News Update :

Ridho Yahya Pastikan Proyek Jembatan Pasar Modern Tahun Ini Selesai

25 Jul 2014

PRABUMULIH, PP - Menyoal pelaksanaan Proyek Jembatan pasar tradisional modern (PTM) Prabumulih yang menghubungkan pasar inpres dan pasar eks terminal yang diberitakan oleh poratl ini beberapa waktu lalu ditanggapi langsung oleh Walikota Prabumulih Ir, H Ridho Yahya MM. 

Sesaat sebelum membuka rapat internal di Sekretariat Walikota Prabumulih Jln Sudirman, Ridho yahya yang dimintai tanggapannya oleh Posmetro Prabu seputar proyek Pembangunan Jembatan Pasar Inpres yang dikabarkan sudah mendapat SPK 2 Juni lalu 2014 lalu namun hingga kini belum dikerjakan. 

Pada kesempatan tersebut Walikota mengungkapkan bahwa, perihal proyek yang diributkan oleh Masyarakat itu pada intinya sedang menunggu proses hukum dari Pengadilan Negeri Kota Prabumulih. Dimana lanjut mantan Wakil Walikota di era Rachman Djalili ini, proses hukum sengketa pemilik ruko dengan Pemkot Prabumulih belum menemukan titik terang.

Namun demikian lanjutnya pihak kontraktor telah meyakinkan bahwa proyek tersebut selesai tahun ini. Dan jika pun dalam pembangunnnya mengalami keterlambatan, yang rugi bukan pemerintah melainkan pihak kontraktornya. Karna pembayaran dilakukan sesuai dengan volume atau persentase bangunan" tegasnya.

Lakalantas Lembak, 1 Orang Tewas

LEMBAK, PP - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan Lintas Lembak - Prabumulih. Satu orang gadis tewas akibat peristiwa tersebut sementara dua orang lainnya mengalami krisis dan telah dilarikan ke RSUD Kota Prabumulih. Gadis belia bernama Santika (14) warga Dusun 1 Gaung Asam Kab Muara Enim Sumsel ini tewas ditempat setelah menabrak truk yang sedang parkir. 

Kedua temannya Aris (15) warga Talang Nangka, Kabupaten Muara Enim mengalami luka berat dan harus dibawa ke RSUD Kota Prabumulih sedangkan  Alex (16) warga Paya Besar, Kabupaten Ogan Ilir hanya mengalami luka lecet saja.

Kejadian terjadi di depan mini market tepatnya depan tempat pemakaman umum (TPU) Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Kamis (24/7) sekitar pukul 13.00 Wib.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian berawal saat ketiga korban mengendarai motor Jupiter MX BG 4212 OS warna putih dengan berboncengan.


Dimana, Santika yang membawa motor, Aris duduk ditengah dan Alex duduk dibelakang sekali. Ketiga anak remaja ini berboncengan motor dari rumah Santika hendak ke arah Prabumulih.


Santika membawa laju kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi. Ketika dari arah berlawanan ada motor Beat warna putih BG 4676 OO dikendarai oleh mirna yunita (16), warga desa lembak tugiem (55) yang menyalip mobil. Tak ayal, Santika yang lepas kendali menyenggol motor Beat tersebut. 


Karena tak bisa mengendalikan lagi laju kendaraan, motor yang dibawa Santika menghantam truk BG 8354 UW warna kuning. Kepala korban Santika menghantam mobil truk. Sedangkan, Aris dan Alex terpental. Melihat hal itu, warga sekitar langsung memberikan pertolongan. 

Ketika menuju Puskesmas Lembak, korban Santika menghembuskan nafas terakhir. Sedangkan Aris yang sekarat dibawa ke RSUD Kota Prabumulih. Beruntung Alex sendiri hanya mengalami luka lecet.

Ishak (55) sopir truk itu mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti kejadian tersebut. "Aku parkir mobil itu hendak belanja ke mini market. 15 menit kemudian terdengar suara kendaraan menabrak truk aku," ujar Ishak.
Kapolsek Lembak AKP Syaifulloh SH membenarkan kejadian tersebut.


 "Anggota kita sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan korban Santika sudah dibawa kerumah oleh keluarganya. Untuk Aris sendiri langsung dibawa ke RSUD Kota Prabumulih. Sedangkan Alex hanya mengalami luka lecet saja," jelasnya. (pp/nr)



Dinkes Prabumulih Siagakan 5 Puskesmas di Jalur Lintasan Mudik

22 Jul 2014

PRABUMULIH, PP - Untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat selama  arus mudik dan arus balik Lebaran 2014 berlangsung, Dinas Kesehatan (Dinkes) akan menyiagakan lima puskesmas selama 24 jam.

Puskesmas yang disiagakan tersebut merupakan puskesmas yang berada di jalur lintas mudik.  Yakni; Puskesmas Rambang Kapak Tengah, Puskesmas Prabumulih Barat, Puskesmas Prabumulih Timur, dan Puskesmas Cambai. “Selama arus mudik lima puskesmas siaga 24 jam ,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dr H Iwan Hasibuan M Kes, kemarin

Selain menyiagakan lima puskesmas hingga H+7 Lebaran, Iwan juga menegaskan Dinkes akan menyiagakan petugas kesehatan selama 24 jam penuh di setiap pos pengamanan yang ada di Kota Prabumulih. Para petugas kesehatan tersebut nantinya akan bekerja bergantian dengan sistem shift.
“Petugas kesehatan juga 24 jam kita siagakan di setiap pos pelayanan, tiap pos ada enam petugas yang bergantian jaga tiga ship, jadi tiap ship ada 2 petugas kita yang jaga,” imbuhnya.
            
Nah, dengan pelayanan puskesmas dan pelayanan petugas di pos pengaman selama 24 jam Iwan Hasibuan berharap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi pemudik. Ia pun mengimbau kepada pemudik untuk tidak segan memeriksakan kesehatan ataupun sekedar berstirahat di pos ataupun puskesmas yang telah disiapkan.

“Baik supir ataupun pemudik, jika kelehahan tidak enak badan jangan dipaksakan untuk melanjutkan perjalanan, istirahatlah terlebih dahulu periksakan kesehatan di pos pelayanan,” ujarnya.
“Di posko kita menyediakan obat-obatan untuk luka, vitamin, hingga obat antibioik. Di Posko obatnya cukup kok,” pungkasnya

Atasi Permasalahan Lingkungan, Pemkot Prabumulih Datangkan Ahli dari Jepang


PRABUMULIH, PP - Untuk menangani permasalahan lingkungan seperti penanganan sampah, serta efek rumah kaca dibutuhkan seorang ahli khusus dalam menemukan solusi dari permasalahan tersebut.



Beruntung pada tahun ini, pemerintah kota Prabumulih mendapatkan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam hal mendatangkan ahli dari negeri Jepang untuk memberikan pelatihan serta solusi mengenai permasalahan lingkungan.



Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup (DPELH) kota Prabumulih, Junaidi, kemarin.



Menurut Junaidi, kedatangan ahli lingkungan dari negeri Jepang tersebut merupakan kerjasama (MOu) antara Kementerian Lingkungan Hidup serta pemerintah Jepang. Bahkan, ahli dari Jepang yang tergabung dalam JICA itu sudah sempat mampir ke kota Prabumulih untuk mengambil beberapa data lingkungan.



"Bantuan ahli tersebut hanya didapat oleh dua provinsi yang ada di Indonesia yakni Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Nah, untuk Sumsel ditunjuk kota Prabumulih sebagai percontohan," ungkapnya.



Terpilihnya kota Prabumulih, menurut mantan Kabid Pertambangan ini dikarenakan adanya sinkronisasi dengan program penanggulangan permasalahan lingkungan yang sedang digalakkan pemkot.



"Kita sedang menjalankan program Bank Sampah. Kemudian penanganan daur ulang limbah sampah serta program lainnya yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik," tuturnya.


Setelah ahli dari Jepang tersebut mengambil sampel atau data lingkungan kota Prabumulih, nantinya mereka akan kembali lagi dengan sebuah solusi atau program yang disarankan untuk diterapkan oleh pemerintah kota. 

"Kemarin mereka mengambil beberapa data dari perumahan, serta beberapa perusahaan yang ada di kota ini. Mungkin beberapa hari lagi, kemungkinan usai Lebaran mereka akan kembali untuk melaporkan pekerjaannya," pungkasnya (pp/nr)

Anggota Yonkaf 5 Serbu Karang Endah Tewas Dikapak Maling

MUARA ENIM, PP - Sersan satu (Sertu) San Tobing anggota TNI dari satuan Batalyon Kaveleri (Yonkav) 5 Serbu Karang Endah Kabupaten Muara Enim tewas mengenaskan dengan dengan beberapa luka bacok disekujur tubuhnya. Sementara rekannya prajurit kepala (praka) Heri Mujiono saat ini sedang mengalami perawatan serius di RS AR Bunda Kota Prabumulih.

Kedua prajurit TNI ini diserang beberapa orang pencuri saat melakukan pengamanan di areal Perkebunan PTPN VII Beringin Philip 2 desa Sumber Mulia Kecamatan Lubai Ulu Kab Muara Enim Rabu 23/07/2014 sekitar pukul satu siang waktu Indonesia Bagian Barat.

Informasinya, Perkebunan karet PTPN ini sering disusupi pencuri dan terpaksa dilakukan pengamanan oleh aparat. Ketika mereka melakukan patroli, tiba-tiba mendapatkan dua orang yang belum diketahui identitasnya, tengah melakukan pencurian getah karet sebanyak 2 karung.

Lantas kedua korban berupaya mengamankan kedua pelaku. Ketika korban berupaya mengamankannya, tiba-tiba salah seorang pelaku melawan dan menyerang kedua anggota TNI ini menggunakan parang.

Saat melakukan penyerangan tersebut, kedua pelaku langsung membacokkan parangnya ke arah kepala Sertu San Tobing, hingga korban roboh ke tanah bersimbah darah. Saking banyaknya darah keluar, membuat korban meninggal di lokasi kejadian.

Pelaku juga menyerang Praka Heri Mujiono menggunakan parang, hingga korban terkena sabetan parang dan luka bacok dibagian tangan kanan bawah. Korban juga terkapar di lokasi kejadian.

Melihat kedua korban terkapar, para pelaku diduga melarikan diri dengan membawa satu pucuk senjata laras panjang yang dipakai korban. Senjata tersebut sampai sekarang masih dalam pencarian. Di lokasi kejadian telah diterjunkan satu truk personel TNI untuk melakukan pengamanan dan pelacakan keberadaan kedua pelaku yang berhasil melarikan diri.

Kapolres Muara Enim AKBP M Aris, melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto SH MH, dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan kejadian itu. “Saya belum mendapatkan laporannya, sekarang saya akan hubungi anggota Polsek untuk mencari tahu kejadian tersebut,” jelas Eryadi yang berhasil dihubungi melalui ponselnya tadi malam.

Sementara Kapenda II/Sriwijaya Kolonel Arm Afianto, dihubungi Palembang Pos, melalui ponselnya tadi malam, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Afianto, saat itu, kedua anggotanya tersebut sedang melakukan patrol, dan memergoki kedua pelaku sedang mencuri getah karet.

‘’Selain membunuh anggota kita, pencuri getah karet juga membawa kabur senpi milik anggota. Dari TNI juga membantu mencari para pelaku, namun hingga saat ini (tadi malam,red), kedua pelaku belum juga ditemukan,” tegasnya.

Kapolda Sumsel : Pelaksanaan Pilpres Aman & Terkendali

21 Jul 2014

PRABUMULIH, PP - Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution menegaskan pelaksanan pemilihan umum Presiden di wilayah Hukum Sumatera Selatan dippastikan aman dan terkendali. Demikian diungkapkan kepada awak media di Prabumulih disela-sela kunjungan kerjanya dalam pemantauan pelaksanaan Pilpres 2014 di Bumi Seinggok Sepemunyian beberapa waktu lalu.

Kendati untuk saat ini keadaan kondusif, pihaknya tetap waspada dan terus mengawasi jalannya proses pesta demokrasi lima tahunan itu hingga tahap penghitungan suara di tingkat KPU Pusat serta penetapan Pemenang Calon Presiden terpilih.

"Harapan kita terhadap seluruh masyarakat Sumsel kiranya dapat menjungjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang baru saja digelar dan siapa pun itu nantinya yang menang dan terpilih menjadi Presiden, itu merupakan kemenangan seluruh rakyat Indonesia" ujar orang nomor satu di Polda Sumsel ini.

Disinggung soal adanya dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan ke Pihak Polda Sumsel, Kapolda menegaskan bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan pelanggaran Pilpres di Sumatera Selatan. "Untuk saat ini kita belum menerima laporan baik itu dari masyarakat maupun tim sukses seputar pelanggaran pemilu Presiden 2014, Mudah-mudahan keadaan yang kondusif ini dan terus tercipta hingga pada penghitungan perolehan suara di tinggkat KPU pusat" harapnya. 

PNS Pemkot Prabumulih Lis Wahyuni, Tewas Kecelakaan


PRABUMULIH, PP - Lis Wahyuni Dwi Astuti (34), warga Jalan Angkatan 45 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur menjadi korban lalu lintas. 

Korban yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan pemerintah kota (pemkot) Prabumulih ini tewas setelah motor Honda Vario warna Merah bernomor polisi BG 4476 CP yang dikendarainya ditabrak oleh sebuah mobil Dump Truck tanpa muatan yang dikendarai oleh Rudi Antoni (31) warga kota Baturaja dari arah belakang.



Akibatnya, korban tewas di tempat kejadian dengan menderita luka remuk pada bagian kepala.Kejadian yang sempat menghebohkan warga tersebut terjadi kemarin (21/7) sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Lingkar Timur kota Prabumulih, tepatnya di depan RSUD kota Prabumulih.



Pelaku beserta mobil dump truck berhasil diamankan oleh petugas di Mapolres Prabumulih. Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut berawal saat korban pulang kerja dari pemkot Prabumulih, hendak ke rumah rekannya sesama ibu Bhayangkari yang letaknya di samping RSUD kota Prabumulih. Suami korban yang diketahui bernama Bripka Kukuh Agus Ernawan, merupakan anggota Satlantas Polres Prabumulih yang menjabat sebagai Baur Material.



Saat tiba di TKP, korban hendak berbelok menyeberang ke arah kanan jalan. Namun, tiba-tiba dari arah belakang, melaju dengan kecepatan tinggi sebuah mobil dump truck yang belakangan diketahui dikendarai oleh Rudi Antoni.



Tabrakan pun tak terelakkan. Korban terjatuh ke arah kiri jalan yang menyebabkan bagian kepala korban remuk terlindas oleh ban dump truck. 



Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berhamburan menolong korban dan membawanya ke RSUD kota Prabumulih yang letaknya hanya beberapa puluh meter dari lokasi kejadian.
Korban yang diduga langsung tewas di tempat dengan kondisi luka berat pada bagian kepala, nyawanya tidak tertolong lagi.



Kapolres Prabumulih, AKBP Denny Yono Putro SIk melalui Kasatlantas, AKP Ferdinan SH membenarkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang memakan korban. "Mobil dump truck beserta sopirnya di Mapolres Prabumulih. Kita juga belum memintai keterangan dari sopir dump truck karena kita fokus membantu pengurusan jenazah korban yang suaminya merupakan anggota kita. Sehingga kronologis kejadian masih belum lengkap," ungkapnya.


Rencananya sendiri, jenazah akan segera diberangkatkan ke kampung halaman korban di Pati Jawa Tengah. "Jenazah rencananya dikebumikan di sana (Pati,red). Makanya segala kebutuhan keluarga sedang kita bantu persiapannya," pungkasnya

Ragukan Hasil Audit BPK, Ketua Pansus DPRD Prabumulih Tak Mau Tandatangan


PRABUMULIH, PP - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, Senin (21/07) kembali menggelar rapat paripurna ke 17 masa persidangan ke 2 dengan agenda mendengar rekomendasi hasil kerja panitia khusus (pansus) terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Prabumulih tahun anggaran 2013 yang lalu.

            


Suasana rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Prabumulih, Ir Dipe Anom sempat berlangsung tegang. Pasalnya, Ketua Pansus III, Yuri Gagaren SH enggan menandatangani laporan hasil kerja pansus tersebut lantaran meragukan hasil audit BPK yang memberikan predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Kota Prabumulih.

            


“Katonyo sudah dapat WTP tidak bermasalah lagi, tapi kalau lihat dilapangan kita lihat saja bangunan sekarang seperti apa,” ujar mantan Wali Kota Prabumulih ini, ketika dibincangi usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Prabumulih, kemarin.

            


Melihat kondisi lapangan saat ini, kata Garen, dirinya belum dapat meyakini hasil kerja BPK RI. Oleh karenanya, pria yang kerap mengkritik program pemerintah ini justru mengajak anggota DPRD Kota Prabumulih, untuk meminta BPK menginvestigasi ulang atau melakukan audit ulang terhadap sejumlah proyek pembangunan yang ada.

           


 “Kita belum mekyakini hasil audit BPK, menurut aku lebih baik untuk menindaklanjuti lebih baik diinvestigasi ulang hasil audit tersebut,” tegasnya.
Dikatakan dia, sebaiknya wali kota juga melihat langsung hasil pembangunan dilapangan dan disesuaikan dengan hasil audit BPK RI.

           

 Sementara itu menanggapi keinginan Yuri Gagaren, Ketua Komisi II DPRD Prabumulih, Habib Esilahudin menuturkan hal itu tidak perlu dilakukan. “Tidak ada peraturan yang mengatakan wajib dilakukan audit ulang, oleh karenanya saya rasa itu tak perlu dilakukan,” ungkapnya.(pp/nr)

SPK Sudah Keluar, Proyek Jembatan Pasar Inpres Prabumulih Belum Dikerjakan

18 Jul 2014

PRABUMULIH, PP - Warga Kota Prabumulih terlebih pengamat pembangunan belakangan ini mulai mempertanyakan rencana pembangunan jembatan penyeberangan di Jalan Jendral Sudirman yakni jembatan yang menghubungkan pasar inpres dan pasar eks terminal. Dimana sejauh ini rencana pembangunan yang digadang-gadangkan bakal menjadi salah satu icon baru di Bumi seinggok sepemunyian belum ada tanda-tanda bakal dikerjakan. 

Sorotan lain juga datang dari para pedagang yang mengalami penggusuran akibat rehabilitasi pasar. Selama Pasar dalam masa proses pembangunan ratusan pedagang baik itu pedagang kaki lima maupun yang memiliki kios banyak sudah yang beralih profesi. Hal ini diakibatkan lahan relokasi sementara yang disediakan oleh pemerintah tidak berpengaruh banyak terhadap peningkatan perekonomian pedagang. Malah sebaliknya ekonomi para pedagang kian menurun, dimana pasar relokasi sementara yang disediakan oleh pemerintah tidak sedikitpun dilirik oleh pengunjung. 

Ketentuan angkutan kota maupun angkutan desa wajib memasuki pasar relokasi belakangan hanya sebatas aturan yang tidak pernah ditegakkan. Alhasil, daripada terus merugi ratusan pedagang itupun terpaksa beralih profesi menunggu pasar yang disebut-sebut berubah nama menjadi pasar tradisional modern itu selesai dibangun. 

Tidak cukup sampai disitu, para pedagang serta warga kota Prabumulih lainnya juga mendesak agar pemerintah Kota Prabumulih segera menyelesaikan proses pembangunan pasar agar mereka dapat berektifitas seperti sediakala.

Menyorot soal pembangunan jembatan penyebarangan yang berhubungan langsung dengan pembangunan pasar eks terminal kini semakin dipertanyakan. Dimana paket proyek yang bersumber dari APBD Kota Prabumulih ini diketahui sudah mendapat surat perintah kerja (SPK) dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Prabumulih tertanggal 2 Juni 2014. Dengan demikian, kontrak kerja Proyek bernilai Rp. 3 Miliar yang dimenangkan oleh rekanan Kontraktor PT Krida Utama Mandiri ini sudah mulai berjalan. Namun hingga memasuki minggu ke 4 tanda-tanda proyek bakal dikerjakan belum terlihat di lapangan.

Aktifis LSM di Kota Prabumulih kepada posmetroprabu.com Jumat (18/07/2014) di sekretariat Posmetro Prabu Jl Bukit Lebar Karang Raja Kota Prabumulih menghibau kepada Pemerintah melalui dinas terkait untuk lebih bijaksana dalam melakukan pelelangan kegiatan. Dimana lanjut Ketua LSM Masyarakat Rambang Lubai Bersatu (MRLB) itu menegaskan bahwa, seharusnya Dinas terkait lebih cermat dalam menentukan pemenang pada paket kegiatan yang dilelang.

Dikatakan, melihat kondisi dilapangan terlebih paket proyek sudah mendapat SPK namun hingga memasuki minggu kedua sejak SPK dikeluarkan belum ada tanda-tanda proyek akan dikerjakan bisa berakibat fatal. Semisal batas waktu pelaksanaan proyek yang mepet bisa berakibat pada kualitas bangunan yang tidak sempurna serta tidak sesuai dengan bestek. Hal ini adalah pelanggaran yang perlu dikaji ulang oleh dinas terkait, ujarnya.

Selain itu lanjutnya, Jaminan pelaksanaan kegiatan sudah berlaku sejak kontrak kerja ditandatangani. Hal ini juga menurutnya adalah pelanggaran. Indikasi lain adalah, anggaran untuk proyek jembatan penyeberangan pasar tradisional modern ini ditakutkan sudah berkurang dan perlu mendapatkan perhatian khusus, tandasnya. (pp/rd)

Hari ini Gaji Ke 13 PNS Pemkot Prabumulih Cair

17 Jul 2014

PRABUMULIH, PP - Kabar gembira yang ditunggu-tunggu seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Prabumulih akhirnya datang juga. Hari ini, Jumat (18/7), gaji bulan ketiga belas atau yang sering disebut gaji 13 PNS sudah dapat dicairkan.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKAD) Kota Prabumulih Drs Ujang Sukarman melalui Kabid Keuangan DPPKAD Buthomi SE di Sekretariat Pemerintahan Kota Prabumulih Kamis (17/07).

Menurut Busthomi, Pembayaran dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor 144/PMK.05/2014. Pada Bab IV pasal 15 ayat (1) PMK tersebut dijelaskan bahwa gaji bulan ketiga belas untuk PNS yang bekerja pada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dibayarkan bulan Juli. Pada pasal 16 dijelaskan bahwa pembayaran gaji ketiga belas dibebankan kepada APBD.

Mengenai pembayaran gaji ke 13 pegawai akan disalurkan melalui rekening para pegawai. "Pembayaran dilakukan seperti pembayaran gaji yakni melalui rekening," bebernya.

Salah seorang Pegawai di bagian Humas dan Protokol Pemko Prabumulih yang dikonfirmasi Posmetro Prabu menyambut baik kabar tersebut. Dikatakan, kepastian pencairan gaji 13 ini menjadi kabar yang sangat ditunggu oleh para PNS, karena bertepatan dengan masa tahun ajaran baru bagi anak sekolah, serta ditambah lagi dengan masa persiapan untuk Idul Fitri.

70 Persen APBD Pali Fokus Pada Pembangunan Jalan

PALI, PP - Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini konsentrasi untuk pembangunan sarana dan prasarana dibidang infrastruktur jalan. "Saat ini saya sedang fokus dalam pembangunan prasarana dibidang jalan. Dan untuk anggaran belanja kemungkinan besar sebanyak 70 persen kita tumpahkan pada pembangunan jalan," ujar Penjabat Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM, kemarin.


Menurut dia, sejauh ini jalan yang ada di kabupaten PALI menjadi kendala utama dalm srana transportasi masyarakat. "Banyak warga kita yang membeli kebutuhan ke ibukota Sekayu, Musi Banyuasin dan Prabumulih. Itu karena jalan yang menjadi alternatif sangat parah untuk dilalui," ungkapnya.



Jika nantinya semua jalan sudah bagus, maka diyakini masyarakat Kabupaten PALI akan berbelanja di pusat Ibukota Talang Ubi. "Bisa dibayangkan berapa banyak peningkatan perekonomian kerakyatan. Selain membuka peluang masyarakat untuk berdagang, juga menjadi salah satu motivator untuk peningkatan pembangunan yang ada. Dan ibukota Kabupaten PALI ini bisa ramai," pungkasnya.



Dikatakan dia, memang tidak hanya jalan saja yang menjadi salah satu sasaran pembangunan. Pendidikan serta kesehatan juga merupakan salah satu sasaran pembangunan yang akan dimulai tahun ini.



Namun dari semua itu, yang paling penting adalah pembangunan jalan tadi. Selain bisa membuak keterisoliran, dengan jalan yang bagus semua dapat berjalan dengan lancar. "'Kalau jalan semuanya sudah bagus, saya yakin yang alin akan mengikuti, percuma saja jika kesehatan bagus tapi untuk membawa hasil kebun tidak bisa karena kendala jalan," tukasnya.



Pada tahun 2014 ini, dikatakan Heri paling tidak ada sepanjang 60 hingga 70 kilometer jalan yang sudah diperbaiki. "Ya, dengan harapan nantinya daerah terisolir akan dapat terbuka. Pembangunan akan merata dan masyarakat langsung merasakan pembangunan," ujar mantan Kepala PU BM Provinsi Sumsel ini.
 

© Copyright Posmetro Prabu 2010 -2011 | Design by Jun Manurung