Metro Update :

Trending Topik

Hj Rusmini : Tak Siapkan Ruangan Untuk Caleg Stres

15 Apr 2014

PRABUMULIH, PP--Direktur RSUD Prabumulih dr Hj Rusmini Erwansyah MKes, menyatakan pihaknya tak menyiapkan ruangan khusus untuk caleg yang gagal dalam Pileg 2014.

"Kita tak siapkan ruangan khusus untuk caleg yang stres dan mengalami depresi," ujarnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (15/4).

Walapun ada caleg yang stres dan memerlukan perawatan di RSUD Prabumulih, pihaknya akan menyiapkan ruangan umum dan akan menyiapkan psikiater dan melakukan terapi. dr Hj Rusmini pun menyatakan bahwa ada beberapa orang caleg yang berobat ke RSUD Prabumulih. "Tapi karena kecapekan dan istirahat, namun bukan caleg yang mengalami depresi," tuturnya. Tapi ia tak mau menyebutkan nama caleg tersebut.

"Kita mengharapkan tak ada caleg yang stres dan mengalami depresi, untuk dirawat di RSUD Prabumulih, tapi jika ada, kita siapkan ruangan dan perawatan serta terapinya," pungkas dr Hj Rusmini.(bmg)

Panjang dan Berliku Pencairan Advetorial di Pemkot Prabumulih

14 Apr 2014

PRABUMULIH, PP-Kekesalan dan prihatin, tampak jelas dari raut muka wartawan media di Prabumulih, yang tak mau disebut namanya, saat berada di lantai I ruang bagian Humas dan Protokol. Ia sangat geram mengetahui berkas yang sudah disampaikanya, tak kunjung dapat dicairkan."Ditambah lagi begitu ke lantai II, ruang bagian keuangan, juru bayar dibagian keuangan tak ada ditempat alias dinas luar kota selama tiga hari," ungkapnya kesal.

Ia bahkan sudah pontang-ponting menyiapkan syarat-syarat pencairan,seperti pembuatan rekening di banksumselbabel dan NPWP yang harus sesuai dengan pengajuan awal.

"Bayangke mano la harus ngurus berkas ini itu, eh pas ujung pencairan, sang juru bayar keuangan tak ada ditempat dan tak bisa dihubungi pulo," paparnya lagi, Senin (14/4).Ia menyatakan bahwa berkasnya sudah "jalan-jalan hampir dua bulan lebih".

Bahkan ia membandingkan dengan rekan-rekan media harian di Prabumulih, yang sudah dicairkan dananya."Apo ado perbedaan antara media harian dan media mingguan di Pemkot Prabumulih ni," tanyanya masgul.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Pemkot Prabumulih Mulyadi Musa saat ditanya masalah ini via ponselnya menjawab, bahwa silahkan tanya ke bagian keuangan. "Silahkan tanya bagian keuangan," jawabnya singkat via sms Senin (14/4).

Ketika wartawan media ini ke Lantai II Ruang Juru Bayar Bagian keuangan,Senin (14/4) yang bersangkutan tak berada ditempat dan sedang dinas luar. "Yang bersangkutan izin DL,kemungkinan ngantor hari kamis nanti," ujar salah satu staf diruang jurubayar Bagian Keuangan. Saat hendak dikonfirmasi via handphone, nomor handphone sang juru bayar tak aktif.(bmg)

Kantor Wako Prabumulih Kian Lusuh

PRABUMULIH, PP-Gedung Walikota Pabumulih di jalan Sudirman Kecamatan Prabumulih Barat, yang bersebelahan dengan Gedung DPRD Prabumulih, kian lusuh dan tak terawat.

Bahkan cat bangunan pun sudah mulai mengelupas sedikit demi sedikit.
Bahkan lantai basement dijadikan tempat parkir Disdik Prabumulih, yang letaknya bersebelahan.

Salah satu pegawai Disdik yang tak mau disebut namanya menyatakan kondisi ini sudah terjadi hampir satu tahun ini. "Ya pak, bangunan kantor wako ni kosong, dan dimanfaatkan untuk parkir," jelasnya hati-hati.

Memang, rencananya Gedung kantor Wako Prabumulih ini akan ditempati, setelah direhab selama tiga tahun anggaran. Tapi, tampaknya Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya, lebih "gayeng" berkantor di Gedung Perkantoran Pemkot Prabumulih di Kelurahan Sindur Kecamatan Cambai.(bmg)

Anton Nurdin Tak Terbukti Lakukan Pelanggaran Pemilu

12 Apr 2014

PALEMBANG, PS-Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD kota Palembang Daerah Pemilihan (Dapil) V, asal partai Demokrat, Anton Nurdin lolos dari dugaan terlibat dalam pelanggaran pidana pemilu.

Hal ini disampaikan ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota Palembang, Riduwansah selepas meminta klarifikasi Anton Nurdin, Sabtu (12/4) siang, terkait dugaan adanya kemufakatan untuk melakukan manipulasi data perolehan suara Pileg DPRD kota Palembang Dapil V.

"Tadi sudah kita klarifikasi terhadap Anton Nurdin, untuk dimintakan klarifikasinya. Dari awal hingga akhir, ia memberikan keterangan sesuai fakta yang ada,  dan nanti malam diplenokan,"kata Riduwansah.

Menurut Riduwansah dari klarifikasi yang dilakukan Panwaslu sekitar 1,5 jam kepada anggota komisi I DPRD Sumsel tersebut, ia mengaku tidak mengetahui adanya perekapan C1 dikamar Hotel yang disewanya.

"Secara tegas ia tidak mengetahui akivitas PPK dan PP dikamar (1616), dan memang terbukti saat kita periksa kamar Anton (1618) kosong, ia tidak berada di dalam,"ucapnya.

Riduwansah menerangkan, pihaknya tidak akan melakukan pemanggilan kembali kepada Sekretaris DPC Demokrat Palembang tersebut karena klarifikasi yang dilakupan Panwaslu sudah cukup.

"Tidak ada pemanggilan lagi, saat ini hanya meminta keterangan sebagai saksi saja,"tandasnya.

Sementara, Anton Nurdin sendiri mengaku sudah menjelaskan sejak awal soal permasalahan tersebut, dan ia tidak mengetahui jika kamar yang disewanya tersebut akan digunakan untuk memanipulasi perekapan perolehan suara yang diketuai langsung ketua PPK Ilir Barat I, M Izhar dan PPS se-Kecamatan IB I.

"Seperti kita jawab kemarin, tidak ada masalah apa-apa, dan saya hanya diklarifikasi dibawah sumpah, karena menyampaikan apa yang terjadi dibawah sumpah. Kita menunggu saja, mudah-mudahan tidak ada masalah,"pungkasnya.(bmg/tribunsumsel)

Prabumulih Terima 54 Koli Soal UN

PRABUMULIH, PP-Dinas Pendidikan Kota Prabumulih Hari JUmat pagi (11/4) terima soal UN sebanyak 54 Koli.Soal ini diperuntukkan untuk 3.103 peserta UN untuk tingkat SMA/MAN/SMK Sederajat. Dari 54 Koli ini diantaranya 32 koli untuk tingkat SMA (12 Koli besar, 13 Koli sedang dan 7 Koli Kecil). 13 Koli untuk tingkat SMK ( 3 koli besar, 3 koli sedang, 6 koli kecil dan 1 koli susulan), 5 koli sedang untuk tingkat MAN, 2 Koli untuk SLB dan 1 Koli untuk Paket C.

Serah terima sendiri dilakukan oleh Pihak Diknas Provinsi Sumsel kepada Disdik Kota Prabumulih. Dan kepala sekolah mulai membagi sesuai kebutuhan. Soal UN sendiri disimpan di Gudang Disdik Kota Prabumulih.

Panitia UN 2014 Dinas Pendidikan Kota Prabumulih Irawan Supmidi SPd melalui wakil Ketua Panitia UN Dinas Pendidikan Kota Prabumulih Heriadi--yang juga Kasi Kurikulum Disdik Kota Prabumulih membenarkan bahwa saat ini seluruh soal UN disimpan di gudang Dinas Pendidikan Kota Prabumulih lantai II. "Soal UN sudah kita terima dari Diknas Provinsi Sumsel, dan disimpan dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian, hingga hari Senin (15/4) nanti," ujarnya yang dihubungi via ponsel, Sabtu (12/4).

Selama belum digunakan pada hari senin nanti, pihak Panitia UN Disdik dan Aparat dari Polres Prabumulih menjaga langsung soal UN di gudang Disdik Prabumulih."Pihak sekolah hari senin pagi (14/4) yang mengambil langsung soal UN ini, dengan dikawal dari kepolisian dan pihak Unsri," lanjut Heriadi.

Ditempat terpisah, Kepala SMA Negeri 3 Prabumulih Karwono SPd saat ditemui diruangannya, Sabtu (12/4) menyatakan pihaknya siap melaksanakan UN tahun 2014 ini."Insya Allah kita siap melaksanakan UN, dengan peserta sebanyak 113 peserta UN di SMA Negeri 3 Prabumulih, dimulai dari tanggal 14 hingga 16 April 2014 mendatang" ungkap Karwono.

"SMA Negeri 3 Prabumulih juga menjadi sub rayon yang meliputi SMA Muhammadiyah 1 Prabumulih dan SMA PGRI 1 Prabumulih. Nanti, pada senin pagi hari, kita baru mengambil soal UN di Dinas Pendidikan Prabumulih dengan dikawal aparat kepolisian dan pihak Unsri," lanjutnya lagi.Ia berharap agar pelaksanaan UN ini berjalan lancar dan tanpa ada hambatan berarti.(bmg)



Guru SD Bahasa Inggris di Prabumulih Resah

11 Apr 2014

PRABUMULIH, PP--Kepala Dinas Kota Prabumulih, HM Rasyid SAg menegaskan kalau ke 25 guru PNS Sekolah Dasar (SD)yang mengajar mata pelajaran bahasa inggris yang kini dihapuskan sesuai dengan kurikulum tahun 2013, akan ditempat di sekolah yang baru yakni SMP 8 dan SMPN 12. Hal ini dilakukan agar nasib para guru SD tersebut tidak terkatung-katung karena tidak ada jam mengajar.

"Bedasarkan petunjuk pak Walikota sementara nasib 25 guru itu akan ditempatkan di dua sekolah baru yang akan dibangun. Ini bertujuan agar mereka bisa mendapatkan jam mengajar lagi. Sebab, kurikulum 2013 tentang mapel bahasa inggris kini dihapuskan untuk Sekolah Dasar," ujarnya, Jumat (11/4).

Rasyid menambahkan, untuk mapel bahasa inggris di SD sekarang sudah diganti menjadi mata pelajaran wartakota. "Ya karena tidak ada kurikulumnya maka guru PNS untuk sementara kita tempatkan disekolah baru dulu. Ini bertujuan agar jam ngajarnya tidak terganggu," katanya.

Menurut informasi yang diterima sebelumnya, sebanyak 25 guru  Sekolah Dasar (SD) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan honorer yang mengajar mata pelajaran bahasa inggris di kota Prabumulih, merasa galau dan resah karena nasibnya mulai diujung tanduk. Penyebabnya, tak lain karena penghapusan mata pelajaran (mapel) bahasa inggris di tingkat Sekolah Dasar (SD) sesuai dengan kurikulum tahun 2013.

Kondisi ini tentu saja membuat guru SD PNS mulai mengajukan mutasi ke sekolah tingkat SMP. Tujuannya, untuk mencari cara agar bisa mempertahankan kredit point maupun sertifikasi yang diraih selama ini.

JUga menurut sumber ini, sejak kurikulum 2013 itu nasib mereka jadi tidak jelas. Sebab, jika mata pelajaran bahasa inggris itu dihapus, mereka tidak mengajar lagi. Kalaupun mengajar pelajaran lain tidak akan menambah kredit point.

"Karena tidak ada kejelasan akan nasibnya, makanya kami banyak mengajukan mutasi ke Walikota. Kami ingin Walikota menyetujui agar kami di mutasi ke SMP," ujarnya, Jumat (11/4).

Sumber itu menambahkan, meski mutasi ke tingkat SMP tentunya masih ada kendala. Pasalnya di sekolah tingkat SMP tersebut masing-masing telah memiliki guru bahasa inggris. Terlebih persaingan masih ketat lantaran ada honorer K2 dari bahasa inggris yang lulus.

"Kami ini bingung kalau pindah ke SMP kan ada guru bahasa inggrisnya. Kalau nak bebagi jam apakah mereka mau nantinya. Sebenarnya kalau kami dak masalah karena ada gaji, tapi yang honor kasian mereka," ungkapnya.

Linda, salah satu guru PNS yang mengajar di SDN 59 Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan RKT mengungkapkan hal yang sama. Menurut Dia, saat ini dirinya tengah mengurus proses mutasi. "Ya saya lagi mau mengurus mutasi dan sekarang mau mengadap walikota minta persetujuan," bebernya.

Linda menjelaskan , saat ini sebanyak 25 guru yang mengalami nasib serupa dengannya. Untuk Ia berharap agar dinas terkait maupun Walikota, agar dapat memperjuangan nasib kami. "Kami berharap nian pak Walikota dan dinas terkait, agar memperjuangkan nasib nya. Karena ini pilihan terpaksa kami jalani, kalau tidak mengajukan mutasi bisa terhambat naik pangkat dan sertifikasi," pungkasnya.(bmg)

Banyak PNS Tak Ngantor Karena Monitoring Pileg

10 Apr 2014

PRABUMULIH, PP – Lantaran ikut bertugas memonitor hasil pemilihan legislative (Pileg) di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Kota Prabumulih, aktivitas pemerintahan Kota Prabumulih, Kamis (10/4) sedikit terlihat lenggang. Hal ini disebabkan banyak pegawai negeri sipil (PNS) di beberapa SKPD yang bertugas terlihat tidak mengantor.

Kabag Humas dan Protokol Pemkot Prabumulih, Drs Mulyadi Musa MSi, kepada awak media membenarkan, banyak PNS dilingkungan Pemkot Prabumulih dilibatkan memantau hasil Pileg di seluruh TPS, PPS Kelurahan/Desa, dan Posko induk (KPU).

“Ya banyak ditugaskan memonitoring ke seluruh TPS yang ada di wilayah Prabumulih,” ungkap Mulyadi, Kamis (10/4).

Mulyadi menyebutkan, masing-masing TPS dipantau oleh satu petugas (PNS), serta satu untuk koordinator di PPS Kelurahan/Desa, kemudian sisanya lagi memantau di Posko Induk.

“Masing-masing di TPS itu ada satu petugas, kemudian ada koordinator Kelurahan/Desa, sampai akhirnya kita di Posko Induk,” tambah mantan Camat Prabumulih Barat ini.

Namun masih dikatakan Mulyadi, keterlibatan pemerintah kota dalam memonitoring hasil perkembangan dilapangan hanya untuk sebagai konsumsi intern Pemkot. “Bukan untuk bahan pembanding, hanya untuk memonitoring perkembangan dilapangan saja,” jelasnya.

Mulyadi menambahkan, meski dilibatkan memonitor perkembangan hasil Pileg, tapi pelayanan publik masih tetap berjalan seperti biasannya. "Untuk pelayanan publik tetap berjalan. Aktivitas kita semua tetap bekerja," tandasnya.

Pantauan dilapangan, hampir 30 persen PNS dilingkungan Pemkot Prabumulih tidak mengantor. Bahkan beberapa kepala SKPD tak jarang ketika ditemui tidak berada ditempat. Tak hanya itu, dihalaman parkir beberapa kendaraan dinas milik pejabat Pemkot Prabumulih tidak terlihat dipakiran. Beberapa ruangan di SKPD pun tampak terlihat lenggang meski masih ada PNS yang berkantor dan melakukan aktivitasnya.(bmg)

Ridho Yahya Coblos di TPS 2 Prabujaya Prabumulih

9 Apr 2014


PRABUMULIH, PS-Dengan didampingi istri Sri Ngesti Rahayu, Walikota Prabumulih mendatangi TPS 2 di Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu (9/4). 

Ridho Yahya dan istri datang ke TPS 02 pada pukul 09.00 WIB tanpa pengawalan dan tampak santai dan menyapa pemilih yang sudah hadir mengantri terlebih dahulu

Bahkan Ridho Yahya memilih duduk bersama warga lainnya dan mengobrol santai."Kita ikut antri. Biar Walikota, tapi kan harus antri, sambil tunggu antri mending ngobrol dulu samo warga," terang Ridho Yahya santai.
Ridho Yahya pun harus menunggu antri cukup lama, baru namanya dipanggil untuk mencoblos di bilik suara.

Usai mencoblos pun, Ridho Yahya tak langsung pulang. Ia masih menyapa warga yang masih mengantri giliran dipanggil. Saat ditanya himbauan kepada masyarakat Prabumulih, ia menyatakan bahwa warga Prabumulih harus gunakan hak suaranya dengan sebaik-baiknya."Jangan tidak memilih alias golput. Kan diberi hak memilih dan dipilih. Mari kita gunakan hak tersebut dengan datang ke TPS terdekat. Karena nasib bangsa dan negara serta Kota Prabumulih, ada ditangan warga Prabumulih dan warga Indonesia," papar Ridho Yahya. Ridho Yahya pun meninggalkan lokasi TPS 02 dan melanjutkan dengan meninjau pencoblosan di TPS yang ada di Kota Prabumulih.(bmg)

Heri Amalindo Pimpin KONI Kabupaten PALI

8 Apr 2014

PALI, PP-Bupati Kabupaten PALI Heri Amalindo Resmi Jabat koni PALI. Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) Propinsi Sumatera Selatan ( Sumsel ) melantik kepenggurusan KONI Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI ),  senin (7/4 ) yang dilakukan di Gedung Pesos Komperta Pendopo Kabupaten PALI.

 Pelantikan kepenggurusan KONI Kabupaten PALI dilakukan oleh plt ketua umum 1 sumatera selatan dr Aidit Aziz dengan melantik Heri Amalindo pejabat bupati Kabupaten PALI sebagai ketua umum KONI Kabupaten PALI.

Heri Amalindo Ketua Umum KONI Kabupaten PALI dalam sambutannya mengucapkan syukur alhamdulillah karena KONI Sumatera Selatan telah mengukukuhkan kepenggurusan KONI Kabupaten PALI. Dirinya mengucapkan terimah kasih kepada ketum Koni Sumsel yang telah melakukan pelantikan secara langsung,"Mudah- mudahan dengan telah dikukuhkannya Koni Kabupaten Pali dapat menjalankan program kerja dibidang olahraga.
Terhadap penggurus yang baru saja dilantik agar dapat menjalankan tugasnya, mari kita bekerjasama saling bantu demi memajukan olahraga dikabupaten Pali. Tugas kita sebagai penggurus hendaknya dapat melati pemuda agar dapat kreatif didunia olahraga supaya dapat mengharumkan Kabupaten Pali ini," Ujar Heri Amalindo usai dilantik. Sementara itu Wakil Ketua Umum I sumatera selatan dr H Aidit Aziz dalam sambutannya mengatan sangat berharap kepada pengurus KONI PALI yang baru saja dilantik agar dapat menjalankan tugasnya agar Koni di Kabupaten Pali dapat berkembang sesuai dengan harapan kita bersama.

"Walaupun KONI sudah ada sistem yang diatur oleh undang - undang dari segi pendanaan yang didanai pemerintah daerah, namun supaya cepat berkembang hendaknya dapat lebih mengembangkan jaringan, setiap pekerjaan kalau dikerjakan dengan ikhlas dan Insya allah dapat berhasil dengan baik," kata Pria yang pernah menjabat Wakil Walikota Palembang ini (bmg )

Ditusuk Temannya Gara-gara Sebatang Rokok

7 Apr 2014

PALEMBANG, PP--Gara-gara sebatang rokok, Roni Irham Saputra (15) seorang bocah putus sekolah, ditusuk Adi Tomi (13) hingga mengalami luka tusukan di bagian bahu belakang sebelah kiri, Sabtu (5/4).

Kejadian tersebut terjadi, ketika Roni dan Tama (14) sumbangan uang Rp 500 Rupiah untuk membeli satu batang rokok, rencananya rokok tersebut akan dihisap secara bersama, namun Tama tak terima karena merasa sebatang rokok tersebut dihabisi Roni, sehingga cecok mulut.

"Tak lama kemudian Tama memanggil teman sebayanya Adi Tomi sehingga berkelahi, aku tak tahu kalau Adi Tomi membawa senjata tajam (Sajam) sehingga menusuk bahu belakang aku dan mengalami luka tusuk sedalam 3 cm," kata Roni saat dimintai keterangan oleh penyidik, Senin (7/4/).

Roni yang berhenti sekolah sejak kelas VII SMP tersebut, kejadian tesebut terjadi pada hari Sabtu sekitar pukul 22.00 di Jalan K Wahid Hasyim tepatnya di depan showroom  Panca Motor Mitsubisih Burlian.
"Sudah dua hari aku di Rawat RS Bari mengobati luka tusukan tersebut, hingga hari ini melaporkan ke Polresta Palembang bersama bibi (Nadia) aku," kata Roni yang mengaku kedua orangtua sudah meninggal sejak 10 tahun yang lalu.

Sementara itu, Nadia (50) mengatakan bahwa sejak penusukan tersebut tidak ada orang tua pelaku yang membesuk keponakannya (Roni), pelaku diketahui pulang di daerah 4 Ulu.

"Kata Roni pelaku tersebut temannya sendiri, namun Roni tidak tahu jelas rumahnya dan kedua orang tuanya, orangtua pelaku mungkin tidak mengetahui kalau anak sudah melakukan penusukan terhadap Roni," ujar Nadia warga Jl KH Wahid Hasyim, Lorong Mutiara II, Nomor 1374, RT 35 RW 07, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.(bmg/tribunsumsel)

M Rudi : Bangub 2013 Desa Karya Mulya Prabumulih Diduga Bermasalah

PRABUMULIH, PP-Dugaan adanya permasalah dalam penyaluran dan penggunaan dana Bantuan Gubernur Sumsel tahun 2013 makin menguat. Kecurigaan adanya penyalahgunaan dana bangub ini dikemukakan langsung oleh tokoh masyarakat Desa Karya Mulya Prabumulih.

"Ada beberapa item kegiatan dalam bantuan Gubernur yang dananya tak sesuai peruntukkan," buka M Rudi, warga Desa Karya Mulya yang juga mantan Kepala Desa Karya Mulya, Senin (7/4) saat hendak menemui Inspektorat Kota Prabumulih, M Rudi memaparkan adanya kecurigaan dalam pembelian tenda dan kursi dari dana Bantuan Gubernur tahun 2013. Ia memberikan bukti pembelian tenda sebanyak dua buah, yang harganya perbuah Rp 7 juta dan kursi merk Napoli sebanyak 92 buah, yang harga satuannya Rp 65.000. "Yang kami pertanyakan kemana bukti fisik pembelian tenda dan kursi ini, karena memang Desa Karya Mulya mempunyai inventaris tenda dan kursi, tapi pembeliannya dari dana bangub sebelumnya," jelas M Rudi.

Rudi pun sebagai warga Desa Karya Mulya minta agar Kepala Desa Karya Mulya Sugeng--yang sekarang sudah tidak menjabat lagi, agar mempertanggungjawabkan laporan penggunaan dana Bangub tahun 2013 ini."Kami minta agar mantan Kades Sugeng, supaya menjelaskan dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana bangub ini, karena terkait nama baik Desa Karya Mulya,"pinta M Rudi.

Kepala Desa Karya Mulya Miril, saat dikonfirmasi melalui handphone, Senin (7/4) terkait masalah ini, menyatakan dirinya tak tahu jelas penggunaan dana bangub 2013 Desa Karya Mulya. "Bukan tak mau berkomentar lebih lanjut. Saya dilantik menjadi Kades Karya Mulya menggantikan saudara Sugeng pada tanggal 2 Desember 2013, sedangkan setahu saya, dana Bangub Desa Karya Mulya tahun 2013 ini dicairkan sekitaran bulan Juli atau Agustus 2013," ungkap Miril.Ketika ditanya saat serahterima jabatan Kades, apakah mendapatkan Memori Desa, Miril membenarkan dirinya menerima Memori Desa."Tapi hanya sekedar simbolis, hanya gulungan kertas kosong saja,"lanjutnya. Miril pun sempat menanyakan masalah Memori Desa ini ke BPMKD Prabumulih, namun belum sempat mendapatkan Memori Desa. "Saya pernah tanyakan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan dan Desa Kota Prabumulih, dan ketika saya mintakan copy Memori Desa, kebetulan yang memegang berkas Memori Desa berisi laporan penggunaan Dana Bangub 2013, tak berada ditempat. Pun saat ia sering ke Kantor Pemerintah Kota Prabumulih, tak sempat mampir ke BPMKD Prabumulih," urai Miril.
Miril pun mengharapkan agar dugaan adanya penyelewengan dana Bangub ini dapat diselesaikan dengan baik. "Kami harapkan adanya dugaan penyelewangan dana ini, dapat diselesaikan dengan baik, dan tidak menggangu kredibilitas dan nama baik Desa Karya Mulya," terang Miril.

Mantan Kades Karya Mulya Sugeng saat ini mencalonkan diri sebagai calon legislatif dalam Pileg 2014 ini. Saat dihubungi di nomor handphonenya 08218600xxxx dan 0813675xxx, kedua nomor handphone ini tak bisa dihubungi. (bmg)



Pojok Sport

 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung