News Update :
Sempat Setop, Truk Batubara Kini Jalan Lagi. Apa Pasal?
PRABUMULIH, PP - Belakangan ini warga Kota Prabumulih seolah dibuat bingung dengan aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Aktivis Gabungan LSM yang beberapa waktu lalu sempat dipuji-puji oleh warga karena aksinya berhasil menghentikan truk angkutan Batubara melintas dari Kota Prabumulih.

Menakar Nyali DPRD Baru Prabumulih Tolak Angkutan Batubara

20 Agt 2014

PRABUMULIH, PP - Jika nyali anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Prabumulih yang sebelumnya sudah terbukti "Ompong" dan tidak mampu menolak angkutan batubara melintas dari kota Prabumulih, kini warga hanya bisa berharap kepada anggota DPRD yang baru.

Keresahan ratusan ribu warga kota bumi seinggok sepemunyian saat ini mungkin sudah sampai pada ubun-ubun oleh ulah pemilik tambang batubara serta angkutannya yang selalu menyusahkan masyarakat banyak. Terlebih aksi-aksi spekulan warga yang kerap melakukan penyetopan berujung pada kegagalan tanpa alasan yang jelas. 

Intinya, masyarakat tak ingin Kota ini jadi korban tambang batubara. Orang lain yang menikmati hasilnya, masyarakat Prabumulih dapat kotorannya. Bos batubara tidur di hotel berbintang, sesama warga Prabumulih saling menuduh dan saling curiga dan nyaris bentrok karna kepentingan sesaat. Aneh Bukan..? 

Sebegitu hebatnyakah pemilik tambang hingga sesama kita nyaris bentrok karna angkutannya? Demikian informasi yang berkembang manakala aksi penghadangan truk batubara yang dilakukan oleh kelompok masyarakat kandas ditengah jalan. Angkutan batubara pun melenggang dan siap menelan korban kapan saja dan dimana saja.

Parahnya lagi ketika kecelakaan terjadi yang berujung pada kematian, bagi korban yang meninggal hanya diberikan santunan kematian dan sudah ditargetkan angkanya. Artinya, pihak perusahaan tambang sudah menyiapkan dana tersebut jika terjadi kematian akibat kecelakaan yang disebabkan oleh angkutannya. Yang jadi pertanyaan siapkah kita celaka oleh karna angkutan batubara?

Jawabnya mari menanti aksi nyata Wakil Rakyat yang baru. Kami warga kota prabumulih, selain kepada Tuhan Yang Maha Esa, kami serahkan tanggungjawab ini ke pundakmu demi kesejahteraan masyarakat. Selamat bertugas dan semoga Allah SWT senantiasa menyertaimu dan kita semua. (red)

Begini Cara Pemkab Pali Mengisi Air di Kamar Mandi

PALI, PP - Minimnya fasilitas penunjang di kantor Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuat pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga kerja sukarela (TKS) harus bekerja ekstra keras.

Untuk buang air saja, mereka harus pergi ke semak-semak di belakang kantor Pemkab PALI karena toilet di kantor bupati itu tidak ada airnya.

Pantauan Rakyat Merdeka Online Sumsel, tadi pagi (18/8) hampir seluruh kondisi toilet di Kantor Bupati tersebut sangat jorok,  bau,  gelap serta tanpa air. Yang ingin buang air kecil pun susah untuk membasuh. Sehingga ada yang terpaksa buang hajat di semak/hutan sekitar kantor. Itu terpaksa dilakukan daripada menghirup bau tak sedap di toilet yang ada.

Seperti halnya yang dilakukan Erwin, pendatang yang tinggal di Talang Ubi, saat berkunjung ke kantor tersebut tadi pagi. Susah payah dirinya mencari toilet kosong yang ada airnya, tapi tak satupun bersih dan ada airnya. Meski ada, tapi toilet-nya dikunci.  Nah, lantaran kebelet, terpaksa dirinya pipis di pinggiran semak.

"Toiletnya tak ada air. Mana bau pula. Bahkan masih ada yang menyisakan kotoran. Lah, mending saya pipis di pinggiran semak. Untuk membasuh, pakai daun kan bisa," ucapnya ringan.

Sementara itu, sadar akan ketiadaan air, tampak beberapa TKS Setda PALI mengambil  air di sebuah tempat penampungan air di sekitar areal kantor itu. TKS pria maupun wanita bahu membahu mengambil air, baik dengan ember ataupun dengan kotak sampah yang dikosongkan.

Salah satu staf di Bagian Perlengkapan Setda PALI, Denil, menuturkan, ketiadaan air di kantor Bupati ini dikarenakan mesin penyedot dari tempat penampungan air mengalami kerusakan.

"Kalau air dari PDAM tetap mengalir ke tempat penampungan, tapi mesin penyedot dari penampungan itu yang rusak.  Sebetulnya, kalau ada yang jual kita akan beli, tapi disini tidak ada. Mau beli di Jakarta, tapi harus inden dulu," tutur dia.

Saat ini kata dia, mesin tersebut dalam tahap perbaikan.

"Mungkin dalam sehari atau dua hari ini selesai, sekarang dalam tahap perbaikan," ujarnya seraya mengungkapkan hal seperti ini sudah dua kali terjadi. (rmol)

Tak Sesuai Bestek, Proyek Rumah Ibadah Tugu Kecil Diminta Bongkar Ulang

19 Agt 2014

PRABUMULIH, PP - Proyek pembangunan rumah Ibadah di RT 01 RW 01 Kelurahan Tugu Kecil Prabumulih Timur Kota Prabumulih terpaksa harus dibongkar dalam beberapa bagian lantaran menurut warga sekitar proyek tersebut tidak sesuai perencanaan awal. 

Dari keterangan yang didapat dari warga sekitar menyebutkan bahwa beberapa bagian yang terpenting dalam suatu bangunan berupa alat kontruksi bangunan digunakan diduga tidak sesuai bestek, informasi bangunan yang bakal diperuntukkan sebagai rumah Ibadah itu mrnggunakan kontruksi besi 8 pada pondasinya. Padahal semestinya pada bagian tersebut kontraktor harus menggunakan besi 12.

Hal ini, selain kontur tanah yang masih labil, daerah lokasi pemabngunan rumah ibadah tersebut juga kerap tergenang air banjir. Ditakutkan, jika pihak kontraktor tetap ngotot menggunakan besi ukuran yang tidak seimbang resikonya akan semakin tinggi dan bangunan dipastikan tidak akan bertahan lama.

"Maka sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kita memaksa kontraktor untuk mengganti ulang alat kontruksi bangunan berupa besi tersebut dengan secepatnya bila perlu itu bangunan dibongkar ulang" ujar ketua Mushalla Royhan ketika dikonfirmasi posmetroprabu.com Selasa (19/08/14).

Salah seorang warga lainnya yang juga salah satu pengurus Rumah Ibadah tersebut kepada portal ini juga menyayangkan sikap rekanan kontraktor yang tidak mau menunjukkan spesifikasi proyek terhadap warga. Dengan demikian lanjutnya seolah ada yang ditutup-tutupi pada proyek tersebut alias tidak transparan. Padahal lanjutnya, meminta keterangn dari Kontraktor seputar proyek yang diperuntukkan bagi khalayak umum itu adalah hak warga agar pengawasan kegiatan pembangunan berjalan sebagaimana yang diharapkan.

"Kita ini kan Profesinya tukang, jadi tahu benar mana bagian pada bangunan itu yang bermasalah dengan yang tidak. Ditanya spesifikasi proyek kok kontraktor menjawab tidak tidak ada. Ini kan tidak benar dan perlu dicurigai" ujarnya.

Dikatakan, bangunan tersebut berupa fasilitas umum yang jangka penggunaannya sangat panjang. Dengan demikian perlu adanya jaminan kualitas pada bangunan karna seiring perkembangannya kelak bangunan tersebut bisa saja mendapat renovasi tanpa harus mengganti pondasi utama. Jadi awalnya harus bagus maka hasil akhirnya pun bisa memuaskan. Jika tidak maka kita bersama warga sekitar akan tetap mengawal proyek ini sampai tuntas, ujarnya.

Proyek yang bersumber dari dana APBD Kota Prabumulih 2014 dengan nilai Rp. 1.553.975.000 itu pada plang tercatat nama rekanan kontraktor Prabu Energi sebagai pelaksana kegiatan. Total anggaran tersebut diatas dipecah tiga bagian dalam satu paket kegiatan yakni pembangunan Masjid Kelurahan Payu Putat, Pembangunan Mushalla Kelurahan Pasar 2 dan Pembangunan Mushalla Kelurahan Tugu Kecil ini.

Menyoal kekeliruan penggunaan alat kontruksi bangunan seperti besi tersebut ketika dikonfirmasi kepada rekanan kontraktor pelaksana Prabu Energi Ricky melalui telepon selulernya terdengar nada tidak aktif. Demikian juga nomor telepon lain miliknya juga tidak aktif. Hal yang sama juga ditemukan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Prabumulih. Sumber yang seharusnya bisa dikonfirmasi Seperti PPTK Kegiatan Proyek di Dinas PU ini saat ditemui dikantornya tidak berada ditempat.

Salah seorang staf di perkantoran Dinas Walikota Prabumulih lantai empat itu mengungkapkan bahwa PPTK Kegiatan Sarkowi ST sedang tidak berada ditempat. 

Atlet Catur Prabumulih Meradang, Bonus 5 Juta Tak Kunjung Cair

PRABUMULIH, PP - Hati siapa yang tidak kecewa jika dijanjikan sesuatu apabila berhasil meraih Juara ternyata hanyalah mimpi. Mungin ada baiknya tidak perlu berjanji karna kami adalah atlet yang pantang mundur dari sebuah pertandingan. Kalah menang itu soal biasa, namun dibalik sebuah pertandingan tahukah kamu bahwa kami atlet membawa nama siapa. Seandainya hanya sekedar nama pribadi, kalah itu bagiku soal biasa. Tapi ini bukan perkara pribadi karna kami atlet juga mempertaruhkan nama Daerah sehingga menang adalah harga mati yang harus kami perjuangkan.

Bait diatas mungkin tepat ditujukan kepada atlet Catur kita di Prabumulih yang telah berhasil meraih prestasi dan membuat harum nama daerah pada kejuaraan daerah (Kejurda) Catur Sumatera Selatan belum lama ini. Atlet Xena Loren asal Kota Prabumulih berhasil meraih medali perak setelah berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dari Kabupaten/Kota lainnya di AKADEMI CATUR SUMATRA - SELATAN jl.Seduduk putih Palembang 10 Agustus 2014.

Sebenarnya Atlet berusia Belia asli wong Prabumulih itu dalam pertandingan Final mendapatkan poin imbang atau Draw saat mengahadapi lawannya Friska Viola asal Kota Palembang. Namun lantaran ada beberapa pelanggaran akhirnya Juri menetapkan Friska Viola menjadi Juara pertama dan Xena Loren berada pada juara ke dua.

Kecewa mungkin itu yang dialaminya kini. Janji bonus yang didengungkan Pengurus Koni Kota Prabumulih kepada atletnya saat tampil di Kejurda Sumsel lalu, dijawab dengan keberhasilan pecatur Bumi Seinggok Sepemunyian dengan raihan prestasi. Bahkan janji bonus juga sempat disuarakan sebelum para atlet diberangkatkan ke Palembang untuk bertanding. 

Namun mirisnya, janji tersebut hanya sekadar janji, karena realisasinya hingga saat ini belum ada. Karena janji tersebut belum ditepati, para atlet catur yang berhasil meraih prestasi dan membawa harum nama daerah seperti Xena Loren pun meradang dan mempertanyakan bonus tersebut.

“Kecewa itu pasti. Janji akan ada bonus 5 Juta untuk Juara I, 4 Juta untuk Juara II dan 3 Juta untuk juara III hingga kini masih belum direalisasikan. sebagai seoarang atlet kita berharap, persoalan janji bonus kalu bisa agara segera direalisasikan sehingga lebih memacu semangat para atlet kedepannya,” ujar Xena. (pp/01)

Digerebek Polisi, Bandar Judi Dadu Guncang Gunung Kemalo Lari Kocar-Kacir

PRABUMULIH, PP - Aksi tindak pidana perjudian dadu guncang yang meresahkan warga sekitar Desa Gunung Kemalo akhirnya berhasil digerebek jajaran Sat Reskrim Polres Prabumulih Senin kemarin (18/08/14) sekitar pukul 22.00 wib. Kedatangan aparat kepolisian ini pun sontak membuat pengunjung serta bandar judi Dadu Guncang Terkejut.

Mengetahui lapak perjudian miliknya didatangi Polisi, Bandar serta beberapa pemain yang sedang asik menunggu nomor pasangan dadu keluar langsung berhamburan dan berusaha melarikan diri ke tengah hutan. Polisi yang tidak ingin buruannya kabur malam itu berusaha mengejar pelaku serta bandar yang melarikan diri ke arah kebun karet ditengah gelapnya malam.

Beruntung meski tidak keseluruhan berhasil diringkus malam itu, Aparat berhasil mengamankan tiga orang pelaku termasuk bandar dan pemain. Ketiganya yakni Edisam suharman, (52) warga Gunung kemalo, Surianto (41) warga Jl Sudirman pati galung dan Zulkarnain (38) Warga Gunung kemalo kini sedang diproses di Mapolres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP. Denny Yono Putro SIK melalui Kasar Reskrim AKP Khalid Zulkarnain yang dikonfirmasi posmetroprabu.com membenarkan informasi penangkapan tersebut. Dikatakan, bahwa jajarannya telah berhasil mengamankan tiga orang tersangka pemain dan bandar Judi Dadu Guncang di daerah Gunung Kemalo Senin (18/08) kemarin.

Menurut Zulkarnain, ketiga tersangka kini sedang dalam proses pengembangan penyidikan di Satuan Reserse dan Kriminal Polres Prabumulih. Sementara itu lanjut Kasat, barang bukti yang berhasil diamankan berupa Rp. 363 ribu uang tunai, seperangkat alat permainan Dadu Guncang, dan Lapak Pemasangan berupa Karpet.

Ketiga tersangka akan diancam dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama-lamanya 10 tahun atau denda sebanyak-banyaknya 25 juta rupiah, tegasnya. (pp/01)


PT Pertamina Asset 2 Berikan Beasiswa Non Ikatan Dinas Kepada 10 Orang Pelajar

Prabumulih – PT Pertamina EP Asset 2 turut mendukung perkembangan generasi muda di sekitar wilayah operasi perusahaan dengan memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik di wilayah kerjanya untuk menempuh pendidikan di Poltek AKAMIGAS Palembang melalui pemberian beasiswa non ikatandinas. 

Demikian disampaikan Asset 2 Government & Public Relation Asst. Man. M. Echman. Dikatakan, Sebanyak 10 orang direncanakanakan menerima beasiswa setelah melalui serangkaian tes. “Beasiswa diberikan dalam bentuk pembayaran uang kuliah, uang asrama dan pemberian uang saku” ujar Echman.

Echman juga menjelaskan, bahwa dalam program beasiswa kali ini meliputi semua wilayah kerja Asset 2 yang meliputi 4 lapangan. 

“Koordinasi juga dilakukan melalui Kepala-Kepala Desa untuk menjamin bahwa para pelajar tersebut benar-benar merupakan penduduk yang berasal dari wilayah operasional perusahaan” ujarEchman.

Proses seleksi dilaksanakan secara bebas dan mandiri oleh Poltek Akamigas Palembang. Tercatat 97 pelajar memasukkan berkas lamaran dan sebanyak 68 orang dinyatakan lulus administrasi yang meliputi nilai matematika minimal 7 dan tahun kelulusannya.

Pada tes tahap pertama yang meliputi kemampuan akademik dan psikotes, dari 65 orang yang hadir, sebanyak 30 orang dinyatakan lulus dan berhak untuk mengikuti tes selanjutnya.

“Tes yang dilakukan secara ketat sangat diperlukan, karena kami berharap para pelajar yang nantinya memperoleh beasiswa sebanyak 10 orang diharapkan mampu lulus kuliah karena beasiswa ini penuh selama 3 tahun” jelas Echman.

Sementara itu Asset 2 Legal & Relation Muhammad Baron mengatakan bahwa program beasiswa non ikatan dinas ini memang baru pertama kali dilakukan. “Beasiswa ini cukup panjang karena berjalan selama 3 tahun.

Oleh karena itu kesungguhan para pelajar untuk mengikutinya serta mitra perguruan tinggi yang dipilih merupakan bahan evaluasi kami dimasa depan untuk melanjutkan atau memperbaiki program ini dimasa depan” jelas Baron.

Baron juga mengharapkan agar putra-putri terbaik nanti yang lolos mendapatkan beasiswa mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik serta menjaga nama baik perusahaan, daerah terutama diri mereka sendiri. 

“Tidaksemua orang mendapatkan kesempatan tersebut, oleh karena itu harus dimanfaatkan kesempatan yang didapat dengan sebaik-baiknya” harap Baron.

Video Budak SMK Bugil Beredar di Kalangan Warga

18 Agt 2014

BANJAR, PP - Warga Kota Banjar, Jawa Barat, dihebohkan dengan beredarnya video bugil seorang siswi berparas cantik berinisial RG (16). Pelaku diketahui tercatat sebagai salah satu pelajar di sebuah SMKN di wilayah tersebut.

Sesuai informasi yang dihimpun, video yang direkam di ruangan kamar mandi tersebut memperlihatkan seluruh bagian tubuh tanpa sehelai kain. Video yang beredar di kalangan masyarakat itu terdiri dari dua file dengan durasi 36 detik dan satu menit.

Dalam rekaman video pertama, pelaku yang berkulit putih dengan perawakan langsing melakukan adegan masturbasi. Sedangkan video kedua, pelaku dengan rambut terurai sebahu menunjukkan adegan nakalnya ke depan kamera. Diduga seluruh adegan tersebut direkam sendiri oleh pelaku menggunakan ponsel miliknya.

"Ini direkam sendiri pakai ponsel kayaknya soalnya tangan satunya lagi yang merekam," kata Endang (45), salah seorang warga Banjar yang memiliki kedua video siswi bugil itu, Senin (18/8/2014).
Menurut Endang, kedua video bugil ini beredar sudah hampir sepekan lalu di Kota Banjar. Cepat beredarnya video ini menggunakan ponsel ke ponsel warga.

Awalnya video dengan pelaku yang sama ini hanya beredar satu file. Namun, beberapa hari terakhir diikuti beredarnya video dengan pelaku sama.
"Awalnya beredar satu video, terus ada lagi satu. Pelaku dan lokasinya sama cewek cantik itu," tambah Endang.

Salah seorang kepala sekolah SMKN Banjar mengakui bahwa pelaku adegan dalam kedua video itu adalah salah seorang pelajarnya. Namun, hampir sebulan lalu siswi itu mengundurkan diri dari sekolah itu.

"Jadi sebelum beredar, dia sudah keluar sekolah atas keinginan sendiri atau mengundurkan diri. Lah, pelaku dalam video adalah siswi di sini," kata kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya.

Sampai saat ini, kasus peredaran video bugil siswi cantik di Kota Banjar tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Banjar. Kepolisian masih berupaya mengumpulkan bukti dan menyelidiki pelaku dan penyebar video bugil tersebut.










sumber : Tribunnews

Sempat Setop, Truk Batubara Kini Jalan Lagi. Apa Pasal?

PRABUMULIH, PP - Belakangan ini warga Kota Prabumulih seolah dibuat bingung dengan aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Aktivis Gabungan LSM yang beberapa waktu lalu sempat dipuji-puji oleh warga karena aksinya berhasil menghentikan truk angkutan Batubara melintas dari Kota Prabumulih.

Jalan protokol sempat bersih dari kebisingan dan debu yang disebabkan oleh laju kenderaan truk Batubara. Ribuan warga Prabumulih maupun pengguna jalan merasa nyaman sejenak lantaran truk bermuatan arang itu tidak satupun yang kelihatan melintasi jalanan Jendral Sudirman Prabumulih menuju Kota Palembang.

Namun sangat disayangkan manakala penyetopan truk Batubara hanya sesaat dan kini mulai beraktifitas kembali tanpa adanya alasan yang jelas. Debu dan asap serta suara bising yang dikeluarkan dari cerobong kenalpot mesin Truk mulai ramai menggelegar di Bumi Seinggok Sepemunyian disaat mentari mulai terbenam.

Apa sebenarnya yang terjadi sehingga truk batubara ini bisa leluasa melintasi jalan umum? Padahal kemarin sudah sempat berhenti kok sekarang bisa jalan lagi? Demikian pertanyaan warga melihat situasi yang kian tak pasti dari gerakan-gerakan yang dilakoni oleh Aktifis LSM di Kota Nanas. Mengapa tidak, kegiatan penyetopan truk Batubara yang kerap dilakukan oleh kelompok LSM di Kota Prabumulih selalu berujung pada kegagalan. 

Artinya, aksi yang dilakukan tidak pernah total dan selalu berujung pada kegagalan alias setengah-setengah. Warga juga berharap konfirmasi yang jelas penyebab aksi penyetopan batubara tersebut gagal ditengah jalan. Jika kendalanya pada kurangnya kekuatan, warga Prabumulih siap turun ke jalan dengan catatan tidak pakai kompromi dibelakang. Demikian disampaikan pengamat sosial di Bumi Seinggok Sepemuyian.

Ditempat terpisah, Ketua LSM Kapak selaku Koordinator aksi penyetopan Truk Batubara kepada sejumlah wartawan mengungkapkan bahwa, berhentinya aksi penyetopan beberapa hari terakhir ini disebabkan adanya intimidasi, teror dan ancaman dari sekelompok orang tak dikenal terhadap kelompoknya yang melakukan aksi penyetopan truk. 

Ketua LSM KAPAK, Syamsul Mayer menuturkan, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, sementara waktu, pihaknya sengaja menghentikan aksi penghadangan terhadap angkutan batu bara. "Jujur selama melakukan aksi penyetopan, kita sering mendapatkan teror dan ancaman dari orang tak dikenal. Bahkan di TKP orang-orang kita ada yang kena gebuki oleh oknum yang diduga dari Kepolisian karna melakukan penghadangan angkutan batubara" jelasnya.

Lantas apa upaya selanjutnya agar Truk Angkutan Batubara tidak melintas di Kota Prabumulih? Mayer sapaan akrabnya mengungkapkan akan membawa kasus ini ke DPRD Kota Prabumulih. Pihaknya mendesak Dewan melakukan sejumlah upaya untuk menangani agar angkutan truk batubara tak lagi melintas di kota Prabumulih.

Sementara itu, menanggapi permasalahan yang dialami oleh aktivis LSM yang melakukan aksi penyetopan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Prabumulih, Ir Dipe Anom menyambut baik upaya tersebut. Menurut Anom, pihaknya akan segera mengundang pihak-pihak terkait melintasnya truk batubara di kota Prabumulih.

Dikatakan, pihaknya akan segera melayangkan surat
 kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan untuk menindaklanjuti keluhan warga kota Prabumulih terhadap truk angkutan Batubara untuk segera dihentikan dalam waktu dekat. Semoga.....!! (pp/01)


Para Siswa Minta Jokowi Liburkan Belajar Pada Hari Sabtu

14 Agt 2014

JAKARTA, PP - Anak-anak sekolah meneriakkan "Sabtu libur" saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo b(Jokowi) menghadiri upacara Hari Pramuka di pelataran Monumen Nasional (Monas) sekitar pukul 09.00 WIB.

Anak-anak sekolah meneriakkan "Sabtu libur! Sabtu libur!" saat menyambut Jokowi yang memberi sambutan singkat dan berpesan agar mereka pulang dengan tertib. 

"Habis ini pulang dengan tertib. Selamat belajar," kata Jokowi singkat memberi sambutan bagi para anggota Pramuka.

Saat ditanya mengenai permintaan anak-anak itu agak sekolah diliburkan pada Sabtu-Minggu, Jokowi mengaku tidak mengerti maksud permintaan tersebut.

Seperti diketahui, kebijakan enam hari sekolah (Senin-Sabtu) masih dikaji oleh Dinas Pendidikan DKI setelah sebelumnya sekolah hanya masuk selama lima hari kerja (Senin-Jumat).

Kebijakan tersebut menimbulkan adanya perbedaan waktu dan hari masuk antara sekolah negeri reguler yang masuk hingga hari Sabtu dengan sekolah negeri berstandar nasional yang masuk hingga Jumat.

Kedatangan Jokowi dalam upacara Hari Pramuka itu menimbulkan kehebohan di pelataran Monas yang sudah dipenuhi anggota Pramuka dari seluruh sekolah di DKI mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.

Sebagai ketua dewan majelis pembina Pramuka, Jokowi disambut dengan tepuk pramuka saat tiba lokasi upacara. (ant)

Pedagang Solar Eceran Prabumulih Ramai Peminat

13 Agt 2014

PRABUMULIH, PP – Pasca diberlakukan Pemerintah kebijakan pembatasan penjualan solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) pada Senin (4/8) lalu, ternyata tak mempengaruhi distribusi dan penjualan solar eceran khususnya di wilayah Prabumulih.

Dari pantauan, sejumlah pedagang solar eceran dikawasan simpang bakaran dan jalan perlintasan Desa Karangan, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, mengaku tetap menjual solar dalam kemasan eceran seperti biasa. “Biasa saja, tidak ada pengaruh, begitupun distribusinya lancar tak ada hambatan,” ungkap Ham, salah satu pedagang solar eceran dikawasan Bakaran, ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut ia, distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ia peroleh dari penyuplai solar langganannya. “Kita tidak beli solar ini dari SPBU karena memang tidak boleh beli derijenan, ya untuk stok kita tidak ada masalah,” sebut Ham.

Namun demikian, ia mengaku penjualan BBM baik jenis premium maupun solar masih tetap tergantung pada jam operasional SPBU yang ada didekat kiosnya. Jika SPBU tersebut tutup atau stok kosong, barulah penjualannya ramai. “Banyak tidaknya pembeli itu tergantung SPBU, kalau buka ya sepi tapi kalau SPBU nyo kosong ramai bisa sehari 30 liter habis,” bebernya.

Pernyataan serupa juga dikatakan seorang pedagang solar eceran dikawasan jalan lintas Desa Karangan. Namun pedagang yang enggan menyebutkan namanya ini menambahkan, meski penjualannya tergantung jam operasional SPBU tetapi tetap penjualannya tidak siginifikan. “Sekarang banyaklah sepinya, terkadang menghabisi 20 liter per hari sudah sulit tidak seperti dulu,” akunya, prihatin dengan kebijakan Pemerintah yang membatasi penjualan solar bersubsidi di SPBU.

Lebih jauh, kembali ia menyebutkan untuk penjualan solar eceran dijualnya dengan harga Rp7.000 per liter. Sementara untuk BBM jenis premium, dia jual dengan harga Rp8.000 per liter. “Sama seperti pedagang eceran lainnya, pak,” imbuhnya.(pp/dn)


Rumah Amin Tugu Kecil Disatroni Maling Petugas PLN Gadungan

TUGU KECIL, PP – Aksi pencurian dengan modus berpura-pura menyamar sebagai petugas PLN terjadi di kawasan Jalan Merpati, Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur, Rabu siang (13/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Kawanan pelaku berhasil membawa kabur sejumlah perhiasan emas dan uang tunai sebesar Rp3 juta milik pasangan suami istri (pasutri) bernama Muslimin Chandra alias Amin (75) dan Susiana (60), keduanya warga Jalan Merpati, No 87 RT 02 RW 01, Kelurahan Tugu Kecil. Akibatnya kerugian ditafsir korban mencapai Rp600 jutaan.

Pelaku pencurian diduga kuat berjumlah dua orang, yang salah satu pelaku menyamar sebagai petugas PLN. Ironisnya tempat kejadian perkara (TKP) berada tidak jauh dari Mapolsek Prabumulih Timur yang berjarak sekitar 100 meter.

Dari informasi yang diterima dilapangan, peristiwa pencurian yang dialami oleh pasangan suami istri itu berawal saat kediamannya didatangi oleh seorang pria yang mengaku sebagai petugas PLN yang identitasnya tidak dikenali korban. Diduga kuat, aksi pencurian tersebut sudah direncanakan secara rapi oleh pelaku.

Pasalnya dirumah tersebut hanya dihuni oleh kedua korban serta satu orang pembantu bernama Fatmawati (45), warga Jalan Bima, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara.

Kedatangan pelaku yang saat beraksi menggenakan pakaian kemeja seragam warna biru dan celana hitam serta diperkirakan berumur sekitar 35 tahun itu dengan modus untuk mengecek pemakaian listrik yang digunakan di rumah korban. Merasa tidak memiliki masalah dengan pemakaian listriknya, korban Susiana pun mengizinkan petugas PLN gadungan yang diduga kuat merupakan komplotan pelaku untuk mengecek meteran listrik yang berada di dalam rumahnya.

“Wong itu ngakunyo dari PLN, pake baju kemeja warna biru mudo. Tapi kami dak jingok ado lambang PLN samo namo wong itu. Kareno kami takut ado apo-apo dengan pemakaian listrik, jadi kami persilahke dio masuk ke dalam rumah untuk ngeceknyo,” ujar Susiana, saat dikonfirmasi wartawan kemarin.

Lebih lanjut korban menjelaskan, setelah masuk ke dalam rumah, pria tersebut kemudian mempertanyakan jumlah peralatan elektronik yang menggunakan aliran listrik kepada suami korban. Suami korban yang saat itu berada di dalam rumah menunjukkan jumlah peralatan elektronik yang digunakannya.

Selanjutnya, pria tersebut dengan bermodalkan obeng tespen meminta korban untuk mengambilkan kursi yang akan digunakan untuk mengecek ampere listrik. Mendengar itu, korban Susiana pun menyuruh Fatmawati (pembantu korban, red) untuk mengambilkan kursi.

“Dio mintak ambekke kursi, jadi aku suruhlah Fatmawati yang ngambekenyo. Pas Fatmawati nak balek lagi ke belakang untuk nyuci pakean, wong itu malah nyuruh Fatmawati untuk megangi kursi biar dio idak nyampak,” kenang Susiana yang saat itu tampak terlihat shock dengan kejadian tersebut.

Saat tengah asik mengecek ampere listrik, sambung Susiana, tiba-tiba handpone pria tersebut berdering. Hanya mengucapkan kata “iya” sebanyak sekitar tiga kali, pria tersebut langsung menghentikan pekerjaannya. Tanpa pamit kepada korban, pria tersebut langsung pergi meninggalkan rumah korban dengan berjalan kaki mengarah ke Jalan Jendral Sudirman yang saat itu tengah ramai warga yang menyaksikan acara gerak jalan.

Namun korban Susiana baru sadar dirinya dirampok, setelah hendak belanja keperluan rumah dan mengambil uang di kamarnya yang berada bersebelahan dengan samping dapur rumah. Betapa terkejutnya Susiana saat mendapati kondisi kamarnya sudah dalam keadaan berantakan. Pintu samping rumah yang menuju kamar korban pun saat itu didapatinya dalam keadaan terbuka.

“Pas dio dapat telpon itu, dio langsung be pegi dan dak do ngomong apo-apo samo kami. Aku baru tau kejadian itu pas nak ngambek duit ke kamar untuk belanjo. Dak taunyo kamar aku sudah berantakan, duit samo emas yang aku simpan di dalam lemari jugo sudah dak katek lagi,” katanya seraya mengaku emas tersebut merupakan milik anaknya yang dititipkan kepada korban.

Masih ditempat yang sama, Andi alias Aseng (32) anak korban, yang belakangan diketahui pemilik Studio Foto Raja, mengaku sempat melihat para pelaku. Bahkan dirinya sempat mendapat telepon dari orang tuanya, bahwa dirumah mereka didatangi oleh petugas yang mengaku dari PLN dan bermaksud memeriksa pemakaian listrik dirumahnya. Namun, dirinya tidak menduga kalau orang tersebut akan berniat jahat.

“Setelah ditelepon ibu, aku sempat jingok keluar dan saat itu ku jinggok ado yang tegak-tegak di dekat pintu nak nuju kamar ibu aku. Tapi aku dak pulo curiga, kareno ku piker dirumah katek masalah soal listrik ini, tapi ku tunggu-tunggu dak datang eh dak lamo itu dapet kabar rumah wong tuo aku kerampokan,” terang Aseng, yang rumahnya berada berseberangan dengan rumah kedua orang tuanya, ketika dibincangi wartawan.

Aseng kembali menambahkan, sebelumnya dirumah kedua orang tuanya itu pernah bekerja seorang pembantu. Namun karena sering mengajak cucunya saat bekerja, akhirnya sebelum lebaran Idul Fitri tadi diberhentikan. “Sebelum ado pembantu baru ini yang baru begawe sekiter 1,5 bulan, ado jugo pembantu sebelumnyo dan sudah begawe melok ibu aku sekiter 7 tahunan. Tapi sebelum lebaran tadi diberentike karena galak ngajak cucungnyo,” sambung Aseng.

Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIk melalui Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Toni Arman SH didampingi oleh Kanitreskrim Aiptu Rikiyanto saat dikonfirmasi membenarkan aksi pencurian tersebut. “Ya kejadiannya tadi siang, kasusnya sendiri masih kita dalami. Kerugian ditaksir korban mencapai sekitar Rp600 jutaan. Kita telah lakukan olah TKP dengan mengambil sampel sidik jari pelaku. Diduga kuat pelaku berjumlah dua orang yang salah satunya menyamar sebagai petugas PLN,” sebut Toni.

Menurutnya, pelaku masuk dengan berpura-pura ingin memeriksa pemakaian listrik rumah korban. Dengan tujuan untuk mengalihkan perhatian penghuni rumah, sementara pelaku lainnya yang kehadirannya tidak diketahui korban bergerak masuk ke dalam kamar korban melalui pintu samping yang saat itu dalam keadaan tidak terkunci.

“Kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi, hal inilah yang sekarang kami dalami. Sejumlah saksi sudah kita periksa, termasuk pembantu baru rumah korban,” pungkas Toni. (pp/dn)
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung