PALEMBANG, PP - Perkerasan jalan merupakan pekerjaan yang membutuhkan dukungan teknologi salah satunya adalah penggunaan AMP (Asphalt Mixing Plant). AMP yang andal menjadi kunci keberhasilan terjaminnya capaian kualitas produk jalan.

Pemilihan AMP yang tepat sesuai spesifikasi menjadi pedoman setiap penanggungjawab dan penyelenggaraan konstruksi jalan. Selain itu, dukungan operator dan mekanik AMP bersertifikat menjadi sebuah paket yang tidak terpisahkan.

Hal tersebut diutarakan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Yusid Toyib, pada pertemuan dengan para kontraktor dan pejabat serta aparatur penyelenggara konstruksi jalan nasional dan provinsi Sumatera Selatan, hari Selasa (26/07) di Palembang.

Kementerian PUPR saat ini telah menetapkan target pembangunan infrastruktur nasional tahun 2015-2019 yang dikonsentrasikan untuk mendukung Agenda Nawa Cita yang meliputi kedaulatan pangan, ketahanan air, konektivitas, dan permukiman. Konektivitas dapat diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur jalan.

Indonesia telah menentukan bahwa infrastruktur menjadi prioritas utama dalam program pembangunan nasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Penyelenggaraan infrastruktur utama khususnya jalan mengalami peningkatan hampir diseluruh wilayah Indonesia.
Pada tahun 2016 ini tercatat, Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga memiliki anggaran sebesar Rp. 41,065 Trilyun dengan sasaran prioritas antara lain pembangunan jalan baru 769 KM, pembangunan jalan tol pemerintah 29 KM, pembangunan dan peningkatan jembatan 12.714 Meter, pembangunan fly over, underpass, dan pengadaan lahan jalan bebas hambatan 800 hektar.

Pembangunan infrastruktur jalan menjadi penting karena akan menghubungkan daerah-daerah yang selama ini tidak mudah untuk dijangkau serta memperlancar transportasi dan mobilisasi antar daerah baik itu manusia maupun barang.

Perlu peningkatan kualitas hasil pekerjaan perkerasan jalan akibat masih ada metode pelaksanaan yang kurang tepat juga minimnya kelayakan peralatan AMP dan alat berat pendukung pekerjaan jalan lainnya.

“Dengan berbagai kondisi dan permasalahan tersebut menuntut para penanggungjawab dan penyelenggara konstruksi untuk lebih memperhatikan seluruh mata rantai pelaksanaan pekerjaan jalan sehingga kualitas/ mutu produk konstruksi khususnya pekerjaan jalan dapat sesuai dengan umur rencana”, ujar Yusid Toyib, Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR.

Sejalan dengan upaya untuk mengoptimalkan kinerja peralatan AMP, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) akan menyiapkan database alat berat konstruksi melalui Sistem Registrasi Alat Berat Konstruksi dengan alamat website:   www.mpk.binakonstruksi.pu.go.id.

Para Satker, SKPD, PPK/PPTK di lingkungan Kementerian PUPR harus dapat mengajak para Pembina dan Penyelenggara Konstruksi Pusat dan Daerah, Penyedia Jasa, Pemilik dan Perusahaan Rental Alat Berat untuk meregistrasikan kepemilikan alat berat melalui alamat website tersebut,” tambah Yusid.

Pertemuan ini sendiri dihadiri oleh  Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional III, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Kepala Subdit Material dan Peralatan, DJBK, Jajaran SKPD dan Satker Provinsi Sumatera Selatan, Ketua AABI dan Penyedia Jasa/ Kontraktor serta pemilik AMP di Sumatera Selatan.

DJBK sendiri telah aktif melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan sektor konstruksi di Indonesia antara lain melalui program sertifikasi pekerja konstruksi melalui link and match dan penyerahan mobile training unit (MTU) kepada pemerintah daerah untuk pelatihan di berbagai daerah di Indonesia.
"Mati tulah jangan di cubo, dek pacak balek lagi" Demikian Adi Susanto memulai pembicaraan sembari mempersilahkan posmetroprabu masuk ke kantor pribadinya di Jalan Tromol Sukaraja Prabumulih Selatan Kota Prabumulih beberapa waktu lalu.

Pemandangan yang tidak biasa dan begitu kontras menghiasi sudut sebelah kiri ruangan kantor pribadi sosok pria yang biasa disapa Santon itu. Deretan batu akik berbagai jenis tampak tersusun rapi di etalase gantung yang sengaja di desain sedemikian rupa.

Selain batu akik, ada juga beberapa trophy. Menurut politisi PKB itu, trophy tersebut adalah hasil kontes Batu Akik Gem Stone di Kota Prabumulih 2015 silam. Photo keluarga sengaja di pajang menghadap tamu yang datang ke kantor tersebut.

Masuk ke pokok wawancara menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) kota Prabumulih 2018, Anggota Legislatif dua periode tersebut mengaku siap.

"Insha Allah Siap lahir bathin. Kito Cubokan nian Dindo, mati tulah jangan dicubo, dak pacak balek lagi" ujarnya mengulang kalimat yang sama.

Sejauh ini menurut Santon, masih kesiapan dulu yang dimatangkan. Digandeng Petahana sebagai calon wakil walikota atau maju melawan Petahana kita masih menunggu, sebab kedua peluang tersebut saat ini masih terbuka lebar. Dimana waktu pelaksanaan pilkada juga masih panjang di 2018. Dan yang utama saat ini adalah restu dari Pimpinan Partai, paparnya.

Disinggung bagaimana strategi pemenangan yang dimilikinya melawan petahana yang posisinya saat ini begitu kuat? Ayah tiga anak ini menyatakan bahwa setiap calon yang bakal maju pada pemilihan tentu punya strategi khusus. "Jika terpaksa melawan petahana atau Incumbent, ada strategi khusus yang kita miliki dan beda porsinya jika digandeng oleh Petahana" ujar Suami dari Berliana itu diplomatis.

Dikatakan, peta kekuatan petahana sesungguhnya ada pada birokrasi. Bahkan sudah menjadi rahasia umum semua pilkada di tingkat kabupaten ataupun provinsi dengan sangat mudah dimenangkan oleh Petahana yang memiliki basis kekuatan birokrasi. PNS mempunyai pilihan sendiri itu lumrah, tapi ketika jabatan yang dimilikinya dimanfaatkannya untuk memenangkan salah satu Calon di Pilkada, ini menjadi sangat tidak tidak biasa.

"Terkadang ibarat memakan buah simalakama. Mau jabatan aman atau posisi jabatan terancam. Atau dianggap sebagai PNS yang tidak memiliki loyalitas terhadap atasan. Itulah Politik, dan untuk hal yang satu ini jelas kita punya strategi" ujar Politisi pengoleksi batu akik ini.

Menurutnya, tidak banyak orang yang berpikir bagaimana cara membalikan birokrasi untuk bertindak sesuai dengan fungsinya. Karena sejatinya, merekalah penguasa yang sesungguhnya. PNS memiliki posisi tawar yang sangat kuat. Karena kekuatan mereka cukup potensial untuk melakukan apapun. Cuman yang kita sesalkan adalah, para birokrat ini kerap dimanipulasi untuk kepentingan Petahana. Nah jika bagi mereka diberikan kemerdekaan yang bebas dari kepentingan Petahana, saya yakin para birokrat ini adalah kekuatan politik yang luar biasa.

Kemungkinan untuk mengelola birokrasi keluar dari kepentingan para Petahana lanjut Santon, sangat terbuka lebar. Sebab tidak sedikit pilkada menyisakan kesedihan bagi para birokrat. Artinya dibutuhkan sosok calon alternatif yang membawa keterwakilan masyarakat, termasuk di dalamnya birokrat. Karena hari ini masyarakat mempunyai hak politik yang cukup tinggi untuk mencari pemimpin yang amanah, papar Santon.

Jika sebahagian orang menilai bahwa melawan Petahana yang sudah mapan merupakan suatu hal yang mustahil, tidak demikian bagi Adi Susanto. Jika pun itu terjadi, baginya masih banyak kemungkinan menang untuk mengalahkan Petahana. Diantara Pemilih dan pilihan alternatif, baginya akan tetap maju demi pengabdian. Karna bagaimanapun Bagi Adi Susanto pengabdian kepada bangsa dan Masyarakat menjadi hal utama dalam dirinya sejak ia terpilih menjadi Anggota DPRD Kota Prabumulih.
OGAN ILIR, PP - Di saat siswa-siswi baru masuk sekolah di minggu pertama  tahun ajaran baru, ratusan kepala sekolah di Ogan Ilir (OI) SMP dan SLTA sibuk "plesir" bersama ke Pulau Bali.

Hal ini didapatkan dari pengakuan salah satu guru  SMP di Kecamatan Inderalaya yang minta namanya tidak dipublikasikan, bahwa hampir seluruh Kepsek SMP dan SMA di OI sedang plesir.

“Kenapa seluruh kepsek SMP dan SMA ini jalan-jalan ke Lombok dan Bali ini, kami kurang paham, dalam rangka apa. Yang pasti, bukan program sekolah mapun pihak dinas pendidikan dan pusat, di saat pelajar baru masuk sekolah ini pelajar baru yang perlu bimbingan dan arahan dari Kepsek, eh malah kepsek asik-asikan jalan-jalan keluar kota,” tukasnya, baru saja.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Ogan Ilir Amrullah membenarkan para kepsek di OI  sedang berada di luar kota. Hanya saja ia mengelak bila itu dikatakan plesir, namun ada agenda musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS).

"Yang ke lombok acara studi banding, bukan acara dinas. Kepsek SMP dan SLTA termasuk pak Kadisdik Drs Sidharta juga ikut," kata Amrullah, Senin (25/7).

Menurut Amrullah, kepsek tersebut berangkat sejak hari Sabtu 23/7/2016 dan baru pulang pada Rabu 27/7/2016 mendatang. Ketika disinggung apakah menggunakan anggaran sekolah atau Dana BOS, Amrullah menyatakan keyakinannya bahwa anggaran tersebut dari kantong pribadi para kepala sekolah.

"MKKS itu program mereka. Bukan program diknas. Soal budget keberangkatan tidak ada pos khusus saya kira dari dana pribadi," tutup Amrullah.




net
JAKARTA, PP - Menpora Imam Nahrawi mengharuskan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI digelar 3 Agustus 2016. Jika tidak, Imam ancam bekukan kembali induk organisasi sepak bola di Tanah Air itu.

"Ya, harus tanggal itu (3/8) dan pemerintah akan mengawal itu. Kalau toh ini tidak dilaksanakan dengan baik, maka pemerintah akan melihat dan bahkan mungkin mencabut dukungan seperti yang kita lakukan kemarin," ujar Imam saat berada di Surabaya, Jumat (22/7).

Seperti diketahui, 3 Agustus itu sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh FIFA. Organisasi sepak bola internasional itu merekomendasikan enam poin. Di antaranya, mengganti ketua umum, wakil ketua hingga Komite Eksekutif PSSI. "Rekomendasi itu harus dilaksanakan," tegas Imam.

Imam menjelaskan, pemerintah akan mengawal dan mengawasi proses terjadinya KLB. Selain itu, pemerintah siap ikut mensukseskan dan akan terus memastikan PSSI soal KLB.

Dia juga mewanti-wanti agar KLB ini tidak mundur. Sekalipun ada rencana mundur, maka pemerintah akan menelisik secara serius apa penyebabnya. Jika mundurnya KLB karena PSSI tak berniat melakukan konferensi itu, pemerintah berniat tak akan mendukung PSSI lagi.

Sebelumnya, FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengabulkan permohonan KLB PSSI yang diajukan Kelompok 85 sebagai pemegang suara. Restu KLB, keluar setelah sembilan perwakilan Kelompok 85 bertemu dengan Kepala Asosiasi Anggota FIFA Primo Corvaro serta Kepala Asosiasi Anggota dan Pengembangan AFC Sanjeevan Balasingam di kantor PSSI di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis lalu.

Plt Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan mengatakan, FIFA meminta mereka menggelar kongres tahunan 3 Agustus mendatang. Menurut Hinca, FIFA ingin PSSI melengkapi sejumlah komponen yang diperlukan untuk menggelar KLB.

Ditanya apakah PSSI siap melakukan KLB? Hinca mengamini kalau pihaknya siap. KLB juga tidak akan meleset dari jadwal yang ditentukan.

"Ya benar," singkat Hinca melalui pesan singkat kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Ada sejumlah agenda yang akan dibahas dalam agenda PSSI. Pertama adalah pelantikan Hinca Panjaitan sebagai Plt Ketua Umum PSSI hingga Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI Oktober mendatang.

Kedua, penetapan pemilihan anggota Komite Eksekutif (Exco) yang baru, atau tiga posisi yang kosong saja, yaitu satu presiden dan dua anggota exco. Ketiga, penetapan tanggal pelaksanaan kongres tahunan pemilihan Ketua Umum PSSI.

Lalu pengesahan revisi Kode Pemilihan PSSI (Electoral Code) dan pemilihan anggota Komite Pemilihan dan anggota Komite Banding Pemilihan yang masing-masing diketuai oleh Agum Gumelar dan Erick Thohir.

"Yang penting mereka sudah mengatakan tunduk kepada FIFA dan FIFA sudah mengeluarkan suatu keputusan. Ayo keputusan itu, di Kongres tanggal 3 Agustus, harus kita kawal bersama-sama," tutupnya.

Seperti diketahui, ancaman Menteri Imam membekukan PSSI kembali bukanlah gertak sambal. Sebelumnya, April 2015, Kemenpora mengambil langkah tegas dengan resmi membekukan PSSI. Alhasil, semua kegiatan PSSI tidak diakui oleh Kemenpora. Dalam surat pembekuan bernomor 01307 tahun 2015 yang ditandatangani langsung Imam, disebutkan bahwa terdapat beberapa alasan yang membuat pihaknya membekukan PSSI.
PRABUMULIH, PP - Kondisi ruangangan kelas belajar yang memprihatinkan ternyata tidak hanya dialami oleh sekolah-sekolah pinggiran yang jauh dari pusat Pemerintahan. Meski terletak di kawasan tengah kota, SMPN 3 Kota Prabumulih di Jln Lintas Baturaja - Prabumulih Tanjung Raman pun masih terlihat menyedihkan.

Setidaknya ada lebih dari 3 ruang kelas di Sekolah ini yang kondisinya sangat memprihatinkan. Plafon rusak tampak menggantung dan bahkan ada salah satu ruang kelas yang terpaksa ditopang menggunakan kayu agar palfonnya tidak ambruk menimpa para pelajar. Bekas bocor ada di sana-sini. Kaca-kaca jendela terlepas serta kayu dan genting juga rapuh, sehingga sangat rawan roboh.

Potret ruang belajar yang memprihatinkan ini kerap dikeluhkan para pelajar dan juga orang tua siswa. Para orang tua mengaku cemas dengan anaknya karna suatu saat bisa saja bangunan ruang kelas yang ditopang tersebut ambruk dan menimpa para pelajar. Pasalnya ruangan ini kata Jamal (46) orang tua siswa, masih difungsikan untuk proses belajar mengajar di Sekolah tersebut.

Mereka juga kerap mempertanyakan kondisi bangunan terhadap pihak sekolah. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Kasihan anak-anak tidak fokus belajarnya karna cemas dengan palafon yang ditopang, ujar Jamal.


Pamuji Rahayu SPd Kepala Sekolah SMPN 3 Tanjung Raman Kota Prabumulih membenarkan jika ruangan yang ditopang dengan kayu balok tersebut masih difungsikan. Hal ini dilakukan mengingat tak ada pilihan lain sebab ruangan kelas juga sangat terbatas.

Wanita ramah berhijab itu mengaku kondisi sekolah memprihatinkan sudah dilihatnya sejak menjejakkan kaki di SMPN 3. Bahkan, beberapa ruangan masih merupakan bangunan lama sejak pertama kali berdiri.

Menanggapi keluhan para orang tua siswa terhadap kondisi bangunan sekolah, Pamuji mengatakan bahwa bukan orang tua saja yang mengeluh. Pihaknya juga selaku tenaga pengajar disekolah tersebut juga mengalami hal yang sama. Bahkan saat pertama kali menginjakkan kaki di SMPN 3, Pamuji mengaku hal yang pertama yang diingkannya adalah berupaya untuk memperbaiki seluruh ruangan kelas yang mengalami kerusakan.

"Kita sangat memaklumi itu, dan bahkan kita juga selaku tenaga pengajar merasa was-was terhadap anak didik jika suatu saat bagian dari bangunan seperti plafon rubuh. Bukan hanya siswanya saja mungkin yang jadi korban bahkan guru yang sedang mengajar juga ikut. Hal ini sudah jauh hari kita laporkan ke Dinas Pendidikan. Bahkan beberapa waktu lalu sempat diadakan penijauan terhadap ruang kelas yang rusak parah dan katanya sudah dianggarkan. Terkait belum terlaksananya perbaikan hingga sekarang menurut Dinas disebabkan adanya pemangkasan anggaran. Kita tidak bisa berbuat banyak karna dananya ada pada Dinas" tegas Menik sapaan akrab Kepsek SMPN 3 itu kepada posmetroprabu.com.
PALEMBANG, PP - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan(sumsel) Alex Noerdin  mengharapkan seluruh bupati/walikota di Sumsel harus memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat  dan mencanangkan gerakan Bela Negara di daerah masing-masing serta bersama-sama  membenahi dan meningkatkan stabilitas keamanan demi merwujudan nilai-nilai revolusi  mental.

Menurut Alex, situasi keamanan yang kondusif  harus terus ditingkatkan agar terciptanya kenyamanan seluruh masyarakat. “Bupati/Wali kota harus selalu menjaga daerahnya masing-masing, jangan terlalu sering meninggalkan wilayahnya,” ungkap Alex dalam rapat dengar arahan Menteri pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riacudu untuk Bupat/Walikota Se-Sumsel di Ruang BPKAD Provinsi Sumsel Jakabaring, Kamis (21/7).

Dalam kesempatan ini Alex Noerdin juga mengajak seluruh Bupati/Walikota agar bersama-sama membenahi cara pandang pikiran dan perilaku masyarakat agar tidak mudah terjerumus tidak dan terprovokasi dengan hal-hal yang merugikan masyarakat itu sendiri , terutama para pemuda, apalagi di jaman sekarang moderenisasi terkadang bisa mengubah pola pikir masyarakat ke arah yang negatif.

Menurutnya, dalam hal keagamaan juga terkadang menjadi hal yang menghawatirkan maka dari itu pondok-pondok pesantren itu sendiri harus benar-benar mempunyai standarisasi dan sertifikat dari pemerintah yang sah.

"Para pengasuh pondok pesanteen itu juga harus ditentukan oleh pemerintah sendiri guna menciptakan para santri-santri yang bener berkualitas dan bener-bener memiliki ahlak dan budi pekerti yang tinggi," terangnya

Sementara Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riacudu  memaparkan ke seluruh bupati/Walikota se-Sumsel, bahwa Bela Negara  merupakan hal konkrit dari program revolusi mental, membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia untuk memiliki kekuatan besar untuk berprestasi tinggi,produktif dan berpotensi menjadi bangsa yang maju dan modern.

“Perwujudaan karakter masyarakat yang benar-benar produktif itu harus di mulai dari kalangan masyarakat menengah ke bawah untuk menciptakan masyarakat yang mempunyai jiwa dan pola pandang yang dinamis yang memiliki interegritas dan bersinergi dalam menciptakan stabilitas masyarakat yang memiliki budi pekerti dan berjiwa nasionalisme,” pungkasnya.




rmol.sumsel
PRABUMULIH, PP - Bau tak sedap tercium di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih yang terletak di Jalan Amad Yani Prabu Jaya Prabumulih Timur Kota Prabumulih Kamis (21/07/2016). Aroma menyengat yang tak sedap dicium itu tentu saja berasal dari asap hasil pembakaran Barang Bukti Sitaan Kejari Prabumulih berupa Nakotika dan obat-obat terlarang lainnya.

Sejumlah staf Kejari, tamu dan undangan terpaksa mengenakan masker karena tidak nyaman menghirup udara berbau menyengat tersebut. Kejari Prabumulih memusnahkan 58.5 paket ganja kering, 110.074 gram dan 64 paket kecil sabu, 36 butir pil ekstasi, 5 pucuk senpi plus 12 amunisi dan 9 bilah senjata tajam dari 49 perkara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Prabumulih Husen Atmaja SH dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, bahwa selama dipercaya menjabat sebagai Kajari di Prabumulih dirinya punya atensi besar atau perhatian khusus akan tindak kejahatan terhadap orang dan harta benda pencurian dengan kekerasan (Curas).

Dimana selain Narkoba, beberapa barang bukti lain seperti alat kejahatan yang digelar dan bakal dimusnahkan setidaknya bisa menjadi perhatian khusus bagi aparat penegak hukum. Barang bukti tersebut adalah Senjata Api (Senpi) dan beberapa senjata tajam (Sajam) yang dalam persidangan kerap di hadirkan bersama terdakwa. Dan tidak sedikit jumlah korban akibat tindak kejahatan yang dilakukan.

Banyaknya alat bukti mematikan tersebut setidaknya membuktikan bahwa Kota Prabumulih masih rawan akan tindak pidana pencurian dan kekerasan. Bahkan lanjutnya, Setiap perkara kasus pencurian dengan kekerasan yang ditangani oleh Kejaksaan di Kota Prabumulih hampir semuanya memiliki barang bukti senjata tajam dan senjata api. Oleh karena itu, ini menjadi atensi kita ke depannya, ujar Kajari.

Ditambahkannya, dalam kurun satu semester di tahun 2016, sedikitnya 5 pucuk senjata api, 12 amunisi dan 9 bilah senjata tajam berhasil diamankan.

Pantauan portal ini, Pemusnahan barang bukti bersempena HUT Adhyaksa ke 56 tahun itu turut dihadiri Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa, Kepala BNN, AKBP Eddy Nugroho, Pemerintah Kota Prabumulih yang diwakili Asisten III, Asmuni Hambali, Ketua KNPI Arafik Zamhari serta Unsur Muspida lainnya.
PRABUMULIH, PP-Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Prabumulih dan Cabang Pembantu Gelumbang kembali menggelar grand prize tabungan pesirah periode ke-32 tahun 2016 yang bertajuk Pesta Malam Bertabur Hadiah.

Acara yang digelar di Gedung Sebaguna Siang Malam, Rabu (20/7/2016) dihadiri oleh Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM, Kepala SKPD Pemerintah Kota Prabumulih pejabat teras Pemerintah Kota Prabumulih, pihak Polres dan Kejari Prabumulih serta para nasabah Bank Sumsel Babel Prabumulih.

Pantauan posmetroprabu.com, acara penarikan undian tabungan pesirah tampak berlangsung meriah. Ratusan nasabah yang hadir mengisi kursi yang disediakan dihibur secara langsung oleh Bank Sumsel Babel Band, Mario KDI dan Zul Ya Saman.

Hadiah grand prize satu unit Mobil Toyota Yaris dimenangkan oleh Nasabah BSB dengan nomor undian 03270262 dan nomor rekening 1510111447 atas nama Kustiah. Penyerahan hadiah sendiri dilakukan oleh Walikota Prabumulih dan Kepala Bank Sumsel Babel Prabumulih
JAKARTA, PP - Gembong teroris paling dicari di Indonesia dan Amerika, Abu Wardah alias Santoso akhirnya tewas saat baku tembak di dalam hutan. Perburuan cukup panjang itu setelah Operasi Tinombala dikerahkan dengan ribuan prajurit TNI dan Polri.

Perburuan terhadap Santoso dimulai sejak 2007. Dia dituding sebagai otak pembunuhan dan mutilasi terhadap tiga siswi SMK di Poso, disusul kasus pembunuhan terhadap sejumlah polisi yang dikuburkan dalam satu lubang. Sudah hampir satu dekade dia bergerilya menghadapi polisi dan TNI.

"Pertama awalnya hanya Polisi, kemudian Densus, kalau anda tahu sebagian Polisi lain bahkan Polda sebagian juga banyak yang mengatakan bersama BNPT supaya dapat donatur dari internasional dan sebagainya. Itu banyak isu itu, itu tidak pernah kita tanggapi isu itu," kata mantan Kepala BNPT Ansyaad Mbai beberapa waktu lalu.

Santoso merupakan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dibaiat secara langsung oleh Abu Bakar Baasyir, laiknya Jemaah Anshorut Tauhid (JAT). Setelah itu, dia mulai memperkenalkan dirinya dengan membuat video dan menyebarkannya melalui jejaring sosial.

Perjalanan terornya bermula di tahun 2009, ketika Noordin M Top tertangkap pasca-peledakan bom Marriott dua. Kejadian itu membuat Jemaah Islamiah dan JAT lumpuh, hingga tersebar dalam kelompok-kelompok kecil seperti jamur.

Akhir 2009, tokoh-tokoh utama teroris itu yang dipenjara mulai dibebaskan, salah satunya Abu Bakar Baasyir, dan Mustofa dan yang lain-lain. Sedang di Filipina ada Dul Matin serta Umar Patek.

"Akhirnya mereka sepakat bagaimana mereunifikasi gerakan ini, artinya mengumpulkan dana segala macam dan di situ lah Abu Bakar Baasyir kena mendanai itu. Ada bukti hukumnya. Dia ada keterkaitan dengan pelatihan di Jantho Aceh, pelatihnya adalah Mustofa dan pendanaannya adalah Abu Bakar Baasyir dari berbagai sumber," ungkapnya.

Sayangnya, upaya polisi untuk menghentikan teror tersebut tak sepenuhnya berhasil, sebab ada beberapa orang yag berhasil lolos. Dari mereka, ada yang terlibat dalam kasus perampokan CIMB Medan, serta pembantaian di Polsek Hamparan Perak. Hingga tumbuhnya sel terorisme di Klaten, Jawa Tengah. Rangkaian perampokan dan pembunuhan tersebut disimpan dan digunakan sebagai dana pelatihan calon anggota baru, tempat yang dipilih adalah Poso.

Meski begitu, polisi meyakini Santoso bukan putra daerah melainkan pendatang di Poso. Sebelum terliat dalam organisasi teror, dia pernah tertangkap karena mencuri sepeda motor, namun dibebaskan setelah menjalani hukuman. Walaupun sudah membaiat diri dengan menyatakan bergabung dengan kelompok Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS), namun pengaruhnya masih jauh di bawah Abu Jandal serta Bahrun Naim, otak pemboman di Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Terkait tudingan Santoso hanya rekaan polisi, Ansyaad memandang adanya trauma di masa lalu yang membuat orang menjadi apatis terhadap tindakan polisi. Apalagi, propaganda itu semakin kencang setelah disebarluaskan oleh kelompok-kelompok radikal di Indonesia.

"Iya ada propaganda dari kelompok radikal. Ini bukan hanya saja di kalangan bawah tetapi juga sudah sampai tahap politisi ada, di intelektual ada. Pemahamannya sudah sampai tahap itu, skeptisisme masa lalu," tutupnya.

Operasi awal perburuan Santoso adalah Camar Maleo bahkan sudah sampai IV. Setelah Operasi Camar Maleo IV berakhir, perburuan para teroris itu akan tetap dilanjutkan dengan Operasi Mandiri Polda Sulteng, sambil menunggu keputusan Mabes Polri soal kelanjutan Operasi Camar Maleo.

Selama operasi I-IV digelar dari Januari 2015 sampai Januari 2016, polisi telah menangkap 24 orang teroris. Tujuh anak buah pimpinan Mujahidin Indonesia Timur itu tewas dan 17 lainnya sedang dalam proses hukum.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti kegiatan terorisme seperti senjata api, amunisi, bom rakitan, bahan pembuat bom, pakaian, senter, pakaian dan bendera ISIS, serta banyak benda lainnya.

Operasi ini juga mengakibatkan dua polisi dan seorang anggota TNI gugur, dan empat polisi luka-luka. Polisi harus keluar masuk hutan dan naik turun gunung mengejar para teroris.

Dari seribu personel Brimob Mabes Polri diperbantukan ke Polda Sulteng buat operasi itu, telah ditarik 300 personel buat penggodokan dan akan dikembalikan lagi ke Poso. Sementara 700 anggota TNI semuanya telah ditarik ke kesatuan masing-masing.

Dengan selesainya operasi Camar Maleo IV, perburuan teroris di Poso dilanjutkan dengan operasi mandiri Polda Sulteng dengan sandi 'Tinombala'. Operasi Tinombala pun sukses setelah berbulan-bulan Santoso ditemukan dan ditembak mati.



net.
PALEMBANG, PP - Sungguh memalukan perbuatan yang dilakukan diduga oknum anggota TNI. Hanya gara-gara menolak ditilang, oknum yang berpangkat Pelda itu sampai tega melayangkan bogem mentah kepada seorang anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, Aiptu ZL.

Akibatnya, Aiptu ZL harus dilarikan ke Rumah Sakit, lantaran menderita luka robek dibagian bibirnya. Sontak saja peristiwa ini menjadi tontonan warga sekitar tepatnya didepan Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula petugas dari PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, mengatur lalu lintas dikawasan Jalan A Yani, Kecamatan Seberang Ulu 2 Palembang, tepatnya didepan Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang yang mengalami kemacetan.

Ketika sedang mengatur lalu lintas, seorang gadis SMP yang mengendarai sepeda motor jenis matic melintas tanpa menggunakan helm sehingga petugas langsung menghentikan laju motor tersebut dan melakukan tilang.

Tak lama dari penilangan gadis SMP tersebut, datanglah seorang pria yang mengaku berpangkat Pelda. Tanpa basa-basi pria itu langsung melayangkan tinjuannya ke wajah Aiptu ZL hingga mengalami luka dibibir.

Sehingga pertikaian keduanya menjadi tontotan warga dan Mahasiswa. Bahkan kemacetan panjang makin terjadi.

"Awalnya ngobrol baik-baik sama. Tetapi tiba-tiba langsung nonjok petugas. Pria itu mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Pelda," kata Panit PJR, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel Ipda Edi Mulyono.

Pria yang mengaku berpangkat Pelda tersebut berhasil ditenangkan sehingga tidak terjadi kericuhan. Dengan kejadian tersebut, PJR Dirlantas Polda Sumsel, akan melaporkan kejadian ini ke Detasemen Polisi Militer sebagai tindak lanjut. Juga melaporkan perkara penganiayaan tersebut ke Polresta Palembang.

"Rencananya akan dilaporkan ke Denpom. Pidananya juga kami laporkan. Pria itu langsung lari, katanya mau datang ke kantor," ujar Edi.







rmolsumsel.com
PRABUMULIH, PP - Tim dari program acara televisi swasta nasional yang berbau angker dan menyeramkan dikabarkan mengincar beberapa Gedung milik Pemerintah Kota Prabumulih yang tidak mendapatkan perawatan untuk dijadikan lahan syuting program acara.

Sebenarnya ada beberapa kriteria yang harus dilewati agar bisa masuk dalam daftar untuk dijadikan kawasan Syuting. Kendati demikian, baru beberapa saja dari gedung yang terlantar di chek tampaknya sudah memenuhi kriteria. Syarat gedung tersebut setidaknya dihuni oleh mahluk ghoib, ujar Arfani (48) warga desa Pangkul saat posmetro menyambangi salah satu gedung milik Pemerintah Kota Prabumulih di Kawasan Perkantoran Walikota Kelurahan Sindur.

"Iyo ado nian. Harian tuw ado uong dari jawo nyingok-nying kesini. Dak tau apo sudah lapor dengan pengkot. Olehnyo uwong tuw la gak petang kesini. Uji dari TV" ujar Arfan yang saat itu sedang mencari rumput untuk keperluan pakan ternaknya.

Adapun bangunan tersebut terletak di sebelah kantor Badan Pusat Statistik Kota Prabumulih atau lebih tepatnya sentral penyimpanan dokumen arsip dan perlengkapan milik Dinas Kesehatan. Gedung ini sepintas masih baru dan bangunannya tergolong mewah. Namun sayangnya kemewahan tersebut tertutupi dengan kesan angker lantaran tidak pernah dirawat. Terlebih tumbuhan liar berjuntai menutupi bagian gedung. Nyaris tidak ada jejak manusia di gedung ini. Terbukti beberapa pelepah daun kelapa yang gugur tampak begitu saja terbiarkan tanpa adanya pembersihan.

Angker dan menyeramkan, demikian kesan saat posmetro prabu menginjakkan kaki di depan gedung. yang bersebelahan dengan gudang penyimpanan alat kesehatan milik Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih itu. Palfon bangunan berpintu mirip dengan ruko itu tampak beberapa bagian sudah ambruk. Kotoran binatang tersebar dimana-mana. Ditambah beberapa meja dan kursi yang sudah dililit laba-laba semakin menambah kesan angkernya gedung.

Data yang dapat di himpun posmetro prabu. Selain gedung dinas kesehatan masih banyak gedung lainnya milik Pemerintah Kota Prabumulih yang bernilai miliaran rupiah terlantar dan sepertinya layak untuk dijadikan tempat syuting acara Dinia Lain seperti di tv.


| Copyright © 2013 Posmetro Prabu