News Update :

Adi Susanto Harapkan Grass Track Mampu Angkat Nama Prabumulih

19 Okt 2014


LINGKAR, PP - Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM secara resmi membuka turnamen Grasstrack dan Motocross Open 2014 Piala Walikota Prabumulih pagi tadi Minggu (19/10/2014) di Sirkuit Talang Jimar Jalan Lingkar Kelurahan Sukaraja Kota Prabumulih. Didampingi sejumlah unsur Muspida Kota Prabumulih, Walikota juga didaulat untuk menjajal Sirkuit Talang Jimar setara Sirkuit Tingkat Nasional itu.

Walikota Ridho Yahya, Anggota DPRD Prabumulih Adi Susanto, Kapolres Prabumulih AKBP Denny Yono Putro SIK, Sekda Kota Prabumulih Drs. H. Djoharuddin Aini, MM dan sejumlah Pejabat Vertikal Lainnya serta pejabat BUMN juga didaulat menjajal Sirkuit baru Kota Nanas Itu. Bak Pembalap Profesional, Walikota dan Rombongan lengkap dengan peralatan balap melakukan balapan dengan tema kejuaraan motocross class Eksekutif. 

Meski hanya beberapa putaran saja, Peristiwa yang tidak biasa itu cukup menghibur ribuan penonton yang menyaksikan acara pembukaan. Dalam balapan itu, Adi Susanto yang cukup pawai menunggangi motor jenis trail miliknya itu finish di urutan pertama meninggalkan jauh rombongan lainnya di belakang.

Kepada Posmetro Prabu, Adi Susanto berharap kegiatan Grass track di Sirkuit Talang Jimar ini kiranya mampu mengangkat nama Kota Prabumulih ke tingkat Nasional melalui olahraga otomotif khususnya motocross dan grasstrack. 

Selain itu, Politisi Partai PKB ini juga berharap keberadaan sirkuit Talang Jimar itu dapat menumbuhkan semangat para pehobi olahraga otomotif di Kota Prabumulih khususnya untuk terus meingkatkan kemampuan sehingga bisa melahirkan pembalap-pembalap handal yang kelak mengharumkan nama Prabumulih, ujarnya. (pp/01)

Turis Lokal dan Mancanegara Hadiri Prabumulih Development Carnival

PRABUMULIH, PP - Selain Puluhan ribu warga Kota Prabumulih yang tumpah ruah ke Jalan untuk menyaksikan pawai karnaval pembangunan perayaan HUT Kota Prabumulih ke 13, ternyata juga disaksikan oleh turis Lokal dan manca negara. Belasan turis dari luar daerah Kota Prabumulih seperti surabaya, Jakarta, Jambi, Bengku dan Medan ternyata hadir untuk menyaksikan pagelaran akbar pawai karnaval pembangunan Kota Prabumulih. 

Kedatangan mereka ada yang sekedar lewat dan ada yang khusus untuk mengintip dan ada pula yang sengaja datang untuk mengisi liburan. Seperti Irfan (41) warga Surabaya mengaku sengaja datang ke Kota Prabumulih untuk menyaksikan Pameran Pembangunan Kota Prabumulih. Dikatakan, ia hadir bersama keluarga untuk mengintip potensi apa saja yang dipamerkan dan melihat situasi kota Prabumulih secara langsung.

"Ia kita sengaja datang ke Prabumulih untuk menyaksikan Pawai Karnaval Pembangunan dengan keluarga karna kebetulan ada agenda kerja di Palembang. Informasinya kita tau dari media online yang menyebutkan bahwa ada ivent besar merayakan HUT Kota Prabumulih ke 13. Bayangan kita pasti mirip dengan Jember Fashion Karnaval, makanya kita upayakan datang kesini" ujarnya.

Disinggung soal tanggapannya tentang pelaksanaan Pawai Karnaval, Irfan didampingi Istrinya mengatakan bahwa pelaksanaanya cukup bagus. Kedatangannya sendiri ke Prabumulih juga untuk melihat potensi apa saja yang dipamerkan di HUT Kota Prabumulih sehingga dirinya bisa melihat peluang usaha apa saja yang layak dikembangkan di Kota Prabumulih melalui Karnaval tersebut.

Selain Irfan, ada juga Hendrik Simatupang. Pengusaha asal Medan Sumatera Utara ini hadir di Prabumulih juga sama halnya dengan Irfan. Pria berkacamata itu mengaku telah banyak mengetahui perkembangan dan kemajuan Kota Prabumulih dari Media dan lantas ingin menyaksikannya secara langsung melalui Pawai Karnaval dan Pameran Pembangunan yang masih berlangsung.

Soal potensi yang di intai atau diminati Pria ini ketika diwawancarai posmetroprabu mengatakan bahwa dirinya lebih dominan ingin membuka usaha jasa dibidang transportasi dan pertanian. 

"Awalnya transportasi, tapi setelah melihat potensi lain saya lebih cenderung ke pertanian. Transportasinya ternyata sudah banyak. Artinya banyak pilihannya tetapi pelayanan, keamanan dan kenyamanan  kan belum tentu sama. Dari bisik-bisik dengan warga sini, katanya Pertanian jenis padi justru prospek kedepannya lebih bagus. Hanya saja jenis Investasi ini perlu dukungan penuh dari pemerintah dimana sarana dan prasarana penunjang seperti irigasi adalah hal yang wajib yang perlu disediakan" ujarnya seraya menambahkan dalam waktu dekat ini akan datang kembali ke Prabumulih.

Selain Turis lokal, Turis mancanegara juga ternyata hadir dalam pagelaran Karnaval Pembangunan Kota Prabumulih. Turis asal Ingris yang membawa keluarganya itu langsung bersalaman dengan Walikota Prabumulih. Pria yang membawa istri dan satu orang anaknya itu tampak antusias mengabadikan sejumlah moment dari iring-iringan pawai. (pp/01)


Sepanjang 2014 KPPT Prabumulih Telah Keluarkan 2191 Perizinan


PRABUMULIH, PP - Realisasi perizinan usaha jasa pada Kantor Pelayan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Prabumulih terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hingga Oktober 2014 ini saja, jumlah perizianan yang telah dikeluarkan mencapai 2191 perizinan. 

Jumlah tersebut sudah termasuk izin usaha jasa menengah keatas seperti, izin usaha jasa kontruksi (IUJK), izin mendirikan bangunan (IMB), SIUP, SITU dan lain-lain. Dari 2191 jenis izin yang sudah dikeluarkan tersebut kebanykan didomonaso izin gangguan.

“Dari data yang kita miliki saat ini dari Januari hingga bulan oktober 2014 jumlah perizinan yang telah kita keluarkan mencapai 2191. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada perinsipnya penerbitan izin setiap tahunnya itu mengalami peningkatan baik penerbitan izin baru maupun perpanjangan" ujar Kepala KPPT Prabumulih melalui Kasi Pelayanan Perizinan Yopi di Stand Pameran KPPT Prabumulih Terminal Jalan Lingkar Jumat (17/10/2014).

Dikatakan, Jumlah tersebut untuk akhir tahun nanti diperkirakan akan bertambah. Namun demikian pada KPPT Prabumulih tidak semua jenis izin yang bisa dikeluarkan seperti izin penanaman modal, izin pertamabangan atau Kuasa Pertambangan (KP) Batubara dan lainnya. Sementara tenggang waktu proses pengurusan izin ini tergantung pada jenis izin yang akan dikeluarkan. Durasi penerbitan izin paling cepat 3 hari dan paling lama 12 hari, tegas Yopi. (pp/01)

Puluhan Ribu Warga Prabumulih Tumpah ke Jalan

18 Okt 2014

PRABUMULIH, PP - Pawai karnaval Dirgahayu HUT Kota Prabumulih ke 13 kali ini cukup meriah dan terbukti puluhan ribu warga kota tumpah ruah disepanjang jalan protokol. Pawai yang menampilkan berbagai ragam busana dan potensi Kota Prabumulih tersebut diikuti Ribuan peserta kelompok pelajar SD, SMP, MTs,SMK, SMA, MA se Kota Prabumulih hingga organisasi dan masyarakat umum.


Puluhan ribu warga tampak antusias menyaksikan iringan pawai yang mengambil lokasi start depan gedung DPRD Kota Prabumulih hingga finish di Simpang Prabu Jaya Jalan Jenderal Sudirman. Berbagai jenis busana juga tampak ditampilkan pada karnaval kali ini. Termasuk diantaranya kostum siaran drama kolosal Mahabarata. Ada juga penampilan pengantin adat khas Prabumulih serta penampilan kostum busana prajurit Sriwijaya.

Karnaval yang dilaksanakan pada 18 Oktober setiap tahunnya ini merupakan agenda tahunan Kota Prabumulih memperingati berdirinya Kota Prabumulih sebagai daerah otonomi baru (DOB) di Indonesia yakni Kota Pemekaran dari Kabupaten Muara Enim. Sekedar mengingatkan kembali, Prabumulih sebelumnya adalah bagian dari Pemerintahan Kabupaten Muara enim dengan status sebagai Kota Administratif (Kotip). Setelah melalui banyak pertimbangan dan dinilai mampu berdiri sebagai Pemerintahan Baru maka Masyarakat Bumi Seinggok Sepemunyian mengajukan agar Prabumulih dijadikan sebagai DOB dengan status Pemerintahan Kota.

Tahapan demi tahapan pun telah dilalui untuk mewujudkan status Prabumulih sebagai DOB atau Pemerintahan Kota. Berbagai tantangan pun sempat menjadi kendala saat pembentukannya dulu. Namun berkat kerja keras para pejuang pembetukan Kota Prabumulih akhirnya membuahkan hasil dan Kota Prabumulih resmi menjadi DOB di Tanah Air dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2001 silam.

Tabung Gas 3Kg Meledak, 8 Orang Peserta Karnaval Terpental

PRABUMULIH, PP - Peristiwa mengejutkan terjadi di depan BRI Jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih dimana saat Walikota sedang menyambut iring-iringan peserta Karnaval dari kelompok siswa SMAN 1 Prabumulih. Tiba-tiba sebuah ledakan keras yang bersumber dari tabung gas ukuran 3 kg menyebabkan 8 orang peserta Karnaval yang mengikuti pawai terpental. 

Informasi yang dapat dihimpun, peristiwa itu terjadi saat mang dolah mengalami permasalahan pada kompor gas miliknya yang sedikit mengalami kemacetan pada selang gas dan lantas menelepon kawannya tukang service gas. Mengetahui kompor mang dolah tidak bisa menyala, kawan mang Dolah pun langsung datang dan mencoba memperbaikinya.

Namun sayang, kompor yang menggunakan tabung gas 3 kg tersebut sesudah diperbaiki bukan malah bagus dan sebaliknya malah meledak dan membuat 8 orang disekelilingnya terpental. Anehnya, saat kejadian tidak ada warga yang melakukan pertolongan dan malah bertepuk tangan. Lho kenapa?

Peristiwa tersebut ternyata dalah antraksi para siswa SMAN 1 Prabumulih yang sengaja digelar guna mendukung program jaringan gas Kota yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kota Prabumulih saat ini. Diakhir antraksi setelah ledakan yang ditimbulkan tabung gas 3 kg itu, pemeran mang dolah berkata dengan gaya khas Prabumulih agar warga kota segera beralih menggunakan jaringan gas kota dan meninggalkan tabung gas 3 kg. (pp/01)

Pawai Karnaval, Jalan Alternatif di Prabulih Dipenuhi Kenderaan

PRABUMULIH, PP - Perhelatan pawai karnaval perayaan HUT Kota Prabumulih ke 13 di jalan Jendral Sudirman membuat arus lalulintas terpaksa dialihkan ke Jalan Lingkar. Seluruh kenderaan angkutan baik pribadi maupun truk dialihkan ke Jalan Lingkar Timur. Ratusan petugas dari aparat Kepolisian Polres Prabumulih, Dinas Perhubungan dan Satpol PP dikerahkan untuk mengamankan acara dirgahayu Kota Prabumulih ke 13 itu.

Di setiap titik rawan kemacetan ditengah kota seperti tempat-tempat pemutaran kenderaan, persimpangan tampak dijaga oleh petugas termasuk simpang tugu air mancur, Tugu nanas Kecamatan Prabumulih Barat serta Simpang Tanjung Raman juga tak luput oleh pengawasan petugas.

Bagi Pengguna jalan yang belum hapal jalan alternatif di Prabumulih terpaksa harus melewati rute yang ditentukan oleh petugas. Namun bagi Warga Prabumulih tampaknya tidak mengalami kesulitan soal pengalihan arus lalu lintas yang diberlakukan itu. Akibatnya, setiap jalan alternatif di Kota Nanas tampak ramai dilalui kenderaan baik roda dua dan roda empat. (pp/01)

Dak Ketahanan Oleh Film Porno, Pelajar SMK ini Garap Budak SMP


SURABAYA, PP – Seorang pelajar SMK di Surabaya ditangkap anggota reskrim Polrestabes Surabaya.
Penyebabnya, remaja 17 tahun berinisial MI tersebut telah menyetubuhi seorang gadis yang masih duduk di bangku SMP.

Pencabulan itu dilakukan di semak-semak jalan Patimura, Surabaya. Ironisnya, aksi keji tersebut dilakukan MI bersama seorang temannya, Dodik (25), warga Banyu Urip, Surabaya. Bocah SMP itu digilir dua remaja.

“Aksi tersebut ketahuan scurity, kemudian mereka diamankan dan diserahkan ke Polsek Sukomanunggal. Karena perkara menyangkut anak, kemudian dibawa ke unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Polrestabes Surabaya,” kata Kasat Reksrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sumaryono, Jumat (17/10/2014).

Dua pelaku pencabulan itupun sekarang harus mendekam di dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Keduanya dijerat dengan UU RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak.
Dalam pemeriksaan, terungkap bahwa MI dan korban sudah berpacaran sejak empat bulan lalu.
Karena sering nonton film porno, MI pun mengaku nekat mengajak pacarnya untuk berhubungan layaknya suami istri.

Selama ini, MI sudah kerap merayu sang pacar untuk berkencan. Namun, korban selalu menolak dengan alasan dirinya masih kecil.

Sampai akhirnya, MI mengajak korban jalan-jalan, Kamis (9/10/2014) sekira pukul 19.30 WIB. Keduanya janjian bertemu di kawasan Jalan Diponegoro, Surabaya. Setelah janjian lewat telpon, MI kemudian korban. Saat menjemput inilah, MI mengajak temannya, Dodik.

Mereka berboncengan mengendai sepeda motor. Melihat MI bersama temannya, korban sempat menolak, tapi MI terus merayu korban sampai akhirnya mau diajak jalan-jalan.

Korban lantas dibawa ke Waduk Unesa, untuk diajak berkencan di sana. Tak berhenti disitu, korban kemudian diajak berpindah tempat ke Jalan Patimura. Lokasinya pun dipilih yang gelap dan sepi.
Di tempat itulah, tersangka berusaha mempraktikkan apa yang biasa dilihatnya di film panas. Dodik yang mulanya berjaga di sepeda motor pun kemudian ikut mendekat. Keduanya lalu bersama-sama mencabuli siswi SMP tersebut.

Saat asyik, ternyata aksi mereka tepergok satpam. Mereka pun digelandang ke kantor polisi.

Mulanya, petugas tidak menahan kedua tersangka ini. Baru setelah ada desakan dari orangtua korban, dua pelaku pencabulan tersebut akhirnya dijebloskan ke dalam penjara.
















sumber : tribun



Menggagas Kebun Raya Nanas di Prabumulih

17 Okt 2014


Refleksi 13 Tahun HUT Kota Prabumulih)
Oleh : Arafik Zamhari
Wartawan Prabumulih Pos/Wakil Ketua KNPI Prabumulih

Dahulu Kota Prabumulih populer disebut kota nanas. Sebutan ini tidak sensasi saja. Menurut cerita dari orangtua dan nenek saya dulu,  nanas (ananas comocus) Prabumulih terkenal karena kandungan airnya banyak,  rasanya manis dan buahnya besar. Pada era 70-an sampai 80-an, nanas Prabumulih menjadi primadona Sumatera Selatan.

Tidak lengkap rasanya, berkunjung ke Kota Prabumulih tanpa buah tangan nanas.  Biasanya nanas Prabumulih ditanam di kebun-kebun rakyat dan pekarangan rumah. Dalam skala yang lebih besar, nanas dibudidayakan dengan cara menanam nanas pada lajur-lajur kebun. Nanas tersedia sepanjang tahun dan tak kenal musim hujan maupun musim kemarau.

Menurut cerita tokoh masyarakat Prabumulih, nanas Prabumulih merupakan nanas termanis di Indonesia mengalahkan nanas-nanas dari daerah lain. Rasa manisnya yang unik merupakan keunggulan nanas Prabumulih. Saya tidak tahu, apa nama bibit nanas dulu sehingga  Prabumulih terkenal sebagai kota nanas. Konon, Prabumulih produsen terbesar  nanas di Indonesia. 

Ketika panen, nanas Prabumulih  tidak hanya dijual di Sumatera namun melompat hingga ke Pulau Jawa.   Sayangnya, memasuki Tahun 90-an, nanas Prabumulih mulai meredup. Warga beralih menanam karet. Hitungan ekonomi menjadi dalih warga memilih menanam karet daripada nanas.

Data yang saya peroleh dari Dinas Pertanian Kota Prabumulih, luas lahan perkebunan karet yang dimiliki masyarakat mencapai 19.081 hektar. Ini menunjukkan, sektor perkebunan menjadi urat nadi kehidupan mayoritas masyarakat Prabumulih. Wajar, jika harga karet menyentuh angka di atas Rp 20.000 sampai Rp 30.000, motor dan mobil baru akan berseliweran di pelosok desa. Tak sebatas itu. Harga karet menjadi patokan kapan warga akan menggelar hajatan perkawinan atau tidak.

Akhirnya, nanas hanya dijadikan sebagai tanaman sela/pendamping tanaman karet berdampak pada penurunan hasil panen. Pada 2009 nanas Prabumulih sudah tidak terdengar lagi gaungnya. Bahkan kalah dengan nanas Lampung, yang mengklaim diri sebagai produsen nanas terbesar di tanah air.

Jika Anda berjalan di kawasan Rumah Makan Siang Malam Cambai, ada penjual nanas, bolehlah ditanya, dari daerah mana nanas yang mereka jual berasal? Jawabanya yang pernah saya terima, bukan dari Prabumulih. Bahkan ada penjual yang menjawab dari daerah tetangga misalnya Tanjung Batu, Ogan Ilir. Sentra-sentra perkebunan nanas di Prabumulih, seperti Tanjung Raman dan Sungai Medang, hanya tinggal kenangan saja. Kalau pun ada tanaman nanas, itu hanya keperluan makan sekeluarga saja.

Terakhir, saya dengar dan lihat sendiri, Pemerintah Kota Prabumulih sedang membudidayakan kembali nanas yang berlokasi di belakang kantor Pemerintah Kota Prabumulih.  Saya belum tahu, bagaimana kondisi terakhir nanas yang dibudidayakan tersebut.

Kebun Raya Nanas
Tiap kali, keluarga dan kerabat saya dari luar kota ke rumah, mereka bertanya, lokasi wisata apa yang bisa dikunjungi di kala mampir di Prabumulih? Saya hanya mengelengkan kepala dan diam. Kota ini memang tidak menyediakan lokasi wisata bagi masyarakat atau pun orang yang kebetulan hanya rehat sebentar.

Saya memang belum puluhan tahun berdomisili di Bumi Seinggok Sepemunyian ini. Namun profesi sebagai wartawan, menghantarkan saya, sedikit banyak mengetahui lebih cepat dan detil perkembangan kota ini dari sejumlah narasumber. Sebagai warga kota ini, semua memiliki keinginan pembangunan yang dilakukan pemerintah mendatangkan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Tahun ini umur Kota Prabumulih baru menginjak 13 tahun sejak pisah dari Kabupaten Muara Enim 17 Oktober 2001.  Dengan umur yang masih tergolong belia, perkembangan kota ini boleh dibilang termasuk cepat. Di sektor perbankan, jumlah bank yang beroperasi berjumlah 24 bank, baik bank nasional, daerah, konvensional atau syariah serta perkreditan.

Jumlah ini menempatkan Kota Prabumulih, memiliki bank terbanyak kedua setelah Kota Palembang. Berdirinya sejumlah bank dan lembaga pembiayaan ini menjadi indikator betapa pesatnya pertumbuhan perekonomian Kota Prabumulih.

Namun sayangnya, pertumbuhan perekonomian itu belum menyentuh pada sektor pariwisata. Dari beberapa program pembangunan yang direncanakan pemerintah, sektor pariwisata masih belum optimal, untuk tidak mengatakan jalan di tempat. Hingga kini, belum ada terobosan yang fundamental dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata untuk mempromosikan Prabumulih lewat jalur wisata. Padahal banyak lokasi yang bisa dieksplorasi menjadi lokasi wisata.

Contoh kecil saja, makam keramat di Gunung Ibul. Berkaca di provinsi di Pulau Jawa, makam-makam keramat selalu tidak dilewatkan oleh para wisatawan. Ziarah rohani, dalam bahasa orang travel, ini akan selalu menarik pengunjung, jika dikemas dalam sebuah even yang terencana, terstruktur dan massif. Ini menunjukkan bahwa  pariwisata tidak hanya soal pantai belaka.

Selain menggali lokasi yang sudah ada dan dinilai layak dijadikan tempat wisata, Pemerintah Kota Prabumulih setidaknya dapat membangun sendiri lokasi wisata yang dapat menarik pengunjung. Tidak usah muluk-muluk. Saya mengusulkan, karena Prabumulih sudah terkenal dengan ikon nanas, selayaknya kota ini memiliki kebun raya nanas. Jika di Taman Buah Mekarsari Cibubur, terdiri dari aneka ragam buah dan tanaman, maka kebun raya nanas ini, hanya berisi tanaman nanas saja.

Saya membayangkan, kebun raya nanas ini, isinya semua nanas yang berasal dari seluruh nusantara bahkan bila perlu mancanegara. Di dalam kebun raya nanas ini pula, tidak hanya menanam nanas belaka. Dibangun pula laboratorium nanas, tempat para insinyur pertanian atau yang hobi bertanam. Mereka akan bekerja meneliti nanas agar menjadi varietas unggul, entah dengan cara mengawinkan dengan bibit nanas dari daerah lain. Artinya, kebun raya ini, juga menjadi lokasi pusat penelitian nanas.

Karena ini kebun raya nanas, semuanya yang ada di lokasi ini, harus berbau nanas. Jika tadi ada laboratorium nanas, tidak salah pula, di lokasi kebun raya ada, Usaha Kecil Menengah (UKM) warga, yang memproduksi nanas baik sebagai minuman dan makanan. Bila perlu outlet-outlet yang menjual suvenir nanas mainan atau baju kaos bergambar nanas dengan tulisan yang kocak.

Yang dapat dimasukkan pula di dalam kebun raya ini, kuliner nanas. Kebun raya nanas ini pula menyediakan tempat makan dengan menu andalan nanas. Dengan demikian, keberadaan kebun raya nanas, memberi keuntungan ganda bagi masyarakat. Satu sebagai lokasi wisata dan kedua warga memeroleh keuntungan dari berbisnis di lokasi ini.

Saya kira dengan seorang walikota yang berlatar belakang insinyur pertanian, mewujudkan kebun raya nanas ini bukan sebatas mimpi saja. Sebab, dengan kebun raya nanas inilah, salah satu cara untuk bisa mengembalikan memori publik bahwa nanas Prabumulih tidak terkubur oleh zaman. Jika ini terwujud, saya pun akan mendapatkan jawaban jika ada kerabat atau keluarga bertanya dimana lokasi wisata di Prabumulih? Saya akan berkata,”Datanglah ke kebun raya nanas Prabumulih,”. Selamat Ulang Tahun Kotaku.

Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Pembunuhan Leni, Terdakwa Ngotot Tidak Bersalah


MUARA ENIM, PP - Untuk  kesekian kalinya  dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Muara Enim [16/10], dengan dua tersangka kala penangkapannya diduga sangat kontroversi tersebut , dan kini keduanya telah menjadi terdakwa ,yakni Riki [30] dan Nurmin [60], warga desa Spantan Jaya,Kecamatan Penukal,Kabupaten Pali, atas terkait tewasnya Leni[29] warga desa yang sama tersebut, ternyata Jaksa Penuntut Umum [JPU ] dalam pembacaan tuntutannya dipersidangan  kedua terdakwa  diancam  dengan hukuman 15 tahun penjara.

Sementara dalam sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa terhadap kedua terdakwa Riki dan Nurmin ,yang disebut-sebut oleh keluarga dan kolega bahwa keduanya bukan seorang pembunuh ini  ditanggapi keras oleh keluarga dan kerabat , Novi [35] seorang kerabat kedua terdakwa saat menyaksikan persidangan mengungkapkan, tuntutan dari Jaksa terhadap Riki dan Nurmin sungguh sangat tidak adil. 

Seharusnya jaksa penuntut lebih mengacu pada data dan fakta maupun saksi, jika kita kembali kebelakang dalam kasus yang disangkakan kepada Riki dan Nurmin sebetulnya keduanya tidak terlibat dalam tewasnya Leni, keduanya sepertinya dipaksakan dalam kasus tersebut seolah-olah ia pembunuhnya, anehnya juga  Riki dan Nurmin yang telah ditangkap kala itu, dalam rekontruksi justru dilakukan dihalaman polsek Penukal ,tidak di TKP ,serta kasus ini tidak didukung saksi-saksi yang kuat kala penagkapan maupun dalam persidangan" ujarnya .

Hal sama juga dilontarkan Hermanto [45] saat usai pembacaan putusan sidang oleh Jaksa terhadap Riki dan Nurmin , ia tetap meyakini bahwa keduanya memang tidak bersalah ,dan bukannya ia pelakunya , karena saat kejadian keduanya ini tengah beraktipitas bersama istrinya, seharusnya Jaksa penuntut dalam membacakan tuntutan terhadap Riki dan Nurmin lebih teliti dan mendalami dugaan kasus yang disangkakan terhadap Riki dan Nurmin tersebut,’’ ungkap Hermanto.

Sementara  Reza SH, Jaksa Penuntut Umum [JPU] dalam kasus persidangan di PN Muara Enim yang dipimpin ketua majelis hakimnya  Abu Hanifah SH MH dengan terdakwa Riki dan Nurmin,  ketika dikonfirmasi Sk.Cakrawala terkait hal tersebut mengutarakan   ‘’dalam  pembacaan tuntutan ini karena mengacu pada pasal 340 KUHAP , dan ini sifatnya masih sementara , namun tidak menutup kemungkinan bisa berubah jika pembelaan dari  kuasa hukumnya  dapat menjadi pertimbangan majelis Hakim yang terhormat,’’ucapnya pada pers.

Riki dan Nurmin kedua terdakwa ketika dibincangi posmetro menanggapi hal tersebut mengungkapkan , dirinya tetap berpendirian bahwa mereka bukan pelakunya, dan ini tidak adil, karena penangkapan kami kala itu dipaksakan, dan tidak diperkuat saksi –saksi yang jujur.

Dikatakan,  kala itu hal serupa, dirinya juga pernah ditawarkan menjadi saksi oleh keluarga korban, namun ia menolak, sementara dalam kasusnya ia meyakini hingga ia dijebloskan kepenjara bahwa akibat saksi bayaran dari pihak korban, dan saya tetap bersumpah bukan saya pelakunya, bebernya.

Sayangnya dalam persidangan kedua terdakwa serta proses penangkapan menuai kontroversi. Dimana  saat portal ini mencoba melakukan konfirmasi kepada keluarga korban justru tidak satupun keluarga korban terlihat dalam persidangan. 

Sementara ditempat terpisah, aktivis LSM Sigap Sumsel Suhaimi SH menanggapi hal tersebut kasus ini meminta agar pihak JPU tidak terlalu buru-buru melakukan tuntutan. JPU juga diminta meninjau ulang kembali kasus tersebut sebab penyidik diduga tidak mempunyai bukti yang  kuat dan terkesan memaksakan kehendak dalam penetapan tersangka pada Riki dan Nurmin yang dituduh sebagai dalang dibalik kematian Leni, ujarnya.[US, JN ]

Kolesterol Ancam Wartawan di Prabumulih

LINGKAR, PP - Meski tidak seluruhnya mengancam wartawan yang bertugas di Kota Prabumulih, namun setidaknya dengan melakukan pemeriksaan kadar kolesterol, para kuli tinta ini bisa mengetahui akan bahaya tingginya kadar kolesterol dalam tubuh bisa menjadi pembunuh karna kolesterol memicu munculnya berbagai penyakit. 

Kolesterol sendiri adalah metabolit yang mengandung lemak sterol (waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah. Kolesterol sejenis lipid yang merupakan molekul lemak yang terdapat dalam tubuh. Demikian sedikit penjelasan tentang kolesterol. 

Bersempena dengan pembukaan pameran pembangunan perayaan HUT Kota Prabumulih ke 13, para wartawan dari berbagai media juga melakukan peninjauan ke seluruh stand yang didirikan di kawasan pameran. Setelah puas berkeliling tibalah saatnya para pemburu berit ini di stand BPJS Kota Prabumulih.

Para wartawan ini pun dipersilahkan masuk untuk mencoba melakukan tes kesehatan diantaranya pemeriksaan tensi, gula darah, dan kolesterol melalui sample darah yang dimasukkan ke dalam alat pendeteksi. Tidak sedikit wartawan yang langsung pucat pasi setelah mengetahui kadar gula darah dan kolesterolnya tidak normal. 

Kadar kolesterol pada beberapa wartawan didapati lebih diatas angka 200 yang mencerminkan kadar kolesterol berlebihan dan tidak normal. 

Menurut dr Safri Mulyadi yang bertugas di Stand BPJS Kesehtan tersebut mengatakan bahwa ada banyak hal yang menjadi penyebab atau pemicu timbulnya kolesterol tinggi dalam darah. Penyebab meningktaknnya kadar kolesterol paling banyak disebabkan oleh asupan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh, pola hidup yang tidak sehat dan seimbang, gaya hidup yang salah dan kebiasaan buruk yang menjadi rutinitas sehari-hari.

Adapun penyebab peningkatan kadar kolesterol ini bisa melalui makan. Untuk jenis makan yang perlu diwaspadai atau dihindari adalah, santan, coklat, Susu Sapi, Margarine, jeroan sapi, kerang putih dan jeroan kambing. Sementara untuk makan lainnya yang sangat berbahaya dan bila perlu dihindarkan adalah, Cumi-cumi, kuning telur ayam, otak sapi, dan telur burung puyuh.



Tabligh Akbar Prabumulih Nyaris Sepi Pengunjung

PRABUMULIH, PP - Akibat terlalu lama menunggu, Ibu-ibu pengajian Majelis Taklim yang memadati acara Tablig Akbar di pendopoan Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih siang tadi Jumat (17/10/2014) satu-persatu meninggalkan lokasi atau membubarkan diri.

Acara Tablig Akbar memperingati HUT Kota Prabumulih ke 13 yang rencananya akan di Hadiri Ustad Kondang yakni Ustad Cepot itu tampak sedikit terganggu akibat kedatangan sang ustad terlambat. Tak pelak, satu persatu dari ribuan ibu-ibu pengajian majelis Taklim itu pun berangsur meninggalkan lokasi acara.

Melihat aksi dari para Ibu Majelis Taklim yang mulai bosan menunggu kedatangan ustad, Panitia acara pun mencoba mencairkan situasi seraya menjelaskan kepada Hadirin soal keterlambatan sang ustad hadir di Pendopan Rumah Dinas Walikota. 

Agar penantian tidak terlalu menjadi pikiran, Panitia juga mencoba memberikan kuis berhadiah. Bagi siapa yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 100.000. Hal ini pun disambut baik oleh Walikota Prabumulih Ir, H. Ridho Yahya MM dan mencoba memberikan pertanyaan yang mudah dijawab oleh para tamu yang hadir di tempat itu. 

"Pertanyan yang tadi cak saro nian, sekarang kito cubo kasi pertanyaan yang mudah dijawab. Nah kalo yang ini hadiahnyo lebih besak lagi. Payo Ibu-ibu, siapo yang bisa jawab akan dikasih uang tunai dari Pak Walikota" ujar Walikota mencairkan suasana.
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung