PRABUMULIH, PP - Kondisi ruangangan kelas belajar yang memprihatinkan ternyata tidak hanya dialami oleh sekolah-sekolah pinggiran yang jauh dari pusat Pemerintahan. Meski terletak di kawasan tengah kota, SMPN 3 Kota Prabumulih di Jln Lintas Baturaja - Prabumulih Tanjung Raman pun masih terlihat menyedihkan.

Setidaknya ada lebih dari 3 ruang kelas di Sekolah ini yang kondisinya sangat memprihatinkan. Plafon rusak tampak menggantung dan bahkan ada salah satu ruang kelas yang terpaksa ditopang menggunakan kayu agar palfonnya tidak ambruk menimpa para pelajar. Bekas bocor ada di sana-sini. Kaca-kaca jendela terlepas serta kayu dan genting juga rapuh, sehingga sangat rawan roboh.

Potret ruang belajar yang memprihatinkan ini kerap dikeluhkan para pelajar dan juga orang tua siswa. Para orang tua mengaku cemas dengan anaknya karna suatu saat bisa saja bangunan ruang kelas yang ditopang tersebut ambruk dan menimpa para pelajar. Pasalnya ruangan ini kata Jamal (46) orang tua siswa, masih difungsikan untuk proses belajar mengajar di Sekolah tersebut.

Mereka juga kerap mempertanyakan kondisi bangunan terhadap pihak sekolah. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Kasihan anak-anak tidak fokus belajarnya karna cemas dengan palafon yang ditopang, ujar Jamal.


Pamuji Rahayu SPd Kepala Sekolah SMPN 3 Tanjung Raman Kota Prabumulih membenarkan jika ruangan yang ditopang dengan kayu balok tersebut masih difungsikan. Hal ini dilakukan mengingat tak ada pilihan lain sebab ruangan kelas juga sangat terbatas.

Wanita ramah berhijab itu mengaku kondisi sekolah memprihatinkan sudah dilihatnya sejak menjejakkan kaki di SMPN 3. Bahkan, beberapa ruangan masih merupakan bangunan lama sejak pertama kali berdiri.

Menanggapi keluhan para orang tua siswa terhadap kondisi bangunan sekolah, Pamuji mengatakan bahwa bukan orang tua saja yang mengeluh. Pihaknya juga selaku tenaga pengajar disekolah tersebut juga mengalami hal yang sama. Bahkan saat pertama kali menginjakkan kaki di SMPN 3, Pamuji mengaku hal yang pertama yang diingkannya adalah berupaya untuk memperbaiki seluruh ruangan kelas yang mengalami kerusakan.

"Kita sangat memaklumi itu, dan bahkan kita juga selaku tenaga pengajar merasa was-was terhadap anak didik jika suatu saat bagian dari bangunan seperti plafon rubuh. Bukan hanya siswanya saja mungkin yang jadi korban bahkan guru yang sedang mengajar juga ikut. Hal ini sudah jauh hari kita laporkan ke Dinas Pendidikan. Bahkan beberapa waktu lalu sempat diadakan penijauan terhadap ruang kelas yang rusak parah dan katanya sudah dianggarkan. Terkait belum terlaksananya perbaikan hingga sekarang menurut Dinas disebabkan adanya pemangkasan anggaran. Kita tidak bisa berbuat banyak karna dananya ada pada Dinas" tegas Menik sapaan akrab Kepsek SMPN 3 itu kepada posmetroprabu.com.
PALEMBANG, PP - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan(sumsel) Alex Noerdin  mengharapkan seluruh bupati/walikota di Sumsel harus memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat  dan mencanangkan gerakan Bela Negara di daerah masing-masing serta bersama-sama  membenahi dan meningkatkan stabilitas keamanan demi merwujudan nilai-nilai revolusi  mental.

Menurut Alex, situasi keamanan yang kondusif  harus terus ditingkatkan agar terciptanya kenyamanan seluruh masyarakat. “Bupati/Wali kota harus selalu menjaga daerahnya masing-masing, jangan terlalu sering meninggalkan wilayahnya,” ungkap Alex dalam rapat dengar arahan Menteri pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riacudu untuk Bupat/Walikota Se-Sumsel di Ruang BPKAD Provinsi Sumsel Jakabaring, Kamis (21/7).

Dalam kesempatan ini Alex Noerdin juga mengajak seluruh Bupati/Walikota agar bersama-sama membenahi cara pandang pikiran dan perilaku masyarakat agar tidak mudah terjerumus tidak dan terprovokasi dengan hal-hal yang merugikan masyarakat itu sendiri , terutama para pemuda, apalagi di jaman sekarang moderenisasi terkadang bisa mengubah pola pikir masyarakat ke arah yang negatif.

Menurutnya, dalam hal keagamaan juga terkadang menjadi hal yang menghawatirkan maka dari itu pondok-pondok pesantren itu sendiri harus benar-benar mempunyai standarisasi dan sertifikat dari pemerintah yang sah.

"Para pengasuh pondok pesanteen itu juga harus ditentukan oleh pemerintah sendiri guna menciptakan para santri-santri yang bener berkualitas dan bener-bener memiliki ahlak dan budi pekerti yang tinggi," terangnya

Sementara Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riacudu  memaparkan ke seluruh bupati/Walikota se-Sumsel, bahwa Bela Negara  merupakan hal konkrit dari program revolusi mental, membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia untuk memiliki kekuatan besar untuk berprestasi tinggi,produktif dan berpotensi menjadi bangsa yang maju dan modern.

“Perwujudaan karakter masyarakat yang benar-benar produktif itu harus di mulai dari kalangan masyarakat menengah ke bawah untuk menciptakan masyarakat yang mempunyai jiwa dan pola pandang yang dinamis yang memiliki interegritas dan bersinergi dalam menciptakan stabilitas masyarakat yang memiliki budi pekerti dan berjiwa nasionalisme,” pungkasnya.




rmol.sumsel
PRABUMULIH, PP - Bau tak sedap tercium di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih yang terletak di Jalan Amad Yani Prabu Jaya Prabumulih Timur Kota Prabumulih Kamis (21/07/2016). Aroma menyengat yang tak sedap dicium itu tentu saja berasal dari asap hasil pembakaran Barang Bukti Sitaan Kejari Prabumulih berupa Nakotika dan obat-obat terlarang lainnya.

Sejumlah staf Kejari, tamu dan undangan terpaksa mengenakan masker karena tidak nyaman menghirup udara berbau menyengat tersebut. Kejari Prabumulih memusnahkan 58.5 paket ganja kering, 110.074 gram dan 64 paket kecil sabu, 36 butir pil ekstasi, 5 pucuk senpi plus 12 amunisi dan 9 bilah senjata tajam dari 49 perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Prabumulih Husen Atmaja SH dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, bahwa selama dipercaya menjabat sebagai Kajari di Prabumulih dirinya punya atensi besar atau perhatian khusus akan tindak kejahatan terhadap orang dan harta benda pencurian dengan kekerasan (Curas).

Dimana selain Narkoba, beberapa barang bukti lain seperti alat kejahatan yang digelar dan bakal dimusnahkan setidaknya bisa menjadi perhatian khusus bagi aparat penegak hukum. Barang bukti tersebut adalah Senjata Api (Senpi) dan beberapa senjata tajam (Sajam) yang dalam persidangan kerap di hadirkan bersama terdakwa. Dan tidak sedikit jumlah korban akibat tindak kejahatan yang dilakukan.

Banyaknya alat bukti mematikan tersebut setidaknya membuktikan bahwa Kota Prabumulih masih rawan akan tindak pidana pencurian dan kekerasan. Bahkan lanjutnya, Setiap perkara kasus pencurian dengan kekerasan yang ditangani oleh Kejaksaan di Kota Prabumulih hampir semuanya memiliki barang bukti senjata tajam dan senjata api. Oleh karena itu, ini menjadi atensi kita ke depannya, ujar Kajari.

Ditambahkannya, dalam kurun satu semester di tahun 2016, sedikitnya 5 pucuk senjata api, 12 amunisi dan 9 bilah senjata tajam berhasil diamankan.

Pantauan portal ini, Pemusnahan barang bukti bersempena HUT Adhyaksa ke 56 tahun itu turut dihadiri Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa, Kepala BNN, AKBP Eddy Nugroho, Pemerintah Kota Prabumulih yang diwakili Asisten III, Asmuni Hambali, Ketua KNPI Arafik Zamhari serta Unsur Muspida lainnya.
PRABUMULIH, PP-Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Prabumulih dan Cabang Pembantu Gelumbang kembali menggelar grand prize tabungan pesirah periode ke-32 tahun 2016 yang bertajuk Pesta Malam Bertabur Hadiah.

Acara yang digelar di Gedung Sebaguna Siang Malam, Rabu (20/7/2016) dihadiri oleh Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, Kepala SKPD Pemerintah Kota Prabumulih pejabat teras Pemerintah Kota Prabumulih, pihak Polres dan Kejari Prabumulih serta para nasabah Bank Sumsel Babel Prabumulih.

Pantauan posmetroprabu.com, acara penarikan undian tabungan pesirah tampak berlangsung meriah. Ratusan nasabah yang hadir mengisi kursi yang disediakan dihibur secara langsung oleh Bank Sumsel Babel Band, Mario KDI dan Zul Ya Saman.

Hadiah grand prize satu unit Mobil Toyota Yaris dimenangkan oleh Nasabah BSB dengan nomor undian 03270262 dan nomor rekening 1510111447 atas nama Kustiah. Penyerahan hadiah sendiri dilakukan oleh Walikota Prabumulih dan Kepala Bank Sumsel Babel Prabumulih
JAKARTA, PP - Gembong teroris paling dicari di Indonesia dan Amerika, Abu Wardah alias Santoso akhirnya tewas saat baku tembak di dalam hutan. Perburuan cukup panjang itu setelah Operasi Tinombala dikerahkan dengan ribuan prajurit TNI dan Polri.

Perburuan terhadap Santoso dimulai sejak 2007. Dia dituding sebagai otak pembunuhan dan mutilasi terhadap tiga siswi SMK di Poso, disusul kasus pembunuhan terhadap sejumlah polisi yang dikuburkan dalam satu lubang. Sudah hampir satu dekade dia bergerilya menghadapi polisi dan TNI.

"Pertama awalnya hanya Polisi, kemudian Densus, kalau anda tahu sebagian Polisi lain bahkan Polda sebagian juga banyak yang mengatakan bersama BNPT supaya dapat donatur dari internasional dan sebagainya. Itu banyak isu itu, itu tidak pernah kita tanggapi isu itu," kata mantan Kepala BNPT Ansyaad Mbai beberapa waktu lalu.

Santoso merupakan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dibaiat secara langsung oleh Abu Bakar Baasyir, laiknya Jemaah Anshorut Tauhid (JAT). Setelah itu, dia mulai memperkenalkan dirinya dengan membuat video dan menyebarkannya melalui jejaring sosial.

Perjalanan terornya bermula di tahun 2009, ketika Noordin M Top tertangkap pasca-peledakan bom Marriott dua. Kejadian itu membuat Jemaah Islamiah dan JAT lumpuh, hingga tersebar dalam kelompok-kelompok kecil seperti jamur.

Akhir 2009, tokoh-tokoh utama teroris itu yang dipenjara mulai dibebaskan, salah satunya Abu Bakar Baasyir, dan Mustofa dan yang lain-lain. Sedang di Filipina ada Dul Matin serta Umar Patek.

"Akhirnya mereka sepakat bagaimana mereunifikasi gerakan ini, artinya mengumpulkan dana segala macam dan di situ lah Abu Bakar Baasyir kena mendanai itu. Ada bukti hukumnya. Dia ada keterkaitan dengan pelatihan di Jantho Aceh, pelatihnya adalah Mustofa dan pendanaannya adalah Abu Bakar Baasyir dari berbagai sumber," ungkapnya.

Sayangnya, upaya polisi untuk menghentikan teror tersebut tak sepenuhnya berhasil, sebab ada beberapa orang yag berhasil lolos. Dari mereka, ada yang terlibat dalam kasus perampokan CIMB Medan, serta pembantaian di Polsek Hamparan Perak. Hingga tumbuhnya sel terorisme di Klaten, Jawa Tengah. Rangkaian perampokan dan pembunuhan tersebut disimpan dan digunakan sebagai dana pelatihan calon anggota baru, tempat yang dipilih adalah Poso.

Meski begitu, polisi meyakini Santoso bukan putra daerah melainkan pendatang di Poso. Sebelum terliat dalam organisasi teror, dia pernah tertangkap karena mencuri sepeda motor, namun dibebaskan setelah menjalani hukuman. Walaupun sudah membaiat diri dengan menyatakan bergabung dengan kelompok Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS), namun pengaruhnya masih jauh di bawah Abu Jandal serta Bahrun Naim, otak pemboman di Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Terkait tudingan Santoso hanya rekaan polisi, Ansyaad memandang adanya trauma di masa lalu yang membuat orang menjadi apatis terhadap tindakan polisi. Apalagi, propaganda itu semakin kencang setelah disebarluaskan oleh kelompok-kelompok radikal di Indonesia.

"Iya ada propaganda dari kelompok radikal. Ini bukan hanya saja di kalangan bawah tetapi juga sudah sampai tahap politisi ada, di intelektual ada. Pemahamannya sudah sampai tahap itu, skeptisisme masa lalu," tutupnya.

Operasi awal perburuan Santoso adalah Camar Maleo bahkan sudah sampai IV. Setelah Operasi Camar Maleo IV berakhir, perburuan para teroris itu akan tetap dilanjutkan dengan Operasi Mandiri Polda Sulteng, sambil menunggu keputusan Mabes Polri soal kelanjutan Operasi Camar Maleo.

Selama operasi I-IV digelar dari Januari 2015 sampai Januari 2016, polisi telah menangkap 24 orang teroris. Tujuh anak buah pimpinan Mujahidin Indonesia Timur itu tewas dan 17 lainnya sedang dalam proses hukum.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti kegiatan terorisme seperti senjata api, amunisi, bom rakitan, bahan pembuat bom, pakaian, senter, pakaian dan bendera ISIS, serta banyak benda lainnya.

Operasi ini juga mengakibatkan dua polisi dan seorang anggota TNI gugur, dan empat polisi luka-luka. Polisi harus keluar masuk hutan dan naik turun gunung mengejar para teroris.

Dari seribu personel Brimob Mabes Polri diperbantukan ke Polda Sulteng buat operasi itu, telah ditarik 300 personel buat penggodokan dan akan dikembalikan lagi ke Poso. Sementara 700 anggota TNI semuanya telah ditarik ke kesatuan masing-masing.

Dengan selesainya operasi Camar Maleo IV, perburuan teroris di Poso dilanjutkan dengan operasi mandiri Polda Sulteng dengan sandi 'Tinombala'. Operasi Tinombala pun sukses setelah berbulan-bulan Santoso ditemukan dan ditembak mati.



net.
PALEMBANG, PP - Sungguh memalukan perbuatan yang dilakukan diduga oknum anggota TNI. Hanya gara-gara menolak ditilang, oknum yang berpangkat Pelda itu sampai tega melayangkan bogem mentah kepada seorang anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, Aiptu ZL.

Akibatnya, Aiptu ZL harus dilarikan ke Rumah Sakit, lantaran menderita luka robek dibagian bibirnya. Sontak saja peristiwa ini menjadi tontonan warga sekitar tepatnya didepan Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula petugas dari PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, mengatur lalu lintas dikawasan Jalan A Yani, Kecamatan Seberang Ulu 2 Palembang, tepatnya didepan Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang yang mengalami kemacetan.

Ketika sedang mengatur lalu lintas, seorang gadis SMP yang mengendarai sepeda motor jenis matic melintas tanpa menggunakan helm sehingga petugas langsung menghentikan laju motor tersebut dan melakukan tilang.

Tak lama dari penilangan gadis SMP tersebut, datanglah seorang pria yang mengaku berpangkat Pelda. Tanpa basa-basi pria itu langsung melayangkan tinjuannya ke wajah Aiptu ZL hingga mengalami luka dibibir.

Sehingga pertikaian keduanya menjadi tontotan warga dan Mahasiswa. Bahkan kemacetan panjang makin terjadi.

"Awalnya ngobrol baik-baik sama. Tetapi tiba-tiba langsung nonjok petugas. Pria itu mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Pelda," kata Panit PJR, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel Ipda Edi Mulyono.

Pria yang mengaku berpangkat Pelda tersebut berhasil ditenangkan sehingga tidak terjadi kericuhan. Dengan kejadian tersebut, PJR Dirlantas Polda Sumsel, akan melaporkan kejadian ini ke Detasemen Polisi Militer sebagai tindak lanjut. Juga melaporkan perkara penganiayaan tersebut ke Polresta Palembang.

"Rencananya akan dilaporkan ke Denpom. Pidananya juga kami laporkan. Pria itu langsung lari, katanya mau datang ke kantor," ujar Edi.







rmolsumsel.com
PRABUMULIH, PP - Tim dari program acara televisi swasta nasional yang berbau angker dan menyeramkan dikabarkan mengincar beberapa Gedung milik Pemerintah Kota Prabumulih yang tidak mendapatkan perawatan untuk dijadikan lahan syuting program acara.

Sebenarnya ada beberapa kriteria yang harus dilewati agar bisa masuk dalam daftar untuk dijadikan kawasan Syuting. Kendati demikian, baru beberapa saja dari gedung yang terlantar di chek tampaknya sudah memenuhi kriteria. Syarat gedung tersebut setidaknya dihuni oleh mahluk ghoib, ujar Arfani (48) warga desa Pangkul saat posmetro menyambangi salah satu gedung milik Pemerintah Kota Prabumulih di Kawasan Perkantoran Walikota Kelurahan Sindur.

"Iyo ado nian. Harian tuw ado uong dari jawo nyingok-nying kesini. Dak tau apo sudah lapor dengan pengkot. Olehnyo uwong tuw la gak petang kesini. Uji dari TV" ujar Arfan yang saat itu sedang mencari rumput untuk keperluan pakan ternaknya.

Adapun bangunan tersebut terletak di sebelah kantor Badan Pusat Statistik Kota Prabumulih atau lebih tepatnya sentral penyimpanan dokumen arsip dan perlengkapan milik Dinas Kesehatan. Gedung ini sepintas masih baru dan bangunannya tergolong mewah. Namun sayangnya kemewahan tersebut tertutupi dengan kesan angker lantaran tidak pernah dirawat. Terlebih tumbuhan liar berjuntai menutupi bagian gedung. Nyaris tidak ada jejak manusia di gedung ini. Terbukti beberapa pelepah daun kelapa yang gugur tampak begitu saja terbiarkan tanpa adanya pembersihan.

Angker dan menyeramkan, demikian kesan saat posmetro prabu menginjakkan kaki di depan gedung. yang bersebelahan dengan gudang penyimpanan alat kesehatan milik Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih itu. Palfon bangunan berpintu mirip dengan ruko itu tampak beberapa bagian sudah ambruk. Kotoran binatang tersebar dimana-mana. Ditambah beberapa meja dan kursi yang sudah dililit laba-laba semakin menambah kesan angkernya gedung.

Data yang dapat di himpun posmetro prabu. Selain gedung dinas kesehatan masih banyak gedung lainnya milik Pemerintah Kota Prabumulih yang bernilai miliaran rupiah terlantar dan sepertinya layak untuk dijadikan tempat syuting acara Dinia Lain seperti di tv.


GELUMBANG, PP - Isu yang mendera Wakil Bupati Muara Enim H Nurul Aman selaku putra daerah Gelumbang tidak mendukung langkah Presedium Pemekaran Gelumbang dibantah langsung oleh Nurul Aman. 

Kepada posmetroprabu.com melalui telepon selulernya Rabu (20/07/2016) Wakil Buapati Muara Enim Nurul Aman yang bakal maju dalam pemilukada Muara Enim 2018 mengungkapkan bahwa dirinya selalu siap dalam segala hal soal rencana pemekaran Kabupaten Gelumbang. Baik itu materi, pemikiran dan waktu, ujarnya.

"Selaku putra Daerah, sepenuhnya kita sangat mendukung Gelumbang jadi Kabupaten. Bahkan beberapa kali adanya pemanggilan dari tim presedium kita selalu sediakan waktu untuk itu. Materi dan pemikiran serta support lainnya kita selalu siap berkoordinasi. Intinya, untuk hal-hal yang baik demi kiesejahteraan masyarakat Gelumbang dan Muara Enim secara umum kita selalu siap" tegasnya.

Disinggung soal pembahasan dokumen Presedium Pemekaran Gelumbang yang hingga hari ini belum mendapatkan tanggapan, Ketua DPC PPP Muara Enim ini mengungkapkan bahwasanya Dokumen tersebut butuh proses dan masih berada di DPRD.

"Berkas tersebut saat ini masih di DPRD. Dengan ini kita berharap kepada seluruh masyarakat Gelumbang bahwa berkas tersebut saat ini masih dalam proses. Kita menyadari juga pekerjaan teman-teman anggota DPRD saat ini masih menumpuk. Dimana LKPJ Bupati Muara enim hingga saat ini masih terus dibahas di lintas Fraksi maupun komisi untuk selanjutnya diparipurnakan. Mungkin setelah itu pembahasan akan dokumen Tim Presedium mulai digelar" imbuhynya.

Intinya lanjut Nurul menambahkan, bahwa dirinya maupun Pemerintah Muara Enim sejauh ini tidak pernah memperlambat apalagi disebut tidak mendukung upaya pemekaran Gelumbang menjadi Kabupaten. Jika itu keinginan rakyat maka tidak ada dasar bagi Pemerintah untuk menghalangi. Apalagi dengan dasar untuk kesejahteraan. Kalaupun itu lambat bukan bararti unsur kesengajaan namun lebih karena adanya thapan-tahapan yang harus dilalui agar kedepan pemekaran Gelumbang tidak terbentur dengan permasalahan, tegasnya.

Hal senada juga disampaiakan oleh Anggota DPRD Muara Enim dari Komisi I Mukarto. Dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Mukarto menjelaskan bahwa saat ini Anggota DPRD Muara Enim masih Fokus pada pembahasan LKPJ Bupati Muara Enim. 

Diakui Mukarto bahwa berkas Tim Presedium Pemekaran Gelumbang sudah berada di DPRD Muara enim. Namun lanjutnya, saat ini belum bisa melakukan pembahasan soal berkas tersebut karena keseluruhan Anggota DPRD masih fokus pada LKPJ Bupati Muara Enim.

" Iya benar (Berkas Tim Presedium Pemekaran Gelumbang-red) sudah berada di DPRD. Hanya saja berkas tersebut masih harus melewati tahapan-tahapan pembahasan serta kelengkapan syarat. Setelah itu nanti akan diserahkan ke Ketua DPRD untuk diparipurnakan. Insya Allah secepatnya berkas tersebut akan dibahas dan diparipurnakan di DPRD Muara Enim" tegasnya.

INDRALAYA, PP - Tiga orang dokter rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Prabumulih mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Timur Indralaya - Palembang. Mobil Daihatsu Terios yang dikenderai Ekky bersama dua penumpang lainnya yang juga tenaga medis di RSUD Prabumulih menuju Palembang tadi malam Senin (18/7/2016) terguling ke arah sisi kiri jalan.

Beruntung ketiganya selamat dalam peristiwa kecelakaan tunggal tersebut. Namun Mobil yang mereka tumpangi tampak ringsek dan rusak berat.

Penyebab sementara kecelakaan diduga akibat laju kenderaan yang kencang ditengah kondisi cuaca hujan lebat mengakibatkan jalanan licin.

Warga setempat dan pengguna jalan yang mengetahui kecelakaan langsung melakukan pertolongan terhadap para korban.

Herdiansyah (43) warga sekitar mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi saat mobil Daihatsu Terios yang dikendarai Ekky dan kedua rekannya melaju dengan kencang dari arah Idralaya menuju Palembang. Kondisi hujan lebat membuat jalanan menjadi licin. Diduga selip, mobil lantas kehilangan kendali dan bruakkk, mobil terjungkal ke sisi kiri jalan dengan posisi roda keatas.

Akibat kejadian ini, Jalan Lintas Indralaya - Palembang sempat mengalami kemacetan panjang dalam beberapa saat sebelum petugas Kepolisian datang ke lokasi.

Polisi yang mendapat laporan adanya kejadian tersebut segera terjun ke lokasi kejadian guna melakukan pengaturan lalulintas dan mengevakuasi mobil.
PRABUMULIH, PP - Hari pertama turnamen olahraga KNPI Prabumulih super league yang di gelar di stadion Ria Jaya Kota Prabumulih mempertandingkan PDSI FC VS SAS FC sore tadi Minggu (17/07/2016) berlangsung seru. Dimana kedua kesebelasan di Group A ini pada menit awal pertandingan mencoba mempertontonkan skil masing-masing di hadapan penonton dan Walikota bersama jajaran FKPD, serta anggota DPRD Kota Prabumulih.

Namun ditengah waktu berjalan, kesebelasan PDSI terus berupaya melakukan penekanan dan melepaskan tendangan mengarah ke gawang SAS FC. Permainan keras pun ditunjukkan kedua kesebelasan. Ini sebagai bagian dari semangat untuk bisa meraih kemenangan. Para pemain terlihat ngotot untuk bisa mendulang kemenangan dan akhirnya berujung pada kartu kuning.

Pelanggaran di kotak terlarang yang berujung tendangan penalti dilakukan oleh pemain kesebelasan SAS FC. Wasit langsung menunjuk titik putih pertanda tendangan dua belas pas akan dilakukan. Berhasil, pemain bernomor punggung 11 PDSI FC mencatatkan namanya di papan score. 1.0 untuk PDSI FC di babak pertama.

pada babak ke 2, permainan mulai sengit. Upaya SAS FC memperkecil ketinggalan terus digeber meski diguyur hujan lebat. Langkah tersebut tentunya menjadi catatan bagi kesebalasan PDSI. Kesebelasan ini juga tampak ngotot untuk menambah pundi-pundi kemenangan di babak kedua. Lugas, keras, dan tanpa kompromi. Semua akhirnya berujung pada jumlah kartu kuning yang dikeluarkan wasit.

Tercatat ada 9 kartu kuning yang dikeluarkan wasit dalam pertandingan perdana KNPI Prabumulih Super League 2016. Dimana 8 kartu kuning untuk PDSI FC dan satu kartu kuning sisanya untuk SAS FC. Dalam pertandingan babak ke dua yakni pada menit-menit terakhir, jala gawang SAS FC kembali kebobolan. Kemenangan dalam pertandingan perdana kali ini diraih oleh PDSI FC dengan skor 2.0.
PRABUMULIH, PP - Kementerian Sosial (Kemensos) RI memberikan bantuan dana pengembangan usaha untuk kalangan warga kurang mampu kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih sebesar Rp1 miliar.

Bantuan yang berasal dari dana APBN tersebut nantinya disalurkan ke sejumlah Kelompok Usaha Bersama (Kube) di Kota Prabumulih.

"Dana bantuan tersebut akan disalurkan ke pada 50 kube, sehingga masing-masing mendapatkan dana senilai Rp 20 juta, jadi total bantuan yang kita peroleh sebanyak Rp 1 miliar," ungkap Walikota Prabumulih H Ridho Yahya kemarin.

Dana bantuan tersebut, kata Ridho, akan disalurkan pada Agustus mendatang sebagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan.

"Jadi warga yang tergabung dalam Kube dibantu untuk mengembangkan usaha mereka, sesuai jenis usaha kelompoknya, dan Kube yang mendapatkan bantuan tersebut yakni mereka yang telah mengusulkan sejak tahun lalu dan didata oleh dinas sosial," ujarnya.

Sementara itu, Kasubdid Pendampingan Pemberdayaan Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Kemensos RI R Rasman menuturkan, masing-masing Kube yang mendapat bantuan wajib laporan secara berkala mengenai kegiatan yang mereka lakukan.

"Untuk laporan kegiatan sendiri nantinya akan  disampaikan secara online, supaya kita mengetahui bahwa bantuan yang diberikan berjalan dengan baik atau sebaliknya," tuturnya

Dengan diberikan bantuan tersebut, dirinya berharap para anggota kube dapat mengembangkan usahanya untuk menambah penghasilan.

"Dengan begitu mereka dapat memenuhi kebutuhan dasarnya masing-masing anggotanya," tambahnya.



RMOL.COM
| Copyright © 2013 Posmetro Prabu