News Update :

Ridho Yahya Juga Tak Setuju Batu Akik dikenai Pajak

1 Apr 2015

PRABUMULIH, PP - Pemerintah Kota Prabumulih menyatakan belum akan melakukan penerapan pajak batu akik, selain karena Prabumulih bukanlah daerah Penghasil batu akik, adanya pajak tersebut dinilai belum tepat waktunya karena pastinya akan membebani masyarakat, Hal itu diungkapkan oleh Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, kepada koran ini, (30/3).

Menurutnya penerapan pajak batu akik justru tidak baik diterapkan dengan kondisi ekonomi yang masih suit seperti ini terutama saat dunia usaha lesu akibat tidak stabilnya harga yang merupakan dampak dari turun naiknya bahan bakar minyak (BBM), "Perekonomian masih sulit, disaat ada harapan masyarakat untuk bangkit dengan perkembangan bomingnya batu akik, justru pemerintah pusat mau mengambil untung dengan menerapkan pajak dari jual beli batu akik, "Ungkapnya.

Ridho mengatakan penerapan pajak batu akik belum tepat waktunya, kecuali nanti bila perkembangan batu akik ini semakin maju usahanya dan saat itu ekonomi kita stabil barulah bisa diterapkan, "Tentu saja itu belum boleh dilakukan, karena waktunya belum tepat, perekonomian masih lesu, nanti kalau perkembangan batu akik mulai mengalami kemajuan mungkin baru bisa diterapkan, kalau sekarang justru akan menjadi beban dar masyarakat, biarlah mereka maju dahulu,"Terangnya.

Selain itu Dia mengatakan Prabumulih ini bukanlah daerah penghasil batu akik, hanya sebatas daerah penggemar dan juga pemasarannya masih belum signifikan, "Prabumulih kan bukan daerah produksi batu akik, baru sebatas daerah pemasaran yang masih terbatas, beda dengan Pagaralam atau Bengkulu, daerah itu memang penghasil batu akik, kegiatan home industri batu akiknya sudah banyak, wajarlah kalau diterapkan pajak di daerah itu,"Ujar orang nomor satu di kota Prabumulih ini.

Senada yang diucapkan oleh Walikota, maka Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH juga kompak menyampaikan bahwa Prabumulih belum akan menerapkan pajak batu akik dan lebih memilih untuk gali potensi lainnya kalau mau ditarik retribusinya, "Prabumulih belum cocok diterapkan pajak batu akik, karena kita masih terbatas dalam hal pemasarannya, masih banyak potensi lainnya yang pantas diterapkan dalam penarikan pajak,"Tandasnya.

Politisi PDIP Prabumulih ini malah menyatakan bahwa saat ini baru sebatas akan mencarikan tempat untuk para penjual batu akik,"Kita baru ingin menata para penjual batu akik, dengan mencari tempat untuk sentra batu akik, agar para penjual sekarang jangan berjualan di emper-emperen jalan, yang kurang aman dan nyaman, kita masih instruksikan dinas Koperindag untuk mencarikan tempatnya yang strategis,"Pungkasnya.

Gaji Pensiunan Dihapus?

PRABUMULIH, PP- Isu penghapusan gaji pensiunan yang merebak beberapa hari belakangan, setidaknya meresahkan bagi kalangan PNS dan pensiunan PNS, mereka terang-terangan menolak rencana pemerintah yang mewacanakan akan mengahpuskan gai untuk pensiunan abdi negara tersebut, Pemerinth Pusat beralasan gaji pensiunan PNS itu sangat membebani negara.

Salah satu pihak yang menolak dengan tegas rencana penghapusan gaji untuk pensiunan PNS itu adalah Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Prabumulih yang merupakan organisasi pensiunan PNS, BUMN, dan BUMD, mereka beralasan bahwa gaji pensiunan adalah hak bagi pensiunan PNS yang harus diberikan oleh negara. Hal itu dsampaikan oleh Ketua PWRI Kota Prabumulih, Ahmad Sobri saat diwawancarai oleh koran ini, (30/3).

Menurutnya Pensiunan itu merupakan suatu penghargaan negara bagi PNS yang sudah pensiun yang selama masa aktifnya mencurahkan jiwa dan raganya untuk negara, "Gaji pensiunan itu hak PNS itu juga bentuk penghargaan negara bagi PNS yang telah pensiun, dan itu harus diberikan sebagai bentuk jaminan dari negara untuk kesejahteraan pensiunan di masa tuanya,"Ungkap Sobri.

Mantan PLT Sekda Kota Prabumulih menuturkan bahwa PWRI Kota Prabumulih akan memperjuangkan penolakan itu, "Kita akan bicarakan masalah ini dengan teman-teman dari kabupaten dan kota lainnya, bagaimana untuk menyikapinya bila benar isu tersebut, tapi jelas untuk PWRI Kota Prabumulih menolak dengan tegas penghapusan gaji bagi para pensiunan itu,"Ujarnya.

Disinggung mengenai bagaimana sikap PWRI bila sistem gaji pensiun yang semula Pay as you go atau dibayar tiap bulannya menjadi sistem pesangon atau Fully Funded yakni dibayarkan sekaligus, Pria yang kini aktif di PD Petro Prabu ini menarngkan, "Mengenai hal mau dibayar sekaligus atau seperti biasanya, bagi kami bagus semuanya, kalau dibayar setiap bulan tidak masalah, kalau dibayar sekaligus juga bagus karena dapat menjadi modal bagi pensiunan, tapi kalau dihapuskan tentu saja kami menolak,"Terangnya.

Sementara itu Pemerintah Kota Prabumulih melalui Badan Kepegawaian Daerah menyatakan bahwa hal mengenai penghapusan gaji pensiun itu tidak benar oleh karena itu kalangan PNS dan Pensiunan jangan resah, "Kita sudah cek di Kemenpan RB dan BKN, tetapi isu itu tidak ada, jadi jangan terburu-buru menyikapinya, Pemerintah pastinya akan bijaksana mengenai kesejahteraan bagi PNS dan pensiunan, apalagi itu adalah wujud bantuan sosial dari negara bagi pensiunan, oleh karena itu kepada seluruh PNS dan pensiunan untuk tetap tenang,"Pungkasnya. 

Ketika Maling Tunjukkan Sikap Ksatria

PRABUMULIH, PP - Setelah buron selama tujuh bulan, akhirnya kemarin (30/3), Bandi (35), warga Dusun 4 Desa Pangkul Kecamatan Cambai, yang merupakan pelaku pencurian sepeda motor Honda Beat warna biru milik Zubaidah, warga Desa Pangkul Kecamatan Cambai menyerahkan diri ke Mapolsek Cambai.

Bandi yang selama pelariannya bersembunyi di wilayah Muara Bungo, Jambi tersebut didampingi pihak keluarga langsung diserahkan kepada petugas untuk dilakukan penahanan.

Diceritakan Bandi, kejadian pencurian tersebut berawal saat dirinya hendak pergi ke kebun untuk menyadap karet. Di tengah jalan, dirinya melihat sebuah sepeda motor Honda Beat warna biru terparkir di halaman rumah.

"Kondisinya saat itu kuncinya sedang tertempel di kontak. Langsung saja saya bawa motor tersebut," ujar Bandi seraya mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Senin pagi (1/9) sekitar pukul 07.00 WIB.

Bandi mengatakan setelah berhasil membawa sepeda motor dari kampungnya tersebut, dirinya kebingungan menjual hasil curiannya itu. Dirinya pun kemudian membawa motor ke kawasan Muara Enim tepatnya di terminal. 

"Sampai di Muara Enim, saya tawarkan kepada tukang ojek yang ada di sana. Kemudian laku Rp 1,5 juta. Dengan uang itulah saya kabur ke Muara Bungo dengan naik kereta api menuju Lubuk Linggau. Disambung lagi dengan travel," ungkapnya.

Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian karena terus dihantui rasa bersalah. "Saya baru sekali itulah maling. Niatnya tadi saya mau ganti motor itu kalau uang sudah terkumpul. Tapi karena pemilik motor tidak mau diganti, akhirnya saya menyerahkan diri," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIk melalui Kapolsek Cambai, Ipda A. Firman SH mengatakan kejadian pencurian tersebut telah dilaporkan korban melalui LP/B/IX/2014/Sumsel/Sumsel tertanggal 1 September 2014. 

"Tersangka pun sudah menyerahkan diri. Atas perbuatannya, tersangka bisa dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara selama 7 tahun penjara," pungkasnya.


Meski ancaman hukuman kurungan penjara selama 7 tahun bakal menjeratnya, namun Bandi (35), pelaku pencurian sepeda motor, tak ragu untuk menyerahkan diri guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. Apa yang mendorong buruh tani tersebut hingga mau menyerahkan diri?

Pencurian motor Honda Beat warna biru milik Zubaidah, warga Desa Pangkul Kecamatan Cambai yang dilakukan Bandi bisa dikatakan sudah aman. Tujuh bulan sudah, Bandi berhasil menghilang dari kejaran petugas maupun pemilik motor.

Tapi karena tidak memiliki mental penjahat, Bandi yang terus dihantui rasa bersalah akan perbuatannya memilih untuk menyerahkan diri. Apalagi, pemilik bengkel tempatnya bekerja terus menyusupi sedikit demi sedikit keteduhan rohani jiwanya dengan mengajak Bandi untuk beribadah.

"Selama pelarian saya kerja di benkel mobil. Tahun 2008 lalu memang saya kerja di sana. Tapi sudah berhenti kerja sejak tahun 2011. Baru 7 bulan lalu saya balik lagi ke sana. Di sanalah, kesadaran saya mulai muncul bahwa apa yang saya lakukan ini salah," ungkapnya seraya mengatakan upah yang diterimanya hanya sebesar Rp 700 ribu per bulannya.

Jeratan hutang sebanyak Rp 1 juta akibat kebiasaannya berjudi dadu guncang menjadi penyebab dirinya nekat untuk membawa kabur motor Zubaidah yang notabene masih tetangganya itu.

"Awalnya uang penjualan motor mau saya pakai bayar hutang. Tapi, saya juga tidak bisa kembali ke rumah sebab tetangga ada yang lihat saya bawa motor itu," terangnya.

Pria yang hanya mengenyam pendidikan sampai kelas tiga Sekolah Dasar ini mengaku siap untuk menjalani hukuman selama apapun agar kesalahannya dapat ditebus. "Mau selama apapun saya terima. Asalkan saya dapat hidup tenang setelahnya. Saya ngaku, saya memang salah. Jadi saya siap menjalaninya," cetusnya.

Sikap yang dimiliki oleh Bandi ini tentunya harus menjadi contoh bagi semua orang. Berpendidikan rendah, dihimpit kesulitan ekonomi namun kondisi itu tidak pernah memadamkan sifat ksatria Bandi dengan berani mengakui serta mempertanggungjawabkan kejahatan yang telah dilakukannya.

Sikap yang tidak dimiliki oleh pelaku tindak kejahatan manapun termasuk perampok uang negara yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi.

Lakalantas Gelumbang. Truk Batubara Tewaskan 3 Orang Pengguna Jalan

29 Mar 2015


GELUMBANG, PP - Belum sembuh luka lama, luka baru kini tumbuh lagi. Entah siapa yang harus disalahkan hingga nyawa manusia seolah tak berharga lagi dan hilang begitu saja di tengah jalan oleh aksi ugal-ugalan sopir truk batubara yang kejar target.

Beberapa anak kini menjadi Yatim Piatu dan entah kepada siapa mereka harus mengadu karena orang tuanya baru saja tewas dijalanan akibat kecelakaan ditabrak sopir truk batubara yang mencoba melarikan diri dari amukan massa.

Sopir ini melarikan diri karna beberapa menit yang lalu menyenggol sebuah Mobil angkutan bahan bangunan Jenis Pick UP BG 9707 NP dijalan Lintas Gelumbang. Dihantui rasa takut, Sopir Truk Batubara pun gelap mata dan menginjak gas sekuat mungkin hingga apa saja yang menghalangi jalannya di terabas tak perduli itu manusia atau bukan.

Benar saja, akibat gelap mata tadi, Pengendara sepeda motor yang belakangan diketahui satu keluarga menjadi korban ugal-ugalan truk batubara yang melarikan diri. Yanti (20) kini harus rela menjadi janda lantaran suami dan anaknya tewas ditempat pada peristiwa kecelakaan tersebut. Beruntung Yanti yang saat kejadian itu terpental ke pinggir jalan dari boncengan sepeda motor yang dikenderai Suaminya Kiki (24). Suami Yanti dan anaknya Faikal (2) tewas bersimbah darah di Jalan Lintas Gelumbang Palembang. Sementara Yanti kini masih dirawat intensif karena mengalami luka berat.

Tidak cukup sampai disitu, Mobil truk batubara yang terus melaju dan melarikan diri tersebut tidak lama kemudian menghantam pengendara sepeda motor honda BG 4606 QN yang tidak jauh dari lokasi kejadian perkara. Sopir Batubara yang kesetanan tersebut pun mengahantam pengemudi motor honda yang dikenderai Yansyah Putra warga sukamerindu Lubai hingga tewas ditempat.

Kapolres Muara enim yang dikonfirmasi posmetroprabu melalui Kapolsek Gelumbang didampingi kanit Laka Aipda Chandra Wira membenarkan peristiwa kecelakaan maut tersebut. Chandra menjelaskan peristiwa kecelakaan terjadi pada Minggu (29/03). Tiga orang pengguna jalan tewas dalam kejadian tersebut yakni Kiki (24) Faikal (2) dan Yansyah Putra. Sementara 3 orang lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Menurut Candra, Peristiwa diduga disebabkan Sopir Batubara yang mencoba melarikan diri lantaran sebelumnya telah menabrak mobil angkutan bahan bangunan jenis pick up tepatnya di Jalan Lintas Gelumbang Palembang. Sopir Batubara berhasil mealrikan diri dan hingga kini masih dalam pencarian pihak Kepolisian. (pp/jun)

Stop Pemecatan Tenaga Kerja Sepihak, Pemkot Prabumulih Segera Terbitkan Perda

28 Mar 2015

PRABUMULIH, PP - Permasalahan ketenagakerjaan yang sering muncul terkadang membuat bingung Pemerintah Kota Prabumulih, karena tiba-tiba saja Pemkot didemo oleh karyawan yang diberhentikan sepihak oleh sebuah perusahaan yang berada di Prabumulih yang mana sebelumnya Pemkot tidak mengetahui kapan karyawan itu diterima atau masuk dan di terima bekerja di suatu instansi swasta, guna mengantisipasi hal tersebut maka Pemkot bersama Pihak DPRD Kota Prabumulih berencana akan membuat Peraturan Daerah tentang masalah ketenagakerjaan.

Menurut Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM yang mengatakan bahwa Perda ini merupakan inisiatif dari pihak DPRD Prabumulih, "Ini inisiatif dari pihak dewan, yang menginginkan agar Kota Prabumulih memiliki Peraturan Daerah tentang ketenagakerjaan, tentu saja akan kita respon dengan baik, masalah ini sudah saya perintahkan ke dinas terkait untuk segera membahasnya dengan pihak legislatif, agar kita memiliki aturan yang jelas tentang ketenagakerjaan, karena jujur saja kita terkadang bingung, tahu-tahu saja didemo oleh karyawan yang diberhentikan secara sepihak,"Ungkapnya kepada posmetro.

Ridho menjelaskan dalam Perda tersebut akan dirinci mengenai hak dan kewajiban baik bagi pekerjanya maupun dari pihak perusahaannya sehingga tidak ada yang dirugikan,"Kita akan atur serinci mungkin mengenai hak dan kewajiban keduabelahpihak dalam ketenagakerjaan, supaya jelas aturannya, dan kita jamin tidak ada pihak yang dirugikan atau kita berat sebelah misalnya bagaimana kalau tenaga kerja itu diberhentikan bagaimana haknya, atau bagaimana perusahaan menyikapi karyawan yang malas bekerja apakah bisa diberhentikan tanpa melanggar hak karyawannya,"Ujar orang nomor satu di Prabumulih ini.

Wako juga menambahkan agar karyawan yang sudah lama bekerja dapat tetap dipergunakan meskipun perusahaan-perusahaan yang menanganinya berganti,"Hendaknya dibuatkan aturan khusus contohnya pada pekerjaan kebersihan di gedung Pemkot ini, petugas atau karyawannya tetap yang lama meskipun perusahaan pemenang tender pekerjaan kebersihan di perkantoran di pemkot berganti, hal itu karena kita minta aturan khusus seperti itu, hendaknya hal demikian juga diatur di perusahaan Pertaminan atau KSOnya,"Terangnya.

Wako mengharapkan dengan adanya Perda ketenagakerjaan itu agar kelak permasalahan ketenagakerjaan di Prabumulih cepat dicarikan solusinya,"Harapan kita permasalahan ketenagakerjaan di Prabumulih cepat penyelesaiannya tidak berlarut-larut dan adil untuk seluruh pihak, bila perlu masalah ketenagakerjaan di Prabumulih tidak perlu masuk ke pengadilan hubungan industrial yang memakan biaya, karena itulah semoga perda ketenagakerjaan itu harus terwujud,"Tandasnya.

Pelaku Pembunuhan Kakek Pemulung Berhasil Ditangkap Polisi

PRABUMULIH, PP - Tak sampai 1x 24 jam, pelaku pembunuhan Agoes Koeri (70) warga gang Ninggun RT 02 RW 01 Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat, berhasil dibekuk pihak kepolisian.

Pelaku yang dimaksud yakni Kuri bin Mat Rani (60), warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara.

Dihadapan penyidik, pelaku yang kesehariannya sebagai pencari rongsokkan ini mengungkapkan jika dirinya kesal setelah kantong kresek pelaku yang berisi rongsokan dicuri oleh korban.

"Dio itu maling kantong kresek aku. Oleh aku kesal kuambekke parang, kukejar laju ku bacok pake parang," ungkap pelaku saat diinterogasi petugas kepolisian di Polres Prabumulih.

Terpisah, Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro, melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Khalid Zulkarnaen menuturkan jika pembunuhan tersebut dilatarbelakangi oleh sakit hati.

"Sekitar pukul 08.00 WIB, korban bernama Agoes sedang membawa tas kresek pada waktu itu kresek tersebut diambil oleh tersangka Kuri. Korban yang kesal lalu melempar pelaku dengan batu, pelaku yang kesal mengejar dan membacok korban menggunakan sebilah parang," tuturnya.

Terkait pembunuhan tersebut, Lanjut pria dengan balok tiga ini, tersangka diancam dengan hukuman kurungan penjara selama 15 tahun.

"Dari tersangka juga kami berhasil mengamankan sebilah parang yang digunakan tersangka untuk membunuh korbannya sebagai alat bukti," tambahnya. (rmo)

Bikin Video Mesum Dengan Siswi SMP, Warga Pali ini Dipolisikan

PALEMBANG, PP - Lantaran video mesumnya ketahuan oleh keluarga korban, Joko Haryadi (18) harus meringkuk di sel jeruji Mapolresta Palembang.  Warga Pendopo, Kabupaten Pali, Sumatera Selatan ini harus  mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Peristiwa itu terungkap saat Joko meletakkan handpHonenya di kamar kos yang tak jauh dari rumah korban. Saat ponselnya tersebut ditinggalkan  di kamar kos ada kakak korban berinisial AR.

AR yang tak sengaja memainkan handphone tersebut lantas membuka file video. Begitu terkejutnya AR ketika melihat di dalam video ada adegan mesum adiknya LR (15) dengan tersangka telah direkam. Mengetahui kejadian itu, AR lantas melapor ke keluarganya.

Ibu korban JM (41) yang naik pitampun langsung memanggil tersangka, hingga diapun digiring ke Polresta Palembang, Jumat (27/3).

Dari pengakuan tersangka Joko, video mesum tersebut direkam saat berhubungan intim dengan koban LR yang tak lain adalah pacarnya sendiri.

"Kami melakukannya dikamar mandi rumah pacar saya, sudah 15 kali kami lakukan selama satu tahun pacaran," aku tersangka Joko.

Selama 15 kali berhubungan suami isteri, Joko mengaku telah merekam adegan itu sebanyak tiga kali dengan durasi 2 sampai 3 menit.

" filenya ada tiga, cuma buat pribadi saja bukan untuk disebar. Kami ketahuan kalau sudah begituan karena kakaknya melihat rekaman di Hp saya" jelas Joko yang bekerja sebagai kuli bangunan ini.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi mengatakan, tersangka terancam dikenakan undang- undang perlindungan anak lantaran telah menyetubuhi korban yang masih dibawah umur.

" Korban masih pelajar kelas dua SMP. Pelaku diamankan keluarga korban dan diserahkan ketika" ucap Suryadi.

Dilanjutkan Kasat Reskrim, dari tersangka petugas mendapati barang bukti berupa tiga file video mesum yang telah direkam menggunakan handpone.

" dari pengakuan tersangka, video ini hanya untuk pribadi bukan untuk disebar. Sekarang masih kita dalami" tutup kasat. (rmol)

Mantan Sekuriti Pertamina Prabu Ditembak Polisi di Peninjauan

BATURAJA, PP - Rinshi Alfani bin Fei (28), mantan petugas Sekuriti Pertamina Prabumulih yang tercatat sebagai warga Jalan Prof M Yamin No 283 Rt 2 Rw 1 Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, terpaksa dilumpuhkan petugas dari Polsek Peninjauan dengan timah panas karena mencoba kabur saat akan diringkus.

Tersangka tertangkap tangan hendak melakukan pencurian pipa milik JOB Pertamina Talisman pada Jum'at (27/3) sekitar pukul 03.00 WIB oleh patroli rutin Kapolsek Peninjauan Iptu Syafaruddin beserta jajaran dibantu pihak keamanan PT Talisman.

Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIK MH melalui Kapolsek Peninjauan Iptu Syafarudin menjelaskan kalau penangkapan terhadap tersangka berawal dari kecurigaan pihaknya dengan keberadaan satu unit mobil truk warna merah BG 8504 DE yang melintas di Jalan Talisman Simpang Metur Desa Mitra Kencana SP 7 Kecamatan Peninjauan sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat dihentikan petugas, ada tiga orang pria yang turun dari mobil tersebut dan langsung mengeluarkan tembakan ke arah petugas. Sementara, belasan pria lainnya yang berada di bagian bak belakang truk berhamburan melarikan diri.

"Mendapat serangan tembakan tersebut, anggota kita langsung melakukan tembakan balasan. Dan ternyata, berhasil mengenai kaki kanan salah seorang pelaku yang kemudian diketahui bernama Rinshi Alfani (28), mantan satpam Pertamina Prabumulih. Sedangkan para pelaku lainnya berhasil melarikan diri," jelas Kapolsek.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjut Kapolsek, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil truk yang digunakan para pelaku, empat buah gergaji besi, potongan kayu, alat potong las, gas elpiji, 1 buah kunci inggris, 2 buah tas yang berisi pakaian.

"Saat ini semua barang bukti beserta satu orang tersangka sudah kita amankan untuk diproses lebih lanjut," pungkas Kapolsek. (rm)

Warga Pasar I Prabumulih Ditemukan Tewas di Pinggir Rel

27 Mar 2015

PRABUMULIH, PP - Warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara yang bermukim di daerah pinggaran rel stasiun kereta api dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat tersebut ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan sekujur tubuhnya berlumuran darah.

Dari tubuh korban ditemukan luka bacok pada bagian wajah, pada bagian belakang kepala serta puluhan luka sayat pada bagian tangan korban.

Menurut informasi yang didapat mayat tersebut diketahui bernama Agoes koeri (70) warga gang ninggun RT 02 RW 01 Kelurahan Pasar I Kecamatan Prabumulih Utara

Mayat pria yang bekerja sebagai pemulung itu ditemukan pada pukul 08.30 wib oleh sejumlah warga sekitar dan warga pun langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke pihak kepolisian.

Dika (10) salah satu saksi mata menuturkan jika sebelumnya korban diketahui terlibat cekcok mulut dengan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

"Aku tadi lagi duduk disitu, liat kakek itu bebala samo wong pake helm item, kurang tau jam berapo. Terus ado yang misahkenyo, sudah itu aku dak tau lagi. Tedengar kakek itu la meninggal," ungkapnya (rmol)

Warung Remang-Remang di Gelumbang Kian Menjamur

GELUMBANG, PP - Menjamurnya warung remang-remang berkedok pijat tradisional atau pijat refleksi di Desa Suka Menang dan Desa Talang-taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim belakangan mulai dikeluhkan warga. Akibat aktivitasnya yang meresahkan, warga sekitar pun mendesak Pemerintah Kabupaten dan MUI untuk segera bertindak. 

‘’Kita minta Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten untuk segera turun menertibkan keberadaan panti pijat yang diduga kuat menyalahi aturan itu. Sebab keberadaanya sudah meresahkan warga. Panti pijat yang menyajikan para wanita itu, selain diduga kuat sebagai bisnis prostitusi, juga menjual minuman berakohol,’’ujar Japri S.Sos ,salah seorang tokoh masyarakat, yang juga mantan anggota DPRD Muara Enim pada awak media.

Dikatakan, jika ketidak berdayaan pihak terkait dalam menertibkan panti- panti pijat berkedok itu tidak segera ditertibkan atau ditutup, kita menghawatirkan hal yang negatip ini bakal lebih meluas, apalagi lanjut Japri, keberadaan panti berkedok pijat tradisional itu, selain diduga kuat ada bisnis prostitusi, juga dibarengi dengan adanya dugaan penjualan minuman keras disetiap warung Esek-esek, berkedok panti pijat tersebut ,’’ungkapnya. 

Pjs Kepala Desa Taling-taling, Kecamatan Gelumbang, Wani, mengungkapkan ,Pihaknya dalam hal ini sebelumnya telah melayangkan surat kepada Panti-panti tersebut maupun melarangnya,dan dalam hal menjamurnya panti dikawasan Desa kami itu ,justru ini yang kita sesalkan, dan semua itu kita nyatakan illegal, karena kita tidak pernah mengizinkanya. ’’bebernya. 

Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Pemerintah Kecamatan Gelumbang, terkait hal tersebut mengungkapkan, Keberadaan warung Esek-esek berkedok panti pijat dilokasi yang dimaksud diakui memang illegal. ‘’Pihak Satpol PP dalam hal ini telah melakukan pendataan guna mengambil langkah selanjutnya,dan ternyata dilokasi teesebut ada sebanyak 23 tempat lokasi /tempat yang illegal.’’ ungkap Camat Gelumbang AM Musadiq SIP,MS.i ,melalui Sekcam Gelumbang ,Syarkowi S.Sos.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia [MUI] Kecamatan Gelumbang, Drs.Hafis Aziz, saat dimintai tanggapanya terkait makin menjamurnya warung Esek-esek berkedok panti pijat dikawasan tersebut mengungkapkan, pihaknya sangat menyangkan atas menjamurnya warung Remang-remang itu. 

Menurut Hafis, pihaknya jauh-jauh hari sudah menyurati Pemkab Muara Enim dengan tembusan pihak terkait seperti DPRD dan instansi terkait lainnya agar warung remang-remang tersebut segera ditertibkan.

’’Kita telah membuat laporan kepihak Kecamatan untuk diteruskan ke Dewan,dan meminta untuk ditindak lanjuti penolakan keberadaan warung Remang-remang, panti pijat, dan pasar malam dikawasan kecamatan Gelumbang ini. Sampai sekarang belum ada balasan. Kita Berharap Pemerintah tanggap atas pengaduan warga sebab pengaduan tersebut sangat berkaitan dengan ketertiban dan kenyamanan warga sekitar" ujarnya

Pantauan dilapangan, warung remang-remang pada siang harinya memang tampak seolah biasa saja. Namun saat matahari terbenam, aktifitas di warung remang-remang sepanang jalan Taling-Taling mulai kelihatan. Para penghuni warung yang mayoritas wanita yang asalnya kurang jelas itu mulai keluar dari warung dengan pakayan yang seksi.

Tak lama kemudian antrian mobil truk maupun jenis mobil lainya tampak ramai memenuhi halaman parkir warung. Lampu kelap-kelip tampak mengiringi alunan lagu didalam warung. Sementara di ruangan lainnya baru saja sepasang insan berlainan jenis keluar kamar dengan raut wajah yang sumringah. [JN]

Ridho Yahya Sebut Pejabat Pusat Plin-Plan Bikin Aturan

26 Mar 2015

PRABUMULIH, PP - Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM menyatakan bahwa sebaiknya Pemerintah Pusat yang akan membuat aturan harus terencana dan dikaji lebih mendalam terlebih dahulu, karena akibat dari aturan yang dibuat tersebut akan berakibat luas terutama bila diterapkan di daerah-daerah.

Hal itu disampaikan Wako terkait revisi larangan rapat di hotel yang membolehkan kembali bagi Pemerintah Daerah untuk rapat-rapat acara kedinasan yang menggunakan hotel atau restoran sepanjang dananya dari pihak ketiga, yang disampaikan lisan oleh Menteri PAN dan RB di media-media nasional, seusai Rapat Paripurna di DPRD Prabumulih, (25/3).

Menurut Ridho kajian mendalam sebelum membuat peraturan itu perlu supaya tidak membingungkan bagi Daerah - daerah, "Setiap akan buat peraturan harus kaji mendalam dahulu, bila perlu lakukan uji publik, serta harus terencana, jadi tidak asal buat aturan, karena kesannya plin-plan, sudah dilarang rapat di hotel, belum sampai beberapa bulan sudah diperbolehkan lagi, kalau tidak berdampak tidak masalah, tapi ini kan masalahnya dapat berdampak luas,"Ungkapnya.

Dia juga menuturkan salah satu dampaknya adalah berkurangnya pemasukan hotel atau restoran yang biasanya dikontrak pemerintah untuk kegiatan kedinasan, "Antara lain dampaknya pemasukan hotel berkurang, kalau demikian untuk menutupi biaya operasionalnya bisa saja dia merumahkan karyawannya yang tentu dapat menyebabkan pengangguran,"ujarnya.

Namun begitu orang nomor satu di Prabumulih ini menyambut baik perubahan aturan itu, "Edaran mengenai revisi larangan rapat di hotel yang isinya membolehkan kembali, memang belum sampai ke kita, tapi setidaknya kabar itu akan menggembirakan bagi kalangan yang berkecimpung di perhotelan, kita tentunya menyambut baik perubahan aturan tersebut,"Bebernya.

Sebelumnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada akhir tahun lalu mengeluarkan aturan mengenai larangan bagi instansi, Pemerintah Daerah dan PNS untuk menggelar rapat atau acara kedinasan di hotel-hotel dan restoran dengan alasan untuk efisiensi biaya, tetapi di bula maret ini kembali merevisi aturan itu yang kembali membolehkan untuk menggunakan hotel dan restoran tersebut sepanjang di danai oleh pihak ketiga dan bukan menggunakan anggaran negara
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung