News Update :
Lagi, Rampok VS Polisi Tembak-Tembakan di Gunung Megang

MUARAENIM, PP - Seorang bandit curas yang sudah lama menjadi buruan Polres Muaraenim akhirnya berhasil diciduk. Naasnya penangkapan tersangka harus diwarnai drama tembak menembak yang akhirnya membuat sang jawara keok hingga tewas.

Ayah Bejat ini Perkosa Dua Anak Gadisnya Selama Setahun

27 Nov 2014

BANYUASIN - Ketentraman warga Desa Upang Kecamatan Air Saleh Kabupaten Banyuasin terusik dengan terungkapnya aksi bejat Sukiman (41) yang diduga tega menyetubuhi dua orang anak kandungnya sebut saja Melati (17) dan Kenanga (15) sejak kurang lebih satu tahun terakhir.

Dihadapan anggota kepolisian, Sukiman membantah dugaan aksi bejat yang dilakukannya ‎ terhadap dua anak kandungnya, dimana satu diantaranya mengalami gangguan mental itu. Bahkan dirinya menduga terdapat orang yang mempengaruhi kedua anaknya untuk memfitnah dirinya.

"Demi Allah, secara sadar saya tidak pernah melakukan itu," ungkap Sukiman (41) dijumpai Tribunsumsel.com di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA ) Mapolres Banyuasin, Selasa (26/11).

Terungkapnya aksi bejat ayah kandung itu, berawal seorang korban, Melati (17) yang memiliki gangguan mental menceritakan aksi bejad ayah kandungnya itu kepada temannya.

Kondisi Melati yang mengalami gangguan mental membuat teman melati tidak mempercayai cerita itu, namun terakhir kali . Melati kembali menceritakan hal tersebut, bahkan kali ini adiknya yang masih berusia 15 Tahun , juga turut mendapatkan perlakuan yang sama dari ayahnya.

Warga yang resah, lantas menanyakan perihal kebenaran cerita Melati, kepada adiknya sebut saja, Kenanga (15) yang tidak membantah aksi bejat yang dilakukan ayah kandungnya yang telah dilakukan berulangkali sejak kurang lebih satu tahun terakhir.

Dan Amarah warga pun sempat meluap dengan mengepung kediaman Sukiman dan keluarga, beruntung perangkat desa yang berkoordinasi dengan Polisi dari Polsek Makarti Jaya berhasil menyelamatkan dari amukan masa kemudian menggelandang ayah empat orang anak itu ke kantor polisi terdekat

Ikan Tapah Seberat 70 Kg Berhasil Ditangkap Warga Sekayu

26 Nov 2014


SEKAYU, PP - Sungguh beruntung nasib Mulyadi (40) warga lingkungan 1 RT 1 RW 1 Kelurahan Kayuare beserta tiga temannya yakni Lek Gimin (70), Suwandi (34), dan Sidi (38).

Betapa tidak, ketika Ia melewati kanal milik salah satu perusahaan perkebunan sawit diberang Sekayu, Ia diteriaki warga jika ada tilapan ikan tapah di dalam kanal, dengan sigap Ia dan tiga temanya langsung memasang jerat menggunakan kayu, dan tepat sekali ikan tapah yang diincar masuk dan berhasil ditangkapnya.

“Kami merasa penasaran adanya ikan tapah melintas di kanal, maka itu bersama teman saya tunggu. Alhasil betapa terkejut ikan tapah yang dilihat cukup besar, sehingga saya langsung menggiring bersama rekan menggunakan kayu-kayu yang didapat untuk ke daerah yang kedalamannya cukup rendah. Karena kami giring mulai dari kedalaman 1,5 meter hingga ikan itu kesulitan untuk berenang,” terang Gimin begitu semangat, Rabu (26/11)

Lanjut pria yang perawakannya orang jawa ini, penangkapan ikan tapah raksasa ini bukan sebuah perkara yang mudah, sebab ikan dengan panjang 1.6 Meter dan berdiamter 55 Cm ini selalu berontak.

Akhirnya dengan terpaksa, Suwandi yang memegang parang langsung mengapak ikan tersebut, dan akhirnya ikan tidak lagi berontak lalu diangkat kekapal ketek.

“Kami angkat gunakan kapal ketek, dan diseret menggunakan tali diikat kehidung ikan. Itupun kami angkat orang empat, karena sangat berat,”katanya.

Berapa harga ikan, Gimin menuturkan, sekarang ini belum tahu berapa harganya, tapi banyak warga bilang 1 kilogram ikan tapah harganya Rp 70 ribu.

”Kami tidak tahu mau diapakan, tetapi Mulyadi sudah kepasar untuk mencari pembeli yang akan membeli ikan tapah dengan berat 70 kilogram tersebut,”tandasnya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, ikan tapah raksasa dengan panjang 1,6 meter dengan lingkar bagian dada 55 centimeter ini menjadi tontonan warga sekitar kediaman Mulyadi seperti ibu-ibu dan anak-anak yang merasa terkejut melihat ikan sebesar orang dewasa tersebut.

Untuk diketahui, Ikan Tapah ialah salah satu spesies ikan duri air tawar dalam famili siluridae yang hidup disungai dan tasik besar, dengan dasar sungai berlumpur dan air yang mengalir perlahan. Ikan ini amat lembap dan biasa menyembunyikan diri didalam lubang-lubang yang terdaoat ditebing sungai.

“Waw, besarnya ikan ini, lebih besar dari badan aku,”ujar seorang anak yang menyaksikan ikan yang berada di dalam gerobak sorong ini. (net)

Bedeng Tiga Pintu di Gunung Ibul Nyaris Ludes Dilahap Sijago Merah

25 Nov 2014


PRABUMULIH, PP - Sebuah rumah bedeng tiga pintu yang terbuat dari kayu di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih tepatnya di samping Jalan Sumatera, nyaris ludes dilalap si jago merah, Selasa (25/11) sekitar pukul 15.00.

Peristiwa kebakaran tersebut diduga disebabkan hubungan arus pendek listrik. Api diketahui berasal dari bedeng yang ditempati Mukmin dan istrinya Noviria bersama dua anaknya.

Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan puluhan warga yang bergotong royong mengangkut air sumur dan memadamkan api. Namun akibat peristiwa yang menghebohkan itu, korban mengalami kerugian jutaan rupiah akibat alat-alat rumah tangga hangus dilalap api.

Peristiwa kebakaran itu sendiri berawal ketika Noviria menidurkan dua anaknya, lalu menghidupkan lampu dapur untuk memasak. Lantaran kurang bahan untuk memasak, ibu dua anak itu kemudian pergi ke warung Yani yang tepat di samping rumahnya. Belum lama ke warung, tiba-tiba terdengar ledakan dari rumahnya korban yang langsung menyambar ke bagian dinding, atap, kasur dan beberapa perabot rumah tangga lainnya.

Seketika asap mengepul di bagian atap rumah, Noviria yang kaget langsung histris berlari masuk ke bedeng dan menyelamatkan dua anaknya yang tertidur di kasur yang telah terbakar. Noviria kemudian memanggil suaminya Mukmin yang tengah bekerja tak jauh dari rumah dan meminta tolong warga sekitar.

Puluhan warga yang mengetahui hal itu kemudian berhamburan menolong. Mereka mencari sumber air lalu bahu-membahu memadamkan api. Api berhasil dipadamkan setelah selama 20 menit kemudian. Puluhan warga dengan peralatan seadanya berjibaku memadamkan api, sementara mobil pemadam kebakaran Pemkot Prabumulih tiba di lokasi setelah api berangsur padam.

"Saat kebakaran saya sedang di warung, tiba-tiba ada asap mengepul dan ada ledakan dari dapur. Setelah saya masuk bedeng asap sudah mengepul, seketika saya menyelamatkan anak yang nyaris terbakar api," ujar Noviria panik ketika dibincangi.

Noviria mengatakan, api diduga berasal dari colokan listik di bagian dapur, disebabkan setiap dirinya menghidupkan lampu atau akan memasak menggunakan magiccom selalu mengeluarkan api dan meteran listrik selalu turun.

"Kalau saya colokkan lampu atau memasak nasi selalu turun dan memercikkan api, asal api pasti dari sana karena kompor minyak tanah yang kami pakai untuk masak tidak hidup," bebernya seraya mengatakan mengontrak di bedeng tersebut sudah satu tahun. 




sumber :tribunsumsel

Pria Bejat Ini Perkosa Budak SMP Gelumbang di Semak-Semak

24 Nov 2014


LEMBAK, PP - Sungguh malang nasib yang dialami FW (14), warga Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim. Siswa Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kecamatan Gelumbang ini mengaku telah diperkosa oleh seorang pengangguran di semak-semak di desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim.

Gadis mungil tersebut mengaku telah diperkosa sebanyak dua berturut-turut oleh Indra Sati alias Soleh (16), warga Dusun Talang Baru Desa Lembak Kecamatan Lembak, pada Rabu (8/10) sekitar pukul 14.00.

Pemerkosaan itu terjadi lantaran korban terbujuk rayuan gombal pelaku yang mengajak korban berjalan-jalan serta melihat desa Lembak, namun bukan berjalan-jalan korban malah dibawa ke semak-semak lalu diperkosa dibawah ancaman.

Parahnya, perbuatan bejat itu dilakukan pelaku ketika korban masih menggunakan seragam SMP, saat hendak pulang dari sekolah.

Terbongkarnya peristiwa tersebut ketika korban mengeluh sakit di bagian kemaluan lalu menceritakan kejadian dialaminya ke ibunya. Keluarga korban yang mendapat cerita itu, lalu tidak terima dan bersama korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Lembak Kabupaten Muaraenim.

Peristiwa pemerkosaan itu sendiri berawal ketika korban hendak pulang sekolah di Kecamatan Gelumbang, lalu pelaku Soleh yang sudah dikenal korban dua bulan datang menghampiri.

Korban yang merasa pelaku baik, lalu meladeni ketika diajak mengobrol. Singkat cerita, setelah cukup lama mengobrol, pelaku mengajak korban untuk berjalan-jalan sekaligus mengunjungi temannya di desa Lembak.

Awalnya korban menolak ajakan pelaku, namun karena pelaku terus-terusan membujuk akhirnya korban luluh dan mau diajak berkeliling sekaligus mengunjungi teman pelaku.

Lalu keduanya menuju Desa Lembak dengan mengendarai sepeda motor milik pelaku. Setelah berjalan memasuki Desa Lembak, tiba-tiba ajakan pelaku Soleh hanyalah modus untuk melakukan tindak kejahatan.

Soleh yang telah kerasukan setan dan birahinya telah memuncak tiba-tiba membelokkan motor ke semak-semak di wilayah Desa Lembak, lalu tanpa banyak bicara pelaku menarik tubuh korban masuk semak-semak. Pelaku yang jauh lebih tua dua tahun dari korban kemudian memaksa korban melepaskan seluruh pakaian, namun FW berontak dan menolak ajakan pria putus sekolah tersebut.

Hingga akhirnya Soleh yang lebih kuat dari korban berhasil membuka seluruh pakaian korban dan menyetubuhinya hingga korban terisak-isak menangis kesakitan.

Tidak selesai sampai di situ, korban yang usai diperkosa hingga menangis kemudian kembali dirayu dan dibujuk pelaku jika akan bertanggungjawab dan akan mengantar FW pulang. Namun, ternyata janji tinggal janji, pelaku yang melihat kemolekan tubuh korban kembali memaksa gadis tersebut untuk berhubungan intim layaknya suami istri.

Korban yang dibawah ancaman tidak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah menanggung nasib, karena takut dengan pelaku.

Selanjutnya, setelah pelaku puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku mengantarkan korban pulang dengan wajah tanpa dosa. 

Pengakuan korban saat melaporkan kejadian ke Polsek didampingi ibunya mengatakan, dirinya diperkosa pelaku sebanyak 2 kali di semak-semak pada Rabu (8/10) sekitar pukul 14.00. "Saya diperkosa pelaku sebanyak dua kali," ujar korban sedih dihadapan polisi.

Sementara atas perbuatan yang dialami anaknya tersebut, pihak keluarga pelaku telah berupaya untuk melakukan perdamaian dengan menemui keluarga korban dan bertanggungjawab, namun keluarga korban menolak dengan alasan anaknya masih mau melanjutkan sekolah dan meminta pelaku tetap diproses secara hukum.

Kapolsek Lembak, AKP M Ikhsan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan warga yang mengaku anaknya diperkosa pria yang merupakan pengangguran. "Korban didampingi keluarga sudah melapor ke kita, sampai saat ini kita masih akan lakukan pemeriksaan," ujar Ikhsan.

Ikhsan mengungkapkan, pihaknya akan melakukan visum terhadap korban, meski sebelumnya keluarga korban sendiri sudah melakukan visum ke rumah sakit. "Jadi korban ini sudah divisum pihak keluarga, nanti kita akan visum lagi. Jika nanti terbukti maka pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan akan kita ringkus," tegasnya.






Sumber : tribunsumsel

Desember 2014, Islamic Centre Prabumulih Diserahterimakan

20 Nov 2014


 

PRABUMULIH, PP - Tidak bisa dipungkiri jika Kota Prabumulih dalam beberapa Tahun belakangan ini banyak mengalami pertumbuhan pesat yang ditandai dengan maraknya pembangunan disegala sektor, baik fasilitas umum, perumahan dan Jalan.

Untuk Tahun 2014 sendiri dapat dipastikan beberapa proyek besar yang bersumber dari APBD Kota Prabumulih akan segera diserahterimakan kepada Pemerintah Kota selaku pemilik bangunan mengingat bangunan atau proyek telah rampung dikerjakan oleh rekanan kontraktor.

Beberapa proyek tersebut diantaranya adalah Proyek Islamic Centre Kota Prabumulih, Perluasan Jalan Jendral Sudirman, Gedung Olahraga Prabujaya, Pasar Tradisional Modern Prabumulih, Patung Kuda Simpang Padat Karya dan Proyek Taman Kota Prabu Jaya.

Hasil pantauan Posmetro Prabu Kamis (20/11/2014) disalah satu proyek yakni islamic cemtre yang terletak di Jalan Lingkar depan SMAN 7 Kota Prabumulih menyebutkan bahwa pengerjaan proyek yang bakal diperuntukkan untuk pengembangan agama islam ini sudah mencapai 90 persen. Dimana struktur bangunan sudah terpasang secara menyeluruh.

Jika dulu untuk melihat bangunan ini rasanya muak, kini malah sebaliknya. Dimana seluruh bangunan yang menggunakan konsep Islami itu sangat sejuk dipandang mata. Ornamen-ornamen timur tengah yang dipadukan pada setiap item bangunan membuat yang melihat serasa berada di mekkah arab saudi yang sedang melaksanakan umroh.

Kontraktor pelaksana kegiatan pembangunan islamic Centre Deni Victoria SH yang dikonfirmasi posmetro prabu di sekretariat PT Cindo Abadi Perkasa, Perum Lingkar Mas Kota Prabumulih siang tadi menyebutkan bahwa proyek tersebut kini memasuki tahap finishing dan dipastikan akhir Desember 2014 ini jika tidak ada aral melintang proyek tersebut sudah rampunbg secara keseluruhan.

Pria yang biasa disapa Deni ini mengungkapkan bahwa, pihaknya terus berupaya meningkatkan percepatan pembangunan proyek Islamic Centre dan tidak lupa juga dengan kualitas bangunan agar pada awal 2015 nanti bangunan tersebut sudah dapat dimanfaatkan.

Dikatakan, pembangunan di bidang keagamaan adalah komitmen pemerintah Kota Prabumulih menjadi kiblat Syiar Islam di bumi seinggok sepemunyian yang menuntut proyek ini harus sesegera mungkin dirampungkan tahun ini juga. Selain itu, Islamic Centre Kota Prabumulih yang menjadi simbol pemersatu Umat Islam, sekaligus menjadi pusat pengembangan Islam di Bumi seinggok sepemunyian ini juga disebut-sebut sebagai salah satu mesjid terbesar dan terluas di Propinsi Sumatera Selatan.

Agar proyek ini dapat selesai dikerjakan sesuai dengan yang diharapkan lanjut Deni, pihaknya selaku kontraktor pelaksana terus melakukan pemantauan dan investigasi. Sehingga, kualitas bangunan dapat terjaga dan pengerjaanya terlaksana tepat waktu. "Saat ada masalah pada bangunan yang sekiranya fatal, kita harus segera melakukan retrofit, yakni memperbaiki struktur bangunan dengan menambahkan peralatan atau teknologi tertentu, tanpa harus mengubah konsep bangunan itu sendiri" ujarnya.

Lagi, Rampok VS Polisi Tembak-Tembakan di Gunung Megang

9 Nov 2014

MUARAENIM, PP - Seorang bandit curas yang sudah lama menjadi buruan Polres Muaraenim akhirnya berhasil diciduk. Naasnya penangkapan tersangka harus diwarnai drama tembak menembak yang akhirnya membuat sang jawara keok hingga tewas.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan tersangka dimulai dari aksi kejar-kejaran dalam hutan Desa Brugo Kecamatan Belimbing, Muara Enim oleh personil gabungan Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Unit Reskrim Polsek Gunung Megang. Anggota kepolisian dipimpin AKP Eryadi Yuswanto yang melakukan pengejaran terhadap tersangka hingga masuk ke dalam hutan, baku tembak antara polisi dengan seorang bandit curas pun terjadi.

Bandit ini, Zulkifli alias Kopli  (42) dikenal sadis, sebab setiap melakukan tindak kejahatannya menggunakan senjata api rakitan (senpira) sebanyak 6 TKP di wilayah Kabupaten Talang Ubi dan Kabupaten Muara Enim.

Bahkan, warga Desa Brugo ini  saat dikejar berbalik arah melawan sambil meletuskan tembakan ke arah anggota buser Polsek Gunung Megang Aiptu Simanjuntak.

Beruntung, anggota tersebut sempat menghindar, jika tidak bukan tidak mungkin nyawa pun bisa melayang akibat tertembus peluru tersangka.

Lalu, anggota pun memperingatinya dengan memberikan tembakan peringatan tiga kali ke udara agar tersangka menyerahkan diri.

Dasar penjahat, bukannya tunduk tetapi kembali melawan petugas. Akhirnya, petugas bertindak tegas dengan membalas tembakan tersangka tepat bersarang di dada kirinya sebanyak dua lubang  hingga tersungkur bersimbah darah.

Tersangka pun keok  meringis kesakitan, lalu petugas membawanya ke rumah sakit umum HM Rabain Muara Enim. Naasnya, nyawa tersangka tak tertolong lagi.

Saat dikonfirmasi Kapolres Muara Enim AKBP Mohamad Aris melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto didampingi Kanit Pidum Ipda Acep Yuli Sahara,  Jumat (7/11), mengatakan, kalau tersangka telah menjadi target operasi petugas sebab tindak kejahatannya sudah sangat meresahkan.

"Barang bukti yang disita berupa satu pucuk senpira jenis revolver yang berisikan 3 butir peluru (1 butir telah ditembakkan dan 2 butir masih dalam keadaan utuh:red)," ulas Eryadi.

Eryadi menyebutkan, sedikitnya ada enam  tempat kejadian perkara aksi kejahatan tersangka.






(tribunsumsel)

Lakalantas Truk Batubara di Jalan Lingkar, 1 Tewas dan Satunya Lagi Sekarat

8 Nov 2014


PRABUMULIH - Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Lingkar dekat RSUD Prabumulih Jumat (7/10/2014). Truk batubara tanpa muatan yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam median jalan dan menyeret bebera kenderaan di sekitarnya hingga menewaskan salah seorang warga Kelurahan Muara Dua Dedek Alingga (20) warga Jalan Kerinci Gang Kemudi Kelurahan Muaradua RT 03 RW 06 Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih dan satu orang lainnya Wika Elfira (19) warga Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul dalam keadaan sekarat.


Kronologo peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30. Truk batubara jenis diesel warna kuning dengan plat nomor E 9395 EA tanpa muatan dari arah tugu airmancur melaju dengan kecepatan tinggi dan lantas oleng ke kanan lalu terbang menabrak median jalan serta dua mobil dan tiga motor juga sebuah toko manisan di Jalan Lingkar tepatnya di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, Jumat (7/11) kemarin.

Truk menabrak saat dikemudikan sang kernet yakni Yansen alias Doyok (16) warga SP Padang Kayuagung Kabupaten OKI, yang menggantikan sang sopir truk Robi (34) yang tertidur akibat kelelahan.

Akibat peristiwa tersebut, sepasang pengendara sepeda motor vixion berplat nomor BG 2323 D yakni Dedek Alingga (20) warga Jalan Kerinci Gang Kemudi Kelurahan Muaradua RT 03 RW 06 Kecamatan Prabumulih Timur dan Wika Elfira (19) warga Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul, sekarat di RSUD kota Prabumulih.

Sementara mobil jenis kijang Lgx warna biru BG 1407 CQ dan sepeda motor mio BG 3999 CR milik Hendra yang terparkir di depan rumah makan anggel miliknya, rusak parah. Tidak hanya itu, truk juga menabrak lalu menyeret motor jenis kaisar BG 2401 CL (roda tiga-red) hingga menghantam toko manisan Ay Makmur milik korban Yuching (23) yang bersebelahan dengan rumah makan anggel. Begitupun dengan motor vixion BG 2323 D milik Dedek juga mengalami rusak parah.

Peristiwa itu sendiri berawal ketika Yansen dan Robi yang mengangkut batubara hendak kembali mengisi muatan dari arah Palembang menuju Lahat. Sang sopir yang mengantuk kemudian menghentikan mobil untuk bergantian dengan Yansen sembari buang air kecil di jalan. Lalu setelah mengendarai truk, Yansen mengantuk dan membanting stir ke kanan menabrak median jalan serta menabrak dua mobil, tiga motor dan satu toko manisan




 (tribunsumsel)

10 Ribu Bibit Nanas Milik Dinas Pertanian Prabumulih Mati Akibat Kemarau

6 Nov 2014


PRABUMULIH, PP - Guna melestarikan tanaman nanas yang menjadi ikon kota Prabumulih, pemerintah kota (pemkot) melalui Dinas Pertanian Perikanan, Kehutanan dan Peternakan (DP2KP) sejak 5 bulan lalu telah membuka lahan seluas 2,5 hektar untuk menanam 110 ribu bibit nanas.

Kepala DP2KP, Drs Syamsurizal SP MSi  mengatakan dari total 110 ribu bibit tersebut sebanyak 10 ribu bibit tidak berhasil tumbuh alias mati akibat kemarau.

"Sebanyak 10 ribu bibit mati akibat musim kemarau. Namun, rencananya bibit yang mati akan kita ganti dengan bibit baru, nanas asli dari Kelurahan Sungai Medang," kata Syamsurizal ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Pengembangan tanaman nanas ini, sambung Syamsurizal bertujuan untuk melestarikan tanaman nanas yang mulai jarang ditanam oleh warga. "Tanaman ini kan ikon kota kita. Sehingga harus dilestarikan," ungkapnya.

Masih kata Syamsurijal, pihaknya juga akan mewajibkan setiap kecamatan memiliki lahan untuk kebun nanas seluas satu hektar. Apalagi saat ini setiap kecamatan memiliki UPTD sendiri yang bisa menyiapkan lahan tersebut.

"Nanas yang kita tanam nantinya akan disebar ke setiap kecamatan. Sehingga bisa terus dikembangkan oleh masyarakat," pungkasnya.

Warga Prabumulih ini Tersesat dan Minta Dijemput di Pali


PALI, PP - Bagi keluarga yang kehilangan saudara bernama Kodian (30), dengan ciri-ciri kulit sawo matang, tinggi badan 165 centimeter, segera mendatang Polsek Jalan Ubi, yang berada di Jalan Merdeka, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Tuna wicara tersebut, beralamat Jalan Raya Karang Jaya, RT 01, RW 02, Kecamatan Prabumulih Timur, kota Prabumulih.

Ia tersesat di ibukota Pendopo, sejak siang, Rabu (5/11/2014), hingga pukul 22.00 WIB, masih menginap di Polsek Talang Ubi, yang berada di Jalan Merdeka sambiri menunggu siang untuk berangkat ke Prabumulih.(tribunsumsel)

Kodim dan BNN Prabumulih Dapat Hibah Lahan Dari Pemkot


PRABUMULIH, PP - setelah sebelumnya beberapa instansi vertikal mendapat hibah lahan untuk pembangunan gedung, kini giliran Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Prabumulih yang mendapat hibah lahan seluas 3343 m2 dari Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih.

Hibah lahan itu tertuang dalam Surat Keputusan walikota Prabumulih dengan nomor 191/KPTS/DPPKAD/2014 tentang persetujuan hibah tanah milik pemerintah kota Prabumulih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Prabumulih.

"Pemerintah kota Prabumulih memang menghibahkan lahan seluas 3343 m2 ke BNN Prabumulih. Untuk letak lahan sendiri di Jalan Jenderal Sudirman KM 13 Desa Pangkul Kecamatan Cambai kota Prabumulih," ujar Kepala Dinas Pendapatan Pengolahan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) pemkot Prabumulih, Drs Ujang Sukarman SAk MSi ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (5/11).

Menurut Ujang, pemberian hibah lahan itu berdasarkan atas pengajuan dari instansi bersangkutan. Lahan rencananya akan diserahterimakan secara langsung oleh walikota Prabumulih dalam waktu dekat ini.

"Saat ini kita tengah urus berkas untuk serah terima, kemungkinan besok (hari ini-red) akan secara langsung dilakukan serahterima oleh walikota kepada pimpinan BNN Prabumulih," katanya seraya mengatakan lahan hibah itu sendiri tidak jauh dari gedung pemkot dan berada di pinggir jalan negara.

Disinggung apakah Pemkot Prabumulih juga akan membantu mendirikan bangunan atau gedung BNN, Ujang mengatakan, pihaknya hanya memberikan hibah lahan disebabkan pembangunan gedung akan dilakukan BNN sendiri.

Ujang menuturkan, tidak hanya BNN yang akan mendapat hibah lahan, tetapi pemkot Prabumulih juga menghibahkan lahan di Jalan Lingkar Prabumulih untuk pembagunan gedung Kodim. "Untuk lahan kodim yang akan dihibahkan seluas 19.955 M2 di Jalan Lingkar," tuturnya.

Terpisah, Kepala BNN Kota Prabumulih, AKBP Edi Nugroho ketika diwawancarai membenarkan jika pihaknya tidak lama lagi akan mendapat hibah lahan dari pemerintah kota Prabumulih. "Lahan itu akan didirikan gedung BNN Prabumulih, karena sekarang ini kita belum memiliki gedung sendiri," ujarnya.

Edi Nugroho mengatakan, dengan diberikannya lahan dan dibangun gedung baru nantinya, jajaran BNN kota Prabumulih akan bekerja ekstra dalam penyuluhan, pemberantasan, penanganan bahaya narkoba di Bumi Seinggok Sepemunyian.(tribunsumsel)

Ridho Yahya Harapkan, Fungsi Posyandu Lebih Ditingkatkan

5 Nov 2014


PRABUMULIH, PP - Untuk meningkatkan koordinasi, pembinaan fasilitas, serta peningkatan fungsi kinerja posyandu dan Kelurahan Siaga di Kota Prabumulih, perlu ada komitmen, kesamaan pemahaman dan kerjasama lintas sektor ditingkat Kota dan kecamatan. Hal ini adalah bagian yang tidak terpisahkan untuk dibahas dan diaplikasikan dalam pelaksanaanya dilapangan guna mewujudkan Kota Prabumulih yang Prima, ujar Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM saat membuka Rakor kelompok kerja operasional (Pokjanal) Posyandu Tingkat Kota Prabumulih Rabu (05/11/2014) di Aula RSUD Kota Prabumulih.

Dalam kesempatan tersebut, Ridho Yahya juga menekankan bahwa kelurahan Siaga dan Pokjanal Posyandu merupakan milik bersama, untuk itu peran lintas sektor sangatlah penting, khususnya peran kecamatan dan puskesmas sebagai lini terdepan dalam pemberian pelayanan di masyarakat.

Darno,S.Ip Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Sosial Budaya Dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan dan Desa (BPMPKD) Kota Prabumulih menjelaskan bahwa Rakor Pokjanal yang digelar pada hari ini bertujuan untuk meningkatkan kerja dan memberdayakan kader posyandu agar lebih aktif melayani masyarakat.

Dikatakan, temu Koordinasi Pokjanal posyandu ini melibatkan penggerak PKK Kelurahan dan Desa di Kota Prabumulih,yang akan di berikan pengetahuan tentang posyandu,dengan harapan di adakannya koordinasi ini kedepan, para penggerak PKK dapat membantu kader posyandu dalam melayani masyarakat.

Selain itu lanjutnya, untuk menunjang kinerja para kader posyandu, pemerintah juga telah menganggarkan tambahan biaya transport kepada kader di tahun 2014 hingga menjadi sebesar sebesar 35 ribu dan rencananya akan di tambah lagi di tahun 2015 hingga sebesar 50 ribu sebulan per kader. Kader posyandu sendiri lanjut Darno, terdiri dari beberapa kader yang berasal dari beberapa instansi di lingkungan pemerintahan Kota Prabumulih sperti BPPKB,dinkes dan BPMPKD. (pp/rd)
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung