News Update :
Lagi, Rampok VS Polisi Tembak-Tembakan di Gunung Megang

MUARAENIM, PP - Seorang bandit curas yang sudah lama menjadi buruan Polres Muaraenim akhirnya berhasil diciduk. Naasnya penangkapan tersangka harus diwarnai drama tembak menembak yang akhirnya membuat sang jawara keok hingga tewas.

Desember 2014, Islamic Centre Prabumulih Diserahterimakan

20 Nov 2014


 

PRABUMULIH, PP - Tidak bisa dipungkiri jika Kota Prabumulih dalam beberapa Tahun belakangan ini banyak mengalami pertumbuhan pesat yang ditandai dengan maraknya pembangunan disegala sektor, baik fasilitas umum, perumahan dan Jalan.

Untuk Tahun 2014 sendiri dapat dipastikan beberapa proyek besar yang bersumber dari APBD Kota Prabumulih akan segera diserahterimakan kepada Pemerintah Kota selaku pemilik bangunan mengingat bangunan atau proyek telah rampung dikerjakan oleh rekanan kontraktor.

Beberapa proyek tersebut diantaranya adalah Proyek Islamic Centre Kota Prabumulih, Perluasan Jalan Jendral Sudirman, Gedung Olahraga Prabujaya, Pasar Tradisional Modern Prabumulih, Patung Kuda Simpang Padat Karya dan Proyek Taman Kota Prabu Jaya.

Hasil pantauan Posmetro Prabu Kamis (20/11/2014) disalah satu proyek yakni islamic cemtre yang terletak di Jalan Lingkar depan SMAN 7 Kota Prabumulih menyebutkan bahwa pengerjaan proyek yang bakal diperuntukkan untuk pengembangan agama islam ini sudah mencapai 90 persen. Dimana struktur bangunan sudah terpasang secara menyeluruh.

Jika dulu untuk melihat bangunan ini rasanya muak, kini malah sebaliknya. Dimana seluruh bangunan yang menggunakan konsep Islami itu sangat sejuk dipandang mata. Ornamen-ornamen timur tengah yang dipadukan pada setiap item bangunan membuat yang melihat serasa berada di mekkah arab saudi yang sedang melaksanakan umroh.

Kontraktor pelaksana kegiatan pembangunan islamic Centre Deni Victoria SH yang dikonfirmasi posmetro prabu di sekretariat PT Cindo Abadi Perkasa, Perum Lingkar Mas Kota Prabumulih siang tadi menyebutkan bahwa proyek tersebut kini memasuki tahap finishing dan dipastikan akhir Desember 2014 ini jika tidak ada aral melintang proyek tersebut sudah rampunbg secara keseluruhan.

Pria yang biasa disapa Deni ini mengungkapkan bahwa, pihaknya terus berupaya meningkatkan percepatan pembangunan proyek Islamic Centre dan tidak lupa juga dengan kualitas bangunan agar pada awal 2015 nanti bangunan tersebut sudah dapat dimanfaatkan.

Dikatakan, pembangunan di bidang keagamaan adalah komitmen pemerintah Kota Prabumulih menjadi kiblat Syiar Islam di bumi seinggok sepemunyian yang menuntut proyek ini harus sesegera mungkin dirampungkan tahun ini juga. Selain itu, Islamic Centre Kota Prabumulih yang menjadi simbol pemersatu Umat Islam, sekaligus menjadi pusat pengembangan Islam di Bumi seinggok sepemunyian ini juga disebut-sebut sebagai salah satu mesjid terbesar dan terluas di Propinsi Sumatera Selatan.

Agar proyek ini dapat selesai dikerjakan sesuai dengan yang diharapkan lanjut Deni, pihaknya selaku kontraktor pelaksana terus melakukan pemantauan dan investigasi. Sehingga, kualitas bangunan dapat terjaga dan pengerjaanya terlaksana tepat waktu. "Saat ada masalah pada bangunan yang sekiranya fatal, kita harus segera melakukan retrofit, yakni memperbaiki struktur bangunan dengan menambahkan peralatan atau teknologi tertentu, tanpa harus mengubah konsep bangunan itu sendiri" ujarnya.

Lagi, Rampok VS Polisi Tembak-Tembakan di Gunung Megang

9 Nov 2014

MUARAENIM, PP - Seorang bandit curas yang sudah lama menjadi buruan Polres Muaraenim akhirnya berhasil diciduk. Naasnya penangkapan tersangka harus diwarnai drama tembak menembak yang akhirnya membuat sang jawara keok hingga tewas.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan tersangka dimulai dari aksi kejar-kejaran dalam hutan Desa Brugo Kecamatan Belimbing, Muara Enim oleh personil gabungan Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Unit Reskrim Polsek Gunung Megang. Anggota kepolisian dipimpin AKP Eryadi Yuswanto yang melakukan pengejaran terhadap tersangka hingga masuk ke dalam hutan, baku tembak antara polisi dengan seorang bandit curas pun terjadi.

Bandit ini, Zulkifli alias Kopli  (42) dikenal sadis, sebab setiap melakukan tindak kejahatannya menggunakan senjata api rakitan (senpira) sebanyak 6 TKP di wilayah Kabupaten Talang Ubi dan Kabupaten Muara Enim.

Bahkan, warga Desa Brugo ini  saat dikejar berbalik arah melawan sambil meletuskan tembakan ke arah anggota buser Polsek Gunung Megang Aiptu Simanjuntak.

Beruntung, anggota tersebut sempat menghindar, jika tidak bukan tidak mungkin nyawa pun bisa melayang akibat tertembus peluru tersangka.

Lalu, anggota pun memperingatinya dengan memberikan tembakan peringatan tiga kali ke udara agar tersangka menyerahkan diri.

Dasar penjahat, bukannya tunduk tetapi kembali melawan petugas. Akhirnya, petugas bertindak tegas dengan membalas tembakan tersangka tepat bersarang di dada kirinya sebanyak dua lubang  hingga tersungkur bersimbah darah.

Tersangka pun keok  meringis kesakitan, lalu petugas membawanya ke rumah sakit umum HM Rabain Muara Enim. Naasnya, nyawa tersangka tak tertolong lagi.

Saat dikonfirmasi Kapolres Muara Enim AKBP Mohamad Aris melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto didampingi Kanit Pidum Ipda Acep Yuli Sahara,  Jumat (7/11), mengatakan, kalau tersangka telah menjadi target operasi petugas sebab tindak kejahatannya sudah sangat meresahkan.

"Barang bukti yang disita berupa satu pucuk senpira jenis revolver yang berisikan 3 butir peluru (1 butir telah ditembakkan dan 2 butir masih dalam keadaan utuh:red)," ulas Eryadi.

Eryadi menyebutkan, sedikitnya ada enam  tempat kejadian perkara aksi kejahatan tersangka.






(tribunsumsel)

Lakalantas Truk Batubara di Jalan Lingkar, 1 Tewas dan Satunya Lagi Sekarat

8 Nov 2014


PRABUMULIH - Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Lingkar dekat RSUD Prabumulih Jumat (7/10/2014). Truk batubara tanpa muatan yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam median jalan dan menyeret bebera kenderaan di sekitarnya hingga menewaskan salah seorang warga Kelurahan Muara Dua Dedek Alingga (20) warga Jalan Kerinci Gang Kemudi Kelurahan Muaradua RT 03 RW 06 Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih dan satu orang lainnya Wika Elfira (19) warga Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul dalam keadaan sekarat.


Kronologo peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30. Truk batubara jenis diesel warna kuning dengan plat nomor E 9395 EA tanpa muatan dari arah tugu airmancur melaju dengan kecepatan tinggi dan lantas oleng ke kanan lalu terbang menabrak median jalan serta dua mobil dan tiga motor juga sebuah toko manisan di Jalan Lingkar tepatnya di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih, Jumat (7/11) kemarin.

Truk menabrak saat dikemudikan sang kernet yakni Yansen alias Doyok (16) warga SP Padang Kayuagung Kabupaten OKI, yang menggantikan sang sopir truk Robi (34) yang tertidur akibat kelelahan.

Akibat peristiwa tersebut, sepasang pengendara sepeda motor vixion berplat nomor BG 2323 D yakni Dedek Alingga (20) warga Jalan Kerinci Gang Kemudi Kelurahan Muaradua RT 03 RW 06 Kecamatan Prabumulih Timur dan Wika Elfira (19) warga Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul, sekarat di RSUD kota Prabumulih.

Sementara mobil jenis kijang Lgx warna biru BG 1407 CQ dan sepeda motor mio BG 3999 CR milik Hendra yang terparkir di depan rumah makan anggel miliknya, rusak parah. Tidak hanya itu, truk juga menabrak lalu menyeret motor jenis kaisar BG 2401 CL (roda tiga-red) hingga menghantam toko manisan Ay Makmur milik korban Yuching (23) yang bersebelahan dengan rumah makan anggel. Begitupun dengan motor vixion BG 2323 D milik Dedek juga mengalami rusak parah.

Peristiwa itu sendiri berawal ketika Yansen dan Robi yang mengangkut batubara hendak kembali mengisi muatan dari arah Palembang menuju Lahat. Sang sopir yang mengantuk kemudian menghentikan mobil untuk bergantian dengan Yansen sembari buang air kecil di jalan. Lalu setelah mengendarai truk, Yansen mengantuk dan membanting stir ke kanan menabrak median jalan serta menabrak dua mobil, tiga motor dan satu toko manisan




 (tribunsumsel)

10 Ribu Bibit Nanas Milik Dinas Pertanian Prabumulih Mati Akibat Kemarau

6 Nov 2014


PRABUMULIH, PP - Guna melestarikan tanaman nanas yang menjadi ikon kota Prabumulih, pemerintah kota (pemkot) melalui Dinas Pertanian Perikanan, Kehutanan dan Peternakan (DP2KP) sejak 5 bulan lalu telah membuka lahan seluas 2,5 hektar untuk menanam 110 ribu bibit nanas.

Kepala DP2KP, Drs Syamsurizal SP MSi  mengatakan dari total 110 ribu bibit tersebut sebanyak 10 ribu bibit tidak berhasil tumbuh alias mati akibat kemarau.

"Sebanyak 10 ribu bibit mati akibat musim kemarau. Namun, rencananya bibit yang mati akan kita ganti dengan bibit baru, nanas asli dari Kelurahan Sungai Medang," kata Syamsurizal ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Pengembangan tanaman nanas ini, sambung Syamsurizal bertujuan untuk melestarikan tanaman nanas yang mulai jarang ditanam oleh warga. "Tanaman ini kan ikon kota kita. Sehingga harus dilestarikan," ungkapnya.

Masih kata Syamsurijal, pihaknya juga akan mewajibkan setiap kecamatan memiliki lahan untuk kebun nanas seluas satu hektar. Apalagi saat ini setiap kecamatan memiliki UPTD sendiri yang bisa menyiapkan lahan tersebut.

"Nanas yang kita tanam nantinya akan disebar ke setiap kecamatan. Sehingga bisa terus dikembangkan oleh masyarakat," pungkasnya.

Warga Prabumulih ini Tersesat dan Minta Dijemput di Pali


PALI, PP - Bagi keluarga yang kehilangan saudara bernama Kodian (30), dengan ciri-ciri kulit sawo matang, tinggi badan 165 centimeter, segera mendatang Polsek Jalan Ubi, yang berada di Jalan Merdeka, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Tuna wicara tersebut, beralamat Jalan Raya Karang Jaya, RT 01, RW 02, Kecamatan Prabumulih Timur, kota Prabumulih.

Ia tersesat di ibukota Pendopo, sejak siang, Rabu (5/11/2014), hingga pukul 22.00 WIB, masih menginap di Polsek Talang Ubi, yang berada di Jalan Merdeka sambiri menunggu siang untuk berangkat ke Prabumulih.(tribunsumsel)

Kodim dan BNN Prabumulih Dapat Hibah Lahan Dari Pemkot


PRABUMULIH, PP - setelah sebelumnya beberapa instansi vertikal mendapat hibah lahan untuk pembangunan gedung, kini giliran Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Prabumulih yang mendapat hibah lahan seluas 3343 m2 dari Pemerintah kota (Pemkot) Prabumulih.

Hibah lahan itu tertuang dalam Surat Keputusan walikota Prabumulih dengan nomor 191/KPTS/DPPKAD/2014 tentang persetujuan hibah tanah milik pemerintah kota Prabumulih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Prabumulih.

"Pemerintah kota Prabumulih memang menghibahkan lahan seluas 3343 m2 ke BNN Prabumulih. Untuk letak lahan sendiri di Jalan Jenderal Sudirman KM 13 Desa Pangkul Kecamatan Cambai kota Prabumulih," ujar Kepala Dinas Pendapatan Pengolahan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) pemkot Prabumulih, Drs Ujang Sukarman SAk MSi ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (5/11).

Menurut Ujang, pemberian hibah lahan itu berdasarkan atas pengajuan dari instansi bersangkutan. Lahan rencananya akan diserahterimakan secara langsung oleh walikota Prabumulih dalam waktu dekat ini.

"Saat ini kita tengah urus berkas untuk serah terima, kemungkinan besok (hari ini-red) akan secara langsung dilakukan serahterima oleh walikota kepada pimpinan BNN Prabumulih," katanya seraya mengatakan lahan hibah itu sendiri tidak jauh dari gedung pemkot dan berada di pinggir jalan negara.

Disinggung apakah Pemkot Prabumulih juga akan membantu mendirikan bangunan atau gedung BNN, Ujang mengatakan, pihaknya hanya memberikan hibah lahan disebabkan pembangunan gedung akan dilakukan BNN sendiri.

Ujang menuturkan, tidak hanya BNN yang akan mendapat hibah lahan, tetapi pemkot Prabumulih juga menghibahkan lahan di Jalan Lingkar Prabumulih untuk pembagunan gedung Kodim. "Untuk lahan kodim yang akan dihibahkan seluas 19.955 M2 di Jalan Lingkar," tuturnya.

Terpisah, Kepala BNN Kota Prabumulih, AKBP Edi Nugroho ketika diwawancarai membenarkan jika pihaknya tidak lama lagi akan mendapat hibah lahan dari pemerintah kota Prabumulih. "Lahan itu akan didirikan gedung BNN Prabumulih, karena sekarang ini kita belum memiliki gedung sendiri," ujarnya.

Edi Nugroho mengatakan, dengan diberikannya lahan dan dibangun gedung baru nantinya, jajaran BNN kota Prabumulih akan bekerja ekstra dalam penyuluhan, pemberantasan, penanganan bahaya narkoba di Bumi Seinggok Sepemunyian.(tribunsumsel)

Ridho Yahya Harapkan, Fungsi Posyandu Lebih Ditingkatkan

5 Nov 2014


PRABUMULIH, PP - Untuk meningkatkan koordinasi, pembinaan fasilitas, serta peningkatan fungsi kinerja posyandu dan Kelurahan Siaga di Kota Prabumulih, perlu ada komitmen, kesamaan pemahaman dan kerjasama lintas sektor ditingkat Kota dan kecamatan. Hal ini adalah bagian yang tidak terpisahkan untuk dibahas dan diaplikasikan dalam pelaksanaanya dilapangan guna mewujudkan Kota Prabumulih yang Prima, ujar Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM saat membuka Rakor kelompok kerja operasional (Pokjanal) Posyandu Tingkat Kota Prabumulih Rabu (05/11/2014) di Aula RSUD Kota Prabumulih.

Dalam kesempatan tersebut, Ridho Yahya juga menekankan bahwa kelurahan Siaga dan Pokjanal Posyandu merupakan milik bersama, untuk itu peran lintas sektor sangatlah penting, khususnya peran kecamatan dan puskesmas sebagai lini terdepan dalam pemberian pelayanan di masyarakat.

Darno,S.Ip Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Sosial Budaya Dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan dan Desa (BPMPKD) Kota Prabumulih menjelaskan bahwa Rakor Pokjanal yang digelar pada hari ini bertujuan untuk meningkatkan kerja dan memberdayakan kader posyandu agar lebih aktif melayani masyarakat.

Dikatakan, temu Koordinasi Pokjanal posyandu ini melibatkan penggerak PKK Kelurahan dan Desa di Kota Prabumulih,yang akan di berikan pengetahuan tentang posyandu,dengan harapan di adakannya koordinasi ini kedepan, para penggerak PKK dapat membantu kader posyandu dalam melayani masyarakat.

Selain itu lanjutnya, untuk menunjang kinerja para kader posyandu, pemerintah juga telah menganggarkan tambahan biaya transport kepada kader di tahun 2014 hingga menjadi sebesar sebesar 35 ribu dan rencananya akan di tambah lagi di tahun 2015 hingga sebesar 50 ribu sebulan per kader. Kader posyandu sendiri lanjut Darno, terdiri dari beberapa kader yang berasal dari beberapa instansi di lingkungan pemerintahan Kota Prabumulih sperti BPPKB,dinkes dan BPMPKD. (pp/rd)

Warga Pasar II Prabumulih Ditemukan Tewas di Kebun


LUBUK RAMAN, PP - Taufik Hidayat (37) warga M.Yamin gang Rambang Kelurahan Pasar II Prabumulih di temukan tewas di kebun karet milik keluarganya di daerah perkebunan warga di Desa Lubuk Raman Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan,Rabu (05/11) sekitar pukul 10 pagi.

Berdasarkan hasil visum, jenazah korban yang sempat di bawa ke RSUD Prabumulih di ketahui bahwa terdapat memar di bagian leher arah dagu yang di duga bekas jeratan tali dan beberapa luka di bagian belakang di duga tusukan ranting bambu saat korban terjatuh.

Menurut informasi dari pihak keluarga Eliana Kakak korban dan Danil kakak ipar korban diduga taufik merupakan korban pembunuhan,hal ini di perkuat adanya dua motor yang di temukan tidak jauh dari jasad korban,yang di ketahui salah satu motor tersebut milik Taufik yang di kendarainya saat untuk pergi kekebun.

Selain di perkuat dengan adanya motor tersebut dugaan pembunuhan ini juga di perkuat dengan hilangnya barang-barang milik korban seperti HP dan dompet yang di duga di bawa lari pelaku.

Masih menurut penuturan kakak korban,sebelum di temukan tewas,korban bersama saudara jauhnya yang juga mempunyai kebun yang berdekatan dengan kebun milik korban menaruh curiga,karena ketika ke kebun kemarin selasa (04/11) mereka sempat di buntuti dua orang , “kemaren motor bonceng wong duo yang buntuti dio tu pas dio pegi kekebon,nah dak taunyo tadi pagi jam 10 dio lah di temukan mati” tuturnya sambil menangis.

Pihak Kepolisian Rambang dangku yang turut mengantarkan jasad korban ke RSUD tadi,mengatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah ini benar kasus pembunuhan atau kematian oleh sebab lain “kito lum pacak menduga“ (pp/lex/zd)

Menilik Pengrajin Batu Akik di Prabumulih

4 Nov 2014


PRABUMULIH, PP - Tidak bisa dipungkiri jika batu akik di Kota Prabumulih Sumatera Selatan dalam beberapa hari terakhir ini menjadi pembicaraan. Bahkan tidak hanya di dunia nyata, dunia maya juga dihiasi dengan berbagai macam gambar yang biasa disebut batu cincin ini. Saking hangat dan banyaknya peminat batu akik, pengrajin batu akik juga mulai menjamur di Bumi Seinggok Sepemunyian. Tidak sulit menemukan para pengrajin batu akik di Kota ini. Dari ujung ke ujung di Kota Nanas biasanya counter pengrajin batu akik sangat mudah dikenali. 

Biasanya untuk mengenali pengrajin batu akik tidak begitu sulit. Dimana jika tempatnya di tepi jalan, pengrajin batu akik pasti ramai dikunjungi. Pengunjung lebih didominasi kalangan dewasa dan tidak ketinggalan batu-batu akik hasil olahan biasanya dipajang sebagai daya tarik bagi pengunjung.

Namun tahukah anda jika diantara puluhan pengrajin batu akik di Kota Prabumulih paling banyak didatangi masyarakat luar Kota dimana tempatnya?

Meski belum setenar pengrajin batu mulia dijagat Nusantara namun beberapa warga penggila batu akik dari luar Kota Prabumulih sudah banyak yang mendatangi rumah pria yang biasa disapa Aka ini. Tinggal di kawasan paling ujung Kota Prabumulih yakni simpang Tiga Tugu nanas Kelurahan Patih Galung Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Kediaman Aka tidak pernah sepi dari pengunjung. Berbagai jenis batu yang sudah siap pakai tampak tersusun tidak teratur di etalasi kecil miliknya sebagai pajangan untuk menarik minat pengunjung yang ingin membelinya. Bahkan beberapa batu yang belum diolah juga dipajang di sana.

Bahan baku batu akik yang terpajang di etalase sebenarnya tampak biasa saja sebelum diasah atau diolah. Namun berkat tangan dingin Aka, batu-batu tersebut mampu disulap menjadi sebuah kerajinan bernilai tinggi yakni mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. 

Meski masih tergolong anak baru di dunia perbatuan akik, Namun pelanggan Aka jangan ditanya. Mereka yang datang kebanyakan bos besar, dan pejabat. Namun demikian Aka tidak terlalu memikirkan itu karna tidak sedikit juga masyarakat pecinta batu akik di Prabumulih yang datang ke tempatnya untuk sekedar berkunjung, membeli atau minta tolong diasahkan bahan batu ditempatnya. Semua kita layani disini dan bahkan banyak juga pengunjung yang kita beri batu akik secara cuma-cuma, katanya.

Menurut Aka, prose pembuatan batu akik cukup panjang. Biasanya jika dihitung mulai dari pengumpulan batu bisa memakan waktu satu minggu untuk sebuah batu akik. Namun untuk pengolahannya sendiri cukup dengan waktu 1-2 jam saja batu sudah siap dipasarkan. Biasanya bahan baku sebelum diasah di potong dulu sesuai ukuran yang di inginkan. Setelah pembentukan selesai saatnya untuk penghalusan. Dimana dalam proses ini batu diasah sedemikian rupa hingga berbentuk sesuai tekstur yang di inginkan. Proses selanjutnya yaitu pemolesan dengan menggunakan alat pengkilap, proses pemolesan ini dibarengi dengan proses Kinik yaitu proses yang tujuannya untuk menggilapkan batu akik.

Tidak cukup sampai disitu, meski batu sudah tampak mengkilap masih harus diteliti lagi secara keseluruhan untuk melihat bagian batu yang kurang sempurna. Setelah itu proses selanjutnya konsentrasi pada finishing agar hasilnya menarik dan dapat memiliki nilai jual yang tinggi hingga proses akhir yakni pencucian. Maka kemudian batu yang sudah mengkilap tadi dipajang di etalase dengan rapi. Ada batu Ruby, Badar Lumut, Sulaiman, Safir, Pirus, Sipritus, Kecubung, Giok, Baiduri, Tapak Jalak, Badar Besi, Panca Warna dan lain-lain. Anda tinggal datang saja, pilih sesuai selera, tentukan harga, cocok, barang bawa pulang. (pp/01)

Feri Alwi Berharap Langkah LSM Jangan Putus di Tengah Jalan

PRABUMULIH, PP - Aksi penolakan sogokan oleh aktivis LSM di Kota Prabumulih beberapa waktu lalu yang serta merta mengadukannya ke Pihak Kejaksaan, belakangan mendapat tanggapan dari parlemen di Bumi Seinggok Sepemunyian. Setelah sebelumnya legislator PPP Rizal Kenedy yang memberikan dukungannya kepada pihak LSM untuk terus melanjutkan langkahnya, kini dukungan datang dari anggota legislatif DPRD Kota Prabumulih.

Adalah Feri Alwi. Politisi Partai PAN Dapil Prabumulih Barat - RKT ini saat disambangi di Kediamannya mengaku jika Langkah yang diambil oleh aktivis penggiat anti korupsi di Kota Prabumulih adalah langkah yang harus didukung oleh semua pihak termasuk aparat penegak hukum. 

"Secara kelembagaan meskipun pada perinsipnya alat kelengkapan DPRD belum sepenuhnya rampung, saya sangat mendukung upaya aktivis memerangi korupsi di Kota Prabumulih. Hanya saja kita berharap langkah tersebut tidak putus ditengah jalan karna sesungguhnya informasi penolakan upaya suap bukan hanya di Kota Prabumulih saja melainkan sudah ke Tingkat Nasional" ujarnya.

Dikatakan, warga kota Prabumulih termasuk dirinya juga menanti langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh aktivis LSM Gebrak Prabumulih dan LAKI dalam kasus yang sempat membuat heboh Kota Prabumulih dalam beberapa hari.

"Secara pribadi saya terus memantau perkembangan kasus tersebut baik itu melalui media massa, elektronik maupun media online. Jujur saya sempat tanda tanya dimana beberapa hari ini kabar tersebut tampak mulai dingin. Untuk itu saya berharap kiranya langkah LSM jangan sampai terhenti ditengah jalan. Secara pribadi saya tetap mendukung pihak LSM agar kasus dugaan korupsi proyek taman kota Prabujaya bisa terbuka secapat mungkin" tandasnya.

Sementara itu, Koordinator LSM LAKI Kota Prabumulih Mulwadi saat dihubungi posmetroprabu.com seputar upaya dan langkah lanjutan yang akan ditempuh pihaknya mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya dalam memperjuangkan dugaan kasus Korupsi yang diadukannya pihaknya beberapa waktu lalu.

"Kita juga sadar bahwa dalam kasus ini banyak yang mengamati. Selain ada pihak yang tidak senang dengan langkah yang kita tempuh, tidak sedikit pula pihak yang mendukung. Namun demikian kita pastikan bahwa kita tidak akan berhenti sampai disini" tegas Mulwadi diplomatis. (pp/01)

Ogan Ilir Krisis Udara Sehat dan Air Bersih

3 Nov 2014


OGAN ILIR, PP - Kabut asap lagi, kabut asap lagi. Tak bisa lagi apa pembakar lahan ini ditindak tegas. Sekedar bernafas aja lagi susahnya mintak ampun, belum air sumur sudah mengering. Lengkap sudah penderitaan rakyat di Ogan Ilir ini, ketus warga bernama Hamzah seusai mengantarkan keponakannya ke Sekolah di SDN 14 Indralaya Utara pagi tadi Senin (03/11/2014).

Ungkapan Hamzah ini setidaknya mewakili ribuan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir. Dimana pagi tadi kabut asap tebal menyelimuti hingga jarak pandang hanya berkisar lima meter saja. Saking tebalnya, pagi itu warga tidak berani membuka pintu rumah lantaran takut kabut asap masuk kedalam. 

Beberapa photo yang berhasil diabadikan posmetroprabu menggambarkan jika Ogan Ilir saat ini bisa dipastikan sedang krisis udara sehat. Meski begitu, pihak Sekolah di Ogan ilir Senin Pagi tadi tampaknya belum meliburkan siswanya. Walau kabut asap menyelimuti dan menyisakan jarak pandang hanya lima meter, para siswa masih berjibaku menembus pekatnya kabut menuju sekolah masing-masing.

Kepala Sekolah SDN 14 Indralaya Utara kepada posmetroprabu.com mengaku sebenarnya sudah mendapat izin dari Dinas Pendidikan Ogan Ilir untuk meliburkan siswanya. Namun mengingat siswa yang sudah pada ngumpul semua di sekolah membuat pihaknya berpikir ulang untuk meliburkan. Pasalnya, anak-anak sekolah disini kebanyakan diantar langsung oleh orang tua dan tidak mungkin pihak sekolah menyuruh siswanya pulang begitu saja sementara orang tua yang mengantar tadi sudah pulang duluan.

"Iya pak benar itu. Sebenarnya Dinas Pendidikan sudah mengeluarkan izin untuk meliburkan siswa pada hari ini mengingat Kabut asap yang kian tebal. Namun karna murid kita disini mayoritas diantar oleh orang tuanya kesekolah dan sudah balik lagi kerumah membuat rencana meliburkan diurungkan. Takutnya nanti terjadi apa-apa sama siswa ditengah jalan siapa yang bertanggungjawab" ujar Kasek SDN 14 menjawab posmetroprabu.

Dikatakan, pihaknya lebih memlih meneruskan kegiatan belajar dan mengajar seperti biasanya karna didalam ruangan kelas tampak aman dari kabut asap. Mudah-mudahan siang nanti kabut asap bisa hilang, harapnya.

Informasi yang dapat dihimpun posmetroprabu.com. Di Kabupaten Ogan Ilir selain krisis udara sehat, saat ini kekeringan juga mengancam warga sekitar. Puluhan warga di Jalan Sarjana Kelurahan Timbangan Indralaya Utara mulau mengeluhkan kekeringan air sumur. Beberapa warga di perumahan Bunga Mas tampak kesulitan air bersih. (pp/rd)
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung