Metro Insident

Latest Post

Simpan Barang Bukti Dalam Bola Lampu

Written By Posmetro Prabu on 15/11/18 | 15.11.18

PRABUMULIH, PP  - Berbagai cara dilakukan oleh pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba untuk menghindar dari jeratan hukum. Seperti yang dilakukan oleh Wahyu Putra Pratama (23).

Warga Jalan Bukit Lebar, Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan ini berusaha mengelabui petugas dengan menyimpan barang bukti berupa sabu di dalam bola lampu. Meskipun demikian usahanya itu diketahui oleh petugas yang kemudian meringkusnya.

Pelaku diringkus di kediamannya pada Kamis (15/11) sekitar pukul 11.00 WIB. Bersama pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti sabu sebanyak 1,62 gram, 2 unit handphone, berikut uang senilai 120 ribu rupiah.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH, melalui Kasat Narkoba AKP Zon Prama SH menjelaskan, kasus ini berhasil diungkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan atas informasi masyarakat yang menyatakan tersangka adalah pengedar narkoba.

Setelah mengembangkan laporan tersebut, sekitar pukul 07.00 wib. Kemudian pukul 11.00 wib anggota Opsnal Res Narkoba yang dipimpin langsung Kanit Iidik 1 Ipda Sardinata SH melakukan pengintaian ke wilayah kediaman tersangka. Setelah dipastikan akurat, petugas langsung melakukan penggerebekkan.

Dikatakan Kasat, saat melakukan penggeledahan di badan tersangka, petugas belum menemukan barang bukti. Namun dalam penggeledahan rumah, petugas menemukan paket narkoba diduga sabu yang tersimpan di dalam bola lampu.

"Awalnya pelaku enggan untuk menunjukkan barang bukti. Namun setelah digeledah lebih lanjut akhirnya ditemukan sabu sebanyak 9 paket yang disimpan dalam bola lampu. Atas temuan itu, pelaku kita giring ke Mapolres Prabumulih guna menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut," tandasnya.

HD Instruksikan Bupati/Walikota Standby di Daerah

PALEMBANG, PP - Mengantisipasi kondisi cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini, Gubernur Sumsel Herman Deru menginstruksikan agar semua Bupati/ Walikota stand by di daerah masing-masing. Hal itu ditegaskannya saat menyambangi kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, Kamis (15/11).

"Saya hari ini sengaja datang kesini, sudah saya rencanakan untuk berkunjung ke rekan-rekan Forkompinda. Berkaitan dengan masalah-masalah yang saat ini terjadi, maupun antisipasi terkait kemanan, cuaca, suhu dan kestabilan harga," ungkapnya.

Menurutnya HD bencana alam adalah salah satu materi khusus saat ini, mengingat Senin lalu Kota Palembang dikepung banjir. 

"Kemarin saya sudah tanda tangani untuk BNPB agar seluruh helikopter yang ada Provinsi Sumsel tetap standby. Ekstrim sekali, hujan curah yang sangat tinggi,"katanya 

Dalam kesempatan ini pula HD memerintahkan agat Bupati/ Walikota di Provinsi Sumsel, tidak banyak meninggalkan daerahnya apalagi di waktu cuaca buruk. 

"Pemprov Sumsel atau sebagai Gubernur mengajak semua Bupati/Walikota untuk terus memantau, bahkan untuk tidak banyak meninggalkan daerah di waktu cuaca seperti ini, apalagi menjelang tutup tahun," tambahnya

Terkait persoalan politik, Gubernur Sumsel yakinkan suhu politik di Provinsi Sumsel sampai saat ini masih sangat aman, dikarenakan kedewasaan berpolitik semakin baik. 

"Masyarakat sudah mulai dewasa dalam hal politik, sudah banyak pembelajaran. Kalau Sumsel inikan dimulai dari pemilihan kepala desa, Pileg, pemilihan bupati/walikota sehingga mereka sudah sangat dewasa untuk menghadapi pemilu mendatang,"jelasnya.

Usai bertemu dengan Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara, Gubernur Sumsel HD juga menuturkan bahwa  ia memang sudah merencanakan untuk keliling menemui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumsel, untuk bersilaturahmi sekaligus pertukaran pikiran terkait keamanan, cuaca maupun kestabilan harga menjelang Hari Raya Natal. Termasuk merumuskan langkah-langkah yang lebih intens untuk menjaga agar Provinsi Sumsel tetap kondusif.

HD Harapkan Brimob Jadi Garda Terdepan Memberi Rasa Aman

Written By Posmetro Prabu on 14/11/18 | 14.11.18

PALEMBANG, PP - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Upacara Parade dalam rangka HUT Brimob ke-73, di Makosat Brimob Polda Sumsel Jl. Sriwijaya Negara Bukit Besar Palembang, Rabu (14/11). Dalam kesempatan itu HD yakin ke depan Korps Brimob makin maju dan berjaya.

Gubernur Sumsel Herman Deru tampak gembira berkesempatan hadir pada acara istimewa tersebut. Ia pun berharap Brimob tetap menjadi garda terdepan dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Maka hanya keterbukaan yang menjadikan Brimob semakin maju dan berjaya. Mudah- mudahan apa yang dilakukan menjadi kebanggaan bagi warga Sumsel khususnya dan Indonesia pada umumnya. Tentu kita juga merencanakan langkah kedepan yang lebih baik lagi," singkatnya saat diwawancarai usai Upacara Parade dalam rangka HUT Brimob ke-73.

Sementara itu Kepala Kepolisian Daerah Sumsel Irjen. Pol. Drs. Zulkarnain Adinegara membacakan kata sambutan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mengapresiasi peran serta Brimob dalam mendukung terlaksananya operasi penegakan hukum terhadap jaringan terorisme di Sulawesi Tengah dan kelompok kriminal bersenjata di Papua. Serta turut mengamankan berbagai aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang besar.

" Demikian pula dengan torehan prestasi para personel Brimob di berbagai event kejuaraan menembak dan penugasan lain di luar negeri. Eksistensi yang telah ditunjukkan satuan Brimob, turut memberikan point positif dalam upaya meningkatkan kepercayaan publik," tuturnya

"Sebagaimana telah sering saya utarakan, bahwa selaku pimpinan Polri saya sangat mengharapkan dukungan penuh para personel Brimob, untuk mendukung tugas-tugas penting yang dibebankan kepada Polri," katanya

Dikatakannya pula, Kepolisian di era demokrasi bertumpu pada upaya untuk meraih kepercayaan publik/public trust, selaku pemegang kekuasaan tertinggi negara. Untuk meraih kepercayaan publik terhadap Polri, ia telah menetapkan Program Promoter dengan tiga kebijakan utama, yaitu peningkatan kinerja yang diwujudkan dengan peningkatkan kualitas pelayanan publik profesionalisme dalam penegakan hukum, dan pemeliharaan kamtibmas secara optimal, perbaikan kultur yang diwujudkan dengan menghilangkan budaya koruptif.

"Menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menghilangkan kekerasan eksesif, serta manajemen media yang diwujudkan dengan pengelolaan media konvensional dan media sosial secara optimal,"ungkapnya

Implementasi dari program kebijakan promoter telah berjalan dengan baik, termasuk yang dilakukan oleh personel Brimob utamanya dalam peran dan tugas penanggulangan gangguan kamtibmas berintensitas tinggi.

"Dengan penuh rasa bangga, Saya ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-73 Korps Brimob Polri, semoga Brimob Polri semakin dicintai masyarakat dan senantiasa memberikan darmabakti terbaik untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kami cintai ini Melalui berbagai penugasan," pungkasnya

RPJMD, HD Fokus Tekan Angka Kemiskinan Sumsel

Written By Posmetro Prabu on 13/11/18 | 13.11.18

PALEMBANG, PP - Gubernur Sumsel Herman Deru mengajak seluruh komponen masyarakat bergandeng tangan dan bersinergi mempertahankan capaian kinerja pembangunan di Sumsel, termasuk memprioritaskan penurunan angka kemiskinan di Sumsel.

Hal itu diungkapkan HD saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD di Auditorium Bina Praja, Selasa (13/11).

Dijelaskan mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut dalam penyusunan rancangan awal RPJMD harus memperhatikan kondisi saat ini sebagai modal dasar. Sehingga jika ditemukan permasalahan mendasar dapat segera dicarikan solusinya melalui program-program dalam RPJMD.  Dalam kesempatan itu HD berharap penyusunan RPJMD selesai tepat waktu.

Adapun kondisi beberapa indokator makro pembangunan Sumsel dijelaskan HD ada yang sudah baik dan ada yang masih belum maksimal pencapaiannya yaitu, Pertumbuhan ekonomi Sumsel triwulan ke 3 tahun 2018 lebih baik dari angka nasional, Pada rasio Sumsel di maret 2018 lebih baik dari angka nasional, Tingkat pengangguran terbuka Sumsel pada Februari 2018 lebih baik dari angak nasional, Inflasi Sumsel pada triwulan 1 tahun 2018 lebih dari angka nasional, Angka kemiskinan Sumsel pada bulan Maret 2018 masih lebih tinggi dari angka nasional. 

Dan 16 kabupaten/kota dari 17 kabupaten/kota mempunyai angka kemiskinan masih diatas nasional. Indek pembangunan manusia (IPM) Sumsel tahun 2017 masih di bawah angka nasional dan masih ada 14 kabupaten/kota yang mempunyai angka IPM di bawah nasional hingga memerlukan perhatian khusus.

Untuk mempertahankan capaian kinerja pembangunan yang sudah baik ini HD mengatakan semua harus bergandeng tangan dan bersinergi dan bekerja keras lagi untuk mengejar ketertinggalan pada capaian kinerja yang belum maksimal. 

"Kita harus mampu menurunkan angka kemiskinan sampai di bawah angka nasional. Sebagai indikator bahwa pembangunan yang kita lakukan dapat mensejahterakan masyarakat,"tuturnya.

Lanjut Herman Deru pembangunan Sumsel harus direncanakan secara utuh, terintegrasi dan tepat lokasi. Pembangunan bukan hanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi namun juga dilakukan bersama-sama Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota, pihak Swasta dan seluruh komponen masyarakat. 

"Maka sudah saatnya kita rapatkan barisan untuk bersinergi membangun Sumsel dengan visi Provinsi Sumsel 2018-2023 yaitu Sumsel maju untuk semua.

Lebih lanjut Herman Deru menyampaikan salah satu keberhasilan kepala daerah akan dilihat dari capaian terhadap target-target yang tertuang di RPJMD sebagai dokumen resmi acuan LKPJ. Sehubungan dengan hal tersebut maka janji-janji kampanye harus masuk dalam RPJMD dan dijabarkan menjadi program dan kegiatan dinas , dan perangkat daerah Provinsi Sumsel. 

"Untuk itu saya minta seluruh kepala perangkat daerah untuk serius mengikuti proses penyusunan RPJMD sampai dengan ditetapkannya nanti menjadi program-program perangkat daerah yang ada di dalam RPJMD. Untuk itu kami mohon dukungan dan kerjasamanya agar RPJMD dapat kita selenggarakan tepat waktu,"sambung HD

Peran serta dan kerjasama yang baik antara semua pihak dalam hal ini sangat diperlukan guna tercapaian perjuangan pembangunan Sumsel menuju Sumsel maju untuk semua.

"Untuk membangun Sumsel kita juga harus bekerjasama dengan provinsi-provinsi tetangga termasuk dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Harapannya dengan adanya kerjasama ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat kedua provinsi,"tutup HD

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menyampaikan visi misi pertama kepala daerah adalah mensejahterahkan masyarakat. "Bicara mensejahterakan adalah tugas kita untuk mengurangi kemiskinan, ini masalah besar. Saya mengajak kedepan untuk menuntaskan kemiskinan,"terangnya.

Sebelum membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Provinsi Sumsel Tahun 2018-2023, Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan melakukan penandatanganan MoU kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel.

Kedepan, Palembang - Bangka Bisa Naik Ojek

PALEMBANG, PP - Rencana pembangunan jembatan Babel-Sumsel sepanjang 13,5 kilometer yang telah digagas sejak dua tahun lalu bakal terealisasi. Hal ini ditandai dengan telah ditandatanganinya MoU perpanjangan kerjasama pembangunan jembatan tersebut oleh Gubernur Sumsel dan Gubernur Babel, pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD di Auditorium Bina Praja, Selasa (13/11).

"Dua tahun lalu sudah ada MoU Babel, ini diperpanjang lagi dan sudah saya setujui Jembatan Selat Bangka yang tembus ke OKI mirip seperti Suramadu. Saya sepakat ini digabungkan karena pasti menguntungkan," ujar HD.

Menurut HD proyek investasi ini sudah banyak yang melirik bahkan terakhir ada informasi ada investor Cina yang tertarik masuk.  "Biar ini terealisasi bila perlu saya sama Gubernur Babel akan menghadap Presiden supaya ini ada Perpres," tegas HD.

Demikian halnya diungkapka  Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Mawardi Yahya saat menerima kunjungan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan.

Sementara itu Mawardi Yahya menyatakan bahwa Provinsi Sumatera Selatan serius dalam meningkatkan akses transportasi antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tak hanya melalui jembatan tapi juga melalui Pelabuhan Tanjung Api-api.

“Kemarin Pak Gubernur sudah kunjungan ke Tanjung Api-api, informasi kemarin yang saya dapat bahwa keberadaan pelabuhan yang lama ini beliau ingin itu dioptimalkan” jelas Mawardi.

Mawardi Yahya juga sependapat bahwa dengan adanya kemudahan akses transportasi ini dapat mempermudah pengiriman barang agar langsung ke tujuan tanpa harus transit dari daerah lain sekaligus dapat meningkatkan pendapatan. Wakil Gubernur Sumsel ini sangat menyayangkan dengan adanya proses pengiriman barang saat ini banyak yang tidak langsung terkirim ke tujuan karena transit, selain akan mengakibatkan proses pengiriman yang lama juga dapat meningkatkan cost yang lebih tinggi. 

“Contoh dalam pengiriman bawang putih dari Medan, dikirim bawang putih melalui Belawan, dari Belawan baru kesini, nah kenapa tidak langsung, ini kan hanya akan membuat cost menjadi tinggi dan daerah yang menjadi tempat transit mendapat untung”ujarnya.

Kaitannya dengan pelabuhan, Erzaldi mengatakan akan membangun satu dermaga lagi di Kepulauan Bangka Belitung. “Terkait pelabuhan, pelabuhan yang ada sekarang di tingkatkan, nah sekarang Babel Insya Allah akan membangun satu dermaga, tapi dermaga yang dibangun untuk tambahan bangka belitung ini yang ada di Mentok, tapi tidak bisa terkoneksi kalo misalnya sisi yang di TAA nggak di bangun, jadi harus dibangun” ujarnya.

Adapun kerjasama yang diharapkan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung ini menuturkan diantaranya adalah tentang kebutuhan sayur mayur yang tidak tercukupi di Kepuluan Bangka Belitung. 

“Contohnya Sumatera Selatan penghasil komoditi sayur mayur, selama ini kebutuhan untuk hotel karena bangka belitung merupakan daerah pariwisata itu kebanyakan dari Bogor, itu kan jauh kenapa nggak dari Sumsel kan dekat, dan saya yakin ongkos transportasinya lebih murah dan mutunya lebih terjangkau karna waktu pengirimannya lebih cepat juga termasuk seperti ayam, sapi dan lain sebagainya”ujarnya.

Selain itu melihat kekayaan Kelapa sawit yang berlebih di Babel namun pabrik yang mengolah sedikit Erzaldi juga mengharapkan agar kerja sama  komoditi kelapa sawit juga bisa terjalin.

“Nah terus kami kelebihan sawit,  tapi pabrik kurang, sawit bisa dikirim ke sini (sumsel) harganya kan masih bisa bersaing”ujarnya.

Sebelumnya Erzaldi mengatakan bahwa Provinsi Kepuluan Bangka Belitung sangat kurang dalam pembenihan budidaya ikan air tawar. “Nah kita pembenihan ikan laut pun masih kurang apalagi ikan air tawar yang memang keunggulan dari sumatera selatan. Anehnya gini, kita bisa Patin berkembang di Babel, tapi rasa patin dari Sumsel beda, orang cenderung beli dari Sumsel, ini kan masalah jadi perlulah belajar”ujarnya.

Bagaimana kita sesama antara Babel dengan Sumsel ini dapat saling mengisi, lebih nya Babel dapat diisikan ke Sumsel, lebihnya di Sumsel diisike Babel," terang Erzaldi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Kerjasama yang ingin dibentuk agar mampu menciptakan kekuatan ekonomi yang baru bagi kedua provinsi ini adalah erat kaitannya dengan sektor pertanian atau perkebunan serta perikanan dan didukung dengan mempermudah suatu akses transportasi.

Terkait dengan akses kemudahan dalam transportasi Erzaldi berharap agar kerjasama pembangunan Sumatera dan Bangka dapat di perpanjang kemudian untuk di tindaklanjuti dan di impelementasikan.

“Jadi kita datang untuk bersilaturahmi kepada Gubernur sambil mengucapkan selamat kepada beliau, dan bermaksud memperpanjang kerjasama pembangunan jembatan Sumatera-Bangka yang kemarin sudah ditandatangani sebelumnya, namun kita ingin bahwa kerja sama ini terus di tindaklanjuti dan di impelementasikan dengan segera”ujar Gubernur Bangka belitung Erzaldi Rosman Djohan.

Mawardi Yahya dalam kesempatan pertemuan tersebut juga menambahkan bahwa Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus menjadi satu baik dalam kebijakan maupun dalam menghadapi kebijakan dari pusat.

“Sumsel dan Babel harus menjadi satu, satu sinkron dalam suatu kebijakan maupun dalam menghadapi suatu kebijakan dari pusat”ujarnya.

Senada dengan hal tersebut Erzaldi menambahkan bahwa kebijakan yang akan dibuat bersama ini akan lebih didapatkan lagi suatu nilai tambah efisiensinya apabila pemerintah sebagai pembuat regulasi itu sama-sama paham apa yang harus di kemas untuk mempermudahkan kerja sama ini.

“Nah kesepakatan seperti ini untuk lebih memperlancar, ini harus dibuat suatu kebijakan baik kebijakan pemerintah provinsi sumatera selatan maupun pemerintah provinsi Babel. Karena dengan kebijakan yang dibuat bersama ini akan lebih di dapatkan lagi suatu nilai tambah efisiensinya, akan terjadi karna pemerintah sebagai pembuat regulasi itu sama-sama paham apa yang harus di kemas untuk mempermudahkan kerja sama ini. Yang bekerja sama kan Business to business tetapi harus di awali dulu dengan payung Goverment” tambahnya.

Atasi Banjir, Pemprov Siapkan Perda Alih Fungsi Lahan Rawa

PALEMBANG, PP - Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan pihaknya siap memback up Pemkot Palembang terkait musibah banjir yang melanda hampir seluruh wilayah Kota Palembang sejak Senin (12/11) malam. Pernyataan itu diungkapkannya saat diwawancarai media di ruang tamu Gubernur, Selasa (13/11) siang.

"Karena ini semua wilayah Sumsel kita akan back up Walikota, tadi sudah saya telpon langsung. Kita akan mudahkan langkah Pemkot atasi banjir ini," tegas Mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut.

Dikatakan HD, dirinya melihat langsung bagaimana tersiksanya masyarakat akibat banjir yang melanda. Banjir menurutnya membuat sebagian besar jalan utama di Palembang tergenang air sehingga menimnulkan gangguan lalu lintas berupa kemacetan yang panjang. Karena itu pula pasca melihat langsung kondisi di lapangan, HD memerintahkan Sekda untuk memanggil semua pihak terkait untuk rapat dan menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saya sudah komunikasi dengan Walikota. Ada beberapa hal yang terungkap dan tak bisa mereka selesaikan kecuali dengan bantuan Pemprov, termasuk juga pembebasan lahan salutan vendungan dan pompa yang sudah tak mampu menampung air. Kita akan bantu walikota, sebab kebutuhan mereka banyak sementara dana terbatas," jelas HD.

Tak hanya di Kota Palembang saja, terkait musibah banjir dia juga mengaku segera membuka komunikasi dengan kepala daerah di kabupaten dan kota lainnya di Sumsel.

Menurut HD banjir adalah kejadian alam yang harus disikapi. Salah satunya dengan menyiapkan Perda Alih Fungsi Lahan. Hal ini bertujuan agar masyarakat maupun individu dan pengusaha tidak sembarangan mengonversikan lahan rawa yang ujungnya membuat lahan menjadi tidak bersahabat.

 "Rawa itu harus diatur. ada yang boleh ditimbun dan tidak dan kta butuh masyarakat. Provinsi akan siapkan Perda, jadi kita atur termasuk Perda di luar Palembang. Karena ini penting dipertahankan sebagai bresapan air. Saya pikir ini belum terlambat dan kita harus berbuat. Sambil menunggu Perda lahir kita bisa buatkan Pergub dulu," jelasnya.

Dari kejadian ini lanjut HD, dalam waktu dekat pihaknya juga berencana memanggil PT.Waskita Karya sebagai pembangun LRT. Karena salah satu penyebab jalan banjir di jalan utama di Palembang dikarenakan adanya tiang yang dibangun persis di gorong-gorong saluran air.

" Akan kita panggil (PT.Waskita Karya), karena air itu tumpah ke jalan akibat gorong-gorong itu berada tepat di bawah tiang itu"

Atas dasar itu pula HD berharap pihak yang mengelola utilitas yanf berkenaan dengan drainase ke depan bisa duduk bersama. sehingga dalam proses pembangunan utilitas mereka dapat berkoordinasi satu dengwn lainnya.

"Jangan bangun sendiri-sendiri. Saya akan mintakan laporan dulu. Dinas terkait akan kita panggil. Saya akan pantau terus ini, bila perlu tengah malam akan saya panggil," tegas HD.

Seperti diketahui untuk melihat langsung kondisi banjir di kota Palembang, orang nomor satu di Sumsel tersebut sengaja pergi ke kantor dengan menumpang motor PJR dari kediamannya di kawasan taman Kenten. HD sempat terjebak macet, karena banjir membuat arus lalu lintas macet total.

Segera Tambah Investasi, Tahun Politik Kinerja IHSG Bakal Tetap Ciamik

Written By Posmetro Prabu on 08/11/18 | 8.11.18

JAKARTA, PP -  PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI) menilai tahun politik tidak akan berpengaruh negatif terhadap kinerja pasar saham maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sebaliknya, IHSG secara historis selalu menguat di tahún pemilu maupun ketika pemilihan presiden (Pilpres). 

"Di tahun pemilu secara historis IHSG selalu bergerak optimis menguat. Pada pemilu 2004 IHSG mengalami penguatan 32,85 persen, pemilu 2009 mengalami kenaikan 90,17 persen, dan pemilu 2014 mengalami apresiasi 18,29 persen,” ujar Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, dalam Siaran Pers,  Kamis (8/11). 

Sehingga, RELI optimis bahwa di tahun depan, tahun pemilu, IHSG akan kembali mencatatkan keuntungan yang akan lebih besar dari tahun 2014. 

Lanjar menjelaskan, dari sisi pergerakan indeks sektoral pada saat pemilu, sektor mic industry, memimpin dengan rata-rata penguatan pada 3 periode pemilu terkahir dengan total return rata-rata mencapai 80% disusul sektor pertambangan 64,83%, keuangan 58,65% dan pertanian 55,77%. 

“Empat sektor itu selalu menjadi unggulan di tahun pemilu,” ujarnya. ?
Di sisi lain, berdasarkan parameter makro ekonomi yang di forecast hingga 2023, target IHSG di tahun 2019, di level 7.132. Prediksi itu dengan memperhatikan perhitungan dan pergerakan dari sisi pertumbuhan GDP, Impor, Eskpor, Pinjaman, serta posisi rupiah terhadap USD hingga BI Rate. 

Sementara itu, menurut catatan BEI, pendapatan emiten-emiten di BEI naik 10% atau Rp 185 triliun dari Rp 1.876 triliun pada kuartal III-2017 menjadi Rp 2.061 triliun pada kuartal-III-2018. Sementara laba bersih emiten-emiten mencatatkan kenaikan sebesar 12% atau Rp 26 triliun dari sebesar Rp 218 triliun pada kuartal III-2017 menjadi sebesar Rp 244 triliun pada kuartal III-2018.

Dari data itu, Lanjar menilai, akan menjadi salah satu sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Karena optimisme investor pada kinerja saham-saham Indonesia yang membaik di tengah tekanan setimen global.  Kenaikan kinerja emiten itu dikarenakan efisiensi serta fundamental perusahaan yang juga semakin baik.

Namun, ia memberi catatan, sentimen itu hanya sementara saja bagi IHSG karena hal ini biasanya terjadi setelah adanya earning season. Selanjutnya, perilaku investor dan juga sentimen akan lebih berpengaruh bagi IHSG.Perilaku lebih ke kepercayaan investor pada rencana ekspansi emiten di tahun depan dan adanya window dressing. 

Beberapa sektor dengan kenaikan laba juga patut diperhatikan seperti emiten-emiten di sektor industri dasar dan properti serta konstruksi. Untuk saham industri dasar, emiten-emiten yang terkait dengan peternakan terkait dengan kebijakan menyoal pakan ternak dan juga kebijakan harga unggas, bisa dicermati.

Sementara untuk sektor properti dan konstruksi, ia menyarankan investor mulai mempertimbangkan untuk membeli setelah pemilihan umum 2019 karena pemerintah yang sepakat menunda beberapa proyek guna mengurangi impor bahan baku konstruksi demi menjaga rupiah.

TO Curas Keok Dipelor Dua Kali

Written By Posmetro Prabu on 07/11/18 | 7.11.18

PRABUMULIH, PP - Target Operasi (TO) pelaku pencurian dan kekerasan (Curas) atas nama Dwi Saputra (26), keok ditembak Anggota Satuan Reserse Kriminal Polsek Prabumulih Barat, Rabu (7/11) sekitar pukul 03.30 WIB.

Tindakan tegas itu terpaksa dilakukan karena pada saat penangkapan, tersangka sempat mengarahkan senjata api rakitan kepada petugas. Guna menghindari hal-hal tidak diinginkan, tersangka harus dilumpuhkan dengan dua kali tembakkan di paha sebelah kiri.

Dari penangkapan itu, Petugas mendapatkan barang bukti berupa senjata api rakitan jenis revolver enam silinder dengan tiga butir peluru FN aktif. Kemudian didapatkan juga sebilah senjata tajam jenis pisau, berikut barang bukti lain yaitu Handphone Nokia dan Tas kulit warna hitam.

Selanjutnya, dengan luka tembak, Tersangka dibawa ke Rumah Sakit Fadhillah yang berada di Padang Lalang, Kelurahan Patih Galung Prabumulih barat. Setelah mendapatkan perawaran medis, tersangka digiring ke Mapolsek Prabumulih barat guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Taravolta Hutauruk S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Mursal Mahdi, SE mengatakan, Dwi Saputra (26) merupakan salah satu tersangka tindak pidana pencurian dengan kekerasan terhadap sopir mobil yang melintas diwilayah perbatasan kota Prabumulih.

"Mereka kita sergap saat beraksi memberhentikan mobil jenis suzuki carry pick up  di jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Patih galung (Perbatasan Kota Prabumulih). Pelaku Dwi Saputra (26) berhasil kita tangkap, Sementara satu rekan pelaku yang kabur kita tetapkan sebagai DPO," Ujar AKP Mursal Mahdi, SE kepada wartawan, Rabu (7/11).

Dikatakan AKP Mursal, Tersangka sudah menjadi Target Operasi Polisi, Karena melakukan aksi curas di wilayah hukum Polsek Prabumulih Barat. Pelaku Dwi, tercatat sebagai warga Desa Talang tumbur RT 12 RW 07, Kecamatan Pendopo Kabupaten PALI.

"Dari hasil penyidikan pelaku merupakan warga PALI. Kini pelaku masih kita minta keterangan lanjutan guna mengetahui identitas tersangka DPO. Akibat ulahnya pelaku dikenai pasal berlapis atas Tindak Pidana Pencurian dengan kekerasan dengan menggunakan Senpira dan Sajam sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHP dan Pasal 1 & 2 UU Darurat No.12 th.1951," Jelasnya.

Sementara itu, Pelaku Dwi Saputra berdalih tidak pernah ada niat untuk melakukan aksi penodongan. Dirinya sengaja menghadang mobil dengan tujuan ingin menumpang pulang ke daerah PALI. Namun secara bersamaan polisi patroli datang dan menangkapnya.

"Aku niat pulang ke PALI makanya aku butuh tumpangan dan memberhentikan mobil pick Up itu pak. Tiba tiba polisi datang dan aku ditangkap. Tapi kalau Senpi memang itu aku bawa untuk jaga diri sebab aku pernah menjadi korban perampokkan," Kilahnya sembari mengatakan bahwa senpi dibelinya seharga 2 juta di wilayah dusun talang tumbur. (di/io)

Tangkap Bandit. Bawah Kemang Mirip Lokasi Syuting Film Action

Written By Posmetro Prabu on 03/11/18 | 3.11.18

PRABUMULIH, PP - Perempatan Bawah Kemang Kelurahan Prabumulih (Duspra-red), Kecamatan Prabumulih Barat kemarin siang mendadak mirip lokasi syuting film action dengan adegan Polisi mengejar penjahat menggunakan mobil. Mobil penjahat terus dibuntuti petugas hingga tiba di perempatan lampu merah bawah kemang, penjahat berhasil di lumpuhkan.

Adegan penangkapan tersebut persis mirip film layar lebar dengan sesekali dihiasi dentuman suara senjata api laras pendek sebagai tembakan peringatan agar pelaku menyerahkan diri. "Berhenti, turun, turun. Menunduk. Duarrr" suara di tempat kejadian perkara (TKP) saat aparat melakukan penangkapan.

Tiga orang pelaku ini belakangan diketahui adalah spesialis perampokan nasabah bank menggunakan modus penggebosan ban. Ketiganya diringkus saat hendak mengeksekusi korbannya di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di Simpang Empat Bawah Kemang, pada Jumat (02/11) sekitar pukul 15.00 wib.

Informasi yang dihimpun, digagalkannya aksi kawanan pelaku gembos ban ini berawal saat korban yakni Novita Anggraini (41), warga Perumahan Bukit, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai baru saja menarik uang senilai Rp25 juta di Bank Mandiri. Selanjutnya korban pun pergi menuju Bank Sumsel Babel untuk menyetorkan kembali uang tersebut.

Tanpa disasari ternyata korban telah dibuntuti oleh kawanan pelaku. Selain itu ban mobil toyota yarris milik korban sebelumnya telah digembosi oleh pelaku dengan tujuan supaya laju kecepatan mobil korban melambat. Rencanya, begitu korban menyadari ban mobil kempes dan berhenti, pelaku dengan mudah menggasak uang didalam mobil korban.

Beruntungnya aparat Kepolisian dari Polres Prabumulih yang sedang berpatroli mengendus kecurigaan terhadap satu unit motor dan mobil toyota rush warna putih milik pelaku yang membuntuti mobil korban. 

“Pelaku sudah mengincar korbannya dari bank. Apalagi ada pihak security bank yang mengetahui ban mobil korban dalam keadaan gembos. Karena ini merupakan modus yang kerap terjadi pada nasabah bank maka pihak security berkoordinasi dengan kita. Sehingga dengan mudah kita mengetahui gerak-gerik pelaku yang telah mengincar korbannya,” ujar Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH MH usai gelar perkara.

Kasat Reakrim menambahkan, pelaku merupakan komplotan bandit yang mengincar para nasabah bank lintas provinsi. Mengingat pelaku berasal dari luar Sumsel.

“Hal ini juga diperkuat dari sejumlah barang bukti lainnya yang kita amankan. Yakni sejumlah atm dan KTP milik para korban yang sebagian besar berasal dari luar Sumsel. Kasusnya saat ini masih terus kita kembangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Herman satu diantara para pelaku mengaku jika aksi tersebut didalangi oleh rekannya yakni Abi Dewanto. Dalam menjalankan aksinya para pelaku berbagi tugas. Dua pelaku masuk ke dalam bank mengincar korban, sedangkan tiga pelaku berada di luar bank.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus memburu dua kawanan yang berhasil melarikan diri. Sementara ketiga pelaku lainnya terus diproses guna mengungkap jaringan sindikat spesialis gembos ban mobil. Pasalnya komplotan ini juga diduga pelaku lintas propinsi yang dalam melakukan aksinya dengan teliti dan rapi.

Dengan kejadian ini, Kapolres Prabumulih juga menghimbau kepada masyarakat khususnya yang sedang melakukan transaksi tunai di bank untuk lebih berhati-hati. Bila perlu lanjut Kapolres warga juga dihimbau untuk melibatkan petugas jika sedang melakukan transaksi tunai di bank agar kejadian serupa tidak terulang kembali. 

Bocah 2 Tahun di Gelumbang Sempat Ditawari Seharga Rp.15 Juta

Written By Posmetro Prabu on 02/11/18 | 2.11.18


GELUMBANG, PP - Terduga pelaku penculikan anak di Gelumbang akhirnya berhasil diungkap oleh jajaran Kepolisian Sektor Gelumbang pagi tadi, Jumat (02/11/2018). Terduga pelaku atas nama Ayu  (34) dan korban Laila Hafifa (2,5) berhasil diamankan oleh satuan reskrim Polsek Gelumbang.

Hal tersebut setelah pihak keluarga korban mengetahui jika pelaku akan kembali ke rumahnya untuk mengambil barang-barang yang tertinggal dan menghubungi Petugas Polsek Gelumbang. Begitu mendapat informasi, Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono SH langsung menyebar anggota ke tempat kejadian perkara (TKP) Dusun II Skarda, Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Benar saja, Pelaku yang berencana akan kabur lagi dari dusun langsung disergap oleh Petugas dan menggelandang pelaku ke Polsek Gelumbang guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

"Rencananya pelaku akan kabur lagi setelah mengambil barang yang tertinggal. Sebelum itu terjadi petugas kita dilapangan langsung membekuk pelaku dan menggelandangnya ke kantor untuk dimintai keterangan" ujar Kapolres Muara Enim melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono SH.

Dikatakan, saat penangkapan terhadap pelaku, korban dalam keadaan selamat. Namun sejauh ini pelaku masih berkelit tidak mengakui perbuatannya dihadapan petugas. Padahal informasi dari pihak keluarga korban, bocah yang dibawa kabur pelaku sempat ditawari seharga Rp.15 juta untuk dijual.

"Aku tidak ada niat menculik. Saya bawa anak itu hanya sekedar jalan-jalan dan ingin menyenangkan hatinya saja. Saya sangat menyayanginya" ujar pelaku berkilah saat di interogasi petugas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Korban diketahui dibawa kabur oleh sepasang pria dan wanita yakni Hasan (43) warga Pandai Besi, Dusun II Skarda, Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim dan Ayu Putri Ani (30) warga Dusun II Skarda, Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Informasi yang dihimpun peristiwa penculikan tersebut terjadi pada Jumat 26 Oktober 2018, sekira pukul 07.30 Wib. Saat itu, korban bersama dengan neneknya yakni Sainem (58) sedang berada di rumah. Tidak lama kemudian kedua pelaku datang menemui Sainem untuk berpamitan pergi ke wilayah Kabupaten Ogan Ilir untuk menemui anak angkat mereka.

Namun, sebelum berangkat pelaku Ayu meminta izin kepada Sainem untuk mengajak cucunya dan berjanji akan segera kembali. Sainem yang telah mengenal kedua pelaku mengizinkan keduanya untuk membawa cucunya tanpa menaruh perasaan curiga.

Setelah dua hari berlalu, pelaku tidak juga datang mengantarkan cucunya pulang. Sainem pun lantas curiga dan tidak mengetahui nasib dan keberadaan cucunya tersebut. Ia pun lantas melporkan hal tersebut ke Mapolsek Gelumbang.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SH SIK MH melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono SH membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan penculikan terhadap anak. Setelah dikembangkan, petugas berhasil mengamankan pelaku Hasan yang saat itu sedang berada di rumahnya.

"Pelaku Hasan berhasil kita tangkap lantaran tidak ikut pergi dengan Ayu. Sehingga pelaku yang saat itu ikut serta menjemput korban di rumah neneknya langsung kita amankan untuk diproses lebih lanjut," ujar Kapolsek.

Lebih lanjut Indrowono menuturkan, pihaknya saat ini masih mencari keberadaan Ayu yang telah membawa pergi korban. Namun, pihaknya masih perlu melakukan pendalaman terkait modus penculikan anak tersebut.

"Pelaku memang biasa mengasuh korban. Sehingga neneknya tidak curiga saat pelaku membawa cucunya. Kita masih mendalami modus terkait penculikan anak ini. Jika terbukti melakukan penculikan, penjualan dan atau perdagangan anak maka pelaku akan dijerat Pasal 83 Jo 76F  UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," pungkasnya.

Masih kata Indrowono, terkait banyaknya isu penculikan terhadap anak, maka dirinya meminta seluruh masyarakat untuk lebih waspada.

"Jangan pernah lengah dan lalai, tetap waspada. Jangan pernah membiarkan anak-anak pergi bermain jauh dari lingkungan rumah. Tetap waspada dan awasi anak-anak," ungkapnya.

Sementara itu, pelaku Hasan sendiri mengaku tidak mengetahui keberadaan Ayu. Bahkan ia sendiri membantah jika telah melakukan tindak penculikan terhadap anak.

"Aku dak tau dibawaknyo kemano anak itu. Memang rencana nak pegi ke OI untuk jingok anak angkat di sano. Olehnyo aku dak ikut pegi ke OI," kilahnya.

GAPPRI Himbau Pemerintah Perhatikan Industri Kretek Nasional

JAKARTA, PP - Ketua Umum Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Ismanu Soemiran berpandangan, kebijakan Menteri Keuangan yang menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau telah membuat kegelisahan para pemangku kepentingan yang akhirnya membuat perhatian GAPPRI.

Merespon regulasi tersebut, GAPPRI telah menulis surat kepada Menteri Keuangan tertanggal 23 April 2018 perihal Usulan Kebijakan Tarif Cukai Hasil Tembakau 2019, untuk mendapatkan perhatian Ibu Sri Mulyani Indrawati.

GAPPRI juga telah berkirim surat kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo melalui surat bernomor D.1018/GAPPRI/X/2018, tertanggal 22 Oktober 2018, perihal Kebijakan Cukai Hasil Tembakau ke Depan Membuat Gelisah Industri Kretek.

Menurut Ismanu, isi surat tersebut memohon kepada Presiden Joko Widodo berkenan mempertimbangkan tiga poin krusial yang sama sebagaimana permohonan GAPPRI kepada Menteri Keuangan, utamanya Negara dapat lebih memberikan perlindungan kepada industri kretek, sehingga kretek tetap lestari.

Adapun tiga permohoman tersebut adalah:  Pertama, meninjau kembali rencana simplifikasi golongan serta penggabungan kuota rokok kretek dan rokok putih, serta roadmap cukai dalam PMK 146/2017 untuk tidak dilaksanakan di tahun 2019.

“Kami tidak menolak kebijakan ini, tapi memohon untuk dikaji ulang dan dipertimbangkan kembali pelaksanaannya agar industri kretek lebih siap,” ujar Ismanu, dalam Siaran Pers, di Jakarta, Jumat (2/11).

Kedua, menggalakkan pemberantasan rokok ilegal. Dan ketiga, melakukan ekstensifikasi barang kena cukai di luar tembakau.

Ismanu berpendapat, PMK 146/2017 berpotensi mengarah kepada monopoli. Dalam kata lain, berpotensi hanya akan menguntungkan pabrik terbesar berstatus penanaman modal asing (PMA) saja, dan akan menggeser rokok kretek yang multi varian ke rokok putih yang hanya satu jenis.

GAPPRI memandang, kebijakan simplifikasi layer sama dengan penciutan strata. Hak ini sangat kurang tepat karena tidak sesuai dengan karakteristik industri kretek yang beragam jenis, dimana kretek diproduksi oleh 450 pabrik; golongan besar, menengah dan kecil, tersebar di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Kurang lebih 80% jumlah pabrik tersebut adalah anggota GAPPRI,” tegasnya.

Dikatakan Ismanu, kontribusi industri hasil tembakau terhadap pendapatan Negara dari sektor cukai hasil tembakau dan pajak pada tahun 2017 kurang lebih Rp200 triliun. Selain itu, industri rokok kretek merupakan industri padat karya yang melibatkan 6 juta orang petani dan buruh dengan multiplier effect yang mampu menggerakkan perekonomian nasional.

“Kretek juga berdaulat atas pasar rokok di tanah air. Industri kretek dapat disebut pundi-pundi kekayaan khasanah industri bangsa. Karena itu, keberpihakan pemerintah terhadap industri kretek sangat kami harapkan,” terang Ismanu.

Di sisi lain, GAPPRI ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Presiden Joko Widodo yang selama 4 tahun memimpin NKRI telah memberikan dukungan kepada industri kretek nasional yang telah mandiri di bidang  ekonomi, menjadi tuan di negeri sendiri, dan melibatkan banyak pemangku kepentingan, termasuk petani tembakau, cengkeh dan pekerja.

“GAPPRI berharap regulasi untuk kretek terasa nusantara, mengutamakan kepentingan nasional, tidak mengadopsi asing,” tutup Ismanu. *

Kasat Lantas Polres Prabumulih Kini Dijabat AKP Betty Purwanti SIK

Written By Posmetro Prabu on 25/10/18 | 25.10.18

PRABUMULIH, PP - Kasat Lantas Polres Prabumulih yang sebelumnya dijabat AKP Novrizal Dwiyanto kini resmi dijabat oleh AKP Betty Purwanti SIK. Hal tersebut  berdasarkan surat keputusan TR Nomor ST/1078/X/KEP/2018 dan nomor 1079 serta 1081 yang dikeluarkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara tertanggal 12 Oktober 2018 tentang rotasi jabatan di lingkungan Polda Sumsel. 

AKP Nofrizal Dwiyanto sendiri dimutasi menjadi Paur Sibinsiskamling Subditbinpolmas Ditbinmas Polda Sumsel. Sementara AKP Betty Purwanti S.I.K sebelumya menjabat Paur 1 Subditpenmas bidhumas Polda Sumsel.

Selain Kasat Lantas Polres Prabumulih, enam Perwira lainnya juga turut dimutasi seperti Kabag Ops Polres Prabumulih Kompol Zai’an dimutasikan ke Kanit 1 Subdit 4 Ditintelkam Polda Sumsel. Jabatan Kabag Ops Polres Prabumulih kini digantikan oleh Kompol Agus Selamet yang sebelumnya menjabat Kasiwasjaspam Subditbinsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Sumsel.

Sementara Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Eryadi Yuswanto, S.H. M.H digantikan oleh  AKP Abdul Rahman, S.H. Selanjutnya, Kasat Shabara Polres Prabumulih, AKP Toni Arman,S.H mutasi menjadi Kasat Sabhara Polres Muaraenim dan jabaran lama diisi AKP Ahmad Jauhari, S.H yang sebelumnya menjabat Kapolsek Rambang Polres Muraenim.

Sedangkan, Kasat Binmas Polres Prabumulih, AKP Dedi Rahmad Hidayat SH mutasi jadi Paur 3 Subbidpid Bidhumas Polda Sumsel dan jabatan lama diisi Iptu Sri Djumiati yang sebelumnya menjabat Paurkes Bagsumda Polres Prabumulih.

Kemudian Kasat Narkoba Polres Prabumulih, AKP M Ali Asri, S.H mutasi menjadi Paur Sikowas Polsus Subditbinsatpam/Polsus Ditbinmas Polda Sumsel dan jabatan lama diisi AKP Zon Prama yang sebelumnya menjabat Panot 1 Unit 1 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sumsel.

Terakhir, Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Hernando SH mutasi ke Pamin 2 Subbidwabprof Bidpropam polda sumsel dan jabatan yang ditinggal diisi AKP Alhadi Ajansyah SH yang sebelumnya menjabat Panit 1 unit 1 subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sumsel.

Upacara serah terima jabatan Perwira Polres Prabumulih dipimpin langsung oleh Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H di halaman Mapolres Prabumulih pagi tadi Kamis (25/10) sekitar pukul 08.00 WIB.

Pantauan posmetroprabu.com, acara Sertijab diawali dengan prosesi pengambilan sumpah jabatan oleh Kapolres Prabumulih didampingi rohaniawan. Selanjutnya dilakukan penandatanganan naskah serah terima jabatan dan pakta integritas.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk SIK MH dalam amanatnya menyampaikan, serah terima jabatan ini merupakan realisasi dari rangkaian mutasi personel yang didasari atas kebutuhan organisasi juga sebagai promosi dan penyegaran bagi personil Polri pada umumnya.

"Terima kasih kepada para perwira sebelumnya yang telah melaksanakan tugas pengabdian dengan baik di Polres Prabumulih. dan Saya ucapkan selamat menjalankan tugas di tempat yang baru ," Ujar Kapolres.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres juga berpesan kepada 7 perwira baru agar dapat meneruskan apa yang telah dirintis sebelumnya, sehingga amanah yang dititipkan dapat dijawab dengan pelaksanaan tugas yang baik, dedikasi, loyalitas dan rasa tanggung jawab secara profesional dan proporsional.

"Kepada pejabat baru,  Selamat bertugas di lingkungan Polres Prabumulih. Untuk itu mari kita bangun image kesatuan Polri menjadi baik lagi, sekaligus mewujudkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi di Polres Prabumulih," tandasnya.

Horor di Rumah Mewah, Sekeluarga Tewas Terbunuh

Written By Posmetro Prabu on 24/10/18 | 24.10.18

PALEMBANG, PP - Nasib naas menimpa keluarga Fransiskus Xaverius ONG (45) Warga Jalan Villa Sirih RT 05 RW 01 Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang pagi tadi Rabu, (24/10/2018).

Sekeluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan dua anak ini ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di rumahnya sendiri. Saksi mata, Dw (28) yang menemukan korban pertama kali dalam keterangannya kepada petugas mengungkapkan bahwa dirinya yang merupakan pembantu rumah tangga di rumah tersebut berniat membangunkan salah satu anggota keluarga yakni Rafael Fransiskus (18) di kamar tidurnya.

Betapa saksi terkejut saat membuka pintu kamar, ia mencium aroma bau darah di dalam ruangan. Tak lama kemudian ia mendapati tuan muda tertelungkup bersimbah darah. Saksi panik dan berteriak histeris minta tolong karna menemukan tuan muda tergelatak dalam kondisi mengenaskan.

Mendengar teriakan saksi, Sarah (20) yang juga merupakan asisten rumah tangga di rumah tersebut langsung menghampiri Dw. Keduanya lantas berteriak histeris minta tolong. Suasana pagi yang sejuk di Jalan Villa Sirih di Bukit Sangkal itu sontak berubah menjadi kepanikan. Tetangga dan warga sekitar yang mendengar teriakan saksi lantas menghampiri rumah korban.

Penasaran dengan keadaan didalam rumah, warga meringsek masuk ke dalam kamar dan melihat korban telah tewas dengan kondisi luka di bagian kepala. Warga sekitar bersama ketua RT setempat yang mengetahui kejadian langsung menghubungi pihak berwajib.

Tak lama kemudian, anggota Polsek Kalidoni dan Polda Sumsel datang ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan oleh TKP. Selain menemukan Rafael, Petugas juga menemukan 3 korban meninggal lainnya didalam kamar masing-masing.

Hal itu setelah petugas melakukan pemeriksaan di seisi rumah. Kathlyn Fransiskus (12) adik perempuan Rafael ditemukan petugas tewas dalam keadaan terlentang dengan luka bekas tembakan di bagian kepala.

Lalu dalam kamar utama, petugas juga menemukan Fransiskus Xaverius ONG (Suami) dan Margaret Yentin Liana, SE (Istri) dalam satu kamar dalam tewas dalam keadaan terlentang dan terdapat luka tembak di bagian kepala untuk Istri dan bagian bawa dagu  untuk suami serta terdapat Senjata Api jenis Revolver masih digenggam oleh suami.

Untuk mengidentifikasi penyebab kematian sekeluarga ini, Petugas langsung melarikan ke empat korban dibawa ke RS. Bayangkara Palembang untuk dilaksanakan otopsi.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui apa motif dan siapa pelaku pembunuhan. Namun dugaan sementara para korban tewas akibat tembakan senjata api. Luka yang terdapat pada keempat korban merupakan luka yang diakibatkan tembakan senjata api.

Latih 20 Anak Jalanan Agar Kreatif dan Mandiri

JAKARTA, PP - Perusahaan penyedia perkakas Stanley Black & Decker (SBD) terus berkontribusi agar ekonomi Indonesia bergerak maju. Salah satu cara yang dilakukan adalah melahirkan komunitas baru yang produktif, yang mampu menciptakan karya bernilai ekonomi. 

Untuk mendukung visi tersebut, SBD mencanangkan program “Global Week of Service –Lifetime Impact” tanggal 17 – 18 Oktober 2018.  Di acara itu SBD akan mengundang anak jalanan untuk mendapatkan edukasi dan pelatihan bagaimana cara membuat produk kerajinan yang bernilai ekonomi.

Country Director Stanley Black & Decker Indonesia, King Hartono Hamidjaja menjelaskan, dalam program CSR kali ini SBD ingin menekankan bahwa setiap pelatihan yang diberikan harus memberikan dampak yang nyata bagi kehidupan anak-anak tersebut di masa depan.

“CSR yang dilakukan di Indonesia ini merupakan bagian dari program global SBD. Meskipun konsep setiap negara berbeda-beda, namun dalam satu tema yaitu: Global Week of Service - Lifetime Impact,” ucap King, siaran pers, Kamis (18/10).

Khusus di Indonesia, dijelaskan King, SBD akan memberikan “lifetime impact” ke 20 anak jalanan di Jakarta Timur. Ke 20 anak tersebut ada di usia sekolah SMP-SMA dan saat ini belajar Kejar Paket B-C di bawah binaan rumah singgah Swara Peduli di Duren Sawit. Mereka akan dilatih membuat meja.

Selama pelatihan, ke-20 anak jalanan itu akan diberi pengetahuan mengenai Safety and Basic Product Training Skill.  Untuk setiap anak SBD juga memberikan sertifikat dan satu set basic tool kit yang bisa mereka manfaatkan untuk memulai karya atau usaha kreatif mereka. 

King menjelaskan, SBD Indonesia memberikan bekal bagaimana membuat produk yang bernilai ekonomi ke 20 anak jalanan tersebut agar mereka bisa menjadi wirausahawan maupun karyawan dengan kemampuan kreatif.

“Harapannya, mereka bisa hidup mandiri dan kreatif sehingga bisa menggunakan waktunya dengan hal hal yang positif. Inilah visi kegiatan “lifetime impact” kita. Dampak lain, tentu kami juga ingin mendorong agar ekonomi kreatif di Indonesia semakin berkembang,” jelas King.

Dilindungi dan Dihibur pada Masa Sulit

JAKARTA, PP - Gempa bumi berkekuatan 7.5 yang menimpa Palu dan sekitarnya mengguncang kehidupan ratusan ribu orang. Di antara para korban adalah sekitar 80 Saksi-Saksi Yehuwa dan kerabat mereka. Kantor Cabang Saksi-Saksi Yehuwa di Jakarta langsung bertindak untuk melindungi dan menghibur mereka sebisa mungkin pada masa sulit ini.

Upaya untuk memberikan bantuan kemanusiaan dimulai pada malam hari gempa menimpa mereka: Jumat, 28 September. Sekitar pukul 9 malam, kurang-lebih 4 jam setelah bencana dahsyat, 80 anggota sidang jemaat Saksi-Saksi Yehuwa di Palu telah dicek dan didapati aman. 

Beberapa kena luka ringan dan cukup banyak yang kehilangan harta materi mereka. Pengiriman barang-barang bantuan kemanusiaan dari Poso, Palopo, dan Toli-Toli segera diatur. Setelah kira-kira 30 jam perjalanan darat, truk-truk pertama sudah tiba di Palu dan barang-barang tersebut disiarkan kepada semua anggota jemaat dan kerabat mereka.

Karena banyaknya gempa susulan dan karena keadaan hidup di kota Palu memburuk cepat, rencana dibuat untuk mengevakuasi semua anggota jemaat ke Poso. Di situ, Balai Kerajaan, tempat ibadah Saksi-Saksi Yehuwa, digunakan sebagai tempat tinggal sementara dan pusat distribusi bantuan kemanusiaan. Pada hari Rabu, 3 Oktober, sekitar 115 orang diungsikan ke tempat itu dan beberapa rumah dari anggota sidang jemaat Saksi-Saksi Yehuwa di Poso. 

Dapur darurat, tempat mandi, tempat makan, dan bak penampungan air dibuat bagi para pengungsi. Tenda, makanan, air minum, obat-obatan dan perlengkapan lainnya disumbangkan oleh sesama anggota jemaat. 

Beberapa wakil dari Kantor Cabang di Jakarta mengunjungi tempat pengungsian ini dari tanggal 4 sampai 9 Oktober untuk mengarahkan pekerjaan bantuan kemanusiaan dan untuk memberikan dukungan rohani dan emosional. 

Bantuan lanjutan sedang diawasi oleh Bagian Penanggulangan Bencana di Kantor Cabang Jakarta.

Di seluruh dunia, ada lebih dari 8 juta Saksi-Saksi Yehuwa yang tinggal di 240 negeri. Setiap kali adanya bencana alam, bantuan kemanusiaan diatur oleh kantor cabang setempat bagi sesama anggota jemaat dan orang lain di daerah yang kena dampaknya. 

Pertamina EP Asset 2 Berhasil Genjot Kenaikan Revenue Sebesar Rp.239 Miliar

Written By Posmetro Prabu on 23/10/18 | 23.10.18

PRABUMULIH, PP - Prabumulih Field, satu lapangan produksi migas PT Pertamina EP (PEP) Asset 2 di Provinsi Sumatera Selatan memfokuskan giat inovasi guna mendongrak capaian di tahun 2018. Upaya ini pun kemudian mulai berbuah manis, dimana salah satu inovasinya yakni Integrated Gas Monitoring dan Conditioning berhasil menaikkan revenue sebesar Rp239 miliar sejak diterapkan pada April 2018.

"Inovasi merupakan kegiatan yang terus dilaksanakan di Prabumulih Field, guna mencapai target produksi dan juga revenue dengan biaya yang seminim mungkin untuk mendatangkan hasil yang maksimal bagi negara" ujar Heragung Ujiantoro dalam Rapat Evaluasi Kinerja Triwulan III pada Selasa (23/10/2018).

Dikatakan, revenue gas TW III tahun 2017 tercatat sebesar Rp6.48 triliun, sementara untuk 2018 tercatat sebesar Rp7.7 triliun. Kenaikan signifikan terjadi setelah penerapan inovasi di bulan April 2018, tambah Heragung.

PEP Prabumulih Field memegang peranan penting pada penyaluran gas di Sumatera Selatan dan Jawa Bagian Barat. Hal ini mengingat, posisi PEP Prabumulih Field bukan hanya sebagai salah satu produsen terbesar dari gas di Sumatera Selatan, melainkan juga memegang proses kendali penyaluran dari produsen-produsen gas lainnya yakni PEP Pendopo Field, PEP Adera Field, Medco Teras, Medco Rambutan, dan juga KSO Indrillco

"Optimalisasi gas selalu menjadi main concern kami, mengingat setiap konsumen memiliki spesifikasi kebutuhan tekanan gas yang berbeda-beda. Guna menghindari back pressure (tekanan balik), maka diperlukan smart system yang bisa mengontrol gas sehingga aliran gas dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan meningkatkan revenue bagi perusahaan"pungkas Heragung. 

Sementara itu dari sisi konsumen, inovasi ini juga lanjut dia, sebagai hal yang positif untuk menghindari kekurangan pasokan gas.

Wangsit Sinung K, Gas Production Assistant Manager PEP Prabumulih Field yang menjadi kepala dari tim inovasi gas menambahkan bahwa tahapan inovasi ini dimulai dari kegiatan identifikasi operasi plant, engineering, koordinasi dengan transporter  konsumen, SWOT analysis, modifikasi sistem control penyaluran gas, operasi, dan monitoring.

Dalam kondisi sebelum optimalisasi, penyaluran gas untuk konsumen menggunakan flow controller dengan menggunakan sensing yang untuk safety operation LPG Plant Sumbagsel saja. Setelah dilakukan inovasi dengan membuat formula, sensing flow controller dapat memperhitungkan kondisi operasi dari beragam produsen gas. Selanjutnya, dengan membuat baseline percentage operasi flow controller, penyaluran gas ke konsumen PGN Jawa dan konsumen Sumbagsel dapat diatur sesuai kebutuhan dan juga target, terang Wangsit.

Konsumen utama gas dari Sumatera Selatan diketahui antara lain terdiri dari PT Pupuk Sriwidjaya, PT PGN untuk kelistrikan di Jawa, PT PLTG Asrigita, hingga gas kota Palembang dan Prabumulih.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu