News Update :

Dijanjikan 2014 Terwujud, Jembatan Payuputat Disinyalir Hanya Angin Surga Belaka

21 Okt 2014


PAYUPUTAT, PP - Masih jelas di ingatan saat Penjabat Bupati Pali Ir, H Heri Amalindo sekitar Februari 2014 lalu mengungkapkan bahwa untuk memudahkan warganya menempuh Daerah lain seperti Kota Prabumulih serta guna meningkatkan perekonomian warganya, dalam waktu dekat yakni pada APBD 2014 Kabupaten Pali akan dianggarkan dana Pembangunan Jembatan Payuputat.

Hal ini dijanjikannya saat bertatap muka dengan warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi beberapa bulan February lalu. 

"Tahun anggaran 2014 ini, jembatan itu akan segera dibangun,” tegas mantan kepala dinas PU Bina Marga Sumsel itu meyakinkan warganya.

Dikatakan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Pali dan Kota Prabumulih itu menggunakan APBD Propinsi Sumatera Selatan. Dengan adanya jembatan ini lanjutnya, akan memudahkan warga yang akan berurusan atau berbelanja kebutuhan pokok ke Prabumulih.

Namun sayang, menjelang akhir Tahun 2014, Proyek yang dijanjikan belum terlihat ada tanda-tanda akan segera dimulai. Hingga kini warga Pali masih berjibaku dengan segudang tantangan menyeberangi sungai menggunakan perahu saat ingin bepergian keluar Daerah. 

Belum lama ini Heri Amalindo juga menebar Angin Surga dengan mengatakan bahwa Jembatan Penghubung Pali - Prabumulih di Payuputat akan segera terwujud. Dimana lanjutnya proyek pembangunan jembatan sudah ditenderkan. 

Heri Amalindo yang dikonfirmasi saat menghadiri Lomba Perahu Bidar dalam rangka HUT ke-13 Kota Prabumulih mengungkapkan bahwa Pemerintah yang dipimpinnya tengah fokus dengan upaya pembangunan Jembatan Payuputat. Saat ini lanjutnya sembari memberi kabar gembira pada segenap rakyat PALI, bahwasanya untuk pembangunan jembatan tersebut (Payuputat,red) sedang ditenderkan. 

Entah benar atau tidak yang pasti sangat sulit dipercaya dimana Proyek pembangunan Jembatan yang memnggunakan dana tidak sedikit ditenderkan diakhir Tahun Anggaran. (pp/01)

Retribusi Illegal Dishub Prabumulih Disinyalir Mencapai Rp 4 Juta Per Hari

PRABUMULIH, PP - Ternyata, tidak hanya preman saja yang merebut kawasan "Basah" duit arang atau tambang batubara melalui angkutannya yang melintas di jalan umum khususnya di Kota Prabumulih. Pihak Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan dibawah Pimpinan Ridho Yahya ini juga ternyata tidak jauh beda dengan beberapa rombongan pemalak di sepanjang jalan.

Bedanya hanya terletak di seragamnya saja dan memiliki lambang resmi milik Pemerintah. Soal kawasan, antara preman dan Oknum Dishub tampak saling berbagi. Dimana dua titik (tugu nanas dan airmancur-red) disepanjang jalan Prabumulih dikuasai oleh oknum Dishub sementara titik lainnya menjadi bagian preman.

Berdasarkan informasi yang diperoleh posmetroprabu.com selain jatah untuk preman di beberapa titik, Jatah untuk oknum berseragam Dinas Perhubungan Kota Prabumulih sedikit agak berbeda. Dimana jatah preman jalanan per satu truk hanya diberi seribu rupaiah sementara untuk Preman berseragam Dishub ini dibandrol dengan harga Rp. 5000 per angkutan atau tiap satu truk sekali lewat. Jika dikali 2 titik, maka sang sopir batubara harus merogoh koceknya lebih dalam dan jika ditotal mencapai Rp 10 ribu sekali lewat.

Sopir batubara itu juga menjelaskan bahwa setiap oknum Dishub yang melakukan pungutan mengungkapkan bahwa retribusi yang dipungut dari Sopir Batubara adalah biaya retribusi jalan sesuai dengan peraturan. Dari total jumlah keseluruhan truk Angkutan Batubara, diperkirakan setiap harinya sebanyak 900 hingga 1000 unit truk batubara melintas dari Kota Prabumulih. Jika dikalkulasikan, retribusi Illegal ini mencapai kurang lebih Rp.4 Juta per harinya.

Nah.. yang jadi pertanyaan adalah, kemana uang sebanyak itu dimasukkan? 

Hasil penelusuran posmetroprabu.com terkait pungli yang membuat citra Kota Prabumulih ini cacat dimata masyarakat nasional maupun lokal ternyata sangat ironis. Dimana sejumlah narasumber yang ditemui mengungkapkan bahwa pungutan atau yang katanya uang retribusi jalan yang dipungut oleh oknum Dishub Kota Prabumulih itu tidak masuk ke Kas Daerah. Nah terus uangnya kemana..??

Kepala dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah (DPPKAD) Kota Prabumulih melalui Kabid Keuangan DPPKAD Kota Prabumulih Bhustomi ketika ditemui diruang kerjanya menanggapi pungutan retribusi yang dilakoni Dishub Kota Prabumulih disetor kemana mengungkapkan bahwa jenis-jenis retribusi yang dia ketahui pada Dinas Perhubungan itu adalah retribusi Parkir, Retribusi Lewat Terminal dan Uji Kelayakan KIR saja.

Namun demikian lanjutnya, agar tidak salah menjawab, Bhustomi menyarankan untuk mengkonfirmasi ulang kepada Dinas Bersangkutan sebab pendapatan yang diterima oleh DPPKAD Kota Prabumulih dari Dishub tidak disebutkan darimana saja sumbernya. Artinya PAD dari Dinas Perhubungan yang diterima oleh DPPKAD bentuknya secara Global tanpa disertai Sumber.

“Untuk urusan ini saya tidak bisa menjawab nanti takut salah. Saya tidak tahu secara detail macam-macam dana retribusi dari Dishubkominfo, karena yang masuk kekami hanya keterangan secara global saja. Biar tidak salah pengertian, Silahkan tanya saja langsung ke bendahara penerimaan Dishubkominfo,” ungkapnya.(pp/lex/ar/nal)

Video Mesum Diduga Oknum Pegawai Kantor Pos Rambang Dangku Beredar di Masyarakat

PRABUMULIH, PP - Video mesum berukuran 5,30 MB yang diduga diperankan oleh oknum pegawai Kantor Pos Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim kini beredar ditengah masyarakat. Aksi tidak terpuji itu diduga dilakukan didalam kantor oleh sesama oknum pegawai kantor pos. 

Entah siapa orang pertama yang menyebar video berdurasi 5 menit itu yang hingga kini sudah tersebar dari Handphone ke Handphone. Namun berdasarkan situasi dalam video, pengambilan gambar dilakukan dari celah plapon gedung. Terlihat beberapa kali, video amatiran itu tampak gelap dan hilang lantaran ingin menyesuakan posisi dan objek gambar.

Dari suara yang terdengar dalam video, aksi mesum itu diduga dilakukan saat jam kerja. Terlihat dalam gambar si perempuan juga agak ragu melakukan hubungan badan karena situasi dan kondisi yang kurang aman. Tampak si wanita tersebut mencoba memastikan suasana dan tampak ragu dan sesekali melakukan penolakan dalam adegan yang direkam oleh seseorang dari atas plapon itu.

Belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian setempat soal kebenaran pelaku dalam video tersebut. Kapolsek Rambang dangku belum bisa memberikan keterangan karna saat dihubungi terdengar nada tidak aktif. Namun demikian dari bisik-bisik warga, video mesum yang dilakukan dua insan berlainan jenis itu diduga diperankan oleh oknum pegawai Kantor Pos Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim.

Warga juga berharap, jika benar kedua insan tersebut adalah Pegawai Kantor Pos maka diminta kepada Kepala Kantornya untuk memberikan tindakan tegas karena telah memanfaatkan fasilitas yang dibiayai oleh negara untuk melakukan aksi mesum. (pp/01)

Sakitnya Tuh Disini Ala Vicky Shu Hipnotis Warga Prabumulih


LINGKAR, PP - Panggung hiburan rakyat yang digelar di Terminal Jalan Lingkar Kelurahan Sukaraja Kota Prabumulih dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 13 Kota Prabumulih benar-benar semarak dan meriah oleh kehadiran Artis Cantik Ibu Kota Vicky Shu sore tadi Selasa (21/10/2014).

Tak kurang dari enam ribu warga yang datang dari berbagai penjuru Kota tampak berdesak-desakan dan sangat antusias mengikuti acara hiburan meski sempat diguyur hujan. Warga Prabumulih yang haus akan hiburan ini tampak terhipnotis dengan penampilan Artis seksi Vicky Shu terlebih saat membawakan lagu yang sedang hits saat ini yakni "Sakitnya Tuh di Sini".

Selain lagu tersebut diatas, Vicky juga membawakan lagu single terbarunya yakni Pokoke Joget dan Mari Bercinta. Selain berjoget para penonton juga sempat dibuat berjingkrak dengan tembang lawas Tua-Tua Keladi. Tak cukup sampai disitu, Vicky yang mengenakan kostum layaknya suster seksi itu juga turun menyapa dan menyalami penonton.


Sebagai penyanyi wanita solo, gadis yang lahir di Cilacap, 25 tahun lalu lebih seperti disebut sporty. Itu karena Vicky Shu selalu tampil energik. Dengan mengusung musik pop universal dan selalu menampilkan koreografi dalam penampilannya, masyarakat kota Prabumulih jelas sangat terhibur. (pp/01)

Adi Susanto Harapkan Grass Track Mampu Angkat Nama Prabumulih

19 Okt 2014


LINGKAR, PP - Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM secara resmi membuka turnamen Grasstrack dan Motocross Open 2014 Piala Walikota Prabumulih pagi tadi Minggu (19/10/2014) di Sirkuit Talang Jimar Jalan Lingkar Kelurahan Sukaraja Kota Prabumulih. Didampingi sejumlah unsur Muspida Kota Prabumulih, Walikota juga didaulat untuk menjajal Sirkuit Talang Jimar setara Sirkuit Tingkat Nasional itu.

Walikota Ridho Yahya, Anggota DPRD Prabumulih Adi Susanto, Kapolres Prabumulih AKBP Denny Yono Putro SIK, Sekda Kota Prabumulih Drs. H. Djoharuddin Aini, MM dan sejumlah Pejabat Vertikal Lainnya serta pejabat BUMN juga didaulat menjajal Sirkuit baru Kota Nanas Itu. Bak Pembalap Profesional, Walikota dan Rombongan lengkap dengan peralatan balap melakukan balapan dengan tema kejuaraan motocross class Eksekutif. 

Meski hanya beberapa putaran saja, Peristiwa yang tidak biasa itu cukup menghibur ribuan penonton yang menyaksikan acara pembukaan. Dalam balapan itu, Adi Susanto yang cukup pawai menunggangi motor jenis trail miliknya itu finish di urutan pertama meninggalkan jauh rombongan lainnya di belakang.

Kepada Posmetro Prabu, Adi Susanto berharap kegiatan Grass track di Sirkuit Talang Jimar ini kiranya mampu mengangkat nama Kota Prabumulih ke tingkat Nasional melalui olahraga otomotif khususnya motocross dan grasstrack. 

Selain itu, Politisi Partai PKB ini juga berharap keberadaan sirkuit Talang Jimar itu dapat menumbuhkan semangat para pehobi olahraga otomotif di Kota Prabumulih khususnya untuk terus meingkatkan kemampuan sehingga bisa melahirkan pembalap-pembalap handal yang kelak mengharumkan nama Prabumulih, ujarnya. (pp/01)

Turis Lokal dan Mancanegara Hadiri Prabumulih Development Carnival

PRABUMULIH, PP - Selain Puluhan ribu warga Kota Prabumulih yang tumpah ruah ke Jalan untuk menyaksikan pawai karnaval pembangunan perayaan HUT Kota Prabumulih ke 13, ternyata juga disaksikan oleh turis Lokal dan manca negara. Belasan turis dari luar daerah Kota Prabumulih seperti surabaya, Jakarta, Jambi, Bengku dan Medan ternyata hadir untuk menyaksikan pagelaran akbar pawai karnaval pembangunan Kota Prabumulih. 

Kedatangan mereka ada yang sekedar lewat dan ada yang khusus untuk mengintip dan ada pula yang sengaja datang untuk mengisi liburan. Seperti Irfan (41) warga Surabaya mengaku sengaja datang ke Kota Prabumulih untuk menyaksikan Pameran Pembangunan Kota Prabumulih. Dikatakan, ia hadir bersama keluarga untuk mengintip potensi apa saja yang dipamerkan dan melihat situasi kota Prabumulih secara langsung.

"Ia kita sengaja datang ke Prabumulih untuk menyaksikan Pawai Karnaval Pembangunan dengan keluarga karna kebetulan ada agenda kerja di Palembang. Informasinya kita tau dari media online yang menyebutkan bahwa ada ivent besar merayakan HUT Kota Prabumulih ke 13. Bayangan kita pasti mirip dengan Jember Fashion Karnaval, makanya kita upayakan datang kesini" ujarnya.

Disinggung soal tanggapannya tentang pelaksanaan Pawai Karnaval, Irfan didampingi Istrinya mengatakan bahwa pelaksanaanya cukup bagus. Kedatangannya sendiri ke Prabumulih juga untuk melihat potensi apa saja yang dipamerkan di HUT Kota Prabumulih sehingga dirinya bisa melihat peluang usaha apa saja yang layak dikembangkan di Kota Prabumulih melalui Karnaval tersebut.

Selain Irfan, ada juga Hendrik Simatupang. Pengusaha asal Medan Sumatera Utara ini hadir di Prabumulih juga sama halnya dengan Irfan. Pria berkacamata itu mengaku telah banyak mengetahui perkembangan dan kemajuan Kota Prabumulih dari Media dan lantas ingin menyaksikannya secara langsung melalui Pawai Karnaval dan Pameran Pembangunan yang masih berlangsung.

Soal potensi yang di intai atau diminati Pria ini ketika diwawancarai posmetroprabu mengatakan bahwa dirinya lebih dominan ingin membuka usaha jasa dibidang transportasi dan pertanian. 

"Awalnya transportasi, tapi setelah melihat potensi lain saya lebih cenderung ke pertanian. Transportasinya ternyata sudah banyak. Artinya banyak pilihannya tetapi pelayanan, keamanan dan kenyamanan  kan belum tentu sama. Dari bisik-bisik dengan warga sini, katanya Pertanian jenis padi justru prospek kedepannya lebih bagus. Hanya saja jenis Investasi ini perlu dukungan penuh dari pemerintah dimana sarana dan prasarana penunjang seperti irigasi adalah hal yang wajib yang perlu disediakan" ujarnya seraya menambahkan dalam waktu dekat ini akan datang kembali ke Prabumulih.

Selain Turis lokal, Turis mancanegara juga ternyata hadir dalam pagelaran Karnaval Pembangunan Kota Prabumulih. Turis asal Ingris yang membawa keluarganya itu langsung bersalaman dengan Walikota Prabumulih. Pria yang membawa istri dan satu orang anaknya itu tampak antusias mengabadikan sejumlah moment dari iring-iringan pawai. (pp/01)


Sepanjang 2014 KPPT Prabumulih Telah Keluarkan 2191 Perizinan


PRABUMULIH, PP - Realisasi perizinan usaha jasa pada Kantor Pelayan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Prabumulih terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hingga Oktober 2014 ini saja, jumlah perizianan yang telah dikeluarkan mencapai 2191 perizinan. 

Jumlah tersebut sudah termasuk izin usaha jasa menengah keatas seperti, izin usaha jasa kontruksi (IUJK), izin mendirikan bangunan (IMB), SIUP, SITU dan lain-lain. Dari 2191 jenis izin yang sudah dikeluarkan tersebut kebanykan didomonaso izin gangguan.

“Dari data yang kita miliki saat ini dari Januari hingga bulan oktober 2014 jumlah perizinan yang telah kita keluarkan mencapai 2191. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada perinsipnya penerbitan izin setiap tahunnya itu mengalami peningkatan baik penerbitan izin baru maupun perpanjangan" ujar Kepala KPPT Prabumulih melalui Kasi Pelayanan Perizinan Yopi di Stand Pameran KPPT Prabumulih Terminal Jalan Lingkar Jumat (17/10/2014).

Dikatakan, Jumlah tersebut untuk akhir tahun nanti diperkirakan akan bertambah. Namun demikian pada KPPT Prabumulih tidak semua jenis izin yang bisa dikeluarkan seperti izin penanaman modal, izin pertamabangan atau Kuasa Pertambangan (KP) Batubara dan lainnya. Sementara tenggang waktu proses pengurusan izin ini tergantung pada jenis izin yang akan dikeluarkan. Durasi penerbitan izin paling cepat 3 hari dan paling lama 12 hari, tegas Yopi. (pp/01)

Puluhan Ribu Warga Prabumulih Tumpah ke Jalan

18 Okt 2014

PRABUMULIH, PP - Pawai karnaval Dirgahayu HUT Kota Prabumulih ke 13 kali ini cukup meriah dan terbukti puluhan ribu warga kota tumpah ruah disepanjang jalan protokol. Pawai yang menampilkan berbagai ragam busana dan potensi Kota Prabumulih tersebut diikuti Ribuan peserta kelompok pelajar SD, SMP, MTs,SMK, SMA, MA se Kota Prabumulih hingga organisasi dan masyarakat umum.


Puluhan ribu warga tampak antusias menyaksikan iringan pawai yang mengambil lokasi start depan gedung DPRD Kota Prabumulih hingga finish di Simpang Prabu Jaya Jalan Jenderal Sudirman. Berbagai jenis busana juga tampak ditampilkan pada karnaval kali ini. Termasuk diantaranya kostum siaran drama kolosal Mahabarata. Ada juga penampilan pengantin adat khas Prabumulih serta penampilan kostum busana prajurit Sriwijaya.

Karnaval yang dilaksanakan pada 18 Oktober setiap tahunnya ini merupakan agenda tahunan Kota Prabumulih memperingati berdirinya Kota Prabumulih sebagai daerah otonomi baru (DOB) di Indonesia yakni Kota Pemekaran dari Kabupaten Muara Enim. Sekedar mengingatkan kembali, Prabumulih sebelumnya adalah bagian dari Pemerintahan Kabupaten Muara enim dengan status sebagai Kota Administratif (Kotip). Setelah melalui banyak pertimbangan dan dinilai mampu berdiri sebagai Pemerintahan Baru maka Masyarakat Bumi Seinggok Sepemunyian mengajukan agar Prabumulih dijadikan sebagai DOB dengan status Pemerintahan Kota.

Tahapan demi tahapan pun telah dilalui untuk mewujudkan status Prabumulih sebagai DOB atau Pemerintahan Kota. Berbagai tantangan pun sempat menjadi kendala saat pembentukannya dulu. Namun berkat kerja keras para pejuang pembetukan Kota Prabumulih akhirnya membuahkan hasil dan Kota Prabumulih resmi menjadi DOB di Tanah Air dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2001 silam.

Tabung Gas 3Kg Meledak, 8 Orang Peserta Karnaval Terpental

PRABUMULIH, PP - Peristiwa mengejutkan terjadi di depan BRI Jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih dimana saat Walikota sedang menyambut iring-iringan peserta Karnaval dari kelompok siswa SMAN 1 Prabumulih. Tiba-tiba sebuah ledakan keras yang bersumber dari tabung gas ukuran 3 kg menyebabkan 8 orang peserta Karnaval yang mengikuti pawai terpental. 

Informasi yang dapat dihimpun, peristiwa itu terjadi saat mang dolah mengalami permasalahan pada kompor gas miliknya yang sedikit mengalami kemacetan pada selang gas dan lantas menelepon kawannya tukang service gas. Mengetahui kompor mang dolah tidak bisa menyala, kawan mang Dolah pun langsung datang dan mencoba memperbaikinya.

Namun sayang, kompor yang menggunakan tabung gas 3 kg tersebut sesudah diperbaiki bukan malah bagus dan sebaliknya malah meledak dan membuat 8 orang disekelilingnya terpental. Anehnya, saat kejadian tidak ada warga yang melakukan pertolongan dan malah bertepuk tangan. Lho kenapa?

Peristiwa tersebut ternyata dalah antraksi para siswa SMAN 1 Prabumulih yang sengaja digelar guna mendukung program jaringan gas Kota yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kota Prabumulih saat ini. Diakhir antraksi setelah ledakan yang ditimbulkan tabung gas 3 kg itu, pemeran mang dolah berkata dengan gaya khas Prabumulih agar warga kota segera beralih menggunakan jaringan gas kota dan meninggalkan tabung gas 3 kg. (pp/01)

Pawai Karnaval, Jalan Alternatif di Prabulih Dipenuhi Kenderaan

PRABUMULIH, PP - Perhelatan pawai karnaval perayaan HUT Kota Prabumulih ke 13 di jalan Jendral Sudirman membuat arus lalulintas terpaksa dialihkan ke Jalan Lingkar. Seluruh kenderaan angkutan baik pribadi maupun truk dialihkan ke Jalan Lingkar Timur. Ratusan petugas dari aparat Kepolisian Polres Prabumulih, Dinas Perhubungan dan Satpol PP dikerahkan untuk mengamankan acara dirgahayu Kota Prabumulih ke 13 itu.

Di setiap titik rawan kemacetan ditengah kota seperti tempat-tempat pemutaran kenderaan, persimpangan tampak dijaga oleh petugas termasuk simpang tugu air mancur, Tugu nanas Kecamatan Prabumulih Barat serta Simpang Tanjung Raman juga tak luput oleh pengawasan petugas.

Bagi Pengguna jalan yang belum hapal jalan alternatif di Prabumulih terpaksa harus melewati rute yang ditentukan oleh petugas. Namun bagi Warga Prabumulih tampaknya tidak mengalami kesulitan soal pengalihan arus lalu lintas yang diberlakukan itu. Akibatnya, setiap jalan alternatif di Kota Nanas tampak ramai dilalui kenderaan baik roda dua dan roda empat. (pp/01)

Dak Ketahanan Oleh Film Porno, Pelajar SMK ini Garap Budak SMP


SURABAYA, PP – Seorang pelajar SMK di Surabaya ditangkap anggota reskrim Polrestabes Surabaya.
Penyebabnya, remaja 17 tahun berinisial MI tersebut telah menyetubuhi seorang gadis yang masih duduk di bangku SMP.

Pencabulan itu dilakukan di semak-semak jalan Patimura, Surabaya. Ironisnya, aksi keji tersebut dilakukan MI bersama seorang temannya, Dodik (25), warga Banyu Urip, Surabaya. Bocah SMP itu digilir dua remaja.

“Aksi tersebut ketahuan scurity, kemudian mereka diamankan dan diserahkan ke Polsek Sukomanunggal. Karena perkara menyangkut anak, kemudian dibawa ke unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Polrestabes Surabaya,” kata Kasat Reksrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sumaryono, Jumat (17/10/2014).

Dua pelaku pencabulan itupun sekarang harus mendekam di dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Keduanya dijerat dengan UU RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.
Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa MI dan korban sudah berpacaran sejak empat bulan lalu.
Karena sering nonton film porno, MI pun mengaku nekat mengajak pacarnya untuk berhubungan layaknya suami istri.

Selama ini, MI sudah kerap merayu sang pacar untuk berkencan. Namun, korban selalu menolak dengan alasan dirinya masih kecil.

Sampai akhirnya, MI mengajak korban jalan-jalan, Kamis (9/10/2014) sekira pukul 19.30 WIB. Keduanya janjian bertemu di kawasan Jalan Diponegoro, Surabaya. Setelah janjian lewat telpon, MI kemudian korban. Saat menjemput inilah, MI mengajak temannya, Dodik.

Mereka berboncengan mengendai sepeda motor. Melihat MI bersama temannya, korban sempat menolak, tapi MI terus merayu korban sampai akhirnya mau diajak jalan-jalan.

Korban lantas dibawa ke Waduk Unesa, untuk diajak berkencan di sana. Tak berhenti disitu, korban kemudian diajak berpindah tempat ke Jalan Patimura. Lokasinya pun dipilih yang gelap dan sepi.
Di tempat itulah, tersangka berusaha mempraktikkan apa yang biasa dilihatnya di film panas. Dodik yang mulanya berjaga di sepeda motor pun kemudian ikut mendekat. Keduanya lalu bersama-sama mencabuli siswi SMP tersebut.

Saat asyik, ternyata aksi mereka tepergok satpam. Mereka pun digelandang ke kantor polisi.

Mulanya, petugas tidak menahan kedua tersangka ini. Baru setelah ada desakan dari orangtua korban, dua pelaku pencabulan tersebut akhirnya dijebloskan ke dalam penjara.
















sumber : tribun



 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung