengusaha tekstil asal Jakarta. “Anak ini dari suami kedua,” ujarnya.

Menurut NS, kedua suaminya itu menghilang begitu saja. Suami kedua bahkan kabur sekitar sebulan sebelum anaknya lahir. Meski begitu, NS senang-senang saja. Dia tidak mencari dan menuntut suami untuk memberikan nafkah lahir-bathin. Karena suami siri menghilang itu sudah lumrah di dusunnya. Karena itu pula warga sama sekali tidak menggunjingkannya.

“Aku masih mending dua kali menikah. Yang lebih dari saya banyak di dusun ini. Rata-rata lima kali menikah ," kata perempuan tamatan SMP ini. NS mengaku sejak lulus SMP sudah bekerja di rumah bordir tetangganya karena diminta orangtuanya. Saat itu dia dibayar sesuai jumlah tamu yang dilayani di ranjang, atau pun tamu yang cuma minta ditemani minum. Untuk tamu yang ngamar, dia dapatkan Rp 100 ribu, dan untuk menemani tamu minum-minum Rp 50 ribu/tiga jam. Upah itu dibayar perminggu. “Aku dapat uang harian dari tips pemberian tamu,” kata NS.

Lima tahun lamanya NS di bordir. Seiring makin berkurangnya bordir, NS pun menganggur. Tapi demi pendapatan, sejak saat itu pula dia melayani tamu di rumahnya yang dikenalkan kedua orangtuanya dan tetangga. Dia pun bersedia menjadi istri simpanan dengan cara dinikahi secara siri oleh seorang tamunya yang mengaku perwira TNI. “Orangtua yang mengenalkan tamu itu. Saat itu aku masih 19 tahun,” ujar NS. Saat itu mas kawinnya uang tunai Rp 15 juta.

Belum genap setahun menikah, suami NS menghilang. Sebelum menghilang, suaminya itu selalu datang seminggu sekali ke rumahnya untuk menemuinya dan memberikan uang belanja dia dan keluarganya.

“Lumayan, dari pernikahan itu saya bisa pasang keramik rumah ini,” ujar NS, lirih, sambil menyisir rambutnya.

Tak lama menjanda, tepatnya pada 2012, NS diperkenalkan oleh orangtuanya seorang tamu yang mengaku pengusaha tekstil dari Jakarta. Dengan mas kawin uang tunai Rp 10 juta, saat itu NS bersedia dinikahi secara siri oleh pengusaha tadi. Jumlah mas kawinnya lebih kecil dibanding saat pernikahan pertama, karena NS sudah pernah menikah dan usianya tak lagi muda.

Selama menikah dengan pengusaha itu, NS mendapatkan fasilitas cukup mewah. Orangtuanya dibelikan sawah serta sepeda motor bekas. Saat itu NS merasa bahagia dengan suaminya. Beberapa bulan setelah menikah NS pun hamil. Tapi sekitar dua bulan menjelang kelahiran anaknya suaminya itu menghilang. “Aku mau cari dia ke mana? Alamatnya saja aku tidak tahu. Jadi saya pasrah saja,”ungkapnya.

Setelah ditinggalkan suami keduanya, NS kembali melayani tamu yang datang ke rumahnya. Dia juga melayani tamu yang mengajaknya ke luar rumah. Untuk berkencan di rumah dia memasang tarif Rp 300 ribu untuk shirt time (90 menit), dan Rp 1 juta bila bermalam bersamanya. Harga itu bersih tanpa harus membayar lain-lain. Bahkan jika beruntung tamu akan mendapatkan makan gratis bila datang saat jam makan. Untuk kencan di luar rumah Rp 500 ribu/90 menit, dan Rp 1.5 juta untuk yang bermalam bersamanya. Dalam sepekan, NS mengaku bisa melayani lima sampai 13 tamu, baik yang datang ke rumah atau mengajaknya memanggilnya ke hotel.

NS sebenarnya ingin ada yang kembali mengajak nikah siri. Tapi belum ada tamu yang mengajak. Kalau ada yang mau mengajak, dia akan meminta mas kawin uang tunai Rp 10 juta, dan uang Rp 5 juta setiap bulannya untuk kebutuhan keluarganya.

“Jumlah itu di luar kebutuhan kalau saya mau belanja baju atau mau beli barang,” katanya.
NS pun mengaku sebetulnya dia juga ingin menikah secara normal (sah secara agama dan negara). Hal ini agar dia tidak ditinggal suami tanpa alasan.

“Tapi tidak tahu, apakah ada pria yang seperti itu (mau menikahi secara agama dan negara),”" tutupnya.



70 Persen Istri Simpanan

Di Dusun Cinta Cimacan itu, ada ratusan perempuan lain yang melakukan kegiatan persis dilakukan NS. Bahkan saat ini, selain melayani tamu yang datang, banyak perempuan yang menjadi istri simpanan pejabat dan pengusaha asal Jakarta melalui nikah siri.

“Sekitar tujuh puluh persen perempuan di Dusun Cinta menjadi simpanan oom-oom,” kata wanita patuh baya yang mengaku bernama Umi.

Umi adalah salah seorang pemilik warung makan di Dusun Cinta. Kepada para tamunya, yang kebanyakan dari Jakarta dan Bandung, Umi selalu menawarkan wanita di dusunnya. Atau, bila ada tamu yang bersedia menikah siri, Umi bersedia mencarikan wanitanya. Dusun Cinta akan ramai dikunjungi tamu saat akhir pekan dan awal bulan.

“Kebanyakan orang asing (tamu) ke sini ya.. pasti akan mencari perempuan," kata ibu lima orang anak itu.Umi menjelaskan, untuk para pria yang akan menikah sirih di Dusun Cinta syaratnya gampang. Yakni cukup memiliki uang untuk mas kawin dan bersedia menafkahi istrinya selama menjadi suami siri. Besaran uang mas kawin disesuaikan dengan umur perempuan. Makin tua usia perempuannya, makin kecil uang mas kawinnya.

“Kisaran sekitar Rp 7 sampai Rp 50 juta. Sedangkan jatah bulanan tergantung si perempuan dan keluarganya. Uang itu belum termasuk bayar kyai yang mengawinkan, saksi, dan uang untuk bayar doa,” kata Umi, sambil memperlihatkan sejumlah foto perempuan yang ada di dalam Handphonenya. Untuk ongkos kyai dan saksi sekitar Rp 5 juta. Kyai dan saksi itu, tentu bukan orang yang ingat dosa, berasal dari dusun itu juga.Umi pun lantas menjelaskan soal kebiasaan nikah siri di dusunnya.

Setelah menikah, maka si perempuan biasanya akan menurut dengan suami, dan tidak akan menanyakan identitas suaminya, termasuk alamatnya. Tujuannya agar keluarga suami tidak akan pernah tahu tentang pernikahan sirih itu. “Perjanjianya memang seperti itu. Si perempuan juga sudah mengerti akan resikonya, makanya mereka diam saja," ucap perempuan yang kedua anak perempuanya kini menjadi istri sirih pejabat Kementerian Dalam Negri (Kemendagri) dan PNS Provinsi DKI Jakarta.

Terkait kondisi Dusun Cinta itu, petugas kelurahan setempat cuek saja. Bahkan, ironisnya ada beberapa anak perangkat desa yang menjadi simpanan dan pelayanan nafsu pria hidung belang. Seorang pamong desa, yang konon anaknya menjadi istri simpanan, ketika ditanya media ini enggan menjawab. “Jangan tanya sayalah,” ujar pamong yang enggan disebut namanya itu. Dia hanya menjelaskan jumlah warganya sekitar 500 jiwa.

“Tidak dilarang karena sudah terjadi sejak lama, dan menjadi tradisi, makanya mereka tidak peduli," ujar Irwan (37) salah satu tukang ojek yang sedang singgah di warung milik Umi. Irwan juga merupakan mucikari yang siap mengantarkan tamu yang akan mencari perempuan.

Irwan menjelaskan, masyarakat di Dusun Cinta tidak mengusik warganya yang menjadi istri simpanan atau perempuan pelayanan nafsu pria. Bahkan praktek itu disetujui oleh keluarga mereka dan kegiatan itu sudah menjadi aktifitas turun temurun di keluarga sejak dahulu kala.

"Sudah turun temurun, banyak ibunya jadi pelacur anaknya juga jadi pelacur, ibunya jadi simpanan anaknya juga jadi simpanan," tuturnya.

Irwan mengaku, dahulu memang sering ada razia yang dilakukan oleh petugas Satpol PP Subang di sejumlah rumah bordir. Tapi setelah banyak warga yang melakukan praktek prostitusi di rumah masing-masing Satpol PP kesulitan merezia para perempuan itu.

"Makanya kini banyak rumah bordir yang bangkrut karena banyak perempuan yang bekerja di rumah masing-masing," kata Irwan. Dia menambahkan, rata-rata wanita di dusunnya menikah resmi pada usia 30 tahun. Itu karena para wanita itu lebih menikah siri untuk beberapa kali. Dia pun tak merasa perlu untuk menawarkan bisnisnya itu melalui online seperti ramai diberitakan media akhir-akhir ini. “Kenapa harus lewat online? Yang sekarang saja sudah laris,” ujarnya. 




Ridho Yahya Jadi Pusat Perhatian di Studio 3 KDI MNCTV

PRABUMULIH, PP - Seusai bertemu dengan Direktorat jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) di Jakarta, Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM menyempatkan diri menyaksikan penampilan salah seorang kontestan KDI asal Kota Prabumulih yakni Mario di studio 3 MNCTV Jl. Pintu 2 Taman Mini Indonesia Indah (TMII),Jakarta Timur malam tadi Rabu (15/04) di studio 3 MNCTV.

Ridho Yahya duduk diantara penonton tidak jauh dari meja para Komentator atau dewan juri KDI. Saat menjelang penampilan Mario sorotan kamerapun diarahkan ke Ridho Yahya. Ternyata Pak Wali telah duduk disana bersama salah seorang pembawa acara KDI yang tidak lain adalah Julia Perez (Jupe). Ridho Yahya pun melambaikan tangannya tanda memberikan dukungan penuh kepada Mario pada acara tersebut.

Dukungan Walikota memang cukup total pada Mario. Bahkan sebelumnya, Ridho Yahya dalam sebuah acara fun bike beberapa waktu lalu juga pernah membagi-bagikan selebaran dukungan kepada masyarakat Prabumulih untuk mendukung Mario menuju gerbang KDI.

Seusai melaksanakan fun bike dan senam bersama masyarakat di taman prabujaya. Walikota Prabumulih Menghimbau Kepada Semua Jajaran Pemerintah Kota Prabumulih dan Seluruh Masyarakat Kota Prabumulih untuk memberikan dukungan penuh kepada MARIO Yang akan tampil pada ajang GERBANG KDI di MNC TV, pada hari Rabu 15 April 2015, pukul 20.00 wib yang akan datang. dengan cara mengirimkan sms sebanyak banyaknya Ketik KDI MARIO kirim ke 95151.

Payo Kito ke Bengkulu Bae, Disano Kekurangan Seribu Tenaga Pendidik

BENGKULU, PP - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman mengungkapkan bahwa daerahnya masih kekurangan guru. Jumlahnya mencapai lebih seribu orang. Untuk kepastian jumlah itu, pendataan sebaran guru yang kurang kini tengah dilakukan.

Atisar menyebutkan, kekurangan terjadi pada guru PNS di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SMP, SD, SMA dan SMK. Usai pendataan, kekurangan jumlah guru akan disampaikan ke pemerintah pusat. Sehingga kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi guru bisa ditambah.
“Apalagi untuk tenaga guru Sekolah Luar Biasa (SLB) jauh dari harapan,” ungkap Atisar dilansir JPNN, Rabu (15/4).

Beberapa sekolah memang ada yang kelebihan tenaga guru. Tetapi banyak juga sekolah yang kekurangan, khususnya di kabupaten. Untuk itu Dispendik Provinsi akan meminta kabupaten/kota lebih mengutamakan pemerataan.

“Di beberapa kabupaten, sangat banyak sekolah baru. Baik negeri ataupun swasta. Makanya sangat membutuhkan penambahan guru. Terutama di daerah terpencil. Tujuannya agar proses kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah di Bengkulu bisa lebih baik," paparnya.

Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah menambahkan, tahun ini bakal ada penerimaan tes CPNS. Formasi yang diutamakan adalah tenaga pendidikan dan kesehatan. Terutama untuk dokter spesialis dan tenaga perawat. Selain itu tenaga guru dan teknis lainnya.

Usulan kuota yang disampaikan ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), masih dikaji dan dihitung kebutuhannya. Usulan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga masih direkapitulasi.

Pihaknya juga masih menunggu tahapan keputusan dari KemenPAN RB. Pelaksanaanya juga masih menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) seperti tahun lalu, untuk seluruh kabupaten/kota.

“Tahun ini penerimaan CPNS khusus Pemprov, diutamakan formasi tenaga kesehatan dan guru. Sebab kita masih butuh banyak tenaga dokter. Namun bukan berarti tenaga teknis lainnya tidak diusulkan,’’ paparnya.

Terkait rencana pegangkatan tes CPNS jalur honorer kategori II, pihaknya juga masih menunggu regulasi dari KemenPAN RB. Namun Pemprov tetap menginginkan proses pelaksanaan transparan. Sehingga tidak ada kecurangan. Baik itu honorer siluman ataupun suap menyuap.

“Untuk tes CPNS honorer masih menunggu petunjuk pasti dari pusat. Kita akan ikuti regulasi yang ada,” tandas Junaidi

Kondisi Petugas Dishub Yang Digorok OTD Mulai Membaik

PRABUMULIH, PP - Kondisi kesehatan Syukur yang menjadi korban penggorokan leher oleh orang tak dikenal siang tadi, Rabu (15/04/2015) sedikit demi sedikit mulai membaik setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Prabumulih.

Salah seorang petugas rumah sakit mengatakan kondisi Syukur saat ini mulai mengalami peningkatan dan sudah siuman setelah mendapatkan pertolongan dari beberapa dokter yang menanganinya.

Leher syukur mendapatkan beberapa jahitan dileher akibat tebasan  golok mang ojek siang tadi dipasar. Bahkan kata petugas Rumah sakit, Syukur sudah bisa diajak bicara. Kepada keluarga dan kerabat yang menjenguknya. Syukur menurut petugas RSUD, mengatakan bahwa dia (syukur-red) tidak tahu siapa nama pelaku yang menebas lehernya. Yang dia tahu bahwa orang itu adalah tukang ojek yang biasa mangkal didepan pasar,ujar perawat menirukan ucapan Syukur.

Dikatakan, kejadian tersebut terjadi lantaran pelaku tidak suka ketika Syukur meminta untuk memindahkan kendaraannya yang mengganggu lalu lintas.

"Uji, mang ojek tuh ditegur biar idak parkir disitu oleh banyak mubel lewat. Caro ari lagi angat, Syukur memang agak marah negurnyo. Idak lamo sudah itu, mang ojek langsung nebas leher syukur dengan golok" jar sumber menirukan perkataan Syukur.

Aneh, Sudah Jelas Illegal Tapi Truk Batubara Tidak Pernah Ditindak

MUARA ENIM, PP - Entah apa yang ada dibenak para penyelenggara Negara di Propinsi Sumatera selatan yang hingga kini seolah tak memiliki nyali menindak angkutan Batubara.

Hampir seluruh pejabat di Sumsel ini bisa dibilang mengetahui jika aktifitas angkutan tambang batubara yang melintas di jalan umum itu adalah illegal. Bahkan seorang wakil rakyat yang juga Ketua DPRD Muara Enim juga mengakui hal tersebut. 

Terkait persoalan angkutan batubara yang masih melintas di jalan umum, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim kepada wartawan menyebut angkutan yang melintas adalah ilegal.  

Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Areis HB saat di konfirmasi siang tadi Rabu (15/4) mengatakan, pada prinsipnya  angkutan batubara yang melintas di jalan umum atau jalan negara  terang-terangan melanggar aturan dan itu illegal.

"Sebenarnya persoalan angkutan batubara tersebut sudah diatur baik melalui Undang-undang, Perda Propinsi maupun Surat Edaran Gubernur Sumsel sudah diterbitkan semua," ujarnya.   

Namun kenyataannya, sambung Areis persoalan tersebut sampai saat ini seolah-seolah hanya semboyan saja. Untuk itu perlu dipertanyakan mengapa Gubernur tidak tegas .

"Ya kalau begitu patut dipertanyakan janji-janji yang dilontarkan Alex Noerdin kepada masyarakat baik saat kampanye maupun setelah menjadi Gubernur," katanya.

Saat ini masyarakat Muara Enim sudah muak dan resah dengan angkutan batubara, terlebih dengan  banyaknya korban akibat angkutan batubara seperti yang baru terjadi telah  mengakibatkan salah seorang warga Desa Tanjung Raman Tewas di tabrak. Serta banyak lagi kejadian-kejadian yang intinya selalu merugikan masyarakat terutama yang menjadi pelintasan menuju palembang.

"Selaku anggota dewan Muara Enim kami sudah mendesak bupati dan  dinas terkait serta pihak kepolisian untuk segera  melakukan penertiban. Kalau para pejabat di Kabupaten Muara Enim masih mau dihargai dan hormati oleh rakyatnya," tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim,  Kasman, yang mendesak kepada pemerintah  terutama kepada Gubernur agar cepat merealisasikan jalan khusus batubara. Sebab jangan sampai masyarakat bertindak sendiri jika sudah ada korban  seperti yang baru terjadi.

"Kemudian,  pada bupati agar kiranya di buat perda tentang aturan-aturan baik bagi sopir maupun  para pengusaha batu bara yang masih melintas dijalan umum," harapnya.

Leher Petugas Dishub Prabumulih Nyaris Terputus Ditebas OTD

PRABUMULIH, PP - Oleh masalah sepele, Leher Syukur salah seorang PHL Dinas Perhubungan Kota Prabmulih nyaris terputus ditebas oleh salah seorang tukang ojek (dalam pencarian polisi-red) siang tadi Rabu (15/04/2014) sekitar pukul 11.00 wib.

Informasi yang dapat dihimpun, korban yang sehariannya bekerja mengatur jalan lalulintas di pasar tradisional modern (PTM) Jalan Sudirman Kota Prabumulih menegur salah seorang pengguna sepeda motor yang tidak lain adalah tukang ojek di pasar tersebut.

Tukang ojek ini ditegur lantaran salah parkir sehingga menyebabkan kemacetan di kawasan pasar. Motor Mang Ojek yang kini sedang dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Prabumulih itu menurut keterangan warga sekitar terpakir dibahu jalan sehingga menyulitkan pengguna jalan lainnya untuk melintas.

Sayang, teguran syukur yang belakangan di ketahui adalah warga simpang Rely Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur ini tidak di indahkan oleh tukang ojek yang dimaksud. Akibat kemacetan jalan ditengah terik matahari siang itu, korban kembali menegur mang ojek. Teguran yang kedua ini sedikit bernada tinggi sehingga mang ojek tadipun berlalu dari tempat tersebut.

namun sayang permasalahan itu ternyata tidak cukup sampai disitu. Mang Ojek yang berlalu dari TKP tadi merasa tidak senang dengan perlakuan korban sehingga mendatangi TKP bersama salah seorang rekannya membawa sebilah golok panjang.

Peristiwa sadis itupun dimulai. Korban yang masih mengatur lalulintas tiba-tiba didatangi oleh Mang Ojek dan menebaskan golok panjang tersebut tepat dilehernya. Korban seketika tersungkur dan bersimbah darah. Setelah itu mang ojek dan rekannya tadi langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor jenis Honda Revo.

Melihat korban tersungkur bersimbah darah, warga sekitar bersama rekan korban yang lain langsung membawa korban ke Puskesmas Prabumulih Utara. Lantaran minim peralatan, Pihak Puskesmas langsung merujuk ke RSUD Prabumulih..

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Kadishub Kominfo) Kota Prabumulih, Drs H Syarifuddin AK membenarkan bahwa korban merupakan PHL di instansi yang dipimpinnya. "Dia (korban,red) memang petugas kami. Statusnya masih PHL," ujar H Syarifuddin AK, ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya.

Dijelaskan Syarifuddin, korban sehari-harinya ditugaskan untuk mengatur angkutan umum  yang kerap mangkal didepan PTM. "Memang kami tempatkan di sana (TKP,red) untuk mengatur lalu lintas," ujar Syarifuddin seraya mengatakan belum mengetahui persis kejadian yang menimpa salah satu pegawainya tersebut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro Sik melalui Kasat Reskrim, AKP M Khalid Zulkarnaen Sik mengatakan, pihaknya kini tengah mengejar pelaku pembacokan. Bahkan, pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku pembacokan. "Personel telah kami terjunkan ke lapangan, mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku berhasil diringkus," ucapnya.

Mengenai motif perbuatan yang dilakukan pelaku pihaknya masih belum memastikan. "Belum bisa kami pastikan," pungkasnya. (pp/tyo)

Mario KDI Asal Prabumulih Siap Tarik Perhatian Juri

14 Apr 2015


PRABUMULIH, PP - Setelah menanti cukup lama, kontestan asal Kota Prabumulih, Mario Jassin akhirnya tampil juga dalam Kontes Dangdut Indonesia (KDI) sore nanti, pukul 18.00 wib (5/4).

Dalam ajang pencarian bakat dangdut tersebut pria yang akrab disapa Io ini mendapat dua pilihan lagu yakni Terajana yang dipopulerkan H Rhoma Irama dan Potret Kenangan yang dipopulerkan Imam S Arifin.

Untuk menarik perhatian Kriwil Tatata cs agar menekan tombol bintang, Jebolan Bujang Gadis Prabumulih (BGP) ini menuturkan akan tampil habis habisan sore nanti.

"Insya Allah saya akan menampilkan yang terbaik untuk masyarakat Kota Prabumulih. Untuk itu saya mohon doa dan dukungan dari masyarakat Kota Prabumulih agar bisa lolos kebabak selanjutnya," tuturnya.

Kasi Kesenian Daerah dan Pengembangan Budaya di Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DPOKP) Kota Prabumulih ini menjelaskan agar pintu gerbang menuju KDI 2015 tersebut terbuka dibutuhkan tiga bintang dari para juri.

"Nanti apabila penampilan saya disukai dan memang layak bagi para juri mereka akan menekan tombol bintang. Nah agar gerbang menuju KDI 2015 bisa terbuka diperlukan minimal tiga bintang. ," ungkapnya.

Namun, lanjutnya, hal itu tidaklah otomatis menjamin peserta tersebut lolos menuju kebabak selanjutnya. Karena dibutuhkan juga SMS (short message service) yang banyak dari para pendukung masing masing kontestan.

"Untuk itu saya mohon dukungan masyarakat Sumatera Selatan Khususnya Kota Prabumulih. Dengan cara mengetik KDI MARIO KIRIM KE 95151," tambahnya

Ridho Yahya Pastikan 2016 UN di Kota Nanas Sudah Sistem Online

PRABUMULIH, PP - Kota Prabumulih mulai bebenah, untuk mewujudkan Ujian Nasional (UN) dengan sistem Online. Untuk itu Kota Prabumulih akan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung agar dapat melaksanakan UN secara online.

"Kita akan menyiapkan sarana dan prasarana terlebih dahulu, baik komputer dan yang lainnya," ungkap Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya, Selasa (14/4).

Tak hanya itu, orang nomor satu dikota Prabumulih ini juga akan melakukan pendataan jumlah siswa yang akan mengikuti UN tahun depannya.

"Selain sarana dan prasarana kita juga akan mendata dulu-kira kira berapa jumlah siswa yang akan mengikuti ujian nasional tersebut. Kalau memang wajar dan keuangan kita juga memungkinkan kenapa tidak," ujarnya.

Namun, untuk tahap awal ini, pihaknya terlebih dahulu akan fokus pada pembangunan dan perbaikan fisik sekolah.

"Insyallah akan kita lakukan tapi untuk saat ini kita fokus perbaiki fisik sekolah terlebih dahulu, kalau sudah nyaman barulah kita persiapkan untuk Ujian Nasional online," jelasnya.

Ayah tiga anak ini menuturkan jika hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi keamanan dan kenyamanan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar disekolah.

"Karna kan kita takut nanti saat siswa kita sedang asik ujian online ternyata atapnya roboh. Maka dari itu terlebih dahulu kita lakukan perbaikan dahulu disekolah sekolah yang kondisinya sudah memprihatinkan," tambahnya.

Kemenpan RB Beri Kesempatan Terakhir Bagi K2 Untuk Tes

PALEMBANG, PP - Masih banyaknya honorer Kategori 2 (K2) yang belum lulus seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2013 kemarin, membuat pemerintah melalui Kementrian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), memberikan kesempatan terakhir kepada honorer untuk kembali mengikuti test penerimaan pada 2015 ini.

"Memang ada rencana adanya seleksi CPNS K2 lanjutan, seperti yang disarankan KemenPAN-RB. Namun, sejauh ini pihaknya masih harus menunggu petunjuk teknis (Juknis) dan Surat Edaran resmi dari KemenPAN-RB," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKD-Diklat) Kota Palembang, Kurniawan, Selasa (14/4).

Untuk dilingkungan Pemerintah kota (Pemkot) sendiri, jelas Kurniawan, saat ini masih ada sekitar 700 orang tenaga honorer K2 yang sebelumnya tidak lulus dalam seleksi tahap awal.

"Dari 700 an orang tersebut. Ada yang melanjutkan kembali kontrak sebagai honorer Pemerintah daerah dan ada juga yang belum," katanya.

Ditanya mengenai adanya rencana pemberhentian kepada honorer K2 yang nantinya tidak juga lulus, Kurniawan menanggapi keputusan tersebut sepenuhnya berada di KemenPAN-RB, dimana pada dasarnya pemerintah daerah hanya mengikuti kebijakan yang dikeluarkan.

"Memang kita mendapat informasi test CPNS K2 yang akan dilaksanakan ini adalah kesempatan terakhir. Dan pihak Pemkot, menyerahkan sepenuhnya kepada KemenPAN-RB," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Palembang, Pomi Wijaya mengatakan, kebijakan dari pemerintah pusat merupakan landasan yang memang harus dijalankan oleh setiap pemerintah daerah. Karena pada dasarnya, DPRD kota Palembang sifatnya mendukung.

"Namun, adanya informasi kesempatan terakhir bagi honorer yang akan melakukan test CPNS K2, harus ditelaah lagi dan mencari tahu kebenarannya. Dan, untuk pemerintah daerah nantinya jangan langsung mengambil langkah tersebut sebelum adanya pembahasan lebih lanjut," tandasnya.
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung