News Update :

Lagi, Polsek Prabumulih Timur Tembak Pelaku Pembobol Rumah

22 Mei 2015

PRABUMULIH, PP - Kinerja jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Prabumulih Timur untuk mewujudkan rasa aman ditengah masyarakat dan menekan tindak kejahatan di wilayah hukumnya tampaknya pantas diacungi jempol. Belum lama berhasil menangkap pelaku pencurian kenderaan bermotor, kali ini jajaran reskrim Polsek dibawah pimpinan Iptu Sugeng Pranoto ini kembali berhasil mengungkap kasus pencurian dan menangkap pelaku.

Adapun pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah Angga Reksa Putra (21), warga Jalan Angkatan 45 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur. Pria pengangguran ini Kamis malam (21/5) sekitar pukul 20.00 WIB terpaksa harus dilumpuhkan oleh petugas buser Polsek Prabumulih Timur dengan timah panas karena mencoba kabur dari kejaran petugas.

Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIK yang dikonfirmasi posmetroprabu.com melalui Kapolsek Prabumulih Timur membenarkan peristiwa penangkapan tersebut. Dikatakan, penangkapan pelaku berawal dari pengembangan penyidikan polisi atas diringkusnya pelaku lainnya, Adi Hermanto (25), yang sedang menjalani proses persidangan.

Dari sana, penyidik menemukan bahwa dalam menjalankan aksinya, Adi Hermanto yang melakukan pencurian di rumah milik Hj Meliati S Sos (52), warga Jalan Sumatera No 43 A RT 03 RW 03 Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, 3 Januari lalu,  pelaku Adi tidak sendiri.

Dari penuturan pelaku terdahulu. Selanjutnya, Anggota langsung meringkus tersangka Angga yang tengah berada di kediamannya. Karena mencoba kabur kami terpaksa tembak setelah sebelumnya diperingati," ujar Sugeng kepada wartawan siang tadi (22/05/2015)
.
Ditambahkan, saat ini Tersangka Angga sedang menjalani proses pemeriksaan di satuan reskrim Polsek Prabumulih Timur. Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, tegas Sugeng. (pp/rd)

Oknum Polisi Prabumulih ini Terancam Dipecat Akibat Gebuki Pacarnya

PRABUMULIH, PP - Diduga akibat cemburu buta, oknum Polisi Bripda HH (22) yang berdinas di satuan Shabara Polres Prabumulih ini tega menerjang pacarnya Adelia Dwinita Kania (21), warga Perumnas II Gunung Ibul hingga tersengkur dan mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. 

Peristiwa tersebut bermula ketika korban yang bekerja sebagai honorer di Pemkot Prabumulih itu ingin berangkat ke kantor.  Karna tempat bekerja keduanya berdekatan, Saat itu Pelaku HH menjemputnya dari rumah korban untuk bersama-sama berangkat ke tempat kerja. 

Ternyata ditengah perjalanan, pelaku malah mengarahkan kenderaannya ke arah rumah pelaku membuat korban sedikit merasa aneh. Namun demikian korban mencoba tenang dan bertanya kepada pelaku mengapa tidak langsung ke kantor.

Sebelumnya ternyata pelaku telah mencium adanya gelagat yang tidak beres dengan hubungan yang dia jalin dengan sang pacar selama ini sehingga butuh penjelasan dan kejujuran yang keluar secara langsung dari mulut kekasihnya itu agar tidak menjadi beban dalam pikirannya. Terlebih adanya indikasi bahwa pacarnya tersebut telah menjalin cinta segitiga dengan pria lain yang merupakan rekan kerja pelaku.

Pelaku HH pun menjelaskan terhadap korban bahwa sebelum ke kantor dirinya ingin bertanya kepada korban tentang hubungan kedekatannya dengan rekan kerja Pelaku. Sesampainya dirumah pelaku, Korban mengakui bahwa ia memang menjalin hubungan dengan rekan kerja pelaku. 

Terbakar api cemburu, menedengar pengakuan sang pacar, percekcokan pun tidak terhindarkan diantara keduanya hingga pelaku terlepas kendali melakukan perbuatan yang mengarah kepada tindak pidana penganiayaan. Pukulan demi pukulan didaratkan ke arah wajah korban hingga luka lebam. Tidak cukup sampai disitu, pelaku juga tidak segan-segan menendang korban meski sudah terjatuh akibat pukulannya.

Korban yang sudah tidak berdaya akhirnya meminta ampun dan mohon maaf kepada pelaku dan pelaku pun menghentikan perbuatannya. Saat itu korban tidak lagi berangkat ke tempat kerja dan memilih untuk pulang ke rumahnya dan mengadukan perlakuan yang dialami kepada kedua orang tuanya.

Tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, orang tua korban pun Kamis (21/5) langsung melaporkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut ke Seksi Propam Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP, Arief Adiharsa SIK yang dikonfirmasi melalui Wakapolres Prabumulih Kompol FX Irwan Arianto SIk siang tadi Jumat (22/05/2015) membenarkan peristiwa tersebut. Pelaku yang dimaksud benar adalah anggota Polisi di satuan Shabara Polres Prabumulih, ujarnya.

Dikatakan, pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Prabumulih dan tengah menjalani pemeriksaan oleh anggota Propam Polres Prabumulih. Berdasarkan laporan pengadan korban, pelaku langsung kami amankan untuk diperiksa seksi Propam, ujarnya.

Wakapolres menambahkan, atas perbuatannya pelaku diancam dua hukuman yakni sanksi dari kesatuan berupa pemecatan hingga sanksi pidana. Pelaku bakal dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHPidana tentang penganiayaan ancaman hukumannya 5 tahun serta sanksi pemecatan dari institusi, paparnya.


Tak hanya itu, Perwira yang merupakan mantan Kasat Narkoba Polresta Palembang ini juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap urin dan darah pelaku terkait indikasi pelaku menggunakan obat-obatan terlarang. Sebab lanjutnya, perbuatan pelaku berada diluar kewajaran sehingga indikasi sebagai pengguna itu sudah ada. Jika terbukti maka pasalnya akan kami lapis, tegasnya. (pp/rd)

Gelapkan Mobil Bos, Nasrullah Diganjar 5 Tahun Penjara

PRABUMULIH, PP - Sidang kasus dugaan  tindak pidana penggelapan mobil dan uang milik perusahaan, atas nama terdakwa Nasrullah (23) mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Prabumulih. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Hastuti SH menghadapkan terdakwa kedepan majelis hakim dan didakwa dengan pasal 374 KUHP.

Nasrullah didudukan sebagai terdakwa atas tuduhan membawa kabur 1 unit mobil Mitsubishi Colt Diesel truk boks warna kuning BG 8492 C berikut STNK nya serta uang tunai Rp 1.762.000 milik perusahaan, Senin (2/3) lalu, pukul 13.00 WIB.


 "Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Johanes Lee ST mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 81.762.000. Perbuatan terdakwa telah diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP," ujar JPU Novrin Maladi SH yang digantikan JPU Dwi Hastuti SH saat membacakan dakwaannya dalam persidangan itu.

Kasus ini terungkap setelah terdakwa bersama Candra Budiman, teman bergaulnya yang menginap di kost terdakwa di Jalan Lingkar, Gunung Ibul itu tiba di Desa Tanjung Bulang, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, sekitar pukul 24.00 WIB. Saat tiba, terdakwa memarkirkan mobil diwarung makan, dimana saat itu keduanya tidur didalam mobil tersebut.

Keesokkan paginya, sekitar pukul 10.00 WIB, terdakwa menelpon orangtua angkatnya, Yulian untuk menjualkan mobil tersebut seharga Rp 15 juta dan bertemu dicucian mobil di Tanjung Bulan itu. Namun saat diperjalanan menuju kearah desa itu, terdakwa bersama Candra dihadang polisi, dan memperlambat laju mobil," kata JPU.

Selanjutnya setelah polisi mencurigainya, sambung JPU menguraikan, perbuatan yang dilakukan terdakwa bersama Candra tersebut itu kemudian langsung turun dari mobil dan berlari kehutan sehingga keduanya terpisah. Terdakwa yang berlari naik kearah bukit dan sekitar pukul 18.00 WIB, turun terdakwa bertemu bapak-bapak dan menyuruhnya membeli minum serta menceritakan jika terdakwa lari dikejar polisi.

Razia Polsek Barat, Sebanyak 70 Botol Miras Berbagai Merk Diamankan

21 Mei 2015

PRABUMULIH, PP - Sebanyak 70 Botol minuman keras (Miras) berbagai jenis berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Prabumulih Barat saat menggelar razia malam tadi Kamis (21/05/2015) sekitar pukul 20.00 wib. Belasan botol minuman keras yang disita berasal dari warung-warung sepanjang jalan di wilayah hukum Polsek Prabumulih Barat.

Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Toni Arman SH mengungkapkan bahwa operasi Miras yang melibatkan sebanyak 28 personil anggota Polsek Barat itu berhasil mengamankan 9 botol miras jenis Whisky, 34 botol Vodka, 4 botol Newport, 8 botol Kucing dan 15 botol Anggur Merah.

Dikatakan, Razia yang digelar sejak Pukul 20.00 wib tersebut berakhir hingga pukul 21.30 wib. Seluruh Miras yang berhasil disita dibawa ke Polsek Prabumulih barat sebagai barang bukti untuk kemudian nantinya dimusnahkan. Lebih lanjut Toni mengatakan pihaknya akan terus melakukan razia terhadap miras yang dijual  di wilayah hukum Polsek Prabumulih Barat.“Bila nantinya para pemilik warung masih ditemukan menjual miras pihaknya tidak akan segan-segan melakukan penindakan" tegasnya.


Pangdam II Swj : Prajurit Main Minyak Dipecat

PRABUMULIH, PP - Pangdam II/ Sriwijaya, Mayor Jenderal (Mayjend) TNI, Iskandar M Sahil menegaskan kepada setiap pimpinan komando untuk mengawasi setiap prajurit yang ada di dalam kesatuan batalyonnya. Dikatakan, Pengawasan yang dimaksud tersebut berkaitan dengan aktifitas bisnis yang dijalankan oleh prajurit.

"Diharapkan bagi pemegang pucuk pimpinan di daerah khusus wilayah Kodam II Swj jangan sekali-kali terlibat dalam aktifitas bisnis illegal," ujar Iskandar mengawali sambutannya dalam acara serah terima jabatan Danyonzipur 2/Samara Grawira dari Letkol CZI Srihartono Kepada Mayor CZI Burhannudin di halaman Markas Batalyon pagi tadi Kamis (21/05/2015).


Bisnis illegal yang dimaksud menurut Pangdam adalah keterlibatan dalam jual beli narkoba serta jual beli minyak hasil curian. Terkhusus terhadap pencurian asset negara seperti minyak, menurut Pangdam, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas sesuai prosedur seperti Pemecatan.

Sebab lanjut Jenderal bintang dua ini, peranan TNI AD dalam menjaga distribusi minyak milik negara telah tertuang dalam MoU antara PT Pertamina dengan Kepala Staf Angkatan Darad (Kasad).

"Apabila masih ada oknum yang bermain tentunya telah melanggar komitmen yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Untuk itu bagi seluruh ptajurit jangan sesekali terlibat dalam bisnis illegal tapping apalagi apalagi jadi beking. Sanksinya sangat jelas, tegas Pangdam.

Robek Selaput Perawan Pacar, Warga Pasar II ini Diancam Pasal Bederup

20 Mei 2015

PRABUMULIH, PP - Apes nasib Muhammad Ridwan (24), warga Gang Serasan No. 875 RT 02 RW 04 Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara. Akibat perlakuan main paksa untuk berbuat mesum dengan pacarnya bernama AP 15 tahun, ia harus mendekam dibalik jeruji besi. Pria pengangguran inipun tampak tertunduk lesu di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Kota Prabumulih saat dihadirkan Majelis Hakim dalam sidang tertutup perkara kasus asusila dibawah umur siang tadi Rabu (20/05/2015).

Dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan yang diketuai Umi Kusuma Putri SH ini tampak Jaksa penuntut umum (JPU) M Faisal Taher SH membacakan dakwaannya. Faisal mengatakan, kejadian bermula Minggu (24/12/2014) silam, pukul 12.15 WIB, dirumah korban AP di Jalan Krisna RT 18 RW 07, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara.

Saat itu AP sedang sendirian dirumah sementara ayah dan ibunya pergi kondangan. Mengetahui kondisi rumah aman dari pengawasan orangtua Ap, terdakwa langsung memaksa korban yang masih dibawah umur itu untuk berhubungan layaknya suami istri dengan cara memasuki kamar AP tanpa izin.

Hingga peristiwa itu kembali terjadi Senin (19/12/2014) pukul 13.00 WIB, terdakwa mengajak korban kerumah Esti ( saksi) yakni teman terdakwa untuk kembali melakukan mesum. Namun saksi mengaku saat terdakwa melakukan perbuatan mesum, saksi sedang berada di teras.

Kasus ini pun baru terungkap setelah orang tua korban mengintrogasi terdakwa saat pulang mengantarkan korban, pukul 18.00 WIB, dan menanyakan perbuatan apa yang sudah dilakukan terdakwa kepada anaknya, namun terdakwa bersumpah tidak melakukan sesuatu kepada AP.

Curiga ada yang tidak beres dengan anaknya, orangtua korban akhirnya melaporkan tindakan asusila tersebut ke pihak kepolisian dan melakukan visum di RS AR Bunda, sehingga terdakwa ditangkap dan diadili.

JPU Faisal Taher dalam dakwaannya mengatakan bahwa terdakwa dijerat dengan UU tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Selain itu terdakwa juga dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2014 Junto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana, dan pada dakwaan kedua dengan Pasal 82 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2014 Junto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dewan Dukung Penuh Wacana Diknas Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Wacana Dinas Pendidikan Kota Prabumulih yang bakal menerapkan sistem pemberlakuan siap menandatangani pernyataan tidak memakai narkoba selama menjadi pelajar terhadap para siswa mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kota Prabumulih.

Wakil Ketua I DPRD Kota Prabumulih H Daud Rotasi yang dikonfirmasi di kantor Dewan siang tadi Rabu (20/05/2015) terkait wacana Diknas Kota Prabumulih dalam menekan peredaran narkoba terhadap pelajar menyambut baik langkah tersebut.

Namun demikian lanjut Daud Rotasi, pihak Dinas perlu melakukan peninjauan mendalam terkait sanksi atas pelanggaran pernyataan yang diwacanakan agar sesuai dengan yang diharapkan dan bisa diterima oleh semua kalangan.

Lebih lanjut dikatakan Bung Daud (panggilan akrab Daud Rotasi) bila perlu pihak Dinas juga bisa membuat aturan tersebut baku, dengan standar yang mengikat agar dapat memberikan efek jera terhadap pelajar yang tertangkap memakai narkoba dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah.

Namun yang paling penting lanjut Bung Daud aturan tersebut diupayakan tidak menghilangkan hak murid dalam menyelesaikan pendidikannya. Bila ada siswa yang terjerat narkoba, pihak sekolah maupun Dinas dihimbau untuk mengembalikan ke orang tuanya untuk direhabilitasi, setelah pulih, bisa kembali melanjutkan pendidikannya, tegas Daud mengakhiri.

Sengketa Lahan SDN 6 Prabumulih, Ahli Waris Tuntut Tergugat Rp 18,9 M

19 Mei 2015

PRABUMULIH, PP - Sidang kasus sengketa lahan SD 6 dan SD 24 Kota Prabumulih tampaknya masih terus berlanjut. Bertempat di Pengadilan Negeri (PN) Klas IIB Prabumulih, siang tadi Selasa (19/5), dengan agenda mediasi ke dua.

Sidang yang dipimpin Hakim, Fatimah SH MH didampingi hakim anggota Adib SH dan Yudi Darma SH MH, tampak memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak yang bersengketa untuk melakukan mediasi dengan tenggat waktu selama 40 hari.

"Kami minta kepada kedua belah pihak untuk memanfaatkan waktu mediasi dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini, hakim anggota Adib SH kami tunjuk sebagai mediator," ujar Fatimah seraya memukul palu untuk menutup sidang.

Usai persidangan, kuasa hukum keluarga ahli waris, M Aminuddin SH secara tegas mengatakan akan tetap pada tuntutan ahli waris untuk meminta ganti rugi sebesar Rp18,9 miliar. "Jika pemerintah menginginkan SD 6 dan 24 tetap disana, ya harus bayar kepada klien kita ahli waris Rp18,9 miliar," katanya.

Apabila tuntutannya tidak dipenuhi, maka pihaknya meminta pemerintah memindahkan bangunan tersebut. "Kalau memang tidak mau, ya lebih baik pindah saja dan tanahnya dikembalikan kepada ahli waris," terangnya.

Selain melakukan tuntutan perdata, Aminuddin juga telah melaporkan kepada kepolisian mengenai permasalahan pemalsuan dokumen hibah yang dilakukan mantan Kepala Sekolah SD 6. "Kami juga melakukan tuntutan pidana mengenai pemalsuan dokumen hibah. Hingga saat ini prosesnya masih berlanjut," tuturnya.

Ini Wacana Diknas Prabumulih Tekan Peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar

PRABUMULIH, PP - Guna menekan peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar, Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Prabumulih mewacanakan pemberlakuan pernyataan terhadap siswa untuk tidak menggunakan narkoba selama menjadi siswa di sekolah masing-masing.

Artinya, seluruh siswa diwajibkan menandatangani pernyataan untuk tidak melakukan pelanggaran hukum termasuk memakai narkoba selama menjadi siswa atau pelajar di sekolah masing-masing. Pernyataan tersebut juga akan ditandatangani oleh orang tua bersangkutan.

Demikian disampaikan oleh Kadiknas Kota Prabumulih HM Rasyid S.Ag melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan menengah Irawan Supmidi menanggapi pemberitaan media ini seputar enam pelajar yang terjaring oleh BNN Kota Prabumulih dan 5 orang diantaranya positif memakai Narkoba.

Langkah ini dilakukan megingat maraknya peredaran narkoba di kalangan anak sekolah yang secara langsung mengundang keprihatinan tersendiri bagi Dinas Pendidikan (Disdik) kota Prabumulih.

Sebagai institusi yang membidangi masalah pendidikan di kota ini, Disdik pun mewacanakan berbagai upaya untuk melindungi anak sekolah dari bahaya barang haram tersebut. Salah satunya, dengan membuat pernyataan tidak menggunakan narkoba selama mengenyam pendidikan di sekolah.

Soal sanksi jika melakukan pelanggaran menurut Irawan masih harus berkoordinasi dulu dengan pihak sekolah, orang tua siswa dan pihak terkait. " Mudah-mudahan langkah atau wacana yang kita gagas ini bisa diterima oleh seluruh kalangan demi kemajuan pendidikan di Kota Prabumulih" tegasnya.


Tiga Tersangka Spesialis Pembobol Rumah Kosong Prabumulih Berhasil Dibekuk

18 Mei 2015

PRABUMULIH, PP - Jajaran Polres Prabumulih berhasi mengungkap kasus pencurian spesialis rumah kosong dan menangkap tiga tersangka ditempat tinggal masing-masing dini hari tadi (18/5) pukul 03.30 WIB.

Ketiga tersangka adalah Rahmat (27) dan Hani (21), keduanya merupakan warga RT 04 RW 03 Kelurahan Cambai,Kecamatan Cambai. Sementara satu tersangka lagi, Hairul Basar(24),warga Jalan Flores, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Prabumulih Timur.

Basar ditangkap lantaran diduga sebagai penadah barang hasil curian oleh dua pelaku lainnya. Selain tiga tersangka, Polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa tabung gas 3 kilogram, kabel tembaga, UPS, tiang kamera, dan 1 set kunci L, serta 2 unit mesin pengukur, hasil rampokan para tersangka dari sebuah mes tanpa penghuni di kawasan Cambai.

Informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan berkat pengembangan laporan pengaduan korban Iyan (40) salah seorang karyawan yang tinggal di mess tersebut beberapa waktu lalu.

Kapolres Prabumulih AKBP Adiharsa SIK yang dikkonfirmasi Posmetro Prabu melalui Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto membenarkan peristiwa penangkapan tersebut. Menurutnya Ketiga tersangka saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Prabumulih. Dikatakan, penangkapan bermula berdasarkan pengaduan korban beberapa waktu lalu. Setelah itu petugas langsung melakukan pengembangan dan beberapa hari kemudian pihaknya berhasil mengendus keberadaan para pelaku dan langsung melakukan penangkapan. Penangkapan pertama,dilakukan terhadap Rahmat (27) yang saat itu sedang tertidur lelap dirumahnya.

Berawal dari Rahmat Petugas akhirnya menggulung dua tersangka lainnya termasuk salah seorang penadah barang hasil curian berikut beberapa barang bukti yang belum sempat terjual.

Ditambahkan Kasat, ketiga tersangka diancam Pasal 363 dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Enam Pelajar Prabumulih Positif Narkoba Diamankan BNN

PRABUMULIH, PP - Tim Badan narkotika nasional (BNN) Kota Prabumulih menangkap 6 orang pelajar karna terlibat pesta minuman keras Senin (18/05/2015) sekitar pukul 11.30 wib.

Lima orang diantara siswa tersebut berasal dari salah satu SMK swasta di Kota Prabumulih. Sementara satunya lagi berasal dari SMA Negeri. Dari keseluruhan siswa tersebut 5 diantaranya positif menggunakan narkoba jenis ganja. Hal ini diketahui setelah petugas BNN melakukan pemeriksaan melalui tes urine.

Kepala BNN Kota Prabumulih AKBP Edy Nugroho SE yang dikonfirmasi Posmetro Prabu sesuasi menjaring para siswa ini mengungkapkan bahwa ke enam siswa ini di jaring di tempat berbeda. Beberapa siswa diamankan sedang asik pesta miras di taman kota prabujaya. Sebagian lagi diamankan di loket yang tidak jauh dari sekolah tersebut sementara satu orang lagi terjaring saat sedang mengisi BBM di jalan Sukajadi, ujarnya.

Dikatakan, adapun keenam pelajar dimaksud yakni AR, LE, PH, RK, IK dan FA. Mereka terjaring ketika tengah menenggak minuman keras di kawasan Taman Kota Prabumulih. Petugas BNN kota Prabumulih yang berhasil mengamankan keenam pelajar tersebut langsung melakukan tes urin. Hasilnya, dari enam pelajar, lima orang terbukti positif menggunakan narkoba, tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih M Rasyid SAg yang dikofirmasi terpisah menanggapi pelajar yang terjaring oleh petugas BNN mengaku belum mengetahui informasi terjaringnya pelajar SMK oleh petugas BNN kota Prabumulih tersebut. Namun, apabila benar maka pihaknya akan memanggil pengurus sekolah untuk mengonfirmasi kejadian itu.

 "Kami akan panggil dulu pihak sekolah. Apakah si pelajar ini memang bolos dari awal (tidak datang ke sekolah sama sekali) atau bolos ketika berada di sekolah. Kalau bolos dari sekolah kan ada kesalahan dari pengurus. Mungkin akan kami beri sanksi," tegasnya. (pp/rd)
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung