News Update :

Stop Pemecatan Tenaga Kerja Sepihak, Pemkot Prabumulih Segera Terbitkan Perda

28 Mar 2015

PRABUMULIH, PP - Permasalahan ketenagakerjaan yang sering muncul terkadang membuat bingung Pemerintah Kota Prabumulih, karena tiba-tiba saja Pemkot didemo oleh karyawan yang diberhentikan sepihak oleh sebuah perusahaan yang berada di Prabumulih yang mana sebelumnya Pemkot tidak mengetahui kapan karyawan itu diterima atau masuk dan di terima bekerja di suatu instansi swasta, guna mengantisipasi hal tersebut maka Pemkot bersama Pihak DPRD Kota Prabumulih berencana akan membuat Peraturan Daerah tentang masalah ketenagakerjaan.

Menurut Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM yang mengatakan bahwa Perda ini merupakan inisiatif dari pihak DPRD Prabumulih, "Ini inisiatif dari pihak dewan, yang menginginkan agar Kota Prabumulih memiliki Peraturan Daerah tentang ketenagakerjaan, tentu saja akan kita respon dengan baik, masalah ini sudah saya perintahkan ke dinas terkait untuk segera membahasnya dengan pihak legislatif, agar kita memiliki aturan yang jelas tentang ketenagakerjaan, karena jujur saja kita terkadang bingung, tahu-tahu saja didemo oleh karyawan yang diberhentikan secara sepihak,"Ungkapnya kepada posmetro.

Ridho menjelaskan dalam Perda tersebut akan dirinci mengenai hak dan kewajiban baik bagi pekerjanya maupun dari pihak perusahaannya sehingga tidak ada yang dirugikan,"Kita akan atur serinci mungkin mengenai hak dan kewajiban keduabelahpihak dalam ketenagakerjaan, supaya jelas aturannya, dan kita jamin tidak ada pihak yang dirugikan atau kita berat sebelah misalnya bagaimana kalau tenaga kerja itu diberhentikan bagaimana haknya, atau bagaimana perusahaan menyikapi karyawan yang malas bekerja apakah bisa diberhentikan tanpa melanggar hak karyawannya,"Ujar orang nomor satu di Prabumulih ini.

Wako juga menambahkan agar karyawan yang sudah lama bekerja dapat tetap dipergunakan meskipun perusahaan-perusahaan yang menanganinya berganti,"Hendaknya dibuatkan aturan khusus contohnya pada pekerjaan kebersihan di gedung Pemkot ini, petugas atau karyawannya tetap yang lama meskipun perusahaan pemenang tender pekerjaan kebersihan di perkantoran di pemkot berganti, hal itu karena kita minta aturan khusus seperti itu, hendaknya hal demikian juga diatur di perusahaan Pertaminan atau KSOnya,"Terangnya.

Wako mengharapkan dengan adanya Perda ketenagakerjaan itu agar kelak permasalahan ketenagakerjaan di Prabumulih cepat dicarikan solusinya,"Harapan kita permasalahan ketenagakerjaan di Prabumulih cepat penyelesaiannya tidak berlarut-larut dan adil untuk seluruh pihak, bila perlu masalah ketenagakerjaan di Prabumulih tidak perlu masuk ke pengadilan hubungan industrial yang memakan biaya, karena itulah semoga perda ketenagakerjaan itu harus terwujud,"Tandasnya.

Pelaku Pembunuhan Kakek Pemulung Berhasil Ditangkap Polisi

PRABUMULIH, PP - Tak sampai 1x 24 jam, pelaku pembunuhan Agoes Koeri (70) warga gang Ninggun RT 02 RW 01 Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat, berhasil dibekuk pihak kepolisian.

Pelaku yang dimaksud yakni Kuri bin Mat Rani (60), warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara.

Dihadapan penyidik, pelaku yang kesehariannya sebagai pencari rongsokkan ini mengungkapkan jika dirinya kesal setelah kantong kresek pelaku yang berisi rongsokan dicuri oleh korban.

"Dio itu maling kantong kresek aku. Oleh aku kesal kuambekke parang, kukejar laju ku bacok pake parang," ungkap pelaku saat diinterogasi petugas kepolisian di Polres Prabumulih.

Terpisah, Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro, melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Khalid Zulkarnaen menuturkan jika pembunuhan tersebut dilatarbelakangi oleh sakit hati.

"Sekitar pukul 08.00 WIB, korban bernama Agoes sedang membawa tas kresek pada waktu itu kresek tersebut diambil oleh tersangka Kuri. Korban yang kesal lalu melempar pelaku dengan batu, pelaku yang kesal mengejar dan membacok korban menggunakan sebilah parang," tuturnya.

Terkait pembunuhan tersebut, Lanjut pria dengan balok tiga ini, tersangka diancam dengan hukuman kurungan penjara selama 15 tahun.

"Dari tersangka juga kami berhasil mengamankan sebilah parang yang digunakan tersangka untuk membunuh korbannya sebagai alat bukti," tambahnya. (rmo)

Bikin Video Mesum Dengan Siswi SMP, Warga Pali ini Dipolisikan

PALEMBANG, PP - Lantaran video mesumnya ketahuan oleh keluarga korban, Joko Haryadi (18) harus meringkuk di sel jeruji Mapolresta Palembang.  Warga Pendopo, Kabupaten Pali, Sumatera Selatan ini harus  mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Peristiwa itu terungkap saat Joko meletakkan handpHonenya di kamar kos yang tak jauh dari rumah korban. Saat ponselnya tersebut ditinggalkan  di kamar kos ada kakak korban berinisial AR.

AR yang tak sengaja memainkan handphone tersebut lantas membuka file video. Begitu terkejutnya AR ketika melihat di dalam video ada adegan mesum adiknya LR (15) dengan tersangka telah direkam. Mengetahui kejadian itu, AR lantas melapor ke keluarganya.

Ibu korban JM (41) yang naik pitampun langsung memanggil tersangka, hingga diapun digiring ke Polresta Palembang, Jumat (27/3).

Dari pengakuan tersangka Joko, video mesum tersebut direkam saat berhubungan intim dengan koban LR yang tak lain adalah pacarnya sendiri.

"Kami melakukannya dikamar mandi rumah pacar saya, sudah 15 kali kami lakukan selama satu tahun pacaran," aku tersangka Joko.

Selama 15 kali berhubungan suami isteri, Joko mengaku telah merekam adegan itu sebanyak tiga kali dengan durasi 2 sampai 3 menit.

" filenya ada tiga, cuma buat pribadi saja bukan untuk disebar. Kami ketahuan kalau sudah begituan karena kakaknya melihat rekaman di Hp saya" jelas Joko yang bekerja sebagai kuli bangunan ini.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi mengatakan, tersangka terancam dikenakan undang- undang perlindungan anak lantaran telah menyetubuhi korban yang masih dibawah umur.

" Korban masih pelajar kelas dua SMP. Pelaku diamankan keluarga korban dan diserahkan ketika" ucap Suryadi.

Dilanjutkan Kasat Reskrim, dari tersangka petugas mendapati barang bukti berupa tiga file video mesum yang telah direkam menggunakan handpone.

" dari pengakuan tersangka, video ini hanya untuk pribadi bukan untuk disebar. Sekarang masih kita dalami" tutup kasat. (rmol)

Mantan Sekuriti Pertamina Prabu Ditembak Polisi di Peninjauan

BATURAJA, PP - Rinshi Alfani bin Fei (28), mantan petugas Sekuriti Pertamina Prabumulih yang tercatat sebagai warga Jalan Prof M Yamin No 283 Rt 2 Rw 1 Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, terpaksa dilumpuhkan petugas dari Polsek Peninjauan dengan timah panas karena mencoba kabur saat akan diringkus.

Tersangka tertangkap tangan hendak melakukan pencurian pipa milik JOB Pertamina Talisman pada Jum'at (27/3) sekitar pukul 03.00 WIB oleh patroli rutin Kapolsek Peninjauan Iptu Syafaruddin beserta jajaran dibantu pihak keamanan PT Talisman.

Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIK MH melalui Kapolsek Peninjauan Iptu Syafarudin menjelaskan kalau penangkapan terhadap tersangka berawal dari kecurigaan pihaknya dengan keberadaan satu unit mobil truk warna merah BG 8504 DE yang melintas di Jalan Talisman Simpang Metur Desa Mitra Kencana SP 7 Kecamatan Peninjauan sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat dihentikan petugas, ada tiga orang pria yang turun dari mobil tersebut dan langsung mengeluarkan tembakan ke arah petugas. Sementara, belasan pria lainnya yang berada di bagian bak belakang truk berhamburan melarikan diri.

"Mendapat serangan tembakan tersebut, anggota kita langsung melakukan tembakan balasan. Dan ternyata, berhasil mengenai kaki kanan salah seorang pelaku yang kemudian diketahui bernama Rinshi Alfani (28), mantan satpam Pertamina Prabumulih. Sedangkan para pelaku lainnya berhasil melarikan diri," jelas Kapolsek.

Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjut Kapolsek, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil truk yang digunakan para pelaku, empat buah gergaji besi, potongan kayu, alat potong las, gas elpiji, 1 buah kunci inggris, 2 buah tas yang berisi pakaian.

"Saat ini semua barang bukti beserta satu orang tersangka sudah kita amankan untuk diproses lebih lanjut," pungkas Kapolsek. (rm)

Warga Pasar I Prabumulih Ditemukan Tewas di Pinggir Rel

27 Mar 2015

PRABUMULIH, PP - Warga Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara yang bermukim di daerah pinggaran rel stasiun kereta api dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat. Mayat tersebut ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan sekujur tubuhnya berlumuran darah.

Dari tubuh korban ditemukan luka bacok pada bagian wajah, pada bagian belakang kepala serta puluhan luka sayat pada bagian tangan korban.

Menurut informasi yang didapat mayat tersebut diketahui bernama Agoes koeri (70) warga gang ninggun RT 02 RW 01 Kelurahan Pasar I Kecamatan Prabumulih Utara

Mayat pria yang bekerja sebagai pemulung itu ditemukan pada pukul 08.30 wib oleh sejumlah warga sekitar dan warga pun langsung melaporkan penemuan mayat tersebut ke pihak kepolisian.

Dika (10) salah satu saksi mata menuturkan jika sebelumnya korban diketahui terlibat cekcok mulut dengan seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

"Aku tadi lagi duduk disitu, liat kakek itu bebala samo wong pake helm item, kurang tau jam berapo. Terus ado yang misahkenyo, sudah itu aku dak tau lagi. Tedengar kakek itu la meninggal," ungkapnya (rmol)

Warung Remang-Remang di Gelumbang Kian Menjamur

GELUMBANG, PP - Menjamurnya warung remang-remang berkedok pijat tradisional atau pijat refleksi di Desa Suka Menang dan Desa Talang-taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim belakangan mulai dikeluhkan warga. Akibat aktivitasnya yang meresahkan, warga sekitar pun mendesak Pemerintah Kabupaten dan MUI untuk segera bertindak. 

‘’Kita minta Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten untuk segera turun menertibkan keberadaan panti pijat yang diduga kuat menyalahi aturan itu. Sebab keberadaanya sudah meresahkan warga. Panti pijat yang menyajikan para wanita itu, selain diduga kuat sebagai bisnis prostitusi, juga menjual minuman berakohol,’’ujar Japri S.Sos ,salah seorang tokoh masyarakat, yang juga mantan anggota DPRD Muara Enim pada awak media.

Dikatakan, jika ketidak berdayaan pihak terkait dalam menertibkan panti- panti pijat berkedok itu tidak segera ditertibkan atau ditutup, kita menghawatirkan hal yang negatip ini bakal lebih meluas, apalagi lanjut Japri, keberadaan panti berkedok pijat tradisional itu, selain diduga kuat ada bisnis prostitusi, juga dibarengi dengan adanya dugaan penjualan minuman keras disetiap warung Esek-esek, berkedok panti pijat tersebut ,’’ungkapnya. 

Pjs Kepala Desa Taling-taling, Kecamatan Gelumbang, Wani, mengungkapkan ,Pihaknya dalam hal ini sebelumnya telah melayangkan surat kepada Panti-panti tersebut maupun melarangnya,dan dalam hal menjamurnya panti dikawasan Desa kami itu ,justru ini yang kita sesalkan, dan semua itu kita nyatakan illegal, karena kita tidak pernah mengizinkanya. ’’bebernya. 

Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Pemerintah Kecamatan Gelumbang, terkait hal tersebut mengungkapkan, Keberadaan warung Esek-esek berkedok panti pijat dilokasi yang dimaksud diakui memang illegal. ‘’Pihak Satpol PP dalam hal ini telah melakukan pendataan guna mengambil langkah selanjutnya,dan ternyata dilokasi teesebut ada sebanyak 23 tempat lokasi /tempat yang illegal.’’ ungkap Camat Gelumbang AM Musadiq SIP,MS.i ,melalui Sekcam Gelumbang ,Syarkowi S.Sos.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia [MUI] Kecamatan Gelumbang, Drs.Hafis Aziz, saat dimintai tanggapanya terkait makin menjamurnya warung Esek-esek berkedok panti pijat dikawasan tersebut mengungkapkan, pihaknya sangat menyangkan atas menjamurnya warung Remang-remang itu. 

Menurut Hafis, pihaknya jauh-jauh hari sudah menyurati Pemkab Muara Enim dengan tembusan pihak terkait seperti DPRD dan instansi terkait lainnya agar warung remang-remang tersebut segera ditertibkan.

’’Kita telah membuat laporan kepihak Kecamatan untuk diteruskan ke Dewan,dan meminta untuk ditindak lanjuti penolakan keberadaan warung Remang-remang, panti pijat, dan pasar malam dikawasan kecamatan Gelumbang ini. Sampai sekarang belum ada balasan. Kita Berharap Pemerintah tanggap atas pengaduan warga sebab pengaduan tersebut sangat berkaitan dengan ketertiban dan kenyamanan warga sekitar" ujarnya

Pantauan dilapangan, warung remang-remang pada siang harinya memang tampak seolah biasa saja. Namun saat matahari terbenam, aktifitas di warung remang-remang sepanang jalan Taling-Taling mulai kelihatan. Para penghuni warung yang mayoritas wanita yang asalnya kurang jelas itu mulai keluar dari warung dengan pakayan yang seksi.

Tak lama kemudian antrian mobil truk maupun jenis mobil lainya tampak ramai memenuhi halaman parkir warung. Lampu kelap-kelip tampak mengiringi alunan lagu didalam warung. Sementara di ruangan lainnya baru saja sepasang insan berlainan jenis keluar kamar dengan raut wajah yang sumringah. [JN]

Ridho Yahya Sebut Pejabat Pusat Plin-Plan Bikin Aturan

26 Mar 2015

PRABUMULIH, PP - Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM menyatakan bahwa sebaiknya Pemerintah Pusat yang akan membuat aturan harus terencana dan dikaji lebih mendalam terlebih dahulu, karena akibat dari aturan yang dibuat tersebut akan berakibat luas terutama bila diterapkan di daerah-daerah.

Hal itu disampaikan Wako terkait revisi larangan rapat di hotel yang membolehkan kembali bagi Pemerintah Daerah untuk rapat-rapat acara kedinasan yang menggunakan hotel atau restoran sepanjang dananya dari pihak ketiga, yang disampaikan lisan oleh Menteri PAN dan RB di media-media nasional, seusai Rapat Paripurna di DPRD Prabumulih, (25/3).

Menurut Ridho kajian mendalam sebelum membuat peraturan itu perlu supaya tidak membingungkan bagi Daerah - daerah, "Setiap akan buat peraturan harus kaji mendalam dahulu, bila perlu lakukan uji publik, serta harus terencana, jadi tidak asal buat aturan, karena kesannya plin-plan, sudah dilarang rapat di hotel, belum sampai beberapa bulan sudah diperbolehkan lagi, kalau tidak berdampak tidak masalah, tapi ini kan masalahnya dapat berdampak luas,"Ungkapnya.

Dia juga menuturkan salah satu dampaknya adalah berkurangnya pemasukan hotel atau restoran yang biasanya dikontrak pemerintah untuk kegiatan kedinasan, "Antara lain dampaknya pemasukan hotel berkurang, kalau demikian untuk menutupi biaya operasionalnya bisa saja dia merumahkan karyawannya yang tentu dapat menyebabkan pengangguran,"ujarnya.

Namun begitu orang nomor satu di Prabumulih ini menyambut baik perubahan aturan itu, "Edaran mengenai revisi larangan rapat di hotel yang isinya membolehkan kembali, memang belum sampai ke kita, tapi setidaknya kabar itu akan menggembirakan bagi kalangan yang berkecimpung di perhotelan, kita tentunya menyambut baik perubahan aturan tersebut,"Bebernya.

Sebelumnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada akhir tahun lalu mengeluarkan aturan mengenai larangan bagi instansi, Pemerintah Daerah dan PNS untuk menggelar rapat atau acara kedinasan di hotel-hotel dan restoran dengan alasan untuk efisiensi biaya, tetapi di bula maret ini kembali merevisi aturan itu yang kembali membolehkan untuk menggunakan hotel dan restoran tersebut sepanjang di danai oleh pihak ketiga dan bukan menggunakan anggaran negara

Pabrik Batu Bata Prabumulih Mulai Kesulitan Bahan Baku

PRABUMULIH, PP - Pembangunan di Kota  Prabumulih khususnya pengembangan perumahan kian hari semakin meningkat. Dimana hampir di setiap Sudut Kota kecil ini, lahan-lahan tidur maupun lahan berproduksi mulai dikaplingkan untuk dijual sebagai lahan perumahan. 

Hal tersebut tentunya memberikan peluang tersendiri bagi pengusaha material utama pendukung properti seperti batu bata.
  
Salah seorang pengrajin batu bata di Kelurahan Muara Dua, Tilawati (40) saat dibincangi posmetro prabu mengaku terpaksa harus menambah pegawai lantaran order batu bata di pabrik miliknya mengalani peningkatan. Jika sebelumnya pabriknya dalam sehari hanya menghasilkan 2000-2500 bata, kini meningkat menjadi 3000 bata.
  
"Saya dan suami dibantu sekitar 8 orang pegawai.dalam sehari pabrik kami bisa menghasilkan 2500-3000 bata perhari,"ujarnya.
   
Untuk pemasaran sendiri, Tilawati mengaku tidak pernah melakukan promosi, Menurutnya biasanya para konsumen langsung datang ke pabriknya.
   
Namun demikian lanjut Tilawati, pabriknya terkadang kekurangan dana produksi untuk memenuhi pesanan pelanggan. Selain itu juga bahan baku yang berupa tanah liat kini semakin Sulit didapat.
  
Kendati demikian, Tilawati mengaku senang melakoni usaha ini. Karena meskipun kecil kecilan tapi usaha ini bisa mengurangi angka pengangguran di daerah tempat tinggalnya.(pp/ind)

Ridho Yahya Tegaskan Golkar Prabumulih Solid Dukung ARB

PRABUMULIH, PP - Dualisme kepengurusan di DPP Partai Golkar yang terbagi antara kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie tak membuat DPD Partai Golkar Prabumulih terpecah dikarenakan bahwa kader-kader Golkar Di Prabumulih masih satu komando dibawah pimpinan Ir H Ridho Yahya MM, demikian diungkapkannya kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ridho Yahya hingga kini DPD Partai Golkar Prabumulih tetap solid, "Sampai sekarang Golkar Prabumulih tetap solid, saya belum mendengar ada kader yang membelot, saya juga memastikan bahwa Partai Golkar Prabumulih tidak terpecah ke pihak Agung Laksono atau pun Pihak Aburizal Bakrie,"Ungkapnya.

Namun begitu Walikota Prabumulih ini juga menyampaikan bahwa, silahkan saja bila ada pihak yang ingin merebut kepengurusan dari dirinya, "Siapa saja yang ingin merebut posisi ketua dari saya silahkan, bagi saya itu bukan menjadi masalah besar, soal seandainya bagaimana pas pencalonan Pilwako 2018 saya tegaskan itu urusan nanti, bisa cari perahu lain dan saya siap lewat jalur independen,"Ujarnya.

Disinggung sola adanya keinginan pihak Agung Laksono yang akan mengamankan kantor di daerah, Ridho Yahya sekali lagi mempersilahkan, "Silahkan bagi yang mau ambil alih Kantor Golkar Prabumulih, karena kan kita belum memiliki kantor permanen, masih ngontrak di ruko dan sudah mau habis masa sewanya, jadi kalau mau diambil alih silahkan saja,"Jawab Ridho santai.

Tapi sekali lagi Dia menegaskan masih menunggu putusan pengadilan yang diajukan oleh kubu Aburizal Bakrie, "Kalau Menkumham sudah mensahkan kepengurusan Agung Laksono, tapi kan masih digugat oleh kubu Aburizal Bakrie di PTUN, kita tunggulah hasilnya, kalau putusan pengadilan keluar baru resmi, siapa pun yang disahkan pengadilan akan kita ikuti,"Tandasnya.

Pendapat senada juga diutarakan oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Prabumulih, Daud Rotasi, S.sos, yang mengatakan sampai saat ini tidak ada perpecahan di Golkar Prabumulih, "Kita kompak dukung Pak Ridho sebagai Ketua Partai Golkar di Prabumulih dan Pak Alex di Provinsi sumsel,"Ujarnya singkat.

Wakil Ketua  I DPRD Kota Prabumulih ini juga menambahkan tidak ada maslah dengan ancaman PAW bagi kader yang tidak menuruti kubu Agung Laksono, "Tak soal itu, kita siap menghadapinya, kalau sesuai aturan yang berlaku,  silahkan, namun perlu diketahui penggantian PAW bagi anggota DPRD tidak semudah membalik telapak tangan, harus ada tahapannya, dan kesalahannya apa, karena kita kan terpilih oleh rakyat langsung,"Pungkas Ketua Koni Prabumulih ini

Agen Telok Prabumulih Mengaku Merugi

PRABUMULIH, PP - Harga telur di Prabumulih seminggu belakangan ini mengalami penurunan. Pantauan posmetroprabu disalah satu agen telur ayam di Kota Prabumulih siang tadui kamis (26/3) harga telur yang sebelumnya Rp.18.000 mengalami penurunan hingga Rp.13.000,-
  
"Untuk stok telur,hingga kini masih cukup banyak.namun bukan hal itu yang menyebabkan harga telur turun" ujar Santi salah seorang distriubutor telur di Prabumulih.
   
Santi mengakui jika sejak satu bulan ini dirinya merugi akibat menurunnya harga telur ini.
   
"Hampir satu bulan harga telur turun drastis,kita kan agen tentunya telur yang kita terima tidak semuanya bagus.ada yang pecah busuk dan sebagainya tentunya,dengan harga telur yang merosot ini kami para pedagang merugi,"ungkapnya.

Santi berharap perhatian pihak terkait merosotnya harga telur ini sehingga pedagang tidak lagi merugi.(pp/ind)

Warga Prabumulih Pertanyakan Kinerja Polisi Anti Bandit

PRABUMULIH, PP - "Uji Polres Prabumulih lah bentuk Tim Anti Bandit, tapi ngapo penjambretan makin banyak di Prabumulih" ujar salah seorang warga Prabujaya seusai membaca koran harian terbitan lokal di warung kopi depan kantor Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih. 

"Berita sarini ado duo peristiwa penjambretan di Prabumulih. Sikok Korbannyo lanang, sikoknyo lagi betino. kejadiannyo di tempat ramai pulo di Pasar. Alangka lemaknyo bandit tuw bawa duit ratusan juta iye? ketus Warga bernama Rudi (51) itu setengah bertanya.

Diakui memang, tindak pidana penjambretan di wilayah Hukum Polres Prabumulih belakangan ini mengalami peningkatan. Dimana belum lama ini  (18/03/2015) dua peristiwa penjambretan terjadi di Kota Prabumulih. Peristiwa penjambretan pertama berlangsung di Toko Buku Sandra, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tugu Kecil, Kecamatan Prabumulih Timur.

Korbannya adalah Satrio Hadi Prabowo (24), warga Jalan Gotong Royong, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Peristiwa itu terjadi saat Korban baru saja menarik uang tunai sebanyak Rp. 140 juta di Bank BCA Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Muara Dua. 

Diduga korban sebelumnya telah dibuntuti pelaku jambret dari belakang. Sebab sebelum kejadian, Korban merasa aneh terhadap salah seorang pria berpakayan Safari mengenakan helm yang mendekati dirinya saat berada di foto copy Toko Buku Sandra. Melihat pria itu berpakayan Safari Korbanpun lantas membuang jauh kecurigaannya. Tak menunggu lama ternyata pria bersafari itu langsung menjambret tas milik korban dan melarikannya menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Satria FU warna hitam.

Korban sempat meneriaki penjambret tersebut dan mengejarnya. Namun upayanya gagal lantaran penjmbret keburu menghilang ditengah keramaian pasar Kota Prabumulih. Selanjutnya Korban langsung menuju kantor Polsek Prabumulih timur untuk melaporkan kejadian.

Sementara sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi dihari yang sama tepatnya di depan Bank BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Rabu (18/03). Seorang PNS Kantor Kecamatan Beringin, Kabupaten Muara Enim Siti Salamah (45) terpaksa harus mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta karna mengalami penjambretan,

Korban diketahui baru saja melakukan transaksi  penarikan uang tunai dari Bank BRI. Korban yang baru saja keluar dari Bank, tiba-tiba dipepet oleh kawanan jambret mengguunakan Motor Suzuki Satria lantas merampas tas berisi uang milik Korban.

Kapolres Prabumulih AKBP Denny Yono Putro SIk, melalui Kabag Ops Kompol Tri Wahyudi SH, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Kabag Ops, pihaknya telah menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. “Laporannya telah kita terima saat ini, anggota sedang melakukan penyelidikan,” pungkasnya.


 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung