Metro Insident

Latest Post

Berharap Songket Palembang Eksis di Amerika

Written By Posmetro Prabu on 16/02/19 | 16.2.19

PALEMBANG, PP - Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya berupaya mendorong kain songket khas Palembang agar eksis di Amerika. Hal itu dikatakannya saat Menerima Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Houston Amerika, di ruang tamu Wagub Sumsel Jumat (15/12).

Pertemuan itu berlangsung dalam rangka penjajakan KJRI untuk bekerjasama melalui Program Sister City (kota kembar) antara Houston dan Palembang. Kerjasama ini dilakukan karena adanya kemiripan antara dua kota ini yakni sebagai kota energi dan olahraga serta melalui bidang pariwisata, ekonomi, hingga Sumber Daya Manusia.

Mawardi menjelaskan, bahwa di Palembang khususnya Sumatera Selatan terdapat banyak hal yang bisa dikerjasamakan. Baik dalam bidang investasi  maupun dalam pariwisata, serta budaya karena terdapat peninggalan masa dahulu salah satunya songket menjadi pakaian khas dari Sumatera Selatan.

"Sekarang songket bukan hanya dipakai untuk hari besar namun dipakai setiap hari. Tentu juga banyak pengrajin-pengrajin kita di daerah, maka kita harus dorong mereka agar bisa mengekspor ke luar negeri salah satunya Houston Amerika," ungkapnya.

Dengan potensi ini  kerjasama lebih besar dapat dilakukan karena di hampir semua tersedia di bumi Sriwijaya.

"Ini benar-benar bukan soal budaya saja namun ada kerjasama saling menguntungkan, bila terjalin itu menjadi luar biasa," ujarnya.

Demikian juga tentang pendidikan Sumsel diharapkan juga ada kerjasama teknologi agar pengetahuan bisa lebih berkembang. Diharapkan kerjasama di bidang pendidikan, dapat meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat.

Sementara itu Konsul Jenderal RI di Houston,  Nana Yuliana mengatajan sangat ingin mendekatkan kota Houston dengan Palembang dengan melakukan bekerjasama dalam berbagai hal, karena terdapat banyak kesamaan karena Palembang berpotensi banyak energi.

"Sektor ekonomi pengusaha dari sana bisa kita hadirkan, dan nantinya kita lihat peluang apa yang bisa dilakukan. Juga melalui pendidikan kita menyandingkan Universitas di Amerika dengan disini, serta dengan perdagangan kita, Houston sendiri berada di 12 negara bagian dari Texas yang bisa mengeksplorasi untuk perdagangan dan investasi," ungkapnya.

Nantinya akana da 3 agenda kegiatan besar yang diselenggarakan di Houston oleh KJRI, salah satunya pada bulan Juli terdapat Indonesia fashion week, diharapnya songket dapat berpartisipasi dalam mengenalkan kain tersebut di luar negeri.

KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) memiliki salah satu tugas dalam meningkatkan hubungan wilayah kerja dengan Houston. Dimana KJRI di Houston memiliki strategi antara lain promotion, people to people connectivity, dan protection. Diharapkan dengan adanya Sister City ini dapat saling menguntungkan antara Palembang dengan Houston.

Herman DERU : Iba Lihat Wako Palembang Dengan PR Yang Berat

PALEMBANG, PP - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengaku iba melihat Walikota Palembang Harnojoyo. Hal itu diungkapkannya   melakukan Safari Jumat di Masjid Al Munawarroh di jalan Prameswara, di Kecamatan Bukit Baru Jum'at (15/2).

Menurutnya saat ini Walikota Palembang punya PR yang tidak mudah yakni banjir dan macet. Yang paling memprihatinkan kata dia  ketika cuaca mulai hujan maka banjir mulai menggenangi sebagian ruas jalan kota di Palembang. Hal ini dipicu banyaknya warga yang belum sadar akan lingkungan.

"Kita sekarang lagi menghadapi situasi prihatin, saya kasian kepada pak Walikota Palembang, warga selalu pertanyakan tentang banjir, padahal itukan juga ulah kita semua," ujarnya.

Herman Deru mengatakan  topografi Palembang memang lebih banyak rawa-rawa dibandingkan lahan datar sehingga membuat air susah kembali ke tempat asalnya saat meluap. Karena itu peelu kesadaran warga untuk tidak menimbun seenaknya.

"Seperti wilayah Poligon itu, diawal pembangunannya tahun 1992 tidak ada menyangka akan banjir, warga sekarang banyak menimbun, maka itu juga menyebabkan banjir itu terjadi, dalam kesempatan ini kota bersama-sama untuk sadari akan hal ini," ungkapnya.

Selanjutnya dari hasil pengamatannya di sekitar jalan Masjid terdapat kepadatan lalu lintas yang menyebabkan kemacetan. Hal ini harusnya tidak terjadi dan ada solusi. Untuk itu ia berharap segera ada solusinya setelah berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Kondisi belakangan di wilayah ini lumayan macet, Dinas Pekerjaan umum (PU) hadir disini biar disampaikan oleh instansi Pusat balai kalau mungkin bisa memperlebar atau mengubah rekayasa lalu lintas atau paling sederhana mengubah satu arus biar tidak.macet lagi," jelasnya.

Hanya saja untuk merekayasa ia menghimbau agar dimusyawarahkan terlebih dulu." Biar petugas balai, PU serta Dinas Perhubungan mencari jalan keluarnya," ujarnya.

Menurut Herman Deru Safari Jumat ounya arti yang sangat penting baginya. Dengan bersafari ia mengaku bisa mendengar langsung apa persoalan masalah yang terjadi di masyarakat termasuk tentang Masjid. Safari seperti itu menurutnya bahkan sudah dilakukannya saat menjadi bupati dahulu, karena kegiatan ini sangat bermanfaat, baik dalam hal beribadah maupun dalam hal bersilaturahmi.

"Dahulu saat masih bekerja di swasta saya suka berkunjung disini, tempat beribadah, maupun saat pikiran lagi suntuk untuk merenungkan diri, masjid ini tidak berubah," tutupnya.

Pemprov Sumsel Rencanakan Cluster Khusus Sekolah

PALEMBANG, PP - Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku punya pemikiran dan ide untuk membuat cluster-cluster khusus di sekolah-sekolah di Sumsel. Ia berharap cluster ini sudah diterapkan Tahun Ajarab Baru (TAB) ini. Pernyataan itu dilontarkannya usai membuka kegiatan Mineral Cup 2019 di SMAN 6 Palembang, Jumat (15/2) pagi.

Tujuannya tak lain untuk membedakan sekolah yang benar-benar gratis dengan sekolah yang ingin bersaing dengan swasta dan berbayar. 

" Inikan dibilang tidak ada tapi peraturannya ada. Makanya saya punya pemikiran, masih ide untuk bikin cluster. Yang gratis ya gratis dan yang ingin bersaing adan cluster sendiri berbayar. Untuk menentukan itu kita pakai kriteria dan akan kita tentukan," jelasnya.

Terkait gagasannya itu, Herman Deru mengatakan masih perlu melakukan urun rembuk dengan jajaran pendidikan baik di kota maupun provinsi untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Banyak yang bertanya di sosmed, mengenai sekolah gratis.  Saya sepakat sekolah gratis ini dilanjutkan tapi pada jenjang tertentu dan cluster tertentu," tegasnya.

Sementara itu terkait acara Mineral Cup 2019, orang nomor satu di Sumsel itu mengakui bahwa dalam kehidupan seseorang memang dibutuhkan keseimbangan. Tak cukup hanya pintar dan memiliki pengetahuan umum yang luas tapi juga dibarengi spiritual yang baik.

" Nah ini tugas para guru. Karena keseimbangan ini bukan hanya diperlukan saat sekolah tapi juga untuk masa depan. Sekarang ini banyak orang pintar tapi tidak dibarengi ajaran agama yang baik," jelasnya.

Saat ini kata Herman Deru sedang marak agama dijadikan komoditas politik. Dengan keseimbangan   pengetahuan dan spiritual yang matang baik pelajar atau masyarakat umum akan semakin dewasa memilah apakah agama layak dijadikan komoditas politik atau tidak. Dengan Mineral Cup, HD berharap SMAN 6 Palembang dapat  menjadi tren setter di Sumsel dengan caranya sendiri.

"Semoga dengan acara Mineral Cup ini, SMAN 6 dapat berkontribusi  menjadikan anak didik dapat memilah  dan mengambil keputusan," jelasnya.

Sedangkan mengenai terpilihnya SMAN 6 Palembang mewakili Provinsi Sumsel dalam ajang Sekolah Sehat tingkat nasional, dikatakan Herman Deru bukanlah prestasi yang mudah. Sebab, untuk bisa mewakili Sumsel sekolah tersebut pasti merupakan pilihan dari sekolah yang terbaik.

"Setelah saya lihat langsung hari ini, wajar kalau SMAN 6 ini jadi wakil Sumsel untuk lomba swkolah sehat nasional," jelasnya. 

Lebih jauh.dikatakannya target lomba itu bukan hanya sekedar piala, tapi bagaimana budaya sehat itu tertanam kepada para siswa dan siswi. Sebab jika targetnya hanya piala, biasanya upaya hanya terbatas pada pemenuhan kriteria penilaian saja. " Kita ingin ini berkelanjutan," jelasnya.

Sementara itu Kepala SMAN 6 Palembang, Maryati menjelaskan bahwa sekolah ini didirikan 1981. Saat ini ada 30 rombongan belajar (Rombel) yang terdiri daei kelas X, XI dan XII dengan total siswa mencapai 1.043 orang.

"Kita bangga sekali Mineral Cup kita kali ini diikuti banyak peserta di luar Palembang. Ada 7 kabupaten dan kota yang mengirimkan utusan terdiri dari 57 sekolaj dan 784 oeserta didik," jelasnya.

Awal Maret 2019 Presiden Jokowi Hadir di Palembang

Written By Posmetro Prabu on 13/02/19 | 13.2.19

PALEMBANG, PP  - Gubernur Sumsel Herman Deru menerima Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sumsel di Ruang Tamu Gubernur, Rabu (13/2). 

Selain bersilaturahmi, kehadiran Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Dwi Asmoro juga dalam rangka melaporkan soal rencana kegiatan  besar mereka yaitu Millennial Road Safety Festival 2019. Kegiatan ini akan melibatkan puluhan ribu masa, oleh karena itu dia meminta dukungan dari Gubernur Sumsel. 

Lanjutnya acara itu akan dilaksanakan pada 3 Maret 2019 di seputaran Jembatan Ampera yang akan dihadirkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Ditambah lagi acara ini nanti akan direncanakan memecahkan rekor Muri dengan membentang kain jumputan sepanjang kurang lebih 1 KM.

"Kami mohon dukungan kepada pak gubernur sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik dan sukses,"katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Tak hanya itu, dia juga meminta kepada Dirlantas Polda Sumsel untuk lebih serius mempersiapkan acara ini. 

"Saya harap kegiatan ini benar-benar di persiapkan dengan matang apalagi dihadiri Presiden dan juga Kapolri. Oleh karena persiapkan event ini dengan baik jangan sampai memalukan Kapolri selaku putra daerah Sumatera Selatan,"ucapnya.

Hadir pula, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel AKBP Dwi Sulitistiwan, Kasat PJR Polda Sumsel Kompol A.M. Indra Waspada, Kasubdit Gakkum Polda Sumsel AKBP. Aspan.

Dukung Sepak Bola Tanah Air, Jhon Edwin Siap Kembangkan ASL

PRABUMULIH, PP - Calon Legislatif (Caleg) Nomor Urut 2 Partai PSI Jhon Edwin Hasbullah daerah pemilihan (Dapil) VI Muara Enim, Prabumulih, Pali semakin menunjukkan komitemennya mendukung perkembangan sepak bola di Tanah Air. Pembuktian itu terlihat dengan terselenggaranya turnamen sepak bola Alai Super League (ASL).

Sebanyak 20 club dipastikan siap berlaga dalam kompetisi yang digelar pada 17 Februari 2019 mendatang. Persiapannya sendiri juga sudah mencapai 90 persen. Lapangan, kepanitiaan, peserta dan trophy hadiah terhadap pemenang sudah siap.

"Sistemnya setengah kompetisi sampai bertemu di 8 besar, yakni setelah turnamen sudah memasuki babak seperempat final akan dilanjutkan dengan sistem gugur. Persiapan sendiri sampai saat ini sudah mencapai 90 persen. Baik itu lapangan pertandingan, Kepanitiaan, Peserta dan trophy, Piagam Penghargaan sudah siap. Tinggal lagi kita berharap dukungan semua element measyarakat agar turnamen ini dapat berjalan lancar" ujar Endar, Ketua Panitia ASL kepada portal ini sore kemarin (13/02/2019).

Acara yang digagas Pemuda sekitar dan didukung Caleg DPRD Sumsel Partai nomor 11 PSI Jhon Edwin Hasbullah ini terlihat disambut antusias warga masyarakat khususnya para pemuda sekitar. Hal ini terlihat dari banyaknya klub sepak bola yang mendaftar untuk berpartisipasi di ajang tersebut.

“Secara pribadi saya sangat mendukung kegiatan sepak bola mulai dari tingkat lokal hingga nasional. Ini juga untuk memupuk rasa persatuan antar masyarakat. Dari turnamen ini diharapkan dapat menghasilkan bibit-bibit pesepak bola muda yang tangguh untuk di orbitkan bermain sepak bola di level yang lebih tinggi. Jika nantinya terpilih sebagai Anggota DPRD Sumsel, kita pastikan bakal terus melanjutkan ASL bila perlu ditingkatkan lagi ke wilayah yang lebih luas. Kepada para peserta kompetisi saya ucapkan selamat bertanding dan jangan lupa junjung sportivitas” ujar Jhon Edwin.

Pemkab Pali Gelar Deteksi Dini Kanker Dengan IVA dan CBE

Written By Posmetro Prabu on 11/02/19 | 11.2.19

PALI, PP - Upaya pencegahan dini terjadinya kanker rahim dan kanker payudara terhadap masyarakat, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengelar pemeriksaan kesehatan deteksi dini dengan metode inspeksi visual dengan asam asetat atau IVA dan Clinicial Breast Examination (CBE).

Program masyarakat sehat ini akan terus digalakkan di bumi serapat serasan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten PALI bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI bersempena memperingati hari kanker sedunia.

Acara sendiri digelar dan dipusatkan di Desa Betung Selatan, Kecamatan Abab, Senin (11/02/2018). Turut hadir dalam acara tersebut, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM dan sang istri Ir Hj Sri Kustina, serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

"Seluruh wanita Pasangan Usia Subur (PUS,red) jangan malu-malu memeriksakan dirinya sebagai antisipasi penyakit kanker rahim dan kanker payudara. Diketahui bahwa penyakit mematikan nomor satu di dunia bagi wanita adalah kanker, untuk itu dengan adanya program ini, maka periksalah sejak dini penyakit kanker leher rahim dan kanker payudara," ajak Ir Hj Sri Kustina. 

Melalui program itu, diakuinya bahwa TP PKK PALI dengan program tes IVA mendapat juara tingkat I Provinsi Sumatera Selatan. Yang tujuan utamanya bukan mengejar juara, tetapi m tekad TP PKK PALI dalam melaksanakan program ini karena sangat berguna bagi masyarakat.

"Selain melakukan program pemeriksaan kanker, TP PKK PALI juga mendapat tugas perhatian terhadap penyakit TB Paru. Penderita TB Paru di Kabupaten PALI dari data Dinkes ada 450 orang. Ini harus kita cegah dan diobati karena penyakit ini sangat menular. Selain melakukan upaya pencegahan kita juga akan membagikan makanan tambahan bagi penderita TB Paru," katanya.

Sementara itu, Bupati Ir H Heri Amalindo MM menyarankan, kepada para suami agar tidak melarang istrinya untuk memeriksakan kanker secara dini. Sebab penyakit kanker salahsatu penyakit tidak menular, karena tidak menular itulah banyak orang meremehkan. Padalah penyakit ini sangat mematikan. 

"Mari kita mensosialisasikan agar wanita PUS memeriksakan dini penyakit kanker rahim maupun kanker payudara. Dengan program TP PKK khususnya Pokja IV ini banyak membantu meringankan pemerintah dibidang kesehatan," katanya.

HD : UT Sumsel Tidak Perlu Diragukan

PALEMBANG, PP - Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menghadiri upacara Penyerahan Ijazah (UPI) bagi 864 Lulusan Universitas Terbuka Palembang Periode I Tahun 2019. Dari empat Fakultas Yakni  FKIP, Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi, Fisip dan Pasca Sarjana.Bertempat di Aula Utama Gedung Asrama Haji Prov. Sumsel Jl. Kol. Burlian KM. 9,5 Palembang, Selasa (12/2).

Dalam sambutannya Gubernur Sumsel H Herman Deru  mengaku bangga dapat hadir dalam Upacara Penyerahan Ijazah UT tersebut.

" Sebagai Gubernur,  saya wajib hadir. Bukan saja orang tua kalian yang bangga tapi gubernur juga bangga dengan kalian. Cuma satu alasan saya hadir di sini saya bangga dengan kalian," tegas Herman Deru mengawali sambutannya disambut tepuk riuh oleh para wisudawan/wisudawati.

Herman Deru menegaskan, dirinya pernah menjadi orang yang mendaftar UT pada  tahun 1985. Saat ini UT masih mencari pangsa pasar.  Bahkan saat itu lanjut Herman Deru, keberadaan UT  bisa dikatakan sebagai perguruan tinggi yang nyaris tidak diketahui keberadaannya atau antara ada dan tiada.

“Saat itu teknologi tidak secanggih sekarang. Semua masih dilakukan secara manual. Namun saat ini semua itu terjawab. Sekarang saat saya jadi gubernur, pada hari ini saya hadir di sini menyerahkan ijazah lulusan UT,” imbuh Herman Deru.

Sekarang ini lanjut Herman Deru, keberadaan UT tidak diragukan lagi, UT bisa menghasilkan sumber daya manusia yang handal. Karena itu dirinya mengajak kalangan orang tua untuk tidak pernah ragu lagi menentukan pilihan memasukan anaknya menempuh pendidikan perguruan tinggi di Universitas Terbuka.  Mutu UT  bisa dikatakan sudah teruji,  tidak kalah dengan Perguruan Tinggi (PT) lainnya di Indonesia.

"Lulusan UT ini tidak diragukan lagi. Universita Terbuka  bukan Universitas yang main main mutunya. Kalangan orang tua, ayo jangan pernah ragu. Mari kita masukan putra putri kita ke Universitas Terbuka,” ajak Gubernur.

Kepala para wisudawan/wisudawati yang menerima  ijazah Lulusan Universitas Terbuka Palembang Periode I Tahun 2019. Gubernur mengingatkan, agar pandai bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Mengingat tidak semua orang bisa menyandang gelar sarjana. Karena itu dia meminta agar para alumnus dapat menjaga nama baik almamater UT  di tengah masyarakat dan lingkungan kerja.

“Sebagian orang gelar sebagai kebanggan. Namun itu saja tidak cukup yang paling penting bagaimana mempertanggungjawabkan  gelar yang disandang. Ilmu yang didapat harus di implementasikan dengan profesi apapun pekerjaan yang dijalani. Bagi yang pagawai diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerjanya,” harap Herman Deru.


Mantan  Bupati OKU Timur, dua periode ini mengilustrasikan sesorang yang telah menimba ilmu di perguruan tinggi. Ibarat yang dulunya hannya besi bekas karatan yang nilainya tidak seberapa. Namun setelah dilakukan penyepuhan dan menjalani  sejumlah proses produksi, maka besi tersebut akan berubah menjadi besi yang dapat dibentuk sesuai dengan selera.  Sehingga nilainya pun akan jauh lebih mahal dibanding dengan nilai besi tua sebelumnya.

“Kalau besi bekas yang ada di pinggir jalan kalau dijual paling Rp 4000 satu kilonya. Tetapi jika sudah ditempa maka bisa lebih mahal lagi, dan begitulah seterusnya,” papar Gubernur.

Hadir dalam upacara Penyerahan Ijazah (UPI) Lulusan Universitas Terbuka Palembang Periode I Tahun 2019 kali ini Rektor UT diwakili Dekan Fakultas MIPA UT DR Agus Santoso, Direktur UT Palembang  DR Meita Istianda, Rektor Universitas Sriwijaya Diwakili Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Unsri, DR IR A Muslim.

Gubernur dan Menhub Bahas LRT

PALEMBANG, PP – Keberadaan moda transportasi light rail transit (LRT) alias kereta cepat ringan yang merupakan satu-satunya di Indonesia berada di Kota Pelembang Provinsi Sumatera Selatan. Diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung di Sumatera Selatan.

Harapan tersebut diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru  dalam diskusi bersama dengan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Walikota Pelembang  H Harnojoyo,Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain dengan tema diskusi “Light Rail Transit (LRT) Palembang”  bersama Presiden Direktur Metro TV, Suryo Pratomo dalam kereta api LRT Palembang tepatnya di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Senin (11/2).

“Dengan adannya LRT ini kita berharap tingkat kunjungan pariwisata di Sumsel meningkat. Karena moda transportasi ini memiliki sesuatu yang berbeda dari daerah lain  di Indonesia,” ungkap Herman Deru.

Gubernur  menilai keberadaan LRT di Kota Palembang diharapkan menjadi transportasi yang aman, nyaman bagi masyarakat Sumsel. Meskipun ada anggapan transportasi massal ini masih menjadi masalah karena terkait dengan   untung dan rugi.

Sebab lanjut dia  Moda transportasi massal dimanapun, Pemerintah tidak pernah diuntungkan. Karena itu dirinya komitmen akan berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kota Palembang untuk dapat menggunakan moda transportasi ini dalam setiap aktifitasnya.

“Para pengguna transportasi pribadi akan kami usahakan untuk beralih menggunakan LRT itu. Kita  juga akan terus berupaya menyadarkan warga menggunakan moda transportasi hemat dan nyaman ini," imbuh Gubernur.

Herman Deru berjanji kedepan  pihaknya akan duduk bersama dengan Pemerintah Kota Palembang untuk menyiapkan lahan kosong yang di peruntukan sebagai  lahan kantong parkir kendaraan milik warga yang hendak menggunakan LRT.

“Kita akan  bekerjasama dengan Walikota untuk memberikan tempat kantong parkir di beberapa stasiun," tuturnya.

Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengajak seluruh masyarakat Sumsel dapat menjadikan LRT sebagai angkutan massal di masa depan.

“LRT adalah suatu keniscayaan kota masa depan dengan adanya  angkutan massal ini. Jadi di manapun kota yang ingin maju menjadi kota metropolitan harus ada angkutan massalnya,” imbuh Menhub.

Melihat fungis LRT lanjut Menhub, LRT Palembang sangat vital. Terbukti saat Asian Games 2018 lalu. Hampir  semua  Negara memberikan apresiasi. Artinya Palembang punya modal untuk menjadi kota di dunia yg sangat bergengsi.

Selanjutnya  tegas Menhub masyarakat Palembang mendapatkan kesempatan untuk menjadikan LRT sebagai budaya baru  dalam mengatasi kemacetan di jalan raya dalam Kota Palembang.

“Saya yakin LRT Palembang ini nantinya akan menjadi suatu angkutan yang sangat diandalkan.  Terlebih Sumsel memiliki Gubernur dan Palembang memiliki Walikota yang begitu progresif,” tutupnya.

HD : Pelajar Masuk PEM Akamigas Tak Perlu Bayar 100 Persen

Written By Posmetro Prabu on 07/02/19 | 7.2.19

PRABUMULIH, PP - Terkait rencana pendirian Politekni Energi Minyak di Bumi Seinggok Sepemunyian, Gubernur  Sumsel menghimbau para pelajar  SMA/SMK di Kota Prabumulih dapat melanjutkan pendidikannya dijenjang lebih tinggi, dan salah satunya dengan memanfaatkan keberadaan PEM Akamigas  yang rencananya akan di bangun dalam waktu dekat.

Meski Anggaran biaya dalam pembangunannya belum bisa disebutkan secara rinci, namun yang pasti Gedung PEM Akamigas tersebut bakal didirikan di Kelurahan Tanjung Raman Prabumulih Selatan Kota Prabumulih.

"Siswa siswi SMA/SMK  di Prabumulih baik negeri maupun swasta yang ingin melanjutkan pendidikan di PEM Akamigas silahkan. Jika perlu SPP-nya didiskon. Bayarnya tak sampai 70 persen” ujar Gubernur Sumsel.

Gubernur menambahkan, dirinya hadir bersama dengan duta literasi Sumsel ke kota Prabumulih sekaligus ingin melihat dan mendapatkan Informasi langsung  tentang kondisi  pelajar secara riil di Kota Nanas.

Dari sana, Pemerintah akan mengkaji apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM Pelajar di Sumsel serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 

Dilain pihak Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya mengatakan  berkat dukungan Gubernur  apa yang dikeluhkan oleh masyarakatnya sudah bisa teratasi, terlebih lagi terkait dengan Prabumulih adalah daerah penghasil minyak gas namun tenaga pekerjanya didominasi oleh orang Jawa yang kuliahnya di terletak di kota Cepu Blora Jawa tengah.

Kedepan dia  berharap generasi muda  Prabumulih dapat mempunyai tenaga kerja lokal yang mumpuni siap pakai dan siap bersaing menghadapi era globalisasi.

"Berdirinya PEM Akamigas menggunakan putra putri dari Prabumulih, apa yang akan dilakukan semata-mata untuk generasi milineal bisa dieksis, khusunya teruntuk daerah penghasil minyak dan gas," harapnya.

Pemprov Sumsel Gagas Pendirian Politeknik Energi dan Minyak di Prabumulih

PRABUMULIH, PP - Mengakomodir keinginan Walikota Prabumulih Ridho Yahya sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan lulusan SMA, Gubernur Sumsel Herman Deru menggagas pendirian Politeknik Energi dan Minyak di Prabumulih. 


Hal itu disampaikannya saat menghadiri Silaturahmi Gubernur Sumsel bersama Guru dan Siswa SMA/SMK se-Kota Prabumulih sekaligus Lomba Menulis Surat untuk Gubernur Sumsel Tingkat Pelajar bersama Duta Literasi Sumsel, Ibu Hj. Percha Leanpuri yang diselenggarakan oleh Prabumulih Pos Kamis (7/2).


Dikatakan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) pendirian Politeknik ini tak lain untuk menampung siswa dan soswi SMA/SMK Prabumulih dapat melanjutkan pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi.


Mengingat kebutuhan yang kian mendesak ia berencana memulai proses pembangunan ini tahun depan dengan harapan lulusan Politeknik ini dapat memaksimalkan SDA minyak dan energi lainnya yang berlimpah di Sumsel.


"Siswa-siswi SMA/SMK Prabumulih baik negeri maupun swasta akan menjadi target utama dalam penerimaan ini, jika siswa siswi lulusan dari Prabumulih SPP didiskon bayarnya tak sampai 70 persen, jadi ada keistimewaan khusus," ungkapnya.


Selain soal pendirian Politeknik, mantan Bupati OKU Timur itu juga membahas soal gencarnya pengaruh budaya asing yang masuk dan menghampiri generasi muda di Sumsel. Ancaman ini menurutnya harus diantisipasi dengan meningkatkan kecintaan pada budaya dan adat istiadat serta kearifan lokal yang ada. Termasuk dalam hal penggunaan bahasa daerah dan mempertahankannya dalam kehidupan sehari-hari.


Terkait hal itu Herman Deru juga meminta Kepala Sekolah dan dinas pendidikan terkait  membuat kurikulum khusus tentang mata pelajaran terkait adat, budaya, bahasa bila memungkinkan. Tujuannya agar tetap bisa menjaga warisan leluhur terdahulu mengingat di Kota Prabumulih telah banyak kaum pendatang.


"Harus kita akui, kita terhanyut dengan masuknya budaya asing seluruh masyarakat Sumsel meskipun dipenuhi datang oleh orang pendatang, saya meminta kepada anak-anak dapat mempertahankan adat budaya," ungkapnya.


Menurut Gubernur dia sangat berharap adat budaya selama yang ini diwariskan para leluhur terdahulu bisa terus terjaga dengan baik, dan ketika mereka suatu saat akan merantau ini akan menjadi kebanggaan tersendiri.


Sementara itu dalam surat yang disampaikan oleh peserta lomba diakuinya sangat menarik dan sangat menarik perhatiannya. Salah satunya soal  keberadaan truk batubara yang melintasi jalan Prabumulih  dan mengganggu kegiatannya bersekolah. 


"Saya tidak main mencabut Pergub soal batubara. Salah satu tujuannya itu untuk menjaga generasi.  Jangan sampai masyarakat Sumsel kehilangan generasi, karena anak-anak ini penerus saya 10 tahun mendatang saat sudah pensiun," ujarnya.

Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengatakan   dukungan Gubernur  soal pendirian ini  sangat berarti bagi masyarakat Prabumulih. Terlebih Prabumulih adalah daerah penghasil minyak gas namun selama i j tenaga pekerjanya didominasi oleh pekerja dari luaf.

"Generasi mendatang Prabumulih dapat mempunyai tenaga pekerja asli dari putra-putri daerah mereka dari Politeknik ini," jelasnya.

Berdirinya PEM Akamigas menggunakan putra putri dari Prabumulih, apa yang akan dilakukan semata-mata untuk generasi milineal bisa dieksis, khususnya teruntuk daerah penghasil minyak dan gas," harapnya.

Ssst... Ini Peluang Honorer Perawat Sumsel Masuk P3K

Written By Posmetro Prabu on 06/02/19 | 6.2.19

PALEMBANG, PP - Gubernur Sumsel H.Herman Deru mengaku siap paling depan memperjuangkan Honorer Perawat masuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Tapi sebelum itu, para honorer sebaiknya berkoordinasi dulu dengan Kepala BKD. Jika memang memungkinkan ada domain gubernur untuk hal itu HD meyakinkan siap paling depan memperjuangkannya.

"Kalau memang ada domain saya disitu saya akan dorong. Akan saya teken," ujarnya.

Hal itu dikatakannya saat menerima audiensi Gerakan Nasional Perawat Honor Indonesia (GNPHI) Sumsel, Rabu (6/2) di ruang tamu gubernur.

"Honor mereka minim bahkan ada yang nol, kita akan buatkan surat ke Kabupaten/Kota untuk memberikan upah yang setimpal sesuai jenjang," tegasnya.

Dalam kesempatan singkat itu Gubernur tak hanya mendorong agar para tenaga kesehatan ini diperhatikan dalam pemenuhan haknya untuk mendapat upah. Namun ia juga mengatakan siap mengcover jaminan kesehatan bagi para honorer asalkan memenuhi syarat.

"Soal BPJS kesehatan, kalau identitas mereka (honor) ini jelas dan kab/kota belum mau cover kita (Pemprov)  siap cover," tegasnya.

Sementara itu mengenai keluhan para honor yang mengaku tak mendapatkan pembayaran kapitasi jasa dari tindakan yang dilakukan dengan pembayaran BPJS, Herman Deru mengaku hanya bisa mendorong dengan mengirimkan surat ke Menkes.

" Kalau itu urusannya Permenkes gak bisa Pergub. Tapi tetap akan kita bantu dengan menyurati Menkes. Akan kita catat dan usulkan," tambahnya.


Sementara itu Korwil (GNPHI) Agus Prayitno, mengatakan banyak maksud yang hendak mereka sampaikan kepada Gubernur dalam audiensi. Salah satunya yang paling mendesak adalah mengenai status mereka.

" Kita datang hari ini ingin minta agar ada SK satu pintu untuk kami semua di Sumsel," jelasnya.

Di Sumsel ini jelasnya ada sekitar 5253 honorer yang memiliki status beragan dengan 8 jenis SK, termasuk salah satunya SK penugasan dari Puskemas.

" Sejak tahun 2005, upah kami nol kami juga tidak ada BPJS. Padahal perawat sebagai ujung tombak pelayanan akan banyak penyakit yang mengampiri. Untuk itu kita minta cover, " jelasnya.

Iapun mengaku cukup lega karena setelah bertemu gubernur langsung mendapatkan respon positif. " Alhamdulillah gubernur mendukung dan mau mengirim surat edaran ke kepala daerah untuk upah kami," ujarnya

Asik, Menpar Setujui Tour De Ranau 2019

PALEMBANG, PP - Meski baru 4 bulan dilantik, Gubernur Sumsel H.Herman Deru terus memberikan gebrakan.  Yang paling anyar adalah mantan Bupati OKU Timur dua periode itu menggagas penyelenggaraan agenda wisata berkelas internasional di Sumsel yakni Tour De Ranau 2019.

Kepastian digelarnya agenda bergengsi itu diungkapkannya usai berbincang singkat di VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) 2 Palembang  bersama Menteri Pariwisata RI Arief Yahya yang tengah berkunjung ke Palembang, Rabu (6/2). 

Bak gayung bersambut rencana itupun langsung disetujui Menpar Arief Yahya. Selain merangsang peningkatan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri, agenda internasional itu juga diharapkan semakin mempercepat pertumbuhan pembangunan infrastruktur di Kabupaten OKU Selatan.

Dikatakan Arief selepas menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Sumsel punya beberapa agenda yang masuk Top 100 kalender event pariwisata nasional, di antaranya Ziarah Qubra dan Festival Sriwijaya. Selain itu masih ada acara-acara lain, seperti Festival Imlek dan Cap Go Meh di Kampung Karapitan.

Menurut Arief terobosan menggelar Tour De Ranau ini sesuai dengan visi pemerintah yag bertekad menjadikan sektor pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia melewati ekspor kelapa sawit dan migas.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia tercepat di dunia. Tumbuh tiga kali lipat dari pasar. Dampak langsungnya menetes dirasakan masyarakat. Selain Sungai Musi dan Gunung Dempo, Tour the Ranau itu tentu bagus sekali kita pasti setujui ," jelas Menpar. 

Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan Tour De Ranau 2019 ini akan membuktikan kalau destinasi Sumsel tak kalah dengan provinsi lainnya baik di wilayah Sumatera seperti Padang maupun daerah di Pulau Jawa.

Dengan diadakannya Tour De Ranau ini ia menargetkan pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi akan semakin cepat terealisasi. Termasuk didalamnya akses transportasi dan akomodasi seperti hotel, villa restoran serta penunjang lainnya yang diharapkan dapat ikut mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dan lebih luas lagi meningkatkan PAD.

"Kalau Padang punya Tour De Singkarak, Sumsel juga punya Tour De Ranau. Tunggu tanggal mainnya kita gelar 2019 ini sudah disetujui Menpar" ujarnya bangga.

Setelah mendapat persetujuan lisan dari Menpar RI, selanjutnya kata Herman Deru pihaknya akan menggelar koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat. Paling lambat sebelum akhir tahun 2019 agenda kelas dunia itu diyakininya akan segera terealisasi.

" Secepatnya kita koordinasi dengen Kementerian dan Pemda setempat. Sambil ini berjalan kita mempersiapkan infrastrukturnya yang memang sudah kita anggarkan mencapai hampir  Rp1,5 triliun tahun  ini," jelasnya.

Tak berhenti pada Tour De Ranau 2019, ayah empat putri ini juga berencana  menggali sejumlah potensi wisata lainnya yang ada di Sumsel untuk mendukung program Kementerian Pariwisata. Tentunya dengan mengandalkan keunggulan wisata khas yang dimiliki Sumsel.

"Bukan hanya Danau Ranau, Kita juga akan eksplore potensi lainnya seperti Gunung Dempo, Sungai Musi dan lainnya. Asal dikemas menarik ini pasti banyak peminatnya seperti Pulau Kemarau yang sudah terkenal," jelasnya.

Herman Deru dan Menpar sendiri berbincang masalah agenda ini ditemani Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono di bus VIP Bandara. Meski singkat, orang nomor satu di Sumsel itu mengaku cara inilah yang disukainya.

"gak mesti formal, santai seperti ini lebih enak. Yang penting output nya. Kita bisa bahas apa saja  seperti Tour De Ranau dalam bus seperti ini gak apa-apa" ujarnya.

Sementara itu dikonfirmasi Bupati OKUS Popo Ali mengaku sangat gembira mendengar kabar tersebut. Selain membuat OKUS terkenal ia yakin penyelenggaraan tersebut akan membawa banyak dampak postif bagi kabupaten yang dipimpinnya baik di sektor i lnfrastruktur, ekonomi dan wisata.

"Kami tentu gembira sekali. Apalagi ini kelas internasional dan bergengsi sekali," tutupnya.

Ini Pelaku Pembunuhan Fatmi di Suban Baru Kemarin

Written By Posmetro Prabu on 01/02/19 | 1.2.19

GELUMBANG, PP - Tidak lebih dari 24 Jam, Pelaku pembunuhan sadis di Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim akhirnya berhasil dibekuk jajaran Polsek Gelumbang bekerjasama dengan Polres Muara Enim dan Jatanras Polda Sumsel Jumat (01/02/2019).

Pelaku sendiri bernama Ufuzan (32) Warga Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar. Kasus ini terungkap setelah Pihak kepolisian melakukan pengembangan kasus dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menelusuri jejak-jejak pelaku dilapangan hingga pada akhirnya memeriksa pemilik lahan kebun karet

"Pengungkapan kasus dilakukan dengan cara melakukan olah TKP, menelusuri jejak-jejak yang ditinggalkan pelaku hingga memintai dan memeriksa pemilik lahan. Selanjutnya petugas menemukan salah seorang warga yang diketahui merupakan residivis Pembunuhan dan pemerkosaan dan baru saja keluar dari penjara Nusa Kambangan" ujar Kapolres Muara Enim AKBP. Afner Juwono SH, SIK MH didampingi Kapolsek Gelumbang AKP Indrowon SH saat menggelar Konferensi Pers malam tadi.

Polisi yang curiga terhadap warga resivis tersebut langsung melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan yang melibatkan tim jatanras Polda sumsel itu berhasil menemukan bukti berupa sperma yang ditemukan di tubuh korban sama dengan sperma Pelaku. Dengan demikian petugas lantas menggelandang pelaku berikut barang bukti yang berada di TKP.

Kepada petugas, pelaku mengaku melakukan pembunuhan terhadap korban akibat takut identitasnya diketahui. Pelaku yang berniat hanya ingin merampas motor sebelumnya telah mengintai korban dengan mengenakan pentup wajah agar identitasnya tidak diketahui.

"Awalnya saya butuh uang untuk membeli Ponsel. Korban semula sudah saya intai dan bermaksud ingin merampas motornya saja. Saat saya ingin merampas motornya, tiba-tiba korban menarik penutup wajah saya. Takut korban mengetahui identitas saya, akhirnya saya membunuhnya" ujar pelaku.

Namun sebelum membunuh korban, pelaku sempat memperkosa korban hingga dua kali. Perbuatan itu ia lakukan saat korban masih hidup dan setelah korban tidak bernyawa lagi. 

"Ia pak duo kali. Sekalinya korban masih dalam keadaan bernyawa dan terakhir korban sudah tewas" ujar pelaku seraya menambahkan korban tewas akibat dibekap.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pembunuhan sadis terjadi di wilayah Muaraenim tepatnya di Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim pada hari Kamis (31/1/2019) sekitar pukul 15.15 WIB sore tadi.

Korban pembunuhan sadis ini adalah sosok seorang mayat perempuan dalam kondisi tanpa mengenakan celana yang ditemukan di lokasi perkebunan karet di Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim.

Korban yang diketahui bernama, Fatmi Rohanayanti (20) yang tercatat sebagai warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Dari informasi yang di himpun korban yang diketahui merupakan seorang mahasiswi dari UIN Raden Fatah, Palembang.

Saat ditemukan kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi dan dalam keadaan tidak berbusana lengkab lagi. Tak hanya itu, kondisi bagian leher dan mulut korban diikat menggunakan pakaian korban sendiri.

Sampaisaat berita ini di terbitkan belum diketahui secara pasti penyebab tewasnya korban tersebut. Namun menurut kabar yang beredar, Fatmi diduga menjadi korban perampokan sekaligus pembunuhan dan pemerkosaan.

Menurut keterangan Amirudin (60) warga Desa Embacang menuturkan korban yang tewas tersebut merupakan dari Desa Suban Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Menurutnya, kejadian penemuan bermula saat korban pulang dari mengantar ibunya atau membantu ibunya di kebun karet sekitar lokasi TKP. Lalu, korban pamit pulang ke rumah.

“Waktu warga menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan tanpa busana,” ucapnya. 

HD Tegaskan Pentingnya Perda Anti Maksiat Tekan Peredaran Narkoba

JAKARTA, PP – Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menilai di tengah terbatasnya anggaran yang dimiliki tugas berat yang di emban Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia.

BNN dituntut untuk tetap konsisten dengan tugas dan tanggung jawabnya melalui sejumlah upaya, kerjasama yang baik dengan lembaga, kementerian maupun pemerintah daerah.

Hal tersebut diungkapkannya ketika usai menghadiri Forum Silaturahim Sesmenko, Sekjen, Sesmen, Sestama, Kasum TNI, Asrena TNI, Asrena Kapolri, dan Forsesdasi, di Gedung Sapta Pesona Jl. Medan Merdeka Barat No. 17 Jakarta Pusat. Pada Kamis (31/1) malam.

 
Menurut Gubernur, kebijakan yang diambil oleh para pemangku jabatan sangat membantu di dalam memberantas Narkoba. Ini artinya  upaya memberantas Narkoba  tidak cukup dengan uang yang banyak. Melainkan  kalangan pemimpin dapat  melahirkan suatu aturan yang tegas terkait dengan pelarangan perbuatan melanggar hukum. Termasuk  di dalamnya penyalahgunaan Narkoba, minuman keras dan perbuatan maksiat lainnya. Yang dituangkan dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang baku. Sebagai aturan yang harus ditaati di daerah setempat.

“Inilah  tugas  kita selaku pemimpin. Bagaimana caranya kita dapat memerankan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk menyadarkan generasi-generasi muda kita untuk menjauhi Narkoba,” ungkapnya 

Herman Deru menilai,  peran para tokoh agama, tokoh masyarakat. Kalangan pejabat  dan para relawan. Akan sangat membantu dalam menekan terjadinya kasus penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Terlebih saat ini  para penikmat narkoba tidak saja generasi muda saja. Melainkan yang sudah usia lanjut pun ada yang terpapar sebagai pengguna Narkoba. 

 “Inilah bentuk kerjasama yang tidak dapat terpisahkan antara para tokoh, pejabat terkait dan relawan. Kita tidak hanya menghimbau melain harus ada legal standing untuk mengangkat itu,” tuturnya 

Salah satu indikator orang menggunakan Narkoba, lanjut Herman Deru, salah satunya adalah untuk pelarian. Karena itu  saat dirinya menjabat Bupati OKU Timur beberapa tahun silam. Dirinya  telah memprakarsai(Inisisator) lahirnya Peraturan Daerah (perda) anti maksiat. Perda serupa juga diterapkanya  di Provinsi Sumatera Selatan dalam waktu dekat.

“Saya adalah bupati yang menginisiasi perda anti maksiat. Salah satunya  penegakan hukum tentang penggunaan narkoba, itu dulu. sekarang jadi Gubernur sudah saya rancang bersama pak sekda di tingkat provinsi. Bukan hanya narkotika saja tapi miras juga, prostitusi juga,” pungkasnya

Untuk diketahui Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri Forum Silaturahim Sesmenko, Sekjen, Sesmen, Sestama, Kasum TNI, Asrena TNI, Asrena Kapolri, dan Forsesdasi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Wiranto, Kepala BNN Republik Indonesia Komisaris Jenderal Drs. Heru Winarko, SH, Ketua Pengarah Forses Sekretaris Kementerian Koordinator Polhukam RI Letjen TNI Agus Suryabakti dan seluruh tamu undangan penting lainnya.

Wagub Sumsel Ingatkan PNS Untuk Tidak Ngemis Jabatan

PALEMBANG, PP - Wakil Gubernur Sumsel Ir.H. Mawardi Yahya menghadiri Pembukaan Orientasi CPNS Tahun 2018 di jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sumsel di Griya Agung, Jumat (1/2) siang.

Dalam kesempatan itu Wagub Mawardi berpesan kepada CPNS dan PNS yang baru diambil sumpahnya untuk siap menerima tantangan kerja di lapangan yang semakin berat. Ia juga mewanti-wanti agar para CPNS dan PNS ini tidak "kasak-kusuk" untuk meminta penempatan di daerah tertentu.

" Kalau melihat paparan Kakanwil tadi, tugas kalian itu sangat berat dan memiliki  tantangan. Dengan status sebagai CPNS maka dalam rentang waktu 1 tahun kedepan akan mengalami masa uji coba untuk menetapkan layak tidaknya saudara-saudara diangkat menjadi PNS. Tapi setelah setahun jangan juga kasak kusuk belum apa-apa sudah minta pindah" ujarnya.

Menurut Mawardi, para peserta orientasi yang jumlahnya mencapai 655 orang terdiri dari 611 PNS dan 44 CPNS, patut bersyukur  dan bangga terpilih menjadi abdi negara dan abdi masyarakat. Karena itu sudah sepatutnya CPNS ini mematuhi penugasan yang diberikan pimpinan.

" Apa yang jadi keputusan pimpinan jalankan. Karena sebelum tes kalian juga sudah menandatangani surat pernyataan siap ditempatkan dimanapun. Pimpinan pasti menempatkan sesuai kebutuhan," tegasnya.

Kepada para CPNS dan PNS  ini Mawardi juga mengucapkan selamat karena telah berhasil melewati satu proses awal menjadi ASN. Namun patut dipahami bahwa ini baru langkah awal menjadi PNS. Kedepan masih banyak hal yang harus di persiapkan dan taati agar menjadi ASN yang tangguh dan profesional sesuai bidang tugasnya masing-masing.

Dikatakannya tugas kedepam akan semakin berat khususnya menjawab tantangan besar di berbagai bidang kehidupan baik pada skala lokal, nasional maupun global.

"Untuk menghadapi tantangan ini dipeelukan birokrasi pemerintah yang dinamis, adaptif, visioner, bertanggungjawab dan orientasi pada pelayanan publik," ujarnya.

Birokrasi semacam itu hanya mungkin diwujudkan bila didukung oleh aparatur yang profesional, bebas dsri intervensi politik, memiliki kapasistas dan produktivitas tinggi serta berintegritas tinggi yang mampu mendukung keberhasilan pembangunan dalam berbagai bidang.

"Kepada PNS yang baru diambil sumpah janji untuk selalu menempa diri agar mampu bekerja dengan lebih baik, disiplin, loyal pada pimpinan dan tidak melakukan  perbuatan yang bertentangan dengan perundang-undangan," tambahnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Provinsi Sumsel, DR.H. Sudirman D. Hury, SH.MM,MSc mengatakan, akhir-akhir ini di Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahana Negara da Cabang Rumah Tahanan Negara Indonesia banyak terjadi peristiwa-peristiwa yang membuay prihatin masyarakat seperti terjadinya kerusuhan, peredaran  narkoba, pelarian narapidana dan tahanan, serta pengutan liar yang terjadi di lapas dan Rutan.

"Ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi di antaranya minimnya anggaran, sarana prasarana yang ada tidak memadai dan kurangnya SDM dibandingkan beban kerja yang tinggi yang disebabkan oleh banyaknya jumlah penghuni di Lapas/Rutan yang semakin hari semakin bertambah," jelasnya.

Atas dasar permasalahan itu Kementerian Hukum dan HAM RI dua tahun yang lalu yaitu pada tahun 2017 mengajukan penambahan alokasi pegawai untuk memenuhi kebutuhan kekurangan pegawai di Lapas dan Rutan.

"Alhamdulillah disetujui oleh pemerintah yang akhirnya memberikan alokasi pegawai Kemenkum HAM 17.526 orang dan Sumsel mendapatkan alokasi tambahan pegawai sebanyak 611 orang,"  jelasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut Kanwil Kemenkumham Sumsel pada bulan Juli 2017 telah melaksanakan proses penerimaan pegawai yang diawali dengan melakukan persiapan berupa koordinasi dengan instansi terkait di antaranya BKN Regional VII, Kantor Pos dan Diknas Provinsi Sumsel, Ombudsman dan lainnya.

Lebih jauh dikatakan Sudirman, tujuan dari kegiatan orientasi CPNS adalah membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki integritas, etika, moral dan profesional dalam melaksanakan tugasnya.

Dalam kesempatan itu dilakukan juga penyerahan penghargaan kepada instansi yang telah membantu jalannya seleksi yakni BKN Regional VII, Kantor Pos dan Diknas Provinsi Sumsel, Ombudsman.

Dapil Utara Cambai Satu Suara Rp.250 Ribu?

Written By Posmetro Prabu on 31/01/19 | 31.1.19

PRABUMULIH, PP - Politik uang (money politic) di Kota Prabumulih pada pagelaran Pemilu Legislatif 2019 diprediksi masih akan terus bergulir. Dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019, ada 176 kabupaten dan kota (34,2%) memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap politik uang. Sedangkan untuk Propinsi Sumsel IKP 2019 tercatat mencapai 44,75 persen. 

Meski pada catatan Bawaslu RI, Kota Prabumulih tidak terdaftar dalam IKP 2019, namun para pengamat mengaku bahwa praktek money politik di Pemilu Legislatif 2019 masih akan terus bergulir.

Isu money Politik di Bumi Seinggok Sepemunyian jelang Pemilu 2019 belakangan ini juga sudah mulai santer terdengar. Bahkan untuk Dapil Prabumulih Utara - Cambai berkembang isu untuk satu suara dihargai sebesar Rp. 250 ribu. 

"Iya kabarnya juga begitu, ada yang bilang 200 ada juga yang bilang 250. Tapi sampai sekarang belum terbukti. Apa itu berlaku pada serangan fazar kita juga belum tau. Biasa itu isu jelang pemilu" ujar Amrul (56) warga Cambai saat dibincangi Posmetro kemarin.

Dikatakan, sejauh pengamatannya para caleg di Dapil tersebut juga sudah banyak yang melakukan sosialisasi. Baik dengan cara pengajian, menggelar olahraga bersama dan kegiatan gotong royong. "Iya biasalah, untuk mencari simpati masyarakat. Tapi kalau yang satu itu belum, dak tau warga lain kalau sudah ada bergaining" imbuhnya.

Menanggapi isu Money Politik pada Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengatakan, salah satu penyebab maraknya politik uang yaitu sistem pemilu 2019 yang baru.

"Pemilu 2019 ini baru, di mana ambang batas parlementary treeshold naik dari 3,5% di 2014 menjadi 4% di 2019. Ini membuat kontestasi menjadi sangat ketat," kata Abhan kepada awak media di kawasan, Pancoran, Jakarta Selatan belum lama ini.

Penyebab kedua lanjutnya, maraknya politik uang adalah sistem proporsional terbuka masih dijalankan di pemilu 2019. Namun begitu kata dia, Bawaslu telah memiliki mitigasi kerawanan politik uang dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2019.

"Kita sudah punya gambaran dan mitigasi, tinggal gandeng seluruh stakeholder, tidak terkecuali peserta pemilu dan masyarakat,"  pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kota Prabumulih H. Herman Julaidi SH. Saat dimintai tanggapan soal adanya dugaan money Politik Pemilu Legislatif 2019 di Kota Prabumulih Herman mengaku tidak ingin menanggapi isu money Politik. "Namanya juga isu" ujarnya.

Namun begitu, perihal politik uang tetap menjadi perhatian pihaknya selaku lembaga pengawasan pelaksanaan Pemilu.

"Menyangkut politik uang, itu tetap menjadi perhatian kita. Bahkan sejauh ini Bawaslu selalu menekankan kepada petugas dilapangan baik masyarakat  untuk bersama bergandeng tangan menolak politik uang demi terciptanya Pemilu yang Demokratis dan Berintegritas. Kepada peserta Pemilu baik Pengurus Partai dan Caleg juga sudah berkomitmen untuk menolak praktek politik uang. Dan jika nantinya dilapangan ditemukan praktek politik uang, Bawaslu Prabumulih tidak segan-segan memberi sanksi tegas terhadap pelaku" tegasnya.

Warga Majasari Diciduk Cabuli Anak Kandung

Written By Posmetro Prabu on 30/01/19 | 30.1.19

PRABUMULIH, PP - AKSI bejat sang ayah kandung akhirnya terungkap setelah Bunga (nama disamarkan-red) (17) siswa Kelas III SMA di Kota Prabumulih mengadukan Nasib yang dialaminya ke Unit PPA Polres Prabumulih. Bunga melaporkan Jhoni Ifcan (59) yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayah kandungnya sendiri ke Pihak Berwajib dengan tuduhan Pemerkosaan.

Kepada petugas Bunga mengaku ditindih dan digauli ayahnya saat ia sedang tidur dikamarnya. Meski bunga tengah meronta minta tolong namun dirinya tidak dapat berbuat banyak. Wanita lemah itu terpaksa melayani nafsu bejat Ayahnya karna selain mendapat tekanan Bunga juga mengaku diancam akan dibunuh oleh ayahnya jika tidak mau melayani nafsu birahi ayahnya itu.

Peristiwa tersebut menurut bunga dalam pengakuannya ke petugas sudah 3 kalinya dilakukan. Terakhir ialah kemarin Rabu (30/01/2019). Berdasarkan pengakuan tersebut, petugas akhirnya menjemput pelaku ke kediamannya dan menggelandang pelaku ke unit PPA Polres Prabumulih untuk dimintai keterangan.

Kapolres Prabumulih AKBP. Tito Hutauruk SIK melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Rahman SH membenarkan penangkapan pelaku atas nama Joni Ifcan Jl. bukit Lebar II Kel. Majasari Kec. Prabumulih Selatan Kota Prabumulih.

Ditemui di Polres Prabumulih Siang tadi Kamis (31/01/2019) Kasat Reskrim mengatakan bahwa berdasarkan hasil Pemeriksaan ditemukan bukti visum yang menguatkan korban telah digauli. Petugas selain mengamankan pelaku juga telah mengamankan barang bukti berupa baju dan pakayan korban saat kejadian.

Terhadap pelaku lanjut Kasat dikenakan pasal 81 UU Nomot 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 20 Tahun.

Sementara itu, Pelaku saat dimintai keterangan bersikeras tidak mengakui perbuatannya.  "Sumpah demi Allah tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan itu terhadap anak kandung saya" ujar Pria pensiunan PT PLN itu.

Dikatakan, awal kejadian menurutnya tidak seperti yang dituduhkan. Melainkan karna ia meminta BPKB Mobil terhadap korban. Sebelumnya menurut pelaku, korban diduga telah menggandaikan BPKB Mobil miliknya dan memaksa korban untuk menyerahkannya. Pelaku mendesak korban untuk menyerahkan BPKP Mobil apapun alasannya.

Dan tanpa sadar ia dijemput Petugas ke Polres Prabumulih untuk dimintai keterangan yang ia tidak ketahui permasalahnnya. 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Posmetro Cyber Group
Copyright © 2011. Posmetro Prabu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Jun Manurung
Proudly powered by Posmetro Prabu