News Update :

DPRD Prabumulih Dukung Kepres Larangan Rangkap Jabatan

2 Mar 2015

PRABUMULIH, PP - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih mengaku mendukung dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres) larangan rangkap jabatan oleh kepala daerah.

"Saat ini sejumlah anggota DPR RI mendesak agar Presiden mengeluarkan keputusan itu. Apabila keputusan presiden itu dibuat tentunya kita sangat setuju sekali," ungkap anggota Komisi I DPRD Kota Prabumulih, M Erwadi, Senin (2/3).

Mengingat, lanjut Erwadi, saat ini masih banyak kepala daerah yang menjabat ketua partai, dikhawatirkan terjadinya tumpang tindih antara kepentingan partai dengan kebijakan yang diambil.

"Sedangkan, Presiden kita saja bukan dari ketua partai. Dengan kepala daerah mundur dari jabatannya sebagai ketua partai tentunya dalam mengambil kebijakan tidak dipengaruhi kepentingan dan politisi partainya. Selain itu kepala daerah tersebut juga bisa fokus dalam memerintah," ujarnya.

Erwadi juga menuturkan, dengan kepala daerah rangkap jabatan, tentunya dapat mengganggu konsentrasi kepala daerah tersebut dalam memajukan daerah yang dipimpinnya.

"Dengan begitu kepala daerah dapat lebih fokus dan maksimal lagi dalam menjalankan roda pemerintahan dan dapat mengutamakan kepentingan masyarakat," tuturnya.

Selain itu, sambung politisi Partai Golkar tersebut, mundurnya kepala daerah tersebut dapat memberikan kesempatan pada kader-kader terbaik lainnya dalam memajukan partai.

"Selama ini kan kader lain tidak memiliki kesempatan untuk memajukan partai. Dengan begitu dapat memberikan kesempatan kader lain yang lebih fokus mengurus partai," tambahnya. (rmol)

Tukar Guling Jalan Sudirman Pembodohan Publik Atau Kepentingan Politik?

PRABUMULIH, PP - Lama tak terdengar perkembangan ruislag (tukar guling - red) Jalan Sudirman dengan Jalan Lingkar Kota Prabumulih. Ternyata hingga sampai detik ini, proses pengajuan ruislag Jalan Sudirman dari jalan negara menjadi jalan Kota masih simpang siur.

September 2014 silam dengan tegas Kepala Dinas PU Kota Prabumulih mengungkapkan bahwa Oktober 2014 Jalan Sudirman resmi Jadi milik Pemkot Prabumulih. Oktober pun berlalu Status jalan sudirman kian Buntu. Kadin PU Berdalih ada keterlambatan. Pengajuan permohonan tukar guling aset ke kementrian Republik Indonesia sangat banyak. Sementara Pintu masuk berkas pengajuan alih status aset atau tukar guling aset daerah dibuka hanya lima tahun sekali. Ardi menegaskan November 2014 Ruislag Jalan Sudirman kemungkinan sudah mendapat persetujuan, ujarnya.

September 2014 lewat, November apalagi!. Hingga Maret 2015 tukar guling jalan Sudirman Jalan Lingkar masih abu-abu. "Ini pembodohan publik atau kepentingan Politik? ujar warga Prabumulih setengah bertanya menanggapi lambannya kinerja Pemerintah melakukan negoisiasi Ruislag Jalan.

Mengapa tidak, anggaran sebesar Rp.25.000.000.000 (duapuluh lima ribu juta rupiah) harus terbuang begitu saja untuk biaya pelebaran jalan Sudirman yang saat ini statusnya masih belum jelas. Sementara sebahagian jalan sudah mengalami kerusakan lantaran dijadikan tempat parkir oleh Truk Batubara dengan tonase berlebih. Lantas bagaimana pertanggungjawaban Pemerintah Kota Prabumulih terhadap kucuran anggaran untuk biaya pelebaran jalan Sudirman sementara statusnya kini belum jelas?

Sayangnya pertanyaan ini tidak sempat dijawab oleh BPK Propinsi Sumsel saat menggelar Road Show di Kota Prabumulih. BPKP buru-buru meninggalkan wartawan deangan alasan waktu yang terbatas. Sementara soal keterlambatan alih status Jalan Lingkar ini juga disesalkan oleh Anggota Parlemen Kota Prabumulih. 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Prabumulih Hartono Hamid (Om Ton) dalam kasus ini mengaku sangat kecewa dengan alotnya proses penyelesaian tukar guling Jalan Sudirman ke Jalan Lingkar, mengingat alih status tersebut sangat diharapkan sebagai solusi mengatasi kemacetan dan kerusakan di Jalan Jenderal Sudirman yang selama ini sering terjadi.

"Jika memang nantinya gagal alih status jalan tersebut, kita dari Komisi III sangat menyayangkan. Tak hanya kita, tentunya warga juga begitu, mengingat banyaknya truk angkutan yang melintas selain menyebabkan kemacetan juga dapat mengakibatkan kecelakaan," ungkapnya, Senin (2/3).

Dengan dilakukan alih status kedua jalan tersebut, lanjut Om Ton setidaknya juga dapat memaksimalkan fungsi Terminal Talang Jimar yang terletak di jalan lingkar. Sebab lanjutnya, tujuan Terminal dibangun untuk peruntukkan angkutan luar kota. Dengan alih status tentunya dapat menghidupkan fungsi terminal yang sudah terlebih dahulu dibangung, ujarnya.

Untuk itu, Om Ton mendesak Pemerintah Kota Prabumulih dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk jemput bola dan melakukan lobi lobi agar proses alih status jalan tersebut bisa terealisasi dengan cepat sesuai dengan yang diharapkan. 

Samran : Jadikan Tumpukan Sampah Peluang Bisnis

1 Mar 2015

PRABUMULIH, PP - Tidak banyak orang yang tahu bisnis sampah prospeknya cukup bagus. Bisnis daur ulang sampah mungkin terdengar kurang menarik dan populer di telinga masyarakat. Akan tetapi, pada kenyataannya bisnis daur ulang sampah saat ini menjadi salah satu peluang bisnis yang mendatangkan untung jutaan rupiah.

Sebut saja Abirambang Samran (42) Warga Kota Prabumulih. Pria ini telah banyak mengelilingi Indonesia oleh karena sampah. Menarik bukan? Ia benar, bukan Samran namanya jika dalam melakukan sesuatu usaha tidak berhasil. Samran telah beberapa kali di undang oleh Daerah di luar Kota Prabumulih untuk menjadi narasumber sistem pengolahan sampah.

Bagi Samran sampah adalah Uang, yang jika dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh akan menjadi Uang besar. Dengan berkecimpung di dunia sampah setidaknya Samran kini telah berhasil mengubah pandangan buruk masyarakat tentang sampah menjadi sebuah peluang bisnis yang sangat menggiurkan dan bisa mendatangkan keuntungan besar. Ia telah lama menggeluti bisnis daur ulang sampah. Sampah yang dikelolanya selama ini adalah jenis sampah plastik seperti gelas plastik, botol plastik, tutup plastik dan lain sebagainya.

Ditemui posmetroprabu.com di Bank Sampah miliknya di Jalan Lingkar dekat tugu Nanas Kota Prabumulih, Samran mengatakan bahwa, sampah yang kita buang setiap hari sebenarnya dapat digunakan kembali. Sampah berbahan Plastik adalah bahan yang berharga yang belum banyak diketahui oleh masyarakat, ujarnya.

Sosok Pria yang tercatat pernah mencalonankan diri sebagai Pasangan Walikota Prabumulih ini mengungkapkan awalnya ketertarikannya dengan mengolah sampah lantaran permasalahannya yang belum mendapatkan jalan keluar terbaik hingga saat ini. Oleh sebab itu, bisnis daur ulang sampah ini merupakan salah satu solusi baik untuk mengurangi penumpukan sampah yang ada di tengah Kota. Bisnis daur ulang sampah tidak hanya bicara untung namun lebih daripada itu, pengelolaan sampah juga berdampak baik bagi lingkungan hidup, ujarnya.

Lantas bagaimana proses sampah ini dikelola hingga berbentuk pecahan Uang Rupiah? Menurut Samran prosesnya cukup sederhana. Dimana sampah diolah dulu di pabrik kecil (mesin pencacah) yang berada diantara tumpukan sampah. Mesin ini mampu menggiling sampah dalam jumlah yang banyak.

Sebelum dilakukan penggilingan, sampah terlebih dahulu dipisah-pisah sesuai jenisnya. Penggilingan sampah merupakan tahapan penting dalam bisnis daur ulang sampah secara keseluruhan karena penggilingan adalah langkah yang hampir mencapai tahap akhir dari proses daur ulang. Proses penggilingan tersebut akan menghasilkan sampah dalam bentuk cacahan yang ukurannya kecil. Lalu, sampah yang telah digiling tersebut akan dikemas dan menjadi pecahan rupiah, tegas Samran.

Ferdiansyah : Bersyukur Punya Orang Tua Miskin

28 Feb 2015

PRABUMULIH, PP - Bagi Ferdiansyah Nasib bukanlah soal kesempatan Namun lebih daripada itu nasib adalah soal pilihan. Artinya, Nasib bukanlah sesuatu yang harus ditunggu, akan tetapi sesuatu yang harus dicapai. 

Demikian Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemerintah Kota Prabumulih ini membuka pembicaraan dengan posmetroprabu.com soal pengalaman hidupnya sebelum menjadi pejabat seperti sekarang ini.

Empat puluh tahun lalu adalah hari terberat yang pernah ada dalam hidup Ferdianyah. Terlahir dari keluarga miskin memaksa Ferdi harus bekerja untuk menutupi kebutuhan hidup dan sekolahnya saat berusia sekolah dasar (SD). 

Ferdi adalah sosok yang sangat mencintai Keluarga. Baginya Keluarga lebih dari segalanya terlebih kedua orang tuanya. Oleh karna itu tak pernah sepatah kata pun ia membantah perintah orangtua, baginya orangtua adalah jantung kehidupannya. 

Terlahir dari keluarga miskin tidak membuat Ferdi putus asa terhadap cita-citanya. Justru kemiskinan menjadi semangat baginya untuk meraih impiannya. Demi membahagiakan orang tua ia belajar sungguh-sungguh. Baginya mungkin hanya dengan prestasi sekolah yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya. 

Maka jika Ferdi berpapasan dengan seorang anak kecil sedang memulung saat ini, ia tidak terlalu iba. Sebab ia dulu sudah pernah mengalami hal demikian. Saat itu Ferdi masih SD. Ia terpaksa harus bekerja untuk mentupi kebutuhan sekolahnya dengan membersihkan daun bawang di Pasar Inpres Kota Prabumulih.

Demi mendapatkan rupiah Ferdi mengaku harus terbangun dari tidurnya sekitar jam 04.00 WIB lalu berangkat ke pasar. Di pasar sebelum berangkat sekolah ia bekerja upahan membersihkan daun bawang. Yang pasti segala pekerjaan kasar telah pernah ia alami saat masa kecil dulu. Bahkan pekerjaan rumah seperti memasak, menyabun dan sebagainya ia sangat paham betul.

"Intinya saya sangat bersyukur memiliki orangtua yang miskin. Kemiskinan memaksa saya harus bekerja ekstra untuk mewujudakan cita-cita saya. Jika saya dilahirkan dari keluarga berada, mungkin saya tidak seperti ini. Karna tidak sedikit teman-teman sekolah saya yang tergolong orang berada belum memiliki pekerjaan tetap meski sebahagian dari mereka banyak juga yang berhasil" ujar Ferdi.

Menutup pembicaraan, Ferdi mengungkapkan bahwa nasib atau takdir merupakan hasil dari tindakan dan usaha. Sebab tidak ada manusia yang bisa mengetahui masa depan. Jangan sesekali bergantung pada nasib. Mari memahami pentingnya kejujuran dan kerja keras. Seperti kata pepatah, kerja adalah bagian dari doa. Kerja keras yang disertai kecerdasan dan ketulusan akan menghasilkan sukses di berbagai bidang.

Di Dusun Diperkosa Mamang. Ngadu ke Ayah Bukannya Nolong, eh Malah Melok Merkosa Pulo

27 Feb 2015

PALEMBANG, PP - Malang dialami JF gadis belia yang baru berusia 14 tahun ini. Dirinya terpaksa menjual diri kepada para tukang ojek di kawasan bawah Ampera Palembang, lantaran tak memiliki uang untuk makan, usai melarikan diri dari rumah bordir di kawasan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

JF sendiri, berhasil diselamatkan para pedagang di kawasan Ampera, Palembang, lantaran terdampar lemas usai diperkosa beramai-ramai oleh para pemuda penikmat lem Aibon, Jumat (27/2).

Mengetahui sudah menjadi korban pemerkosaan, para pedagang langsung mengantarkan JF ke Polresta Palembang untuk mendapatkan perlindungan.

Dengan muka pucat tertunduk, JF warga asal Desa Batu Putih, Kota Baturaja, Kabupaten OKU Sumsel  ini menceritakan kedatangannya ke Palembang, untuk mencari ayahnya bernama Umar (40).

Pasalnya, selama di desa, rupanya JF dipaksa pamannya Wahyu untuk melayani nafsu bejat sang paman. Bermodalkan uang Rp 20 ribu, JF datang ke Palembang menemui sang ayah.

Di tengah perjalanan, JF terlintas untuk mampir bertemu temannya dikawasan Kabupaten Ogan Ilir (OI) tepatnya timbangan 32 untuk meminta pertolongan, karena kehabisan uang.

Namun, ketika berada disana temannya itu tak kunjung datang. Hingga dia bertemu seorang anggota TNI berinisial YM.

YM dan JF akhirnya berkenalan, hingga diapun ditawarkan suatu pekerjaan. Lagi-lagi JF bukan mendapatkan pekerjaan, layak, melainkan dia dijual ke rumah Boridir dikawasan Ogan Ilir (OI).

"Sebelumnya saya diperkosa oleh YM. Usai itu, saya dibawa ke rumah bordir di OI kepada germo," tutur JF kepada wartawan.

Selama di rumah bordir, dalam satu hari dia dipaksa melayani 5 pria hidung belang dengan tarif Rp 120 ribu.

"Uangnya saya buat makan dan simpan, Rp 20 ribu untuk jatah germo. Katanya untuk bayar sewa kamar," bebernya lagi.

Tak tahan diperlakukan seperti itu, JF kembali kabur dari germo, Selasa 24 Febaruari 2015, sekitar pukul pukul 19.30, menuju ke Palembang, dengan menumpangi bus.

Setelah sampai di Palembang, ia diturunkan di bawah Jembatan Ampera oleh sopir, JF yang tidak tahu harus kemana lagi, akhirnya bermalam disana. Tak lama, diapun akhirnya bertemu sang ayah.

Bukannya mendapatkan perlindungan dari Ayahnya, JF malah diperkosa ayah kandungnya tersebut selama satu pekan terakhir.

"Awalnya, saya sangat senang bertemu ayah. Tetapi, satu malam bertemu saya malah dipaksa untuk melayani ayah. Saya sudah bingung mau lari kemana lagi," ujar JF menangis haru.

Mendapatkan perilaku itulah akhirnya JF lari dari rumah ayahnya, hingga ditemukan dibawah jembatan Ampera.

"Disana, saya habis uang. Jadi terpaksa jual diri dengan tukang ojek. Saya hanya dikasih duit Rp 15 ribu, sekali kencan," jelasnya.

Kepala Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPAID) Palembang, Adi Sangadi yang mendampingi korban kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel menjelaskan, kini JF dibawa ke Polisi untuk mendapatkan perlindungan.

"Karena JF sudah tidak mau pulang ke rumah keluarganya lantaran selalu menjadi pemerkosaan. Sekarang dia kita bawa ke sini untuk mendapatkan perlindunga. Selanjutnya akan dibawa ke Dinas Sosial," jelas Adi.

Kasat Reksrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi menuturkan, kini pihaknya masih menunggu laporan dari KPAID untuk kasus perdagangan anak tersebut.

"Sejauh ini korban masih meminta perlindungan. Karena kejadiannya terlalu banyak diluar Palembang, sekarang masih dikoordinasikan dahulu," singkat Suryadi. (rmol)

Harga Anjlok, Petani Karet ini Lari ke Narkoba Untuk Ngilangin Stress

PALI‎, PP - Tudiman Alias Tudit (29), warga Dusun II, Desa Belimbing,Kecamatan Belimbing Kabupaten Muaraenim, berhasil ditangkap oleh jajaran Polsek Talang Ubi, setelah tertangkap tangan membawa narkoba jenis ganja.

Diakui petani karet ini, ia rencana menghisap ganja untuk untuk menghilangkan rasa stres agar selalu tertawa saat mengobrol dengan teman-temannya. Namun, belum sempat ia menikmati barang terlarang itu, dia keburu ditangkap petugas, Jumat dini hari sekitar pukul 00.30, (27/2), saat sedang berjalan di Desa Benuang Kecamatan Talang Ubi.

Saat digeladah petugas dia membawa dua bungkus ganja berukuran kecil disimpan dalam saku celana panjang sebelah kiri bagian depan, sehingga ia diamankan di Polsek Talang Ubi.

"Ganja itu rencana mau aku hisap untuk menghilangi stres, dan menghilang rasa capek, kalau pakai itu (ganja) saya selalu tertawa dan merasa senang," singkat Tudit saat diperiksa di hadapan petugas, Jumat (27/2/2015)‎.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban SH SIK manbenarkan pihaknya mengamankan seorang yang kedapatan membawa narkoba jenis ganja, saat petugasnya melakukan patroli secara rutin.

"‎Td ditangkap saat petugas melakukan, patroli berpakaian preman, patroli ini untuk menekan angka kejahatan, dengan adanya petugas yang patroli di wilayah hukum Talang Ubi secara rutin," kata Kompol Janton.







tribunsumsel

FHI Pusat : Pemberlakuan Tes Terhadap K2 Sama Saja Membuka Ruang KKN

JAKARTA, PP - Forum Honorer Indonesia (FHI) menyambut baik dan memberi apresiasi kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Crisnandi yang akan mengakomodir K2 dalam penerimaan CPNS 2015. Apalagi MenPAN-RB akan memproritaskan usia 35 tahun ke atas dengan melihat masa kerja.

"Ini langkah positif dari pemerintah. Namun, FHI tetap meminta pemerintah untuk tidak melaksanakan tes karena akan membuka ruang KKN, permainan uang, pemborosan uang negara di tengah upaya pemerintah melakukan penghematan, dan lain-lain," tutur Ketua Dewan Pembina FHI Pusat Hasbi kepada JPNN, Jumat (27/2).

Alasan agar tidak melakukan tes, menurut Hasbi lantaran honorer K2 sudah pernah trauma dengan tes. Banyak K2 asli yang mengabdi puluhan tahun gagal CPNS.

"Cukup tes administrasi saja. Honorer K2 ini kan sudah pernah melalui tahapan tes. K2 juga bukan produk UU ASN. K2 merupakan PR pemerintah yang belum diselesaikan dan masih berproses hingga saat ini," terangnya.

FHI meminta dan mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan formulasi kebijakan untuk menyelesaikan pengangkatan K2 ini menjadi PNS tanpa tes.

Apakah itu dalam bentuk Surat Edaran Menpan atau Kepres, dan lain-lain yang dapat menjadi landasan serta payung hukum menyelesaikan permasalahan yang ada sekarang. Ini agar ke depan pemerintah dapat fokus melakukan pembenahan aparatur negara melalui UU ASN.

"FHI memandang penyelesaian K2 melalui tes bukan solusi dan formulasi yang tepat dalam menyelesaikan K2 karena akan menimbulkan masalah baru seperti yang terjadi pada tes K2 yang sampai hari ini masih bermasalah," tandasnya. 

Harus Berapa Orang Lagi Yang Akan Jadi Korban Truk Batubara, Pak Alex?

26 Feb 2015

PRABUMULIH, PP - Rangkuman Peristiwa lakalantas yang dapat dihimpun wartawan lapangan posmetroprabu.com di Jalan Lintas Tengah Prabumulih - Indralaya belakangan ini cukup mencengangkan. Dimana hampir setiap harinya ada saja peristiwa kecelakaan yang disebabkan oleh truk angkutan Batubara di Jalan Lintas Tengah.

patih galung
Korbannya sendiripun beragam. Mulai dari mengalami kerugian kecil, Luka Ringan, Luka Berat hingga tewas ditempat. Korbannya
 bisa menimpa Pengemudi Angkutan Batubara, pengguna Jalan hingga masyarakat. Terhitung mulai dari peristiwa kecelakaan disebabkan truk batubara yang menewaskan Antori (33), warga Jalan Remaja RT 02 RW 04 Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat.

Cambai
Lalu peristiwa kecelakaan lalulintas yang disebabkan oleh Truk Batubara yang menewaskan dua orang pengendara sepeda motor di Jalan Sudirman Kelurahan Cambai Kota Prabumulih. Korban tewas ditempat akibat diseruduk truk Batubara tanpa muatan dari belakang. Korban tewas akibat tergencet dan hampir tak berwujud. Sadis nian Pak Alex.

Yang selanjutnya peristiuwa lakalantas di jalan Lintas Lembak - Indralaya awal Februari lalu. Sebuah minibus jenis Daihatsu terpental keluar jalur lanataran menghindari sebuah truk Batubara yang ugal-ugalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun seluruh penumpang mengalami luka ringan dan trauma.

Karang Endah
Kemudian lakalantas antara Truk Pengangkut kayu dan truk Batubara di Jalan Karang Endah -Prabumulih dekat SDN 5 Karang Endah Kecamatan Gelumbang. Dalam peristiwa tersebut dikabarkan korban yang tidak lain adalah Sopir Truk Batubara mengalami luka serius. Korban lainnya adalah pengguna jalan yang terpaksa harus mendapatkan kemacetan saat proses evakuasi truk ke tempat yang lebih aman.

Peristiwa selanjutnya terjadi di Jalan Lintas Indralaya - Palembang sekitar 200 meter dari Rumah Makan Pagi Sore. Sebuah kenderaan jenis Toyota Innova yang bermuatan satu keluarga harus mendapatkan perawatan ringan lantaran mengalami kecelakaan. Pengemdi Innova terpaksa banting setir ke kiri menghindari truk angkutan Batubara yang datang darti arah berlawanan lalu menghantam truk bermuatan Kayu yang sedang ruusak ditengah jalan. Iya ampun...

Bagian depan Mobil innova tersebut tampak ringsek dan Radiatornya pecah yang memaksa mobil tersebut harus diderek ke bengkel. Beruntung Satu keluarga berjumlah delapan orang tersebut selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Lembak
Berikutnya masih dalam Bulan januari hingga Februari kecelakaan kembali terjadi di Jalan Lintas Lembak - Prabumulih. Sebuah truk angkutan batubara terguling akibat ugal-ugalan di jalan raya. Saksi mata di tempat kejadian perkara mengungkapkan truk tersebut terguling saat menghindari mobil yang datang dari arah palembang.

Lorok
Dan yang terakhir dan mudah-mudahan untuk selamanya adalah kecelakaan truk batubara di jalan tikungan Lorok Indralaya - Palembang sekitar 300 meter dari Gereja HKBP Efrata. Seperti tampak pada gamabar, truk batubara berwarna hijau menabrak truk didepannya. Akibat peristiwa ini, jalan Lintas Indralaya - Prabumulih mengalami gangguan kemacetan.

Lantas sampai kapan penderitaan rakyat Sumsel oleh angkutan Batubara ini akan berakhir?  Akibat seringnya peristiwa kecelakaan yang terjadi hari demi hari, untuk melintasi jalan raya saja warga merasa was-was. Bahkan warga yang bermkim di tepi jalan Lintas juga demikian karna sewaktr-wakt bisa saja rumah yang ditinggalinya tidaku luput dari serudukanu truk batubara. (pp/rd)

BPK Datangi Kantor Walikota Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI dan BPK Propinsi Sumatera Selatan Kamis (26/02/2015) mendatangi Kantor Walikota Prabumulih di Jalan Jendral Sudirman Cambai Kota Prabumulih. Rombongan yang terdiri dari belasan orang ini langsung diterima oleh Walikota Ir H Ridho Yahya.

Sayangnya, kedatangan BPK kali ini bukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejmlah Pejabat di lingkungan Pemkot Prabumulih melainkan untuk menggelar Road Show keliling daerah Kabupaten Kota se Sumatera Selatan. 

"Kedatangan kita kali ini dalam hal Road Show bersama BPK RI. Tujuan Road Show sendiri adalah untuk mempertegas komitmeen penerapan akutansi berbasis Akrual yakni salah satu Program BPK RI untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan daerah dalam menjalankan program pembangunan yang bersih dan transparan" ujar Kepala BPKP Sumsel IGB Surya Negara.

Dikatakan, program yang digunakan selama ini yakni akutansi berbasis kas, dinilai kurang tepat dan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, Maka kedepannya dengan adanya program "Akrual Basis" bisa diterapkan segera mungkin bagi akutansi Pemerintahan Daerah, ujarnya.

Tahun ini Kinerja BPKP akan semakin berat Dimana tugasnya selain hanya melakukan pemeriksaan juga menjadi pemberi bimbingan belajar atau narasumber yang sekaligus membawa semangat pencegahan, untuk mengantisipasi terjadinya penindakan oleh aparat penegak hukum terhadap penyelenggara negara,

Guna menghindari adanya temuan penyalahgunaan aggaran atau kesalahan administarasi keuangan daerah oleh BPKP, maka BPKP mengajak pengelola keuangan daerah untuk meningkatkan sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) daerah, Karna lanjutnya, SPIP sendiri telah diatur dalam PP 60 Tahun 2008,

Dengan telah adanya landasan hukum SPIP dalam PP Nomor 60 Tahun 2008, BPKP Sumsel juga menghimbau agar Pemerintah daerah Kota Prabumulih khususnya, dapat segera membentuk SPIP Daerah dan sekaligus menerbitkan Perwakonya guna mengatasi permasalahan atau menghindari kesalahan administasi pengelolaan keuangan daerah, tegas Surya Negara.

Pantauan portal ini pada rapat pertemuan antara BPK, BPKP dan Pemerintah Kota Prabumulih, Dalam sesi arahan, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Selatan IGB Surya Negara menyampaikan pesan tentang peran baru BPKP sehubungan dengan terbitnya Perpres Nomor 192/2014 dan Inpres Nomor 9/2014. 

Kepala BPKP Sumsel IGB Surya Negara menjelaskan adanya kewenangan untuk kembali melakukan evaluasi dan audit disamping peran konsultatif. Lebih lanjut Surya Negara mengatakan, dalam mengawal pembangunan diharapkan kepala daerah untuk mengoptimalkan peran SPIP dalam hal ini Inspektorat Kota Prabumulih dan sekaligus mengingatkan kepada para Kepala SKPD untuk memberikan akses kepada SPIP.

Ini Dia Kelurahan di Prabumulih Yang Mendapatkan Sertifikat Tanah Gratis 2015

25 Feb 2015

PRABUMULIH, PP - Kantor Pertanahan Prabumulih yang kini berganti nama menjadi Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang Kota Prabumulih, akan membuatkan sebanyak 300 sertifikat Prona Gratis yang diperuntukan bagi warga miskin, hal ini sesuai permintaan dari Walikota Prabumulih melalui Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Prabumulih, Demikian diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang Kota Prabumulih, Ir Dedy Abdullatif, MT, kepada koran ini seusai acara sosialisasi sertifikasi tanah gratis di ruang rapat lantai 1 Pemkot Prabumulih, (10/2).

Menurutnya sertifikat tanah gratis itu dimaksudkan agar warga miskin yang rumahnya telah dibedah dapat memiliki sertifikat hak milik sendiri,"Sebanyak 300 warga akan mendapatkan sertifikat tanah sendiri, sehingga tanahnya dapat memiliki sertifikat yang berkuatan hukum sesuai aturan undang-undang di bidang pertanahan nasional, yang biayanya akan ditanggulangi oleh pihak Pemerintah Kota Prabumulih,"Ungkapnya.

Dedy sendiri menargetkan dalam waktu 2 atau 3 bulan program tersebut harus dapat tuntas, "kita harapkan dalam 3 bulan tuntas, artinya ke 300 warga tersebut yang rumahnya telah dibedah dapat memiliki sertifikat hak milik sendiri, dan akan kita mulai dengan melakukan penyuluhan di setiap kecamatan mulai minggu depan,"Ujarnya.

Selanjutnya pihaknya sendiri mulai melakukan tahapan untuk penyelesaian sertifikat tersebut, "Selesai penyuluhan, kita melakukan pengukuran bidang tentang penetapan batas-batas tanahnya, lalu melakukan pengumpulan data yuridis yakni berkaitan dengan siapa pemilik tanah tersebut, yang akan kita kumpulkan mulai dari KTP pemilik hingga dokumen pertanahan yang ada, nila dokumennya kurang kita bisa meminta ketterangan dari camat dan lurah,"Terangnya.

Dia juga menuturkan, kemudian pihaknya akan melakukan pengumpulan tanda bayar pajak lewat SPPT PBB, "Hal itu berkenaan untuk penetapan BPHTB, yang oleh Walikota akan mengeluarkan surat pembebasan BPHTB yang mana biayanya ditanggung pemkot, kemudian tim kami melakukan analisis, untuk mempelajari data yang ada, lewat tim peneliti tanah, baru kemudian diterbitkan SK pemberian hak atas tanah yang berwujud sertifikat,"Tukasnya.

Sementara itu Walikota Prabumulih, sangat menyambut baik, dengan pemberian sertifikat tanah gratis dari BPN ini, "Kita akan membantu pihak BPN, dalam pengurusan sertifikat ini, mulai dari surat keterangan camat, biayanya, kemudian mengeluarkan surat untuk pembebasan BPHTB, yang berguna untuk penyelesaian sertikat tersebut, sehingga nantinya warga yang rumahnya telah dibedah juga memiliki sertifikatnya secara gratis,"Punngkasnya.(Wn).

Berikut jumlah Kelurahan yang memperoleh sertifikat gratis

Kecamatan cambai 
Kelurahan Pangkul = 14 Bidang

Kecamatan Prabumulih Barat  
Kelurahan Payuputat = 65 Bidang
Kelurahan Patih Galung = 42 Bidang

Kecamatan Prabumulih Timur 
Kelurahan Gunung Ibul = 29 Bidang

Kecamatan Prabumulih Selatan 
Kelurahan Sukaraja = 35 Bidang
Kelurahan Majasari = 8 Bidang

Kecamatan Prabumulih Utara 
Kelurahan Mangga Besar = 20 Bidang
Kelurahan Anak Petai = 33 Bidang

Kecamatan Rambang Kapak Tengah
Desa Karya Mulia = 54 Lokasi

Total jumlah = 300 Bidang

Dicap Si Raja Delay, Calon Penumpang Lion Air Prabumulih Beralih ke Garuda

PRABUMULIH, PP - Delayed atau ditundanya sejumlah penerbangan maskapai Lion Air juga berimbas bagi calon penumpang asal kota Prabumulih.setidaknya sekitar 15 calon penumpang yang booking tiket melalui Nayora tour& travel membatalkan keberangkatannya menggunakan maskapai lion air.

Salah seorang staf Nayora tour & travel,ragil, mengatakan meskipun begitu, kami tetap merefund atau mengembalikan uang pembelian tiket kepada calon penumpang.

"Namun ada juga para penumpang yang mengalihkan tiketnya ke maskapai penerbangan lain seperti sriwijaya air atau garuda,"ujarnya.

Masih dikatakan ragil saat ini rata-rata para calon penumpang mempercayakan penerbangannya menggunakan maskapai penerbangan garuda (pp/ind)

Kunker. Pangdam II SWJ Cek Alutsista Yonzipur 2/SG Prabumulih
PRABUMULIH, PP - Panglima Komando Daerah Militer (Kodam)...

PALEMBANG, PP - Rapat dengar pendapat antara Komisi IV...
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung