Metro Insident

Latest Post

Besok, Ridho Yahya Ikut Konser di Prabumulih Rockin Mob

Written By Posmetro Prabu on 19/01/18 | 19.1.18

PRABUMULIH, PP - Persiapan yang telah mencapai 95 persen, pagelaran konser musik terbesar dan pertama dalam sejarah Kota Prabumulih siap digelar. Prabumulih Rockin Mob 2018 dengan menghadirkan sekitar 200 orang musisi Kota Prabumulih dan luar daerah akan manggung secara bersamaan dalam satu panggung besok di Taman Kota Prabujaya , Minggu (21/01/2018).

Konser unik dan nyentrik ini dipersembahkan khusus untuk seluruh masyarakat Kota Prabumulih pecinta musik khususnya musik Rock.

Ketua Panitia sekaligus penggagas dan Owner Prabumulih Rockin Mob Arif Arnic saat ditemui di Markas community all musician prabumulih (CAMP) Jalan Taman Murni Kelurahan Gunung Ibul Barat mengungkapkan bahwa kesiapan pagelaran konser sudah mencapai 95 persen.

"Alhamdulillah hingga saat ini, seluruh peserta sudah melakukan konfirmasi kesiapan untuk manggung besok. Termasuk seluruh persiapan panitia sudah mencapai 95 persen. Mudah-mudahan konser berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan" ujar Bos Arnic Distro Prabumulih ini.

Dikatakan, rencana pagelaran konser masih tetap seperti rencana awal dan tidak ada perubahan. Para peserta tetap membawakan 3 lagu satu lagu asli asal Kota Prabumulih dan 2 lagu lainnya adalah lagu dari group Band SID dan Coklat.

"Yang menarik dalam acara nantinya adalah acara pembukaan. Disini panitia sengaja menghadirkan salah seorang musisi senior asal Kota Prabumulih untuk membawakan lagu Indonesia Raya dengan gitar melodi. Itu Konsep yang sengaja kita hadirkan guna menyamakan situasi dengan kegiatan konser yang digelar" ujar Suami Hana Monica itu.

Selain itu lanjut Pria pecinta olahraga Off-Road itu, orang nomor satu di Kota Prabumulih akan terlibat secara langsung dalam pengambilan video Shoting Konser Rockin Mob. Walikota Prabumulih selain membuka secara langsung pagelaran Konser, juga terlibat dalam pembuatan video shoting Konser Prabumulih Rockin Mob.

"Insha Allah beliau (Walikota Ridho Yahya-red) Hadir untuk membuka acara. Sebelumnya memang sudah ada konfirmasi Beliau ke Panitia akan hadir. Selain membuka acara Beliau juga siap untuk terlibat dalam penggarapan video Konser Prabumulih Rockin Mob 2018" paparnya.

Tidak lupa pada kesempatan wawancara dengan Posmetro Prabu, Arif menghimbau untuk seluruh peserta agar mempersiapkan seluruh perlengkapan masing-masing guna menghindari trouble alat pada saat sesi pengambilan gambar.

"Untuk diketahui, kegiatan ini belum pernah di laksanakan di wilayah Sumatera Selatan. Memainkan alat musik dengan ratusan peserta mengiringi lagu yang sama di sebuah tempat sedikit agak sulit diwujudkan. Namun berkat kerjasama dari teman-teman sekalian acara ini akan segera terwujud. Untuk itu kami berharap agar segera mempersiapkan diri masing-masing berikut peralatan musiknya dipersiapkan" imbuhnya.

Terakhir Arif mengungkapkan, dalam kegiatan ini pihaknya hanya bermaksud mempererat silaturahmi sesama penghoby, pencinta, menikmat musik yg ada di wilayah prabumulih dan sekitarnya serta ingin menunjkkan bahwa Musisi Kota Prabumulih masih Exis. "Ngeband is Never Die. Hati kami terpanggil untuk menghidupkan semangat Musisi sebab Musik adalah jiwa penyatu seluruh Bangsa" pungkas Arif

Dipimpin Sekretaris KPU, Coklit di Kelurahan Cambai Berjalan Lancar

PRABUMULIH, PP - Komisi Pemilihan Umum Daerah, (KPUD) Kota Prabumulih hari ini mulai melaksanakan gerakan pencocokan dan penelitian (Coklit) Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) secara serentak demi kepentingan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Sumsel 2018.

"Gerakan coklit serentak akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan, dimulai pada hari ini,
Sabtu (20/01/2018) dan berkahir pada 28 Februari 2018 di daerah yang menggelar pilkada termasuk Kota Prabumulih. Target coklit sendiri tiap satu PPDP (petugas pemutakhiran data pemilih) dalam satu hari itu lima rumah," ujar Ketua KPUD Kota Prabumulih M.Takhyul melalui Sekretaris KPU Dinerson SH, MH  di sela-sela mendampingi pelaksanaan Coklit di rumah Wasrab (53) salah satu warga di Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai Kota Prabumulih.

Dikatakan, untuk Coklit hari ini berjalan lancar dan tidak ada kendala dilapangan. Seluruh warga yang ditemui di wilayah kelurahan Cambai lanjutnya, sangat terbuka menyambut kedatangan petugas PPDP. "Tujuan utamanya hanya pencocokan data dari KPU ke data warga. Menambah tau mengurangi data pemilih. Menambah dalam artian apabila dalam KK tersebut terdapat data pemilih pemula yang telah memiliki KTP. Sementara mengurangi adalah ketika PPDP
menemukan data pemilih meninggal dunia dan menjadi anggota TNI Polri. TNI baik Polri tidak bisa memberikan hak suara dalam pemilu sebab mereka netral" ujarnya.

Data yang dapat dihimpun posmetroprabu dilapangan, Gerakan Coklit serentak di Kelurahan Cambai melibatkan 11 orang Petugas. 6 Orang petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), 1 Panitia pengawas lapangan (PPL), 1 Orang Panitia Pemilihan
Kecamatan (PPK), 2 orang Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan 1 orang Komisioner KPU Prabumulih yakni Dinerson Sekretaris KPU Kota Prabumulih.

Untuk diketahui, Pelaksanaan pemilihan kepala daerah dilakukan di 171 daerah, pelaksanaan coklit serentak akan melibatkan 381 daerah termasuk kabupaten/kota di 17 provinsi yang akan menyelenggarakan pilkada.

Gerakan coklit serentak yang dilaksanakan hari ini sebagai upaya KPU dalam menyusun daftar pemilih yang akurat pada pelaksanaan Pilkada 2018, nantinya dijadikan dasar daftar pemilih sementara untuk Pileg dan Pilpres 2019.

Seluruh komisioner KPU, baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten turun langsung ke lapangan untuk bersama-sama PPK, panitia PPS, PPL PPDP melakukan
pencocokan dan penelitian.

Data yang dapat dihimpun dari KPU Puast, Total yang terlibat dalam coklit serentak hari ini adalah tujuh komisioner KPU pusat, 155 anggota KPU provinsi, 1.905 anggota KPU kabupaten/kota, 27.820 petugas PPK, 193.602 petugas PPS, dan 385.791 orang PPDP.

"Kalau semuanya itu bergerak dengan target satu PPDP mampu menjangkau lima rumah, maka akan ada 1.928.955 rumah yang dicoklit secara serentak mulai 20 Januari nanti," Tegas Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Tak Terima Dibentak, Yudha Warga Pasar II Ditikam Sampai Krisis

Written By Posmetro Prabu on 18/01/18 | 18.1.18

PRABUMULIH, PP - Akibat Tersinggung karena mendapat perlakuan kasar, Dodi Setiawan (32) warga jalan Gajah Mada Rt. 01 Rw 01 Masjid Ar-rohma, Kelurahan pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih, Nekat melampiaskan kemarahannya dengan menikam Yuda Dhonal (19) yang tinggal masih Satu Kawasan dengannya.

Berdasarkan laporan keluarga korban di Polsek Prabumulih Barat Dengan LP/B / 04 / I / Res Pbm/sek Pbm Barat,  tgl 16 Jan 2018. Diketahui, pelaku Dodi dan korban terlibat cekcok mulut hingga terjadi perkelahian. Sempat memukul kepala korban, Pelaku yang saat itu membawa pisau langsung menghujamkan benda tajam tersebut ke arah perut korban sebanyak dua kali.

Melihat korbanya terkapar dan bersimbah darah, pelaku langsung melarikan diri. Akibatnya kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kiri dan harus dilarikan kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Setelah melakukan koordinasi langsung dengan pihak keluarga pelaku, Akhirnya Timsus GURITA Polsek Prabumulih Barat berhasil menangkap pelaku di kediamnya. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti sarung pisau kayu warna coklat diamankan ke Polsek Prabumulih Barat.

Diahadapan petugas pelaku mengaku tak bisa mengendalikan emosi karena korban membentak dirinya saat hendak pulang kerumah. Sempat terjadi cekcok mulut antara keduanya hingga terjadi perkelahian. Pelaku yang terlanjur naik pitam langsung menikam korban dengan sebilah pisau yang hampir menyebabkan korban kehilangan nyawa. Karena ketakutan dirinya membuang barang bukti pisau dan sempat melarikan diri selama dua hari.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti, SE., MM saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Sofyan Afandi, SH menuturkan, Pelaku tindak pidana penganiayaan atas nama Dodi Setiawan (32) Masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

"Pelaku sedang dalam proses penyidikan, saat ini petugas masih Melakukan Pencarian terhadap Barang bukti Pisau yang di buang tersangka, " tegas AKP Sofyan.

Besok Jaringan Gas Prabumulih Padam 5 Jam

Written By Posmetro Prabu on 17/01/18 | 17.1.18

PRABUMULIH, PP - Aliran gas rumah tangga di wilayah Kota Prabumulih mengalami pemadaman selama 5 Jam. Demikian disampaikan oleh Direktur PD Petro Prabu selaku otoritas layanan jargas Kota Prabumulih.

Pemadaman ini dilakukan dalam rangka pengalihan jaringan gas antar pipa instalasi guna menagntisipasi gangguan jaringan seperti Lebaran Tahun lalu.

"Ini sengaja dilakukan guna mengantisipasi adanya trouble (gangguan) gas seperti Lebaran Tahun lalu. Sebenarnya waktu pemadaman tidak sampai lima jam, paling hanya tiga jam. Kita tentukan lima jam mana tau saat perbaikan ada trouble jaringan. Pastinya kurang lebih tiga Jaman saja" ujar Azhari Harun melalui divisi teknis Pertagas Kota Prabumulih.

Pihaknya juga tidak lupa meminta maaf atas gangguan tersebut karna mau tidak mau demi peningkatan pelayanan resiko ini harus diambil. Diharapkan dengan adanya perbaikan ini, mudah-mudahan kedepan pelayanan jaringan gas Kota Prabumulih akan semakin baik.

Informasi ini juga menurutnya sudah di informasikan melalui media elektronik dan media massa di Kota Prabumulih. "Pemadaman sendiri dimulai sejak pukul 13.00 wib sampai dengan 18.00 wib. Pemadaman dilakukan disebabkan adanya pergantian pipa ukuran 1 inch ke 2 inch dengan harapan tekanan tidak lagi adanya penurunan tekanan seperti yang terjadi pada tahun lalu" pungkasnya

Aksi "Saling Pecat" Timbulkan Kegaduhan Hanura di Daerah

Written By Posmetro Prabu on 16/01/18 | 16.1.18

JAKARTA, PP - Aksi saling pecat di tubuh partai hati nurani rakyat (Hanura) belakangan menimbulkan kegaduhan kepengurusan partai di Daerah. Bahkan tidak sedikit arah dukungan partai di pilkada serentak 2018 turut berubah yang berujung adanya dualisme dukungan teehadap pasangan calon.

Bermula pada pengambilalihan wewenang Ketua DPPD Hanura Sumatera Selatan, kegaduhan mulai menyerang DPP Hanura hingga berujung pada pemecatan Sekjen DPP Hanura Syarifudin Sudding.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) menunjuk Herry Lontung sebagai Sekjen Partai Hanura yang baru.

Sosok Herry diperkenalkan OSO dalam acara silaturahim yang digelar kediamannya di Jakarta, Selasa (16/1/2017).

Acara itu dihadiri oleh para pemimpin redaksi media massa, wartawan, hingga para pengurus Hanura.

"Ini Pak Herry Lontung Sekjen Hanura yang baru. Yang lama sudah dipecat," kata OSO.

OSO sebelumnya telah memecat Syarifudin Sudding dari jabatan Sekjen Partai Hanura. Ia mengaku memecat Sudding karena masalah disiplin organisasi. Namun ia enggan bicara lebih jauh pelanggaran disiplin apa yang dimaksud.

"Alasannya karena tidak disiplin organisasi, itu saja, yang lain-lainnya tidak usah diceritain di sini," kata OSO.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika memastikan pemecatan Sudding dan penunjukan Herry sebagai penggantinya sudah sesuai prosedur. Keputusan itu diambil OSO dalam rapat DPP Hanura, Senin (15/1/2018) kemarin.

"Jadi sekarang (Sudding) disebutnya mantan Sekjen. Kalau di tanggal sekarang memang sudah diganti jadi Pak Herry Lontung," kata dia.

Pemecatan Suding pun menuai kontroversi. Syarifudin Sudding berbalik memecat OSO dari posisi ketua umum. Sudding mengklaim langkah ini diambil berdasarkan mosi tidak percaya dari 27 DPD dan lebih dari 400 DPC.

OSO disebut kerap mengambil keputusan yang dilakukan semena-mana, tidak mengacu pada AD/ART. Selain itu, ada juga tudingan bahwa OSO meminta mahar kepada calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada.

Kubu ini akan segera menggelar musyawarah nasional luar biasa untuk memilih ketua umum definitif pengganti OSO.

Apa kata Dewan Pembina tentang kekisruhan yang terjadi di Tubuh Hanura?

Sebanyak 16 perwakilan DPD Partai Hanura bertemu Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto, Selasa (16/1/2018) pagi.

Pertemuan itu membahas kekisruhan di antara Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang dengan sejumlah pengurus partai.

Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Barat Marlis Alinia mengatakan, Wiranto mendorong agar persoalan kekisruhan tersebut diselesaikan melalui mekanisme yang diatur di dalam AD/ART.

"Dari berbagai pertimbangan Pak Wiranto sebagai Ketua Dewan Pembina menyampaikan kepada kami, beliau memberikan saran untuk semua kasus ini, untuk semua persoalan ini, diselesaikan dengan ketentuan AD/ART," ujar Marlis dalam konferensi persnya di Kantor DPP Hanura, bilangan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa siang.

Para perwakilan DPD itu menangkap bahwa Wiranto mendukung pergantian Oesman Sapta dari jabatan ketua umum.

Sebab, berdasarkan Pasal 46 ayat (4) huruf a AD/ART Hanura menyebutkan, Munaslub itu dapat dilaksanakan jika ada permintaan dari 2/3 DPD atau 2/3 DPC.

Sementara itu, sampai Selasa ini, sudah 27 DPD dan 418 DPC Hanura telah menandatangani mosi tidak percaya kepada Oesman Sapta.

"Dengan begitu, kami dalam forum ini mewakili DPD se-Indonesia menyampaikan secara bulat, penyelesaian penyelamatan partai dari kemelut ini melalui Munaslub dan atas izin dari Ketua Dewan Pembina tadi, beliau menyetujui segera dilaksanakan," ujar Marlis.

"Maka kami hari ini menyampaikan kepada publik se-Indonesia bahwa Hanura dalam satu dua hari ini akan melaksanakan Munaslub untuk memilih ketua umum terbaru berkaitan dengan kemelut yang terjadi," lanjut dia.

Oesman sebelumnya menyebut, ada pihak yang berupaya melemahkan Hanura menjelang pemilu 2019.

"Karena dalam suasana seperti ini, jelang tahun-tahun pemilu, ada niat orang-orang tertentu ingin mengecilkan Hanura, dan mungkin nanti kalau mereka gagal mereka pindah ke partai lain," kata OSO sapaannya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.

Namun, kata OSO, ia akan menindak pihak internal yang terbukti sengaja merusak partainya. Karena itu, ia tak akan memberi toleransi siapapun yang menjadi provokator dalam kekisruhan partainya.

OSO menegaskan, akan langsung memecat kader yang melawannya. Ia mengungkapkan ada sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang yang dipaksa menandatangani mosi tidak percaya untuk memecatnya.

Pemaksaan itu, kata dia, merupakan pelanggaran yang harus ditindak tegas dengan pemecatan.

Saat ditanya rencana penyelenggaraaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk melengserkannya, OSO menilai, hal tersebut tidak sah sebab harus atas seizinnya.

"Kalau orang sudah merusak partai, tak mau menjaga marwah partai, masa harus dipertahankan lagi, enggak sulit. Sederhana saja, saya mundur atau mereka berhenti. Gitu aja," lanjut OSO.

Dua Sejoli Terlibat BD Narkoba

MARTAPURA, PP - Satnarkoba Polres OKU Timur dini  hari tadi berhasil menangkap dua sejoli  di jalan lintas sumatera Sungai Tuha Martapura, Selasa (16/01/2018)

Dari keduanya, Petugas berhasil mengamankan 3.7 gram Narkoba jenis sabu.

"Kedua sejoli ini diamankan sekitar pukul 01.00 Wib dini hari tadi beeikut barang bukti berupa sabu seberat 3.7 gram dan dua unit telepon genggam" ujar Kapolres OKU Timur AKBP Irsan Sinuhaji SIK MH melalui Kasatnarkoba AKP Firniyanto.
 
Peristiwa penangkapan bermula ketika Petugas mencurigai gelagat Kedua sejoli ini.  Melihat ada yang tidak beres, pasangan ini langsung dihadang anggota saat mengendai sepeda motor jenis  Honda CBR bernomor Polisi BG 6934 FAC Warna hitam putih.
 
Firniyanto menjelaskan  penangkapan kedua sejoli tersebut  setelah pihaknya menerima laporan bahwa keduanya sering mondar mandir Martapura-Baturaja ditengah malam.
 
Setelah dilakukan penyelidikan diduga dua sejoli ini merupakan bandar narkoba."kita masih mendalami barang tersebut didapat mereka dari siapa dan dimana,"terang Firni.

sementara itu, kedua dihadapan petugas mengakui seluruh perbuatannya. Salah satu pelaku mengaku bekerja sebagai sales promotion grils (SPG) salah satu perusahaan rokok.

Ratusan Massa Demo Kantor KPUD Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Ratusan masa yang tergabung dari berbagai aliansi melakukan unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih. Ratusan masa ini merasa kecewa dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada, red) yang diindikasikan terdapat kecurangan. Masa pun mendesak agar KPU segera dibubarkan.

Ratusan masa yang terbakar emosi mencoba menerobos barikade polisi yang melakukan pengamanan penuh di kantor KPU Prabumulih. Untuk menghindari terjadinya bentrokan dan aksi anarkis, petugas pun langsung mengevakuasi petugas KPU keluar dari gedung kantor KPU.

Berkat kesigapan petugas pengamanan dari Polres Prabumulih yang dibantu oleh TNI, Dishub dan Linmas, aksi masa pun dapat diredam. Masa pun akhirnya kemudian bubar setelah diberikan pengarahan oleh pihak pengamanan.

Aksi demo yang dilakukan oleh ratusan masa ini merupakan bentuk simulasi kegiatan pengamanan pilkada 2018. Kegiatan simulasi digelar Selasa (16/1) di hotel Grand Nikita Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Andes Purwanti SE melalui Kabag Ops Kompol Zaian mengatakan, kegiatan simulasi yang dilakukan bertujuan untuk mengasah kemampuan personel dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama dalam hal pelaksanaan pengamanan Pilkada Prabumulih.

"Kita ingin berikan pengamanan penuh untuk pilkada ini. Jangan sampai dalam pengamanan nanti kita kecolongan dengan hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Zaian, usai kegiatan simulasi.

Lebih lanjut Zaian mengatakan, untuk meningkatkan pengamanan tersebut pihaknya menerjunkan sebanyak 352 personil Polres Prabumulih. Kekuatan pengamanan pun juga turut dibantu oleh TNI, Dishub dan Linmas.

"Kami harapkan peran serta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan Pilkada 2018 berjalan aman dan kondusif," pungkasnya.

Tidak Paham, Peserta Sosialisasi SPT Tahunan Pajak Tinggalkan Ruangan

Written By Posmetro Prabu on 15/01/18 | 15.1.18

PRABUMULIH, PP - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Prabumulih menggelar Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan Pajak 2017 yang diselenggarakan di Gedung KPP Pratama lantai 4 Jalan Jenderal Sudirman Cambai Kota Prabumulih Selasa (16/01/2018).

Sosialisasi yang diadakan di Gedung Baru berlantai 5 itu dihadiri oleh puluhan peserta wajib pajak dan Direktur Perusahaan. Tim Penyuluh menyampaikan materi sedikit agak ribet dan susah dimengerti sehingga sosialisasi berlangsung mirip ujian kenaikan kelas.

Selain petunjuk pengisian SPT Tahunan, sosialisasi ini juga menyampaikan hak dan kewajiban perpajakan setelah Wajib Pajak mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi Wajib Pajak baru dan penghitungan angsuran PPh Pasal 25 bagi Wajib Pajak baru usahawan serta pengenalan program e-Filing untuk Wajib Pajak.

Memasuki program e-filing dan pengisian neraca keuangan bagi perusahaan berbentuk badan, mulai para wajib pajak meninggalkan ruangan. Penyampaian yang sedikit jelimet menjadi alasan belasan wajib pajak ini meninggalkan ruangan sosialusasi.

"Awalnya kita berharap dengan adanya sosialisasi SPT pajak Tahunan ini kita dapat memahami kewajiban kita selaku wajib pajak. Kenyataan dilapangan ternyata tidak sesuai dengan harapan. Justru kita semakin dibingungkan dengan kolom-kolom isian pembukuan laporan keuangan, periode pembukuan, kredit pajak dalam Negeri dan lampiran-lampiran lain yang cukup membingungkan" ujar salah seorang peserta Sosialisasi Ardi Afrianto.

Menurut Ardi, pihak KPP Pratama dapat lebih mudah menjelaskan atau mensosialisasikan SPT terhadap wajib pajak tanpa harus diribetkan dengan pasal-pasal dan bahasa-bahasa yang sulit dicerna.

"Maksud saya, pihak KPP pratama setidaknya bisa memahami wajib pajak yang hadir dalam sosialisasi. Apakah itu WP Baru,  badan usaha PKP, atau WP Badan non Profit seperti Yayasan, LSM dan lain-lain. Dan setidaknya ini (WP-red) bisa dibagi menjadi beberapa kelompok agar penjelasan SPT atau segala yang berkaitan dengan pajak bisa dipahami dengan mudah tanpa harus mempelajari kewajiban WP lainnya" papar Ardi.

Hal Senada juga disampaikan oleh Direktur Utama PT. Posmetro Cyber Group Jun Manurung. General Manajer Posmetro Prabu ini menjelaskan bahwa wajib pajak tidak perlu harus dipusingkan dengan hal-hal yang jelimet dan membuat bingung wajib pajak. Terlebih dengan penggunaan bahasa-bahasa yang membingungkan.

"Peserta sosialisasi yang hadir kan bukan seluruhnya para Perusahaan kelas menengah keatas yang perolehan pendapatan pertahun mencapai miliaran rupiah. Disini (peserta sosialisasi-red) banyak juga PT berbentuk Badan yang penghasilan pertahunnya bahkan  dibawah Rp.50 Juta per tahun yang tentunya format pengisian data pada formulir neraca keuangan juga berbeda" ujar pria yang biasa disapa Bang Jun itu.

Dikatakan, beberapa peserta sosialisasi banyak yang akhirnya meninggalkan tempat lantaran disuguhkan formulir SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan.

"Mereka banyak meninggalkan tempat termasuk saya. Alasannya, perusahaan kita tergolong masih baru dan rencana baru beroperasi, tau tau langsung disuguhkan formulir isian tentang penghasilan netto fiskal, pph terhutang dan lain-lain yang semakin membuat sebagain peserta sosialisasi makin bingung dan akhirnya meninggalkan tempat" paparnya.

Jun berharap, pihaknya ingin juga disebut warga yang taat pajak tanpa harus menghadapi persoalan-persoalan yang menyita banyak waktu dan pemikiran. Kedepan, hendaknya persoalan pajak bisa lebih dipermudah agar masyarakat lebih nyaman dan mudah berurusan terlebih soal pembayaran pajak.

Pantauan portal ini, sosialisasi pajak dibuka langsung oleh Mustofa SE selaku narasumber dari KPP. Puluhan peserta wajib pajak dari berbagai badan usaha jasa termasuk yayasan pendidikan turut hadir dalam sosialisasi yang digelar KPP Pratama.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu