News Update :

Mantan DPRD Prabumulih Enggan Kembalikan Mobil Dinas

30 Sep 2014

PRABUMULIH, PP - Sejumlah mantan anggota DPRD Kota Prabumulih tampaknya masih banyak yang belum sadar jika masa jabatannya sebagai Anggota Parlemen sudah habis. Buktinya, belasan mobil pelat merah yang pernah digunakan oleh mereka selama menjabat sebagai wakil rakyat enggan untuk dikembalikan. Padahal sekretariat DPRD telah memberikan batas waktu pengembalian sesuai dengan berakhirnya masa jabatan DPRD lama.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Prabumulih Drs Aris Priadi melalui Kabag Umum Perlengkapan Sri Parameswari menyatakan, saat ini baru ada 7 orang mantan anggota DRPD Prabumulih yang mengembalikan kendaraan dinas tersebut. Padahal lanjutnya, jauh-jauh hari, pihaknya sudah berkoordinasi dan menyampaikan ke masing-masing komisi di DPRD terkait pengembalian mobil dinas (mobnas) tersebut, namun hingga kini baru beberapa orang saja yang mengembalikannya.

Padahal lanjutnya, sesuai janji, semua mobnas sudah berada di Sekretariat DPRD untuk diserahkan kembali pada anggota DPRD yang baru. Namun hingga saat ini belum sepenuhnya Mobil milik pemerintah itu dikembalikan ke sekretariat DPRD. Akibatnya Anggota DPRD Baru terpaksa menggunakan mobil milik pribadi untuk masuk kantor. (pp/01)

HPMI Prabumulih Gelar Kontes Ayam Hias Serama Tingkat Nasional


PRABUMULIH – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Kota Prabumulih Nopember nanti, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)Cabang Kota Prabumulih akan menggelar Kontes ayam serama tingkat Nasional di Bumi Seinggok Sepemunyian.
“Kontes ayam serama ini kita gelar dalam rangka menyemarakkan HUT Kota Prabumulih yang ke-13. Dan akan memperebutkan piala Wali Kota,” ungkap Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Deni Victoria SH didampingi Ketua Pelaksana, Arafik.
Rencananya kata Deni, kegiatan tersebut dijadwalkan digelar pada 25-26 Oktober mendatang bertempat di pendopoan rumah dinas Wali Kota Prabumulih. 
“Kita sudah berkoordinasi dengan komunitas ayam serama Sumatera Selatan dan beberapa komunitas ayam serama lainnya, insya allah event ini akan diikuti peserta dari berbagai provinsi di Indonesia,” terangnya seraya mengatakan dalam even ini akan menyediakan tropi dan uang pembinaan yang total hadiahnya mencapai puluhan juta rupiah.

Ditambahkan pria yang belum lama ini mendapatkan Indonesian Best Entreprenuer Award  dari Yayasan Citra Prestasi Anak Bangsa, ada terdapat 12 kategori dalam pengelaran kontes serama tersebut yakni, jantan remaja, jantan muda, dewasa A, dewasa B, jantan tanpa lawi, anakan A, anakan jantan B, anakan betina B, jantan ideal atau eksebisi, betina, laga bintang jantan, dan laga bintang kecil.

"Untuk juri akan kita datangkan empat juri nasional dan dua juri local (Sumatera Selatan) yang insya allah professional untuk melakukan penilaian terhadap panampilan ayam serama tersebut di panggung show nantinya," kata dia.

Nah, bagi peserta yang hendak mendaftar atau ingin mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan yang akan digelar, sambung ketua pelaksana Arafik, bisa menghubungi panitia.

“Informasi kegiatan atau kegiatan kontes bisa menghubungi ke nomor HP 082136422224 atau 081272696688,” tukasnya.

Sekedar diketahui, ayam serama merupakan ayam asal Malaysia. Ukuran ayam serama hanya sekepalan tangan orang dewasa. Bobot jantan dewasa 350 g dan betina, 300 g dengan tinggi sekitar 15 cm, sehingga ayam serama disebut sebagai the smallest bantam chicken alias ayam kate terkecil di dunia.

Ternak ayam serama bisa menjadi usaha  menggiurkan bagi masyarakat. Pasalnya, harga satu ayam serama bisa ratusan ribu bahkan mencapai jutaan rupiah untuk ayam yang berkwalitas. (pp/01)

Soal Angkutan Batubara, Ridho Yahya Menyerah

PRABUMULIH, PP - Entah Kepada siapa lagi masyarakat Kota Prabumulih mengadu atas derita yang dialami terkait angkutan truk Batubara yang kian meresahkan. Bahkan setiap harinya jumlah unit angkutan Batubara bukan malah berkurang dan malah sebaliknya kian bertambah banyak. Akibatnya, fenomen tumpukan angkutan batubara di jalan protokol kota Prabumulih serta kemacetan yang disebabkannya menjadi pemandangan memilukan di Bumi Seinggok Sepemunyian ini.

Tidak terlihat lagi ruang kosong di jalan kota saat ribuan truk batubara melintas. Kepada warga tidak lagi diberikan ruang untuk sekedar mengajak keluarga mengenderai sepeda motor berjalan-jalan di Kota Prabumulih sore harinya menunggu adzan maghrib. Asap kenderaan, debu, kebisingan suara knalpot dan klakson kenderaan hingar bingar ditengah jalan mengusik kedamaian warga akibat kemacetan yang ditimbulkan armada yang disebut warga "uti-uti" ini.

"Entahlah mas. Entah sampai kapan Truk Arang ini merajai jalan Kota Prabumulih. Di kota besar saja derita warga tidak separah di Kota Prabumulih ini. Sekedar bawa keluarga jalan-jalan sore saja menikmati Kota Prabumulih sudah tidak diberi ruang lagi oleh Raja Batubara. Kadang rasanya ingin menangis dan kadang ada kalanya juga timbul penyesalan tinggal di tanah kelahiran ini" ujar Ramli (42) warga Taman Murni Kota Prabumulih saat dibincangi Posmetro Prabu Selasa (30/09/14).

Tidak lupa dirinya hanya bisa berdoa agar para pemangku kebijakan segera sadar dari tidurnya yang lelap untuk menyaksikan permasalahan sosial yang dihadapi oleh warganya. Menurut Ramli, persoalan penolakan angkutan Batubara di Prabumulih sesungguhnya sudah bertahun-tahun berlangsung dan sampai sekarang belum ada solusi yang dicapai oleh pemerintah untuk mengatasinya padahal sangat jelas masyarakat jadi korban dari Kebijakan penerbitan izin pertambangan yang diterbitkan oleh pemerintah, ujarnya.

Ironis memang. Dimana untuk sekedar melakukan pelarangan atau mengalihkan truk bermuatan batubara ini saja Pemerintah Kota Prabumulih tidak memiliki nyali. Padahal, Pemerintah telah membangun dan menyediakan jalan lingkar sepanjang puluhan kilometer dengan anggaran ratusan miliar rupiah yang bersumber dari APBD yang setidaknya bisa dimanfaatkan sebagai jalan alternatif untuk perlintasan hasil tambang asal Kabupaten Lahat itu agar tidak lagi lewat jalan kota.

Menyangkut fenomena yang entah sampai kapan akan berakhir ini, Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM beserta jajarannya yang memiliki deretan gelar diawal nama maupun di belakangnya seperti Ir, Drs, Msi, ST, SH, MM, S.Sos dan masih Banyak lagi ternyata hanya bisa diam dan tak mampu berbuat banyak soal perkara yang satu ini. Walikota seusai acara Rapat koordinasi dengan seluruh unsur Muspida Prabumulih dalam pembahasan masalah angkutan batubara, Selasa (30/9/2014), di ruang rapat Pemkot Prabumulih lantai I kepada wartawan mengaku belum mendapat keputusan yang jelas soal masalah tersebut.

"Intinya kita tak mungkin melegalkan angkutan batubara melintas di Jalan Kota. Gubernur Sumsel jelas melarang angkutan batubara ini melintas di jalan umum/jalan negara. Banyak pihak baik LSM, wartawan serta warga yang melakukan aksi stop angkutan batubara di Prabumulih, namun hasilnya nihil. Kalau sudah begini kita cuma bisa ngadu sama Tuhan," ujarnya seraya berlalu meninggalkan wartawan.

Dengan demikian maka bisa dipastikan pengusaha tambang batubara di sumsel sangat kuat dan tak tertandingi. Buktinya Pemerintah Kota Prabumulih saja angkat tangan dan tunduk dihadapan pengusaha dan tak mampu berbuat apa-apa. Tinggal lagi warga kota prabumulih yang berpikir, mau dijajah oleh truk angkutan batubara selamanya atau merdeka dari polusi, kemacetan, ancaman kecelakaan dan kesemberautan. (pp/01)

Tak Diindahkan, Ridho Minta Larangan Batubara Melintas Dicabut

PRABUMULIH, PP - Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengaku kewalahan menghadapi pengusaha pengusaha batubara, dimana walaupun sudah dikeluarkannya surat larangan melintas. Namun, hingga kini truk truk angkutan batubara tetap saja melintas.

Sejumlah elemen masyarakat pun sudah sekian kali melakukan penyetopan terhadap truk angkutan batubara, tapi tetap saja mereka melintas. Dalam rapat dengan sejumlah Muspida kota Prabumulih, Ridho mengatakan hingga kini pihaknya belum memiliki solusi terkait batubara tersebut.

"Sudah bertahun tahun dihadapi, dishub, polres, bahkan wartawan dan LSM masyarakat pun sudah berbuat. Tapi sepertinya ya masih seperti itulah. Pak gubernur pun pernah berjanji, ya janji tinggal janji. Tp sampe saat ini belum ada titik cerah, secara seksama," ungkapnya.

Ridho menegaskan, jika memang angkutan batubara tersebut tidak bisa distop, legalkan saja dan cabut saja larangan melintas bagi armada batubara yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel. Pasalnya, larangan itu tidak membuat armada batubara takut melainkan makin merajalela.

"Kalau memang orang diatas itu serius untuk menghentikan batubara melintas itu sangat mudah. Tidak sulit bagi mereka, tinggal cabut saja izin tambangnya, kan selesai. Karena kalau seperti ini, kita yang dimarahi rakyat. Padahal kita sendiri tidak bisa berbuat, karena ini keputusan gubernur," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIK mengatakan jika penyetopan dan pelarangan angkutan batubara tidak memberikan jaminan angkutan batubara tersebut tidak melintas lagi.

"Batubara ini tidak ada henti hentinya, walaupun ada yang menyetop, pemerintah mencegat juga. Kalau tidak ada solusinya. Kalau memang serius dan berani, stop langsung pertambangan batubara di Lahat dan muara enim. Karena kalau disana di stop. Tidak mungkin mereka melintas Di Prabumulih," ungkapnya.

Untuk itu Denny menegaskan Pemerintah Provinsi harus cepat mencarikan solusi. Karena menurutnya selama ini rakyat dan pemerintah daerahlah yang merasakan akibatnya.

"Iya mereka yang diatas enak enakan, sedangkan kita yang dibawah sampe gontok gontokkan. Masa saya mau jadi polisi batubara, tiap hari harus mengawasi truk batubara. Pemerintah Provinsi harus mencari solusi yang tepat," tegasnya.

Denny juga menuturkan kalau aturan batubara itu tidak bisa dihentikan, kalau memang dilegalkan ya dilegalkan saja. Sebab menurut Denni, kita yang dibawah ini kasihan karena masyarakatnya jadi korban.

"Kalau kita dari segi hukum bila ada melanggar kita tindak. Tapi kalau semuanya ditindak mau diletakan dimana armada batubara, tempatnya tidak ada. Mestinya yang diatas itu berpikir, kalau memang mau dilegalkan yang legalkan saja," pungkasnya.


Diduga Puntung rokok, Warung Makan Uda Nyaris Ludes Terbakar

SUDIRMAN, PP - Sejumlah warga jalan jendral sudirman tepatnya didepan Hotel Central City mendadak heboh. Pasalnya, Warung Makan Uda, yang diketahui milik Ganjar Hermansyah, warga jalan bukit lebar kampung kelekar 7 kelurahan muara dua kecamatan Prabumulih Timur, nyaris ludes terbakar.

Kebakaran tersebut, terjadi sekitar pukul 20.00 wib, sore tadi, (30/9). Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun, kuat dugaan api berasal dari puntung rokok yang dibuang salah satu pengendara bermotor yang melintas didepan warung makan tersebut.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, awal mula kebakaran tersebut diketahui oleh petugas indomaret yang berada disebrang warung atau tepatnya disamping hotel Central City yang saat itu sedang berjaga diluar. Melihat api yang berkobar disamping kiri warung, petugas itu lalu dengan sigap mematikan api tersebut menggunakan APAR (racun api) yang ada diindomaret. Sekitar 10 menit kemudian api pun berhasil dijinakkan. 

Selang beberapa menit kemudian, 3 unit mobil pemadam kebakaran dari pemkot dan pertamina datang dan melakukan penyiraman guna memastikan tidak ada titik api diwarung dengan cir khas masakan padang itu.

"Awalnyo waktu aku lewat disini, ado wong naek motor nguntalke puntung rokok kearah warung uda. Dak taunyo api itu besak, bakar samping warung. Terus wong dari indomaret itu datang, laju api itu disemprot pake racun api," ungkap Rahmad, salah satu warga sekitar.

Hal ini juga diperkuat oleh, Firman Haikal, yang tak lain anak dari pemilik warung tersebut. Firman menuturkan jika didalam warung itu tidak terdapat benda yang mudah terbakar, karena semua masakkan yang dijual diwarungnya dimasak dari rumah.

"Diwarung kami katek kompor kak, apolagi listrik. Jadi dak mungkin kalo api itu akibat korsleting listrik atau oleh kompor," tuturnya.

Kebakaran tersebut juga menjadi perhatian sejumlah pengendara yang lalu lalang dijalan tersebut. Akibat kejadian tersebut juga, pemilik warung mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.


Begini Rasanya Memiliki iPhone 6 Plus


 
JAKARTA, PP - Melalui dua model iPhone baru, Apple akhirnya "menyerah" pada kemauan pengguna yang menghendaki smartphone dengan layar lebar. Baik iPhone 6 maupun iPhone 6 Plus mengusung bentang layar yang lebih lebar dari model-model terdahulu.


Dari keduanya, iPhone 6 Plus merupakan model dengan ukuran fisik paling besar. Bentang layarnya mencapai 5,5 inci sehingga lebih mirip phablet yang dipelopori seri Galaxy Note dari Samsung ketimbang iPhone tradisional.

Belum diketahui kapan iPhone 6 Plus akan mendarat di Indonesia, namun Kompas.com berkesempatan menjajal satu unit dari salah satu negara yang menjadi lokasi rilis perdana ponsel tersebut.

Nah, seperti apa layar besar iPhone 6 Plus dan bagaimana perbandingannya dengan iPhone model lama? Simak rangkaian foto berikut ini.


Ini Cara Baru Menekan Angka Penebangan Liar Hutan Menggunakan Android


POSMETROPRABU.COM - Sebuah perusahaan rintisan (startup) asal California menemukan cara baru dalam mendeteksi penebangan pohon liar di hutan. Caranya, mereka menggunakan smartphone Android bekas.

Smartphone menjadi komputer mini canggih yang jika dimodifikasi, bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan rintisan, Rainforest Connection.

Melaui situs urun dana Kickstarter, startup yang sukses membuat konservasi satwa monyet gibbon di Kalimantan tersebut kini menggalang dana untuk membuat teknologi yang bisa mendeteksi pembalakan liar di seluruh dunia.

Dilansir dari situs MaRS (18/9/2014), Rainforest Coonection memodifikasi smartphone Android bekas menjadi "polisi kehutanan" alias peranti dengar elektronik yang bisa mengirim SMS melalui jaringan GSM manakala terjadi pembalakan hutan secara liar.

Caranya, perangkat Android bekas dipasang mikrofon yang memiliki sensitivitas tinggi yang bisa menangkap suara sekeliling, seperti suara gergaji mesin.

Bila menangkap suara bising, smartphone kemudian akan mengirimkan pesan peringatan berupa SMS dalam jaringan GSM kepada pihak yang berwenang.

Diharapkan, dengan mendapatkan notifikasi lebih cepat, pihak berwenang bisa mencegah perusakan hutan yang lebih luas lagi.

Perangkat Android tersebut juga telah dimodifikasi agar bisa beroperasi tanpa menggunakan baterai, alih-alih menggunakan tenaga surya.
Saat ini, di situs Kicstarter, startup Rainforest Connection telah mengumpulkan dana sebesar 167.299 dollar AS, melebihi target yang ditetapkan sebelumnya sebesar 100.000 dollar AS

Setelah Dihantam Kayu, Sella Dwi Diperkosa Dalam Tak Sadarkan Diri

PRABUMULIH, PP - Setelah melakukan penyelidikan yang cukup panjang. akhirnya, polres prabumulih berhasil menangkap Dani Edwar (21), yang tak lain pelaku pembunuhan Dwi Sella (16), siswa SMK Negeri 1 Prabumulih, 10 hari yang lalu.

Dari pengakuan Dani, terjadinya pembunuhan tersebut dikarnakan motif asmara. Dani mengaku kesal lantaran korban tidak mau melayani nafsu bejadnya, sehingga terjadi, lalu terjadilah aksi pembunuhan tersebut.

"Awalnyo aku nganter dio kesekolah, dijalan aku rayu dio untuk berhubungan. Dio sempat galak. Pas nak berhubungan, dio nolak pak," ungkapnya.

Mendengar tolakkan dari korban, Dani pun naik pitam lantaran tak bisa menguasai hasratnya yang sudah kesetanan. Lalu ia mengambil balok kayu disekitar kebun tersebut dan memukul korban tepat dibagian belakang kepalanya hingga tak sadarkan diri, dalam kondisi korban bersimbah darah dan diduga sudah tak bernyawa lagi. Dani lalu menyalurkan syahwatnya sebanyak satu kali kepada korban yang telah terbujur kaku.

"Oleh kesal, aku pukul dio pake kayu yang ado disano, dikepalak bagian belakang. pas dio la tekapar, baru aku setubuhi. Sudah itu oleh masih benafas, abis aku setubuhi, kupukul lagi pake kayu sampe dio mati," aku Dani.

Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIK, dalam konferensi pers, mengatakan atas perbuatan tersangka tersebut, pelaku dikenakan pasal 338 KUHP. "Jadi pelaku kita kenakan pasal 338, pelaku terancam hukuman minimal 10 tahun penjara," ungkapnya.

Pelaku Pembunuh Pelajar SMKN 1 Berhasil Diamankan polisi

PRABUMULIH, PP - Genap 10 hari pasca penemuan mayat, Sella Dwi (16), siswi SMK Negeri 1 Prabumulih yang telah membusuk didekat kebun karet di desa Simpang Pinang Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih. Akhirnya, Polres Prabumulih berhasil mengamankan pelaku pembunuhan pelajar yang duduk dikelas X Akuntansi di SMK tersebut.

Pelaku diketahui bernama,   Dani Edwar (21), yang merupakan tetangga korban sendiri. Pelaku berhasil diciduk oleh petugas satreskrim Polres Prabumulih sekitar pukul 16.30 wib, saat melintas dijalan jendral sudirman menaiki truk batubara menuju Palembang.

Sebelumnya, Dwi Sella, dilaporkan hilang selama dua minggu oleh kedua orang tuanya, pelajar ini akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa lagi disebuah kebun karet milik seorang petani di desa Simpang Pinang Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih.

Mayat gadis yang masih berstatus sebagai pelajar di SMK Negeri 1 Kota Prabumulih ini ditemukan hari sabtu (20/09) sekitar pukul 10.00 wib, disemak semak dekat kebun karet, oleh salah satu petani, dengan kondisi tubuh sudah membusuk. Dimana korban juga masih mengenakan seragam sekolah.

Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIK melalui kasat reskrim. AKP Khalid Zulkarnaen  SIK saat dikonfirmasi membenarkan penemuan mayat
tersebut.

"Memang benar. Kita masih melakukan penyelidikan, terkait penyebab kematian korban," ungkapnya

Penggarap Lahan di Muara Belida Tewas Dikeroyok Preman

29 Sep 2014


GELUMBANG, PP - Umar Gani[ 57] Warga Desa Harapan Mulia ,Kecamatan Muara Belida ,Kabupaten Muara Enim ,menjadi korban dari keganasan sekelompok preman , ia tewas dikeroyok sekelompok preman di salah satu kebun sawit miliknya dengan luka-luka tusuk yang cukup serius ,korban yang sempat mendapat pertolongan  dari beberapa warga tersebut karena banyak mengeluarkan darah dari tubuhnya ini, akhirnya  nyawanya tidak dapat tertolong.
 .
Menurut keterangan dari beberapa saksi  maupun keluarga Korban, sebelum Umar tewas memang selama  ini selalu mendapatkan teror, maupun ancaman dari orang yang mengaku mempunyai lahan yang di garap oleh Umar yang sekarang almarhum ini, tapi dengan almarhum, ancaman tersebut  tidak dihiraukan , karena ia merasa selama ini dalam kepemilikan tanah /lahan yang digarapnya sudah ada bukti Surat Keterangan Tanah [SKT] dari pemerintah setempat, namun para kelompok ini yang disebut-sebut suruhan dari oknum perusahaan ini  tetap selalu menerornya , bahkan pernah suruh mengkonsongkan lahan yang selama ini dikelolanya. 

Ironisnya lagi, dalam aksi pengroyokan kepada korban Umar Gani[58] yang tercatat sebagai warga Desa Harapan Mulia ,Kecamata Muara Belida  dan ia juga selama ini aktip dalam kelompok pertanian  di Desa ini,  menurut  keterangan kerabat korban diduga ada oknum anggota kepolisian setempat berinisial [B], terlibat dalam pengroyokan korban.’’ucap keluarga korban dan kerabat.

Kasus pembunuhan terhadap warga Desa Harapan Mulia , kecamatan Muara Belida yakni Umar Gani [58] dengan luka tusuk dari sejumlah kelompok tersebut terjadi di sebuah lahan kebun sawit miliknya ini  pada pukul 11.00 Wib, almarhum meninggalkan satu istri dan delapan anaknya, mayat korban akan segera dimakamkan di Desa tersebut ,  Unycil [20] salah satu anak dewasa ini, merasa terpukul atas kejadian ini, salah satu tulang punggung keluarganya telah meninggalkan ia dan keluarga  selama-lamanya , ia meminta  aparat  segera mengungkap dan menangkap pembunuhan orang tuanya ini,’’ sedihnya.

Kapolres Muara Enim AKBP M.Aris, Sik melalui Kapolsek Gelumbang AKP Mulyono SH ketika dikonfirmasi Awak Media membenarkan peristiwa kematian Umar Gani[58] Warga Desa Harapan Mulia, Kecamatan Muara Belida, ia tewas dengan luka beberapa tusukan disebuah kebun sawit pada siang hari[13/9] ,korban  sempat mendapatkan pertolongan ,namun karena banyak  mengeluarkan darah nyawanya tidak dapat tertolong.

Kepolisian dalam hal ini telah melakukan olah TKP , dan tengah melakukan penyelidikan  dalam kasus  tersebut,  namun ketika disinggung apakah benar diduga ada  oknum kepolisian yang terlibat dalam kasus tersebut, Kapolres Mengatakan akan segera melakukan penyidikan dan meminta keterangan dari beberapa saksi dalam kasus tersebut.

Terkait kasus pembunuhan Umar Gani [58] warga Desa Harapan Mulia, yang disebut-sebut telah dikeroyok sejumlah kelompok preman , dengan motif dugaan soal kepemilikan tanah/lahan tersebut,  Camat Kecamatan Muara Belida Budi, ketika dikonfirmasi SK Cakrawala menjelaskan, pihaknya dalam hal ini  sebelumya telah sering dirapatkan, dan memanggil kedua belah pihak terkait lahan yang sekarang dianggap bersengketa,luas lahan yang diklaim tersebut seluas 50 hektar, adapun keduanya yang bersengketa saat itu yakni, warga Desa Harapan Mulia dan Patra, dan keduanya pada saat itu saling mengklaim  mempunyai lahan tersebut, dalam kejadian ini  pihaknya  bersama Kapolsek dan para Kepala desa, akan  membahas lagi, serta berkumpul mnyelesaikannya,’’ujarnya.

Gagal Menyasar Konsumen umum, BlackBerry fokus ke Kalangan Korporat


LONDON, PP - Model-model perangkat BlackBerry10 selama ini boleh dibilang kurang berhasil mendongkrak popularitas BlackBerry, pabrikan asal Kanada yang sedang terpuruk menghadapi gempuran dari Apple (iOS) dan Android di ranah smartphone.

Gagal menyasar konsumen umum, BlackBerry kini hendak mengalihkan fokus ke kalangan korporat yang menjadi pemakai tradisionalnya. 

"Mereka (kalangan profesional) adalah asal muasal kami. Bisa dibilang BlackBerry akan kembali ke akarnya," ujar COO BlackBerry Marty Beard ketika berbincang dengan Kompas Tekno usai acara peluncuran BlackBerry Passport di London, Inggris, minggu lalu.

Sikap baru BlackBerry tersebut tercermin dari produk smartphone teranyarnya, Passport, yang menurut Beard ditujukan untuk kalangan "profesional mobile". Layar lebar ponsel ini sengaja dirancang agar penggunanya mudah membaca dokumen, seperti spreadsheet dan e-mail.

Demikian pula dengan keyboard QWERTY dan teknologi lain milik Passport, seperti BlackBerry Assistant pada OS 10.3, semuanya dioptimalkan untuk bekerja. 

Passport menduduki posisi teratas hierarki perangkat BlackBerry 10, sementara di segmen low-end ada BlackBerry Z3  "Jakarta" yang baru-baru ini meluncur di Indonesia. BlackBerry Z3 pun, menurut Beard, sebenarnya menyasar kalangan profesional muda seperti mereka yang baru memasuki angkatan kerja. 

"Jadi, jangan dikira BlackBerry Z3 sekedar produk konsumen low end. Harapannya nanti para pengguna Z3 yang juga profesional akan berlanjut membeli ponsel BlackBerry, seperti Passport, jika sudah terjangkau kantong," imbuhnya.

Pergeseran fokus ke arah pengguna korporat juga terjadi di ranah software. Mulai update OS 10.3, pengguna BlackBerry kini memiliki dua pilihan toko aplikasi standar, yakni BlackBerry App World yang menyediakan aplikasi BlackBerry native dan Amazon Appstore di mana terdapat aneka aplikasi Android dalam bentuk file APK.

Dua toko aplikasi ini memiliki peranan berbeda dalam mengakomodir kebutuhan konsumen. Vice President Global Product Management BlackBerry Francois Mahieu menjelaskan bahwa toko aplikasi BlackBerry AppWorld bakal diarahkan agar lebih banyak memuat aplikasi produktivitas.

"Aplikasi seperti game akan tetap ada (di BlackBerry AppWorld) tapi tidak menjadi fokus utama. Untuk aplikasi-aplikasi semacam itu kami akan mendorong pengguna ke Amazon Appstore," kata Mahieu.














sumber : kompas.com
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung