News Update :

Walikota Ridho Yahya Rombak Lagi Kabinetnya

1 Feb 2015

PRABUMULIH, PP - Perombakan besar terjadi di tubuh Pemkot Prabumulih. Hampir 900 pegawai negeri sipil (PNS) dari jabatan struktural hingga fungsional dilantik dan dimutasi. Beberapa di antara mereka adalah pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas. Pelantikan sendiri digelar di Gedng serbaguna Islamic Center Jalan Lingkar Timur Kota Prabumulih Jumat (30/01/2015). 

Sebelum resmi dilantik, Ratusan Pejabat baik pegawai dari berbagai Dinas dan instansi ini terlebih dahulu disuguhi surat pernyataan siap dipecat jika kinerjanya buruk. Hal ini menurut Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM bertujuan untuk lebih meningkatkan Kinerja Para Pejabat untuk mewujudkan Pemerintahan Kota Prabumulih yang lebih baik. 

Selain itu, dalam sambutannya Ridho yahya mengungkapkan bahwa surat pernyataan siap dipecat ini wajib ditandatangani oleh pejabat yang menduduki suatu jabatan. Dimana jika kinerjanya buruk, Walikota siap memberhentikannya dari jabatan tanpa adanya upaya pengaduan hukum, ujarnya. 

Berdasarkan posmetropabu.com, sejumlah nama yang dimutasi kebanyakan lari dari yang diprediksi sebelumnya. Artinya, Perombakan Jabatan Kepala SKPD kali ini tidak banyak mengalami perubahan meskipun pelantikan dihadiri sekitar kurang lebih 900 ratus orang pejabat baik eselon 2, 3 dan 4. 

Pejabat sekelas Kepala Dinas yang masih bertahan adalah, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perindagkop, Kepala Dinas PU, Kepala Kantor SATPOL PP, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kesbang PM, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bappeda, Kepala Kantor Kebersihan, Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga, Kepala Disnaker, Asisten I, Asisten II.

Intinya Pelantikan kali ini masih diisi oleh wajah-wajah lama membuat Warga Prabumulih yang memprediksi sejumlah nama Kepala Dinas bakal mengalami pergeseran merasa salah prediksi. Mutasi Kepala SKPD yang digelar Kali ini terkesan hanya mengisi kekosongan Jabatan yang ditinggalkan Pejabat yang Pensiun. 

Jabatan tersebt adalah Jabatan Kepala DPPKAD yang ditinggalkan Drs Ujang Skarman dan kini Kursi jabatan yang mengurusi pendapatan, keuangan dan aset Daerah itu dijabat oleh Jauhar Fahri SE Ak. Sementara jabatan Jauhar Fahri SE Ak yang sebelmnya Kepala Inspektorat kini digantikan oleh Drs Yosep Manjam. 

H. T.Kosim Cikming Jabatan lama Staf Ahli Walikota Bidang Hukum dan Politik kini menjabat sebagai Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan. Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu yang dulu menjabat sebagai staf Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih kini menjabat sebagai staff ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM yang dulu dijabat oleh Hj Marwiyah Yahya SH MH. 


Sementara Hj Marwiyah Yahya SH MH bergeser ke Staf Ahli bidang hukum dan politik. dr. H.M Ali Indra Hanafiah, MARS yang dulu menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan di geser menjadi Staf Ahli bidang pembangunan. Kabag keuangan DPRD yang dulu dijabat Heryani SE, M.Si kini naik menjadi Sekwan Kota Prabumulih menggantikan Drs.Aris Priadi dan Drs.Aris Priadi sendiri kini menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kelurahan/ Desa yang dulunya dijabat oleh Drs Yosep Manjam. 


Drs.H.Muhammad Ali M.si yang sebelumnya sebagai seketaris Badan Kepegawaian Daerah Kota Prabumulih naik menjadi Kepala BKD (badan kepegawaian daerah) Kota prabumulih. Drs. Alfian Herdi M.si jabatan lama Kepala Badan Pemberdayaan perempuan dan Keluarga Berencana Kota Prabumulih pindah sebagai Kepala Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Prabumulih. 

 Ir.H.Apriadi sebelumnya menjabat Staf ahli Walikota Prabumulih kini menjabat sebagai kepala Badan pelaksana Penyululuhan Pertanian, kehutanan, Perikanan dan ketahanan Pangan Kota Prabumulih. Ir.Dwi Koryana jabatan lama sebagai kepala Bidang Pengkajian dan pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Dinas Pertambangan Energi Lingkungan Hidup kota prabumulih menduduki Kursi baru Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Prabumulih. 

Rosali.S.Sos yang sebelmnya menjabat kepala kantor pelayanan perizinan Terpadu Kota Prabumulih kini sebagai kepala badan Perencanaan modal dan Pelayanan terpadu satu pintu. M.Effendy. SH begeser menjadi kepala dinas Kependudukan dan catatan Sipil kota Prabumulih dari jabatan lama sebagai kabag organisasi Sekda Kota prabumulih.





Dewan Desak Diskoperindag Turun ke Lapangan

PRABUMULIH, PP - Meski informasi adanya temuan bakteri berbahaya pada buah apel impor asal Amerika yang juga beredar di Kota Prabumulih yang tidak mendapatkan tanggapan seris dari pemerintah Kota, membuat Anggota DPRD Kota Prabumulih turut prihatin dan angkat bicara. Politisi Partai PKB Adi Susanto SE dari Komisi III DPRD Prabumulih mendesak pemerintah pusat untuk menghentikan peredaran buah impor yang disinyalir berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu, Politikus pecinta olahraga Motocross ini juga mendesak Pemerintah Kota Prabumulih turun ke lapangan  untuk menarik apel tersebut dari peredaran agar tidak sampai kepada konsumen. Bahkan ia juga sangat menyesalkan lambannya kinerja Dinas terkait seperti Diskoperindag Kota Prabumulih menangani permasalahan Apel Berbakteri ini.

Padahal lanjutnya informasi soal bakteri berbahaya pada apel sudah lama tersebar baik di televisi, media cetak, online dan sosial media. Bahkan lanjut Adi, YLKI Prabumulih juga sudah menyoroti masalah ini. 

"Semestinya kalau apel impor tersebut sudah terindikasi mengandung bakteri apalagi sudah banyak diberitakan oleh sejumlah media baik media massa maupun elektronik, seharusnya Diskoperindag turun ke lapangan melakukan razia ke toko-toko untuk mengamankan apel impor tersebut. Jangan tunggu sampai ada korban baru sibuk" tegasnya, Sabtu (31/1).

Hal senada juga disampaikan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Prabumulih. YLKI menilai kinerja pemerintah Kota Prabumulih dalam hal ini Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Prabumulih sangat lamban dan kurang informatif dalam menanggapai kasus  apel yang diduga mengandung bakteri Listeria monocytogenes.

Pasalnya, info terkait apel yang mengandung bakteritelah dikeluarkan Bpom Amerika 19 Januari yang lalu, namun hingga saat ini belum ada tindakan Disperindag terhadap kasus ini. Hal ini diungkapkan Ketua YLKI Prabumulih, Sony Suharno SH saat dibincangi Posmetro prabu diruang kerjanya kemarin.

"Seharusnya pemerintah cepat tanggap dalam kasus ini. Untuk penyetopan barang impor itu untuk jangka panjang, namun yang dibutuhkan masyarakat saat ini hanya informasi yang akurat, misalnya jenis produk apa yang dilarang, bentuknya seperti apa, mereknya dan jenisnya. Hal inilah yang hingga saat ini belum dilakukan pemerintah."ujar Sony. (pp/01)

YLKI : Pemkot Prabumulih Kurang Tanggap Isu Kesehatan

30 Jan 2015

PRABUMULIH, PP - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Prabumulih menilai kinerja pemerintah Kota Prabumulih dalam hal ini Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Prabumulih sangat lamban dan kurang informatif dalam menanggapai kasus  apel yang diduga mengandung bakteri Listeria monocytogenes.

Pasalnya, info terkait apel yang mengandung bakteritelah dikeluarkan Bpom Amerika 19 Januari yang lalu, namun hingga saat ini belum ada tindakan Disperindag terhadap kasus ini. Hal ini diungkapkan Ketua YLKI Prabumulih, Sony Suharno SH saat dibincangi Posmetro prabu diruang kerjanya,jumat(30/1).

Sony mengatakan sependapat dengan pernyataan walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM yang akan menyetop peredaran-peredaran buah import dan mendukung produk lokal namun yang saat ini perlu dilakukan pemerintah adalah memberikan informasi yang akurat karena saat ini hal itu yang dibutuhkan masyarakat.

"Seharusnya pemerintah cepat tanggap dalam kasus ini. Untuk penyetopan barang impor itu untuk jangka panjang, namun yang dibutuhkan masyarakat saat ini hanya informasi yang akurat, misalnya jenis produk apa yang dilarang, bentuknya seperti apa, mereknya dan jenisnya. Hal inilah yang hingga saat ini belum dilakukan pemerintah."ujarnya
   
Sony menghimbau agar para distributor stop mendistribusikan produk tersebut tanpa harus menunggu instruksi dari pemerintah.
   
"Berita ini tentunya sudah tersebar luas baik dari media cetak, media elekronik, dan media online  maka saya menghimbau agar para distributor segera menyetop produk ini jangan sampai memakan korban. Biasanya distributor nakal terkesan tutup mata dengan  alasan belum ada instruksi," himbaaunya.

Sony berharap masyarakat kota Prabumulih khususnya dapat lebih cerdas mendapatkan informasi dan kalau dilapangan konsumen masih menemukan distributor atau pengecer yang "nakal"silahkan mengadukan hal tersebut ke YLKI prabumulih.(PP/ind)

Rapat Tahunan Anggota KKP Prabumulih. Aset Kini Mencapai Rp. 15 M

29 Jan 2015

PRABUMULIH, PP - Koperasi Karyawan Pendidik, Kamis(29/01) menggelar rapat tahunan di Resto kampung Cemara Prabumulih.

Hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih  Rasyid S.Ag,Kepala sekolah,Pengawas dan Penilik.

Pengurus KKP kota Prabumulih,Aminah Ulfah SE saat dibincangi disela sela rapat mengatakan Rapat Anggota Tahunan ini merupakan salah satu tanggung jawab anggota koperasi sebagai pemilik dan sekaligus pertanggung jawaban pengurus koperasi kepada anggota koperasi.

" Kesempatan ini juga untuk mengapresiasi atas semua pencapaian dan kemajuan yang telah dicapai oleh Koperasi karyawan Pendidik, diantaranya Prestasi-prestasi yang telah diraih seperti, Koperasi terbaik kategori simpan pinjam,juara ke3 koperasi terbaik se Sumsel dan yang sedang kami perjuangkan yakni penghargaan tingkat nasional Award Koperasi" ujar Aminah.

Dikatakan, saat ini anggota KKP sudah 912 yang terdiri dari pegawai dinas pendidikan kepala sekolah TK dan SD, Guru tTK dan SD, Pengawas dan Penillik.

Aset KKP saat ini mencapai 17 miliar setiap anggota wajib mempunyai simpanan pokok Rp 3juta, simpanan wajib 100 rb .(pp/ind)

Leher Budak Cambai ini Tertancap Besi Hingga ke Tengkorak Kepala

PRABUMULIH, PP - Malang nasib yang dialami Asmin (55) warga Jalan Modong RT 03 RW 03 Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai kota Prabumulih.

Dirinya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bunda kota Prabumulih, akibat tertusuk besi behel ukuran delapan milimeter ketika tengah bekerja membantu membangun rumah adiknya.

Asmin mengalami musibah tersebut karena terjatuh dari tangga steger ketika mengambil material bata pakai talilipat dan tiba-tiba terjatuh.

Korban sendiri jatuh dari ketinggian 2,5 meter dengan kondisi bagian punggung dan leher duluan sehingga menyebabkan kepala bagian belakang tertancap besi behel hingga nyaris menembus leher dan tengkorak kepala.


tribunsumsel

Soal Angkutan Batubara, DPRD Sumsel Melempem

PALEMBANG, PP - Rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD Sumsel dengan pihak perusahaan pertambangan dan dinas perhubungan dan dinas pertambangan dan energi (Distamben) Sumsel, terkait angkutan jalan khusus batubara belum menemukan solusi. Rabu (28/1).

Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel, Ramlan Holdan mengatakan pihaknya belum mendapat solusi dari persoalan angkutan batubara yang selama ini kerap melintas dijalan umum.

"Sesuai aturan pemerintah, perizinan perusahaan pertambangan itukan kembali ke Provinsi, nah perusahaan pertambangan juga sesuai aturan pemerintah harus memiliki jalan khusus tidak memakai jalan negara atau jalan umum yang ada, maka dari itu kami mengajaka duduk bersama untuk membahas persoalan ini," kata Ramlan kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel usai rapat.

Pihaknya pun meminta Dinas Pertambangan dan Dinas Perhubungan beserta pihak perusahaan untuk mencari solusi terbaik terkait persoalan ini.

"Kami tugasi dinas pertambangan dan dinas perhubungan untuk berembuk dengan perusahaan pertambangan untuk mencari solusi terbaik yang intinya angkutan perusahaan pertambangan itu tak lagi menggunakan jalan umum,"tambahnya.

Komisi IV sambungnya akan kembali menggelar rapat lanjutan dua minggu setelah rapat hari ini.

Sementara itu, dari izin perusahaan yang memegang izin clear and clean sebanyak 160 perusahaan, pada rapat kali ini hanya 48 perwakilan perusahaan pertambangan yang hadir.

"Yang penting mereka (perusahaan pertambangan) tahu ada pertemuan ini, setelah ada perda atau pergub nanti harus dipatuhi,"tukasnya

DPRD Prabumulih Desak Dishub Tertibkan Parkir Pasar Inpres

PRABUMULIH, PP - Pemerintah Kota Prabumulih baru-baru ini telah melakukan uji coba parkir lurus di sepanjang Jalan Jenderal sudirman. Parkir lurus yang diterapkan oleh pemerintah tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan di sejumlah titik, salah satunya yang sering terjadi di depan Pasar Inpres.

Namun, alih-alih memperlancar arus lalu lintas, parkir lurus justru membuat semerawut bahu jalan. Terjadinya kesemerawutan ini ditengarai kurangnya sosialisasi dari pihak terkait serta juru parkir yang memaksakan parkir berlapis guna meraup keuntungan yang lebih besar.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Prabumilih, Hartono Hamid mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah meminta dinas perhubungan untuk melakukan pengawasan di lapangan terkait penerapan parkir lurus tersebut.

"Kita kan sebelumnya juga sudah meminta Dishub untuk mengawasi pelaksanaan parkir lurus di lapangan. Jangan sampai terjadi penyimpangan seperti sekarang ini, malah membuat semerawut parkiran," ungkapnya.

Om Ton sapaan akrabnya mengaku tidak setuju dengan diterapkannya parkir berlapis yang saat ini dilakukan oleh juru parkir.

"Kalau parkir berlapis seperti ini apa bedanya dengan parkir sebelumnya. Kalau parkirnya sebaris kita setuju dan itu juga akan membuat jalan lebih lebar," ujarnya.

Om Ton berpendapat jika parkir miring dinilai lebih efektif ketimbang parkir lurus yang banyak memakan tempat bagi kendaraan yang parkir.

"Akibat parkir lurus seperti sekarang pendapatan jukir berkurang. Selain itu kita juga menerima keluhan dari para tukang parkir, kalau pengelola parkir menaikan tarif setoran," bebernya.

Untuk itu, dirinya meminta agar Dinas Perhubungan mencari solusi terbaik terkait kurang efektifnya penerapan parkir lurus tersebut.

"Supaya nantinya kepadatan seperti ini tidak terjadi lagi serta dapat membuat kenyamanan dan keamanan pengendara lain yang melintas di Kota Prabumulih," tandasnya. rmol

Isu Bakteri Ganas Pada Buah Apel. Toko Buah Prabumulih Sepi Pembeli

28 Jan 2015

PRABUMULIH, PP - Isu terkait larangan mengkonsumsi buah apel berjenis Gala dan Granny smith dari Amerika Serikat (AS) yang diduga terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang tersebar di situs media sosial beberapa hari yang lalu,ternyata ikut membuat panik masyarakat prabumulih.

Eva (27) salah seorang pengunjung saat dijumpai posmetroprabu disalah satu toko buah dikota prabumulih mengatakan, semenjak mengetahui isu apel yang mengandung bakteri dirinya memilih tidak membeli apel,dan memilih alternatif buah lain seperti jeruk untuk konsumsi keluarganya.

Hal senada dikatakan wenti, dirinya yang bermaksud menjenguk keluarganya yang sedang sakit pun,ikut tak membeli apel dan memilih buah lainnya.

"Sempat dengar isu apel berbakteri dari berita,sebenarnya hanya dua jenis apel tapi saya jadi ngeri mending cari alternatif buah lain,soalnya mau besuk keluarga yang sakit ,"katanya.

Sementara itu,Tuti salah satu pegawai toko buah Larisa mengatakan kalau saat ini ditoko tempatnya bekerja tidak menjual kedua jenis apel tersebut.
  
"Untuk apel gala sudah lama kosong,distributor dari palembangpun sudah lama tidak mengirim buah apel jenis itu,"ujarnya.

Tuti mengakui tidak mengetahui adanya isu apel yang mengandung bakteri.dan sejauh ini belum ada pemberitahuan maupun sidak dari dinas dinas terkait.

Beberapa hari yang lalu merebak isu apel yang mengandung bakteri,penularan bakteri ini terdeteksi disebuah pusat penelitian apel Bidart Bros,California,dan telah  menewaskan setidaknya tiga orang dan puluhan orang dalam perawatan medis.(pp/ind)

Pemkot Wacanakan YPP Menjadi UNP

PRABUMULIH, PP - Pemerintah Kota Prabmulih kedepan mewacanakan untuk menkonversi salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Kota Prabumulih menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). PTS tersebut tidak lain adalah Yayasan Pendidikan Prabumulih (YPP). Nantinya, jika wacana tersebut mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat maka YPP bakal berubah nama menjadi UNP alias universitas Negeri Prabumulih.

Rencana dan wacana konversi PTS YPP ke PTN ini juga diakui oleh Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya MM. Dimana menurut Ridho Yahya, Kota Prabumulih juga berpeluang besar memiliki niversitas negeri. Sebab lanjutnya, di beberapa daerah jauh sebelumnya sudah pernah dan berhasil menegerikan beberapa PTS di daerahnya masing-masing.

"Semula kita belajar dan kita pernah baca media bahwa sekolah swasta milik pemerintah kota bisa di negerikan seperti PN di jogja dan Jakarta. mengetahui hal itu pemerintah merasa tertarik juga untuk menarik YPP menjadi negeri. Hanya saja kita masih harus melengkapi syarat-syarat untuk dilengkapi untuk mewujudkan wacana tersebut semisal syarat izin dari Dikti, serta jumlah dosen bergelar profesornya berapa. Paling tidak itu merupakan wacana disamping menunggu proses sedang berjalan" ujarnya

Menurut walikota sejauh ini pihaknya sudah melakukan pendekatan persuasif dengan pihak YPP. Namun demikian yang utama saat ini bukanlah soal pembelian YPP untuk dijadikan universitas negeri namun lebih daripada itu yang terpenting saat ini ada tidaknya aturan sebagai dasar hukum untuk membeli yayasan tersebut menjadi dengan status milik pemerintah. Jangan nanti barang sudah dibeli tau-taunya tidak bisa di negerikan, tandas Ridho Yahya

Data yang dapat dihimpun posmetroprabu.com, Saat ini, dari sekitar 130 perguruan tinggi negeri serta sekitar 2.700 perguruan tinggi swasta, hanya bisa ditampung sekitar 1,1 juta mahasiswa baru. Padahal, jumlah lulusan SMA/SMK/MA sederajat sekitar 2,9 juta orang per tahun. 

Pertambahan perguruan tinggi swasta sekitar 200 PTS setiap tahun, sedangkan penambahan PTN hanya lima dalam setahun terakhir, termasuk politeknik.

Ditengah pertumbuhan siswa tiap tahunnya, Pemerintah pun gian getol menaikkan status beberapa PTS menjadi PTN. Langkah tersebut diupayakan sebagai konsekuensi dari disahkannya Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (RUU-PT).

Program konversi PTS menjadi PTN sejatinya telah lama dicanangkan, yaitu 2010 lalu. Untk menegerikan PTS, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebuah PTS menjadi PTN.

Yaitu berada di daerah perbatasan, pada daerah yang APK-nya rendah, dan mewakilkan provinsi, sehingga nantinya, setiap provinsi memiliki PTN. Namun, demikian persyaratan tersebut tidak lantas mengabulkan sejumlah PTS menjadi PTN. Konversi PTS ke PTN dilakukan tidak sembarangan. 
Selain kriteria itu juga dilihat prestasi dan mutunya. Proses konversi PTS ke PTN memerlukan syarat dan waktu tertentu. 

Untuk politeknik, konversi status negerinya dapat diatur melalui peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara untuk universitas harus ada surat keputusan presiden dan berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, dan Sekretaris Negara.

Pemkot Siap Gandeng Santa Maria Kembangkan Kebun Buah Naga

27 Jan 2015

PRABUMULIH, PP - Pemerintah Kota Prabumulih terus berupaya melakukan terobosan baru untuk mengangkat perekonomian masyarakat petani di Kota ini yang terpuruk oleh anjloknya harga karet. Walikota Ridho Yahya mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggandeng Yayasan Santa Maria Kota Prabumulih untuk mengembangkan tanaman holtikura yakni buah naga untuk di kembangkan di Bumi seinggok sepemunyian.

Digandengnya pihak Santa Maria, lantaran Yayasan ini dinilai telah berhasil dalam pengembangan buah naga di Kota Prabumulih meski dengan lahan yang hanya seperempat hektare. Dikebun yang tergolong sempit itu, yayasan mampu menutupi biaya operasional dan bahkan menyisihkannya untuk biaya keperluan pembangunan Gereja.

Walikota seusai melakukan peninjauan lahan perkebunan Buah Naga Santa Maria sore tadi Selasa (27/01/2015) mengungkapkan pengembangan budidaya tanaman buah naga mempunyai pangsa pasar buah yang terbuka lebar. 

“Kami siap menggandeng Santa Maria dalam pengembangan budidaya Buah Naga untuk membantu para petani yang berminat dalam pengembangan buah naga, baik dari segi sumber daya manusia dan teknis pengembangan tanaman maupun akses permodalan,” ujarnya

Selain itu lanjutnya, Pemerintah juga akan memaksimalkan lahan yang dimiliki saat ini untuk dijadikan sentra perkebunan atau budidaya Buah Naga. Kemungkinan menggantikan tanaman nanas dengan Buah Naga atau menggabungkan keduanya dalam satu areal jika nantinya memungkinkan, imbhnya.

Untuk diketahui, harga jual Buah Naga per kilonya di Kota Prabumulih bisa mencapai 35 - 40 ribu rupiah. Sementara usia tanaman hanya membutukan delapan bulan untuk produksi. Bahkan tanaman ini juga di klaim mampu produksi hingga sampai dua puluh lima tahun. 

Ayah Bejat Warga Babat ini Tega Perkosa Anak Kandungnya Sendiri

BABAT, PP - Entah apa yang terbenak dalam pikiran Matnur (50) setelah dua kali gagal membina rumah tangga, dia menjadi gelap mata mencabuli anak kandungnya, sebut saja Mawar (16) berulang kali.

Lelaki paruh baya ini, sudah dua kali menikah, Mawar merupakan hasil buah hatinya dengan istrinya yang kedua. Informasi yang dihimpun di Mapolsek Penukal Abab, tersangka Matnur sendiri melakukan perbuatan tersebut setelah bercerai dengan istri keduanya,

Saat usia Mawar menginjak 16 tahun dan duduk di bangku SMP, Matnur melakukan pemerkosaan berulang kali.

Mawar yang sudah puluhan kali dicabuli oleh ayah kandungnya juga diancam dengan senjata tajam jenis golok, agar melayani nafsu birahinya. Matnur juga mengancam buah hatinya itu agar tidak menceritakan perbuatan tersebut kepada orang lain dengan cara menempelkan golok di lehernya.

Sementara itu dari pengakuan tersangka Matnur, ia membantah mengancam anaknya dengan golok, namun dia mengakui telah menyetubuhi Kenanga berpuluh kali sejak pertengahan tahun 2014 lalu, ketika dirinya bersama korban pergi ke kebun karet, untuk menyadap.

"Pertama setubuhi anak aku di kebun karet, aku memang memaksa anak aku melakukan persetubuhan, tapi tidak mengancam menggunakan golok," aku Matnur, warga, Desa Babat, Kecamatan Penukal, PALI. (tribunsumsel)
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung