News Update :

Mobil Batubara Dibakar OTD di Prabumulih

24 Apr 2015

PRABUMULIH, PP - Dua unit truk batubara yang tengah terparkir di pinggir Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur dini hari kemarin (24/4) sekitar pukul 03.30 WIB menjadi korban aksi pembakaran oleh orang tak dikenal.

Kedua truk yang dimaksud masing-masing mobil truk merk Toyota Dyna warna merah bernomor polisi BE 9706 QB yang dikemudikan Sutrisno (43), warga Dusun 12 Kauman Kelurahan Mataram Kelurahan Mataram Ilir Kecamatan Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung.

Kemudian truk Toyota Dyna warna hijau bernomor polisi BM 8912 RO yang dikemudikan Dedi Irawan (27), warga Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur.

Beruntung, tidak sampai ada korban jiwa dalam aksi pembakaran tersebut. Hingga kini baik pelaku maupunu motif pembakaran masih diselidiki oleh aparat kepolisian.

Sopir truk merk Toyota Dyna warna merah bernomor polisi BE 9706 QB, Sutrisno menceritakan kejadian tersebut berawal saat dirinya sedang memperbaiki mobil yang dikemudikannya karena menderita patah baut pada bagian ban sebelah kiri. Karena kelelahan setelah memperbaiki mobil, dirinya kemudian memutuskan untuk beristirahat di dalam mobil.

"Sekitar jam 12 malam, mobil saya patah baut ban. Makanya saya berhenti dan perbaiki dulu kemudian saya tidur di dalam mobil. Lalu sekitar jam 03.30 WIB pintu mobil digedor oleh orang tak dikenal," ungkap Sutrisno saat diwawancarai di lokasi pembakaran.

Sutrisno pun lalu membuka kaca mobil dan melihat dua orang sudah berada di depan mobil. Satu orang menunggu di atas motor, satunya lagi adalah orang yang menggedor pintu mobilnya.

"Orang itu lalu membentak saya untuk turun dari mobil. Begitu saya menepi ke depan mobil, tiba-tiba orang yang menyuruh saya turun langsung membakar bodi mobil saya. Setelah terbakar, orang itu melemparkan cairan berbungkus plastik ke dalam mobil," terangnya.

Api pun langsung membesar. Kedua pelaku lalu kabur menggunakan sepeda motor skuter.

"Saya gak bisa berbuat apa-apa lagi. Hanya bisa terduduk sambil mencoba minta tolong. Tapi gak ada yang menolong karena memang kondisinya sudah larut malam," katanya.

Selang 10 menit dari terbakarnya mobil, tiba-tiba Sunaryo mendengar bunyi letusan dari arah depan. Sunaryo pun melihat kobaran api juga muncul dari sebuah angkutan truk batubara yang terparkir sekitar 100 meter dari tempatnya parkir.

"Rupanya bukan mobil saya saja yang jadi sasaran. Ada mobil lainnya yang ada di depan mobil saya," ucap Sunaryo seraya mengatakan petugas dari Polsek Prabumulih Timur serta pemadam kebakaran langsung datang ke lokasi begitu mendapat laporan warga.

Sementara itu, pemilik truk, Ibrik yang melihat langsung kondisi kendaraannya di lokasi kejadian sangat menyayangkan kejadian yang menimpa sopirnya tersebut. "Begitu mendengar kabar, saya langsung ke sini," ujar warga kota Lahat tersebut sembari menuturkan atas kejadian itu pihaknya mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.

Ibrik mengeluhkan kinerja kelompok masyarakat yang bekerja sama dengan pihaknya agar angkutannya lancar melintas di wilayah Prabumulih. 

"Banyak titik-titik yang dikuasai preman dan meminta setoran dengan kami. Untuk biaya pengamanan itu saja sekali melintas kami dipungut biaya sebesar Rp 100 ribu. Tapi tetap saja kami jadi sasaran pengrusakan oleh warga," terangnya seraya meminta kelompok pengamanan untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Terpisah, Dedi Irawan (27) menyebutkan saat kejadian dirinya tengah terlelap tidur di rumah yang lokasinya tak jauh dari tempat truk terparkir. "Saya mendengar bunyi sirene mobil PBK. Begitu bangun dan merapat ke sumber suara, ternyata mobil saya yang sedang kebakaran," tuturnya.

Dedi mengaku tidak pernah bermasalah dengan kelompok pengamanan mana pun yang ada di kota Prabumulih. "Kalau ada yang minta (pungli,red) pasti saya kasih. Saya tidak tahu siapa dan kenapa truk saya ini dibakar," ungkapnya seraya mengatakan sudah mengabari atasannya terkait kejadian tersebut.

Kapolres Prabumulih, AKBP Arief Adiharsa SIk yang didampingi Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Sugeng Pranoto mengatakan kejadian ini akan menjadi perhatian serius jajarannya. "Pelaku sudah benar-benar mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat. Kami akan dalami kasus ini," pungkasnya. (pp/tyo)


Ratusan Botol Miras Berbagai Merek Berhasil Disita Diskoperindag Prabumulih

23 Apr 2015

PRABUMULIH, PP - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdaganagan Kota Prabumulih dalam razia minuman keras berhasil menyita ratusan botol minuman keras tanpa izin dari toko Berkat salah satu Grosir Makanan dan minuman di Jalan Pandean Kota Prabumulih.

"Razia ini sebagai penegakan Perda minuman keras. Pada razia yang kita gelar ditemukan salah  satu toko grosir yang kedapatan menjual minuman keras tanpa izin," ujar Kadin Perindag Kota Prabumulih Junaidah disela-sela razia Jumat (24/04/2015)

Ia mengatakan, informasi adanya di toko ini (toko berkat Jalan Pandean Prabumulih-red) minuman keras berkat keterangan  dari sejumlah pedagang kaki lima. Dari toko tersebut pihak Diskoperindag dan Satpol PP berhasil menyita hampir 300 botol minuman keras siap minum dari berbagai merek dan jenis yang ditemukan di gudang penyimpanan.

Mengingat sebelumnya toko ini sudah di berikan sosialisasi tentang larangan menjual minuman keras, Disperindag tampaknya tidak lagi memberikan toleransi. Seluruh minuman yang mengandung alkohol ditoko tersebut pun disita.

"Mengingat sebelumnya telah kita sampaikan sosialisasi larangan penjualan Mikol, maka kali ini seluruh minuman yang mengandung alkohol di toko ini akan kita sita. Apapun alasannya barang ini akan dimusnahkan" ujar Jupe  sapaan Junaidah.

Tabrakan Maut, Truk Dibakar Massa

LAHAT, PP -- Naas, saat menaiki sepeda motor Suzuki Spain BG 3873 EK, 3 siswi SMP, bertabrakan dengan truk bermuatan kopi.
Peristiwa ini terjadi di Desa Gedung Agung, Kecamatan Merapi Timur, Lahat. Akibatnya 2 dari mereka tewas, Anggi (15) dan Sinta (15), diduga ditabrak truk BH 8244 FU.

Sementara Yuni kritis.
Peristiwa berawal ketiga remaja putri Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur ini, melaju menggunakan sepeda motor dengan posisi bonceng tiga.

Mereka melaju dari arah Muaraenim menuju arah Lahat, dari arah berlawanan melaju truk muatan kopi yang diperkirakan berasal dari Kota Pagaralam. Saat berada dijalan menikung wilayah Desa Gedung Agung, kedua kendaraan ini berpapasan.

Ketiganya dibawa ke RSUD Muara Enim. Sedangkan sopir yang belum diketahui identitasnya, langsung melarikan diri. Karenanya warga emosi, dan membakar truk.

Kapolres Lahat AKBP Wira Satya Triputra, SiK MH membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Unit Laka Polres Lahat dan Personil dari Polsek Merapi Timur sudah mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara).
"Suasana sudah kondusif, personil kita sudah mengamankan TKP," kata Wira.

Kronologis kejadian kata Wira masih didalami, pihaknya masih melakukan pendalaman. Terkait pembakaran truk, pihaknya mengimbau warga untuk tenang tidak melakukan hukum sendiri. Dia meyakini, pihaknya akan menindak setiap pelanggaran tidak ada pengecualian di mata hukum. (pp/tribun)

Tunggakan Pajak Kenderaan Kota Prabumulih Tiap Tahun Terus Meningkat

PRABUMULIH, PP - Jumlah tunggakan wajib pajak kota Prabumulih dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan.

Data dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Samsat kota Prabumulih mencatat pada tahun 2012 sebanyak 11.627 wajib pajak menunggak pajak dengan total nilai sebesar Rp 3.634.220.000. Jumlah ini meningkat pada tahun berikutnya sebanyak 13.407 wajib pajak dengan total nilai sebesar Rp 5.064.189.175. Kemudian pada tahun 2014 jumlahnya kembali meningkat sebanyak 15.424 wajib pajak dengan total nilai tunggakan sebanyak Rp 5.704.259.850.

Kepala UPTD Samsat, H Nazaruddin SH melalui Kasi Pendataan dan Penagihan, Sunaryo mengatakan, tingginya tunggakan pajak tersebut disebabkan banyak faktor. Penyebab paling utama adalah menurunnya perekonomian masyarakat akibat anjloknya harga komoditas karet yang menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat.

"Karena pendapatannya terbatas, masyarakat lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan yang lebih mendesak," ungkap Sunaryo ketika dibincangi di ruang kerjanya kemarin (22/4).

Kondisi tersebut, sambung Sunaryo cukup menyulitkan pihaknya untuk mencapai target penerimaan pajak, retribusi daerah dan hibah dealer pada tahun ini yang mencapai Rp 61.401.951.800.

"Meski begitu kami cukup optimis dalam pencapaian target tahun ini. Hingga triwulan pertama tahun ini kami berhasil mengumpulkan sebanyak Rp 12.973.264.325 atau sekitar 21,11 persen dari total target yang ditetapkan," ucapnya.

Masih kata Sunaryo, pihaknya telah melakukan langkah-langkah pendekatan kepada masyarakat agar segera melakukan pembayaran pajak tepat pada waktunya. "Himbauan lewat spanduk kemudian surat ke Camat dengan tembusan ke Lurah dan Kepala Desa serta berbagai himbauan lainnya. Selain itu, kami juga melakukan penagihan secara door to door ke seluruh wajib pajak mobil," terangnya seraya menambahkan pihaknya juga bersama instansi terkait gencar melakukan razia kendaraan bermotor.

Sunaryo juga menjelaskan pihaknya juga memberikan beberapa kebijakan keringanan bagi para wajib pajak yang melakukan tunggakan berupa pemutihan serta doleansi atau pengurangan jumlah denda.

Namun, untuk kebijakan pemutihan saat ini pembahasannya masih dibahas di tingkatan pemerintah provinsi serta DPRD. "Kalau doleansi, kami khususkan kepada wajib pajak yang kendaraannya mati pajak diatas 3 tahun. Itupun harus ada pengajuan atau permohonan terlebih dahulu dari wajib pajak bersangkutan," jelasnya.

Dijelaskan Sunaryo, keaktifan masyarakat dalam melakukan pelunasan sangat mendukung pembangunan yang tengah dilakukan oleh pemerintah setempat. "Seperti yang kita ketahui, bagi hasil pajak ini 30 persennya dikembalikan lagi ke kabupaten/kota masing-masing yang pada akhirnya akan digunakan untuk pembangunan," pungkasnya. (pp/tyo)

Kasus Sengketa Lahan SDN 6 dan SDN 24 Prabumulih Seret dua Petinggi Kepala Daerah

PRABUMULIH, PP - Kasus sengketa lahan SD Negeri 6 dan SD Negeri 24 Prabumulih memasuki masa persidangan kedua setelah upaya mediasi yang diperintahkan majelis hakim gagal menemukan titik temu.

Dalam persidangan yang diketuai majelis hakim Fatimah SH didampingi hakim anggota, Chandra Ramadhani SH serta Ahmad Adib SH, ahli waris pemilik lahan yang diwakili Kuasa hukum penggugat, Muhammad Aminudin SH mengajukan gugatan baru atas perkara tersebut.

"Karena mediasi gagal, kami  mengajukan penambahan provisi pokok perkaranya dan juga penambahan tergugat," ujar Aminudin usai persidangan.

Aminudin menjelaskan pihaknya menambah tergugat baru yakni Bupati Muara Enim selain pemkot Prabumulih yang sebelumnya telah digugat.  "Sebab, ketika penyerahan aset pemkab Muara Enim memasukkan lahan klien kami ke dalam daftar aset yang diserahkan ke Pemkot Prabumulih saat terjadi pemekaran wilayah," katanya.

Aminuddin menjelaskan apabila nantinya mediasi yang kedua ini gagal dan sidang belum ada keputusan maka  hakim akan mengabulkan provisi yaitu untuk mengosongkan sekolah tersebut. "Apabila tidak dikosongkan akan dijatuhi  hukuman 1 hari Rp2juta," beber Aminuddin dengan nada optimis jika provisi yang diajukan akan dikabulkan.

Sementara Kabag Hukum Setda Kota Prabumulih, Benny Rizal SH ketika dikonfirmasi menuturkan, pihaknya siap menghadapi gugatan baru yang dilayangkan oleh pihak penggugat tersebut. "Selaku pihak tergugat pemkot prabumulih siap untuk menghadapinya," kata Benny melalui telepon genggamnya.

Disinggung mengenai provisi yang diajukan oleh pihak penggugat, Benny menuturkan, hal tersebut diserahkan sepenuhnya kepada majelis hakim yang memegang perkara tersebut. "Pada intinya kami siap menjalankan keputusan yang ditetapkan majelis hakim. Keputusan hakim kami anggap bisa memberikan keadilan yang seadil-adilnya bagi kedua belah pihak," pungkasnya. (pp/tyo)

Devisit Anggaran Kota Prabumulih Tinggal Rp. 68 M

22 Apr 2015

PRABUMULIH, PP - Upaya pemerintah kota Prabumulih untuk menutupi defisit anggaran akibat pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas sebesar Rp 113 miliar berbuah hasil.

Dalam waktu dekat, pemkot bakal menerima kucuran dana dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 45 miliar. Dana tersebut berasal dari pembayaran dana bagi hasil tahun-tahun sebelumnya yang belum terbayarkan, seperti dana hasil pajak dan dana bukan hasil pajak.

"Kalau sebelumnya defisit kita sebesar Rp 113 miliar, kini tinggal Rp 68 miliar karena ada dana masuk lagi dari Kemenkeu," ujar Kepala Dinas Pendapatan, Pengolahan, Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Prabumulih, H Jauhar Fahri SE Ak ketika diwawancarai, siang tadi Rabu  (22/4).

Lebih jauh dijelaskan Jauhar, dana tersebut berasal dari dana bukan pajak minyak dan gas sebesar Rp 39 miliar dan dari pajak sekitar Rp 6 miliar. Hasil ini tidak membuat pihaknya berpuas diri. Dikatakannya, bahwa pihaknya masih akan mengejar defisit anggaran melalui pemasukan lainnya sehingga proyek pembangunan yang telah direncanakan tetap berjalan seperti semula.

"Kami masih mencari cara melalui penerimaan lainnya yang dapat menutupi defisit anggaran tersebut," ucapnya

Sementara itu Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM yang diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu membeberkan telah berhasil mengejar defisit anggaran hingga 50 persen. "Kami sedikit lega sebab defisit anggaran ini terus kami kejar untuk bisa ditutupi. Hasilnya, bisa menutupi defisit sebanyak 50 persen," tuturnya.

Masih kata Ridho, pihaknya masih mencari cara untuk menutupi sisa defisit anggaran. "Apakah dengan pengurangan anggaran yang ada atau hutang kepada pihak ketiga. Masih akan kami timbang baik buruknya," pungkasnya. (pp/tyo)

Brankas Kredit Plus Prabumulih Dibobol Maling

PRABUMULIH, PP - Kantor cabang Kredit Plus Prabumulih yang berada di Jalan Padat Karya, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur kemarin malam (21/4) sekitar pukul 01.00 WIB, disatroni maling.

Brangkas yang berada di ruang penyimpanan aplikasi berhasil dibobol. Uang sebesar Rp 41 juta yang ada di dalamnya raib dibawa kabur pencuri. Kejadian tersebut baru diketahui pagi harinya sekitar pukul 07.30 WIB oleh kedua Office Boy (OB) kantor yakni Rudy (27) dan Dodi (25), saat hendak membersihkan ruangan.

Menurut Rudy, begitu dirinya masuk ke dalam kantor,  pintu ruang penyimpanan aplikasi serta ruangan karyawan yang berada di lantai dasar  sudah terbuka dan dalam kondisi berantakan.

"Saya tidak berani membereskannya karena takut ada yang hilang. Makanya saya langsung menelepon atasan," ujar Rudi ketika dibincangi kemarin.

Lebih jauh dijelaskan Rudy, dirinya tidak tahu kalau brangkas di ruangan tersebut telah dibobol. "Saya baru tahu saat karyawan lain yang bilang kalau brangkas dibobol dan uang didalamnya sudah dibawa kabur pencuri," terangnya.

Masih kata Rudy, ketika meninggalkan kantor, dirinya memastikan seluruh ruangan sudah dalam kondisi terkunci. "Semuanya sudah dikunci rapat kecuali pintu di lantai 4. Memang tidak ada kuncinya. Kemungkinan, pelaku masuk dari atas sana," tuturnya.

Dari rekaman CCTV yang ada di dalam kantor, terlihat aksi pelaku yang berjumlah dua orang dimulai sekitar pukul 01.00 WIB. Kedua pelaku terlihat mengenakan pakaian sepan jeans serta kaos kemudian menggunakan topi untuk menutupi wajahnya. Keduanya tampak menuruni anak tangga kemudian langsung menuju ke ruangan yang berada aplikasi.

Seorang pelaku berhasil mencongkel pintu dengan menggunakan sebuah besi kecil. Setelah pintu berhasil dibuka, keduanya kemudian memasuki ruangan untuk membobol brankas. Di dalam ruangan itu sendiri terdapat tiga unit brankas yang digunakan untuk menyimpan uang serta dokumen penting perusahaan. Brangkas yang berhasil dibobol adalah brangkas yang paling kecil yang menyimpan uang hasil angsuran nasabah.

Aksi pelaku sendiri baru selesai satu jam setelahnya untuk kemudian kabur ke lantai atas melalui jalan mereka masuk.

Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIK melalui Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Sugeng Pranoto membenarkan kejadian tersebut. "Kami telah menerima laporan dari korban dan mendatangi TKP untuk melakukan identifikasi serta pengumpulan data. Rekaman CCTV kantor juga telah kami bawa untuk dipelajari sehingga mengetahui kronologis kejadian," pungkasnya. (pp/tyo)

Mobil Kadinkes Prabumulih Akhirnya Ditemukan

21 Apr 2015

PRABUMULIH, PP - Tidak Lebih dari 24 jam, jajaran Reskrim Polsek Prabumulih Timur Senin (21/4) sekitar pukul 21.00 WIB, berhasil mendapatkan mobil merk Toyota Agya warna putih bernomor polisi BG 1157 CE milik Kadinkes Prabumulih, dr H Iwan Hasibuan MKes yang dicuri dari kediamannya beberapa jam sebelumnya.

Mobil tersebut ditemukan terparkir di pinggir kebun karet di Jalan Tower Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur, tepatnya di samping Masjid Baitul Jannah.

Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIk melalui Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Sugeng, didampingi Kanitreskrim, Aiptu Rikiyanto Atmaja mengatakan penemuan mobil tersebut berawal dari informasi masyarakat yang sampai ke jajarannya. Begitu mendapat kabar, tim buser langsung menuju TKP yang dimaksud.

"Sekitar pukul 21.00 WIB, kami mendapat kabar kalau ada mobil terparkir yang mencurigakan. Langsung saja kami ke TKP dan ternyata benar, mobil tersebut milik Kadinkes yang dicuri sebelumnya," ujar Riki ketika dibincangi kemarin (21/4).

Riki mengatakan kecurigaan warga berawal saat mobil tersebut terparkir di TKP sejak pukul 14.00 WIB. "Sudah terparkir 7 jam namun tidak ada seorang pun yang memindahkannya. Makanya, warga langsung melapor ke kami," tuturnya seraya mengatakan pelaku masih belum berhasil diungkap.
Dari keterangan warga, sambung Riki alarm dari mobil tersebut sempat hidup. "Anak-anak di sekitar sempat bermain di sana hingga menyebabkan alarm mobil hidup. Tak lama kemudian sempat dimatikan. Namun, si pemegang kunci alias pelaku pencurian masih belum terungkap," terangnya.

Atas dasar keterangan warga tersebut, tambah Riki pihaknya akan melakukan penyelidikan. "Petunjuk-petunjuk yang mengarah ke pelaku sudah ada. Kami masih dalami petunjuk tersebut hingga pelaku bisa segera terungkap," ucapnya.

Sementara, terkait barang-barang pelaku yang tertinggal di dalam mobil, Riki membeberkan pelaku hanya meninggalkan sebotol minuman ringan merk Mizone. "Gembok dari dalam rumah korban masih tertinggal di dalam mobil. Hingga kini kami masih mengidentifikasi sidik jari serta jejak pelaku yang tertinggal di dalam mobil," pungkasnya. (pp/tyo)

Kios Taman Kota Prabujaya Bakal Jadi Sasaran

PRABUMULIH – Desakan Anggota Komisi II DPRD Nuryadi MZ SE agar Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Sat Pol PP segera merazia minumal keras (mirasl) atau minuman beralkohol (mikol) ditanggapi Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM. Bak gayung bersambut, Ridho juga mendesak kedua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bawahannya itu segera melakukan razia.

"Diskoperindag selaku dinas terkait akan akan segera kita panggil, untuk segera melakukan razia," ujarnya usai paripurna di gedung DPRD Prabumulih Selasa (21/4) seraya mengatakan, Permendag No 6/2015 bisa dijadikan landasan.

Adik Bupati Ogan Ilir ini tidak menampik bahwa peredaran miras saat ini masih bebas dan berada di taraf yang meresahkan. "Meski sudah ada aturan dari pusat yang bisa dijadikan payung hukum, tetapi untuk mempertajamnya memang tetap diperlukan Perda (Peraturan Daerah) tentang Miras," kata dia.
           
Nah untuk Sat Pol PP Ridho meminta segera bersiap membeck-up razia tersebut. "Selaku penegak perda, kalau ada Perda miras Sat Pol PP memang berhak melakukan penertibannya," imbuhnya.
           
 “Memang untuk menertibkan miras ini gampang-gampang susah. Di saat Diskoperindag telah melakukan razia peredaran miras di sejumlah minimarket dan toko-toko namun tetap saja miras masih banyak ditemukan di warung-warung dan tempat hiburan,” tambahnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ibrahim SH MH yang dikonfirmasi terpisah mengaku siap merazia miras. Bahkan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti Dikoperindag dan Polres Prabumulih.

“Kita sudah agendakan untuk melakukan razia miras ini, tentunya lokasi atau titik prioritas yang menjadi target kita adalah tempat hiburan malam seperti karaoke dan kafe-kafe,” terang Ibrahim.

Masih kata Ibrahim, dirinya menjelaskan, pada intinya razia yang akan digelar itu selain bertujuan untuk menjawab permintaan dari masyarakat juga sebagai upaya dalam mendukung Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 tahun 2015.

"Mekipun sudah ada peraturan dari Kementrian Perdagangan, untuk Perda Miras di Kota Prabumulih ini tetap harus punya. Kalau tidak ada dasarnya bagaimana caranya kita mau menindak. 

Kalau Diskoperindag mengagendakan razia penjualan miras, kita akan dukung penuh. Dalam penertiban yang dilakukan bersama Satpol PP  nantinya, kita akan proses kalau ditemukan adanya miras, apalagi tidak ada izinnya," tegasnya.

Dikatakannya, Satpol PP sendiri selama ini rutin melakukan penertiban miras, salah satunya yakni di kios-kios yang berada di Taman Kota Prabu Jaya.

“Di sana kita menemukan ada pedagang yang kedapatan menyadiakan dan menjual miras. Padahal sudah jelas-jelas ada aturan jika para pedagang tidak diizinkan untuk menjual miras di kawasan tersebut. Kita segera tindak mereka dengan memberikan sanksi berupa teguran, jika kedepan masih kedapatan maka dengan terpaksa izinnya untuk berjualan dikawasan itu akan kita cabut,” tandasnya.

Terpilih Jadi Ketua PSSI, Kamirul Janji Kembalikan Kejayaan Persipra Era 90an

20 Apr 2015

PRABUMULIH, PP - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Pengurus Cabang (PSSI Pengcab) Kota Prabumulih menggelar Musyawarah Cabang Tahun 2015, Senin (20/04/2014). Muscab digelar secara sederhana di Hotel Central City. 

Dihadiri seluruh perwakilan pengurus PSSI se- Kecamatan Kota Prabumulih, Muscab tampak berlangsung tertib dan hikmad hingga menghasilkan kepemimpinan baru. Nakhoda PSSI Pengcab Kota Prabumulih untuk periode 2015-2020 kini di embankan kepada Kamirul yang juga anggota DPRD Propinsi Sumsel.

Seusai Muscab, Ketua PSSI Prabumulih terpilih, Kamirul Kepada wartawan mengatakan akan segera melakukan pembentukan struktur kepengurusan baru. "Kami akan segera membentuk kepengurusan serta menjalankan seluruh program kerja," tuturnya.

Terkait prestasi Persipra di Liga Nusantara yang kurang menonjol, Kamirul mengatakan akan segera melakukan perbaikan sistem manajemen. "Potensinya sangat tinggi karena didukung beberapa pemain bintang. Manajemennya yang perlu dibenahi. Ke depan ini akan menjadi perhatian kami," pungkasnya.


Terpisah, Ketua PSSI Sumsel Faisal Mursyid SH saat dibincangi disela-sela muscab soal PSSI yang dibekukan oleh kemenpora mengungkapkan bahwa, Kisruh yang melanda kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pusat yang berujung kepada pembekuan organisasi Kemenpora melalui surat bernomor 0137 tahun 2015, yang ditandatangani Menpora per 17 April 2015 lalu, dijamin tidak akan berimbas terhadap aktifitas organisasi di daerah.

Dikatakan, pembekuan sementara organisasi PSSI oleh Menpora lebih berimbas kepada pelaksanaan kompetisi Liga Indonesia musim 2015-2016. "Dampaknya baru berimbas kepada kompetisi Liga Indonesia. Kalau untuk aktifitas ogranisasi daerah masih terus berjalan," ujarnya. Dalam waktu dekat pengurus bakal dihadapkan pada beberapa perhelatan kompetisi tingkat daerah. "Agenda yang paling dekat Liga Nusantara, Piala Suratin U-15, Piala Pertiwi sepakbola wanita dan beberapa kompetisi lainnya. Nah, persiapan kompetisi untuk di wilayah Sumsel masih terus kami lakukan. Permasalahan di pusat tidak akan menghambat," terangnya.

Terkait muscab Asosiasi PSSI kota Prabumulih, Faisal mengharapkan dengan ditetapkannya pemimpin yang baru, asosiasi PSSI Prabumulih bisa melakukan konsolidasi pengurus serta anggota. "Prabumulih ini di tahun 1990an menjadi salah satu kekuatan besar di bidang persepakbolaan melalui klubnya Persipra. Kami berharap kepemimpinan baru dapat membangkitkan kejayaan yang pernah ada," ucapnya. (pp/tyo)

Nak Nyalon Kades di Prabumulih? Ini Syaratnyo

PRABUMULIH, PP - Wali Kota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM mengatakan dengan telah terbentuknya Perda pemilihan kepala desa secara serentak di Kota Prabumlih, maka pihaknya akan segera menyiapkan gelaran pemilihan kepala desa (pilkades) di 7 desa yang ada di kota Prabumulih.

"Pelaksanaannya sendiri Kemungkinan dilaksanakan Mei nanti. Tapi akan kami lihat dulu persiapannya," ujar Ridho kepada wartawan usai menghadiri Rapat Paripurna pengesahan  empat rancangan peraturan daerah (Raperda) yang terdiri dari raperda tentang pemilihan kades dan raperda tentang perubahan atas perda nomor 3 tahun 2008 tentang pelayanan administrasi kependudukan dan catatan sipil dengan penyelenggaraan system informasi administrasi kependudukan (SIAK) siang tadi Senin (20/04/2015).

Beberapa syarat calon kepala desa yang telah diatur dalam perda tersebut, sambung Ridho antara lain wajib memberikan bukti dukungan sebesar 15 persen dari total pemilih.

"Kalau alasan pemberian syarat tersebut, bisa langsung konfirmasi dengan pansusnya," katanya.

Sementara terkait dana atau anggaran pilkades, Ridho mengungkapkan telah menganggarkannya di APBD 2015. "Semuanya telah dianggarkan. Tinggal pelaksanaannya saja," ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Prabumulih, Ahmad Palo SE mengakui, jika dalam perda tentang pemilihan kepala desa salah satu pasalnya mengatur tentang bukti dukungan bagi bakal calon kepala desa. “Banyak yang memprediksi jumlah calon kades akan meningkat, mengingat saat ini jabatan kades cukup diminati terlebih dengan adanya dana desa makanya kita masukkan syarat bukti dukungan itu,” kata politisi dari PPP itu.

Masih kata Ahmad Palo, nantinya bakal calon kades harus mendapat dukungan sebanyak 15 persen dari jumlah pemilih. “Dengan demikian, kita berharap nantinya kades yang terpilih benar-benar didukung masyarakat dan demokrasi benar-benar berjalan,’ pungkasnya. (pp/tyo)
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung