Metro Insident

Latest Post

Irma Suryani : Ubah Imej, Banyak Anak Banyak Rezeki

Written By Posmetro Prabu on 23/10/17 | 23.10.17

PRABUMULIH, PP - Laju pertumbuhan penduduk harus dikontrol, kalau tidak jelas akan menjadi masalah di setiap kabupaten/kota. Kalau tidak ditekan, akan menimbulkan kepadatan penduduk.

Karenanya, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago SE mengajak, warga Kota Nanas ini mengubah imej banyak anak banyak rezeki. Dengan, dua anak cukup.

"Jadi perlu kita sampaikan kembali kepada masyarakat. Bahwa ungkapan banyak anak banyak rejeki ini sudah tidak berlaku sekarang. Justru itu akan membuat masyarakat tidak sejahtera karena tidak bisa membiayai hidupnya dengan baik. Dan membuat beban negara semakin berat," terang Politisi Partai NasDEM ketika bertemu dengan warga Kelurahan Wonosari dipusatkan di lapangan Pujasuma Wonosari, Sabtu lalu (21/10).

Menurut Irma, usia yang matang  untuk menikah bagi laki-laki adalah 25 tahun dan perempuan minimal 21 tahun. Beban negara sekarang ini cukup berat, lantaran laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini dirinya perlu untuk mensosialisasi kembali program pemerintah melalui program BKKBN. Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Lewat sosialisasi KIE BKKBN, kita bekerja sama dengan tokoh masyarakat. Mendorong masyarakat, untuk berpartisipasi dalam program KB. Sehingga, laju pertumbuhan penduduk bisa ditekan. Dan, kepadatan penduduk bisa dikurangi," ujar Kak Irma sapaan akrabnya.

Sambungnya, KIE sendiri lebih dari sekadar mengenalkan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran. "Dalam ikut serta program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), sehingga kepadatan penduduk bisa dikurangi," bebernya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDEM, Ir Heriyanto MSP mengatakan, kalau pihaknya sangat konsentrasi masalah pertumbuhan dan laju kepadatan penduduk. Lantaran, bisa meningkatkan angka kemiskinan dan juga pengangguran.

"Kalau tidak ditekan dan dikurangi, jelas akan merugikan setiap kabupaten/kota. Karena, pertumbuhan dan laju pertumbuhan penduduknya tidak terkontrol," tambahnya.

Selain itu, ungkapnya menimbulkan masalah bagi Pemerintah kota (Pemkot), guna peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Dikarenakan, jumlah penduduknya yang terus bertambah akibat pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol," tukasnya. (pp/ist)

Ini Data Pemenang Kejurnas Offroad Seri II Kota Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Hiburan berlevel tingkat Nasional Kejurda dan Kejurnas Offroad yang digelar oleh Jeep Prabumulih Community (JPC) Prabumulih berakhir dengan sukses. Kegiatan yang menguras energi serta menyita perhatian banyak itu berakhir dengan sempurna tanpa adanya kendala yang berarti. Seluruh masyarakat yang menyaksikan serta para pembalap yang bertarung mengaku puas dan mampu memberikan hiburan yang berkesan kepada warga Kota Prabumulih menyambut HUT Bumi Seinggok Sepemunyian yang
ke-16 Tahun.

Sirkuit Talang Jimar di Jalan Lingkar Kota Prabumulih menjadi saksi bisu kedahsatan para pembalab lokal maupun Nasional di hari Jadi Kota Prabumulih yang ke-16. Meski banyak mobil Offroad yang stuck ditengah jebakan, namun tak sedikit diantara para offroader yang mampu menaklukkannya. 5 Special Competition Stage (SCS) di Sirkuit Talang Djimar yang disiapkan, ternyata cukup menyulitkan para offroader dalam membalap pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri II dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Seri I Offroad 2017.

Selama dua hari kejuaraan tersebut digelar, terlihat banyak mobil offroad yang berlaga ditengah ganasnya sirkuit terpaksa ditarik oleh mobil panitia yang telah disiapkan di arena pertandingan. Alhasil, beberapa peserta terpaksa harus didiskualifikasi karena tak mampu menyelesaikan pertandingan. 

Pembalap nasional yang kerap menghiasi layar kaca televisi seperti Vincent tak menampik jika sirkuit Talang Jimar Kota Prabumulih cukup menantang. Menurutnya
sirkuit yang satu ini sangat seksi dan cukup sulit untuk ditaklukkan. Terlebih jebakan-jebakan Batmen yang disediakan panitia dan lumpur yang menantang.

"Sulitnya ketika konstrasi buyar. Dimana jarak lintasan dengan jebakan tidak terlalu jauh sementara daya pacu kenderaan cukup terbatas. Disitu para pembalap dibutuhkan skill dan bagiamana mempertahankan performa mesin agar saat berada pada jebakan mesin mampu bertahan. Kemudian para offroader harus mampu memperhitungkan batas kemampuan roda dengan kedalaman agar ampu melewati jebakan. Yang saya lihat banyak para pembalap stuck disitu" ujar Vincent saat dibincangi.

Tak cukup samp[ai disitu, Vincent malah penasaran ingin menaklukkan kembali sirkuit talang jimar jika ada perlombaan offroad berikutnya. "Sirkuit Talang Djimar ini, tak kalah dibandingkan sirkuit-sirkuit di Indonesia yang saya pernah ikut bertanding. Kalau ada kejuaraan offroad di sini, saya akan ikut lagi," janjinya.

Ditempat terpisah, Ketua Jeep Community (JPC) Kota Prabumulih, Deni Victoria SH mengatakan, setidaknya ada sekitar 150 offroader yang bersaing dalam kejuaraan kali ini. Tidak hanya diikuti oleh offroader lokal Sumatera Selatan (Sumsel), tetapi juga luar Sumsel. Seperti; Jambi, Bandung, Lombok, Jogja, Jakarta, dan lainnya.

Menurutnya, desain sirkuit berikut dengan jebakan-jebakan didalamnya telah sesuai dengan ketentuan Indonesia Offroad Federations (IOF). "Sirkuit sengaja kita dibuat menantang, dan memang cukup menyulitkan para peserta. Beberapa diantaranya, memang terpaksa stuck dan dievakuasi panitia," ujarnya didampingi Ketua Pelaksana, Al Ghazali.

Tidak lupa Deni Victoria juga berterimakasih kepada Seluruh masyarakat Kota Prabumulih yang telah mendukung suksesnya acara Kejurda dan Kejurnas Offroad seri II. Juga kepada Panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan hingga berakhir dengan aman tertib dan lancar sebagaimana yang diharapkan. Demikian juga kepada para sponsor serta terkhusus kepada Walikota Prabumulih, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Kapolres Prabumulih serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan SKPD Kota Prabumulih yang telah hadir memberikan semangat kepada JPC Kota Prabumulih untuk terus berkarya mengharumkan nama Kota Prabumulih dimata mayarakat nasional di hari ulang tahunnya yang ke-16.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana kegiatan Kejurda dan Kejurnas Offroad Seri II Al Ghazali ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa ada tiga kategori untuk Kejurnas Seri II yang dilombakan. Pertama yaitu G-1 mesin berkapasitas 1.000-1.500 cc, G-2 mesin berkapasitas 1.501 hingga 2.000 cc, G-3 mesin berkapasitas 2.001 hingga 4.000 cc, dan G-4 mesin berkapasitas 4.001 hingga 8.000 cc. Dan, untuk Kejurda Seri I hanya kategori under dan upper saja. 

"Speed Time (waktu tercepat), penilaian utama. Sehingga, pemilik waktu tercepat di setiap SCS yang berhasil dilewati akan menjadi juara," tandasnya.

Pria yang biasa disapa Om Ang ini menambahkan bahwa panjang SCS sengaja dibuat tidak terlalu panjang sekitar 600-an. Namun, demikian panitia bersama IOF sengaja mendesain sirkuit  sedemikian rupa agar sesuai dengan tantangan sirkuit bertaraf nasional. Selain itu untuk mengahdirkan hiburan yang menarik dan sayang untuk dilewatkan, pungkasnya.

Sementara itu, Pembina IOF, Mayjen TNI AM Putranto SSos mengatakan, kalau offroad tidak hanya olahraga ekstrem dan penuh bahaya. Ia mengamanatkan, agar kegiatan komunitas offroader atau 4 x 4 juga diwarnai kegiatan sosial dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Selain Kejurnas Seri II dan Kejurda Seri I Offroad, kita juga melaksanakan tanam pohon dan juga pembagian sembako gratis. Jelas itu, sangat berguna bagi masyarakat yang menerimanya," ujar pria yang menjabat sebagai Pangdam II/SWJ ini.

Ia mengatakan, sebagai offroader harus menjaga sportifitas untuk meraih prestasi. Tidak lupa pihaknya juga mengapresiasi Pemerintah kota (Pemkot) yang telah mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan dan membangun Sirkuit Talang Djimar sebagai tempat digelarnya Kejurda dan Kejurnas.

Data yang dapat dihimpun Posmetro Prabu, berikut ini adalah nama-nama pemenang Kejurda dan Kejurnas Seri II Offroad Kota Prabumulih 2017.

Hasil Kejurnas Seri II dan Kejurda Seri I Offroad

Kejurnas
G-1
Herliansyah/Riky (Pagar Alam)
H Abet/H Agus (Bandung)
Puput/Indrianto (Prabumulih)

G-2
Prabu Bunggaran/Junianto (Prabumulih)
Hendrik HRX/Ade (Subang)
Saiful/Guntoro (Jogja)

G-3
Nurcahyo/Atox (Bekasi)
Arkadius/Jum (Pagar Alam)
H Nanang Sinjay/Ramdani (Tasik/Jabar)
G-4
H Cecep JK/Yadi Choidir (Tasik/Jabar)
Chandra/Rudi (Baturaja)
Vincent/Gally (Palembang)

Kejurda
Upper
Chandra/Rudi (Baturaja)
Vincent/Gally (Palembang)
Arkadius/Jum (Palembang)

Under
Aprido/Okta (Pagar Alam)
Akbar/Endek (Pagar Alam)
Selki/Riko (Pagar Alam)

Tim Pemenangan Aswari Rivai Segera Gelar Berbagai Kegiatan

Written By Posmetro Prabu on 21/10/17 | 21.10.17

PRABUMULIH, PP - Tim Pemangan Calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Aswari Rivai dalam waktu dekat bakal menggelar sejumlah kegiatan yang menyentuh masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. Hal tersebut terungkap setelah Tim Pemenangan Awasri Rivai menggelar rapat Konsolidasi yang dihadiri sejumlah Tim-Tim Pemenangan Seperti, SAR, DPC Gerindra, PIRA, Tidar, Srikandi dan Pemuda Pancasila di Rumah Makan Pondok Bambu Jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih, siang tadi Sabtu (21/10/2017)

"Iya tadi baru saja menggelar rapat dengan teman-teman Timses sekalian makan siang bersama yang dihadiri langsung Kak Wari (Aswari Rivai-red). Fokusnya rapat konsolidasi memperkuat barisan dan jaringan dukungan di semua lini guna menghantarkan Aswari Rivai ke Kursi Sumsel 1" ujar Bob Permana Ketua Tim Pemenangan Aswari Rivai Muara Enim - Prabumulih.

Dikatakan, Pihaknya juga sangat membuka diri kepada kelompok Masyarakat, Ormas dan Forum Keluarga Besar untuk bergabung dengan tim pemenangan mewujudkan Sumsel yang sejahtera dengan memberikan dukungan Kepada Aswari Rivai. Pemberian  dukungan terhadap Aswari lanjut Bob Permana bukanlah tanpa dasar.
"Dukungan yang diberikan didasari atas kesamaan platform baik perinsip maupun kebijakan untuk menghadirkan pembaruan dan kesejahteraan di Sumatera Selatan. Maka dari itu kami ingin mengajak seluruh element masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan terbaik demi Sumsel yang sejahtera" paparnya.

Menyangkut Rapat yang barusan digelar, Bob Permana mengaku bahwa Tim yang sudah terbentuk diharapkan segera bergerak dengan mengadakan berbagai Kegiatan Sosial, baik itu baksos, turnamen-turnamen olahraga dan kegiatan Seni lainnya seperti lomba bernyanyi dan lain sebagainya.

"Untuk turnamen kegiatan Olahraga nantinya kami fokus pada peyelenggaraan Sepak Bola Piala Aswari Rifai, atau Turnamen Bola Voley piala Aswari Rivai. Hal ini bakal segera dilaksanakan dan informasi penyelenggaraannya sendiri akan kembali di informasikan kepada masyarakat melalui media massa maupun elektronik. Demikian juga berbagai kegiatan lainnya akan segera terselenggara" ujar Bob.

Pria pemilik akun facebook Panglima Lembak ini menambahkan bahwa keseluruhan tim pemenangan yang terbentuk telah sepakat menyelenggarakan kegiatan yang direncanakan. Masing masing tim pemenangan akan mengadakan kegiatan masing-masing dengan tujuan dapat menyentuh keseluruh lini masyarakat baik muda dan dewasa.

" Untuk team SAR Prbumulih diketuai saya sendiri (Bob Permana-red), Dari DPC Gerindra Amsi Kurniawan, Anton dan Tri, Ketua PIRA prabumulih Happy Simamora, Ketua TIDAR Muara Enim : Oka Ginandjar SH, dari Srikandi Pemuda Pancasila : ada Shita, Melly, Ninit, Lidya, jasmine, Adelia, Lasmi, Murni, Puja, dan Ida" pungkasnya.

Sementara itu, calon Gubernur Aswari Rivai mengungkapkan terimakasih atas dukungan masyarakat yang diberikan kepadanya dan berharap dukungan dan kegiatan yang akan terselengara dalam waktu dekat tersebut semakin memperkuat barisan pemenangan Aswari Rivai demi sebuah perubahan untuk warga Sumsel secara menyeluruh.

"Saya ucapkan terimakasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan dan kepercayaan tersebut dapat menjadi landasan untuk segera dilaksanakan demi perubahan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan secara menyeluruh" ujar Aswari Rivai

Tidak lupa dirinya berharap supaya barisan pemenangan dapat menjadi lebih besar, koordinasi yang rapi dan mampu menjawab harapan warga sumsel kedepan, pungkasnya.

Bandit Bersenpi Lintas Provinsi Keok Didor

Written By Posmetro Prabu on 20/10/17 | 20.10.17

BATURAJA, PP - Jajaran Polres OKU berhasil menangkap Doli Irawan alias Hamid (18). Warga Desa Muncak Kabau Tuha, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja, Kabupaten OKU Timur.

Tersangka ditangkap di Rumah makan Kota Baru Desa Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, OKU. Rabu (18/10). Sekitar oktober pukul 19.00 WIB.

Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Seperti senjata api (senpi) rakitan jenis revolver bergagang kayu warna cokelat. Kemudian 3 butir amunisi kaliber 32 mm.

Selanjutnya 2 buah kunci letter T dengan ujung lancip. Satu buah gagang junci letter T dan satu buah tas sandang warna hitam. "Saat itu anggota Resmob sedang melakukan KJYD di jalan lintas Sumatera tepatnya di depan Rumah Makan Kota Baru," kata Kapolres OKU, AKBP Dra NK Widayana Sulandari, Jumat (20/10).

Selanhutnya petugas melihat tersangka dengan tingkah mencurigakan. Lalu anggota Resmob langsung mendekati tersanhka. Setelah mengamankan tersangka didapati sepucuk senpi rakitan dan beberapa barang bukti lainnya.

"Namun, saat akan dibawa ke Polres OKU, tersangka melakukan perlawanan untuk kabur. Sehingga tersangka diberi tindakan tegas terukur. Ditembak kakinya. Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres OKU untuk ditindaklanjuti," imbuhnya.


Dari pengembangan sementara, tersangka Hamid tersebut diketahui pernah melakukan pencurian dengan kekerasan. Di Desa Nusa Bali Kabupaten Oku Timur. Barang yang diambil 1 unit sepeda motor Honda CBR 150 CC warna merah.

Tersangka juga pernah melakukan pencurian dengan kekerasan di Desa Bahuga  Lampung. Barang yang diambil 1 unit sepeda motor Honda Supra X 125 cc warna putih. "Kami terus melakukan pengembangan," pungkasnya. (Gsm)

Ini Nama Panwascam Prabumulih Yang Lulus Seleksi

Written By Posmetro Prabu on 17/10/17 | 17.10.17

PRABUMULIH, PP - Usai menggelar ujian tertulis terhadap 216 peserta calon panitia pengawas kecamatan kemarin, Senin (16/10/2017), Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Prabumulih langsung mengoreksi hasil ujian tersebut. Hasilnya sebanyak 36 peserta dengan nilai tertinggi dinyatakan lulus seleksi setelah tim Panwaslu mengoreksi seluruh hasil ujian.

Berdasarkan surat keputusan Panwaslu Kota Prabumulih No : 06/POKJA/BAWASLU-PROV-SS-17/X/2017, berikut nama-nama pesrta dibawah ini dinyatakan lululus seleksi.

Kecamatan Prabumulih Timur

1 Surya Muda Karana
2 Yudhi Romadhani
3 Rishi Suparianto
4 Eduansyah
5 Herianto AB
6 Lia Siksa Indriani

Prabumulih Barat

1 Afrianto
2 Avidia Ariansyah
3 Riana Heriati
4 Safrudin
5 Yudiman
6 Samsurizal

Prabumulih Utara

1 Syarif Hidayatullah
2 Emi Sukmawati
3 Irzal
4 Okta Piyadi
5 Meri Andriani
6 Hitawan

Prabumulih Selatan

1 Yose Frenza
2 Sanjaya
3 Sauli Dedi Susanto
4 Efi Yurdianti
5 Ica Arpita
6 Munandar

Rambang Kapak Tengah
1 Ervandri
2 Ali Kusnadi
3 Ani Eliza
4 Gandi Dwi Oktadika
5 Suriyanti
6 Tri Diyanti Purnama Sari


Cambai

1 Mirin
2 Deska Putri
3 Kurnadi
4 Mukminin
5 Imelda
6 Muhammad Amin

Nama nama tersebut diatas nantinya masih akan diuji kembali denga  tes wawancara yang akan dilaksanakan pada kamis (19/10/2017).

Lagi, Kota Prabumulih Raih Rekor Muri

Written By Posmetro Prabu on 16/10/17 | 16.10.17

PRABUMULIH, PP - Pemerintah Kota Prabumulih kembali menorehkan prestasi yang sangat membanggakan.
Dibawah pimpinan Walikota Ir. H Ridho Yahya , MM,  kota seinggok sepemunyian ini berhasil
mengantongi piagam penghargaan dari Musium Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Penghargaan tersebut diberikan dengan kategori Rekor Wisuda akbar Baca Tulis Al-Quran (BTA) siswa tingkat Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah (MI),  Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah  Pertama (SMP) sebanyak 7000 peserta didik disatuan pendidikan kota Prabumulih.


Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Perwakilan MURI,  Bpk. Jusuf Ngadri kepada Walikota Ir. H Ridho Yahya, MM dipedopoan rumah dinas walikota, Jl. Jend. Sudirman Kel. Gunung Ibul Barat, Kec. Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, minggu, (15/10).


Dalam sambutanya Jusuf Ngadri mengatakan kota Prabumulih telah mencatat rekor karva karya dimuseum rekor  dunia Indonesia kategori Wisuda BTA tingkat sekolah.


“ Ini baru pertama kali wisuda baca tulis alguran untuk tingkat pelajar sekolah, sehingga MURI layak menganugrahkan penghargaan ini sebagai suatu prestasi karva karya yang tentu patut kita syukuri," ujarnya.


Beliau berharap penghargaan MURI yang diberikan bertepatan dengan HUT kota Prabumulih dapat memotivasi pihak pemerintahan agar berpartisipasi dan terus berkarya lebih baik lagi kedepannya.


Sementara itu, walikota Prabumulih menyampaikan baca tulis AL- Quran merupakan salah satu program pemerintahan dalam membangun mental spiritual dan membentuk kepribadian islami sejak dini.


" Dua hal yang mendasar pada program BTA yaitu sholat dan baca tulis al- quran. pembentukan mental spiritual sejak Dini bertujuan agar  anak anak di Prabumulih bebas dari buta aksara alquran khususnya bagi anak-anak yang beragama islam.” Terang ridho.


Hadir dalam acara tersebut,  Kapolres Prabumulih,  Ketua DPRD kota Prabumulih,  Perwakilan MURI,  Kajari kota Prabumulih, Dandim 0404-02,  ketua Pengadilan Negeri,  kepala SKPD Kota Prabumulih, Kepala sekolah SD dan SMP, serta tamu dan undangan

Pelaku Curanmor Dihadiahi 2 Butir Timah Panas

BATURAJA, PP - Sepak terjang para komplotan pencurian sepeda motor (Curanmor) yang kerap beraksi di Ogan Komering Ulu (OKU) akhirnya berhasil dihentikan jajaran Satreskrim Polres OKU. Hal itu setelah dua dari tiga komplotan tersebut berhasil ditangkap.

Keduanya adalah M. Nur (30) warga Kelurahan Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, OKU dan Yudi Guntara (21) warga Rantau Nipis, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan.


“Satu lagi tersangka masih buron. Saat ini kami masih melakukan pengejaran,” kata Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Wakapolres, Kompol Suryadi SIk MH dan Kasat Reskrim, AKP Alex Andryan SKom siang tadi, Senin (16/10).


Polisi awalnya menangkap tersangka M Nur usai mencuri sepeda motor di Terminal Tipe C Baturaja pada 11 Oktober lalu. Tersangka dilumpuhkan dengan tembakan di kedua kakinya.

Dari nyanyian tersangka, polisi kemudian menangkap tersangka Yudi Guntara (21). Dia ditangkap di rumahnya di OKU Selatan dalam waktu dan hari yang berbeda.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Mulai dari onderdil sepeda motor seperti spion, shock, kaca spion dan plat nomor sepeda motor.

Kemudian, 4 unit sepeda motor terdiri satu unit honda Vario BG 3388 FK, satu Unit Yamaha Vixion BG 4042 FU . Satu unit honda Beat BE 5110 RK dan satu unit Suzuki Satria FU BG 6199 FAG.

Komplotan tersebut terbilang mahir dalam melancarkan aksinya. Bahkan, dalam satu kali beraksi bisa langsung menggondol dua atau tiga sepeda motor dalam satu Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari keterangan yang dihimpun, komplotan ini hanya butuh waktu sekitar tiga sampai lima detik.

“Para tersangka ini sudah sering melakukan pencurian di OKU yang kerap meresahkan masyarakat. Dari pengembangan sementara ada belasan TKP. Sejak beraksi mereka telah berhasil mencuri sekitar 26 sepeda motor dalam beberapa bulan terakhir,” sambungnya.

Sementara itu,  tersangka Yudi Guntara mengaku sepeda motor yang berhasil dicurinya dijual di daerah OKU Selatan. Untuk sepeda motor matic ada STNK mereka jual kisaran Rp4,5 juta. “Saya kebagian Rp1,5 juta. Uangnya habis untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkansya.

216 Orang, Ikuti Ujian Calon Panwascam Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota prabumulih hari ini menggelar pelaksanaan tes tertulis seleksi calon panitia pengawas kecamatan (Panwascam) se kota prabumulih, di aula grand nikita. Senin (16/10/2017).

Dijadwalkan sebanyak 224 peserta mengikuti pelaksanaan tes tertulis pada hari ini. Akan tetapi, terdapat 8 orang peserta yang tidak hadir mengikuti tes. Sehingga yang mengikuti ujian tertulis ini hanya sebanyak 216 peserta.

Ketua Panwaslu Kota Prabumulih, Herman Julaidi SH saat memberikan sambutannya menegaskan bahwa Panwaslu kota prabumulih ingin menjaring para calon anggota Panwascam se kota prabumulih yang terbaik dan jujur dalam menjalankan tugasnya. Maka dari itu, ia meminta agar para peserta ujian dapat menjawab soal ujian dengan baik dan jujur.

"Yakinlah terhadap kemampuan diri sendiri. Laksanakan ujian dengan jujur dan tidak melakukan kecurangan yang dapat merugikan diri sendiri" ujarnya.

Herman juga menambahkan, nantinya dari ujian tertulis ini akan diambil sebanyak 6 orang peserta terbaik dari masing-masing kecamatan untuk selanjutnya mengikuti tes wawancara. Kemudian baru akan dikerucutkan menjadi sebanyak 18 sebagai calon anggota Panwascam se Kota Prabumulih.

"Jadi diperlukan 18 anggota Panwascam untuk memenuhi kuota se kecamatan Kota Prabumulih, nantinya akan ditempatkan 3 orang anggota panwascam di setiap Kecamatan tersebut." katanya.

Sementara itu, mengenai naskah soal ujian tertulis ini Kasubag Hukum, Humas,  dan hubungan antar lembaga Bawaslu provinsi sumatera selatan, Karlisun SP, MM menjelaskan, Jumlah naskah soal yang diajukan dan disiapkan untuk pelaksanaan ujian tertulis calon anggota panwascam di kota prabumulih yakni sebanyak 224 naskah soal, ditambah dengan naskah soal cadangan sebanyak 10 persen dari 224 soal tersebut.

Dirinya pun memberikan jaminan kepada para peserta bahwa kerahasiaan soal ujian yang ada masih terjaga dan tidak diketahui oleh pihak manapun. Hal ini ditandai dengan pembukaan koper berisi naskah soal ujian secara bersama-sama saksi dari peserta ujian.

Dishub OKU Tindak Tegas Sopir Yang Enggan Masuk Terminal

Written By Posmetro Prabu on 13/10/17 | 13.10.17

BATURAJA-Dinas Perhubungan (Dishub) OKU terus melakukan penyisiran. Terhadap angkutan yang masih saja mangkal di terminal-terminal bayangan. Yang ada di Kota Baturaja, Kabupaten OKU.

Bahkan, petugas tak segan memberikan tindakan tegas. Berupa penilangan kendaraan. Terhadap sopir yang sudah berulang kali dihimbau untuk masuk ke terminal tipe C. Namun masih saja membandel mangkal di terminal bayangan.

"Sudah beberapa hari terakhir petugas terus melakukan patroli. Mendatangi terminal bayangan yang ada di Baturaja," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Darat Dishub OKU, Saprin.

Terminal bayangan yang disisir diantaranya, kawasan pasar baru, pertigaan Samsat. Pertigaan Eks Cocacola, pasar atas, jalan Akmal, jalan Sudirman, dan pertigaan Tanjung Agung.

Meski sudah sering dilakukan himbauan, masih banyak sopir yang membandel. Seperti, saat patroli, Kamis (12/10). Ditemukan beberapa sopir mangkal di terminal bayangan. Seperti di halaman fitnes Erkas.

Para sopir tampak sedang menunggu penumpang. Melihat itu, petugas langsung memerintahkan sopir angkutan untuk pindah mangkal. Di terminal tipe C yang sudah beberapa waktu lalu diaktifkan.

"Pada Kamis (12/10) kemarin ada satu angkutan yang ditilang. Sebab, sudah pernah dihimbau. Namun tetap membandel mangkal diterminal bayangan," pungkasnya.

Kebijakan Setengah Hati, Teknologi Rumah Kayu Terpinggirkan

Written By Posmetro Prabu on 12/10/17 | 12.10.17

JAKARTA - Arsitek Senior dan pengamat tata kota Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan, sudah saatnya teknologi kayu mendapat tempat dalam lansekap kebijakan perumahan. Teknologi kayu olahan sistem knockdown dengan teknologi tahan rayap, tahan api, ramah lingkungan, dinilai bisa menjadi solusi untuk mendorong percepatan akses rumah.

"Ketika mengaplikasikan model kayu dengan teknologi seperti itu, yang harus diperhatikan adalah jenis kayu yang akan digunakan, proses pembuatannya, sehingga bahan bisa lebih lebih awet dan tahan lama, idealnya bisa mencapai 20 tahun," ujar Nirwono, dalam Keterangan Pers, Kamis (12/10).

Menurut Nirwono, menggunakan kayu sejatinya dari sisi harga bisa lebih murah atau terjangkau. Memang, jika menggunakan kayu konvensional dengan tanpa lapisan teknologi seperti dimiliki Songgority, harus dipilih kayu yang punya kekuatan tahan lama, tidak mudah lapuk.

"Tidak semua jenis kayu bisa diterapkan atau digunakan, kayu seperti apa paling ideal,tentu yang awet, tidak mudah lapuk. Kayu itu ada di sekitar kita, bahan lokal, di setiap daerah berbeda-beda," ucap Nirwono.

Ia juga memastikan, dari sisi biaya, untuk rancang bangun rumah dengan material kayu  memang lebih murah. Tetapi, syaratnya antara lain konsep desain rumah knockdown dirancang dengan baik, mudah penerapan-pemasangan-perawatan.

Sehingga, kalau ada yang rusak atau lapuk penggantiannya juga mudah, tidak harus bongkar rumah, bahan tahan lama minimal tahan hingga 20 tahun.

Sayangnya, hingga saat ini, meski kayu punya potensi untuk dikembangkan lebih jauh sebagai bahan utama dalam membangun rumah, pemerintah masih setengah hati memberi dukungan.

"Peran pemerintah dalam masalah perumahan, regulasi belum memadai. Perlu ada regulasi terhadap penggunaan bahan lokal yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti kayu, bambu, rotan, dan lain-lain," ujar Nirwono.

Salah satu Perusahaan yang memiliki teknologi untuk meminimalkan backlog dan mendorong akses terhadap rumah yakni Songgoritty. Perusahaan ini menghadirkan teknologi tahan gempa, anti rayap, dan mudah dirakit. 

Songgority memiliki keahlian di bidang manufaktur dan pembelian rumah untuk pasar flooring di Amerika Utara. Produk OEM di Brazil, Cina, Indonesia, India dan Malaysia. Karena komponen rumah kayu yang direkayasa seperti dinding, pintu, atap dan lantai akan diproduksi sepenuhnya di pabrik dan disatukan di lokasi, memungkinkan membangun rumah dengan cepat, efisien dan dengan kualitas yang konsisten.

Kehadiran teknologi kayu tahan api, mudah dirakit, demi mendukung kebijakan pemerintah untuk memastikan kelompok berpenghasilan rendah, lebih mudah dalam mengakses rumah namun berkualitas.

Teknologi Songgoritty, juga diyakini mampu berkontribusi untuk memastikan keberlanjutan dari sektor perumahan. Untuk itu,  pemerintah perlu mendukung Songgority menyeting pabrik pembuat material bangunan tahan api pertama di dunia, termasuk material bangunan  seperti, strand boards, chip boards, particleboards dan insulation boards.

Materi kayu tahan api dapat digunakan untuk pembangunan  perumahan dengan budget menengah maupun rendah dengan risiko terendah, murah dan cepat dan dibangun dengan sistem berbasis modern.

Rumah yang dibuat dengan bahan dasar kayu akan lebih murah dari rumah dengan bahan dasar bata dengan ukuran yang sama.  Dengan harga yang sama, akan memungkinkan untuk membangun rumah yang lebih besar dan lebih berkualitas.

Dengan teknologi kayu, banyak variasi pilihan desain yang bisa dipilih. Kualitas pembuatan juga bagus dan konsisten. Struktur rumah akan cocok dengan segala macam cuaca dan kondisi.

Selain itu penampilan/desain rumah mudah diganti dengan selera individu. Untuk menjaga pasokan, harus diikuti dengan program penghijauan hutan produksi. Sehingga bahan-bahan tersebut, memiliki jaminan produk ecolabel dan harga terjangkau.

Agar teknologi kayu seperti dimiliki Songgority bisa diaplikasikan, pemerintah pun harus memperbaiki kebijakan land bank alias penyediaan tanah. Dengan begitu, teknologi itu bisa langsung diaplikasikan tanpa terbebani dengan persoalan ketersediaan tanah yang notabene disiapkan pemerintah.

"Kebijakan land bank, ini seperti jalan di tempat ya, mayoritas dikuasai swasta, perlu terobosan mendorong penyediaan anggaran dalam APBD untuk pembelian lahan terutama di pusat kota dan lokasi strategis. Pemda juga bisa mendata ulang aset-aset lahan milik pemerintah dan melakukan penertiban lahan milik negara sebagai land banking," tegas Nirwono.

Meski Dipindahkan, Bunga Bangkai di Dusun ini Masih Ramai Kunjungan Warga

BATURAJA, PP - Warga Desa Gunung Meraksa Kecamatan Lubuk Batang Kabupaten OKU dihebohkan penemuan bunga Bangkai (Raflesia) Raksasa tumbuh di pemukiman masyarakat Minggu (08/10/2017). Sejak ditemukan pertama kali oleh Bambang dan Jandi Putra, keduanya langsung memindahkan tanaman langka tersebut dekat dengan rumahnya. Namun demikian, bunga langka itu masih tumbuh dan tetap banyak mendapat perhatian dari warga.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berbondong-bondong melihat pemandangan tak biasa tersebut. tidak sedikit warga yang mengabadikan moment tersebut dengan berselfie ria di dekat kembang yang biasa disebut dengan Bunga Bangkai itu.

"Sampai sekarang warga yang berdatangan masih ramai. Kebanyak dari mereka masih penasaran terlebih warga sekitar sangat jarang melihat bunga raksasa tersebut. Selain itu warga juga belum banyak yang memahami tentang jenis tumbuhan yang satu ini karena sangat jarang ditemukan" ujar Kepala Desa Gunung Meraksa, Dahlan kepada Posmetro Prabu, Rabu (11/10/2017).

Awalnya menurut Dahlan, bunga tersebut tumbuhnya di kebun milik warga, Namun oleh Bambang dan Andi yang menemukan pertama kali lantas di pindahkan ke dekat rumahnya. Meski demikian tanaman langka tersut tetap bertahan hidup hingga sekarang.

Sekedar informasi, bunga bangkai memiliki dua jenis berbeda yakni Raflesia Arnoldi dan Amorphophallus titanum atau Titum Arum. Bunga Raflesia Arnoldi merupakan bunga endemik di provinsi Bengkulu Bunga bangkai tersebut tumbuh melebar. Sementara bunga bangkai dengan nama latin Amorphopalus Titanium banyak dijumpai di hutan Sumatera termasuk yang ditemukan warga di Desa Gunung Meraksa. Aroma yang khas berbau bangkai adalah daya tarik bunga tersebut untuk didatangi hewan serangga.

Peduli Keselamatan Pelajar, Tim Aswari Beri Apresiasi Ayi Handika

Written By Posmetro Prabu on 11/10/17 | 11.10.17

PRABUMULIH, PP - Siang itu, cuaca panas menyelimuti Bumi Serasan Sekundang. Ditengah hiruk pikuk jam belajar usai, ratusan siswa sibuk berlari meninggalkan ruangan belajar mengajar SDN 02 Kecamatan Lembak. Ditengah kerumunan siswa, terlihat seorang pria yang tidak lain Ayi Handika (25) warga kampung 3 Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim dengan sabar menyeberangkan anak-anak ke tepian jalan dari lalu lalang kenderaan.

Ayi (demikian dia disapa). Setiap harinya pria ini selalu setia mengabdikan dirinya menjaga para siswa dari kecelakaan lalulintas (Lakalantas). Gedung SDN yang berada tepat ditepi jalan Lintas Tengah Prabumulih - Palembang ini memang sedikit rawan lakalantas.

Mengapa tidak, arus lalulintas yang ramai setiap hari kerap menimbulkan kemacetan dan tidak menutup kemungkinan terjadi lakalantas yang kapan saja bisa merenggut nyawa. Hal ini menjadi satu alasan bagi Ayi untuk menjaga keselamatan para generasi penerus bangsa itu dari peristiwa atau hal-hal yang tidak diinginkan.

Dirinya juga tidak memungkiri bahwa upayanya mendapat perhatian dari pihak sekolah. Kepada Posmetro Prabu ia mengungkapkan bahwa dengan pekerjaanya saat ini yakni membantu para siswa menyeberang jalan mendapat perhatian dari pihak sekolah. Meski nilainya tidak besar namun ia tetap bersyukur bisa membantu sesama.

Sejalan waktu berjalan, pekerjaan Ayi yang kerap berada ditengah kerumunan anak-anak SD dan sesekali mengatur arus lalulintas demi keselamatan pelajar kembali mendapat perhatian.

Tim Pemenangan Calon Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Saefuddin Aswari Rivai (SAR) Prabumulih Muara Enim mengaku sangat bangga dengan Ayi yang berjuang demi keselamatan pelajar di Desa Lembak Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim. Setiap hari dan tidak kenal panas dan hujan selalu setia menyeberangkan anak-anak sekolah dari kerumunan arus lalulintas Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih - Palembang yang notabene jalur rawan kecelakaan.

Ketua Tim Penenangan Calon Gubernur Sumsel Aswari Rivai Prabumulih - Palembang Bob Permana menjadi orang pertama yang peduli dengan sosok Ayi Handika. Salut ditambah rasa prihatin dengan kerja keras Ayi, membuat Bob Permana melalui Tim Pemanangan Saefuddin Aswari Rifai terpanggil untuk membantu Ayi.

Bersama Kepala Desa Lembak Tim Pemenangan Saefuddin Aswari Rivai siang tadi Rabu (11/10/2017) mendatangi Ayi sekaligus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ayi atas kerja kerasnya menjaga para siswa dari kecelakaan lalulintas. Selain mengapresiasi, Bob Permana juga memberikan santunan untuk biaya tambahan honor bulanan Ayi menyeberangkan anak-anak sekolah.

"Ini kami membantu dengan Ikhlas sekaligus menambah semangat Ayi agar senantiasa selalu siap menjaga anak-anak dari hal-hal yang tidak diinginkan khususnya kecelakaan lalulintas" ujar Pria pemilik akun Facebook Panglima Lembak itu.

Mudah-mudahan lanjut Bob, bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan memicu semangat demi keselamatan para siswa dari lakalantas. Harapan lainnya lanjut Bob, kiranya perjuangan Ayi mampu menjadi pendobrak semangat warga agar lebih peduli dengan keselamatan anak-anak, pungkasnya.

Sementara itu Ayi mengaku berterimakasih masih ada orang yang peduli dengan pekerjaanya. Ia juga mengaku melakukan pekerjaan tersebut dengan Ikhlas tanpa pamrih. Namun dibalik itu ternyata Tuhan melihat kerja kerasnya dan menunjuk sesama untuk mendatanginya seperti yang terjadi saat ini.

Kenaikan Cukai Rokok "Bunuh" IHT

Written By Posmetro Prabu on 05/10/17 | 5.10.17

JAKARTA, PP - Ketua Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Jawa Timur, Sulami Bahar mengatakan tingginya cukai rokok akan mematikan Industri Hasil Tembakau (IHT) dalam negeri. Selain itu, para pengusaha juga akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk menormalisasi perusahaan agar bisa tetap berproduksi.

Menurut Sulami, kenaikan tarif cukai Hasil Tembakau (CHT) di tahun 2018, yaitu rata-rata 8,9% dari tahun 2017, akan semakin memberatkan industri di tengah tren perlambatan ekonomi. Belum lagi, simplifikasi layer, dari 12 layer menjadi 9 layer, berdasarkan roadmap BKF/Bea Cukai, justru akan membuat peredaran rokok ilegal semakin marak. 

"Kinerja produksi rokok mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir, akibat terjadinya perpindahan pola belanja dan turunnya tingkat daya beli masyarakat," ujar Sulami, dalam Keterangan Resmi Gapero, di Surabaya, Kamis (5/10).

Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, terutama mulai 2013, produksi turun kurang lebih satu persen dari rata-rata produksi rokok 340 milyar batang.  

Penurunan produksi itu, kata Sulami, merupakan dampak dari berbagai tantangan yang dihadapi industri rokok, mulai naiknya target penerimaan cukai, makin pendeknya waktu pembayaran cukai (PMK 20/2015), kurang memadainya ruang konsumsi rokok, relatif stagnannya pertumbuhan ekonomi. Juga, maraknya peredaran rokok ilegal dan munculnya berbagai peraturan yang membebani daya tahan industri. 

Di sisi lain, dalih simplifikasi  layer yang disampaikan pemerintah, dengan argumentasi terlalu  rumitnya pengaturan  administrasi  pungutan  cukai,  sulitnya  kontrol  rokok illegal, hingga alasan kurang  optimumnya  upaya  untuk  meningkatkan  penerimaan negara, dinilai Gapero tidak tepat. 

Menurut Sulami, jumlah  layer  saat  ini (12) sebetulnya  merupakan  penurunan cukup drastis  dari  sebelumnya (19) pada tahun  2010. 

Dengan  berbagai varian  jenis  produk  rokok  yang  beredar  di  Indonesia, yakni  ada  tiga jenis:  Rokok  putih (SPM), rokok  kretek  filter  (SKM), dan rokok kretek  tangan  (SKT), pembagian  layer  sebanyak 12 bukanlah jumlah  yang  banyak.  

"Apalagi, jika  mempertimbangkan  varian  level kemampuan  perusahaan  di  Indonesia. Sebagai  perbandingan, Thailand  dan  Australia  memberlakukan  12 dan  19  layer  dalam  pembagian  layer  cukai  minuman  beralkohol," ucap Sulami.
Sulami menjelaskan, dari hasil penelitian Survei Rokok  Ilegal  Universitas Gajah Mada 2016, makin berkurang jumlah layer, maka peredaran rokok ilegal semakin tinggi. Pemerintah akhirnya yang rugi sendiri. 

Berdasarkan  data-data  itu,  rencana maka pengurangan layer di tengah kinerja industri yang mengalami  penurunan akan menjerembabkan industri  lebih  dalam  lagi.  

Maka , Gapero  meminta  pemerintah menunda rencana  simplifikasi  layer. 
Sementara untuk kebijakan cukai tahun depan, industri usul  tidak  dilakukan  kenaikan  tarif,  mengingat  beban-beban biaya  di  luar  tarif  yang  ada  saat  ini  sudah  cukup  besar.  Hal  ini  untuk memudahkan  upaya pemulihan  industri.

Diperkirakan, volume  produksi tahun  2018  sama  dengan  perkiraan  volume produksi tahun  2017. Harapan lain,  sistem  tarif  cukai  tetap  spesifik multi-layer. Jumlah layer  masih  tetap  seperti  yang  berlaku  saat  ini  (status  quo).

"Harga  Jual  Eceren  (HJE)  diharapkan  dapat  diturunkan  untuk  mengatasi  dua sasaran,  yakni  mengembalikan  daya  beli  masyarakat, dan menghambat maraknya laju rokok illegal, dengan tetap mempertimbangkan  ketentuan  sesuai  UU  Cukai No. 39  Tahun  2007," tegas Sulami.

Gapero juga berharap, pemerintah  tetap  memberikan  dukungan  kepada  industri  kretek  nasional,  baik produk  karya  tangan/SKT  maupun  mesin/SKM,  sebagaimana  secara konsisten  telah  ditunjukkan  oleh  pemerintah  selama  ini  dalam  upaya pemberdayaan  pertembakauan  nasional. 

"Terkait  pemberantasan  rokok  illegal,  perlu  diberlakukan  kesamaan  aturan dalam  penempelan  pita  cukai  pada  produk  rokok  yang  beredar  di  wilayah Pulau  Batam  dan  kawasan  perdagangan  bebas  lainnya  dengan  aturan  yang berlaku  di wilayah  lain  di Indonesia," ujar Sulami.

Selain berharap ada kelonggaran kebijakan cukai, Gapero menyarankan agar dilakukan. ektensifikasi  Barang Kena  Cukai  (BKC) selain  Cukai  Hasil  Tembakau (CHT/Rokok).
Pasalnya, di Indonesia  baru  tiga barang yang kena cukai yakni;   Tembakau/Rokok;  Ethil  alcohol  (EA), Minuman  Mengandung  Ethil  Alkohol (MMEA).

"Sementara  BKC  di  Malaysia  berjumlah 13 BKC, di India ada 28 BKC, kemudian Singapura  berjumlah 10 BKC,  Thailand  berjumlah  24BKC.   Negara-negara  tersebut  sudah  memasukkan  BKC meliputi  minuman karbonansi, plastik, BBM, gula, teh,  barang textile, semen, sabun,  dan lain-lain," pungkas Sulami.

APFI, Gelar Lomba Foto On The Spot

PRABUMULIH, PP - Bagi anda pecinta Photografi di wilayah sumsel dan Indonesia pada umumnya, mungkin ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan hadiah puluhan juta rupiah.

Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Prabumulih yang ke-16 Tahun, Asosiasi Profesi Fotographi Indonesia (APFI) Cabang Kota Prabumulih menggelar Even bertajuk "Lomba Fotographi On The Spot" yang dimulai pada 15 - 22 Oktober 2017.

Pendaftaran sendiri telah dibuka oleh panitia sejak 1 - 14 Oktober 2017. Bagi para peminat dan pecinta dunia Fotographi bisa langsung mendaftarkan diri ke sekretariat panitia Jln Nasional DAPHU 18 Kopi & Mie Aceh depan Bioskop Nasional Kota Prabumulih atau bisa langsung menghubungi panitia di 0812 7140 559 atau 0813 6777 3288.

Teno Andaf selaku penanggung jawab kegiatan kepada posmetroprabu.com mengatakan bahwa kegiatan yang digelar bertujuan untuk memeriahkan HUT Kota Prabumulih yang ke-16 Tahun. Diman lanjutnya kegiatan ini terselenggaran berkat Kerjasama Pemerintah Kota Prabumulih, JPC Kota Prabumulih, APFI, KFVP, PDBI dan media partner.

"Selain memeriahkan HUT Kota kegiatan ini juga bertujuan untuk menggalakkan penghobi Fotographi di Kota Prabumulih dan tidak menutup kemungkinan masyarakat Indonesia secara Menyeluruh" ujar Teno.

Disamping itu lanjut Ketua KFVP Kota Prabumulih itu, kegiatan dinilai sangat bermanfaat untuk memperkenalkan Kota Prabumulih kemasyarakat luar melalui event Lomba Foto On The Spot.

" Para peserta dalam mengikuti lomba juga disediakan objek photo. Dimana kegiatan yang dilombakan adalah memotret parade Drum Band dari Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI)  saat pawai HUT Kota Prabumulih. Selanjutnya lomba yang kedua adalah memotret kegiatan Kejurnas Off-Road yang diselenggarakan pada 21-22 Oktober 2017" ujar Teno.

Dikatakan, nantinya setiap peserta yang mengikuti lomba diwajibkan melampirkan 2 Foto tiap kegiatan (2 foto Drum Band dan 2 foto Kejurnas Off-Road-red) kepada panitia dalam bentuk cetak maupun Digital untuk dinilai. Foto yang dinilai merupakan foto original tanpa editan.

Piton berukuran 6 meter Nyaris Telan Nababan

Written By Posmetro Prabu on 04/10/17 | 4.10.17

RIAU, PP -  Seekor ular piton berukuran 6 meter nyaris menelan Robet Nababan (37), warga Desa Belimbing Kecamatan Batang Gangsal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau. Pria Batak itu terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit terdekat akibat mengalami luka robek di lengan krinya. Lengan kiri Robet disambar ular raksasa itu karena berupaya menangkapnya.

Peristiwa berdarah itu bermula saat Robet mendapati ular piton melintang di jalan di area PT Sumber Sawindo Kencana pada Sabtu (30/9/2017) pukul 10.00 WIB. Warga pun tak berani lewat. Bahkan tidak sedikit warga yang mendapati ular melintang sebesar batang pohon berlari tunggang langgang.

Robet yang melintas berinisiatif menghubungi sejumlah temannya yang merupakan pemburu ular. Tujuannya agar ular bisa ditangkap dan tidak menggangu warga sekitar. Singkat cerita teman yang dihubunginya pun langsung menuju tempat kejadian perkara.

Dugaan awal, ular tersebut baru saja menelan mangsa dan sedang kepayahan untuk bergerak. Teman-teman Robet pun berunding lalu berbagi tugas. Sementara Robet mendapat bagian menangkap kepala ular tersebut.

Kalah kuat, mulut ular malah menyambar lengan kiri Robet. Beruntung Robet mampu menyelamatkan diri. Akibatnya ia terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit terdekat guna mendapatkan perawatan intensif. Namun demikian ular berhasil ditangkap dan dibawa ke tengah desa. 

Dandim 0404 dan Pemkot Berikan Bantuan Bedah Rumah Secara Simbolis

PRABUMULIH, PP - Sebagai salah satu upaya membantu meningkatkan akselerasi di bidang pembangunan, Kodim 0404-02 (MPP) wilayah Prabumulih melakukan penyerahan kunci atas hasil bakti sosial program bedah rumah.

Dandim 0404-02 MPP, Letkol Inf Teadi Aulia didampingi Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri, SH secara langsung menyerahkan kunci rumah milik bapak Priyono di Desa Pangkul Rt 02  Rw 06 Kecamatan Cambai Kota Prabumulih, Selasa (3/10).

Letkol Inf Teadi Aulia mengatakan, pembangunan rumah ini merupakan salah satu program kegiatan operasi bakti TNI yang dananya bersumber dari zakat dan infag anggota Koramil 01 sampai 08, sampai saat ini Kodim 0404 telah membangun 18 rumah diwilayah teritorial MPP.

"Sampai saat ini Kodim 0404 telah membangun 18 unit rumah untuk Wilayah Muara enim, Pali, Prabumulih (MPP) dan Sumber dananya berasal dari zakat dan infag anggota yang diambil perbulan, " ungkapnya.

Danramil 404-02 berharap dengan adanya program kerakyatan dapat meningkatkan kemanunggalan TNI dengan masyarakat. hal ini sesuai dengan moto TNI bersama rakyat kita kuat.

Sementara itu Wakil walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri,  SH sangat mengapresiasi kinerja Kodim 0404-02 MPP dalam mensukseskan program ekonomi kerakyatan dan bedah rumah.

Fikri berharap agar kegiatan kegiatan yang pro rakyat ini selalu tetap berjalan. Hal ini tentulah memiliki maksud, tujuan dan manfaat yang jelas, baik bagi kepentingan TNI, Masyarakat maupun Pemerintah Kota Prabumulih.

Acara tersebut dihadiri, Kepala BNN, Danramil, Subdenpom,  kepala Skpd kota Prabumulih, Ketua JPC, Perwakilan Pertamina, Kalapas kota Prabumulih, perangkat desa dan warga setempat.

menristekdikti Resmi Berhentikan Rektor UNJ

Written By Posmetro Prabu on 03/10/17 | 3.10.17

JAKARTA- Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memutuskan pemberhentian Djaali sebagai Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Pencopotan dari jabatan rektor terkait kasus plagiasi pada program pasca sarjana UNJ. Kemenristekdikti telah membentuk Tim Independen untuk mendalami temuan sebelumnya oleh Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA).

Selanjutnya, Tim Independen telah membenarkan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perkuliahan pasca sarjana UNJ, khususnya dalam kelas kerjasama dengan Pemda Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itupun memperkuat temuan Tim EKA soal plagiasi atas disertasi Mantan Gubernur Sultra Nur Alam (kini status tersangka KPK) dan beberapa mahasiswa doktor yang juga pejabat asal Sultra.

Ketua Tim Independen Ali Ghufron Mukti mengungkapkan Kemenristekdikti telah memberhentikan status rektor. “Sehingga Pak Djaali sudah tidak lagi menjabat,” katanya kepada para wartawan, Selasa (26/9/2017).

Kemenristekdikti pun menyiapkan pelaksana tugas sementara untuk menjabat rektor UNJ. “Sampai nanti ada rektor definitif,” tegas Ali.

Dia menjelaskan Kemenristekdikti berkewajiban melakukan pembenahan dari sisi akademik dan non akademik yang menyebabkan kasus plagiasi muncul. “Lebih detilnya, nanti Pak Menteri [Nasir] akan menjelaskan ke publik,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru bicara Forum Alumni (Forluni) UNJ Ide Bagus Arif menanggapi keputusan Kemenristekdikti sudah cukup sesuai. Hanya saja, lanjutnya, kementerian harus terus memproses kasus yang membelit Rektor UNJ Djaali.

“Sebab pada masa kepemimpinannya, muncul tindak pidana plagiasi tersebut, kasus serius tersebut harus dituntaskan,” tegasnya dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut, Ide mengungkapkan kejadian di UNJ merupakan momentum bagi Kemenristekdikti menggali akar masalah di lingkungan perguruan tinggi. “Harus ada evaluasi sistem dan perundangan pendidikan tinggi,” katanya.

Ide Bagus menyebutkan dicopotnya Djaali dari jabatan Rektor UNJ tidak menghilangkan status hukumnya sebagai pejabat yang pada masa kepemimpinannya terjadi tindak pidana.

Kemenristekdikti harus  memproses lebih lanjut kasus yang membelit Djaali. "Plagiarisme harus dituntaskan. Pencopotan Djaali hanya permulaan, nanti kita dorong pemerintah untuk mengevaluasi semua jajaran pimpinan di UNJ, dari rektorat hingga fakultas dan program pendidikan,"pungkasnya

Aliansi Rakyat UNJ Desak Pencopotan Gelar Akademik Pelaku Plagiat

JAKARTA, PP - Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat UNJ Bersatu mengadakan aksi demonstrasi di dalam kampus. Para mahasiswa yang berjumlah ratusan orang itu mengajukan tujuh tuntutan pembenahan kampus secara menyeluruh oleh pejabat rektor yang baru.

Tujuh tuntutan mahasiswa yang dibungkus dengan nama Tugu Rakyat UNJ (Tujuh Gugatan Rakyat UNJ) antara lain mendesak Pelaksana Harian (Plh) Rektor untuk membersihkan kampus dari  praktek plagiarisme. Selain itu, mahasiswa juga mendesak agar Plh Rektor mencabut gelar akademik bagi para pelakunya.

Mahasiswa juga berharap agar Plh Rektor yang ditunjuk Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir memberhentikan para pejabat yang terlibat dalam praktek plagiarisme. Selain itu, proses pembenahan akademik khususnya di program pasca sarjana sebagaimana temuan Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemenristekdikti.

Jurubicara Aliansi Andika Baehaqi mengungkapkan pemecatan rektor adalah momentum perbaikan kampus penghasil guru tersebut. 

“Dalam masa kepemimpinan Djaali [mantan Rektor UNJ], sarat nepotisme, hingga terakhir terungkapnya kasus plagiarisme dalam program doktoral yang melibatkan dirinya sebagai promotor,” katanya, Kamis (28/9/2017).

Kemenristek telah mencopot Prof. Djaali dari jabatan rektor UNJ pada 25 September lalu. “Pemberhentian Djaali itu didasarkan pada hasil temuan Tim EKA dan Tim Independen dari Kemenristekdikti yang keduanya mengidentifikasi hal yang sama, bahkan diduga ada praktek jual beli gelar,” ungkap Andika.

Aksi demonstrasi kali ini diikuti sekitar 500 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas. “Dari berbagai organisasi dan kelompok diskusi, semuanya juga resah karena sikap otoriter rektor sebelumnya, sehingga kami mendesak Plh Rektor menghidupkan kembali demokrasi di dalam kampus,” cetusnya.

Ke depan, para mahasiswa akan mengawal pembenahan kampu dari sisi akademik maupun non akademik. “Kami tetap mengawal keputusan Kemenristekdikti yang sudah tepat, sebagai catatan kami juga menuntut adanya perubahan dalam mekanisme pemilihan rektor agar yang terpilih mempunyai visi pendidikan,” tutup Andika.

Kabareskrim : Diskresi Kepolisian, Masih Perlukah?


JAKARTA, PP - Sebagai pelindung dan pelayan bagi masyarakat, setiap anggota Polri memiliki kewenangan khusus dalam penegakan hukum yaitu wewenang diskresi. Meski demikian, polemik mengenai hak khusus bagi aparat baju coklat itu, masih terus mengemuka.

Sebut saja misalnya peristiwa salah tembak oleh aparat di Sumatera Selatan beberapa waktu silam. Saat itu sebuah kendaraan justru memacu kendaraannya sehingga polisi yang tengah menggelar razia, menduga pemilik kendaraan tersebut telah melakukan tindakan kriminal.

Lalu ada juga tragedi saat seorang polisi menembak anaknya sendiri karena menduga rumahnya tengah disatroni maling. Serta kasus-kasus serupa lainnya.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Pol. Tito Karnavian sebenarnya telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan evaluasi atas kebijakan itu. Penggodokan regulasi atas diskresi itu kini memang telah memiliki titik terang.

"Hukum untuk manusia, bukan manusia untuk hukum. Hukum bertugas melayani masyarakat, bukan sebaliknya. Kualitas suatu hukum ditentukan dengan kemampuannya untuk mengabdi pada kesejahteraan manusia," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto dalam keterangan tertulisnya, usai Focus Group Discussion bertema "Dikresi Kepolisian: Masalah dan Manfaatnya' di Jakarta, Selasa (03/10/2017).

Ari merunut persoalan bahwa pada dasarnya diskresi kepolisian memiliki tujuan hukum untuk kemaslahatan bersama.

"Tujuan hukum untuk mencapai 'the greatest happiness for the greatest number of people," jelas Ari.

Untuk itu, kata Ari, diskresi sebenarnya mendorong seluruh eksponen masyarakat untuk berpikir ulang terhadap cara mempelajari dan cara berhukum yang bertujuan menghadirkan “sebenar keadilan” atau sering disebut keadilan substantif.

“Berhukum itu harus dengan hati nurani," kata Ari.

Ari melanjutkan, hati nurani yang dimaksud adalah paradigma terhadap hukum sosial kemasyarakatan di Indonesia.

"Indonesia telah memiliki ekstraksi kearifan lokal yang terumuskan oleh pendiri bangsa ini yaitu Pancasila. Di dalamnya terwujud fakta bahwa Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia terikat juga dengan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan. Ekstraksi musyawarah untuk mufakat ini sebenarnya yang menjadi ruh dari diskresi kepolisian," papar Ari.

Ari juga menyebut, diskresi kepolisian sebenarnya bukan sekedar pandangan negatif selama ini saja.

"Peristiwa Polantas yang berhasil melumpuhkan penyandera di angkot beberapa waktu lalu, misalnya, itu merupakan diskresi yang membuahkan hasil positif. Atau penyelesaian-penyelesaian konflik di masyarakat oleh Bhabinkamtibmas yang selama ini nyaris kurang mendapat porsi padahal selalu berlangsung dan menuntaskan permasalahan meski nyaris tanpa ekspose dari media massa," sebut Ari.

Meski demikian, Ari tidak menampik bahwa sampai sekarang ini ketidakadilan masih terjadi.

"Itu muncul sebagai akibat cara kita berhukum yang masih terpenjara oleh ritual-ritual legalitas formal yang mengunggulkan cara kerja “discriminate, measure, categorize” yang menghasilkan gambar hukum yang berkeping-keping (fragmented)," akunya.

"Penegakan hukum menemui kebuntuan legalitas formalnya untuk melahirkan keadilan substantif. Hal ini disebabkan oleh karena penegak hukum terpenjara oleh ‘ritual’ penegakan hukum yang mengandalkan materi, kelembagaan serta prosedur yang kaku," lanjutnya.

"Hukum progresif memang lahir akibat kekecewaan kepada penegak hukum yang kerap berperspektif positivis. Yakni, hanya terpaku pada teks dalam undang-undang tanpa mau menggali lebih dalam keadilan yang ada di masyarakat. Para penganut paham positivisme kerap berdalih paham civil law yang dianut Indonesia 'mengharuskan' hakim sebagai corong undang-undang," tambahnya.

Untuk itu, menurut Ari, implementasi atas regulasi diskresi Polri ke depan nanti akan tetap mengacu pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

"Bentuknya nanti Perkap yang memang untuk dapat menghadirkan gambar hukum yang utuh di tengah masyarakat karena mau tidak mau kita harus mempelajari hukum dan cara berhukum kita dengan berani keluar dari alur tradisi penegakan hukum yang hanya bersandarkan kepada peraturan perundang-undangan. Diskresi kepolisian adalah keniscayaan," pungkasnya.

Meriahkan HUT Kota, JPC Prabumulih Gelar Kejurnas Off-Road Seri II

Written By Posmetro Prabu on 02/10/17 | 2.10.17

PRABUMULIH, PP - Dalam waktu dekat ini dalam rangka memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke 16-Tahun, warga Kota Prabumulih akan disuguhkan dengan hiburan berlabel tingkat Nasional memperebut yakni Kejuaraan Daerah (Kejurda) Seri I dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Adventure Off-Road Individual Nonwinch seri ke II di Sirkuit Talang Jimar Jalan Lingkar Kota Prabumulih, 21-22 Oktober 2017.

Acara sendiri tentu saja di gagas oleh Komunitas Jepp Prabumulih yang akrab disebut oleh warga sekitar dengan sebutan JPC Prabumulih yang di nakhodai oleh Deni Victoria selaku ketua umum. Sekedar informasi, JPC sendiri telah beberapa kali menggelar acara belabel Nasional seperti Kejurnas Grasstrack di sirkuit yang sama 2015 silam, kemudian Jelajah Bumi Seinggok Sepemunyian (JBSS) 2016 dan Kejurnas Off-Road Seri II 2017.

Kepada Posmetro Prabu, Deni Victoria mengungkapkan bahwa pihaknya siap memberikan hiburan bertaraf Nasional Kepada warga Kota Prabumulih dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke 16-Tahun bertajuk Kejurnas . Disini nantinya kata Deni, warga Prabumulih bisa menyaksikan secara langsung mobil-mobil Off-Roaf yang bermain di tingkat Nasional dengan kelas mulai dari 2500 cc hingga 8000 cc.

Persiapannya sendiri lanjut Deni sudah mencapai 75 %. Mulai dari kepanitian, peralatan, pendanaan hingga tim medis sudah rampung. "Alhamdulilah persiapan sudah matang. Baik dukungan dari ikatan motor Indonesia (IMI), Indonesia Off Road Federation (IOF) dan Pemerintah Kota seluruhnya mendukung bahkan peserta Kejurda maupun Kejurnas Off-road dari luar Propinsi sudah banyak yang mengkonfirmasi kehadiran. Tinggal lagi Sirkuit Talang Jimar yang belum seratus persen" ujar Deni.

Dikatakan, Hal tersebut mengingat sirkuit masih dipergunakan untuk acara Kejurda Grass Track yang digelar oleh Team 444 Adi Susanto. Setelah itu lanjutnya pihaknya akan segera membenahi Sirkuit bersama team dari IOF selaku pihak yang berwenang, paparnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kejurda dan Kejurnas Offroad  Seri II Algazali mengaku sangat bangga mampu menggelar kegiatan off road berlabel kejuaraan Nasional di Kota Prabumulih. Terlebih lanjutnya selain orang nomor satu di Kota Prabumulih, orang nomor satu di Pangdam II Sriwijaya bakal hadir di tengah acara.

"Jujur saja bahwa kegiatan ini sebelumnya belum pernah digelar di Kota Prabumulih. Ini murni inisiatif teman-teman di Komunitas JPC yang bermaksud menggelar kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke-16 tahun dengan tujuan dapat memperkenalkan Kota Tercinta kepada masyarakat luar. Selain memeriahkan HUT Kota Prabumulih ke 16 juga untuk memperkenalkan olahraga Offroad kepada masyarakat" ujarnya.

Menurut pria yang biasa disapa Om Ang itu, hingga saat ini sudah ada sekitar 40 peserta yang mendaftarkan diri mengikuti Kejurnas tersebut. Dia menargetkan hingga hari sebelum pelaksanaan peserta akan bertambah hingga mencapai rautasan orang.

"Peserta yang sudah terdaftar berasal dari berbagai daerah. Ada yang dari lombok, Jawa Timur, Sumatera Utara, Bandung, Riau dan Semarang dan juga Jambi. Selebihnya tentu peserta berasal dari Kabupaten Kota di Sumsel untuk mengikuti Kejurda seperti Prabumulih, Linggau, Palembang, Muba dan lainnya" papar Om Ang.

Om Ang menambahkan, penjurian sendiri diambil alih Oleh IOF Sumsel dan Pusat dan nantinya peserta akan menjajal lima track SCS yang disediakan. Setiap track rata-rata memiliki panjang 300 - 500 meter. Kontur tiap track-nya pun cukup menantang bagi para offroader.

"Dengan demikian nantinya pertandingan akan menghasilkan persaingan tersendiri bagi para peserta," tuturnya.

Menariknya lagi, track yang disediakan tidak melulu lumpur dan bukit yang curam. Dan yang pasti di beberapa bagian track akan ada  "jebakan" dengan tujuan agar offroader tidak harus memacu mobilnya sekencang mungkin.

"Disebut ekstrem tidak juga. Hanya saja kami sedang berupaya memberikan pengalaman berbeda kepada mereka," papar Om Ang.

Disinggung mengenai kategori yang dilombakan, Om Ang menuturkan peserta akan terbagi dalam empat kategori. Untuk Kejurnas sendiri mengunaan kategori G1-G4 dengan spesifikasi kendaraan suspensi standar mulai dari 2500 cc hingga 8000 cc. Sementara untuk Kejurda memperlobakan dua kelas yakni kelas Under dan Upper. Kelas Under sendiri mulai dari 0 - 2500 cc dan Kelas Upper mulai dari 2500 cc dan seterusnya.

Tidak lupa Om Ang berharap dukungan seluruh element masyarakat agar kegiatan dapat berjalan lancar sebagaimana yang diharapkan. Karna bagaimanapun lanjutnya kegiatan ini berasal dari masyarakat dan untuk masyarakat juga, pungkasnya.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu