News Update :
Sempat Setop, Truk Batubara Kini Jalan Lagi. Apa Pasal?
PRABUMULIH, PP - Belakangan ini warga Kota Prabumulih seolah dibuat bingung dengan aktivitas yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Aktivis Gabungan LSM yang beberapa waktu lalu sempat dipuji-puji oleh warga karena aksinya berhasil menghentikan truk angkutan Batubara melintas dari Kota Prabumulih.

Sarana Olahraga SDN 63 Karang Bindu Tampak Tidak Terawat

2 Sep 2014


KARANG BINDU, PP - SDN 63 Prabumulih diduga kurang memanfaatkan bantuan sarana olahraga yang didapatkan dari Pemerintah pusat melalui dana bantuan sosial (Bansos) belum lama ini. Hal ini dilihat dari beberapa sarana olahraga yang tidak terawat sebagaimana semestinya.

Seperti kolam pasir tempat siswa latihan bidang altetik sudah ditumbuhi rumput menandakan kolam tersebut tidak dimanfaatkan sebagaimana fungsinya. Ring basket juga tampak tidak ada dipasang dilapangan sekolah, pantauan hanya terpasang tiang net bolla volly mini saja.

Hal ini menunjukkan wajar kalau SDn 63 belum berhasil menjadi juara dievent olahraga seperti olimipade olaheaga siswa nasional (O2SN) dan event lainnya.

Beberapa orang siswa kelas V SDN 63 saat dibincangi koran ini menuturkan bahwa mereka memang jarang latihan atau olahraga bidang altetik seperti lombat jauh, lompat tinggi dan rangkaian atletik lainnya, padahal alat sudah lengkap disekolah, begitu juga dengan maen basket, para siswa mengaku jarang menggunakan basket.

"Kami olahraga Dulu perna maen volly, kalau lanang-lanang maen bola kaki. tapi kalau atletik memang tidak pernah dipakai. Alat olahraga jarang dikeluarkan. Karena alat olahraga baru dikeluarkan pada saat jam olahraga saja seminggu sekali,"tutur gadis manis ini.

Guru olahraga SDN 63 salyadi Susanto saat dibincangi menuturkan, jam olahraga di Sekolah dasar hanya satu kali pertemuan setiap satu minggu, di sini juga tidak ada guru Pegawai Negeri. Sehingga dari kelas 1 sampai enam semuanya dia yang mengajar.

Ayah dari satu orang anak ini menuturkan hal sama, mengeluarkan alat olahraga sesuai dengan jadwal saja. "Apalagi sekarang ini dikurikulum 2013 sudah beda dengan kurikulum tingkat satuan pembelajaran, kebutuhan penggunaan alat olahraga akan dikeluarkan jika dibutuhkan,dan itu bervariasi sesuai kebutuhan, seperti tenis meja, volly, bola kaki dan lainnya. Tapi kalau altetik memang jarang digunakan, "tandasnya.

Kepala SDN 63 Maryati SPd saat dikonfirmasi mengakui ukuran kolam pasir yang kecil dan tak terawat memang belum sempat dibersihakan. menurutnya sarana  olahraga memang dibuat sesuai kebutuhan, karena siswa SD sehinngga ukurannya mini. masih tertutup karena belum digunakan. "Memang seukuran itu, kolam akan dibersihkan jika akan digunakan,"tandasnya

Tak Terima Diadukan, Kadisdik Prabumulih Nyaris Tangani Bawahannya

PRABUMULIH, PP - Dua orang pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) kota Prabumulih kemarin (2/9) nyaris menjadi sasaran amukan dari Kepala Dinas Pendidikan kota Prabumulih, HM Rasyid SAg.

Kedua orang pegawai yang dimaksud adalah Dudy Adrial SPd yang menjabat sebagai pengawas Dikmen serta Drs Juaini Idris yang menjabat sebagai pengawas SMA/SMK. Diduga keributan ketiganya dipicu lantaran kedua karyawan tersebut Senin (1/9) ikut dalam rombongan guru yang mengadukan permasalahan pembayaran uang tunjangan sertifikasi guru yang terhambat pembayarannya selama satu bulan.

Akibat keributan ini, aktifitas kerja di kantor Disdik kota Prabumulih yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Prabumulih Barat sempat terhenti beberapa saat untuk meredam emosi dari kedua pihak.

Salah seorang pegawai, Dudy Adrial SPd menjelaskan keributan berawal saat dirinya beserta rekannya Juaini Idris mendapatkan panggilan dari Kadisdik untuk menghadap ke kantor. Mendapat panggilan dari atasannya, kedua karyawan ini pun lantas memenuhi kewajibannya untuk menghadap Kadisdik ke kantornya.

Sesampai di dalam ruangan, Kadisdik langsung mempertanyakan maksud kedua karyawan tersebut memimpin aksi para guru saat mengadukan permasalahan ditundanya dana tunjangan sertifikasi guru selama satu bulan.

"Saya pun menjelaskan bahwa saat itu posisi kita berdua (Dudy dan Juhaini,red) sifatnya hanya mendampingi para guru. Sebab, jabatan kita sebagai pengawas serta mantan Kepsek membuat para guru mencurahkan segala permasalahannya kepada kami. Kita sifatnya saat itu hanya memberikan pendampingan bagi para guru itu," beber Dudy yang diwawancarai sejumlah awak media.

Mendengar pernyataan Dudy, Kadisdik pun tidak terima begitu saja dan malah menuduh keduanya sebagai provokator aksi. Kadisdik pun meminta keduanya agar segera menghentikan aksi para guru tersebut dan tidak memperpanjang masalah.

"Ya, kita tetap pada tujuan awal. Jika ini ingin selesai, segera bayarkan dana tunjangan sertifikasi guru full tiga bulan. Apabila  tertundanya pembayaran akibat carry over tahun 2012 seperti yang diutarakan di media, kita meminta surat resminya dari Menteri Keungan. Sehingga kita bisa mensosialisasikannya kepada Kepsek serta guru," jelasnya.

Penjelasan Dudy bukannya membuat Kadisdik tenang dan malah naik pitam. Kadisdik malah minta mereka menyelesaikan masalah dengan jalan kekerasan. Melihat kondisi yang kurang kondusif, Juhaini langsung mengajak Dudy untuk keluar ruangan dan tidak meladeni Rasyid yang sedang emosi.

"Ketika kami keluar ruangan, kami langsung dikejar oleh Kadisdik dan dia langsung berteriak marah dengan kami. Karena teriakannya, karyawan yang lain pun langsung mengejar dan hampir memukuli kami karena mengira kita datang ke kantor Kadisdik untuk menantangnya berkelahi," terangnya seraya mengatakan emosi karyawan lain langsung mereda begitu mereka menunjukkan surat panggilan dari Kadisdik.

Terkait dengan sikap Kadisdik, sebagai karyawan, Dudy mengaku sangat kecewa dengan perlakuan yang ditunjukkan oleh pimpinannya itu. Meski begitu, dirinya tidak ingin memperpanjang permasalahan dengan membawanya ke jalur hukum.

"Kita masih memiliki masalah dana sertifikasi guru yang belum keluar sepenuhnya. Kita ingin ini dulu diselesaikan. Permasalahan tadi kita cukup tahu saja dengan perangai pimpinan kita itu," ungkap Dudy.

Senada, Juaini Idris juga mengungkapkan kekecewaannya. Sebagai seorang pimpinan serta pendidik seharusnya Kadisdik bisa menjadi suri tauladan bagi bawahan serta anak muridnya.

"Kalau mau menyelesaikan permasalahan dengan jalan kekerasan, buat apa sekolah tinggi-tinggi," ucap Juaini. (pp/ep)

Ini Dia Kronologi Pembunuhan Anggota Yonkaf Karang Endah Juli Lalu

28 Agt 2014

PALEMBANG, PP - Iin Anggara (29) warga Desa Karang Mulia, Lubai Ulu, Muara Enim, usai membacok korban Sertu Chandra Satri Tobing anggota Batalyon Kaveleri (Yonkav) 5 Serbu Karang Endah, lantas merampas senjata laras panjang jenis MC dan menodongkannya ke Praka Heri Mujiono. “Kau saya tembak”. 

Hal tersebut terungkap, saat anggota Unit I Subdit III Direskrim Um Polda Sumsel, menggelar rekonstruksi, kemarin (28/8)  pukul 10.00 WIB.

Saat kejadian penganiayaan yang menyebabkan Chandra meninggal dunia dan rekannya Praka Heri Mujiono. Juga terbukti,  Rijal Efendi  (47) bapak kandung Iin, juga melakukan penganiayaan dengan cara memukul Praka Heri Mujiono, juga disaksikan mata kepala Maisra, istri tersangka Iin.

Rekonstruksi dipimpin Kompol Antoni Adhi, berlangsung lancar sebanyak 9 adegan dihalaman parkir Subdit III Direskrim Um Polda. Sementara tersangka Iin dan Rijal, diperankan langsung oleh tersangka, begitu juga korban Praka Heri Mujiono dan istri tersangka peran pengganti.

Berawal kedua tersangka dan saksi Maisra, bonceng tiga mengunakan sepeda motor membawa karet hasil curian, dikawasan PTPN 7 unit usaha Beringin Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muaraenim, Rabu (23/07) sekitar pukul 11.00 WIB. 

Kedua korban, ketika itu korban sedang melakukan patroli  pengamanan di areal perkebunan karet milik PTPN VII Unit Usaha Beringin Lubai. Lantas kedua korban berupaya menanyakan keduanya terkait karet yang dibawanya, tergambar pada adegan 2 dan 4. 

Pada adegan kelima, korban Chandra yang tengah memegang handphone (HP), Iin langsung mengambil parang dalam tas terbuta dari karung dibahu istrinya, Maisra dan membacok bagian kepala korban samping kiri, Chandra dan langsung jatuh.

Kemudian membacok tangan kanan Praka Heri Mujiono, bagitu juga tersangka Rijal secara bersamaan langsung memukul muka Praka Heri Mujiono. Lalu tersangka Iin merampas senjata Chandra dan langsung menodongkan dan mengnancam Praka Heri Mujiono dengan senjata.

Kasubdit II Direskrim Um Polda Sumsel, Kompol FX Winardi Prabowo menjelaskan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka yang nantinya akan dilimpahkan ke kejaksaan.

Diberitakan sebelumnya, anggota Yonkav 5 Serbu tewas bersimbah darah dan satu anggota lainnya nyaris tewas, setelah dibacok pelaku pencurian getah karet di kawasan PTPN 7 unit usaha Beringin Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muaraenim, Rabu (23/07) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban tewas yakni Sertu Chandra Satri Tobing, dan korban yang berhasil selamat Praka Heri Muji Hartono.

Dua anggota TNI Batalyon Kaveleri Lima Serbu Karang Endah, Gelumbang, Muara Enim, telah dihakimi para pencuri getah karet PTPN VII Beringin. 

Pada kejadian itu, satu anggota TNI tewas dilokasi kejadian, Sertu San Tobing, dengan kondisi luka bacok di kepala. Sedangkan seorang anggota TNI lagi Praka Heri Mujiono, kondisinya kritis, karena mengalami luka dibagian tangan kanan bawah. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Beringin Kecamatan Lubai, dan dirujuk ke RSU Bunda Kota Prabumulih. 

Peristiwa itu terjadi ketika kedua anggota TNI ini, tengah melakukan pengamanan (Ngepam) areal perkebunan karet milik PTPN VII Beringin, tepatnya berlokasi di Philif 2, Desa Sumber Mulia, Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim, Rabu (23/7), sekitar pukul 13.15 WIB.






















sumber : palpos

Jelang Masa Akhir Jabatan, Mobil Dinas DPRD Prabumulih Banyak Yang Berubah Pelat

25 Agt 2014

PABUMULIH, PP - Menjelang masa akhir jabatan sebagai wakil rakyat atau DPRD kota Prabumulih periode 2009 - 2014, ditemukan sejumlah mobil dinas berubah pelat dari merah mejadi hitam layaknya Mobil Pribadi. Kawasan parkir di gedung dewan perwakilan rakyat (DPRD) Kota Prabumulih Senin (25/08/14) sekilas mirip kawasan parkir di mall atau pusat perbelanjaan lantaran sebahagian besar Mobil yang terparkir mengenakan pelat hitam layaknya Mobil Pribadi.

Padahal lahan parkir tersebut diperuntukkan untuk kenderaan Dinas anggota Dewan. Jelas bahwa, pemandangan di kawasan parkir gedung DPRD Kota Prabumulih saat Paripurna pengesahan APBD-P kota Prabumulih tahun anggaran 2014 tampak lain dari biasanya. Tidak diketahui secara pasti tujuan anggota Dewan merubah pelat kenderaan tersebut dari merah menjadi hitam.

Namun demikian, warga berharap pergantian pelat kenderaan tersebut bukan bertujuan untuk hal-hal lain karna kenderaan tersebut dibeli berdasarkan uang rakyat dan diperuntukkan demi kepentingan rakyat. "Kita berharap jangan sampai seperti yang terjadi di DPRD OKU Timur. Beberapa anggota dewan enggan untuk mengembalikan Mobil Dinas. Harus legawa, karna dunia ini berputar" ujar Sutopo warga Karang Raja. (pp/rd)

APBD-P Kota Prabumulih 2014 Disahkan Rp 1,015 Triliun

PRABUMULIH, PP - Setelah melalui pembahasan yang panjang terhadap rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (RAPBDP) Kota Prabumulih tahun anggaran 2014, Akhirnya pada senin (25/8/14) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih pada rapat paripurna ke 19 masa persidangan ke II, menyetujui APBD-P Kota Prabumulih Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp 1.015.639.290.743 (satu triliun lima belas miliar enam ratus tiga puluh sembilan juta, dua ratus sembilan puluh ribu, tujuh ratus empat puluh tiga rupiah)

Anggaran tersebut terdiri atas, belanja tidak langsung sebesar Rp.380.720.927.600,- ditambah belanja langsung sebesar Rp.634.918.363.143. Data yang dapat dihimpun posmetroprabu.com dari rapat paripurna pengesahan APBD-P Kota Prabumulih 2014, Belanja tidak langsung diatas meliputi, Belanja pegawai sebesar, Rp 363.517.980.600, Belanja Hibah sebesar, Rp.8.024.246.000, Belanja bantuan sosial sebesar Rp.316.250.000, belanja bantuan keuangan kepada Provinsi Kabupaten/Kota dan Pemerintah desa sebesar, Rp. 2.068.500.000 dan belanja tidak terduga sebesar Rp. 1.793.951.000.

Sementara belanja langsung meliputi, Belanja pegawai sebesar, Rp. 19.526.492.000, belanja barang dan jasa sebesar Rp. 248.318.605.896 dan belanja modal sebesar Rp. 367.073.265.247.

Pantauan posmetroprabu.com dilapangan, Rapat Paripurna pengesahan APBD-P 2014 di hadiri oleh Wali Kota dan Wakil Walikota serta Ketua dan Para wakil ketua DPRD Kota Prabumulih. Dari 25 anggota DPRD Kota Prabumulih tercatat 22 anggota hadir dalam rapat sementara 3 anggota Dewan Lainnya tidak hadir. Selain itu, Sekretaris Daerah dan Kepala SKPD di jajaran Pemerintah Kota Prabumulih serta Camat dan Lurah juga tampak hadir dalam sidang.

Sidang Paripurna terpantau berjalan dengan baik kendati ada beberapa interupsi dari ketua komisi yang memberikan catatan-catatan kecil tentang perencanaan anggaran yang disebabkan realisasi penyerapan anggaran pada pertengahan semester 2014 dinilai masih rendah, sehingga harus menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah eksekutif.

"Kami berharap Pemko Prabumulih dapat membantu meningkatkan kinerja pada Beberapa SKPD yang menjadi catatan kami, sehingga penyerapannya semakin besar," ujar ketua komisi satu Hartono Hamid SH (Om Ton). Selain itu, dia juga meminta agar Pemerintah Kota Prabumulih dapat membantu mengakomodir penyerapan anggaran, sehingga anggaran dapat terserap lebih cepat dan lebih optimal, ungkapnya.

Sementara itu, Walikota Prabumulih Ir. H Ridho Yahya MM mengungkapkan dengan disahkannya APBD-P Prabumulih 2014, maka diharapkan sejumlah program unggulan untuk kepentingan masyarakat dapat segera diwujudkan. 

"Saran-saran serta rekomendasi Dewan yang disampaikan selama proses penyelesaian dan persetujuan APBD-P Prabumulih 2014 ini akan menjadi acuan bagi pihak eksekutif untuk segera ditindaklanjuti," ungkap Ridho Yahya. Tidak lupa Ridho Yahya juga berharap agar Dewan tetap melakukan pengawasan dan memberikan masukan jika pada pelaksanaannya dilapangan terdapat penyimpangan. (pp/red)

Maling ini Ternyata Jual Sapi Curian ke Prabumulih

INDRALAYA, PP - Dua spesialis pencuri sapi ditembak anggota Satreskrim Polres OI, lantaran berusaha kabur saat hendak ditangkap, setelah terendus akan melancarkan aksinya kembali di Desa Segayam, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten OI, Sabtu (23/8), sekitar pukul 02.00 WIB.

Kedua tersangka yakni Rusadi (38), warga Dusun 3, Desa Ulak Bedil, Kecamatan Inderalaya, dan Heri Irawan (33), warga Desa Sakatiga, Inderalaya, Ogan Ilir. Sementara satu pelaku lain JO, berhasil kabur saat hendak ditangkap. Dari para tersangka disita barang bukti tali tambang yang diduga untuk menjerat sapi, dua bilah pisau dan putas untuk meracuni sapi.

Informasinya, malam itu, polisi mendapat kabar jika tersangka Rusadi, berada tak jauh dari kafe di Desa Segayam bersama teman-temannya. Tanpa buang waktu, polisi dipimpin Kasatreskrim AKP David Sidiq, dan Kanit Pidum Ipda Marwan  meluncur ke lokasi.

Petugas yang mengenali tersangka lantaran kerap lolos saat ditangkap langsung melakukan penggerebekan, hingga dua tersangka diamankan, dan satu komplotannya berhasil meloloskan diri dari sergapan. Selanjutnya, kedua tersangka beserta barang bukti digelandang ke Mapolres OI.

Kapolres OI AKBP Asep Jajat Sudrajat, melalui Kasatreskrim AKP David Sidiq, didampingi Kanit Pidum Ipda Marwan mengatakan, tersangka Rusadi merupakan target operasi dalam kasus pencurian sapi. “Tersangka Rusadi dikenal licin, dan sudah banyak laporan kehilangan. Dia (Rusadi), pemain spesialis pencurian sapi,” ungkap kasat.

Kasat menambahkan, modusnya, jika sapi berada diluar kandang, maka tersangka menggunakan racun putas. “Setelah mati, sapi diseret lalu dipotong menjadi beberapa bagian, lalu dijual ke pasar. Kalau sapi ada di kandang, maka sapi itu akan dijeratnya, lalu dipotong. Tersangka diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara,” bebernya.

Sementara itu, terangka Rusadi mengaku, dirinya kerap melakukan pencurian sapi diberbagai tempat. “Ya, saya yang maling sapi di Desa Tanjung Baru 2 ekor, Desa Tanjung Tambak 2 ekor, dan Desa Transat 2 ekor. Total ada enam ekor. Sapi saya jual Rp 40 ribu perkilogram di Prabumulih,” akunya.

















palpos

BG 2 CZ Jadi Milik Ahmad Palo

PRABUMULIH, PP – BG 2 CZ, sebagai kenderaan Dinas orang nomor satu di DPRD Kota Prabumulih belakangan mulai santer dibicarakan. Bukan pada kenderaannya semata, namun lebih pada siapa pemilik kenderaan pelat merah tersebut. Caleg Terpilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP), adalah partai yang diklaim lebih berhak memiliki kenderaan serta Kursi Ketua DPRD Kota Prabumulih periode 2014 - 2019 yang semula dimiliki oleh PDI Perjuangan. 

Terbukti, jajaran pengurus Partai berlambang Ka'bah tersebut telah merekomendasikan Ketua Partainya yakni Ahmad Palo SE sebagai calon ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Prabumulih.

“Berdasarkan hasil rapat DPC tadi, untuk ketua DPRD kami sepakat dan merekomendasikan Ahmad Palo SE sebagai calon ketua DPRD,” ungkap Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu Partai Persatuan Pembangunan ( LP2 PPP), Erwin Sa’bani kepada awak media usai rapat penentuan ketua DPRD di secretariat DPC PPP, Senin (25/8).

Menurut Erwin, beberapa alasan DPC PPP merekomendasikan Ahmad Palo sebagai calon ketua DPRD kota Prabumulih. Pertama kata dia, Palo memiliki pengalaman di pimpinan DPRD. Kedua, ia merupakan pimpinan partai dan ketiga, loyal kepada partai dan kader. “Selain itu AD/ART juga mendukung, dan itu juga
petunjuk dari DPP,” kata pria yang memimpin Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) kota Prabumulih ini.

Masih kata Erwin, berdasarkan petunjuk dari DPP PPP, untuk menentukan pimpinan DPRD yakni ketua DPC atau sekretaris, atau suara terbanyak caleg. “Nah kebenaran beliau (Ahmad Palo,red) ketua DPC dan suara terbanyak caleg. Jadi pas nian jatuhnya ke beliau,” ungkapnya.

Ditanya terkait undang-undang MD3, dikatakan Erwin, undang-undang tersebut tidak berlaku di tingkat provinsi dan kabupaten serta kota. “Kita sudah cari informasi ke DPP terkait UU MD3 itu, hasilnya itu hanya berlaku untuk pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmad Palo SE ketika dimintai tanggapan terkait rekomendasi DPC PPP tersebut masih enggan berkomentar banyak. “Tentunya saya sangat berterima kasih dengan kepercayaan ini, dan saya akan berupaya berbuat yang terbaik,” kata Palo.

Rapat DPC PPP, kemarin diikuti pengurus DPC, ketua dan sekretaris pimpinan anak cabang (PAC) serta para caleg terpilih dari PPP. Seperti diketahui, pada pemilihan legislatif 9 April lalu, PPP berada di posisi teratas dengan 16.946 suara dan meraih empat kursi dari tiga dapil, posisi kedua ditempati partai Golkar dengan 12.460 suara dengan tiga kursi, di posisi ketiga PDI Perjuangan dengan 11.012 suara, di posisi keempat partai Demokrat dengan 10.460 suara dan posisi kelima partai Nasdem dengan 9.461 suara.

Hanya saja untuk PDI Perjuangan, mesikpun meraih total suara terbanyak ketiga namun mereka tidak berhak untuk menduduki kursi pimpinan menyusul, mereka hanya mendapatkan dua kursi. Untuk pimpinan sendiri sesuai aturan perundang-undangan bakal ditempati PPP, Golkar dan Demokrat.

Warga Pertanyakan Penginapan Tanpa Izin di Wonosari

PRABUMULIH, PP - Belasan warga Jalan Kapten Hasan basri Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara belakangan dibuat resah dengan keberadaan ruko 3 pintu milik Tumpak (65) yang diduga difungsikan sebagai penginapan alias Hotel. Setiap hari beberapa kenderaan roda dua maupun empat tampak terparkir di depan ruko saat hari menjelang senja. 

"Iya kadang kenderaan tersebut seperti kenderaan mobil box bisa menginap sampai beberapa hari. Lalu kemudian berganti lagi. Yang pasti aktifitas ruko seperti tempat penginapan dan sayangnya tidak ada plang nama yang menandakan bahwa bangunan tersebut adalah penginapan atau losmen dan sebagainya" ujar salah seorang warga sekitar ketika dibincangi posmetroprabu.com.

Warga yang meminta untuk tidak mempublikasikan namanya itu berharap kepada Pemerintah untuk segera menindak pengusaha atau pemilik ruko. Sebab lanjutnya, masyarakat sekitar tidak ingin hal-hal yang tidak di inginkan terjadi di wilayah tersebut. Karna bukan tidak mungkin ruko tersebut disalahgunakan sebagai tempat esek-esek, ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Irma (43) Warga sekitar. Dijelaskannya, bangunan berlantai 3 itu kalau siang hari tampak terkunci rapat. Namun menjelang senja ruko tersebut mulai ramai. Para tamu yang meinginap umumnya sopir mobil box dan terkadang ada juga terlihat wanita yang berpakaian rapi berada di hotel atau ruko yang tanpa merek itu, ujarnya. Anehnya lanjut Irma, Ruko tiga pintu ini kalau siang terkunci rapat tapi menjelang magrib aktifitas ruko mulai kelihatan, imbuhnya

Menyoal Ruko yang dialihfungsikan sebagai penginapan tanpa izin di Wonosari ini, Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Prabumulih, Rojali melalui kasi regulasi dan pengaduan Apriyanto mengaku belum mengetahuinya. Namun demikian Apriyanto berterima kasih dengan adanya informasi yang disampaiakan oleh media.

Dikatakan, dengan informasi tersebut, pihaknya  akan segera melakukan rapat dan berkordinasi dengan pihak  kelurahan apakah ruko tersebut  sudah memiliki izin IMB, SIUP, SITU atau belum. Jika nantinya pemilik ruko diketahui belum mengantongi izin maka pihaknya tidak akan segan-segan melakukan penindakan, (pp/jn)

Kaki Residivis Curanmor Dihadiahi Timah Panas

23 Agt 2014

PALEMBANG, PP - Dua residivis curanmor, berhasil diringkus Unit Reskrim Polsekta Ilir Barat I, saat melakukan operasi UKL di depan Apotek Aditya, Jalan Radial, Kecamatan IB I, Jum’at (22/08), pukul 22.00 WIB. Bahkan, karena mencoba kabur saat akan disergap, kedua tersangka dihadiahi sebutir timah panas di kaki kirinya masing-masing. Kedua tersangka itu, Maulana bin Eteh (33), dan Arman bin Ishak (28), semuanya warga Desa Kampung Bali, RT 04/03, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Mariana, Banyuasin.

Dari keduanya disita barang bukti dua kunci leter T, sepeda motor Honda Beat hitam Nopol BG 2829 IW milik tersangka Maulana, serta sepeda motor Nopol BG 3044 ZD milik korban Apriadi bin Joni (22), warga Jalan Talang Kerangga, Kecamatan IB II.

Informasinya, malam itu, korban memarkirkan motornya di depan apotek, karena mau membeli obat. Saat korban didalam, tersangka Arman yang membuka paksa motor korban menggunakan kunci leter T. Namun, saat akan membawa kabur motor korban, aksi Arman diketahui warga yang langsung teriak maling.

Kebetulan, polisi yang sedang melakukan operasi UKL tak jauh dari kejadian, langsung melakukan pengejaran. Kedua tersangka baru dapat diamankan setelah dilumpuhkan dengan timah panas. Selanjutnya, kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolsekta IB I, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut tersangka Maulana, dirinya sudah ketiga kalinya terlibat aksi curanmor. ‘’Ini sudah ketigo kalinyo aku maleng motor samo Arman, kami selalu beduo, memang sengajo pegi dari rumah. Kalo berhasil, motornyo langsung kami jual jugo samo uwong di daerah Rambutan, Banyuasin, dengan rego Rp 2-3 juta. Hasil maling motor ini kami bagi duo,” terang pria yang pernah dipenjara di Rutan Pakjo, tahun 2008, juga karena kasus curanmor ini.

Kapolsekta IB I Kompol Budi Santoso, didampingi Kanit Reskrim Iptu Sukono SH mengatakan, ketika anggota sedang melakukan operasi UKL di lokasi kejadian, kemudian mendengar teriakan warga sekitar. Anggotanya bergerak mengejar kedua tersangka, hingga dapat diamankan setelah dilumpuhkan dengan timah panas. ‘’Kini kedua tersangka beserta barang bukti sudah diamankan, guna pengusutan kasusnya, termasuk mengejar jika ada komplotannya yang belum tertangkap,” tegasnya.










palpos

Disnakertrans Prabumulih Catat 16 Kasus Perselisihan Hubungan Industrial Tahun 2014

22 Agt 2014

PRABUMULIH, PP - Sepanjang tahun 2014, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kota Prabumulih mencatat setidaknya ada 16 kasus perselisihan hubungan industrial antara perusahaan dan tenaga kerja.

Kepala Disnakertrans, H Zulkifli AB SE MM mengatakan kebanyakan penyebab perselisihan tersebut antara lain permasalahan PHK sepihak, pesangon yang belum dibayarkan, uang intensif serta kekurangan upah.

"Kebanyakan kasus-kasus tersebut berhasil kita mediasi sehingga tidak terlalu berkembang hingga ke instansi yang lebih tinggi," ungkap Zulkifli kepada wartawan kemarin (22/8).

Sebab, sambung Zulkifli, apabila kasus perselisihan tersebut tidak bisa dimediasi oleh pihaknya, maka kasus itu akan dibawa ke tingkatan yang lebih tinggi yakni Disnakertrans Provinsi.

"Apabila masih belum selesai, maka perkaranya akan dibawa ke tingkatan pengadilan hubungan industri. Apapun keputusannya, baik pihak perusahaan maupun dari buruh atau tenaga kerja harus menaatinya," ujarnya.

Zulkifli menerangkan sebenarnya kasus perselisihan seperti ini tidak perlu terjadi apabila ada komunikasi yang baik antara perusahaan dengan pihaknya. "Kita baru mengetahui kasusnya ataupun perusahaannya setelah mendapat laporan dari tenaga kerjanya. Seharusnya ketika beroperasi, pihak perusahaan wajib melaporkan setiap kegiatan perusahaannya, baik itu mengenai kondisi perusahaan maupun tentang kesejahteraan karyawannya," terangnya.

Untuk itu, ia berharap bagi setiap agar dapat menyerahkan laporan rutin mengenai aktivitasnya. "Jika kita mengetahui tentang kondisi perusahaan yang sebenarnya, tentu langkah-langkah persuasif serta mediasi bisa kita lakukan terlebih dahulu dengan tenaga kerja. Sehingga laporan perselisihan antara karyawan dan perusahaan bisa diminimalisasi," pungkasnya. (pp/ep)

Satpol PP Prabumulih Dapat Mobil Baru

PRABUMULIH, PP - Guna memaksimalkan fungsi serta peranan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dalam melakukan pengendalian massa (Dalmas), pemerintah kota (pemkot) Prabumulih mulai menyediakan mobil Dalmas bagi anggota Sat Pol PP.

Bahkan, mobil Dalmas tersebut telah terparkir di halaman gedung perkantoran Pemkot Prabumulih.

Kepala Sat Pol PP kota Prabumulih, Ibrahim Cik Ading mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan kehadiran kendaraan truk Dalmas tersebut. Pasalnya, selama ini ia beserta pasukannya kerap kesulitan dalam melakukan beberapa operasi.

"Seperti waktu mengamankan proses pembangunan proyek PTM, kita harus melakukan penjemputan beberapa kali personil dari pemkot ke lokasi karena kurangnya kendaraan. Makanya, tahun ini kita sengaja meminta kendaraan tersebut agar setiap operasi pengamanan berjalan lancar," ungkapnya.

Apalagi sudah ada rencana dari Pak Wali untuk meningkatkan status instansinya. "Sehingga sarana dan prasarana kita terutama untuk personil harus kita tambah lagi. Jadi peningkatan status kita, bisa segera terealisasi," ujarnya.

Mengenai nilai anggaran pengadaan mobil Dalmas tersebut, Ibrahim mengaku tidak terlalu mengetahuinya.   "Kita sifatnya hanya mengajukan pengusulan penambahan mobil Dalmas. Kalau untuk besarannya anggaran, saya juga kurang mengetahui," terangnya.

Setelah diterimanya mobil dinas tersebut oleh instansinya, pihaknya akan segera menggunakan mobil tersebut untuk operasional personilnya. "Kan mobilnya sudah ada. Ya, tentunya akan segera kita gunakan untuk operasional personil," pungkasnya.
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung