Metro To Day

Latest Post

Blanko e-KTP Prabumulih Putus Lagi

Written By Posmetro Prabu on 19/08/17 | 8/19/2017

PRABUMULIH, PP - Proses pencetakan e-KTP untuk masyarakat Kota Prabumulih sepertinya akan kembali menghadapi masalah, kondisi ini diperkirakan terjadi karena keterbatasan blanko e-KTP yang kembali muncul dipermukaan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Prabumulih, M.  Effendy SH, melalui Kabid Pengelolaan Infomasi Administrasi Kependudukan,  Yudi Apriadi SH menuturkan, Untuk mengantisipasi terhambatnya proses pencetakan e-ktp masyarakat Prabumulih, Disdukcapil akan kembali mengajukan sebanyak 20 ribu blanko e-ktp ke Provinsi.

Hal ini akan segera dilakukan mengingat dari 6 ribu stok blanko e-KTP yang sebelumnya sudah diterima Disdukcapil, saat ini hanya tinggal tersisa sekitar 1000 blanko yang kabarnya juga sisa stok blanko tersebut sudah habis terpakai.

Maka dari itu, Disdukcapil Kota Prabumulih akan terus mengajukannya ke pihak Provinsi.

"Kita sudah ajukan 20 ribu blanko ke provinsi tapi belum ada kejelasan lebih lanjutnya bagaimana" ujar Yudi.

Dirinya menambahkan, saat ini jumlah penduduk prabumulih yang masuk kategori wajib e-KTP tercatat sekitar 145.442. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 116 ribu e-KTP yang sudah tercetak.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar kebutuhan stok blanko e-KTP yang diperlukan dapat segera terealisasi. Sehingga proses pencetakan e-ktp dapat berjalan lancar.

"Sebenarnya untuk bisa memenuhi pembuatan e-KTP ini kita perlu sekitar 50 ribu blanko, kemarin kita ajukan 30 ribu blanko tapi kita terimanya hanya 6 ribu saja, sekarang kita ajukan 20 ribu tapi belum tau nanti akan dikirimnya berapa", tandasnya. (BA/ra)

Kampung Warna-warni. Destinasi Baru Warga Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Pemandangan buruk dengan tumpukan sampah di sekitar sungai Kelurahan Pasar 2 kini tak lagi terlihat. Sungai kecil yang menghubungkan beberapa rukun warga (RW) itu baru-baru ini disulap menjadi kawasan yang enak dipandang mata dengan aneka warna dan lukisan yang lucu.

Disepanjang tembok sungai, kita akan disuguhkan berbagai pesan moral tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

"Ini sungguh kreatif, tembok sungai yang dulu menjijikkan itu mampu diubah menjadi media dengan berbagai pesan-pesan moral" ujar Herman wisatawan lokal yang berkunjung ke Kampung Warna-Warni Pasar 2 Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Dikatakan, kampung warna-warni memang bukanlah hal yang baru di Indonesia. Di jawa bahkan di Linggau dan Palembang juga punya kampung warna-warni. Setidaknya dengan memberikan warna pada kampung dapat mengubah image pemukiman kumuh menjadi destinasi wisata baru bagi warga lokal.

Sekadar informasi, bagi warga yang ingin mengunjungi kampung warna-warni di Pasar 2 bisa masuk melalui Lorong samping Masjid Ar-Rohmah Jalan Urip Sumiharjo. Atau melalui Jalan M Yamin samping SMAN 1 Kota Prabumulih.

Yang unik pada kampung warna-warni Prabumulih yang tidak dimiliki daerah lain adalah jalan kecil yang bersahabat dan tidak buntu. Di sepanjang jalan mata kita akan dimanjakan dengan rumah, tembok dan bahkan pagar yang dicat berwarna-warni.

Kelebihan lain yang dimiliki kampung warna-warni Kota Prabumulih adalah, kampung ini sendiri memiliki balai pelatihan observasi dan pengembangan 3 R BSP yakni, pemanfaatan barang-barang bekas menjadi barang bernilai tinggi.

Jika anda menemukan pot-pot bunga yang menawan beraneka warna, baik yang digantung maupun yang dipajang di depan rumah, itu merupakan barang-barang bekas yang diolah dengan tangan-tangan kreatif warga sekitar.

Penasaran? Nah, bagi anda warga Kota Prabumulih tidak ada salahnya memanfaatkan berkunjung ke kampung warna-warni dan mengabadikan momen tersebut ber selfie ria dengan latar belakang kampung warna-warni untuk mengisi laman media sosial anda. Jangan lupa sertakan captions Kampung warna-wari Kota Prabumulih.

Begal Bersenpi di RKT Diciduk

Written By Posmetro Prabu on 18/08/17 | 8/18/2017



PRABUMULIH, PP - Pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) yang kerap meresahkan warga RKT berhasil dibekuk satuan reskrim Polsek rambang kapak tengah (RKT) Kamis (17/08/2017). Pelaku tersebut bernama Juanda (20) warga dusun 2 Desa jungai Kecamatan RKT Kota Prabumulih. Ia ditangkap dengan kasus pasal 365 KUHP yakni pencurian dengan kekerasan.

Peristiwa penangkapan bermula dari laporan warga bernama Feri Kasim (23) warga Desa Sugihan Kec Rambang Kabupaten Muara enim yang motornya dirampas pelaku pada 2016 silam.  Saat itu korban dan salah seorang temannya melintas di Jalan dekat jembatan gapok Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan RKT Kota Prabumulih.

Menurut Korban saat itu dirinya mau pulang kerumah di desa sugihan. Nah saat melintasi Jembatan, korban langsung didatangi dua pemuda yang tak lain pelaku Juanda dan teman nya Wedi Arsani. Kedua pelaku langsung memberhentikan sepeda motor Korban dan menyuruh korban turun dari sepeda motornya.

Korban yang sempat menolak akhirnya menuruti lantaran pelaku mengancam korban dengan senjata api rakitan. Korban yang ketakutan langsung menyelamatkan diri berlari ketengah hutan. Sementara kedua pelaku saat itu juga langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor korban yang berhasil dirampas.

Meski kasus tersebut terbilang lama, namun berkat kesabaran petugas yang terus-menerus melakukan pengejaran akhirnya berhasil menemukan pelaku tepat di hari ulang tahun (HUT) RI ke 72 tahun.

Berbekal informasi dan data yang diperoleh, akhirnya pada hari kemerdekaan tersebut sekira pukul 14.30 wib Tim unit reskrim dipimpin oleh kanit reskrim polsek RKT Aiptu darmawan,SH  melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku Juanda.

Setelah mengetahui keberadaan pelaku tepatnya di di dalam rumah pelaku di simpang tanjung miring di desa jungai anggota unit reskrim langsung melakukan penangkapan. Pelaku pun berhasil dibekuk dikediamannya. Selain telah berhasil mengamnkan pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 Unit sepeda motor Suzuki Smash Titan warna hitam tanpa nomor Polisi.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti tersebut langsung diamankan kepolsek RKT guna penyidikan lebihlanjut.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Iptu Vedria membenarkan peristiwa penangkapan tersebut. 

"Benar bahwa pada kamis kemarin jajaran Polsek RKT telah berhasil menangkap pelaku pencurian kenderaan bermotor yang kerap beraksi di wilayah hukum Polsek RKT. Penangkapan berawal dari laporan warga dan petugas langsung melakukan pengembangan dan pencarian terhadap pelaku. Hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap di kediamannya di kawasan simpang tanjung miring desa jungai" ujar Kapolsek.

Dikatakan, Pelaku saat ini telah diamankan di Polsek Rambang Kapak Tengah dan sedang menjalani proses penyidikan petugas. Kepada pelaku akan diberikan ancaman hukuman pasal 365 dengan hukuman penjara selama 15 tahun kurungan penjara.

Pegawai Pertamina Pelaku KDRT Akhirnya Dibekuk

PRABUMULIH, PP - Pegawai PT Pertamina Asset 2 EP Kota Prabumulih Darwin Budiansyah akhirnya di bekuk oleh jajaran Sat Reskrim Polres Prabumulih. Pelaku diamankan berdasarkan laporan pengaduan yang dilayangkan oleh isterinya sendiri Novianti (40) warga Jalan Gandari Komplek pertamina Muntang Tapus Prabumulih Barat Kota Prabumulih dengan kasus Pasal 44 UU RI No 23 Tahun 2014 tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Seperti yang diberitakan posmetroprabu sebelumnya, Korban Novianti yang tidak tahan lagi dengan perbuatan pelaku, terpaksa melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak berwajib dengan laporan Polisi No LP/B/208/ VIII/2017/SUMSEL/POLRES PRABUMULIH awal Agustus silam.

baca..

Kerap Melakukan KDRT, Pegawai Pertamina Prabumulih Dipolisikan


Penangkapan sendiri terbilang dramatis. Pasalnya, ketika seluruh Rakyat Indonesia larut dalam perayaan hari kemerdekaan, Pelaku malah dijebloskan kedalam penjara. Ia dijemput oleh Petugas Sat Reskrim Polres Prabumulih di kediamannya, Jalan Gandari Komplek pertamina Muntang Tapus Prabumulih Barat Kota Prabumulih Kamis kemarin (17/08/2017) sekitar pukul 19.00 wib.

Ketika didatangi petugas di kediamannya, pelaku tampak tidak berkutik. Ia hanya bisa pasrah digendang petugas ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP, Eryadi Yuswanto SH membenarkan penangkapan tersebut. Menurut Kasat, pelaku saat ini masih menjalani proses penyidikannya di Unit PPA Mapolres dengan status sebagai terlapor atas kasus KDRT dengan nomor LP/B/208/VIII/2017/Sumsel/Polres Prabumulih, tertanggal 03 Agustus 2017 lalu.

"Penangkapan pelaku berdasarkan pengaduan korban atas nama Novianti (40) yang tidak lain adalah Isteri pelaku sendiri. Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik di unit PPA Sat Reskrim Polres Prabumulih" ujar Eryady.

Dikatakan, dalam berkas pengaduan, pelaku kerap melakukan kekerasan terhadap korban. Hal tersebut bermula ketika kedok pelaku telah menikah dengan wanita idaman lain terbongkar oleh sang isteri dan hingga pada akhirnya Korban yang tidak tahan akibat perlakuan pelaku akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke Polisi. Dalam kasus ini pelaku akan dijerat hukuman pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 44 UU RI No 23 Tahun 2014 tentang KDRT. 

“Pelaku dapat kita kenakan hukuman pidana yang ancamannya lebih kurang 5 tahun penjara,” tegasnya.

Spekulan Tanah Ganjal Proyek Rumah Murah

Written By Posmetro Prabu on 17/08/17 | 8/17/2017

JAKARTA, PP - Rencana pemerintah membangun 4 juta unit rumah murah hingga 2019 dinilai akan sulit terealisasi jika pendekatan yang digunakan tak berubah. Program itu juga makin berat jika pemerintah tak bisa mengendalikan harga tanah. 

Tanpa ada kendali dan kontrol terhadap spekulan tanah, harga tanah dipastikan akan melambung tinggi. Selain membebani pengembang, ujungnya menyulitkan konsumen kelas bawah. Program pun bisa berantakan. Belum lagi program rumah murah berbenturan dengan sejumlah proyek infrastruktur yang tengah dikebut. Dana yang disediakan bisa makin menciut. 

"Dengan adanya pembangunan infrastruktur, tanpa perencanaan wilayah yang jelas akan mendongrak nilai tanah, dengan ini pemrintah harus memikirkan bagaimana pengendalian tanah bisa berjalan. Perlu dibentuk adanya pengendalian harga tanah, agar semua bisa terealisasi," tegas Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, kepada media, Minggu (13/8). 

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada Sabtu (12/8) menargetkan membangun sebanyak 4 juta unit rumah murah hingga 2019 yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan anggaran Rp72 triliun.

Menurut Basuki, target 4 juta rumah murah itu ditetapkan dengan mengacu pesatnya progres pembangunan rumah murah hingga tahun ini. Program itu sekaligus mengatasi backlog yang telah mencapai 11,6 juta rumah.

Ali mengingatkan, dari sisi anggaran, program membangun rumah murah makin berat di tengah fokus pemerintah yang lebih menggeber program maritim dan didorongnya proyek infrastruktur. 

Terbukti, anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari semula dari Rp9,7 triliun dipangkas menjadi Rp3,1 triliun.

"Kami ingatkan betul bahwa saat ini dana tersebut tidak akan cukup dengan rencana pemerintah untuk membangun rumah murah," ujar Ali. 

Untuk itu, pemerintah perlu segera merealisasikan pembentukan bank tanah sebagai upaya untuk menjamin kelangsungan program rumah murah. Kenaikan harga properti yang luar biasa  menyisakan kekhawatiran laju kenaikan harga tanah yang semakin tinggi sehingga pasokan lahan untuk rumah rakyat semakin terpinggirkan. 

Di sisi lain, untuk melaksanakan public housing, sebaiknya pemerintah mengambil peran utama. Swasta bisa diberi peran, namun tidak dominan karena dikhawatirkan motif bisnis selalu diutamakan. 

Pemerintah pun, dalam meminimalkan backlog, bisa melihat berbagai terobosan-terobosan inovatif di sektor properti. Ada banyak model teknologi baru yang bisa diadopsi. Seperti rumah kayu dengan teknologi tinggi, tahan gempa, anti air, dan dari sisi harga jauh lebih murah.

Ini artinya, solusi yang tepat dan memadai tidak hanya mencakup penyediaan sejumlah rumah berkualitas terjangkau, namun juga keberlanjutan jangka panjang dengan cara yang ramah lingkungan. Sistem bangunan yang menggunakan bahan bangunan kayu rekayasa tahan api dinilai dapat memenuhi kebutuhan perumahan yang terjangkau dengan cara yang ramah lingkungan, hemat biaya dan efisien (cepat).  

Mengutip Laporan McKinsey Global Institute (MGI) paling baru, saat ini 330 juta rumah tangga perkotaan di seluruh dunia tinggal di perumahan di bawah standar. Sementara sekitar 200 juta rumah tangga di negara berkembang tinggal di daerah kumuh.  

MGI memperkirakan bahwa pada tahun 2025, sekitar 440 juta rumah tangga perkotaan di seluruh dunia - setidaknya 1,6 miliar orang - akan menempati perumahan yang tidak memadai, tidak aman, karena tidak punya akses finansial. 

Agar prediksi MGI tak terjadi, berbagai terobosan teknologi properti harus diadopsi. Misal menggunakan produk kayu kimia tahan api non-polusi dalam bahan bangunan rumah kayu menjamin keamanan rumah yang dibangun, baik tunggal maupun multi-lantai.

Penggunaan kayu rekayasa ini juga sangat pas dengan melimpahnya pasokan kayu di Hutan Tanaman Industri. Belum lagi hutan tanaman yang ditanam kembali akan menghasilkan sumber daya kayu berkelanjutan yang terus tumbuh setiap tahunnya yang pada akhirnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang terus tumbuh.

Hitungan McKinsey Global Institute, rumah yang terbuat dari kayu rekayasa jauh lebih murah daripada rumah beton dan bata dengan ukuran yang sama.  Biasanya, harga akan setidaknya sekitar 30% lebih murah, menyadari efisiensi skala, pembuatan dan produksi otomatis, biaya pondasi lebih murah, konstruksi yang cepat dan biaya pembiayaan yang jauh lebih murah. Selain tahan api, bahan juga tahan air, tahan cuaca, tahan rayap, shock-proof dan load-bearing.

Karena komponen rumah kayu yang direkayasa seperti dinding, pintu, atap dan lantai akan diproduksi sepenuhnya di pabrik dan disatukan di lokasi, memungkinkan membangun rumah dengan cepat, efisien dan dengan kualitas yang konsisten.

Proyek Rumah Murah Terancam Pemangkasan FLPP

JAKARTA, PP - Target pemerintah membangun 4 juta unit rumah murah hingga 2019 terancam tidak terealisasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah anggaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang semula Rp9,7 triliun menjadi Rp3,1 triliun.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, dana tersebut tidak cukup untuk proyek membangun 4 juta unit rumah murah.

"Kami ingatkan betul saat ini dana itu tidak akan cukup," kata Ali

Anggaran FLPP itu semakin minim dikaitkan dengan kondisi yang dihadapi proyek rumah murah di antaranya harga tanah. Kehadiran spekulan tanah membuat harga tanah makin meroket. Jika pemerintah tidak serius mengendalikan dan mengontrol spekulan tanah, harga tanah yang tinggi akan membebani pengembang serta konsumen kelas bawah.

Ali mengingatkan pemerintah untuk membentuk pengendali harga tanah. Tanpa pengendali harga tanah, harga tanah akan sulit terjangkau. Selain itu, perlu juga dibentuk bank tanah untuk menyediakan pasokan lahan rumah murah.

"Bank tanah untuk menjamin kelangsungan program rumah murah," ujarnya.

Faktor lain yang turut mengancam program rumah murah adalah pemerintah yang lebih menggeber program maritim dan didorongnya proyek infrastruktur.

Padahal keberadaan rumah murah ini ditujukan pemerintah untuk mengatasi backlog yang telah mencapai 11,6 juta rumah. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada Sabtu (12/8) 4 juta unit rumah murah ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan anggaran Rp72 triliun.

Mengenai backlog, Ali melihat pemerintah telah melakukan sejumlah terobosan inovatif dengan teknologi baru yang bisa diadopsi. Contohnya, rumah kayu dengan teknologi tinggi, tahan gempa, dan anti air. Rumah dengan model seperti ini harganya lebih murah.

Berdasarkan laporan McKinsey Global Institute (MGI), sekitar 330 juta rumah tangga yang bermukim di perkotaan di seluruh dunia tinggal di perumahan di bawah standar. Kemudian sekitar 200 juta rumah tangga di negara berkembang tinggal di daerah kumuh.


Prediksi MGI pada 2025, sekitar 440 juta rumah tangga perkotaan di seluruh dunia - sekitar 1,6 miliar orang - akan menempati perumahan yang tidak memadai, tidak aman, karena tidak punya akses finansial.

Kenaikan Cukai Bikin Rokok Ilegal Bebas Dijual

JAKARTA, PP - Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang akan disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan Presiden di Gedung DPR RI Senayan, Rabu (16/08), menargetkan penerimaan negara dari sektor cukai sebesar Rp155.4 triliun terdiri atas cukai hasil tembakau (CHT) sebesar Rp148.23 triliun, cukai etil alkohol sebesar Rp170 miliar, cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sebesar Rp6,5 triliun, dan pendapatan cukai lainnya yang diharapkan  berasal dari cukai kantong plastik sebesar Rp500 miliar.

Menanggapi hal itu, ekonom Institute for Development of Economics & Finance (INDEF) Bhima Yudhistira berpendapat, kenaikan cukai terutama cukai hasil tembakau memang dirasakan kurang tepat mengingat produksi rokok saat ini mengalami penurunan. Kenaikan cukai juga berdampak buruk terhadap penyerapan tenaga kerja di industri rokok.

“Realisasi penerimaan cukai saja tahun 2017 terancam meleset cukup jauh, lalu kenapa harus dinaikkan lagi target cukai rokok tahun 2018?,” tanya Bhima di Jakarta, Rabu (16/08) malam.

Bhima meminta agar pemerintah lebih berempati terhadap kondisi industri kretek nasional dengan cara tidak menaikkan cukai hasil tembakau. Untuk mempertahankan cukai, menurut Bhima, solusinya lebih baik pemerintah meningkatkan cukai dari barang kena cukai baru (ekstensifikasi cukai). Barang kena cukai baru yang cukup potensial dikenakan cukai misalnya minuman berpemanis, kemasan plastik, dan emisi kendaraan bermotor.

“Kebijakan cukai seharusnya mengarah pada ekstensifikasi bukan intensifikasi. Cukai hasil tembakau dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sudah masuk ke titik jenuh,” tegasnya.

Dijelaskan Bhima, dampak kenaikan cukai hasil tembakau dapat berakibat buruk terhadap kenaikan rokok ilegal. Logikanya sederhana, kalau rokok pabrikan makin mahal, orang akan pindah ke rokok tanpa pitai cukai atau menggunakan pita cukai palsu.

“Ini kan kontraproduktif terhadap penerimaan negara!,” tegasnya.

Bhima pun mewanti-wanti Pemerintah dengan belajar dari negara lain yang menerapkan tarif cukai tinggi, perokok usia remajanya justru bertambah.

“Artinya, kenaikan cukai rokok tidak menyelesaikan masalah fiskal maupun target penurunan konsumsi rokok,” pungkas Bhima.

Berkah HUT RI ke - 72, Sepuluh Napi Prabumulih Hirup Udara Bebas


PRABUMULIH, PP - Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 72, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Prabumulih menggelar upacara pemberian remisi umum 17 agustus bagi sejumah Narapidananya. Kamis (17/08/2017).

Sebelumnya, Rutan Kelas IIB Prabumulih telah mengajukan sebanyak 163 Narapidana (Napi) untuk memperoleh remisi umum 17 Agustus tersebut, akan tetapi baru sebanyak 146 Napi yang mendapat persetujuan remisi dari Kanwil Kemenkumham.

Dari 146 Napi yang menerima remisi umum 17 agustus tersebut, sebanyak 10 Napi mendapatkan remisi bebas dari Rutan Kelas IIB Prabumulih.

Berdasarkan data yang ada, para Napi yang mendapatkan remisi umum 17 agustus ini merupakan Napi Narkotika dan pencurian.

"Para Napi yang mendapat remisi umum 17 agustus ini terdiri dari Napi Narkotika 59 orang, penadahan 1 orang, pengancaman 5 orang, pencurian 53 orang, penganiayaan 3 orang, pembunuhan 3 orang, senpi atau sajam 5 orang, perlindungan anak 9 orang,  penggelapan 6 orang,  dan lain-lain 2 orang," ujar Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Ronaldo Davinci Talesa Amd. IP saat menyampaikan sambutannya.

Ronaldo juga menyebutkan, saat ini penghuni rumah tahanan kelas IIB kota Prabumulih dikelola oleh sekitar 48 orang petugas, dan diisi oleh Napi sebanyak 263 orang serta 104 tahanan.

"Saat ini memang rata-rata penghuni rutan kelas IIB kota Prabumulih sekitar 52,86 persen adalah kasus narkoba," tambahnya.

Sebelum ditutup, Ronaldo juga tidak lupa menyampaikan ucapan terim kasih kepada seluruh jajaran di Kota Prabumulih yang ikut membantu dalam kemajuan dan pembinaan di rutan.

Sementara itu, Walikota (Wako) prabumulih, H. Ridho Yahya MM saat menyampaikan sambutannya mengucapkan selamat kepada para Napi yang memperoleh remisi umum 17 agustus tahun ini.

Wako juga meminta kepada para napi yang mendapat remisi agar tidak kembali melakukan hal-hal yang melanggar hukum di prabumulih.

Selain itu, dirinya juga menekankan agar para Narapidana di Rutan Kelas IIB Kota Prabumulih untuk taat dan tertib pada peraturan yang ada, serta permasalahan narkoba agar harus diperangi bersama sampai ke akar-akarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, upacara yang berlangsung meriah tersebut juga dihadiri oleh Wakil Walikota Prabumulih, H. Andriansyah Fikri S.H ,Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti S.E, Danramil 404-02/Prabumulih, Kapten Inf. Agus Sunjaya, Sekda Kota Prabumulih, M. Kowi S. Sos, wakil Ketua I DPRD kota Prabumulih, HM Daud Rotasi S. Sos, serta para pejabat SKPD dan Forkopimda kota Prabumulih lainnya.

Begini Ridho Yahya Menanggapi Pidato Kenegaraan Presiden di HUT RI ke-72

Written By Posmetro Prabu on 16/08/17 | 8/16/2017

PRABUMULIH, PP - Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Prabumulih menggelar sidang paripurna istimewa mendengarkan pidato Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam rangka memperingati HUT RI, ke-72.

Sidang paripurna DPRD yang digelar di gedung dewan ini, dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Kota Prabumulih HM Daud Rotasi S.Sos mewakili Ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo SE yang saat ini sedang menjalankan ibadah Haji ke tanah suci.

Acara Paripurna selain dihadiri oleh Anggota DPRD juga turut dihadiri Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM, Wakil Walikota Andriansyah Fikri SH, Forum Pimpinanan Daerah Kota Prabumulih, Seluruh Kepala SKPD Kota Prabumulih, Veteran, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Ulama, Tokoh Pemuda, hingga Pelajar Berprestasi dan Tamu Undangan.

Pimpinan Sidang HM Daud Rotasi mengungkapkan, sesuai amanat ketatanegaraan, setiap peringatan hari kemerdakaan dilakukan sidang paripurna istimewa mendengarkan pidato Presiden.

Dikatakan, peringatan HUT ke-72 RI memiliki tema "Indonesia Kerja Bersama" yang berarti menunjukkan pendekatan yang bersifat merangkul dan memperlihatkan asas kebersamaan dan gotong royong dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Selain itu, tema Indonesia Kerja Bersama juga merupakan ajakan untuk bersama-sama bekerja membangun kemajuan Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan.

Tidak lupa pria yang akrab disapa dengan Bung Daud ini berharap dalam peringatan HUT ke-72 RI, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tetap terjaga di masa-masa yang akan datang.

Pantauan di ruang sidang DPRD Kota Prabumulih siang tadi Rabu (16/98/2017), para undangan terlihat memadati ruangan dan dengan khidmat mendengarkan pidato Presiden RI Joko Widodo.

Seusai acara, Walikota Prabumulih yang dikonfirmasi wartawan menyangkut Pidato Presiden mengungkapkan bahwa pemerintahannya saat ini telah lebih dahulu melaksanakan program Pemerintah Pusat terlebih sebagaimana yang disampaikan Presiden menyangkut Kemerdekaan menyeluruh bagi kehidupan berbangsa.

Menyangkut Kemerdekaan menyeluruh, Politisi Partai Golkar ini lebih menyoroti pada kerusakan lingkungan akibat eksplorasi batubara secara besar-besaran di wilayah Sumatera Selatan.

"Di usia yang ke 72 tahun Indonesia Merdeka tentu sangat disesalkan ketika sebahagian warga belum merasakan kemerdekaan yang hakiki. Kerusakan lingkungan dimana-mana, sumber daya alam dikeruk akan tetapi kemiskinan tetap merajalela" ujar Ridho Yahya.

Menurutnya, hal tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat dan mendukung pemerintah daerah yang menolak pertambangan didaerah dengan menerbitkan regulasi khusus anti pertambangan batubara demi kelestarian lingkungan.

Menyoal kesejahteraan rakyat, Ridho Yahya menuturkan bahwa jauh sebelum Presiden Joko Widodo menjabat, Pemerintahannya telah terlebih dulu melakukan terobosan-terobosan baru mewujudkan kesejahteraan rakyat meski dengan nilai APBD yang relatif kecil.

"Bapak Presiden pidato sekarang, justru jauh sebelumnya kita sudah berbuat. Seperti pengentasan kemiskinan melalui program bedah rumah tanpa menggunakan APBD sudah kita lakukan dan masih terus akan berjalan hingga pada akhirnya nanti tidak ada lagi masyarakat Kota Prabumulih yang tinggal di rumah tidak layak huni" pungkasnya.

Ratusan PHL Keluhkan Penghapusan Uang Lelah

PRABUMULIH, PP - Ratusan tenaga kerja sukarela (TKS) yang baru saja diangkat menjadi pekerja harian lepas (PHL) di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih mengeluhkan adanya pemangkasan uang lelah.

Hal ini bermula ketika mereka diundang oleh badan kepegawaian dan sumberdaya manusia (BKSDM) Kota Prabumulih yang menyatakan bahwa adanya perubahan baru pada peraturan Walikota (Perwako) tentang pengangkatan PHL yakni pada pasal 4.

Pasal tersebut menyebutkan bahwa pihak pertama selaku Pemerintah Kota Prabumulih tidak lagi memberika uang lelah (Honor) kepada pihak kedua (PHL-red). Sontak aturan baru tersebut mengundang reaksi dari para PHL baru yang merasa dianak tirikan dengan PHL senior.

"Aman itu dihapuske samo bae status kami masih TKS. Toh dak katek perubahan jugo diangkat jadi PHL" ujar YN (28) salah satu TKS di Kelurahan yang baru saja diangkat menjadi PHL.

Sebelumnya pasal 4 tersebut lanjut YN, berbunyi bahwa pihak Pertama membayar dan pihak kedua menerima uang lelah setiap bulan yang besarnya ditetapkan sebesar Rp. 325.000 perbulan dan tidak dikenakan potongan Baznas yang dibebankan pada APBD Kota Prabumulih pada dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) dilingkungan sekretariat daerah Kota Prabumulih.

"Kalau itu dihapus kami nak makan apa pak. Tolonglah dipertimbangkan lagi" pinta YN.

Sementara itu, Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM saat dikonfirmasi seputar hal tersebut diatas mengungkapkan bahwa pada intinya tidak ada pengangkatan TKS ke PHL karna pada perinsipnya TKS dan PHL itu adalah sama.

" Yang ada pemerintah hanya sekedar menertibkan administrasi saja. Jika TKS SK-nya dari Kepala SKPD, maka PHL SK-nya langsung dari BKSDM. Intinya baik TKS maupun PHL juga sama-sama tak ada gaji. Ketika nanti kita berikan gaji sebesar Rp. 325.000 yang pasti bakal menjadi sorotan karna dinilai penggajian sebesar itu tidak manusiawi" ujar Ridho Yahya seusai menghadiri rapat Paripurna mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI siang tadi di gedung DPRD Kota Prabumulih Rabu (16/08/2017)

Kemudian lanjutnya, keuangan daerah juga tidak mendukung untuk memberikan TKS maupun PHLkesejahteraan kebih. "Jadi sangat tidak tepat jika mereka beranggapan diangkat jadi PHL sebab pada intinya Pemerintah hanya menertibkan administrasi saja" pungkasnya.

Lantas apa maksud dan tujuan BKSDM mengundang sejumlah TKS dan menunjukkan perubahan atau aturan baru tentang penghapusan uang lelah pihak kedua?

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber daya Manusia Alfian Herdy ketika dikonfirmasi seputar penghapusan pasal 4 (uang lelah PHL-red) belum bisa memberikan keterangan resmi. Alfian ketika ditemui di ruang kerjanya tidak berada di tempat.

Demikian juga saat dihubungi melalui telepon selulernya, terdengar nada aktif namun tidak diangkat. Parahnya lagi ketika dicoba di hubungi melalui pesan singkat SMS juga tidak ada balasan.

Suasana Haru Selimuti Pengukuhan Paskibraka Prabumulih

Written By Posmetro Prabu on 15/08/17 | 8/15/2017

PRABUMULIH, PP - Suasana penuh haru menghiasi acara pengukuhan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Kota Prabumulih 2017. Tanpa terasa air mata para tamu undangan hadirin menetes saat menyaksikan para Paskibra mencium sang merah putih diiringi lagu Bagimu Negeri.

Mencium Bendera Merah Putih merupakan bentuk penanaman karakter cinta tanah air dan bangsa, semangat patriotik, pantang menyerah, disiplin yang tinggi, dan rela berkorban untuk membela nusa bangsa yang wajib tertanam di jiwa para paskibra.

Tamu dan undangan pun kian larut dalam suasana haru saat ciuman sang merah putih berakhir dengan penghormatan sempurna para siswa SMA Prabumulih yang terpilih menjadi Paskibraka pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 72 Tahun pada 17 Agustus 2017 besok.

Acara pengukuhan dan pelantikan Paskibraka Kota Prabumulih 2017 dipusatkan di Pendopoan Rumah Dinas Walikota dan dimpin langsung oleh Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM Selasa (15/08/2017)

Pengukuhan Paskibraka yang merupakan wakil dari masing-masing Kecamatan dan sekolah di Kota Prabumulih ini, diawali dengan Pengucapan Ikrar yang dipimpin Walikota Ridho Yahya yang dilanjutkan dengan penandatanganan Ikrar, dan pemasangan sabuk kepada masing-masing Paskibra yang disaksikan langsung oleh para orang tua Paskibraka dan segenap tamu undangan.

Dalam sambutannya Walikota Prabumulih Ridho Yahya berpesan kepada seluruh Paskibraka yang melakukan pengibaran dan penurunan bendera sang merah putih, melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, mengedepankan rasa kekompakan dan kebersamaan, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dan saling hormat menghormati agar kedepan dapat menjadi contoh dan tauladan bagi siswa lainnya.

"Terpilih menjadi Paskibra merupakan kebanggan yang bukan hanya pada diri sendiri tetapi juga bagi keluarga besar. Melalui pengibaran bendera sang merah putih ini mari tunjukan jiwa kekompakan antar sesama, saling menghormati dan junjung tinggi persatuan dan kesatuan," ujar Ridho Yahya.

Dikatakan, segala pengalaman yang didapat mulai dari pembinaan hingga pelaksanaan nanti merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa dan bisa menjadi bekal untuk merajut masa depan yang cemerlang.

Menjadi Paskibraka lanjut Ridho Yahya, merupakan sebuah tantangan dan pengalaman luar biasa, dalam perjalanan meraih cita-cita karena harapan itu tidak akan terwujud tanpa idealisme dan perjuangan yang keras.

"Hendaknya, kepada seluruh Paskibra dapat menjadikan pengalaman ini sebagai bagian proses meraih cita-cita untuk mengisi kemerdekaan. Pengorbanan kita tentu belum sebanding dengan pengorbanan para pahlawan pejuang kemerdekaan yang mengorbankan bukan hanya tenaga akan tetapi juga mengorbankan nyawa demi sebuah kemerdekaan yang kita nikmati saat ini"papar Ridho Yahya.

Terakhir Walikota berpesan demi suksesnya prosesi pengibaran bendera Kamis 17 Agustus 2017 besok, Ridho Yahya meminta Paskibraka untuk menyiapkan mental dan tanggung jawab.

"Mari siapkan mental, jaga kesehatan, juga tanggung jawab agar apa yang dilakukan nanti dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan" pungkasnya.

Pantauan posmetroprabu.com dilapangan, Acara pengukuhan sebanyak 30 Paskibraka Kota Prabumulih 2017 ditutup dengan ucapan selamat dari Walikota dan segenap tamu undangan.

Culture Kitchen, Tongkrongan Baru Yang Segera Hits di Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Ngomongin tempat tongkrongan paling hits so pasti pikiran kita langsung mengarah ke Kota-Kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogja dan lainnya. Bener bukan...?.

Tapi jangan salah gaes. Selain Jakarta dan Jogja atau apalah itu di luar sana, yang pasti Kota Prabumulih juga punya tongkrongan nge-hits sekarang ini yang perlu anda kunjungi untuk memanjakan lidah sekaligus berfoto selfie dan memajangnya di sosial media anda.

Nah makin penasaran kan...? Yap.. yang mang metro mau sampaikan gaes adalah Cafe atau resto bernuansa bistro di kawasan Jalan Lingkar Timur depan City Maal Kelurahan Gunung Ibul Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

"CULTURE KITCHEN" demikian resto ini dinamai dan hadir sebagai penantang baru di dunia kuliner berkonsep cafe di Kota Prabumulih. Desain artistik yang kental dengan seni berkualitas tinggi bakal siap memanjakan mata anda di tempat ini. Dan yang tidak ketinggalan tentunya adalah, anda bakal terpancing untuk mengabadikan moment santai anda bersama keluarga tercinta di tempat ini.

Selain dengan konsep yang kaya akan seni, Culture Kitchen juga menyajikan berbagai makanan khas Kota Prabumulih dengan suasana cafe yang berasa seperti layakanya kita bernostalgia ke Yogyakarta.

Tercatat ada 41 menu makanan lokal dan nasional yang siap memanjakan lidah para pengunjung di Resto Culture Kitchen. Menu makanan tersebut juga diselaraskan dengan puluhan aneka menu minuman mulai dari kopi, juice, minuman dingin panas dan lainnya.

Rama selaku Owner Culture Kitchen yang disambangi mang metro siang tadi mengungkapkan bahwa dirinya sengaja membawa konsep Resto bernuansa culture indonesia dengan tujuan mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

"Setidaknya dengan konsep seperti ini, para pengunjung dapat memahami bahwa indonesia kaya akan adat dan budaya. Dan yang utama tentunya mampu memanjakan warga kota tercinta yang berkunjung ke Culture Kitchen" ujarnya.

Dikatakan, untuk hari ini Selasa (15/08/2017) belum secara resmi dibuka. Agenda grand opening secara resmi nantinya bakal digelar pada Senin (21/08/2017) dan dibuka langsung oleh Walikota Prabumulih.

"Ini baru sebatas melengkapi saja. Kalau kata orang sini mah untuk memanaskan dapur sekaligus melengkapi kekurangan-kekurangan dapur dan yang lainnya. Juga untuk meminta saran pendapat dari pengunjung perdana seperti Mas-mas ini" papar Rama.

Terakhir, Pria kelahiran Prabumulih yang besar-besar di Yogyakarta ini mengungkapkan bahwa visi Culture Kitchen yang digagasnya adalah ingin memanjakan warga prabumulih dibidang kuliner. Sementara Misi yang diusungnya menjadi restoran terbaik di kota prabumulih.

Pancasila di Era Kemerdekaan, Dulu dan Kini

Written By Posmetro Prabu on 14/08/17 | 8/14/2017











Oleh : Nety Nurda, S.kom, M.T


Sejarahnya, Pancasila terlahir melalui sebuah proses yang panjang dan bersumber dari semangat perjuangan bangsa, gagasan para pejuang dan pemuda serta merupakan kepribadian bangsa Indonesia.

Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang meliputi suasana kejiwaan, serta watak bangsa Indonesia. Pancasila mengandung nilai luhur sebagai dasar negara, memiliki sifat yang universal sehingga mempengaruhi hidup dan kehidupan bangsa dalam menciptakan kehidupan yang aman, adil dan makmur sesuai dengan cita-cita bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD tahun 1945.

Melihat kondisi bangsa Indonesia yang saat ini, kita harus mampu mengembalikannya pada fitrah perjuangan nasional, yaitu menjadikan nasionalisme berdasarkan Pancasila sebagai penggerak utama dalam memajukan bangsa. Mengembalikan jiwa-jiwa tiap kita pada jiwa yang pancasila, dimana kita harus mampu memaknai kembali kelima dasar nilai Pancasila tersebut.

Pada dasarnya, ketahanan nasional suatu bangsa adalah sebagai landasan konsepsional yang dasarnya memiliki kemampuan dan keteguhan bangsa secara terintegrasi untuk dapat menghadapi dan mengatasi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datangnya dari dalam maupun luar negeri.

Peran dari konsepsi dari ketahanan nasional itu sendiri adalah sebagai pola dasar pembangunan nasional yang pada hakekatnya merupakan arah dan pedoman pelaksanaan pembangunan secara terpadu untuk dapat mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahterah baik secara materiil dan spiritual.

Ketika setiap permasalahan bangsa dikembalikan pada nilai-nilai pancasila, lalu di sandingkan dengan cita-cita bangsa, tentu yang terjadi adalah menjadi bangsa yang ideal. Karena sesungguhnya, nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari nilai hidup seluruh masyarakat Indonesia.

Sejak zaman kemerdekaan Republik Indonesia, kita telah menjadi bangsa yang lebih maju dari sebelumnya. Menjadi bangsa yang mandiri dan dipandang oleh bangsa-bangsa lain. Meski masih begitu banyak kekurangan disana-sini.

Perekonomian yang naik turun, bahkan hasil bumi yang tiba-tiba seperti hilang tenggelam dan membuat kita mau tidak mau harus mengimpor nya dari Negara lain. Padahal, sejak dulu Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya raya dengan hasil alam nya yang melimpah ruah, bahkan hingga detik inipun, Indonesia masih dipandang sebagai Negara yang kaya raya. Apakah saat ini kita telah jatuh “miskin” untuk mengimpor sesuatu yang dulu pernah ada?
Tanah Indonesia yang subur dengan bentangan lahan hijaunya kini telah banyak berubah fungsi.

Lahan itu telah berubah menjadi bangunan yang tinggi menjulang. Mungkinkah akibatnya telah menjadikan tanah Indonesia menjadi tak subur lagi?

Laut nan biru dengan segala isi dan panoramanya, apakah masihnya tetap sama? Atau kini telah banyak yang punah? hilang atau dicuri? termanfaatkan atau terbuang? Belum lagi soal keberagaman masyarakatnya yang dengan segala ragam bahasa dan budaya, masihkah tetap sama atau kini telah berubah menjadi sebuah fenomena dan cerita? Tentu, kita tak menginginkan itu semua. Kita ini tetaplah sebuah bangsa yang kaya raya.

Hanya mungkin, kita belum sepenuhnya tersadarkan untuk lebih utuh menyeluruh memanfaatkan apa yang ada secara maksimal. Percayalah, ada begitu banyak anak bangsa yang siap sedia membangun dan membantu pemerintah dalam mensejahterahkan masyarakat Indonesia. Melakukan segala inovasi demi kemajuan, menciptakan ide-ide baru yang cemerlang dan semua butuh dukungan dari pemerintah.

72 tahun sudah bangsa ini merdeka, sudah banyak pula jatuh bangun yang dirasakan seluruh masyarakatnya. Carut marutnya dunia politik, hitam putihnya hukum, naik turun nya roda ekonomi, naik turunnya stabilitas, namun kita bisa lihat, Indonesia tetap berdiri sebagai bangsa yang kokoh.

Kita sebagai warga Negara Indonesia, harus tetap memiliki semangat yang sama untuk dapat terus menerus membangun bumi pertiwi. Karena, apapun yang terjadi saat ini, kemajuan yang kita rasakan hingga detik ini, bukan hanya untuk kepentingan hidup kita saat ini, namun untuk kemakmuran bagi anak-cucu kita kelak.

Dirgahayu Republik ku. Merah putih selalu kami pegang teguh.

Penulis merupakan PNS di Lembaga Ketahanan Nasional RI
Sedang menempuh pendidikan S3 di Jepang pada program doctoral jurusan life and technology science di University of Tsukuba, Jepang

Menilik Skenario Politik Ridho Yahya Bag I

Written By Posmetro Prabu on 11/08/17 | 8/11/2017

PRABUMULIH, PP - Memasuki tahun politik yakni masa tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada),  suhu Politik di Kota Prabumulih masih tampak dingin dan berbanding terbalik dengan Kabupaten Kota lainnya di Sumatera selatan yang juga sama-sama menggelar Pilkada serentak 2018.

Alasannya tidak lain ketika beberapa penantang Walikota Petahana satu persatu mundur sebelum perang. Sebut saja Hartono Hamid. Kader terbaik yang dimiliki Partai Hanura Kota Prabumulih saat ini mau tak mau harus mundur teratur dari bursa pencalonan Walikota Prabumulih 2018.

Pengunduran pria yang biasa disapa Om Ton itu pun sempat mengundang banyak tanya. Pasalnya, pengunduran diri diutarakan sesaat setelah  memaparkan visi dan misi calon walikota dan wakil walikota periode 2018-2023 yang digelar oleh Partai Hanura di ballroom Rumah Makan Kampung Cemara Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Muara Dua Prabumulih Timur Kota Prabumulih Selasa (08/08/2016) lalu.
.
Alasan Om Ton memang masuk akal. Dimana selain untuk memberikan kesempatan pada Ketua DPD Hanura Kamirul untuk maju, pencalonan dirinya di Partai Nasdem juga mendapat penolakan.

"Andai nama saya belum dicoret di Nasdem, mungkin saya masih tetap bertahan dimana selain Hanura yang memiliki 3 kursi di legislatif tentu sangat memungkinkan untuk bertarung di Pilkada Prabumulih 2018 dengan tambahan dukungan 3 kursi dari Nasdem" ujar Om Ton kepada Wartawan.

Entah ini skenario sang Petahana atau bukan, yang pasti selain Om Ton, Calon Walikota lainnya seperti Adi Susanto diprediksi bakal segera menyusul. Pasalnya, harapan pencalonan Adi Susanto bakal didukung oleh PAN harus kandas ditengah jalan dengan berbagai pertimbangan politis.

Jiwa petarung Adi Susanto pun kian melemah saat jalan menuju roma tak semudah yang dibayangkan. Kekuatan partai yang menaunginya hanya memiliki satu kursi dan tentu sangat sulit untuk kemudian mampu menjadi peserta dalam pilkada Prabumulih yang tinggal beberapa bulan lagi itu.

Setidaknya Adi Susanto harus mampu merebut hati PPP yang memiliki 4 kursi di legislatif untuk mendukung langkahnya sebagai Kandidat Calon di Pilkada mendatang jika tak ingin kos kenderaan parpol semakin membengkak. 1+4 = 20 persen perolehan suara di Legislatif, cukup memuluskan langkahnya bertarung di Pilkada Prabumulih.

Namun bagi PPP Prabumulih hitung-hitungan 4+1 lebih tepat ketimbang 1+4. Alasannya sangat jelas, dimana PPP sebagai partai pemenang pemilu 2014 di Kota Prabumulih memiliki peluang besar untuk memajukan Kadernya sebagai Calon Walikota Prabumulih 2018 mendatang dengan hanya membutuhkan satu kursi saja sebagai syarat pencalonan.

Dalam hal ini, peluang Adi Susanto untuk memakai kenderaan PPP sangat tipis dan yang pasti partai berlambang Ka'bah tersebut tidak akan memberikan dukungan karna Adi Susanto sendiri tidak sekalipun mengambil formulir pendaftaran calon ke PPP.

Pengunduran Adi Susanto di bursa calon Walikota semakin kuat manakala maju melalui jalur independen mengalami banyak kesulitan. Mengumpulkan 13 ribu KTP tentu bukan perkara mudah disaat tahapan Pilkada semakin mepet. Belum lagi konsekwensi melepaskan jabatan sebagai anggota DPRD menjadi taruhan ketika KPU secara resmi menetapkan namanya sebagai Calon Walikota.

Lantas bagaimana dengan bakal Calon walikota lainnya?

Kemungkinan besar seluruh Parpol tingkat Prabumulih akan merapat ke Petahana. Hal ini dimungkinkan mengingat beberapa ketua partai Politik ditingkat Kota Prabumulih banyak yang tidak minat dengan pencalonan. Sama halnya dengan Politisi di Parlemen DPRD Kota Prabumulih. Konsekwensi mengundurkan diri sebagai Anggota DPRD menjadi pertimbangan utama mereka untuk maju di bursa Calon Walikota.

Peluang Calon dari luar Parpol juga amat semakin kecil disaat beberapa Politisi menarik diri dari bursa pencalonan. Belum lagi Ketua DPC PPP Prabumulih yang juga Ketua DPRD Kota Prabumulih telah menyatakan sikap tidak akan maju atau mencalonkan diri di Pilkada Prabumulih 2018 dengan berbagai pertimbangan.

Dugaan Korupsi Proyek Jalan Pustu Anak Petai Masih Berkutat di Puldata dan Pulbaket

Written By Posmetro Prabu on 10/08/17 | 8/10/2017

PRABUMULIH, PP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Prabumulih sepertinya tidak berdaya ketika dihadapkan dengan kasus dugaan korupsi penyimpangan anggaran dalam proyek Pembangunan di Kota Prabumulih. Hal ini juga terbukti dengan belum adanya satupun tersangka kasus Korupsi yang yang diungkap sepanjang 2016 di bumi seinggok sepemunyian. 

Atau barangkali Kejari Prabumulih harus bekerja ekstra dan lebih serius lagi dalam upayanya mengungkap kasus dugaan korupsi seperti pada proyek pembangunan jalan lingkungan RT 01 RW 02 Kelurahan anak petai Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Pasalnya, penanganan yang dilakukan saat ini masih terkesan jalan di tempat. Meski sudah melakukan serangkaian pemanggilan terhadap saksi, namun tim penyidik belum juga menaikkan status penanganan kasus itu ke penyidikan apalagi penetapan tersangka.

Tim penyidik kejaksaan sendiri mulai mengawali penanganan kasus yang mendapat sorotan banyak pihak itu sudah sejak lama. Sejauh ini, penanganan yang dilakukan masih berkutat pada pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) semata tanpa ada progres yang signifikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Prabumuluh yang dikonfirmasi melalui Kasi Intel Hermansyah SH menolak jika disebut proses penyidikan Proyek Jalan Lingkungan Kelurahan Anak Petai jalan ditempat. Kepada awak media, Herman mengungkapkan pihaknya sudah memanggil dan memeriksa beberapa saksi terkait proyek senilai Rp 1.158.760.000  dengan CV. Jaya Empat Saudara sebagai pemenang tender.

“Kasus ini akan tetap diproses dan kami sangat serius. Karena dari pulbaket dan puldata, sudah ada beberapa tanda dan indikasi dugaan penyimpangan itu. Bahkan penyidik juga telah melakukan pemanggilan baik itu dari PPTK Proyek maupun Kontraktor pelaksana proyek. Nah setelah ini berkasnya akan ditindaklanjuti di Pidsus" tegas Hermansyah.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu