INDRALAYA, PP - Kebocoran pipa milik Pertamina EP yang diduga akibat keropos termakan usia dan menyebabkan ribuan ikan di sungai rambutan Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir mengambang dibantah langsung oleh pihak Pertamina EP Asset II Prabumulih. 

Hal ini ditegaskan oleh PR Analyst PT Pertamina EP Asset II Field Prabumulih Victorio Chatra Primantara saat di konfirmasi posmetroprabu.com menanggapi kebocoran pipa pengiriman minyak mentah di kawasan Sungai Rambutan Indralaya Ogan Ilir.

Vito sapaan Victorio, tidak menampik tentang kebocoran pipa di daerah tersebut. Namun ia membantah jika kebocoran disebabkan kondisi pipa yang sudah tua (krosif). Menurutnya, berdasarkan investigas Pertamina, kebocoran yang mengakibatkan adanya pencemaran lingkungan adalah ulah pihak ke tiga yang tidak bertanggungjawab. 

"Soal penyebab kebocoran murni akibat ulah pihak ke tiga yang tidak bertanggungjawab yang ingin mencoba melakukan tindak kejatahan pencurian. Hal ini telah diselidiki dan pembersihan di lokasi kejadian juga telah dilakukan oleh Perusahaan rekanan Pertamina yakni PT Elnusa" ujar Vito.

Sementara itu, pihak warga Rambutan yang merasa dirugikan oleh kebocoran tersebut mengaku kecewa lantaran hingga saat ini belum mendapatkan perhatian serius dari Pertamina. Warga mengaku telah menyurati pihak Pertamina sejak kebocoran terjadi pada 20 juni 2016 lalu. Beberapa warga menuntut dana konpensasi akibat pencemaran tersebut. Pasalnya sejak kebocoran beberapa hari lalu, warga enggan memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari serta ikan-ikan disungai banyak yang mati.

Menanggapi hal ini, Vito menjelaskan bahwa surat pengaduan warga baru masuk beberapa hari yang lalu dan pihak ketua RT desa setempat telah menghadap secara langsung ke pihak pertamina melalui LR PT Pertamina EP Prabumulih Setyo Astman.

"Surat Pengaduan dari Masyarakat memang telah diterima oleh Pertamina EP. Namun perlu diketahui bahwa seluruh yang berkaitan dengan anggaran tentu harus melalui prosedur dan negosiasi dan tidak bisa buru-buru. Kita berharap agar warga dapat bersabar karena berkas tersebut saat ini sedang di proses dan mudah-mudahan dalam waktu dekat telah bisa dicairkan" tegasnya.


PRABUMULIH, PP - Seperti tampak pada gambar diatas. Potret tersebut adalah satu dari ratusan titik kerusakan di sepanjang Jalan Lingkar yang dulu sempat menjadi kebanggan Kota Prabumulih. Hasil pantauan posmetroprabu.com dilapangan, Kondisi sepanjang jalan lingkar timur Kota Prabumulih kini tak ubahnya kubangan kerbau menganga yang siap memakan korban.

Bagi pengendara roda empat maupun roda dua butuh perhatian ekstra jika ingin melintasi jalan ini. Jika tidak, alamat akan celaka. pasalnya, selain kondisi jalan yang memperihatinkan, juga banyak jebakan yang bila dari jauh terlihat rata tak tahunya lubang besar yang digenangi air dan lumpur.

Seperti pengakuan Zulkifli (46) yang mengaku harus mendapatkan perawatan intensif lantaran terperosok di kawasan jalan lingkar dekat stadion olahraga Kota Prabumulih. Menurut Zulkifli, sudah tak terhitung berapa pengendara yang celaka saat melintas di jalur itu. "Saya sendiri juga pernah jadi korban. Saya terjatuh karena tidak tahu jika ada lubang. Soalnya kalau hujan lubang disini tertutup air," ujarnya.

Kalau dulu lanjutnya, Jalan Lingkar kerap dimanfaatkan oleh warga untuk refresing sekedar berjalan-jalan bersama keluarga menggunakan kenderaan pribadi menikmati sejuknya udara kawasan perkebunan rakyat. Beberapa diantara mereka kerap ditemukan mandi dan membersihkan kenderaannya di aliran sungai yang ada di jalan lingkar. Air di aliran sungai dulunya masih bening dan bersih bahkan saking beningnya ikan-ikan kelihatan di dalam air. Sekarang tidak ada lagi. Jangankan memanfaatkan kawasan Lingkar untuk refresing, melintasinya saja saat ini rasanya males karna kondisi jalan yang sangat memperihatinkan, terangnya.

Tidak bisa dipungkiri, begitu proses tukar guling jalan lingkar yang berstatus Jalan Kota ke Jalan Sudirman yang notabene Jalan Negara di gelar, Jalan lingkar pun tidak lagi mendapat perhatian. Terlebih dengan adanya peraturan walikota yang melarang angkutan tonase berat melintas dari Jalan Sudirman. Hal ini memaksa Jalan Lingkar yang tipenya dibawah standart menjadi hancur lebur digilas angkutan bermuatan over load.

Pemerintah Kota Pun tidak mau tahu dengan kondisi ini. Pemerintah berdalih Jalan Lingkar kini sudah diserahkan ke Pemerintah Pusat. Padahal, Dinas PU Kota Prabumulih sebelumnya mengungkapkan bahwa perbaikan Jalan Lingkar akan segera digelar Tahun ini. Bahkan Kepala Dinas dengan optimis menegaskan bahwa, rencana perbaikan berikut anggarannya sudah di lelang di Propinsi. Namun nyatanya memasuki bulan Juni tanda-tanda akan adanya perbaikan belum juga terlihat.

Kerusakan parah di jalan lingkar pun ternyata berimbas besar pada warga sekitar yang mayoritas petani karet. Beberapa warga mengaku mengalami kerugian dengan situasi jalan yang rusak parah. Jika biasanya kenderaan pengangkut hasil bumi bisa masuk ke kebun, kini tidak lagi demikian dan para petani terpkasa harus mengeluarkan kos pribadi untuk mengangkut hasil tani ke para tengkulak.

Menanggapi kondisi kerusakan parah di Jalan Lingkar, Walikota Prabumulih Ir Ridho Yahya mengungkapkan bahwa saat ini biaya perbaikan jalan lingkar tidak lagi dibebankan pada APBD Kota Prabumulih melainkan dana APBN melalui balai besar Propinsi sumatera selatan. 

"Kita menyadari penuh masyarakat kerap menyalahkan Pemerintah yang seolah tidak memperhatikan kerusakan jalan lingkar saat ini. Namun demikian perlu diperhatikan bahwa status Jalan Lingkar saat ini sudah menjadi Jalan Negara yang seluruh pembiayaanya ditanggung oleh APBN. Meski begitu, demi peningkatan ekonomi di Kota Prabumulih, Pemerintah Kota juga telah berupaya semaksimal mungkin melakukan audiensi dengan para pemilik transportir untuk saling bahu-membahu memperbaiki beberapa bagian jalan yang rusak sebelum kondisi kerusakan seperti sekarang ini. Karna pada perinsipnya kerusakan jalan disebabkan lalulintas kenderaan perusahaan yang melebihi tonase. Sekarang sudah rusak total iya tentu biayanya juga semakin tinggi" ujarnya.

Dikatakan, dulu sudah ada kesepakatan bahwa para pengusaha sepakat untuk memperbaiki jalan lingkar sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dalam acara coffee morning yang digelar Polres Prabumulih pada 27 Januari lalu.  Pada pertemuan tersebut para perusahaan bersedia memperbaiki jalan lingkar menggunakan dana mereka sendiri dengan cara patungan. tapi kenyataannya mereka hanya bisa bicara tapi tak bisa membuktikan.

"Nah sekarang, tidak bisa melintas di Jalan Lingkar malah ingin merusak jalan lain dan memaksa masuk melewati jalan protokol dengan cara sembunyi-sembunyi. Mana bisa!! Kalau masih ingin lewat prabumulih, penuhi dulu perjanjian. tegasnya.

Langkah Pemerintah Kota Prabumulih yang menerbitkan Perda larangan angkutan Truk melintas dari kawasan Kota atau Jalan Suriman juga mendapat dukungan dari masyarakat. Kalangan masyarakat mengatakan bahwa Pemerintah Kota telah berbaik hati mengorbankan jalan sudirman untuk dilewati truk angkutan Batubara dan Kayu Log. Sebab lanjut warga, Pemerintah Kota saat ini sangat menolak keras adanya tambang Batubara di Kota Prabumulih. 

"Berterimakasihlah seharusnya para perusahaan tambang dan Transportir Batubara karna Pemerintah masih menyediakan jalan untuk dilintasi truk membawa hasil tambang ke Palembang. Dengan itupula setidaknya para transportir harus tau diri bahwa setiap bangunan yang dilintasi dengan tonase over load biasa rusak kapan saja. Jangan sudah rusak yang ini lantas ditinggalkan, trus mau merusak yang lain pula. Kalau masih ingin melewati Jalan lingkar iya tahu dirilah. Kalau tidak mau memperbaiki, bikin jalan sendiri saja" ujar Hanif (43) salah seorang warga Prabumulih menanggapi ulah pemilik tarnsportir yang mengingkari janji.


PRABUMULIH, PP - Bulan Ramadhan, Bulan yang penuh berkah dan ampunan, Bulan dimana kepekaan terhadap sesama diuji, dimanfaatkan penuh oleh Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (MASIKA ICMI) Kota Prabumulih. Bekerjasama dengan PWI Prabumulih, Masika ICMI menggelar kegiatan berbagi kasih dengan anak yatim Minggu 26/06/2016).

Kegiatan yang digelar di Sekretariat Masika ICMI Jalan Jenderal Sudirman KM 9 Cambai Kota Prabumulih selain untuk memeriahkan datangnya bulan suci Ramadan juga untuk berbagi dengan sesama yang tidak mampu. Belasan anak yatim piatu asal panti asuhan dijamu dengan acara sederhana buka bersama Masika Icmi dan PWI kota Prabumulih.

Menurut Rifki Baday Ketua Pengurus Daerah Masika ICMI prabumulih mengatakan, bulan Ramadan adalah kesempatan menuai pahala melimpah. "Dibulan suci ini, banyak amalan yang bisa dilakukan agar menuai ganjaran yang luar biasa dari sang pencipta. Mudah-mudahan apa yang kita berikan setidaknya beroleh amal sebagai modal kita kelak di akherat" Ujarnya.

Pantauan posmetroprabu.com, selain menggelar buka bersama, kegiatan tersebut juga dijadikan ajang berbagi santunan kepada anak yatim piatu. adit
GELUMBANG, PP - Dalam kurun waktu setahun belakangan ini, perkembangan dinamika masyarakat maupun kelompok diwilayah gelumbang tampak semakin meningkat. Terlebih dengan adanya keinginan masyarakat yang berencana membentuk atau memisahkan diri dari Kabupaten Muara Enim membentuk daerah otonomi baru (DOB) yakni Kabupaten Gelumbang sepertinya menjadi perhatian serius bagi jajaran Kepolisian resort (Polres) Muara Enim.

Gelumbang pun kini menjadi wilayah yang mendapatkan perhatian khusus oleh Polres Muara Enim guna mengawal aktifitas masyarakat dari hal-hal yang tidak di inginkan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bahkan dengan adanya isu pemekaran Kabupaten Gelumbang, Polres Muara Enim menambah kekuatan pasukan di Polsek Gelumbang.

"Dengan adanya rencana pemekaran Kabupaten Gelumbang hal ini menjadi agenda penting bagi Polres Muara Enim. Untuk saat ini Polres Muara enim telah menambah kekuatan sebanyak 30 persen dari jumlah kekuatan personel yang ada. Untuk penambahan personel sendiri disesuaikan dengan jumlah personel yang ada. Karna dari daftar susunan personel (DSP), Gelumbang sendiri adalah Polsek Rural yang memiliki jumlah personel sebanyak 40 orang. Dengan perkembangan dinamika masyarakat Polres Muara enim telah menambah personel sebanyak  31 orang. Dengan demikian jumlah personel di Polsek Gelumbang sudah mencapai 75 persen" ujar Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK, MSi dalam acara kunjungan kerja Kapolres Muara Enim ke Polsek Gelumbang Jumat (24/06/2016).

Dikatakan, idealnya jumlah personel Polsek Gelumbang seharusnya seratus persen namun karena Negara belum mampu memenuhi kekurangan maka disesuaikan dengan kesiapan anggaran yang ada. Namun demikian lanjut Kapolres, jumlah 75 persen kekuatan Polsek Gelumbang telah diniali cukup besar ketimbang Polsek lainnya di Wilayah Hukum Polres Muara Enim.

Tidak lupa perwira menengah dengan melati dua dipundaknya itu meminta kepada seluruh masyarakat maupun tokoh pergerakan pemekaran Kabupaten gelumbang untuk tetap menjungjung tinggi aturan yang berlaku dalam menjalankan pergerakan dan penyampaian aspirasi masyarakat terhadap Pemerintah. Bahkan lanjutnya, pihaknya siap mengawal aspirasi masyarakat agar proses penyampaian aspirasi dapat berjalan tanpa adanya tindakan anarkis dan kepentingan lain yang pada akhiranya dapat merugikan masyarakat itu sendiri, tegasnya.
GELUMBANG, PP - Moment penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Muara Enim dalam rapat Paripurna di gedung DPRD Muara Enim Rabu (22/06/2016) ternyata dimanfaatkan penuh oleh lintas fraksi DPRD Kabupaten Muara Enim untuk mempertanyakan sejauhmana perkembangan usulan masyarakat gelumbang yang ingin berdiri sendiri menjadi daerah otonomi baru (DOB) dari Kabupaten induk.

9 Fraksi DPRD Muara Enim dalam pandangan umum LKPJ Muara Enim tidak henti-hentinya menyinggung permasalahan masyarakat 6 kecamatan Gelumbang sekitarnya yang ingin memisahkan diri dari Kabupaten induk. Hal ini didasari dengan telah terbitnya kajian akademik bekerjasama dengan lembaga penelitian Universitas Sriwijaya (Unsri) yang menyatakan bahwa Gelumbang cukup layak untuk jadi Kabupaten.

Setidaknya dalam kesempatan tersebut 9 Fraksi di DPRD Muara enim sangat mendukung dan menyetujui Gelumbang dimekarkan menjadi DOB di Sumatera Selatan. Adapun sembilan Fraksi dari partai politik menyetujui Gelumbang menjadi Kabupaten, yakni Fraksi PDIP, Nasdem, Golkar, Demokrat, Hanura, PBB,PKB, PPP ,dan Fraksi Gerindra.

Fraksi PDIP misalnya. Dalam pandangan umum LKPJ Bupati Muara Enim yang disampaikan oleh Saiful Ikbal SH mengungkapkan bahwa, Fraksinya meminta Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk segera memfasilitasi tim Presedium pemekaran Gelumbang terkait hal-hal yang diperlukan untuk kepentingan terwujudnya Kabupaten Gelumbang dalam waktu dekat ini. Saiful juga mendesak agar berkas dokumen pemekaran Kabupaten Gelumbang segera dibahas di lintas fraksi agar tidak terkesan pemerintah enggan memekarkan Gelumbang menjadi Kabupaten.

Hal senada juga disampaikan oleh Fraksi Partai Golkar.  Dalam hal ini, fraksi Golkar selain mendukung terbentuknya DOB Gelumbang juga meminta Pemerintah agar pro aktif,dan mendukung di buatnya kesepakatan bersama pembentukan DOB Gelumbang.

"Kepada Pemerintah kami ingin sampaikan bahwa fraksi Golkar mendukung penuh Pemekaran Kabupaten Gelumbang. Kiranya Pemerintah bisa lebih arif dalam menyikapi aspirasi masyarakat di 6 kecamatan Gelumbang dan segera mungkin membuat kesepakatan bersama terkait DOB Gelumbang untuk diserahkan ke Gubernur Sumsel" ujar Daraini SH

Fraksi Partai Demokrat dalam penyampaian pandangan umumnya terkait  aspirasi masyarakat Dapil 3 yang meminta pemekaran Kabupaten Gelumbang mengungkapkan, selain mendukung penuh DOB Gelumbang, juga mendesak pemerintah untuk bertindak cepat mengatasi persoalan tapal batas yang bersengketa selama ini. Dimana sejauh ini menurutnya masih banyak permasalahan tapal batas Kabupaten Muara Enim yang masih bersengketa.

"Permasalahan tapal batas sejauh ini belum sepenuhnya tuntas. Hal ini dinilai penting untuk disesaikan secepat mungkin dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar dikemudian hari tidak menjadi permasalahan utama terlebih dengan adanya rencana Pemekaran Kabupaten Gelumbang" ujar Rahmat Rio Kusuma.

Sementara fraksi PKS dalam kesempatan tersebut meminta agar Bupati Muara Enim dapat mencegah upaya pemekaran gelumbang dijadikan komuditas Politik. Artinya Pemekaran Gelumbang adalah murni aspirasi masyarakat dan jika pun disetujui menjadi Kabupaten dimohon utuk tidak dikaikan dengan kepentingan Politik sesaat.

Demikian pesan yang disampaikan Samudra Kelana dalam pembacaan pandangan umum fraksi PKS atas LKPJ Bupati Muara Enim 2015 menyikapi aspirasi Masyarakat 6 kecamatan di Gelumbang sekitar yang mengusulkan Gelumbang menjadi DOB di Sumsel. 

Pantauan Portal ini dilapangan, sembilan fraksi tersebut diatas mendukung penuh Gelumbang untuk dimekarkan menjadi Kabupaten dengan berbagai catatan dan pertimbangan yang matang. Dimana selain hasil kajian ilmiah, potensi daerah juga sangat mendukung untuk memenuhi kepentingan pemerintahan jika disetujui menjadi Kabupaten. Intinya menurut 9 fraksi DPRD Muara Enim, tidak ada lagi alasan bagi Pemerintah Muara Enim untuk tidak memenuhi keinginan masyarakat Gelumbang sekitarnya memekarkan diri menjadi Kabupaten Gelumbang. Pasalnya lanjut Ali Hanafiah dari Fraksi PBB, seluruh dokumen syarat pemekaran Kabupaten dinilai sudah lengkap. 

"Merujuk pada PP Nomor 78 Tahun 2017, jika syarat pemekaran sudah terpenuhi berikut hasil kajian ilmiah maka tidak ada alasan bagi Kabupaten induk untuk tidak merekomendasikan Pemekaran. Gelumbang sangat layak menjadi Kabupaten dan hasil dari rapat Patipurna LKPJ Bupati Muara Enim 2015 seluruh teman-teman lintas fraksi sangat mendukung usulan masyarakat agar Gelumbang dimekarkan menjadi Kabupaten. Kita siap mengawal proses ini hingga Pemerintah Pusat menetapkan Gelumbang menjadi Kabupaten" tegas Ali Hanafiah disela-sela acara Paripurna.

Menyaksikan lintas Fraksi DPRD Muara Enim mendukung sepenuhnya Gelumbang dimekarkan menjadi Kabupaten, Presidium Pemekaran Kabupaten Gelumbang (PPKG) langsung menggelar sujud syukur. Ratusan anggota serta pengurus PPKG yang hadir saat Paripurna LKPJ Bupati Muara Enim 2015, mengapresiasi kinerja Wakil Rakyat Muara Enim yang telah menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten.

Ditemui usai melakukan solat berjamaah di masjid Islmik Centre sebelah gedung DPRD  Muara Enim , Ketua PPKG H Rani Kodm SH, mengaku senang atas dukungan dari seluruh fraksi yang mendukung terbentuknya DOB Gelumbang pada rapat paripurna. 

"Atas nama PPKG kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap anggota DPRD muara enim terkhusus 9 Fraksi yang mendukung Gelumbang menjadi Kabupaten. Dengan dukungan ini tentu menjadi api penyemangat bagi PPKG untuk terus berjuang mengawal proses Pemekaran hingga ke Pusat. Jika Kesepakatan bersama DOB Gelumbang telah ditandatangani, artinya Gelumbang menjadi Kabupaten tinggal Selangkah lagi" ujarnya bangga.

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Penasehat PPKG Ir H Hanan Zulkarnain MTP. Tokoh Masyarakt yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Muara Enim itu juga mengapresiasi kinerja Anggota DPRD Muara Enim yang mendukung penuh langkah PPKG.  usai melakukan syujud syukur dan usai Solat berjamaah bersama pengurus PPKG.

’’Alhamdulilah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di 6 Kecamatan dalam pemekaran Kabupaten Gelumbang ini insya Allah membuahkan hasil yang nyata , Dan tentunya kita mengaprisiasi ke sembilan fraksi yang menyetujui terbentuknya DOB Gelumbang di rapat paripurna ini. Artinya kinerja dari kawan-kawan di PPKG dan doa dari Masyarakat tidak sia-sia. Tinggal lagi kita masih menunggu dibuatnya nota kesepakatan bersama antara Pemerintah dan DPRD yang nantinya akan dilanjutkan ke tingkat Provinsi. Kita berharap prosesnya bisa berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan dan setidaknya 2017 gambaran akan Kabupaten Gelumbang bisa segera terwujud" harap Hanan. (pp/jn)
KARANG ENDAH. PP - Satu rumah di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Prabumulih - Palembang atau tepatnya di Desa Karang Endah sekitar 100 M dari Kompleks Yon Kafileri (Yonkaf) Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim tampak ambruk setelah diseruduk oleh truk bermuatan pasir Rabu (22/06/2016).

Menurut warga sekitar, Truk naas bernomor Polisi (Nopol) BH 8324 MG yang dikenderai oleh Ari Suhandar (28) warga Jungai Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih ini terpaksa membanting setir kenderaannya ke arah kanan untuk menghindari tabrakan dengan kenderaan truk yang melaju dengan kecepatan tinggi didepannya yang datang dari arah Parbumulih.

Duarrrr.... Mobil jenis Mitsubshi Canter berwarna Kuning itu terjungkal setelah melewati darinase lalu menyeruduk rumah warga bernama umar di Lokasi Kejadian. Teras rumah Umar berikut etalase dagangannya tampak tidak berwujud. Beruntung rumah tersebut ditinggal mudik oleh pemiliknya.

Data yang dapat dihimpun portal ini, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun sang sopir naas harus mendapatkan perawatan intensif oleh perawat di Puskesmas Karang endah yang hanya berkisar 10 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK MSI yang dikonfirmasi portal ini melalui Kapolsek Gelumbang AKP Robi Sugara membenarkan Peristiwa kecelakaan tunggal di Jalan Lintas Prabumulih - Palembang Desa Karang Endah Gelumbang. Dikatakan, tidak ada korban dalam peristiwa kecelakaan tunggal kali ini.

"Saat kejadian, penghuni rumah sedang tidak berada ditempat, Sementara sopir hanya mengalami luka lecet di bagian kaki dan tangan serta telah mendapatkan perawatan intensif dari puskesmas terdekat. Saat ini kita sedang melakukan evakuasi kenderaan juga melakukan olah TKP di lokasi kejadian" tandasnya.(pp/jn)
PRABUMULIH, PP - Saat mudik lebaran, keamanan untuk meninggalkan rumah merupakan suatu hal yang paling penting dilakukan, terutama bagi pemudik yang memboyong seluruh anggota keluarga pulang kampung. 

Nah bagi warga Prabumulih yang ingin mudik ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar, Polres Prabumulih kali ini membagikan tips aman untuk mudik saat lebaran. Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIK melalui Kabag Ops Kompol Andi Supriadi yang dikonfirmasi Posmetro Prabu siang tadi seusai menggelar rapat dengan Pemerintah Kota Prabumulih membagikan tips mudik aman meninggalkan rumah saat lebaran.

Bagi pemudik pengendara yang memanfaatkan jalur utama sebagai tujuan untuk mudik dan balik lebaran Kompol Andi menyarankan bagi para pemudik untuk berangkat lebih awal agar tidak terjebak kemacetan dan menyusun agenda perjalanan sebelum berangkat.

Berangkat lebih awal saat perjalanan mudik menurutnya, bisa menjadi salah satu solusi bagi para pemudik untuk menghindar dari kemacetan. Dengan begitu pengendara tidak terburu-buru Dan bisa lebih leluasa saat berkendara karena jalur yang dilalui masih senggang. Selain itu pengendara juga harus mengetahui jalur jalur alternatif yang bisa digunakan saat terjebak macet.

"Tetap mengedepankan Safety Riding serta membawa surat-surat kelengkapan berkendara dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada di sepanjang jalur mudik. Utamakan keselamatan berkendara serta jangan paksakan kondisi tubuh saat berkendara jika terasa lelah silahkan beristirahat dahulu di rest area yang sudah tersebar di sepanjang jalur mudik baru kemudian melanjutkan perjalanan"ujarnya.

Yang lebih utama lanjutnya, bagi para pemudik yang meninggalkan rumah dalam waktu lama untuk memastikan semua pintu, jendela, garasi rumah dan pastikan semua sudah tertutup rapat serta terkunci. Apabila perlu ditambah kunci pengaman tambahan.

"Peralatan elektronik seperti AC, kulkas, TV, kompor gas, serta lainnya harap dimatikan sebelum berangkat guna menghindari bahaya kebakaran. Lampu depan biarkan tetap menyala agar dipandang tidak kosong rumah yang ditinggalkan. Usahakan untuk melapor kepada ketua RT dan tetangga atau bisa juga kepada pihak Kepolisian bahwa rumah dalam keadaan kosong karena penghuninya mudik Lebaran" tegasnya
GELUMBANG, PP - Masyarakat Gelumbang ancam boikot Pilkada Muara Enim jika tuntutan pemekaran calon Kabupaten gelumbang tersendat di Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Hal ini ditegaskan oleh Tokoh Masyarakat yang juga sekaligus ketua Penasehat Presedium Pemekaran Kabupaten Gelumbang Ir Hanan Zulkarnaen dalam acara malam buka bersama Presedium Pemekaran Gelumbang yang dihadiri ratusan tokoh masyarakat serta 9 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muara Enim dapil 3 Gelumbang Jumat (17/06/2016).

Didampingi Ketua Presedium Pemekaran Gelumbang H Rani Kodim SH, Hanan mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian akademik bekerjasama dengan lembaga penelitian Universitas Sriwijaya (Unsri), Gelumbang cukup layak untuk jadi Kabupaten. Bahkan berdasarkan hasil kajian tersebut ada beberapa nilai indikator penunjang yang melebihi Kabupaten induk. Seperti faktor kemampuan keuangan. Jika nilai indikator kemampuan keuangan Kabupaten Muara Enim berjumlah 65, Calon Kabupaten Gelumbang mencapai nilai 70.

"Berdasarkan perhitungan dan analisis data secara kuantitatif dan kualitatif, pengkajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa analisis kuantifikasi data dari kriteria memberikan hasil perhitungan total nilai seluruh indikator untuk kabupaten Muara Enim sebanyak 445 dan untuk calon Kabupaten Gelumbang adalah 415. Menunjuk pada PP Nomor 78 Tahun 2017, nilai angka Kabupaten Muara Enim dan Calon Kabupaten Gelumbang dikategorikan sangat mampu dan mampu. Oleh Karena itu dapat direkomendasikan pembentukan Kabupaten Gelumbang sebagai akibat dari tindakan pemekaran Kabupaten Muara Enim" ujar mantan Wakil Bupati era Kalamuddin tersebut.

Jadi tidak ada alasan lagi bagi Pemerintah Muara Enim untuk mengulur waktu  memenuhi keinginan masyarakat Gelumbang melepaskan diri dari Kabupaten Muara Enim.

" Petanya sudah ada, Hasil Kajian akademik Lembaga Independent seperti Unsri sudah ada, dokumen pernyataan dan tanda tangan persetujuan BPD sudah ada, dokumen penunjang lainnya sudah ada dan telah disiapkan. Jadi dimohon kepada wakil rakyat yang hadir saat ini untuk dapat menjadi corong masyarakat menyampaikan aspirasi ini kepada Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Jangan sampai berkas usulan pemekaran macetnya di Pemerintah Kabupaten. Kami berharap akhir 2016 berkas tersebut telah sampai ke tangan Gubernur dan 2017 sudah masuk prolegnas di DPR RI. Jika tidak warga gelumbang sekitarnya tidak akan memberikan hak suaranya pada Pilkada, Pemilu dan Pemilu Presiden" tegas Hanan disambut aplaus meriah para hadirin yang hadir malam itu.

Pada kesempatan tersebut tercatat ada sembilan anggota DPRD Muara Enim yang hadir. Keseluruhan wakil rakyat Dapil 3 Gelumbang Sekitarnya berjanji akan berjuang semaksimal mungkin untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Gelumbang untuk dimekarkan dari Kabupaten induk. 

Adapun anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Dapil 3 Gelumbang yang terlihat hadir hingga acara berakhir adalah Mukarto dari PDIP, Ali Hanafiah dari partai PBB, Vera dari Partai Nasdem, Darmadi dari partai Gerindra, Rio Demokrat, Hadiono dari Partai Golkar, Samudra Kelana dari PKS, Fauzi dari partai Hanura dan Nino Adreas dari partai PPP.

Ke sembilan Wakil rakyat ini mendukung sepenuhnya langkah-langkah Presedium Pemekaran Kabupaten Gelumbang dan berjanji secepat mungkin melakukan pembahasan di lintas Fraksi untuk di Paripurnakan secepat mungkin.

"Kebetulan rekan-rekan saya disini adalah ketua-ketua Fraksi. Berdasarkan dokumen kelengkapan syarat pemekaran yang sudah 100 persen ini maka sudah sepentasnya usulan ini segera dibahas di lintas fraksi untuk selanjutnya diparipurnakan. Hari rabu depan (22/06/2016) agenda DPRD Muara Enim menggelar rapat paripurna LKPJ Bupati Muara Enim. Dan disini nantinya kami akan mempertanyakan alasan apa sesungguhnya Bupati yang terkesan mengulur-ulur waktu untuk melepas Gelumbang dari Kabupaten induk" ujar Mukarto anggota DPRD Muara Enim dari dapil 3.

Dikatakan, pihaknya juga siap memfasilitasi masyarakat Gelumbang untuk hadir dalam acara tersebut untuk bersama-sama mendengarkan tanggapan Bupati Muara Enim. Mudah-mudahan rencana memboikot Pilkada tidak akan terjadi dan harapan masyarakat Gelumbang menjadi daerah otonomi baru (DOB) dapat segera terealisasi, tegasnya.

SUDUT BERINDU

Disudut paling gelap bilik perindu
Beradu kasih ternanti kalbu
Dalam benak paling kalbu bersemayam jemu
Kilas klise potret senyummu

Dari sudut nostalgi paling usang
Disela sutra paling kudus
Bermuara di angan paling dasar
Sebongkah permata hati yang telah hilang

Sudut lingkup asmaradana
Ayokdja sutrisna ing bebatinan
Kasebut asmo ing lirih sendu
Terdampar usang suidut perindu

Salam puan sang dewi
Dari guratan malam bersyair sendu.
Kuat hati telah lapuk merindu
Usang ringkih tiada yang tau.

Hystorya. 2016

| S = SAYANG |

S..
Aksara hati berwujud makna
Bernaung rindu terendam sukma
Dalam dewi asmara berwajah cahaya

S .. kukatakan sayang dalam bencimu
Kutanam penantian dalam murkamu
Ku tatap asa dalam gelap

S.. yang bearti setia
Kata dalam aksara nama bermakna
Dilema duka lara menghukum raga
Batin terbui selaksa mati

S.
Sampai detik kan bergulir henti
Jam pasir dibelataran lautan
Sang ombak digurun pepasiran
Terjaga ternanti detik ini
Hingga lupa diri asmara telah pergi

Kampoeng Lembak. 2016

ONGGAK ASMARA

Saat dia.ya dia bersilatlah lidah gunting bejana
Dari gurisguris silet beracun bisa.
Muaranya itu bisa dari empedu
Sehasta dari kalbu yang katanya suci

Dia tertawa.seinduk jari tertunduk bahagia.
Itu onggak dari onaknya.tersulam belati manis di sisi hati.
Dia tertawa ...tertawa ..dan tertawa...

Sudahlah...dia asuh aksara benci nan dendam
Berarung duka kecambuk amarah
Murka.setan-setan cinta membuta..
Dia ..dan dia ..
Jelata lah saja...
Dalam onggak onggak asmara buta..

Pejamkan mata.telapak takdir kuasa selara terbuka..

 

    Biodata:
   
Achmad Ariffin (Achry'e)
    Lahir di Muba 13 Mei. Berdomisili di desa Lembak Kec. Lembak.
    Olahraga menjadi kegemarannya. bersastra menjadi curahan hatinya.
PALEMBANG, PP - Ketua DPD PDIP Sumsel, HM Giri Ramanda N Kiemas belum terbesit ingin menjadi kontestan di Pilgub Sumsel 2018 mendatang.

Saat ini kata Giri, partainya tengah fokus pada pilkada Musi Banyuasin 2017.

Meski beberapa bakal calon telah memunculkan diri, tapi tidak bagi PDIP. Menurutnya, PDIP terbuka bagi siapapun yang mendekatkan diri ke partai berlambang banteng moncong putih itu.

Termasuk nama mantan Kabareskrim, Susno Duadji dan mantan Walikota Palembang, Eddy Santana Putra (ESP) sebagai mantan Ketua DPD PDIP Sumsel sebelumnya.

"Susno salah satu orang yang ingin dekat. ESP juga buka di facebook, dak masalah. Silahkan mencalonkan," kata Giri, Senin (13/6).

Namun begitu, keputusan siapa calon Gubernur yang akan disusung PDIP pada pilgub Sumsel tetap menjadi keputusan DPP PDIP.

"Kalau Gubernur 100 persen yang menentukan DPP. Kalau Bupati/Walikota yang 70 persen keputusan di DPD," jelasnya.

Giri yang juga Ketua DPRD Sumsel ini mengatakan saat ini dirinya masih mencari pasar dan peluang untuk maju.

"Sekarang kito nonton pasar dulu, para senior. Kalau ada siso pasar baru. Jangan buru-buru diputuskan. Kalau ESP bagus, Susno silahkan maju. Kita nonton saja. Di PDIP Ketua partai nggak ada jaminan maju semua hasil survei," tukasnya.

Sementara sebelumnya, Susno Duadji mengaku tidak tertarik bermain di Pilgub Sumsel karena dia ingin fokus pada kegiatan sosial saja.

"Kalaupun ada posko-posko gambar saya, itu bukan saya menggerakkannya. Belum ada satu kali pun mulut ini terucap untuk mengatakan soal keinginan di Pilgub," tegasnya beberapa waktu lalu.










rmolsumsel.com
PRABUMULIH, PP - Kepolisian Resort (Polres) Kota Prabumulih bersama Walikota Prabumulih serta Jajaran unsur Muspida Kota Prabumulih menggelar pemusnahan miras dan makanan-minuman kadaluarsa di halaman mapolres Prabumulih siang tadi Senin (13/06/2016).

Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIK, kepada wartawan, mengatakan pemusnahan miras dan makanan-minuman merupakan hasil operasi dari beberapa instansi terkait yakni Satpol PP , Disperindag, serta dari kepolisian Resor Prabumulih.

Perwira Menengah dengan melati dua di pundaknya itu mengungkapkan, miras serta makanan-minuman kadaluarsa yang dimusnahkan jumlahnya mencapai ribuan.

Untuk minuman keras merk blak jack sebanyak 1224 botol, 98 botol New Port Kecil, 99 botol New Port Besar, 132 botol Anggur Merah. Untuk jenis makanan kadaluarsa yang dimusnahkan berupa 12 kaleng sarden Vitan, 3 lusin minuman kaleng merek coca cola, 3 kotak susu SGM aktif Presinutri usia 3-6 tahun ukuran 400 gr, 3 kotak susu merk lactamil pregnasis vanila ukuran 400 gr, 6 dus mie tip top.

Selain makanan kadaluarsa serta Minuman Keras, Polres Prabumulih juga memusnahkan petasan. Sebanyak 9340 pcs petasan korek api, 9340 pcs, 280 pcs petasan model roket, 187 pcs. Petasan terbang dan banteng, 45 pcs petasan roket sedang dan jenis lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres menghimbau warga agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan, jangan mabuk-mabukan serta berbuat hal-hal terlarang, supaya masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan dengan khusuk.

"Operasi ini kita lakukan untuk menertibkan peredaran minuman keras, baik yang pabrikan maupun rumahan, petasan dan makanan serta minuman kadaluarsa. Tujuan operasi ini untuk menciptakan situasi kota Prabumulih kondusif khususnya saat ramadan sehingga masyarakat tenang menjalankan ibadah, tentu juga tujuan polres Prabumulih menciptakan kamtibnas di seluruh Prabumulih,"

Terakhir Kapolres menegaskan bahwa Pemusnahan ini bukan berarti menandakan bahwa operasi lintas instansi akan berakhir. Meskipun barang-barang kadaluarsa baik miras telah dimusnahkan lanjut Kapolres, aparat didaerah ini akan terus melakukan razia untuk memastikan barang-barang terlarang tidak lagi beredar hingga Idul fitri mendatang dan seterusnya, tegasnya.

Pantauan posmetroprabu.com, Pemusnahan barang bukti ini selain disaksikan oleh Walikot Prabumulih juga disaksikan oleh Kepala BNN Kota Prabumulih, Perwakilan Dandim 0404 Muara Enim, Perwakilan Dan Yon Zipur 2/SG, perwakilan Kajari Kota Prabumulih, perwakilan Ketua Pengadilan Negeri Kota Prabumulih dan unsur muspida lainnya.
| Copyright © 2013 Posmetro Prabu