News Update :
>

Ini Kata Wawako Soal Pelaksanaan Proyek di Prabumulih

3 Sep 2015

PRABUMULIH, PP - Khawatir penyelesaian pelaksanaan Proyek pembangunan yang bersumber dari dana APBD tidak tepat waktu, Walikota Prabumulih Ir H. Ridho Yahya MM di dampingi Wakil Walikota H Andriansyah Fikri SH serta beberapa Pejabat teras di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih turun langsung ke proyek untuk memastikan pekerjaannya sesuai dengan yang diharapkan.

Kekhawatiran tersebut bukan tidak beralasan sebab waktu pelaksanaan penyelesaian seluruh pekerjaan hanya menyisakan waktu tiga bulan saja dan Desember 2015 seluruh kegiatan proyek pembangunan sudah harus diserahterimakan.

Wakil Wali Kota Prabumulih, H Andriansyah Fikri SH mengatakan kunjungan ke sejumlah lokasi proyek pembangunan tersebut dilakukan guna memastikan penyelesaian proyek bisa tepat pada waktunya.

"Kan tinggal 3 bulan lagi. Makanya kami tinjau ke lapangan untuk memastikan proyek selesai tepat waktu," ujarnya.

Menurut Fikri, ada sekitar 6 proyek pembangunan infrastruktur yang didatanginya yakni proyek pembangunan Taman Kota Air Mancur, Stadion, Menara Islamic Centre, Tugu Nanas, PTM 2 serta Taman Patuh Galung. Fikri menuturkan pengerjaan proyek sudah mencapai 30 - 80 persen.  

"Beberapa megaproyek seperti Stadion dan Menara Islamic Centre baru mencapai 30 - 40 persen. Nah, ini yang terus kami pantau. Apakah nantinya proyek ini selesai tepat waktu atau tidak. Kalau proyek yang lebih kecil rata-rata sudah 80 persen," tuturnya.

Masih kata Fikri, pihaknya tetap optimis proyek pembangunan infrastruktur selesai tepat pada waktunya. "Kontraktor yang kami temui juga sudah menjanjikan proyek bisa selesai tepat pada waktunya. Seluruh potensi, seperti tenaga kerja dan peralatan akan dikerahkan agar bisa diselesaikan. Namun, kami juga mengingatkan agar pihak pemborong tetap menjaga kualitas pekerjaan," pungkasnya.

Bedeng 2 Pintu di Jalan Pandawa Cambai Ludes Terbakar

PRABUMULIH, PP - Rumah dua pintu milik Mardi warga Jalan Pandawa Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai Kota Prabumulih hangus terbakar dilalap si jago merah pagi tadi Kamis (03/09/2015) sekitar Pukul 08.00 wib. Rumah yang ditempati oleh Usman (64) dan Edi Haryanto (42) sempat membuat heboh warga sekitar lantaran takut api merambat ke rumah di sebelahnya.

Dihantui rasa panik, warga mencoba melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Api kian sulit dipadamkan disebabkan kondisi kemarau yang kesulitan air terlebih angin pagi itu cukup kencang membuat rumah semi permanen itu semakin cepat dilalap si jago merah.

Informasi yang dapat dihimpun, penyebab kebakaran di duga berasal dari sisa-sisa api dari tungku masak dapur milik Usman yang mengontrak rumah tersebut. Berdasarkan keterangan warga sekitar, pagi itu sebelum terjadi kebakaran Yati Asmawati isteri Usman terlihat sedang memasak nasi menggunakan tungku yang berbahan bakar kayu. Setelah usai masak, ia pergi hendak membeli sayur. Sementara suaminya, pagi-pagi sekali sudah berangkat ke tempat kerja.

Diduga bara api yang ditinggal pergi ke pasar oleh tiupan angin kedinding papan dapur rumah korban. Cuaca panas yang membuat papan kayu kering, menjadi lebih mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan apa saja yang ada disekelilingnya.

Kobaran api tersebut pertama kali diketahui oleh Maya, tetangga korban. Maya yang sedang menyapu pekarangan rumahnya, curiga dengan asap yang mengepul dari dapur tetangganya tersebut langsung berteriak kebakaran. Mendengar teriakan kebakaran, Asih anak korban yang sedang hamil menjadi panik dan berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakan minta tolong langsung berhamburan keluar rumah dan melakukan pertolongan seadanya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tetangga korban Edi Haryanto yang kondisinya lumpuh berhasil diselamatkan warga. namun begitu barang-barang milik korban tak satupun yang bisa diselamatkan lantaran kobaran api yang begitu cepat menghanguskan rumah yang terbuat dari papan kayu tersebut.

Tak lama, bedeng dua pintu tersebut sudah rata dengan tanah. Ditambah lagi akses jalan untuk mobil pemadam kebakaran sangat sulit untuk menjangkau lokasi. Semestinya Kobaran api dapat segera teratasi, jika saja jalan masuk menuju rumah korban tak dipasang portal. Mobil PBK milik Pemkot Prabumulih yang tiba, terpaksa berbalik arah dan mencari jalan masuk lain menuju rumah yang terbakar. Namun sayangnya, setiba dilokasi kejadian bedeng papan tersebut sudah rata dengan tanah.

Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa Sik melalui Kapolsek Cambai, Ipda Firman ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. “Diduga penyebab kebakaran berasal dari tungku tempat memasak, namun untuk penyebab pasti kita masih melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Ini dia Pelaku Pembunuhan Mayat di Sungai Lematang

PRABUMULIH, PP - Masih ingat berita yang sempat menghebohkan warga Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Pali Rabu (29/07/2015) silam yang menemukan sesosok mayat tanpa busana mengapung di Sungai Lematang?. Kabar baiknya kini salah seorang dari empat pelaku pembunuhan telah berhasil ditangkap Unit Reskrim dan unit Intel Polsek Rambang Dangku bekerjasama dengan Reskrim Polsek Tanah Abang.

Pelaku pembunuhan korban bernama Lukman Bin Sarkowi (40) warga Desa Sinar Jaya Kampung IV Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin yang berhasil ditangkap adalah Sudarman alias Dok Bin Cik Adam (42) Warga Desa Siku Kampung III Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim.

Pelaku berhasil diamankan petugas tanpa perlawanan saat sedang asik berpesta Orgen Tunggal di Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang Kamis (3/9) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kepada pihak kepolisian, pelaku mengaku nekad membunuh korban lantaran kesal kampungnya sering menjadi sasaran tindak pencurian.

"Saya kesal pak, karna setiap dia (korban) datang, selalu ada yang hilang. Pernah saja motor hilang saat dia datang kekampung kami," ungkapnya.

Pelaku menuturkan jika sebelumnya dirinya dan warga lain melakukan pengintaian saat korban datang ke wilayah Tanah Abang. "Itu sudah kami intai pak, begitu dia datang. Ketika hendak dipulangkan kekampungnya oleh kades, langsung saya pukul menggunakan kayu bulat yang ada disekitar sana," tuturnya.

Tak sampai disitu, pelaku menjelaskan, mengetahui korban melarikan diri keseberang sungai siku pelaku pun bersama kedua temannya mengejar menggunakan perahu.

"Sesampai diseberang melihat dia sudah kelelahan kami pukul lagi hingga tewas. Setelah itu mayatnya kami hanyutkan disungai," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim, AKBP Nuryanto melalui Kapolsek Rambang Dangku, AKP Nazirudin saat dikonfirmasi mengatakan jika pelaku dijerat pasal 340 Jo 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati dan atau seumur hidup.

"Dari tersangka kita berhasil mengamankan dua karung pasir yang digunakan untuk menenggelamkan korban. Kita juga saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap keempat pelaku lainnya," ungkapnya.


BERITA TERKAIT

Mayat Tanpa Busana Ditemukan Mengapung di Sungai Lematang

Guru PAUD Karang Endah Tewas Dilindas si Ular Besi

2 Sep 2015

KARANG ENDAH, PP - Evi Mardiana (20),seorang guru warga kampung 2 desa Karang Utara Kecamatan Gelumbang, tewas mengenaskan ditabrak kereta api jurusan Kertapati-Lubuk Linggau ketika melintas dijalur yang tanpa pengaman di desa Karang Endah Utara Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim siang tadi Rabu (02/09/2015) sekitar pukul 11.00 Wib. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban baru saja pulang mengajar dari sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Batalion Yonkav 5 Serbu Karang Endah. Korban yang melintasi jalur KA tanpa pintu di gang Arjuna desa Karang Endah itu, Tiba-tiba dihantam kereta api dari arah Palembang – Prabumulih saat melintas dengan sepada motornya. 

Duarrrr.. Korban berikut sepeda motor jenis Suzuki Shogun BG  6041 DH yang dikenderainya terpental hingga 15 meter. Korban diduga tidak mendengar suara kereta api yang melintas, dan tanpa ampun kereta api tersebut,telah menghantamnya hingga terpental sekitar 15 meter. Korban tewas ditempat mengalami luka parah dibagian tubunya.

Korban yang sempat mendapat pertolongan dari warga langsung dilarikan di Pusesmas Gelumbang, namun naasnya korban diduga telah tewas ditempat dengan mengalami luka dibagian rusuk yang patah serta tangan bahu yang patah.

Sementara itu Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto Sik,melalui Kapolsek Gelumbang AKP Mulyono SH ,membenarkan adanya kejadian kecelakaan dijalur kereta api di Desa Karang Endah Utara ,hingga menewaskan seseorang,’’terangnya

Sudah Pungli Armada Batubara, Kini Muncul Pungli PD Petro Prabu

PRABUMULIH, PP - Jika sebelumnya pungutan liar terhadap angkutan Batubara kerap menghiasi halaman media massa di Kota Prabumulih, kini muncul isu tak sedap yang menerpa perusahaan Daerah Milik Pemerintah Kota Prabumulih bernama PD Petro Prabu dengan modus biaya perawatan jaringan gas kota.

Alhasil, sejumlah pelanggan gas kota di Bumi Seinggok Sepemunyian mulai mengeluh dengan ulah oknum yang mengatasnamakan petugas dari PD Petro Prabu yang memungut tarif biaya perawatan setiap berkunjung ke rumah pelanggan.

Modusnya, petugas tersebut mendatangi rumah pelanggan lalu kemudian melakukan pengecekan gas. Setelah itu petugas tersebut meminta bayaran terhadap pelanggan dengan tarif yang tinggi lebih besar dari bayaran pemakaian gas per bulannya.

"Ini kok makin lama makin aneh iya? Masak iya kita bebankan lagi biaya bulanan perawatan jaringan gas kota. Hampir setiap bulan rumah kami di datangi oleh oknum yang petugas PD Petro Prabu dengan alasan pengecekan kompor, meteran, jaringan dan lainnya. Sudanya selesai mintak dibayar pulok" ujar Yatik warga Prabusari.

Pelanggan ini pun mengaku bingung terhadap prosedur perawatan pipa gas yang dilakukan petugas. "Biayanya lebih mahal perawatan ketimbang pemakaian. Kami langsung bayar juga karena takut terjadi apa-apa dengan gas di rumah. Lebih baik bayar daripada rumah kebakaran," tuturnya.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama PD Petro Prabu, H Azhari H Harun menuturkan pihaknya tidak pernah menerapkan pengenaan tarif terhadap aktifitas perawatan saluran gas di rumah pelanggan.

"Kami tidak pernah mengambil kebijakan pengenaan tarif terhadap perawatan. Seluruh biaya perawatan sudah tertanggung di dalam biaya pemakaian gas rumah tangga," kata Azhari ketika ditemui di ruang kerjanya.

Masih kata Azhari, dirinya memang memberikan layanan sebesar-besarnya kepada pelanggan untuk menyampaikan keluhan serta gangguan terkait penyaluran gas rumah tangga. "Kalau ada kerusakan di rumah pelanggan kami sudah membuka hotline. Selain itu, pelanggan juga bisa mengisi formulir keluhan sehingga bisa ditindaklanjuti petugas ke lapangan. Dan itu tidak dipungut biaya alias gratis," tegasnya.

Azhari menghimbau kepada pelanggan agar bisa mengonfirmasikan kehadiran petugas yang datang ke pihaknya. Sebab menurut Azhari, petugas dari PD Petro Prabu sudah dilengkapi dengan atribut-atribut khusus. "Kalau petugas kami, selain mengenakan seragam juga ada id card pegawai. Tak hanya itu, mereka juga dilengkapi dengan surat tugas. Kalaupun memang benar petugas kami yang datang dan memintai tarif, bisa langsung lapor ke kami untuk diberikan sanksi," pungkasnya.

Gauli Anak Dibawah Umur, Ayah Dua Anak ini Terancam 15 Tahun Penjara

GELUMBANG, PP - Sebut saja Tomi (43) Ayah dua anak warga Desa Bitis Kecamatan Gelumbang terpaksa di jebloskan di sel tahanan Mapolsek Gelumbang setelah dilaporkan korbanya Mawar(14),dan juga orangtua korban,dalam kasus pencabulan anak dibawah umur.

Dihadapan petugas SPK Polsek Gelumbang ,Mawar(14)yang masih status anak dibawah umur ini melaporkan jika ia telah diperkosa TSK Tomi pada tanggal 13 maret 2015 sekitar pukul 20.30 WIB dirumahnya, Bahkan Mawar mengaku sempat menolak dan berontak namun kalah tenagahingga TSK memperlampiaskan nafsu bejatnya .

“Aku ini di ancam Tersangka dengan senjata tajam kalau melawan dan menceritakan kejadian pemerkosaan itu,’’ungkap korban.

Terungkapnya tindak pidana pencabulan ini bermula setelah ibu korban, Tina melihat korban mengalami perubahan fisik terhadap anak gadisnya itu. Dimana badan korban mengalami perubahan menjadi gemuk dan juga sering melamun.

Selidik punya selidik dan sedikit didesak berulang kali, akhirnya korbanpun mengakui jika ia telah dinodai oleh tersangka yang merupakan pria beristri,dan memilki dua anak.

Laporan korbanpunlangsung diterima petugas dengan No:LPB/161/VIII/2015/sumsel/ResMuara Enim/Sek Gelumbang. Mendapat laporan korban, petugas Satreskrim Polsek Gelumbang langsung menangkap pelaku di tempat usahanya di café dan panti pijat di kawasan eks kebun binatang desa Talang-taling,Kecamatan Gelumbang.

Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIK melalui Kapolsek Gelumbang AKP Mulyono SH Senin(17/08),lalu,membenarkan tersangka kasus pemerkosaan atas nama Tomi telah ditangkap pihaknya,dan kini telah di jebloskan di penjara.

‘’Kini tersangka sedang diproses penyidikan lebih lanjut,’’tegas Mulyono seraya menambahkan bahwa tersangka diancam dengan Pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. jn

M Supi ST Jabat Kadis PU Gantikan Posisi Ir Ardi Supratman

1 Sep 2015

PRABUMULIH, PP - Setelah beberapa kali dikabarkan jabatan Kepala Dinas PU Kota Prabumulih akan dirolling namun tertunda dengan alasan yang tidak jelas, namun kali ini Jabatan tersebut resmi diserahterimakan. Ir. Ardi Supratman MM yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas PU digantikan oleh sekretaris Dinas PU M Supi ST. Kiai panggilan akrab Ardi Supratman, kini menjabat sebagai staff ahli walikota bidang pembangunan.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat esselon II tersebut dilakukan oleh Wakil Walikota Prabumulih Ir Andriansyah Fikri SH siang tadi Selasa (01/09/2015) di gedung serbaguna RSUD Kota Prabumulih. Selain Jabatan Kepala Dinas PU Kota Prabumulih jabatan asisten juga turut bergeser siang itu. Seperti jabatan asisten administrasi umum yang sebelumnya dijabat Muhammad Yusuf SPd kini diserahkan kepada Drs H Asmuni MPDI yang sebelumnya menjabat sebagai staff setda Kota Prabumulih.

Ke empat pejabat esselon II ini dilantik berdasarkan surat keputusan (SK) Walikota No 228/KPTS/BKD.III/2015 tanggal 31 Agustus 2015.

Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri SH seusai pelantikan kepada wartawan mengungkapkan bahwa pergantian jabatan dilingkungan Pemerintah Kota Prabumulih merupakan hal yang wajar sebagai bentuk penyegaran di SKPD masing-masing dan kepada pejabat yang tidak dilantik atau tidak terkena mutasi jangan berbagga diri sebab besok atau lusa jabatan jabatan tersebut bisa bergeser jika tidak ada peningkatan kinerja dari jabatan yang diemban.

Kemarau, Prabumulih Waspada Kebakaran Lahan

28 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Musim kemrau yang melanda kota Prabumulih menyebabkan warga diminta waspada saat melakukan kegiatan yang bisa memicu api. Semisal membakar sampah tanpa mengawasi jilatan api yang merambah ke rerumputan yang mengering dan mudah terbakar.

Siang tadi, Jumat (28/08/2015) di Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur kobaran api nyaris merambat ke pemukiman penduduk di sekitarnya. Beruntung warga cepat menghubungi pemadam kebakaran Kota Prabumulih dan api pun dapat dipadamkan.

Menurut warga sekitar, peristiwa kebakaran yang sempat menimbulkan kemacetan di jalan lintas Padat Karya - Sindur itu bermula disebabkan api yang tersulut dari sisa pembakaran sampah. Akibatnya, lahan kebun karet milik Ali Usman (56), warga setempat ludes dilalap api. Lebih kurang 50 batang karet miliknya hangus terbakar. Kobaran api bahkan hampir menjalar ke pemukiman penduduk yang letaknya sekitar 200 meter dari tempat kejadian.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang kembali, Kepala Kesbangpol kota Prabumulih, Marthodi HS SH mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana kebakaran lahan. "Kami sudah sering mengingatkan kepada warga untuk tidak membakar sampah sembarangan. Cuman masih saja ada warga yang teledor. Entah ini disengaja atau tidak masih kami selidiki," tuturnya.

Marthodi juga mengingatkan kepada warga bahwa ada ancaman hukuman pidana bagi warga yang sengaja melakukan pembakaran lahan. "Sesuai dengan UU Kehutanan, pembakaran lahan yang disengaja bisa dituntut hukuman 10 tahun penjara. Sementara jika diakibatkan kelalaian bisa dihukum 5 tahun penjara," pungkasnya seraya kembali menghimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam bertindak

Polres Segera Gelar Perkara Kasus Korupsi APBD Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Setelah sebelumnya pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan telah melakukan penahanan terhadap ke lima tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana kas sekretariat daerah Kota Prabumulih, kini Giliran Polres Prabumulih dari satuan tindak pidana korupsi (Tipikor bakal segera melakukan gelar perkara Kasus dugaan Korupsi penyimpangan dana APBD Kota Prabumulih melalui kegiatan proyek pembangunan.

Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP disela-sela gelar perkara kasus pungli terhadap angkutan batubara siang tadi Jumat (28/08/2015) di Mapolres Prabumulih mengungkapkan bahwa berkas kasus dugaan korupsi yang tengah di tanganinya saat ini sedang berjalan dan kasusnya segera di gelar.

"Penyidikan Kasus Korupsi APBD Kota Prabumulih saat ini terus berjalan. Mungkin juga rekan-rekan sudah monitor dan dalam waktu dekat Kasat Reskrim dengan fakta-fakta yang sudah terkumpul akan segera melakukan gelar perkara. Dalam melakukan gelar perkara, Pihak Polres Prabumulih tidaka sendirian. Artinya jika dalam pengungkapan kasus penyidik polres mengalami kesulitan akan melibatkan pihak Polda Sumsel dan bila perlu akan melibatkan pihak Bareskrim untuk mensupervisi apa yang sudah kita lakukan, sudah tepat atau belum, tegasnya.

Polres Prabumulih Gelar Perkara Kasus Pungli dan Pencurian Dengan Kekerasan

Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP didamping Kasat Reskrim AKP Bagus Suranto SIK (kanan) dan Kapolsek Prabumulih Barat AKP Toni Arman (kiri) saat melakukan gelar perkara kasus pungutan liar di jalan dan kasus pencurian dengan kekerasan di Mapolres Prabumulih Jumat (28/08/2015). Dalam kesempatan tersebut selain menghadirkan 15 orang tersangka, Polres Prabumulih juga turut memerkan sejumlah barang bukti berupa, senjata api rakitan, uang tunai, senjata tajam, telepon genggam, sepeda motor, dan Mobil yang merupakan hasil dari aksi kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka (f/dok, posmetroprabu.com)

Sebanyak 46 Mahasiswa Poltek Unsri Disebar ke 12 Desa Prabumulih

25 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Sebanyak 46 Mahasiswa  Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) siap mengawal penyerapan dana desa di Kota Prabumulih agar pelaporannya sesuai dengan ketentuan. Kedatangan mahasiswa semester akhir jurusan akutansi ini setidaknya diharapkan mampu mencegah aparat pemerintah desa terjerat kasus hukum lantaran kesalahan administrasi pengelolaan keuangan.

Demikian harapan yang disampaikan oleh Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri SH saat menyambut kedatangan 46 mahasiswa dari Politeknik Negeri Sriwijaya di ruang rapat lantai I Sekretariat Daerah Kota Prabumulih Siang tadi Selasa (25/08/2015)

Nantinya para mahasiswa yang sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini akan di sebar di 12 Desa yang ada di Prabumulih untuk membantu perangkat desa membuat laporan keuangan.

Wakil Walikota dalam kesempatan tersebut memberikan pesan kepada mahasiswa agar bisa berbaur dengan masyarakat desa dan menerapkan ilmu yang didapat selama belajar di kampusnya kepada masyarakat. Khususnya mengenai pengelolaan anggaran.

“Kami selaku pemerintah sangat berharap mahasiswa bisa memberikan pembaharuan dan pemahaman yang baik kepada masyarakat desa dalam hal pengelolaan anggaran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan, Drs Aris Priadi MSi mengatakan kedatangan sejumlah mahasiswa tersebut selain untuk membantu mahasiswa menyelesaikan salah satu syarat menamatkan studi, juga untuk membantu perangkat desa membuat laporan keuangan.

“Saat ini, anggaran dana desa sudah mulai dikucurkan. Dalam pengelolaannya, perangkat desa wajib memberikan pertanggung jawaban berupa laporan keuangan penggunaan anggaran. Kebetulan mahasiswa jurusan akuntansi ini kan memiliki dasar ilmu yang cukup sehingga dapat diaplikasikan kepada perangkat desa,” ujar Aris.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Prabumulih Juhar Fahri SE AK kepada Posmetro Prabu mengungkapkan bahwa pihaknya juga sangat menyambut baik Mahasiswa Poltek Unsri mengambil temapt di Prabumulih dalam melaksanakan PKL.

Dikatakan, para perangkat desa perlu didampingi dan diberikan pemahaman tentang pelaporan keuangan berbasis akrual yang belum begitu dikenal di pemerintahan tingkat desa meski mulai efektif dijalankan pada 2015. Dengan adanya PKL Mahasiswa Poltek Unsri Jurusan Administrasi ini setidaknya bisa mencegah jangan sampai ada kepala desa masuk penjara gara-gara ketidaktahuan sistem pengelolaan anggaran desa, ujar Jauhar Fahri.

Namun demikian lanjutnya persolan diatas tidak akan terjadi jika laporan pertanggung jawaban keuangan yang dibuat perangkat desa mampu mengikuti standar yang ditentukan tanpa adanya manipulasi. Selain itu anggaran yang disusun harus sepenuhnya menggambarkan kebutuhan yang diperlukan oleh desa.

"Dengan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa diharapakan bisa memberikan penjelasan mengenai system akuntansi sederhana dan tidak rumit yang dapat diaplikasikan oleh perangkat desa dalam menyusun laporan keuangan desa" tandasnya.

2016 Tiap Kelurahan di Prabumulih Miliki Pasar. PTM Siap-Siap Sepi Pengunjung

PRABUMULIH, PP - Seluruh Kelurahan yang tersebar di Kota Prabumulih pada tahun 2016 bakal miliki pasar sendiri-sendiri. Nah kok bisa? Trus bagaimana dengan pasar yang ada sekarang, siap-siap sepi dong.

Menurut Pemerintah Kota Prabumulih yang dikonfirmasi melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi mengungkapkan bahwa tujuan pendirian pasar di tiap Kelurahan tersebut tidak lain dan tudak bukan untuk mendongkrak perekonomian di tibgkat desa sekaligus untuk memudahkan transaksi perdagangan di daerah terpencil.

Program satu kelurahan satu pasar ini akan diwujudkan dalam waktu dekat. Namun untuk Tahun 2016 mengingat dana yang ada hanya mampu mendirikan 3 Pasar untuk sementara. Sisanya akan menyusul pada anggaran berikutnya, ujar Kadis Perindagkop Kota Prabumulih Junaidah SE MM Selasa (25/08/2015).

pembangunan 3 buah pasar tersebut akan memamfaatkan bantuan dana dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI yang berasal dari dana APBN, “Pasar dibangun dengan dana APBN lewat Kemendag RI, soal besarannya kita belum mengetahuinya namun yang pastinya bantuan tersebut dimamfaatkan untuk pembangunan 3 buah pasar,”Ungkapnya.

Lokasi pasar yang dimaksud yang akan segera dibangun ditempatkan di Pangkul, Muara Sungai dan di belakang Pasar PTM. Dilokasi ini (lokasi belakang pasar PTM - red) dimanfaatkan untuk menampung pedagang pasar yang tidak mendapatkan lapak di PTM. Artinya pemerintah dalam waktu dekat akan membangun lagi pasar di belakang pasar PTM.

Jadi ditahun berikutnya dipastikan tiap kelurahan yang tersebar di Kota Prabumulih sudah memiliki pasar sendiri-sendiri. Dengan adanya pasar tersebut diharapkan perekonomian tingkat desa dapat terdongkrak dengan sendirinya, terang Junaidah.

Menanggapi rencana Pemerintah yang bakal mendirikan Pasar di tiap desa dan Kelurahan di Kota Prabumulih, Eka Prasetya SE yang dikonfirmasi terpisah menanggapi secara dingin. Menurutnya upaya pemerintah mendirikan Pasar disetiap kelurahan bukan solusi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan. Terlebih lanjutnya kondisi ekonomi yang saat ini sedang lesu.

Jika pun Pemerintah bermaksud mengangkat perekonomian masyarakat masih banyak cara lain yang lebih menyentuh ketimbang mendirikan pasar disetiap kelurahan, ujar Eka Prasetya. Dikatakan, pembangunan Pasar di Kelurahan hanya akan membuang anggaran karna bangunan bisa dipastikan terbengkalai. Kalaupun Pemerintah berniat lebih tepat jika pasar ditempatkan disetiap kecamatan. Misalnya, Pasar Cambai, Pasar RKT, Pasar Utara dan Lainnya.

Harapan kita kiranya Pemerintah lebih mengkaji dulu langkah yang harus ditempuh. Jika hanya mengandalkan masyarakat Kelurahan saja yang berbelanja dipasar menurutnya tidak akan maju. Efek lainnya pasar induk seperti PTM akan sepi, jadi harus di kaji dulu dengan matang agar penggunaan anggaran tidak salah sasaran, tegasnya.

Gandeng KNPI, Disnakertrans Prabumulih Gelar Pelatihan Kerja

PRABUMULIH, PP - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Prabumulih menggelar pelatihan kerja berbasis kompetensi terhadap 112 orang peserta siang tadi Selasa (25/08/2015). Pelatihan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru terhadap masyarakat yang sulit mendapatkan pekerjaan.

Kepala Disnakertrans kota Prabumulih, H Zulkifli AB melalui Kepala UPTD BLK, Gepo Irwanto AMd mengatakan pelatihan kerja kali ini diikuti oleh sebanyak 112 peserta yang berasal dari berbagai kelurahan dan desa serta organisasi kepemudaan.

“Pelatihan ini dimaksudkan juga untuk menciptakan lapangan kerja baru yang mandiri, sehingga secara tak langsung bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Prabumulih pada khususnya,” Ujar Gepo.

Dikatakan, para peserta akan diajarkan beberapa keterampilan sesuai dengan kejuruan masing-masing. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu menunjukkan potensi dalam dirinya. 

Selain itu lanjut Gepo, para peserta pada tahun ini akan terus dievaluasi perkembangan kemampuan yang dimiliki. Sementara pada pelatihan untuk periode kali ini para peserta dibagi menjadi 7 kelompok kejuruan. Masing-masing kelompok diberikan bekal berupa modal dan peralatan untuk membuka usaha. 

Agar program pelatihan kerja ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan, pihak BLK sendiri akan membentuk tim untuk mengevaluasi usaha yang dibuka kelompok kerja tadi. Hal ini dimungkinkan untuk memastikan para lulusan bisa mengaplikasikan kemampuan yang didapatnya dengan baik, tandasnya.

Pemkot Claim Prabumulih Tak Miliki Pemukiman Kumuh

22 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Pemerintah Kota (Pemko) Prabumulih claim tidak memiliki pemukiman kumuh di bumi seinggok sepemunyian. Hal ini disampaiakan oleh Asisten II bidang ekonomi pembangunan Pemko Prabumulih Yusuf Arni SPd dalam acara program peningkatan kawasan pemukiman (P2KP) di aula serbaguna Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jalan Sudirman Kota Prabumulih kemarin (20/08/2015)

Dalam kesempatan itu , Arni juga menepis pemberitaan yang menyebutkan adanya kawasan kumuh di Kota Nanas. Menurutnya kawasan yang ditampilkan di media bukanlah kawasan kumuh melainkan rumah tidak layak huni.

"Itu bukan kawasan kumuh. Yang dimaksud kawasan kumuh bukanlah seperti yang disiarkan dalam pemberitaan. Saya tegaskan kawasan yang dimaksud dalam berita di media itu adalah rumah tidak layak huni yang jumlahnya juga saat ini sudah beekurang secara signifikan melalui program bedah rumah pemerintah kota Prabumulih" ujarnya.

Dikatakan, dengan adanya program Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP), Yusuf menyampaikan permasalahan pemukiman kumuh bisa dengan segera dituntaskan.

"Program ini selaras dengan program yang dilaksanakan oleh pemerintah kota. Artinya permasalahan pemukiman ini bisa lebih cepat diatasi," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Kota (Korkot) program peningkatan kawasan permukiman Kota Prabumlulih, M Hatta Iskandar menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pendataan terhadap pemukiman kumuh yang ada di Kota Prabumulih. Dimana dalam pendataan tersebut, pihaknya akan melibatkan instansi terkait dan relawan dari masyarakat setempat.

" Tujuannya untuk mengetahui, berapa banyak rumah kumuh berikut luas wilayahnya. Nantinya data yang didapat, akan digunakan untuk menentukan arah pembangunan kedepan dengan kata lain nantinya akan dipakai oleh pihak terkait dalam membuat program," pungkasnya

Cabuli Anak dibawah Umur, AK Warga Prabujaya Terancam Dibui

21 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Kesal lantaran anaknya diperlakukan tidak senonoh, AS (24) terpaksa melaporkan AK (24) ke pihak Kepolisian Resort Kota Prabumulih untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mengapa tidak, AS yang bermaksud bertamu baik-baik ke rumah pelaku di belakang Kompleks Penjara Prabujaya untuk mencari rumah kontrakan malah dimanfaatkan oleh pelaku untuk mencabuli anak AS bernama MA yang masih berusia enam tahun.

Perilaku bejat yang dilakukan AK terhadap MA awalnya memang tidak mencurigakan. Sebab orang tua korban bersama orang tua pelaku sedang mengobrol santai di teras rumah membahas niat pindahan dan sedang mencari kontrakan di kompleks tersebut. Korban saat itu juga masih nimbrung di tengah pembicaraan kedua orang tuanya.

Nah beberapa saat kemudian, Gadis belia yang masih polos itu masuk kedalam rumah pelaku untuk melihat acara di televisi. Saat itu pelaku kebenaran berada diruang tengah. Entah setan apa yang merasuki pikirannya, pelaku pun memanfaatkan situasi dan kondisi untuk mencabuli korban.

Kecurigaan mulai terungkap saat korban keluar dari dalam rumah dan kembali menemui kedua orangtuanya diteras dan mengeluh kesakitan di daerah kemaluannya. Ditanya kenapa korban takut dan tidak berani mengatakan apa yang telah terjadi barusan. Dengan demikian, orang tua korban pun memilih untuk pamit pulang dari rumah orang tua pelaku.

Merasa penasaran, sesampainya dirumah, orang tua korban kembali bertanya kepada gadis kecilnya tentang musabab keluhan rasa sakit di kemaluan anaknya tadi. Betapa terkejutnya sang ayah saat anaknya mengatakan bahwa ia baru saja diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku AK saat bertamu tadi.

Gadis kecil belia itu ternyata baru saja digauli oleh AK saat masuk kedalam rumah. Korban kepada sang ayah mengaku sekujur tubuhnya dijilati AK hingga ke kemaluan. Kemaluannya di gigit oleh AK hingga menimbulkan rasa perih dan mengeluarkan cairan.

Tidak terima dengan perlakuan AK, Ayah korban langsung membawa anaknya ke rumah sakit untuk di visum dan selanjutnya melaporkan pelaku ke Polres Prabumulih untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Korupsi APBD Prabumulih. Kejati Bakal Panggil Puluhan Pejabat Pemkot

PRABUMULIH, PP - Kasus Korupsi Pengelolaan Dana Kas Sekretariat Daerah Kota Prabumulih APBD 2007-2011 terus dikembangkan oleh pihak penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel). Meski dalam kasus ini pihak penyidik telah melakukan penahanan terhadap lima tersangka penyelewengan dana APBD tersebut, namun pihak Kejati masih akan memanggil sejumlah pejabat aktif yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.

Tak tanggung-tanggung puluhan pejabat aktif bakal menjalani pemeriksaan penyidik Kejati Sumsel dalam waktu dekat ini. Menurut penyidik Kejati Sumsel Boby SH yang dikonfirmasi posmetroprabu.com,Jumat (21/08/2015) pemanggilan pejabat tersebut berkaitan dengan kelengkapan berkas kasus yang melibatkan kelima tersangka yang telah ditahan.

"Untuk melengkapi berkas kasus Korupsi APBD Kota Prabumulih 2007-2011 yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp 19 Miliar, dalam waktu dekat penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi pejabat aktif di lingkungan Pemerintahan Kota Prabumulih" ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya juga pihaknya telah memeriksa beberapa pejabat aktif dilingkungan Pemerintah Kota Prabumulih dengan status sebagai saksi untuk kelengkapan berkas. Dalam waktu dekat ini lanjut Boby, pihaknya kembali melakukan pemanggilan terhadap beberapa pejabat Pemkot Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan bersama dengan ke lima tersangka yang sudah ditahan oleh Kejati, paparnya.

Informasi yang berkembang Pemkot Prabumulih berupaya melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap ke lima tersangka, menurut Boby pihaknya hingga kini belum menerima permohonan sebagaimana yang dimaksud.

Terkait, pemeriksaan terhadap beberapa pejabat dilingkungan Pemkot Prabumulih juga diakui oleh oknum pejabat yang berkaitan erat dengan kasus tersebut. Menurut informasi yang dapat dihimpun posmetroprabu.com, melalui salah seorang pejabat yang meminta namanya untuk tidak disebutkan dalam pemberitaan mengungkapkan bahwa dirinya baru saja diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sumsel dengan status sebagai saksi kelima tersangka kasus Korupsi Pengelolaan dana Kas Daerah.

"Hanya memenuhi undangan saja. Iya kita jawab sesuai dengan yang kita ketahui. Secara pribadi kita tidak menyalahkan para tersangka sebab yang mereka lakukan menurut saya adalah berdasarkan perintah. Kalaupun salah paling penyalahgunaan wewenang. Bayangkan sistem birokrasi pada tahun tersebut yang bisa dikatakan belum seketat sekarang. Sangat sulit untuk menempatkan pos anggaran. Artinya, beberapa permohonan bantuan dana yang masuk ke sekretariat Daerah menumpuk yang seharusnya pos anggaran Bansos dialihkan ke pos lain karna anggaran di Bansos tidak mencukupi" ujar salah seorang pejabat yang enggan menyebutkan namanya itu.

Letak kesalahannya barangkali hanya sebatas itu. Namun mau bilang apa, semua pekerjaan punya konsekwensi tersendiri yang bisa datang kapan saja bila disalahgunakan, tandasnya.

Sementara itu, warga masyarakat kota Prabumulih melalui akun facebook redaksi posmetro prabu berharap kasus penyimpangan APBD Kota Prabumulih ini dalam penyidikkannya hendaknya dilakukan secara transparan tanpa harus tebang pilih dalam penetapan tersangka. "Harapan kita penyidik tidak tebang pilih dalam penetapan tersangka. Jika mereka korban tentu ada aktor dibaliknya yang perlu diungkap secara tuntas. Semoga dalam pengembangan yang dilakukan oleh penyidik mampu menemukan aktor tersebut" ujar Hasan warga Kota Prabumulih.
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung