News Update :

Mobil Dinas DPRD Prabumulih Baru Lagi, Mobil Dinas Yang Lama Kemana?

24 Okt 2014


PRABUMULIH, PP - Pemerintah Kota Prabumulih tampaknya kembali menganggarkan pengadaan Mobil Dinas untuk anggota DPRD Kota Prabumulih Periode 2014-2019. Hal ini dibuktikan dengan adanya empat unit Mobil berpelat putih (Tanda Nomor Kenderaan Baru-red) jenis Daihatsu Terios berbaris rapi dihalaman parkir belakang Gedung DPRD Kota Prabumulih.

Informasi yang diterima posmetroprabu.com dari dinas pendapatan, pengelolaan keungan dan aset Daerah (DPPKAD) Kota Prabumulih menyebutkan bahwa benar adanya Pemerintah Kota kembali menganggarkan pengadaan Mobil Dinas DPRD Kota Prabumulih periode 2014-2019.

Kepala Dinas DPPKAD Kota Prabumulih Drs, Ujang Sukarman yang dikonfirmasi melalui Kabag Keuangan DPPKAD Bhustomi SE mengatakan bahwa saat ini baru pengadaan 4 unit Mobil saja yang dianggarkan. Sementara proses pengadaan lanjutnya menggunakan system penunjukan langsung (PL) melalui lembaga kebijakan barang pemerintah (LKBP).

"Pengadaan empat unit Mobil Dinas DPRD periode 2014-2019 dilakukan dengan cara PL melalui LKBP. Karna pada perinsipnya penunjukan langsung diperbolehkan. Selain itu harga mobil per unitnya juga tidak mencapai Rp.400 juta dan hanya berkisar Rp.181 jutaan saja. Kecuali harga per unitnya mencapai Rp.400 jutaan baru dilelang" ujarnya.

Dikatakan, Mobil Dinas lama anggota DPRD Prabumulih saat ini telah ditarik seluruhnya dan dikumpulkan di halaman kantor Walikota samping Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kota Prabumulih. Soal jumlah pengadaan Mobil Baru yang hanya empat unit saja, Bhustomi mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah ada penambahan lagi atau tidak karna yang mengetahui hal tersebut adalah kepala Bagian Umum (Kabag Umum) sekretariat DPRD Kota Prabumulih.

Dengan adanya sejumlah Mobil Dinas Baru milik Anggota DPRD kota Prabumulih, Lantas diperuntukkan kemana Mobil Dinas yang lama?

Kabag Umum sekretariat DPRD Kota Prabumulih belum dapat memberikan tanggapan. Saat ditemui di Kantornya yang bersangktan tidak berada ditempat. Hingga berita ini diturunkan meski sudah dicoba dikonfirmasi melalui pesan singkat SMS juga belum mendapatkan tanggapan. (pp/lex/nal/01)

Kadis PU Prabumulih : November Status Jalan Sudirman Resmi Milik Pemkot


PRABUMULIH, PP - Desakan sejumlah warga Kota Prabumulih agar proses tukar guling Jalan Sudirman dengan Jalan Lingkar segera dipercepat mendapat respon dan tanggapan serius dari Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pekerjaan Umum.

Ditemui di Kantornya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Prabumulih Ir.Ardi Supratman MM mengaku jika realisasi permohonan tukar guling Jalan Sudirman ke Jalan Lingkar sedikit mengalami keterlambatan. Jika sebelumnya dijanjikan oktober 2014 Jalan Sudirman resmi dikelola oleh Pemerintah Kota sedikit mengalami keterlambatan.

Hal ini lanjut Kiay (sapaan akrab Ardi Supratman-red) pengajuan permohonan tukar guling aset ke kementrian Republik Indonesia sangat banyak. Pintu masuk berkas pengajuan alih status aset atau tukar guling aset daerah dibuka hanya lima tahun sekali. Sementara berkas permohonan tukar guling bukan hanya di Kota Prabumulih saja. Bahkan seluruh Kota di Indonesia rata-rata memiliki permohonan yang sama, ungkapnya.

Untuk itu kata Mantan Kepala Bappeda Kota Prabumulih ini, realisasi status Jalan sudirman menjadi aset pemerintah Kota kemungkinan baru bisa terwujud pada bulan November 2014. Soal kelengkapan berkas lanjutnya, sudah tidak ada masalah. Kini Pemko hanya menunggu informasi resminya dari pusat. Sebab hasil tindaklanjut serta hasil rapat antara Pemerintah Kota yang diwakili oleh Dinas PU bersama kementrian beberapa waktu lalu tinggal hanya menunggu SK nya saja, paparnya.

Pengajuan permohonan tukarguling aset oleh beberapa Kota dan Kabupaten di seluruh Indonesia setelah diverifikasi dan dinilai layak nantinya akan di SK kan oleh kementrian secara bersamaan. Artinya, Pengajuan permohonan tukar guling aset daerah dibuat satu surat keputusan saja karna bentuk permohonan yang diajukan juga sama. Insya Allah November 2014 ini Jalan Sudirman resmi milik Pemko Prabumulih, tandasnya. (pp/01)

Neman Macet, Masyarakat Desak Tukar Guling Jalan Sudirman Dipercepat

PRABUMULIH, PP - Fenomena kemacetan ditengah kota oleh tumpukan kenderaan angkutan tambang batubara yang kerap menghantui warga Prabumulih khsusnya pengguna jalan membuat sejumlah warga mendesak agar tukar guling Jalan Sudirman ke Jalan Lingkar segera dipercepat. Setidaknya hal itu mampu mengurai kemacetan di Jalan Protokol dan keindahan kota juga dapat terlihat terlebih Proyek Pelebaran Jalan Sudirman kini pengerjaannya sudah hampir rampung.

Jika rencana tukar guling jalan Sudirman dengan Jalan Lingkar tidak dipercepat, ditakutkan usia bangunan pelebaran jalan Sudirman yang sudah berjalan saat ini tidak akan bertahan lama. Pasalnya, bangunan yang sudah selesai dikerjakan sebahagian itu, kini dimanfaatkan oleh truk angkutan batubara sebagai lahan parkir.

"Kita berharap Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas terkait segera menindaklanjuti proses tukar guling jalan sudirman dengan jalan lingkar yang sempat diwacanakan jauh hari sebelumnya. Jangan sampai masyarakat Prabumulih beropini pembangunan pelebaran Jalan Sudirman dilakukan untuk kebutuhan angkutan Batubara" ujar Mulwadai Aktivis LSM Kota Prabumulih saat dibincangi Posmetro Prabu siang tadi Jumat (24/10/2014).

Pantauan posmetroprabu.com dilapangan, kawasan jalan sudirman khusunya di wilayah Meter dekat tugu airmancur, puluhan kenderaan angkutan Batubara tampak diusir paksa oleh petugas TNI dari satuan Yon Zipur. Pengusiran dilakukan karna Truk Batubara memanfaatkan bangunan pelebaran jalan sebagai lahan parkir. Menurut salah seorang petugas, Pengusiran dilakukan mengingat bangunan tersebut belum sepenuhnya kuat karna baru saja di cor. Selain itu lanjutnya, Bangunan pelebaran jalan dibuat bukan untuk lahan parkir batubara sehingga pihaknya melakukan pengusiran.

Pemkot dan PNPM Berkomitment Berantas Kemiskinan di Prabumulih


PANGKUL, PP - Melalui kegiatan lokakarya pihak Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan Prabumulih ingin menyamakan persepsi untuk mengatasi sekaligus mengentaskan kemiskinan melalui program-program yang telah dijalankan selama ini.

"Kalau sudah sama persepsinya, maka akan lebih memudahkan ke depannya untuk penanggulangan kemiskinan di kota ini," ujar Kordinator PNPM Mandiri Perkotaan Prabumulih, M Hatta melalui Asistennya, Adi Saputra kepada portal ini kemarin (23/10) usai kegiatan tersebut yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Pemerintah kota (Pemkot) kemarin (23/10).

Sekretaris Daerah (Sekda), Drs H Djoharuddin Aini MM yang mewakili Wali kota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menjelaskan, kalau masalah kemiskinan bukan hanya sekedar masalah ekonomi semata. Namun, lebih bersifat dimensional mulai dari lunturnya nilai luhur dari internal dan juga ekternal masyarakat.

"Seperti ekonomi, poilitik dan sosial yang dapat berdampak pada kesejahteraan, dan juga berdampak pada terbatasnya sumber daya yang merupakan kunci hidup secara layak," terangnya.

Dia menuturkan, akibatnya masyarakat terpaksa hidup dibawah standar yang layak, mengurangi aspek sosial, dan tidak dimiliki aset fisik sebagai kebutuhan hidup. Rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang cukup, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup serta mereka tidak memiliki benda-benda fisik juga menjadi permasalahan kemiskinan yang menghancurkan kualitas manusia.

Sambungnya, untuk mengatasi hal itu pihaknya telah bekerja dengan pihak swasta berupaya memberikan bantuan eksternal, dan menumbuhkan kesadaran pada warga miskin. Untuk menumbuhkan kesadaran dan motivasi dalam memperbaiki kesejahteraan.

"Pemkot sangat konsen dan berkomitmen dalam penanggulangan kemiskinam. Selain melalui PNPM, kita juga berinovasi untuk menanggulangi masalah kemiskinan tersebut. Melalui berbagai program yang ada, seperti Baznas berupa beda rumah, bantuan permodalan dan lain-lain," jelasnya.

Lalu, Salah Seorang Nara Sumber Provinsi, Andarto menjelaskan, kalau arah PNPM pada tahun mendatang. Permasalahan kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur permukiman memerlukan perhatian secara komprehensif dengan target pengurangan kemiskinan hingga 8 persen.

"Untuk mewujudkan targetan pembangunan tersebut, perlu adanya kerja sama dari Pemerintah dan swasta melalui dana CSR dan lainnya agar masyarakat sama-sama dapat menikmati hidup layak," katanya.

Dijanjikan 2014 Terwujud, Jembatan Payuputat Disinyalir Hanya Angin Surga Belaka

21 Okt 2014


PAYUPUTAT, PP - Masih jelas di ingatan saat Penjabat Bupati Pali Ir, H Heri Amalindo sekitar Februari 2014 lalu mengungkapkan bahwa untuk memudahkan warganya menempuh Daerah lain seperti Kota Prabumulih serta guna meningkatkan perekonomian warganya, dalam waktu dekat yakni pada APBD 2014 Kabupaten Pali akan dianggarkan dana Pembangunan Jembatan Payuputat.

Hal ini dijanjikannya saat bertatap muka dengan warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi beberapa bulan February lalu. 

"Tahun anggaran 2014 ini, jembatan itu akan segera dibangun,” tegas mantan kepala dinas PU Bina Marga Sumsel itu meyakinkan warganya.

Dikatakan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Pali dan Kota Prabumulih itu menggunakan APBD Propinsi Sumatera Selatan. Dengan adanya jembatan ini lanjutnya, akan memudahkan warga yang akan berurusan atau berbelanja kebutuhan pokok ke Prabumulih.

Namun sayang, menjelang akhir Tahun 2014, Proyek yang dijanjikan belum terlihat ada tanda-tanda akan segera dimulai. Hingga kini warga Pali masih berjibaku dengan segudang tantangan menyeberangi sungai menggunakan perahu saat ingin bepergian keluar Daerah. 

Belum lama ini Heri Amalindo juga menebar Angin Surga dengan mengatakan bahwa Jembatan Penghubung Pali - Prabumulih di Payuputat akan segera terwujud. Dimana lanjutnya proyek pembangunan jembatan sudah ditenderkan. 

Heri Amalindo yang dikonfirmasi saat menghadiri Lomba Perahu Bidar dalam rangka HUT ke-13 Kota Prabumulih mengungkapkan bahwa Pemerintah yang dipimpinnya tengah fokus dengan upaya pembangunan Jembatan Payuputat. Saat ini lanjutnya sembari memberi kabar gembira pada segenap rakyat PALI, bahwasanya untuk pembangunan jembatan tersebut (Payuputat,red) sedang ditenderkan. 

Entah benar atau tidak yang pasti sangat sulit dipercaya dimana Proyek pembangunan Jembatan yang memnggunakan dana tidak sedikit ditenderkan diakhir Tahun Anggaran. (pp/01)

Retribusi Illegal Dishub Prabumulih Disinyalir Mencapai Rp 4 Juta Per Hari

PRABUMULIH, PP - Ternyata, tidak hanya preman saja yang merebut kawasan "Basah" duit arang atau tambang batubara melalui angkutannya yang melintas di jalan umum khususnya di Kota Prabumulih. Pihak Pemerintah Kota melalui Dinas Perhubungan dibawah Pimpinan Ridho Yahya ini juga ternyata tidak jauh beda dengan beberapa rombongan pemalak di sepanjang jalan.

Bedanya hanya terletak di seragamnya saja dan memiliki lambang resmi milik Pemerintah. Soal kawasan, antara preman dan Oknum Dishub tampak saling berbagi. Dimana dua titik (tugu nanas dan airmancur-red) disepanjang jalan Prabumulih dikuasai oleh oknum Dishub sementara titik lainnya menjadi bagian preman.

Berdasarkan informasi yang diperoleh posmetroprabu.com selain jatah untuk preman di beberapa titik, Jatah untuk oknum berseragam Dinas Perhubungan Kota Prabumulih sedikit agak berbeda. Dimana jatah preman jalanan per satu truk hanya diberi seribu rupaiah sementara untuk Preman berseragam Dishub ini dibandrol dengan harga Rp. 5000 per angkutan atau tiap satu truk sekali lewat. Jika dikali 2 titik, maka sang sopir batubara harus merogoh koceknya lebih dalam dan jika ditotal mencapai Rp 10 ribu sekali lewat.

Sopir batubara itu juga menjelaskan bahwa setiap oknum Dishub yang melakukan pungutan mengungkapkan bahwa retribusi yang dipungut dari Sopir Batubara adalah biaya retribusi jalan sesuai dengan peraturan. Dari total jumlah keseluruhan truk Angkutan Batubara, diperkirakan setiap harinya sebanyak 900 hingga 1000 unit truk batubara melintas dari Kota Prabumulih. Jika dikalkulasikan, retribusi Illegal ini mencapai kurang lebih Rp.4 Juta per harinya.

Nah.. yang jadi pertanyaan adalah, kemana uang sebanyak itu dimasukkan? 

Hasil penelusuran posmetroprabu.com terkait pungli yang membuat citra Kota Prabumulih ini cacat dimata masyarakat nasional maupun lokal ternyata sangat ironis. Dimana sejumlah narasumber yang ditemui mengungkapkan bahwa pungutan atau yang katanya uang retribusi jalan yang dipungut oleh oknum Dishub Kota Prabumulih itu tidak masuk ke Kas Daerah. Nah terus uangnya kemana..??

Kepala dinas pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah (DPPKAD) Kota Prabumulih melalui Kabid Keuangan DPPKAD Kota Prabumulih Bhustomi ketika ditemui diruang kerjanya menanggapi pungutan retribusi yang dilakoni Dishub Kota Prabumulih disetor kemana mengungkapkan bahwa jenis-jenis retribusi yang dia ketahui pada Dinas Perhubungan itu adalah retribusi Parkir, Retribusi Lewat Terminal dan Uji Kelayakan KIR saja.

Namun demikian lanjutnya, agar tidak salah menjawab, Bhustomi menyarankan untuk mengkonfirmasi ulang kepada Dinas Bersangkutan sebab pendapatan yang diterima oleh DPPKAD Kota Prabumulih dari Dishub tidak disebutkan darimana saja sumbernya. Artinya PAD dari Dinas Perhubungan yang diterima oleh DPPKAD bentuknya secara Global tanpa disertai Sumber.

“Untuk urusan ini saya tidak bisa menjawab nanti takut salah. Saya tidak tahu secara detail macam-macam dana retribusi dari Dishubkominfo, karena yang masuk kekami hanya keterangan secara global saja. Biar tidak salah pengertian, Silahkan tanya saja langsung ke bendahara penerimaan Dishubkominfo,” ungkapnya.(pp/lex/ar/nal)

Video Mesum Diduga Oknum Pegawai Kantor Pos Rambang Dangku Beredar di Masyarakat

PRABUMULIH, PP - Video mesum berukuran 5,30 MB yang diduga diperankan oleh oknum pegawai Kantor Pos Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim kini beredar ditengah masyarakat. Aksi tidak terpuji itu diduga dilakukan didalam kantor oleh sesama oknum pegawai kantor pos. 

Entah siapa orang pertama yang menyebar video berdurasi 5 menit itu yang hingga kini sudah tersebar dari Handphone ke Handphone. Namun berdasarkan situasi dalam video, pengambilan gambar dilakukan dari celah plapon gedung. Terlihat beberapa kali, video amatiran itu tampak gelap dan hilang lantaran ingin menyesuakan posisi dan objek gambar.

Dari suara yang terdengar dalam video, aksi mesum itu diduga dilakukan saat jam kerja. Terlihat dalam gambar si perempuan juga agak ragu melakukan hubungan badan karena situasi dan kondisi yang kurang aman. Tampak si wanita tersebut mencoba memastikan suasana dan tampak ragu dan sesekali melakukan penolakan dalam adegan yang direkam oleh seseorang dari atas plapon itu.

Belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian setempat soal kebenaran pelaku dalam video tersebut. Kapolsek Rambang dangku belum bisa memberikan keterangan karna saat dihubungi terdengar nada tidak aktif. Namun demikian dari bisik-bisik warga, video mesum yang dilakukan dua insan berlainan jenis itu diduga diperankan oleh oknum pegawai Kantor Pos Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim.

Warga juga berharap, jika benar kedua insan tersebut adalah Pegawai Kantor Pos maka diminta kepada Kepala Kantornya untuk memberikan tindakan tegas karena telah memanfaatkan fasilitas yang dibiayai oleh negara untuk melakukan aksi mesum. (pp/01)

Sakitnya Tuh Disini Ala Vicky Shu Hipnotis Warga Prabumulih


LINGKAR, PP - Panggung hiburan rakyat yang digelar di Terminal Jalan Lingkar Kelurahan Sukaraja Kota Prabumulih dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 13 Kota Prabumulih benar-benar semarak dan meriah oleh kehadiran Artis Cantik Ibu Kota Vicky Shu sore tadi Selasa (21/10/2014).

Tak kurang dari enam ribu warga yang datang dari berbagai penjuru Kota tampak berdesak-desakan dan sangat antusias mengikuti acara hiburan meski sempat diguyur hujan. Warga Prabumulih yang haus akan hiburan ini tampak terhipnotis dengan penampilan Artis seksi Vicky Shu terlebih saat membawakan lagu yang sedang hits saat ini yakni "Sakitnya Tuh di Sini".

Selain lagu tersebut diatas, Vicky juga membawakan lagu single terbarunya yakni Pokoke Joget dan Mari Bercinta. Selain berjoget para penonton juga sempat dibuat berjingkrak dengan tembang lawas Tua-Tua Keladi. Tak cukup sampai disitu, Vicky yang mengenakan kostum layaknya suster seksi itu juga turun menyapa dan menyalami penonton.


Sebagai penyanyi wanita solo, gadis yang lahir di Cilacap, 25 tahun lalu lebih seperti disebut sporty. Itu karena Vicky Shu selalu tampil energik. Dengan mengusung musik pop universal dan selalu menampilkan koreografi dalam penampilannya, masyarakat kota Prabumulih jelas sangat terhibur. (pp/01)

Adi Susanto Harapkan Grass Track Mampu Angkat Nama Prabumulih

19 Okt 2014


LINGKAR, PP - Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM secara resmi membuka turnamen Grasstrack dan Motocross Open 2014 Piala Walikota Prabumulih pagi tadi Minggu (19/10/2014) di Sirkuit Talang Jimar Jalan Lingkar Kelurahan Sukaraja Kota Prabumulih. Didampingi sejumlah unsur Muspida Kota Prabumulih, Walikota juga didaulat untuk menjajal Sirkuit Talang Jimar setara Sirkuit Tingkat Nasional itu.

Walikota Ridho Yahya, Anggota DPRD Prabumulih Adi Susanto, Kapolres Prabumulih AKBP Denny Yono Putro SIK, Sekda Kota Prabumulih Drs. H. Djoharuddin Aini, MM dan sejumlah Pejabat Vertikal Lainnya serta pejabat BUMN juga didaulat menjajal Sirkuit baru Kota Nanas Itu. Bak Pembalap Profesional, Walikota dan Rombongan lengkap dengan peralatan balap melakukan balapan dengan tema kejuaraan motocross class Eksekutif. 

Meski hanya beberapa putaran saja, Peristiwa yang tidak biasa itu cukup menghibur ribuan penonton yang menyaksikan acara pembukaan. Dalam balapan itu, Adi Susanto yang cukup pawai menunggangi motor jenis trail miliknya itu finish di urutan pertama meninggalkan jauh rombongan lainnya di belakang.

Kepada Posmetro Prabu, Adi Susanto berharap kegiatan Grass track di Sirkuit Talang Jimar ini kiranya mampu mengangkat nama Kota Prabumulih ke tingkat Nasional melalui olahraga otomotif khususnya motocross dan grasstrack. 

Selain itu, Politisi Partai PKB ini juga berharap keberadaan sirkuit Talang Jimar itu dapat menumbuhkan semangat para pehobi olahraga otomotif di Kota Prabumulih khususnya untuk terus meingkatkan kemampuan sehingga bisa melahirkan pembalap-pembalap handal yang kelak mengharumkan nama Prabumulih, ujarnya. (pp/01)

Turis Lokal dan Mancanegara Hadiri Prabumulih Development Carnival

PRABUMULIH, PP - Selain Puluhan ribu warga Kota Prabumulih yang tumpah ruah ke Jalan untuk menyaksikan pawai karnaval pembangunan perayaan HUT Kota Prabumulih ke 13, ternyata juga disaksikan oleh turis Lokal dan manca negara. Belasan turis dari luar daerah Kota Prabumulih seperti surabaya, Jakarta, Jambi, Bengku dan Medan ternyata hadir untuk menyaksikan pagelaran akbar pawai karnaval pembangunan Kota Prabumulih. 

Kedatangan mereka ada yang sekedar lewat dan ada yang khusus untuk mengintip dan ada pula yang sengaja datang untuk mengisi liburan. Seperti Irfan (41) warga Surabaya mengaku sengaja datang ke Kota Prabumulih untuk menyaksikan Pameran Pembangunan Kota Prabumulih. Dikatakan, ia hadir bersama keluarga untuk mengintip potensi apa saja yang dipamerkan dan melihat situasi kota Prabumulih secara langsung.

"Ia kita sengaja datang ke Prabumulih untuk menyaksikan Pawai Karnaval Pembangunan dengan keluarga karna kebetulan ada agenda kerja di Palembang. Informasinya kita tau dari media online yang menyebutkan bahwa ada ivent besar merayakan HUT Kota Prabumulih ke 13. Bayangan kita pasti mirip dengan Jember Fashion Karnaval, makanya kita upayakan datang kesini" ujarnya.

Disinggung soal tanggapannya tentang pelaksanaan Pawai Karnaval, Irfan didampingi Istrinya mengatakan bahwa pelaksanaanya cukup bagus. Kedatangannya sendiri ke Prabumulih juga untuk melihat potensi apa saja yang dipamerkan di HUT Kota Prabumulih sehingga dirinya bisa melihat peluang usaha apa saja yang layak dikembangkan di Kota Prabumulih melalui Karnaval tersebut.

Selain Irfan, ada juga Hendrik Simatupang. Pengusaha asal Medan Sumatera Utara ini hadir di Prabumulih juga sama halnya dengan Irfan. Pria berkacamata itu mengaku telah banyak mengetahui perkembangan dan kemajuan Kota Prabumulih dari Media dan lantas ingin menyaksikannya secara langsung melalui Pawai Karnaval dan Pameran Pembangunan yang masih berlangsung.

Soal potensi yang di intai atau diminati Pria ini ketika diwawancarai posmetroprabu mengatakan bahwa dirinya lebih dominan ingin membuka usaha jasa dibidang transportasi dan pertanian. 

"Awalnya transportasi, tapi setelah melihat potensi lain saya lebih cenderung ke pertanian. Transportasinya ternyata sudah banyak. Artinya banyak pilihannya tetapi pelayanan, keamanan dan kenyamanan  kan belum tentu sama. Dari bisik-bisik dengan warga sini, katanya Pertanian jenis padi justru prospek kedepannya lebih bagus. Hanya saja jenis Investasi ini perlu dukungan penuh dari pemerintah dimana sarana dan prasarana penunjang seperti irigasi adalah hal yang wajib yang perlu disediakan" ujarnya seraya menambahkan dalam waktu dekat ini akan datang kembali ke Prabumulih.

Selain Turis lokal, Turis mancanegara juga ternyata hadir dalam pagelaran Karnaval Pembangunan Kota Prabumulih. Turis asal Ingris yang membawa keluarganya itu langsung bersalaman dengan Walikota Prabumulih. Pria yang membawa istri dan satu orang anaknya itu tampak antusias mengabadikan sejumlah moment dari iring-iringan pawai. (pp/01)


Sepanjang 2014 KPPT Prabumulih Telah Keluarkan 2191 Perizinan


PRABUMULIH, PP - Realisasi perizinan usaha jasa pada Kantor Pelayan Perizinan Terpadu (KPPT) Kota Prabumulih terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hingga Oktober 2014 ini saja, jumlah perizianan yang telah dikeluarkan mencapai 2191 perizinan. 

Jumlah tersebut sudah termasuk izin usaha jasa menengah keatas seperti, izin usaha jasa kontruksi (IUJK), izin mendirikan bangunan (IMB), SIUP, SITU dan lain-lain. Dari 2191 jenis izin yang sudah dikeluarkan tersebut kebanykan didomonaso izin gangguan.

“Dari data yang kita miliki saat ini dari Januari hingga bulan oktober 2014 jumlah perizinan yang telah kita keluarkan mencapai 2191. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada perinsipnya penerbitan izin setiap tahunnya itu mengalami peningkatan baik penerbitan izin baru maupun perpanjangan" ujar Kepala KPPT Prabumulih melalui Kasi Pelayanan Perizinan Yopi di Stand Pameran KPPT Prabumulih Terminal Jalan Lingkar Jumat (17/10/2014).

Dikatakan, Jumlah tersebut untuk akhir tahun nanti diperkirakan akan bertambah. Namun demikian pada KPPT Prabumulih tidak semua jenis izin yang bisa dikeluarkan seperti izin penanaman modal, izin pertamabangan atau Kuasa Pertambangan (KP) Batubara dan lainnya. Sementara tenggang waktu proses pengurusan izin ini tergantung pada jenis izin yang akan dikeluarkan. Durasi penerbitan izin paling cepat 3 hari dan paling lama 12 hari, tegas Yopi. (pp/01)
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung