News Update :

Kemarau, Prabumulih Waspada Kebakaran Lahan

28 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Musim kemrau yang melanda kota Prabumulih menyebabkan warga diminta waspada saat melakukan kegiatan yang bisa memicu api. Semisal membakar sampah tanpa mengawasi jilatan api yang merambah ke rerumputan yang mengering dan mudah terbakar.

Siang tadi, Jumat (28/08/2015) di Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur kobaran api nyaris merambat ke pemukiman penduduk di sekitarnya. Beruntung warga cepat menghubungi pemadam kebakaran Kota Prabumulih dan api pun dapat dipadamkan.

Menurut warga sekitar, peristiwa kebakaran yang sempat menimbulkan kemacetan di jalan lintas Padat Karya - Sindur itu bermula disebabkan api yang tersulut dari sisa pembakaran sampah. Akibatnya, lahan kebun karet milik Ali Usman (56), warga setempat ludes dilalap api. Lebih kurang 50 batang karet miliknya hangus terbakar. Kobaran api bahkan hampir menjalar ke pemukiman penduduk yang letaknya sekitar 200 meter dari tempat kejadian.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang kembali, Kepala Kesbangpol kota Prabumulih, Marthodi HS SH mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bencana kebakaran lahan. "Kami sudah sering mengingatkan kepada warga untuk tidak membakar sampah sembarangan. Cuman masih saja ada warga yang teledor. Entah ini disengaja atau tidak masih kami selidiki," tuturnya.

Marthodi juga mengingatkan kepada warga bahwa ada ancaman hukuman pidana bagi warga yang sengaja melakukan pembakaran lahan. "Sesuai dengan UU Kehutanan, pembakaran lahan yang disengaja bisa dituntut hukuman 10 tahun penjara. Sementara jika diakibatkan kelalaian bisa dihukum 5 tahun penjara," pungkasnya seraya kembali menghimbau warga untuk lebih berhati-hati dalam bertindak

Polres Segera Gelar Perkara Kasus Korupsi APBD Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Setelah sebelumnya pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan telah melakukan penahanan terhadap ke lima tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana kas sekretariat daerah Kota Prabumulih, kini Giliran Polres Prabumulih dari satuan tindak pidana korupsi (Tipikor bakal segera melakukan gelar perkara Kasus dugaan Korupsi penyimpangan dana APBD Kota Prabumulih melalui kegiatan proyek pembangunan.

Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP disela-sela gelar perkara kasus pungli terhadap angkutan batubara siang tadi Jumat (28/08/2015) di Mapolres Prabumulih mengungkapkan bahwa berkas kasus dugaan korupsi yang tengah di tanganinya saat ini sedang berjalan dan kasusnya segera di gelar.

"Penyidikan Kasus Korupsi APBD Kota Prabumulih saat ini terus berjalan. Mungkin juga rekan-rekan sudah monitor dan dalam waktu dekat Kasat Reskrim dengan fakta-fakta yang sudah terkumpul akan segera melakukan gelar perkara. Dalam melakukan gelar perkara, Pihak Polres Prabumulih tidaka sendirian. Artinya jika dalam pengungkapan kasus penyidik polres mengalami kesulitan akan melibatkan pihak Polda Sumsel dan bila perlu akan melibatkan pihak Bareskrim untuk mensupervisi apa yang sudah kita lakukan, sudah tepat atau belum, tegasnya.

Polres Prabumulih Gelar Perkara Kasus Pungli dan Pencurian Dengan Kekerasan

Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP didamping Kasat Reskrim AKP Bagus Suranto SIK (kanan) dan Kapolsek Prabumulih Barat AKP Toni Arman (kiri) saat melakukan gelar perkara kasus pungutan liar di jalan dan kasus pencurian dengan kekerasan di Mapolres Prabumulih Jumat (28/08/2015). Dalam kesempatan tersebut selain menghadirkan 15 orang tersangka, Polres Prabumulih juga turut memerkan sejumlah barang bukti berupa, senjata api rakitan, uang tunai, senjata tajam, telepon genggam, sepeda motor, dan Mobil yang merupakan hasil dari aksi kejahatan yang dilakukan oleh para tersangka (f/dok, posmetroprabu.com)

Sebanyak 46 Mahasiswa Poltek Unsri Disebar ke 12 Desa Prabumulih

25 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Sebanyak 46 Mahasiswa  Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) siap mengawal penyerapan dana desa di Kota Prabumulih agar pelaporannya sesuai dengan ketentuan. Kedatangan mahasiswa semester akhir jurusan akutansi ini setidaknya diharapkan mampu mencegah aparat pemerintah desa terjerat kasus hukum lantaran kesalahan administrasi pengelolaan keuangan.

Demikian harapan yang disampaikan oleh Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri SH saat menyambut kedatangan 46 mahasiswa dari Politeknik Negeri Sriwijaya di ruang rapat lantai I Sekretariat Daerah Kota Prabumulih Siang tadi Selasa (25/08/2015)

Nantinya para mahasiswa yang sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini akan di sebar di 12 Desa yang ada di Prabumulih untuk membantu perangkat desa membuat laporan keuangan.

Wakil Walikota dalam kesempatan tersebut memberikan pesan kepada mahasiswa agar bisa berbaur dengan masyarakat desa dan menerapkan ilmu yang didapat selama belajar di kampusnya kepada masyarakat. Khususnya mengenai pengelolaan anggaran.

“Kami selaku pemerintah sangat berharap mahasiswa bisa memberikan pembaharuan dan pemahaman yang baik kepada masyarakat desa dalam hal pengelolaan anggaran,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan, Drs Aris Priadi MSi mengatakan kedatangan sejumlah mahasiswa tersebut selain untuk membantu mahasiswa menyelesaikan salah satu syarat menamatkan studi, juga untuk membantu perangkat desa membuat laporan keuangan.

“Saat ini, anggaran dana desa sudah mulai dikucurkan. Dalam pengelolaannya, perangkat desa wajib memberikan pertanggung jawaban berupa laporan keuangan penggunaan anggaran. Kebetulan mahasiswa jurusan akuntansi ini kan memiliki dasar ilmu yang cukup sehingga dapat diaplikasikan kepada perangkat desa,” ujar Aris.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Prabumulih Juhar Fahri SE AK kepada Posmetro Prabu mengungkapkan bahwa pihaknya juga sangat menyambut baik Mahasiswa Poltek Unsri mengambil temapt di Prabumulih dalam melaksanakan PKL.

Dikatakan, para perangkat desa perlu didampingi dan diberikan pemahaman tentang pelaporan keuangan berbasis akrual yang belum begitu dikenal di pemerintahan tingkat desa meski mulai efektif dijalankan pada 2015. Dengan adanya PKL Mahasiswa Poltek Unsri Jurusan Administrasi ini setidaknya bisa mencegah jangan sampai ada kepala desa masuk penjara gara-gara ketidaktahuan sistem pengelolaan anggaran desa, ujar Jauhar Fahri.

Namun demikian lanjutnya persolan diatas tidak akan terjadi jika laporan pertanggung jawaban keuangan yang dibuat perangkat desa mampu mengikuti standar yang ditentukan tanpa adanya manipulasi. Selain itu anggaran yang disusun harus sepenuhnya menggambarkan kebutuhan yang diperlukan oleh desa.

"Dengan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa diharapakan bisa memberikan penjelasan mengenai system akuntansi sederhana dan tidak rumit yang dapat diaplikasikan oleh perangkat desa dalam menyusun laporan keuangan desa" tandasnya.

2016 Tiap Kelurahan di Prabumulih Miliki Pasar. PTM Siap-Siap Sepi Pengunjung

PRABUMULIH, PP - Seluruh Kelurahan yang tersebar di Kota Prabumulih pada tahun 2016 bakal miliki pasar sendiri-sendiri. Nah kok bisa? Trus bagaimana dengan pasar yang ada sekarang, siap-siap sepi dong.

Menurut Pemerintah Kota Prabumulih yang dikonfirmasi melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi mengungkapkan bahwa tujuan pendirian pasar di tiap Kelurahan tersebut tidak lain dan tudak bukan untuk mendongkrak perekonomian di tibgkat desa sekaligus untuk memudahkan transaksi perdagangan di daerah terpencil.

Program satu kelurahan satu pasar ini akan diwujudkan dalam waktu dekat. Namun untuk Tahun 2016 mengingat dana yang ada hanya mampu mendirikan 3 Pasar untuk sementara. Sisanya akan menyusul pada anggaran berikutnya, ujar Kadis Perindagkop Kota Prabumulih Junaidah SE MM Selasa (25/08/2015).

pembangunan 3 buah pasar tersebut akan memamfaatkan bantuan dana dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI yang berasal dari dana APBN, “Pasar dibangun dengan dana APBN lewat Kemendag RI, soal besarannya kita belum mengetahuinya namun yang pastinya bantuan tersebut dimamfaatkan untuk pembangunan 3 buah pasar,”Ungkapnya.

Lokasi pasar yang dimaksud yang akan segera dibangun ditempatkan di Pangkul, Muara Sungai dan di belakang Pasar PTM. Dilokasi ini (lokasi belakang pasar PTM - red) dimanfaatkan untuk menampung pedagang pasar yang tidak mendapatkan lapak di PTM. Artinya pemerintah dalam waktu dekat akan membangun lagi pasar di belakang pasar PTM.

Jadi ditahun berikutnya dipastikan tiap kelurahan yang tersebar di Kota Prabumulih sudah memiliki pasar sendiri-sendiri. Dengan adanya pasar tersebut diharapkan perekonomian tingkat desa dapat terdongkrak dengan sendirinya, terang Junaidah.

Menanggapi rencana Pemerintah yang bakal mendirikan Pasar di tiap desa dan Kelurahan di Kota Prabumulih, Eka Prasetya SE yang dikonfirmasi terpisah menanggapi secara dingin. Menurutnya upaya pemerintah mendirikan Pasar disetiap kelurahan bukan solusi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan. Terlebih lanjutnya kondisi ekonomi yang saat ini sedang lesu.

Jika pun Pemerintah bermaksud mengangkat perekonomian masyarakat masih banyak cara lain yang lebih menyentuh ketimbang mendirikan pasar disetiap kelurahan, ujar Eka Prasetya. Dikatakan, pembangunan Pasar di Kelurahan hanya akan membuang anggaran karna bangunan bisa dipastikan terbengkalai. Kalaupun Pemerintah berniat lebih tepat jika pasar ditempatkan disetiap kecamatan. Misalnya, Pasar Cambai, Pasar RKT, Pasar Utara dan Lainnya.

Harapan kita kiranya Pemerintah lebih mengkaji dulu langkah yang harus ditempuh. Jika hanya mengandalkan masyarakat Kelurahan saja yang berbelanja dipasar menurutnya tidak akan maju. Efek lainnya pasar induk seperti PTM akan sepi, jadi harus di kaji dulu dengan matang agar penggunaan anggaran tidak salah sasaran, tegasnya.

Gandeng KNPI, Disnakertrans Prabumulih Gelar Pelatihan Kerja

PRABUMULIH, PP - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Prabumulih menggelar pelatihan kerja berbasis kompetensi terhadap 112 orang peserta siang tadi Selasa (25/08/2015). Pelatihan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru terhadap masyarakat yang sulit mendapatkan pekerjaan.

Kepala Disnakertrans kota Prabumulih, H Zulkifli AB melalui Kepala UPTD BLK, Gepo Irwanto AMd mengatakan pelatihan kerja kali ini diikuti oleh sebanyak 112 peserta yang berasal dari berbagai kelurahan dan desa serta organisasi kepemudaan.

“Pelatihan ini dimaksudkan juga untuk menciptakan lapangan kerja baru yang mandiri, sehingga secara tak langsung bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Prabumulih pada khususnya,” Ujar Gepo.

Dikatakan, para peserta akan diajarkan beberapa keterampilan sesuai dengan kejuruan masing-masing. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu menunjukkan potensi dalam dirinya. 

Selain itu lanjut Gepo, para peserta pada tahun ini akan terus dievaluasi perkembangan kemampuan yang dimiliki. Sementara pada pelatihan untuk periode kali ini para peserta dibagi menjadi 7 kelompok kejuruan. Masing-masing kelompok diberikan bekal berupa modal dan peralatan untuk membuka usaha. 

Agar program pelatihan kerja ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan, pihak BLK sendiri akan membentuk tim untuk mengevaluasi usaha yang dibuka kelompok kerja tadi. Hal ini dimungkinkan untuk memastikan para lulusan bisa mengaplikasikan kemampuan yang didapatnya dengan baik, tandasnya.

Pemkot Claim Prabumulih Tak Miliki Pemukiman Kumuh

22 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Pemerintah Kota (Pemko) Prabumulih claim tidak memiliki pemukiman kumuh di bumi seinggok sepemunyian. Hal ini disampaiakan oleh Asisten II bidang ekonomi pembangunan Pemko Prabumulih Yusuf Arni SPd dalam acara program peningkatan kawasan pemukiman (P2KP) di aula serbaguna Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jalan Sudirman Kota Prabumulih kemarin (20/08/2015)

Dalam kesempatan itu , Arni juga menepis pemberitaan yang menyebutkan adanya kawasan kumuh di Kota Nanas. Menurutnya kawasan yang ditampilkan di media bukanlah kawasan kumuh melainkan rumah tidak layak huni.

"Itu bukan kawasan kumuh. Yang dimaksud kawasan kumuh bukanlah seperti yang disiarkan dalam pemberitaan. Saya tegaskan kawasan yang dimaksud dalam berita di media itu adalah rumah tidak layak huni yang jumlahnya juga saat ini sudah beekurang secara signifikan melalui program bedah rumah pemerintah kota Prabumulih" ujarnya.

Dikatakan, dengan adanya program Program Peningkatan Kualitas Permukiman (P2KP), Yusuf menyampaikan permasalahan pemukiman kumuh bisa dengan segera dituntaskan.

"Program ini selaras dengan program yang dilaksanakan oleh pemerintah kota. Artinya permasalahan pemukiman ini bisa lebih cepat diatasi," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Kota (Korkot) program peningkatan kawasan permukiman Kota Prabumlulih, M Hatta Iskandar menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pendataan terhadap pemukiman kumuh yang ada di Kota Prabumulih. Dimana dalam pendataan tersebut, pihaknya akan melibatkan instansi terkait dan relawan dari masyarakat setempat.

" Tujuannya untuk mengetahui, berapa banyak rumah kumuh berikut luas wilayahnya. Nantinya data yang didapat, akan digunakan untuk menentukan arah pembangunan kedepan dengan kata lain nantinya akan dipakai oleh pihak terkait dalam membuat program," pungkasnya

Cabuli Anak dibawah Umur, AK Warga Prabujaya Terancam Dibui

21 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Kesal lantaran anaknya diperlakukan tidak senonoh, AS (24) terpaksa melaporkan AK (24) ke pihak Kepolisian Resort Kota Prabumulih untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mengapa tidak, AS yang bermaksud bertamu baik-baik ke rumah pelaku di belakang Kompleks Penjara Prabujaya untuk mencari rumah kontrakan malah dimanfaatkan oleh pelaku untuk mencabuli anak AS bernama MA yang masih berusia enam tahun.

Perilaku bejat yang dilakukan AK terhadap MA awalnya memang tidak mencurigakan. Sebab orang tua korban bersama orang tua pelaku sedang mengobrol santai di teras rumah membahas niat pindahan dan sedang mencari kontrakan di kompleks tersebut. Korban saat itu juga masih nimbrung di tengah pembicaraan kedua orang tuanya.

Nah beberapa saat kemudian, Gadis belia yang masih polos itu masuk kedalam rumah pelaku untuk melihat acara di televisi. Saat itu pelaku kebenaran berada diruang tengah. Entah setan apa yang merasuki pikirannya, pelaku pun memanfaatkan situasi dan kondisi untuk mencabuli korban.

Kecurigaan mulai terungkap saat korban keluar dari dalam rumah dan kembali menemui kedua orangtuanya diteras dan mengeluh kesakitan di daerah kemaluannya. Ditanya kenapa korban takut dan tidak berani mengatakan apa yang telah terjadi barusan. Dengan demikian, orang tua korban pun memilih untuk pamit pulang dari rumah orang tua pelaku.

Merasa penasaran, sesampainya dirumah, orang tua korban kembali bertanya kepada gadis kecilnya tentang musabab keluhan rasa sakit di kemaluan anaknya tadi. Betapa terkejutnya sang ayah saat anaknya mengatakan bahwa ia baru saja diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku AK saat bertamu tadi.

Gadis kecil belia itu ternyata baru saja digauli oleh AK saat masuk kedalam rumah. Korban kepada sang ayah mengaku sekujur tubuhnya dijilati AK hingga ke kemaluan. Kemaluannya di gigit oleh AK hingga menimbulkan rasa perih dan mengeluarkan cairan.

Tidak terima dengan perlakuan AK, Ayah korban langsung membawa anaknya ke rumah sakit untuk di visum dan selanjutnya melaporkan pelaku ke Polres Prabumulih untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Korupsi APBD Prabumulih. Kejati Bakal Panggil Puluhan Pejabat Pemkot

PRABUMULIH, PP - Kasus Korupsi Pengelolaan Dana Kas Sekretariat Daerah Kota Prabumulih APBD 2007-2011 terus dikembangkan oleh pihak penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel). Meski dalam kasus ini pihak penyidik telah melakukan penahanan terhadap lima tersangka penyelewengan dana APBD tersebut, namun pihak Kejati masih akan memanggil sejumlah pejabat aktif yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Prabumulih.

Tak tanggung-tanggung puluhan pejabat aktif bakal menjalani pemeriksaan penyidik Kejati Sumsel dalam waktu dekat ini. Menurut penyidik Kejati Sumsel Boby SH yang dikonfirmasi posmetroprabu.com,Jumat (21/08/2015) pemanggilan pejabat tersebut berkaitan dengan kelengkapan berkas kasus yang melibatkan kelima tersangka yang telah ditahan.

"Untuk melengkapi berkas kasus Korupsi APBD Kota Prabumulih 2007-2011 yang merugikan keuangan Negara sebesar Rp 19 Miliar, dalam waktu dekat penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi pejabat aktif di lingkungan Pemerintahan Kota Prabumulih" ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya juga pihaknya telah memeriksa beberapa pejabat aktif dilingkungan Pemerintah Kota Prabumulih dengan status sebagai saksi untuk kelengkapan berkas. Dalam waktu dekat ini lanjut Boby, pihaknya kembali melakukan pemanggilan terhadap beberapa pejabat Pemkot Prabumulih untuk menjalani pemeriksaan bersama dengan ke lima tersangka yang sudah ditahan oleh Kejati, paparnya.

Informasi yang berkembang Pemkot Prabumulih berupaya melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap ke lima tersangka, menurut Boby pihaknya hingga kini belum menerima permohonan sebagaimana yang dimaksud.

Terkait, pemeriksaan terhadap beberapa pejabat dilingkungan Pemkot Prabumulih juga diakui oleh oknum pejabat yang berkaitan erat dengan kasus tersebut. Menurut informasi yang dapat dihimpun posmetroprabu.com, melalui salah seorang pejabat yang meminta namanya untuk tidak disebutkan dalam pemberitaan mengungkapkan bahwa dirinya baru saja diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Sumsel dengan status sebagai saksi kelima tersangka kasus Korupsi Pengelolaan dana Kas Daerah.

"Hanya memenuhi undangan saja. Iya kita jawab sesuai dengan yang kita ketahui. Secara pribadi kita tidak menyalahkan para tersangka sebab yang mereka lakukan menurut saya adalah berdasarkan perintah. Kalaupun salah paling penyalahgunaan wewenang. Bayangkan sistem birokrasi pada tahun tersebut yang bisa dikatakan belum seketat sekarang. Sangat sulit untuk menempatkan pos anggaran. Artinya, beberapa permohonan bantuan dana yang masuk ke sekretariat Daerah menumpuk yang seharusnya pos anggaran Bansos dialihkan ke pos lain karna anggaran di Bansos tidak mencukupi" ujar salah seorang pejabat yang enggan menyebutkan namanya itu.

Letak kesalahannya barangkali hanya sebatas itu. Namun mau bilang apa, semua pekerjaan punya konsekwensi tersendiri yang bisa datang kapan saja bila disalahgunakan, tandasnya.

Sementara itu, warga masyarakat kota Prabumulih melalui akun facebook redaksi posmetro prabu berharap kasus penyimpangan APBD Kota Prabumulih ini dalam penyidikkannya hendaknya dilakukan secara transparan tanpa harus tebang pilih dalam penetapan tersangka. "Harapan kita penyidik tidak tebang pilih dalam penetapan tersangka. Jika mereka korban tentu ada aktor dibaliknya yang perlu diungkap secara tuntas. Semoga dalam pengembangan yang dilakukan oleh penyidik mampu menemukan aktor tersebut" ujar Hasan warga Kota Prabumulih.

Gelapkan Dana Puluhan Juta Direktur PT PAU Dipolisikan

PRABUMULIH, PP - Diduga telah melakukan penggelapan dana puluhan juta rupiah, Direktur PT Prabu Aneka Unggul (PAU) Kota Prabumulih bernama (Smn) Warga Perum Vina Sejahtera Gunung Ibul di Polisikan siang tadi Jumat (21/08/2015). Smn dihadapkan dengan aparat penegak hukum oleh korbannya bernama Muhammad Yunus (43) warga Jln Nusa Kelurahan Gunung Ibul Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Iformasi yang dapat dihimpun, pelaporan bermula saat Korban pernah bekerjasama dengan pelaku pada proyek pekerjaan di PT Pertamina Field Ubeb Limau. Kontrak kerjasama yang dimaksud yakni dengan cara pelaku meminjam perusahaan milik korban untuk memenangkan tender proyek pengadaan tenaga jasa ahli dari PT Pertamina Ubeb Limau pada september 2014 silam. Perjanjian tersebut dibalut dimana keuntungan dibagi setelah proyek sukses dikerjakan.

Nah, ketika proyek sudah selesai dan anggaran seluruh kegiatan telah cair, Korban pun lantas menangih janji yang sebelumnya telah disepakati kedua belah pihak. Kamis kemarin (20/08/2015) sekitar jam 13.00 wib korban menemui pelaku untuk menangih janji tersebut. Sedikit basa basi, pelaku memberikan selembar cek kepada korban untuk di cairkan ke Bank Mandiri.

Namun sayangnya, setelah cek yang didapat dari pelaku ditukarkan, pihak Bank Mandiri di Kompleks Pertamina mengungkapkan jika cek tersebut kosong alias jong. Merasa tertipu, Korban lantas melaporkan pelaku ke Mapolres Prabumulih dengan tuduhan penggelapan. Korban mengaku telah dirugikan sebesar Rp. 88.420.684 dengan bukti pengaduan Polisi Nomor : LPBP/280/VIII/2015/Sumsel/Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP yang di konfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakan, baru saja pihaknya menerima pengaduan tindak pidana penggelapan dari Korban M Yunus warga Jln Nusa Kelurahan Gunung Ibul. Korban lanjutnya, melaporkan (Smn) warga Perumnas Vina Sejahtera Gunung Ibul dengan tuduhan penggelapan.

Dikatakan, saat ini pihaknya sedang mendalami pengaduan tersebut. "Penyidik di Sat reskrim saat ini masih mendalami pengaduan berdasarkan keterangan dan bukti-bukti yang disampaikan pelapor. Jika terbukti, penyidik akan segera melakukan pemanggilan terhadap pelaku untuk di proses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku" pungkasnya.

Dinas Pertanian Prabumulih Incar Dana Rp 32,8 Triliun Milik Kementan

18 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Anggaran pertanian tahun 2015 milik Kementerian Pertanian (Kementan) yang mencapi mencapai Rp 32,8 triliun setidaknya menjadi incaran Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pertanian untuk dapat menetes ke Bumi Seinggok Sepemunyian guna meningkatkan produktifitas hasil pertanian milik masyarakatnya.

Dana tersebut diatas menurut data Kementrian Pertanian RI diperuntukan kepada infrastruktur pertanian seperti jaringan irigasi dan modernisasi alat dan mesin pertanian seluruh Indonesia. 

Menurut Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, Kementan tetap fokus terhadap pengembangan tujuh komoditas strategis yakni padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai ,sapi/kerbau dan tebu. Menurutnya, komoditas tersebut dapat dikembangkan prioritas pada kawasan yang memiliki keunggulan komparatif serta tidak tersebar merata dalam skala kecil.

Lantas apa saja langkah yang sudah dipersiapkan oleh Dinas Pertanian Kota Prabumulih untuk bisa mencairkan sebahagian Dana Pusat tersebut?

Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih Drs Syamsurizal SP MSi yang ditemui Posmetroprabu.com disela-sela peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus di Pendopoan Rumah Dinas Walikota mengungkapkan jika pihaknya jauh sebelumnya telah mengajukan permohonan dana melalui proposal bantuan alat mesin pertanian ke Kementrian Pertanian RI di Jakarta.

“Proposal bantuannya sudah kita ajukan ke pusat, mudah-mudahan dalam waktu dekat bantuan ini bisa terealisasikan. Sehingga masyarakat petani yang membutuhkan peralatan pertanian ini bisa terbantu,” ujarnya.

Dikatakan, pengajuan bantuan alat pertanian tersebut berupa mesin traktor serta peralatan lain yang berhubungan demi peningkatan produktifitas pertanian di Kota Prabumulih.

“Sebelumnya Pemerintah Kota Prabumulih juga sudah mendapatkan bantuan alat-alat pertanian berupa mesin tracktor dan mesin pompa air. Bantuan peralatan pertanian itu sudah kita serahkan kepada kelompok tani. Proposal bantuan yang kita berikan bukanlah berbentuk uang, melainkan bentuk barang sesuai dengan kebutuhan” ungkapnya.

HUT RI Ke 70, Camat Lembak Ajak Warga Pererat Tali Persaudaraan


LEMBAK, PP - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI),yang ke 70, berbagai macam kegiatan perlombaan digelar untuk mengisi hari kemerdekaan tersebut.

Di kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim misalnya. Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Prabumulih ini meski tidak semeriah perayaan tujuh belasan di Kota Besar, namun perayaah HUT RI yang ke 70 tahun di Lembak setidaknya mampu memberikan rasa kepuasan tersendiri bagi warganya.

Pemerintah kecamatan lembak dengan anggaran seadanya menggelar berbagai event kegiatan lomba untuk menghibur warga sekitar. Eent tersebut antara lain perlombaan kejuaraan Volli putra dan putri yang memperebutkan piala bergilir. Lomba memasak, serta lomba gerak jalan yang di ikuti peserta mulai dari tingkat SD,SMP,SMA,dan Instansi. Selain itu, Pihak kecamatan juga menggelar karnaval pembangunan.

Di temui usai melepas kegiatan gerak jalan dan karnaval pada peringatan HUT RI ke 70, Camat Lembak Kabupaten Muara Enim, Elvik Fransiska STP MSi mengungkapkan, Pemerintahan Kecamatan Lembak dalam rangka mengisi kemerdekaan yang di ikuti masyarakat pedesaan, Pelajar dan instansi diharapkan mampu memicu semangat eksistensi warga untuk bekerja lebih baik guna meningkatkan taraf hidup yang layak ditengah masyarakat

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan tali silaturahmi antar sesama mewujudkan pembangunan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat sebagaimana tema HUT RI ke 70 ayo kerja yang harus disukseskan bukan saja oleh pemerintah namun lebih daripada itu semua dilibatkan tanpa terkecuali, tegasnya.

Dikatakan,untuk menghargai para peserta lomba dalam kegiatan mengisi kemerdekaan tersebut, kita juga akan memberikan bagi para juara yang telah berhasil memberikan yang terbaik dalam kegiatan lomba tersebut,Untuk juara Volli Ball putra dan putri juara 1,2,3,dan,4,masing-masing mendapatkan tropi bergilir dan uang pembinaan,yakni juara 1 Rp.1 juta,juara 2 Rp.750 ribu,juara 3 Rp.500 ribu,dan juara 4 Rp.250 ribu,begitupun untuk juara lomba memasak dan lomba gerak jalan dan karnaval ,masing-masing akan mendapatkan hadiah yang akan di serahkan usai upacara kemerdekaan atau pada malam hiburan rakyat,’’pungkas Elvik.

Tampak hadir dalam kegiatan pelepasan peserta karnaval dan gerak jalan tersebut ,Danramil 404-01 Gelumbang Kapten Inf.Agus Sanjaya,Kapolsek Lembak AKP Ikhsan ,anggota DPRD dapil 3 Ali Hanafiah Kades Lembak Muslim,Ka UPTD Lembak ,Ketua TP PKK Lembak Farida Elvik, para unsur instansi,serta unsur lainya

Ini Kata Ridho Yahya Soal Penahanan Kabag Keuangan Cs

PRABUMULIH, PP - Sebelumnya, Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah SH menanggapi penahanan 5 orang tersangka Pejabat aktif dan mantan pejabat Kota Prabumulih oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan Kamis (13/08/2015) lalu, Kini giliran orang nomor satu di Kota Prabumulih itu bersuara tentang penahanan mantan bawahannya itu.

Jika sebelumnya Wawako berencana akan mengajukan penangguhan penahahan terhadap kelima tersangka yakni Kabag Keuangan Pemerintah Kota Prabumulih Ferdiansyah SE, Muslimin staf kantor kecamatan, dan tiga orang mantan Sekda yakni Abdul Latif, Nila Utama dan Ahmad Sobri, maka beda halnya dengan Walikota.

Mantan Wakil Walikota Prabumulih di era H Rachman Djalili ini mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan menunjuk pelaksana tugas (plt) Kepala Bagian (kabag) Keuangan setda Kota Prabumulih. Ini dilakukan agar segala proses kegiatan yang berhubungan dengan kinerja pejabat sebelumnya tidak terganggu.

Terkait dijebloskannya para tersangka ke Penjara, Ridho Yahya berharap agar semua pihak termasuk pegawai dilingkungan Pemerintahan Kota Prabumulih bisa menahan diri untuk tidak mencemooh yang bersangkutan. Sebab menurutnya, cobaan bisa saja menimpa siapa tanpa memandang usia, jabatan, pangkat golongan, profesi dan lain sebagainya.

Tak hanya itu, ayah tiga anak ini juga mengingatkan seluruh pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Prabumulih untuk senantiasa waspadajangan sampai terjebak dalam persoalan hukum.

"Mudah mudahan yang saat ini sedang mendapat cobaan diberikan kesabaran. Kita doa agar hal seperti itu tidak terjadi pada kita semua," terangnya.

Lebih lanjut, tokoh yang juga Ketua DPD Partai Golkar Prabumulih ini mengungkapkan untuk mengantisipasi hal yang sama terjadi dikemudian hari, saat ini pemerintahan dibawah pimpinannya telah menerapkan sistem bank untuk menertibkan pengelolaan dan laporan penggunaan anggaran.

"kita terus berupaya untuk melakukan perbaikkan baik pengelolaan anggaran maupun laporan penggunaan anggaran. Jadi seperti bank, pagi digunakan sore sudah harus dipertanggung jawabkan," tandasnya.

Lagi, Oknum PNS Prabumulih Dibekuk Bawa Shabu

PRABUMULIH, PP - Setelah Sebelumnya, Sekretaris Camat (Sekcam) Kantor Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Andi Rozali, kini oknum PNS yang bertugas di salah satu sekolah Negeri Kota Prabumulih terpaksa harus berurusan dengan aparat keamanan dari satuan Narkoba Polres Prabumulih.

Bukannya ikut upacara memperingati Kemerdekaan RI, DA (34) malah berencanan berpesta Shabu di hari kemerdekaan 17 Agustus 2015.  Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang diterima oleh petugas.

DA yang tinggal di sekitar SDN 31, Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan ini diketahui baru saja melakukan transaksi Narkoba. Petugas lantas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku Senin (17/08/2015).

DA lantas digelandang ke Mapolres Prabumulih untuk pemeriksaan lanjutan. Di Mapolres, DA kepada petugas menuturkan bahwa barang haram tersebut didapatkan dari Taufik Hidayat. Menurut DA karirnya sebagai PNS diawali dari Penjaga Sekolah. "“Aku jadi penjago sekolah sudah sekitar 10 tahun, dan sekarang sudah PNS. Kalu sabu ini aku beli dengan Taufik” terangnya.

Nama Taufik pun lantas menjadi catatan bagi Kepolisian dan langsung membawa DA guna melakukan pencarian terhadap sosok dan ciri-ciri yang disebutkannya. Alhasil, informasi yang diterima berbuah manis, Taufik Hidayat (35) yang dimaksud berhasil dibekuk. Warga Alai Batu, Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat diamankan berikut barang bukti berupa 1 paket sabu sekitar pukul 16.30 WIB di belakang SDN 3 Prabumulih jalan Jendral Sudirman Dusun Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat.

Dihadapan petugas, Taufik mengaku bahwa barang haram tersebut merupakan sisa barang dari seorang bandar di Prabumulih sebanyak setengah kantong sabu atau senilai Rp6 juta. “Barang itu siso beli setengah kantong beberapo hari lalu pak dari bandar,” cetusnya.

Kapolres Prabumulih AKBP Arief Adiharsa Sik MTCP yang dikonfirmasi posmetroprabu.com melalui Wakapolres Kompol FX Irwan Arianto Sik MH didampingi Kasat Narkoba, AKP Desli Darsyah SE Msi membenarkan penangkapan tersebut.

Kasat Narkoba mengatakan bahwa pelaku merupakan oknum PNS yang diduga sebagai pemakai shabu yang didapatkan atau dibeli dari pelaku Taufik Hidayat.

“Iya benar barusan tadi siang petugas kita dilapangan berhasil menangkap oknum PNS terlibat Narkoba. Selain itu, petugas juga berhasil menggelandang satu tersangka pengedar shabu bernama Taufik Hidayat (34) Warga Alai Batu, Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat.

Kedua pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan untuk kemudian dilakukan pengembangan untuk mengungkap bandar besar yang sebelumnya disebutkan oleh salah seorang pelaku, tegas Desli seraya mengatakan pelaku dapat dijerat dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, dengan Pasal 114 ayat 1 Junto Pasal 112 Ayat 1 tentang narkotika.

Pemkot Prabumulih Ajukan Penangguhan Penahanan Kabag Keuangan Cs

14 Agt 2015

PRABUMULIH, PP - Terkait kasus hukum yang menjerat Kabag Keuangan Pemkot Prabumulih Ferdiansyah CS dugaan kasus korupsi APBD 2007-2011, Pemerintah Kota Prabumulih dalam waktu dekat ini akan berupaya melayangkan surat permohonan penangguhan penahanan  kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel).

Saat ini, Tersangka kasus korupsi pengelolaan dana Kas Daerah Sekretariat Kota Prabumulih atas nama Kabag Keuangan Pemerintah Kota Prabumulih Ferdiansyah SE, Muslimin staf kantor kecamatan, dan tiga orang mantan Sekda yakni Abdul Latif, Nila Utama dan Ahmad Sobri telah ditahan di Rutan Tindak Pidana Korupsi Pakjo Palembang.\

Permohonan penangguhan penahanan itu disampaikan oleh Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH seusai mengahdiri Rapat Paripurna Pembacaan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka Memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 di Gedung DPRD Kota Prabumulih siang tadi Jumat (14/08/2015).

Disinggung alasan Pemerintah mengajukan penangguhan penahanan, Mantan Ketua DPRD Kota Prabumulih itu mengungkapkan bahwa beberapa diantara Tersangka masih tercatat sebagai pegawai aktif. Diusulkan permohonan penangguhan penahanan agar bisa kembali melaksanakan pekerjaannya sebagai pejabat di pemerintahan Kota Prabumulih, ujarnya.

"Kami akan besuk dulu kelimanya. Melalui bagian hukum, kami akan berusaha melakukan penangguhan penahanan," ujar Fikri saat dibincangi usai menghadiri acara rapat paripurna.

Dikatakan, permintaan penangguhan penahanan tersebut tidak hanya dilakukan terhadap dua pejabat aktif saja, tetapi juga ketiga mantan pejabat yang ikut ditahan. "Ketiganya sudah banyak berjasa terhadap pembangunan kota Prabumulih," pungkasnya.

TSK Pembunuh Sopir Travel di Prabumulih Tewas Ditembak Petugas

PRABUMULIH, PP - Satu lagi pelaku perampokan dan pembunuhan Sopir Travel yang mayatnya dibuang di sungai Jalan Nigata Lingkar Barat, Sabtu (11/07/2015) silam, berhasil dilumpuhkan hingga tewas lantaran mencoba melukai petugas Kepolisian.

Pelaku berjumlah dua orang atas nama Basroni bin Sawi alias Abas (43), warga Desa Banton Kecamatan Suku Medang 3 Kabupaten OKU Timur serta Suari bin Kagit (44), warga Desa Takana Kecamatan Muara Dua Kabupaten OKU Selatan.

Keduanya berhasil diringkus setelah Polisi berpura-pura sebagai sopir travel di Baturaja. Pengintaian pelaku pembunuhan seorang sopir travel bernama Amron (49) warga Jalan Mitra IV Blok H 10 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang ini cukup memakan waktu yang panjang.

Penangkapan sendiri pun berlangsung menegangkan dimana Polisi yang berpura-pura menjadi Sopir Travel jurusan Baturaja - Palembang nyaris menjadi Korban. Para Pelaku ternyata mengincar Sopir Travel yang baru untuk dijadikan target perampokan.

Modusnya sendiri masih sama. Dimana pelaku berpura-pura sebagai penumpang dan menghubungi agen travel untuk menjemputnya disuatu tempat. Kebenaran pihak agen travel langsung menyambungkan telepon kepada petugas yang menyamar sebagai Sopir Travel dan menjemput si pelaku ke alamat yang dipesankan.

Benar saja, saat petugas yang menyamar sebagai sopir travel, nyaris menjadi korban keganasan komplotan perampokan sadis tersebut. Beruntung petugas lain yang mengikuti travel tersebut langsung sigap. Satu pelaku bernama Basroni bin Sawi alias Abas (43), warga Desa Banton Kecamatan Suku Medang 3 Kabupaten OKU Timur berhasil dilumpuhkan di perkebunan karet warga yang berada di Kecamatan Beringin Kabupaten Muara Enim.

Abbas akhirnya tewas diterjang tiga peluru yang bersarang di punggungnya lantaran mencoba melukai petugas yang menyamar jadi sopir Travel. Pelaku Abbas diringkus Kamis malam (13/08/2015) sekitar pukul 23.00 WIB.

Sementara satu pelaku lainnya bernama Suari bin Kagit (44), warga Desa Takana Kecamatan Muara Dua Kabupaten OKU Selatan juga terpaksa dilumpuhkan oleh petugas dengan timah panas. Pria yang memiliki penyakit cacat sejak lahir ini (Kakinya kecil sebelah) ini juga tergolong nekat terhadap korbannya.

Cacat pada kakinya justru dimanfaatkan sebagai modus untuk melakukan kejahatan. Suari termasuk salah satu otak dari pelaku perampokan. Ia memanfaatkan cacat tubuhnya agar para sopir tidak menaruh curiga terhadapnya sebagai perampok. Menurut pengakuannya, Ia sendiri adalah pelaku yang menghujamkan pisau ke tubuh korban Amron yakni sopir travel yang mayatnya ditemukan membusuk di kawasan Patih Galung Kota Prabumulih Juli 2015 silam.

Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIK MTCP melalui Wakapolres, Kompol FX Irwan Arianto SIk MH mengatakan, penangkapan kedua pelaku merupakan buah dari penyelidikan yang cukup panjang yang memakan waktu hampir 30 hari. Selama proses tersebut, tim buser melakukan penyamaran sebagai sopir travel.

"Petugas Polres Prabumulih dari Satuan Reskrim terpaksa harus melakukan penyamaran sebagai sopir travel untuk bisa mengungkap dan melakukan penangkapan para pelaku. Hingga tanggal 10 Agustus, kami berhasil memacing keluar tersangka yang ingin menyater mobil dari Baturaja menuju Palembang," ujarnya.

Setelah berhasil mengidentifikasi pelaku, petugas kemudian menggrebek kedua pelaku saat melakukan perjalanan dari Baturaja. "Kami langsung melakukan penangkapan. Saat itu pelaku Abbas berhasil lolos. Namun satu pelaku bernama Suari berhasil kami lumpuhkan dan ditangkap" ujarnya.

Tiga hari kemudian, petugas berhasil mendapatkan informasi bahwa pelaku Abbas berada di desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Muara Enim. Berhasil menemukan keberadaan pelaku, Petugas lantas melakukan pengejaran. Pelaku Abbas ditemukan sedang berada di kebun karet.

"Sewaktu melakukan penangkapan petugas kami mendapat perlawanan. Pelaku juga menembaki petugas dengan senjata api rakitan yang dipegangnya. Terpaksa, petugas kami mengambil tindakan tegas dan melakukan tembakan ke arah tersangka. Berhasil dilumpuhkan, Pelaku Abbas pun dilarikan ke RSUD Prabumulih. Sempat mendapatkan perawatan intensif oleh pihak Rumah Sakit sebelum akhirnya tewas" tegas Irwan.

Terhadap pelaku lainnya menurut Mantan Kasat Narkoba Polresta Palembang ini, saat ini pihaknya masih memburu pelaku lain berinisial D yang terlibat dalam kejadian perampokan dan pembunuhan atas korban Amron berikut Mobil Innova juga masih kami kejar keberadaannya, paparnya.

Sementara barang bukti yang berhasil disita dari kedua pelaku adalah 2 buah Hp yang diduga satu diantaran adalah milik korban Amron, satu buah sajam jenis pisau, tape serta jok mobil Kijang Innova yang dicuri keduanya. Dua unit mobil masing-masing merk Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia tanpa plat nomor yang diduga merupakan hasil kejahatan pelaku. Satu pucuk senjata api rakitan jenis pistol, dua butir amunisi kaliber 5,56 mm yang dipegang pelaku Abbas dan dua butir selongsong peluru.

Atas perbuatannya pelaku diancam pasal berlapis. Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan disertai perampokan, Pasal 338 KUHP jo Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. "Ancaman hukumannya seumur hidup," tandasnya.
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung