News Update :

HUT JPC II Gelar Jeep Anventure

12 Feb 2016

PRABUMULIH, PP - Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahunnya yang ke II tahun,  jeep prabumulih community (JPC) sabtu besok (12/02/2016) akan menggelar acara bertajuk "Jelajah Bumi Seinggok Sepemunyian" yang melibatkan masyarakat pecinta mobil ofroad di nusantara.

Di usianya yang masih belia ini, JPC Prabumulih tergolong sukses dalam menggelar kegiatan. Baik itu bhakti sosial, event olahraga tingkat nasional dan beberapa kegiatan lainnya bersama pemerintah Kota Prabumulih. Dipimpin oleh Ketuanya Deni Victoria, Club Mobil penggaruk tanah ini semakin mendapatkan sambutan hangat dari lapisan masyarakat Kota Prabumulih. Terlebih kegiatan mereka yang selalu exis dan konsisten melakukan hiburan dan bhakti sosial.

Untuk kegaiatan besok, panitia adventure "Jelajah Bumi Seinggok Sepemunyian" juga menyediakan hadiah sebesar puluhan juta rupiah kepada peserta adventure. Kepada masyarakat yang mencintai dunia mobil offroad dan motor adventure bisa bergabung dengan menghubungi panitia di contack person 081368477882, 081273063407 atau di nomor 08127859729 atau bisa juga datang secara langsung ke call center Polsek Prabumulih timur.

Selain bertabur hadiah, acara jelajah bumi seinggok sepemunyian ini juga akan dimeriahkan dengan DJ Performance yakni DJ Laurencia dan live music JPC Band.

Deni Victoria selaku ketua JPC yang dikonfirmasi posmetroprabu.com mengungkapkan bahwa acara besok pagi akan dibuka secara langsung oleh Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM. Acara juga akan di ikuti oleh Kapolres Prabumulih dan beberapa Kapolres di wilayah hukum Polda Sumsel.

Sementara start akan dimulai dari halaman pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih pada tanggal 13 Februari dan Finish di Halaman terminal jalan Lingkar Kota Prabumulih pada tanggal 14 Februari 2016. Para peserta nantinya akan melintasi medan extreme dan yang pasti akan seru, ujarnya.

Dikatakan, tujuan digelarnya acara jeep adventure ini selain memperingati HUT JPC Prabumulih, juga untuk mempererat tali silaturahmi daiantara anggota JPC juga untuk memperkenalkan Kota Prabumulih ke tingkat nasional. Dengan ini semoga masyarakat luar semakin mengenal lebih dekat Kota Prabumulih, tegasnya.

Pantauan posmetroprabu.com dilapangan, peserta adventure dari luar daerah mulai berdatangan dengan berbagai jenis mobil. Lihat saja, halaman rumah dinas Walikota Prabumulih kini sudah dipenuhi berbagai jenis mobil Jeep.

Dinas Pertanian Rencanakan Gelar Panen Raya

11 Feb 2016

PRABUMULIH, PP - Dinas Pertanian Kota Prabumulih dalam waktu dekat ini akan segera menggelar program panen raya kedelai seluas kurang lebih 50 ha. Meski beberapa lahan ada yang gagal panen akibat terendam banjir, justru sebaliknya, musim penghujan dalam kurun waktu beberapa hari belakangan membawa dampak yang baik bagi sebahagian lahan kedelai lainnya.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih Drs Syamsurizal M.Si saat ditemui posmetroprabu diruang kerjanya Kamis (11/02/2016). Ia menjelaskan, kondisi lahan tanaman kedelai di Sungai medang dan sekitarnya pada perinsipnya berada pada dataran rendah sehingga sangat rentan terkena banjir apabila intensitas curah hujan sangat tinggi.

Dikatakan, permasalahan terendamnya beberapa areal lahan pertanian kedelai yang diprogramkan pemerintah Kota Prabumulih juga diakibatkan lambannya pengiriman bibit dari Propinsi mengakibatkan perencanaan musim tanam terlambat dari yang dijadwalkan. Jika pengiriman bibit bisa tepat waktu lanjutnya, para petani sudah melaksanakan panen raya sebelum musim penghujan kemarin berlangsung.

Syamsurizal menambahkan, meski demikian situasi yang dihadapi, pihaknya tidak merasa patah semangat. Justru pada tahun ini pihaknya berencana akan menambah luas lahan pertanian kedelai. Sebab lanjutnya, kedelai yang akan dipanen dalam waktu dekat ini hasilnya sungguh baik.

Pada panen raya nanti secara khusus Dinas Pertanian akan mengundang Walikota Prabumulih dan seluruh stake holder, tegasnya.

Meski Bertongkat Kadis PU Tetap Ngantor

10 Feb 2016

PRABUMULIH, PP - Kecelakaan yang dialami oleh M Supi ST selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Prabumulih, beberapa waktu lalu memaksa Mantan Sekretaris Dinas PU itu harus rela di rawat dalam beberapa hari di RSUD Kota Prabumulih. Kurang lebih seminggu ia terbaring di ruang perawatan pasca operasi di bagian kaki kirinya.

Namun begitu Bukan Supi namanya kalau ia menyerah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pimpinan. Meski menggunakan tongkat, Supi tetap ngantor. Dan lagi ia harus mengorbankan tenaga istrinya untuk mendapingi dirinya saat berjalan menuju mobil maupun kantor skretariat Dinas PU di lantai empat Perkantoran Pemerintahan Kota Prabumulih di Jalan Lintas Prabumulih - Palembang Kelurahan Sindur Cambai Kota Prabumulih.

Bersama ajudan dan Istri Tercinta, Supi dipapah melangkahkan kakinya saat keluar dari lift menuju Dinas PU. Meski belum pulih seratus persen, Supi tetap menebarkan senyum kepada orang disekitarnya saat berpapasan. "Nambah sikok lagi ajudan" ujarnya bercanda seraya melirik istrinya menuju ruangan kerjanya beberapa waktu lalu.

Pekerjaannya yang sempat menumpuk saat ia sakit satu persatu mulai di selesaikan. Bahkan ia juga sempat mempimpin rapat meski dengan kondisi yang sangat lemah serta menyempatkan waktunya menerima baik dari lingkungan internal maupun kalangan kontraktor yang ingin bertemu dengannya. Tak lupa ia meminta doa wartawan portal ini agar sakit yang dideritanya cepat sembuh seperti sediakala. Amin. (pp/rd)

Pedagang Kecil Menengah Prabumulih Siap-Siap Gulung Tikar

2 Feb 2016

PRABUMULIH, PP - Perlahan tapi pasti. Niat Pemerintah Kota Prabumulih membenahi pasar tradisional ke arah modern ternyata tak sepenuhnya menuju kesejahteraan. Ditengah pembangunan setengah jadi pasar tradisional bergaya modern bernama PTM Prabumulih itu,  telah muncul pula dua sekaligus mall di Prabumulih.

Kemunculan ini pun mulai menimbulkan reaksi. Penolakan datangnya dari masyarakat pedagang sendiri. Bukanlah soal rezeki namun lebih pada kebijakan yang tidak memiliki keteguhan hati. Demikian para pedagang berargumentasi.

Mengapa tidak, Belum usai derita pedagang pasar yang berjibaku mengais rezeki ditengah sulitnya ekonomi masyarakat saat ini, sebentar lagi mereka pun akan dihadapkan dengan permasalahan yang kompleks. Siap-siap gulung tikar atau bahkan bersiap berubah profesi.

Mayoritas pedagang pasar juga pemilik toko di Kota Prabumulih tampak sepakat menolak rencana pendirian mall karena dianggap akan mematikan usaha padagang kecil menengah yang ada di sejumlah pasar tradisional dan pusat kota.

"Kami menolak pendirian mall karena sudah terbukti di beberapa daerah lain kehadiran mall akan menghancurkan usaha pedagang pasar tradisional," ujar Lina (42) satu dari sejumlah pedagang pasar yang ditemui posmetroprabu siang tadi di pasar tradisional modern Kota Prabumulih Selasa (02/02/2016).

Penolakan pendirian mall tersebut seiring dengan telah diresmikannya proyek pembangunan city mall di jalan lingkar dan sebentar lagi juga akan hadir satu mall lagi di seputaran Sudirman tepatnya di belakang MAN Kota Prabumulih.

Nada penolakan juga disampaiakn salah seorang pengusaha dan pemilik toko busana di Jalan Jendral Sudirman. Menurut Pria yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan itu mengungkapkan bahwa, seharusnya Pemkot Prabumulih tidak perlu memberikan izin untuk mendirikan mall. Daripada mendirikan mall, akan lebih baik jika Pemerintah meningkatkan kualitas pasar tradisional untuk membantu para pedagang.

"Toh pembangunannya juga sudah dimulai. Tidak kah pemerintah peduli dengan nasib rakyatnya yang dilanda krisis ekonomi? Kasihan para pedagang kelak akan ditinggal pelanggannya. Belum lagi pemilik usaha toko yang punya karyawan pasti akan mengalami kewalahan. Dengan kondisi tanpa mall saja sudah ngos-ngosan bayar gaji pegawai, apalagi ada mall. Bisa dibayangkan bukan? ujarnya.

Sinyal Yang Malang

1 Feb 2016

Redaksi...


Ku sabar menanti, meski dirimu enggan kembali
Tak henti ku ulang lagi, masih jua urung kudapati
Ku coba berulang kali, tetap kau tak mengerti
Kulirik ke bawah, atas dan kanan kiri, tiada bayangmu menepi

Entahlah sampai kapan ini terjadi
meski lelah tak urung ku berhenti
Sabar menanti hingga dirimu tak lagi mau pergi
Tetap disini bersamaku hingga tugasku selesai

Berita opini hingga peristiwa yang terjadi dalam sehari
Tak akan tersampai jika engkau tak turut menyertai
Setia tetap disini dan tak akan pergi ke Kampus Unsri
Aku malu jika hanya sekedar menumpang wifi tanpa secangkir kopi


Timbangan 01/02/2016

Hujan Coklat

Hujan Coklat
:RIF Muara Kelingi

Hari ini kita bagai menerka langit
dari sisi simpul senyum kecut yang ciut
mendalaminya bagai hujan tak berkesudah
mendiamkannya bagai termakan racun nista
ah sudah; katamu
nikmati saja manisnya
atau rasakan padang coklat dari atap asuhan sumpah,
terus saja memandangi
dan ketika kau kenyang
maka sampah bermunculan
sampailah ia di muara kelingi
yang selalu sisakan tanya di hati
di musim ini:
apa yang terjadi?

2016







Rindu Dalam Sepetak Gubuk

kau mengajak aku ke mata paling rindu,
dalam tatapan setara candu, ajak bertemu,
mengukir ingatku ke waktu paling purbaku,
saat di mana aku bersandar di tiang warungmu
  dengan sehirup es teh di tangan,
mbah; kataku
mata kita tak pernah beradu,
karena sadar, di ingatmu aku hanyalah yang tak lama,
tak juga bisa melekat,
apalah arti sebuah pertemuan singkat; katamu
hanyalah seberkat kenangan yang tancap
tanpa perlu di ucap
sampai kita sepakat
biarkan waktu menjawab

2016

Biodata:

An Najmi. Kelahiran Inderalaya, 19 Januari. Puisi-puisinya pernah dimuat di DETAK PEKANBARU,Sayap Kata, Metro Riau, Harian Tribun Sumsel, Xpresi Riau Pos, PosmetroPrabu, Sastra Mata Benua Banjarmasin, Ruang Aksara, Riaurealita.com, Tetas Kata dan Sastra Dinamika. Sedang aktif sebagai ketua diCommunity Pena Terbang (COMPETER) Chapter Sumatera Selatan, Palembang.

Surat Terbuka Walikota, Beberapa SKPD Gelar Rapat Mendadak

PRABUMULIH, PP - Diduga akibat surat terbuka Walikota Prabumulih, Beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Prabumulih tiba-tiba menggelar rapat mendadak. Dalam surat terbuka yang dilayangkan Walikota Ridho Yahya dan turut di tandatangani oleh Wakil Walikota H Andriansyah Fikri SH, menyebutkan bahwa banyak SKPD yang mendapatkan Rapor Merah.

Beberapa pejabat dilingkungan Pemkot Prabumulih pun menduga bahwa dalam waktu dekat Walikota Ridho Yahya akan segera melakukan perombakan kembali kabinetnya. "Iya itu pasti. Dan tujuan surat itu menegaskan bahwa akan segera dilakukan pergeseran di tingkat Kepala SKPD. Sebagai bawahan kita siap saja mau dipindahkan kemana karna wewenang jabatan itu adalah hak preogratif Kepala Daerah" ujar salah seorang Kepala SKPD yang enggan namanya dipublikasikan saat diminta tanggapannya mengenai surat terbuka Walikota Prabumulih siang tadi Senin (01/02/2016)

Disisi lain, para pejabat setingkat kabid maupun sekretaris Dinas saat dikonfirmasi seuasi menggelar rapat mendadak tampak enggan memberikan keterangan seputar rapat yang baru saja digelar. "Rapat biasa saja. Kan biasa kita rapat internal di Kantor. Yang dibahas tentang pekerjaan itu saja" ujar salah seorang sekretaris Dinas di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.

Sementara itu, terkait surat terbuka Walikota Prabumulih yang telah diterbitkan oleh media harian lokal masih menjadi pertanyaan warga. Pertanyaan tersebut terkait surat terbuka namun masih tertutup. Artinya, SKPD yang mendapat rapor merah belum disebutkan pada surat terbuka tersebut.

"Iya kepalangan sudah terbuka, iyo bukak bae sekalian SKPD mano yang mendapatkan rapor merah supayo warga kito idak bertanyo-tanyo. Klo cak ini kan samo bae namonyo masih tertutup. Takutnyo agek ado kepentingan lain dengan surat ini. Laju penuh tiap pagi Pejabat ngadap ke Rumah Pak Wali" ujar Harson warga Prabumulih usai membaca surat terbuka Walikota Prabumulih di surat kabar lokal.

DPRD Himbau Dinkes Prabumulih Lakukan Penagihan Hutang ke Pemkab Muara Enim

PRABUMULIH, PP - Agar operasional RSUD tetap berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Prabumulih melalui Komisi I menghimbau Dinas Kesehatan untuk mendapingi pihak RSUD Prabumulih untuk menindaklanjuti hutang perobatan warga Muara Enim yang berobat ke RSUD menggunakan jaminan sosial kesehatan (Jamsoskes).

Menurut Ketua Komisi I Erwansyah, Dinas terkait (Dinkes-red) yang harus berperan dalam melakukan penagihan melalui lintas instansi. Setidaknya bisa mengatasnamakan Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan atau setidaknya mendampingi pihak RSUD untuk melakukan penagihan, ujarnya.

Dikatakan Erwansyah, menurut laporan yang masuk ke Komisi I, piutang RSUD tercatat sebanyak Rp. 7 Miliar. Dimana lanjutnya, untuk Muara Enim saja mencapai Rp, 5 Miliar dan Kabupaten Pali sebesar Rp. 2 Miliar. Dengan keungan seperti ini maka sangat wajar jika RSUD mengalami sedikit kendala dalam pelayanan ditambah statusnya yang kini sudah menjadi BULD yang pendanaanya hanya sedikit ditopang oleh APBD. Jika tidak dilakukan penagihan ditakutkan pelayanan Rumah Sakit tidak dapat berjalan dengan maksimal. Untuk itu diharapkan Dinas Kesehatan agar sesegera mungkin bertindak melakukan penagihan demi pelayanan RSUD tetap normal, tegasnya.

Disinggung soal Hutang BPJS terhadap pihak RSUD yang kabarnya juga membengkak, Erwansah menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap BPJS dan telah mempertanyakan masalah tersebut. Hasilnya pihak BPJS berjanji akan segera melunasi hutang-hutang nasabahnya yang berobat ke RSUD. Selain itu juga kepada pihak BPJS kita tegaskan untuk selalu melakukan sosialisasi terhadap warga pemegang kartu BPJS. Apa saja hak dan kewajibannya serta bagaimana dan penyakit seperti apa saja yang ditanggung BPJS. Tujuannya agar warga tidak terjebak saat berobat menggunakan kartu BPJS, tandasnya.

Di tempat terpisah, Direktur RSUD Kota Prabumulih dr Rusmini yang dikonfirmasi posmetroprabu.com di ruang kerjanya siang tadi Senin (01/02/2016) membenarkan jika hutang pemerintah Kabupaten tetangga seperti Muara Enim dan Kabupaten Pali hingga sampai saat ini belum dibayarkan. Namun demikian lanjutnya pihaknya telah bertemu dengan Pemerintah Kabupaten yang bersangkutan dan berjanji akan segera membayarkan hutang tersebut setelah pihak RSUD Kota Prabumulih melakukan verifikasi data pasien dan total pembiayaan yang harus dibayarkan.

"Alhamdulillah meskipun tunggakan belum dibayarkan namun operasional rumah sakit masih tetap berjalan seperti biasa. Karna belum lama ini pihak BPJS telah melunasi hutang perobatan nasabahnya ke pihak RSUD. Dan kita berharap Pemkab Muara Enim maupun Kabupaten Pali setelah verifikasi data yang mereka pinta kita selesaikan, dana tersebut akan segera dicairkan" harap Rusmini.

Disinggung apakah pihaknya memberikan batas deadline pembayaran, Rusmini mengungkapkan bahwa pihaknya tidak sampai berfikir ke arah sana karna selain antar Pemerintah Daerah juga tidak etis memberikan deadline atau batas waktu sebab keuangan RSUD hingga saat ini masih normal, tandasnya.

Lakalantas Sindur, Pengendara Motor Terpental ke Parit

PRABUMULIH, PP - Bagi anda pengguna jalan yang sedang berkendara melewati jalan lintas Padat Karya Kelurahan Sindur, dihimbau kepada anda untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak mengalami kejadian yang sama dengan Hendra (34) Jalan Lingkar Timur Kelurahan Gunung Ibul Kota Prabumulih.

Hendra terpaksa dilarikan ke RS untuk mendapatkan perawatan intensif setelah mengalami kecelakaan siang tadi Senin (01/02/2016). Kejadiannya bermula saat Hendra melaju dengan Sepeda Motornya jenis Yamaha Jupiter MX BG 3154 LO dari arah Prabumulih di jalan padat karya Sindur menuju Kantor Walikota. Mungkin karna mengejar waktu, Hendra sedikit melajukan kenderaannya dengan kecepatan tinggi.

Melewati Simpang Kantor Camat Cambai (sekitar 300 m dari jembatan sungai kelekar sindur), Hendra mencoba melewati kenderaan roda empat yang berada di depannya. Tepat di tikungan yang tidak jauh dari simpang Kantor Camat Cambai, tiba-tiba Mobil jenis Toyota Avanza datang dari arah berlawan (dari arah kantor walikota-red). Hendra pun panik dan tidak mampu mengendalikan sepeda motornya membuat tabrakan pun tidak terhindarkan.

Hendra terpental ke parit kebun karet warga dengan luka serius dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Sementara Mobil Toyota Avanza BG 1787 ZV tampak ringsek di bagian depan dan terperosok ke parit atau siring jalan di kebun karet warga.

Tidak menunggu lama, jalan sempit ini pun tampak ramai dan menimbulkan kemacetan karna warga pengguna jalan mencoba melakukan pertolongan kepada korban kecelakaan. Beruntung Hendra masih dalam keadaan sadar sehingga tidak menimbulkan kepanikan bagi Gozali (49) yang tidak lain adalah pengemudi Mobil Toyota Avanza. Ia pun langsung membawa Hendra ke rumah sakit Pertamina menggunakan Ambulance milik Pemkot Prabumulih yang kebetulan melintas di tempat kejadian perkara.

Pulihkan Nama Baik Dengan Siskamling

30 Jan 2016

PRABUMULIH, PP - Kerap nama Sungai Medang disebut-sebut dalam pemberitaan miring memaksa Lurah dan warganya untuk meningkatkan keamanan lingkungan. Belum lama ini, Lurah Sungai Medang Danal Safri membuat kebijakan baru untuk mengangktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di Kelurahan yang dipimpinnya itu.

"Dasarnya adalah bahwa nama Sungai Medang kerap dikaitkan dengan tindak pidana kejahatan di Kota Prabumulih. Seperti pemberitaan pada media lokal belum lama ini yang menyebutkan bahwa transaksi narkoba dilakukan di Sungai Medang. Transaksi Senjata Api, dan masih banyak lagi aksi kejahatan yang mengaitkan nama Sungai Medang. Padahal hasil survei yang kami lakukan dan fakta dilapangan tidak demikian" ujar Danal.

Danal menjelaskan, Batas Sungai medang dan Prabu Jaya itu tidak jauh. Sebenarnya tempat kejadian perkara hanya di jalan antara Prabu Jaya dan Sungai Medang yang posisi sebenarnya TKP masih di Kelurahan Prabu Jaya. Sementara media menuliskan Sungai Medang. "Itu sangat kita sesalkan. Namun begitu kita tetap akan melakukan pencegahan dengan meningkatkan sistem keamanan di lingkungan khususnya di Kelurahan Sungai Medang guna mengembalikan nama baik Kelurahan ini kedepannya" tegas Danal.

Dikatakan, Penjagaan nantinya akan melibatkan Anggota Polisi dan TNI yang tinggal di Kelurahan Sungai Medang secara bergantian bersama masyarakat sekitar. Untuk memaksimalkan keamanan lanjutnya, pihaknya akan mendirikan dua unit portal dimana satunya berada di pintu masuk kelurahan dan pintu masuk keluar kelurahan. Pengaktifan portal dimulai sejak pukul 11 Malam. Dan jika ada tamu yang akan masuk Kelurahan, maka penjaga portal akan langsung mendampingi tamu tersebut ke rumah tujuan. Dengan demikian, diharapkan tindak kejahatan lambat laun akan berkurang, tandasnya.

Di Duga Proyek Siluman, Pembangunan RKB SDN 75 Dipertanyakan

PRABUMULIH, PP - Ada belasan pekerja tampak terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing masing di ruang kelas baru (RKB) SDN 75 Desa Tanjung Telang Prabumulih Barat Kota Prabumulih saat posmetro prabu melakukan peliputan pengaduan warga perihal dugaan pelanggaran kepres pada proyek tersebut. Selain mengerjakan RKB, para tukang itu pun juga tampak sibuk mengerjakan perbaikan ruang kelas lainnya di dekat RKB SDN 75 tersebut.

Satu bangunan menurut Salah seorang pengawas Tukang di tempat itu telah selesai pembangunannya yakni bangunan mushalla. Selain para pekerja bangunan Para siswa juga terlihat sibuk membersihkan pecahan batu yang berserakan di halaman sekolah. Hanya sedikit siswa yang ahadir saat media ini melakukan peliputan di SDN 75. Menurut salah seorang tenaga Pengajar, pihak sekolah terpaksa memberlakukan tiga shift belajar. Pagi, Siang dan Sore menunggu bangunan sekolah selesai dikerjakan. Saat media ini berkunjung, hanya satu orang saja tenaga pengajar yang hadir di sekolah ini. Informasi tentang sumber dana bangunan dan sistem belajar para siswa pun sulit untuk didapatkan.

Menurut pengawas tukang, Kepala sekolah SDN 75 sudah pulang terlebih dahulu. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 13.00 wib. Tampak pada bangunan tidak satupun yang memberikan informasi sumber dana dan masa pengerjaannya berakhir. Apakah dana APBD, Propinsi atau APBN.

Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kota Prabumulih Mulwadi yang dikonfirmasi terkait temuan bangunan RKB SDN 75 mengungkapkan bahwa pihak sekolah maupun pemenang tender menurut Kepres harus menyertakan sumber dana pembangunan RKB dengan cara membuatkan papan nama plang proyek agar masyarakat juga bisa turut serta mengetahui sekaligus mengawasi pelaksanaan pembangunan tersebut. Jika itu bangunan bersumber dari CSR Perusahan sebutkan bahwa sumber dananya adalah CSR Perusahaan. Begitu juga jika menggunakan dana APBD, APBD Propinsi atau APBN tetap harus di cantumkan sumber dananya, ujar Mulwadi.

Menurut Kemong (panggilan Mulwadi) Pihaknya pesimis jika bangunan RKB SDN 75 Bersumber dari APBD Kota Prabumulih apalagi APBD tahun anggaran 2016 maupun tahun anggaran 2015. Pasalnya lanjut Kemong, kegiatan pembangunan pada APBD 2016 belum berjalan dan APBD 2015 tentu saja sudah berakhir. Namun apapun itu bentuknya kata Kemong, pihak sekolah maupun pihak kontraktor perlu diberikan sanksi karna telah melanggar aturan dan tidak mengindahkan kepres, ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kota Prabumulih Erwansyah SH.

Sejauh ini pihaknya di Komisi 1 yang membidangi pendidikan sama sekali belum mendapatkan laporan proyek pembangunan RKB di SDN 75 Kota Prabumulih. "Jika sumber dana Proyek berasal dari DAK seharusnya ada laporan ke kita Komisi 1. Demikian juga dengan pekerjaannya. Jika dikerjakan dengan cara swakelola juga harus ada laporan" ujar Erwansyah.

Namun begitu ia tidak mau mendakwa lebih awal pekerjaan tersebut menyalahi atau bukan sebab bisa saja sumber dana bangunan tersebut berasal dari dana APBD Propinsi dan wewenangnya langsung Propinsi, ungkapnya. Erwansyah juga berjanji dalam waktu dekat akan segera melakukan pemanggilan terhadap SKPD terkait yakni Dinas Pendidikan Nasional Kota Prabumulih. Tujuanya agar permasalahan tersebut bisa segera diselesaikan dan proses belajar mengajar para siswa juga bisa kembali normal.

 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung